Anda di halaman 1dari 53

LAPORAN KASUS

PENATALAKSANAAN PREEKLAMPSIA BERAT


HAMIL ATERM DENGAN KETUBAN PECAH
DINI

Pendahuluan
Merupakan 5 15% penyulit kehamilan dan salah satu
dari tiga penyebab tertinggi mortalitas dan morbiditas
ibu bersalin.
Dibagi menjadi:1
Hipertensi kronik,
Preeklampsia
Eklampsia
Hipertensi kronik dengan superimposed
Hipertensi gestasional

Antepartum

Perdarahan
Intraserebral

Edema Paru

Penyulit
kehamilan
yang akut
Angka
kematian
ibu
bervariasi
antara 0%4%.

Intrapartum
Postpartum
Kematian
perinatal
berkisar
antara 10%28%.

Prematuritas

Preeklampsia
Meningkatnya
Solutio Plasenta

&
Eklampsia
75%
eklampsi
terjadi
antepartum

95% kasus eklampsi


antepartum terjadi pada
trisemester ketiga.

Pertumbuhan
Janin Terhambat

Primigravida
>
Multigravida

25% terjadi
pada
postpartum

Jika dilihat dari golongan sebab sakit, kasus obstetrik terbanyak pada tahun
2005 disebabkan penyulit kehamilan, persalinan dan masa nifas lainnya yaitu
56,09% diikuti dengan kehamilan yang berakhir abortus (26%). Sedangkan jika
dilihat dari nilai CFR (Case Fatality Rate), penyebab kematian terbesar adalah
eklampsia dan preeklampsia dengan CFR 2,35%.3

Identitas
PASIEN

SUAMI

Nama

Ny. Siti Solihat

Tn. Rudy

Umur

21 tahun

22 tahun

Agama

Islam

Islam

Pendidikan

SMP

SMA

Pekerjaan

Karyawan PT Besco

Marketing Bank Bukopin

Alamat

Proponco, Cidul, RT 05/02

Proponco, Cidul, RT 05/02

Tanggal Masuk RS

20Juli 2014

Anamnesa
Dilakukan autoanamnesa pada tanggal 21 Juli
2014, pukul 06.30 WIB

Keluhan
Utama

G1P0A0 datang di rujuk oleh bidan


dengan keterangan hamil 39 minggu
5 hari dengan preeklampsia berat
(PEB).

Riwayat Penyakit Sekarang


20/7/2014

Bidan citra
sari husada

RSUD
Karawang

05.30

09.30

10.00

Keluar air dari jalan lahir


Air jernih, bau (-), darah
(-), lendir (-)
Mulas (-)
Nyeri kepala (+)
Pandangan kabur (+)
Mual (-), muntah (-)
Nyeri ulu hati (-)
Kejang (-)

Tekanan Darah : 170/110


mmHg
Dirujuk ke RSUD
Karawang

ANC rutin, Bidan Citra


Sari Husada

Tekanan Darah selalu


dalam batas normal tiap
kontrol

TT 2x

USG (-)

Terakhir Kontrol 30 menit


SMRS (TD: 170/110
mmHg)

Menarche: 13
tahun

Haid teratur, 7
hari

Nyeri (-)

HPHT

Taksiran
Persalinan

Usia Kehamilan

15 Oktober 2013

22 Juli 2014

39 Minggu

2x GP/hari

R. KB -

Riwayat Penyakit
Dahulu

Riwayat Penyakit
Keluarga

Riwayat Kejang sebelum hamil dan saat


hamil (-), Hipertensi sebelum hamil (-),
Diabetes Mellitus (-), Asthma (-), Penyakit
jantung (-), Riwayat Alergi (-)

Ayah pasien meninggal karena penyakit


jantung koroner
Ibu pasien meninggal karena penyakit
Diabetes Mellitus
Riwayat Hipertensi (-), Asthma (-), Alergi
(-)

Pemeriksaan Fisik
Keadaan
Umum

Kesadaran

Tampak Sakit Sedang

Compos Mentis

Tekanan Darah:

Nadi:

