Anda di halaman 1dari 19

ESOFAGITIS EROSIF

Dokter Pembimbing
Dr. Mariana Hasnah Yunizaf, Sp.THT-KL
Disusun Oleh :
Nurul Hasanah / 2009730149
Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit THT KL
RSIJ Cempaka Putih

November 2014

Definisi

Esofagitis korosif adalah peradangan


esofagus yang disebabkan oleh luka
bakar karena bahan kimia yang
bersifat korosif misalnya asam kuat,
basa kuat/alkali.

Zat kimia yang dapat tertelan dapat


bersifat :
Korosif

Toksik

Kerusakan pada saluran yang


dilaluinya.

Gejala keracunan bila telah


diserap oleh darah.

Bahan-bahan yang bersifat korosif


:
Bahan kimia asam kuat /zat korosif (PH <7) :
asam nitrat, asam sulfat, perak nitrat,
pembersih closet, air aki (baterai)

Bahan kimia alkali (PH >7) :


natrium hidroksida yang terdapat pada bahan pembersih
rumah tangga, sebagai bubuk pembersih saluran air kotor
seperti Drano dan liquid Plumer, natrium karbonat (soda
pencuci), natrium metasilikat (bubuk mesin pencuci piring
otomatis ), ammonia dan clinitest tablet.

Pemutih (Ph mendekati 7) seperti sodium


hipoklorit, lisol dan karbol. hanya edema di
mukosa atau submukosa

Patologi

Basa kuat : Menyebabkan terjadinya


nekrosis mencair (liquifactum necrosis).
Histologi : dinding s/d otot esofagus
seperti mencair.
Asam kuat : Menyebabkan nekrosis menggumpal
(coagulation necrosis).
Histologi : dinding s/d otot esofagus seperti
menggumpal.

Zat organik Misalnya lisol dan karbol


menyebabkan edema dimukosa dan
submukosa

Asam kuat kerusakan pada lambung


lebih berat dibandingkan di esofagus,
sebaliknya basa kuat kerusakan pada
esofagus lebih berat dibandingkan di
lambung.

Ph asam akan memperberat jejas sehingga


komplikasi perforasi lebih sering terjadi.

Berdasarkan beratnya luka


bakar :
Esofagitis
korosif
tanpa
ulserasi.

Ggg. menelan yang ringan.


Pada esofagoskopi tampak
mukosa hiperemis tanpa
disertai ulserasi.

Esofagitis
korosif
ulserasi
ringan.

Disfagia ringan, esofagoskopi


tampak ulkus yang tidak
dalam yang mengenai mukosa
esophagus saja.

Esofagitis korosif
ulserasi sedang.

Ulkus sudah mengenai lapisan otot. Biasanya


ditemukan satu ulkus atau lebih (multiple).

Esofagitis korosif
ulserasi berat
tanpa komplikasi.

Terdapat pengelupasan mukosa serta nekrosis


letaknya dalam, dan telah mengenai seluruh
lapisan esophagus. Jika dibiarjkan
menimbulkan striktur esophagus.

Esofagitis korosif
ulserasi berat
dengan Komplikasi.

Perforsi esophagus yang dapat menimbulkan


mediastinitis dan peritonitis. Kadang di temukan
obstruksi jalan napas dan keseimbangan asam
basa.

Gambaran Grd 4

Berdasarkan perjalanan penyakit


dan gejala klinik, terbagi 3 fase :

Fase akut

Berlangsung 1-3 hari. Luka bakar pada


mulut, bibir, faring dan disertai perdarahan.
Gejala disfagia dan odinofagia berat,
demam dengan suhu tinggi.

Fase laten

Berlangsung 2-6minggu. Keluhan


berkurang, suhu badan menurun, menelan
dengan baik. Terbentuknya jaringan
sikatrik.

Fase
Kronis

Setelah 1-3 tahun terjadi disfagia karena


terjadi striktur esofagus dari jaringan parut.

Diagnosi
1. Riwayat tertelan zat korosif:

anak secara tidak sengaja


orang dewasa dengan tujuan bunuh diri atau percobaan
pembunuhan.

2. Gejala Klinis.
3. Pemeriksaan fisik.
4. Radiologik.
5. Laboratorium dan
6. Esofagoskopi.

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan Radiologi
PA / lateral mediastinitis atau aspirasi
pneumonia.
Esofagogram
Thorax

Pemeriksaan Penunjang

Esofagoskopi : Kurang lebih 3 x 24 jam


setelah kejadian atau bila luka bakar di
bibir, mulut dan faring sudah tenang
(esofagoskopi dengan anestesi umum)
untuk menentukan apakah ada luka bakar
di esofagus.

Esofagogram : Esofagogram tidak banyak


menunjukkan kelainan pada stadium akut
Esofagogram perlu dilakukan setelah mg ke 2
untuk melihat ada tidaknya striktur esofagus dan
dapat diulang setelah 6-8 minggu untuk evaluasi

Penanganan

Tujuan pemberian terapi pada esofagitis


korosif adalah untuk mencegah
pembentukan striktur.
- Perbaikan keadaan umum
- Menjaga keseimbangan elektrolit
- Menjaga jalan nafas
- Observasi

Dalam 24 jam pertama diberi cairan


parenteral dan diobservasi akan
kemungkinan mediastinitis, fistel
trakeoesfagus, perforasi lambung, peritonitis,
pneoumonia dan edem laring.

Bila terdapat gangguan keseimbangan


elektrolit diberikan infuse aminofusin 600 2
botol, glukosa 10 % 2 botol, NaCl 0,9% +KCL
5 Meq/liter 1 botol.

Jika zat korosif yang tertelan diketahui


jenisnya dan terjadi sebelum 6 jam, dapat
dilakukan netralisasi .

Pengenceran zat kaustik yang sudah


tertelan dengan cara minum air atau susu.
Bilas lambung dan obat perangsang
muntah ( misal : Ipecac ) merupakan
kontraindikasi.

Terdapat luka bakar : NGT yang kecil untuk


pemberian makanan dan mempertahankan lumen
esofagus.
Dipasang sampai resiko pembentukan striktur
terlampaui (6 mg di esofagoskopi ulang)
Ulkus esofageal : Sukralfat, antasid dan
Omeprazol.
Antibiotik : Selama 2-3 mg/ 5 hari bebas demam.
Biasanya diberikan penisilin dosis tinggi 1 jt-1,2 jt
unit/hari.
Kortikosteroid : Mencegah fibrosis berlebihan.
Analgetika oral, IV, IM atau rektal.

Komplikasi

Syok,
Koma,
Edema Laring,
Pneumonia Aspirasi,
Perforasi Esophagus,
Mediastinitis Dan Kematian.