160/110 mmHg

96x/menit, reguler
Tanda Vital

Suhu:
36,5oC

Pernapasan:
20x/menit

Status Generalis
Kepala
Leher

Thoraks
Jantung

Paru

Abdomen
Ekstremitas

Normocephali
Mata : Konjungtiva Anemis -/-, Sclera ikterik -/ JVP tidak meningkat, tidak teraba pembesaran
KGB di leher, tiroid tidak membesar
Simetris saat inspirasi dan ekspirasi, deformitas
(-), efloresensi (-), retraksi(-)
Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat
Palpasi
: Ictus cordis teraba pada ICS V linea
midklavikularis sinistra
Auskultasi : BJ I-II regular, murmur (-), gallop (-)
Inspeksi : simetris pada saat statis dan dinamis, tidak
ada pernapasan yang tertinggal, pernapasan
abdomino-torakal, retraksi (-)
Palpasi :Gerak napas simetris kanan dan kiri, Vocal
fremitus simetris
Perkusi : Sonor di kedua hemithoraks paru
Auskultasi :Suara napas vesikuler, ronchi - / -,
wheezing - / Abdomen: Supel, Nyeri tekan (-), BU (+), Buncit sesuai
kehamilan

akral hangat ++/++, edema --/++

Status Obstetrik
Inspeksi

Palpasi

Auskultasi

Pemeriksaan
Dalam

TFU: 29 cm TBJ klinis: (29-13)x 155 = 2480 gram


Vulvouretra: tenang, perdarahan (-), perdarahan aktif (-)

His (-)
Pemeriksaan Leopold :
L I : teraba bagian bulat, lunak, tidak melenting
L II : teraba bagian memanjang di kiri dan bagianbagian kecil di kanan
L III : teraba bagian bulat, keras dan melenting
L IV : teraba 4/5 bagian

DJJ: 144 dpm

Io : portio licin, fluor (-), Fluxus (-), Valsava (-)


Vaginal toucher: Portio kenyal, posterior, pembukaan 0
cm, tebal 2 cm, kepala hodge I.

Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium, 20 Juli 2014
Hematologi

Hasil

Nilai Normal

Hemoglobin

10,9 g/ dL

12 -16

Hematokrit

32,6 %

35 47

9.700/uL

3,8 - 10,6

317 ribu/uL

150 440

Masa Pendarahan/BT

2 menit

13

Masa Pembekuan/CT

11 menit

5 11

Golongan Darah ABO

Golongan Darah Rhesus

Leukosit
Trombosit

Imunologi
HBs Ag Rapid

Non Reaktif

Non Reaktif

67 mg/dL

< 140

Ureum

17,7 mg/dL

15 50

Creatinin

0,6 mg/dL

0,5 0,9

Kolestrol Total

368 mg/dL

< 200

SGOT

15,2 U/L

s/d 31

SGPT

6 U/L

s/d 31

+3

Negatif

Kimia
Glukosa Darah Sewaktu

Urinalisis
Protein

Kardiotokografi

Interpretasi CTG
Baseline
: 130 - 140 dpm
Variabilitas : 5 - 10 dpm
Akselerasi : (+)
Deselerasi : (-)
His
: (+)
Kesan
:reassuring

Hasil USG :
Janin presentasi kepala tunggal hidup,
plasenta fundus
BPD 94,5 mm
AC 312,1mm
FL 58,8 mm
HC 315,3 mm
TBJ 2459 gram
AFI 6

Resume
Seorang wanita usia 21 tahun, G1P0A0 hamil 39 minggu dengan PEB
dan KPD 4,5 jam, belum inpartu. Nyeri kepala (+) dan pandangan kabur
(+), menarche usia 13 tahun, riwayat haid dalam batas normal, Kb -,
menikah usia 20 tahun, sudah 1 tahun, riwayat hipertensi sebelum
hamil disangkal, riwayat keluarga penyakit jantung koroner dan DM.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD: 160/110mmHg, N: 96x/menit,
RR: 20x/menit, S: 36,50C, status generalis dalam batas normal, status
obstetrik: TFU 29cm, TBJ: 2480 gram, pemeriksaan leopold didapatkan
janin presentasi kepala, PUKI, sudah masuk PAP 1/5 bagian, His -. Pada
pemeriksaan dalam tidak didapatkan pembukaan, Posterior, bagian
bawah di H1-II. Pada pemeriksaan Laboratorium didapatkan Kolesterol
total 368 mg/dL dan Protein Urine +3. CTG kesan Reassuring, USG
didapatkan janin presentasi kepala tunggal hidup, TBJ 2459 gram, AFI 6.

Diagnosa Kerja
G1P0A0 hamil 39 minggu, janin presentasi
kepala tunggal hidup, ketuban pecah dini 4,5
jam, air ketuban berkurang, cerviks belum
matang, belum inpartu, dengan PEB

Tatalaksana
Medikamentosa
Non medikamentosa
Tatalaksana PEB
Observasi Tanda vital, His, dan DJJ
MgSO4
Observasi tanda tanda perburukan Initial dose: MgSO4 4gr iv selama 15 menit
Maintenance dose: MgSO4 1gr/jam drip
PEB
(Kejang, Mual, muntah, pandangan dalam RL 500cc
Nifedipine 4 x 10mg
kabur, nyeri ulu hati, nyeri kepala)
NAC 3 x 600mg
CTG
Vit. C 2 x 400mg
Tirah baring miring ke satu sisi (kiri)
Ceftriaxone 1 x 2gr
Foley catheter untuk memantau diuresis CTG Reassuring Terminasi kehamilan
pervaginam dengan induksi pematangan
cerviks dengan misoprostol 4 x 25 g PV

Prognosis
Ad Vitam
: dubia ad bonam
Ad Sanationam : dubia ad bonam
Ad Fungtionam : dubia ad bonam

Follow Up
TANGGAL/ JAM
20/7/2014

CATATAN PERKEMBANGAN TERINTEGRASI


S/ mengeluh mulas dan semakin sering, gerak janin aktif

(14.00 WIB)

O/ KU baik, CM
TD : 130/80, N : 88x/menit, P : 20 x/menit, S : 36,50 C
Status obstetri :
DJJ 148 dpm
HIS : 3-4x/10/40
Vt :Portio tipis, posterior, pembukaan 5 cm, ketuban (-), kepala
hodge II-III.
A/ PK 1 aktif pada G1P0A0 hamil 39 minggu, janin presentsi
kepala tunggal hidup, dengan PEB
P/ Rencana Diagnosis

Observasi keadaan umum, tanda vital, DJJ, His

Tanda-tanda perburukan PEB


Rencana terapi

Nilai ulang kemajuan persalinan 4 jam lagi

Tatalaksana lanjut

(18.10 WIB)

S/ Ibu ingin meneran

O/ KU baik, CM
TD : 120/80, N : 88x/menit, P : 24 x/menit, S : 36,50 C
Status obstetri :
HIS : 4-5x/10/45
DJJ 144 dpm
Vt : Pembukan lengkap, selaput ketuban (-), kepala hodge III-IV, UUK
terdapat pada jam 3
A/ PK II pada G1P0A0 hamil 39 minggu, janin presentasi kepala
tunggal hidup, dengan PEB.
P/ Ibu dipimpin meneran

(18.20 WIB)

Lahir bayi laki laki, 2800 gr, PB 48 cm, A/S 5/7, air ketuban hijau
Ibu disuntik oksitosin 10 iu IM, peregangan tali pusat terkendali.
Lahir spontan plasenta lengkap, uterus di masase, kontraksi baik.
Ruptur perineum gr II Perineorafi.

Perdarahan kala III-IV 200 cc.

21/7/2014 S/ BAB (-), BAK on DC 50cc (05.00-06.00), pekat, Mobilisasi jalan (+), Nyeri ulu hati (-), Pandangan kabur
(06.00 WIB)

(+), Mulas (-), Nyeri perut (-), Nyeri kepala (+), Sesak (-), Mual (-), Muntah (-), ASI (+)
O/ KU baik, CM
TD : 150/100, N : 112x/menit, P : 32 x/menit, S : 36,50 C
Status generalis : Mata : CA -/-, SI -/Mammae : retraksi -/-, hiperemis -/-, ASI +/+
Status obstetri :
TFU : 2 jari dibawah pusat, Kontraksi : baik
I v/u tenang, perdarahan aktif (-), lokia rubra (+)
A/ P1A0 Partus maturus spontan dengan PEB tekanan darah tidak terkontrol NH 1
P/ Rencana Diagnosis
-

Observasi tanda vital, kontraksi, perdarahan

Mobilisasi bertahap

Diet TKTP

Hygiene vulva/perineum

Rencana Terapi
-

Cefadroxil 2 x 500 mg

Asam mefenamat 3 x 500 mg

Nifedipine 4 x 10 mg

SF 1 x 1

MgSO 1g/jam (24jam)

22/7/2014
(06.00 WIB)
Urinalisis:
Protein Urine +2

S/ BAB (-) 2 hari, BAK (+), pekat, Mobilisasi jalan (+), Nyeri ulu hati (-),
Pandangan kabur membaik, Mulas (-), Nyeri perut (-), Nyeri kepala
membaik, Sesak (-), Mual (-), Muntah (-), ASI (+)
O/ KU baik, CM
TD : 140/90, N : 104x/menit, P : 28 x/menit, S : 36,60 C

Status generalis :
Dalam Batas Normal
Status obstetri :
TFU : 2 jari dibawah pusat

Kontraksi : baik
I v/u tenang, perdarahan aktif (-), lokia rubra (+)
A/ P1A0 Partus maturus spontan dengan PEB tekanan darah tidak
terkontrol NH 2
P/Rencana Terapi
-

Cefadroxil 2 x 500 mg

Asam mefenamat 3 x 500 mg

Nifedipine 4 x 10 mg

SF 1 x 1

23/7/2014

(06.00 WIB)
Protein Urine +3

S/ BAB (-) 3 hari, BAK (+), Mobilisasi jalan (+), Nyeri ulu hati (-),
Pandangan kabur (-), Mulas (-), Nyeri perut (-), Nyeri kepala (-), Sesak
(-), Mual (-), Muntah (-), ASI (+)
O/ KU baik, CM
TD : 150/100, N : 100x/menit, P : 24 x/menit, S : 36,50 C
Status generalis :
Dalam batas normal
Status obstetri :
TFU : 2 jari dibawah pusat
Kontraksi : baik
I v/u tenang, perdarahan aktif (-), lokia rubra (+)
A/ P1A0 Partus maturus spontan dengan PEB tekanan darah tidak
terkontrol NH 3
P/ Rencana Terapi

Cefadroxil 2 x 500 mg

Asam mefenamat 3 x 500 mg

Nifedipine 4 x 10 mg

SF 1 x 1

24/7/2014

(06.00 WIB)
Lab urinalisa :
Protein urin +3

S/ BAB (+) hari, BAK (+), Mobilisasi jalan (+), Nyeri ulu hati (-),
Pandangan kabur (-), Mulas (-), Nyeri perut (-), Nyeri kepala (-), Sesak (), Mual (-), Muntah (-), ASI (+)
O/ KU baik, CM
TD : 140/90, N : 104x/menit, P : 28 x/menit, S : 36,50 C
Status generalis :
Dalam Batas Normal
Status obstetri :
TFU : 2 jari dibawah pusat
Kontraksi : baik
I v/u tenang, perdarahan aktif (-), lokia rubra (+)
A/ P1A0 Partus maturus spontan dengan PEB tekanan darah tidak
terkontrol NH 4
P/Rencana Terapi

Cefadroxil 2 x 500 mg

Asam mefenamat 3 x 500 mg

Nifedipine 4 x 10 mg

SF 1 x 1

Pasien Pulang Paksa

Permasalahan Pada Pasien ini :


1. Preeklampsia Berat
Pre-eklampsia merupakan kumpulan gejala atau
sindroma yang timbul pada wanita hamil dengan usia
kehamilan di atas 20 minggu dengan tanda utama
berupa adanya hipertensi dan proteinuria. Umumnya
wanita hamil tersebut tidak menunjukan tanda-tanda
kelainan vaskular atau hipertensi sebelumnya.4

Cunningham, FG et.al. Hipertensi Dalam Kehamilan. Obstetri Williams edisi 23. p742

Peningkatan tekanan darah setelah


minggu ke 20 gestasi dan tidak
mempunyai riwayat tekanan darah
tinggi sebelumnya.1

Pasien mengalami tekanan darah tinggi usia gestasi 39


minggu
belum pernah mempunyai riwayat tekanan tinggi sebelum
hamil.

Tekanan darah sistolik > 160 mmHg


dan diastolik >110mmHg. Tekanan
darah tidak menurun meskipun ibu
hamil sudah dirawat di rumah sakit
dan menjalani tirah baring.

Pasien dirujuk oleh bidan dengan tekanan darah


170/110mmHg,
pada pemeriksaan fisik di dapatkan tekanan darah
160/110mmHg

Proteinuria > 3+. 2

Gangguan visus dan serebral :


penurunan kesadaran, pandangan
kabur, skotoma dan nyeri kepala.1

Protein urin pada pasien ini adalah +3

Pada pasien ini terdapat pandangan kabur dan nyeri kepala.

Impending eclampsia bila PEB disertai gejala subjektif berupa nyeri kepala,
gangguan visus, muntah muntah, nyeri epigastrium, dan kenaikan progresif
tekanan darah.1

Faktor Risiko
Primigravida

Umur yang ekstrim

Primipaternitas

Hiperplasentosis

Obesitas

Riwayat keluarga
preeklampsia /
eklampsia

Penyakit penyakit
ginjal dan hipertensi
yang sudah ada
sebelum hamil

Etiologi
Teori yang sekarang banyak dianuti adalah:1
Teori kelainan vaskularisasi plasenta
Teori iskemik plasenta, radikal bebas dan
disfungsi endotel
Teori intoleransi imunologik antara ibu dan janin
Teori adaptasi kardiovaskuler
Teori defesiensi gizi
Teori inflamasi

http://www.nature.com/nri/journal/v4/n12/full/nri1514.html

Prognosis

Koma yang lama.


Nadi > 120x/menit.
Suhu > 40 C
TD sistolik > 200 mmHg.
Kejang > 10 kali.
Proteinuria > 10 gr/dl.
Tidak terdapat oedem.

Karena pada pasien ini tidak ditemukan salah satu kriteria tersebut, maka prognosis
pada pasien ini:
Ad Vitam : bonam
Ad Sanationam : dubia ad bonam
Ad Fungtionam : dubia ad bonam

2. Ketuban Pecah Dini


Pecahnya ketuban
sebelum proses
persalinan
Pada pasien ini
Keluar cairan dari jalan lahir sejak 4,5 jam
SMRS, cairan jernih, tidak keluar lendir dan
darah
Pasien belum merasa mulas-mulas yang
semakin sering dan kuat.

Belum Inpartu

8 10% pada perempuan


hamil aterm
1% pada kehamilan
prematur

Etiologi

Defek kromosom
Kelainan kolagen
Infeksi
Inkompetensi serviks
Gemelli
Hidramnion
Kehamilan preterm
Disproporsi sefalopelvik
Perubahan pada selaput ketuban
(biomekanik & fisiologik)

3. Tatalaksana
Pengelolaan preeclampsia berat pada pasien ini mencakup :1
Pencegahan kejang, perdarahan intrakranial, gangguan fungsi
organ vital
Pengobatan hipertensi.
Pengelolaan cairan
Pelayanan suportif terhadap penyulit organ yang terlibat
Saat yang tepat untuk persalinan dan melahirkan bayi yang sehat

Terhadap
Penyakitnya

Terhadap
Kehamilannya

Terhadap Penyakitnya

Non medikamentosa :
Rawat Inap
Dianjurkan tirah baring miring ke satu sisi (kiri)
Foley catheter untuk mengukur pengeluaran
urin

Medikamentosa
Antihipertensi
Nifedipin 4 x 10 mg PO dengan indikasi
tekanan darah sistolik 140 mmHg, atau
tekanan darah diastolik 90 mmHg
Nama obat

Dosis

Keterangan

Nifedipin

Dapat menyebabkan
hipoperfusi pada ibu dan
janin bila diberikan
sublingual

4 x 10-30 mg per oral (short


acting)
1 x 20-30 mg per oral (long
acting/ Adalat OROS)

Nikardipin

5 mg/jam, dapat dititrasi 2,5


mg/jam tiap 5 menit hingga
maksimum10 mg/jam

Metildopa

2 x 250-500 mg per oral (dosis


maksimum 2000 mg/hari)

Antikonvulsan
MgSO4
4 gram bolus IV
(initial dose)

1 gram/jam drip
dalam RL 500cc
(maintenance)

Diazepam

Fenitoin

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Hipertensi Dalam Kehamilan, Preeklampsia dan Eklampsia. Dalam Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu Di Fasilitas Kesehatan edisi pertama.

MgSO4 (Magnesium Sulfat)


Dosis terapeutik : 4,8-8,4 mg/dl
Dosis toksik :
Arefleksia 12 mg/dl
Henti nafas 18 mg/dl
Henti jantung >36mg/dl

Dapat menurunkan risiko kematian ibu


Menimbulkan efek flushes (panas)
Dihentikan bila :
Ada tanda-tanda intoksikasi
Setelah 24 jam pasca persalinan atau 24 jam setelah
kejang berakhir

NAC 3 x 600 mg PO, Vit C 2 x 400 mg PO


Pemberian antioksidan seperti vitamin C
dan E diberikan karena salah satu
penyebab
dari
PEB
adalah
ketidakseimbangan
aktivitas
antara
oksidan dan antioksidan.2

Ceftriaxone 1 x 2gr IV
Antibiotik untuk mencegah
infeksi intra uterin ec KPD

Terhadap Kehamilannya

KONSERVATIF/EKSPEKTATIF

Kehamilan preterm < 37 minggu


tanpa tanda impending
eclampsia.
MgSO4 (i.m) dihentikan bila
ibu sudah mencapai tanda-tanda
preeklampsia ringan (dalam 24
jam)
24 jam tanpa perbaikan
Terminasi Kehamilan.

AKTIF/AGRESIF

IBU
INDIKASI

JANIN
LABORATORIUM

indikasi dilakukan perawatan aktif ialah bila didapatkan satu/lebih keadaan dibawah ini:
Ibu:
Dilakukan
Umur kehamilan > 37 minggu
perawatan aktif
Adanya tanda tanda / gejala impending eclampsia
pada pasien
Timbul onset persalinan, ketuban pecah, atau perdarahan
Kegagalan terapi konservatif, yaitu keadaan klinik dan laboratorik memburuk
Diduga terjadi solutio plasenta
Janin:
oligohidroamnion
Terjadi Adanya tanda tanda fetal distress
Adanya tanda IUGR
NST nonreaktif dengan profil biofisik abnormal
Laboratorik:
Adanya tanda tanda Sindroma HELLP, khususnya menurunnya trombosit dengan
cepat.

Rath W, Fischer T. Review article: The Diagnosis and


Treatment of Hypertensive Disorders of Pregnancy.
Germany: Deutsches rzteblatt Internasional

4. Induksi Persalinan
PEB+KPD

Cerviks
Position

Aterm

Penilaian
Bishop
Score

Midposition

Anterior

Consistency Firm

Medium

Soft

Effacement

0-30%

40-50%

60-70%

>80%

Dilation

Closed

1-2cm

3-4cm

>5cm

Babys

-3

-2

-1

+1, +2

station

Posterior

Belum
Inpartu

Bishops Skor <5 (pendataran servik


30%, konsistensi keras, pembukaan
belum ada, posisi posterior dan H I-II)

Dilakukan pematangan cerviks


lalu induksi untuk mengakhiri
persalinan.

Cerviks

Position

Posterior

Midposition

Anterior

Consistency

Firm

Medium

Soft

Effacement

0-30%

40-50%

60-70%

>80%

Dilation

Closed

1-2cm

3-4cm

>5cm

Babys

-3

-2

-1

+1, +2

station

Kehamilan > 37
minggu

Bishop
Score < 5

Pematangan
serviks

Bishop
Score > 5

Induksi
persalinan

Pematangan serviks dengan


misoprostol 4 x 25 g PV

Induksi dengan oksitosin

Induksi

Prostaglandin E1 sintetik

1 ampul mengandung 10
unit dilarutkan kedalam
1000ml larutan kristaloid

Kesimpulan
Preeklampsia dan eklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang
disebabkan langsung oleh kehamilan itu sendiri
Preeklampsia adalah timbulnya hipertensi, edema disertai proteinuria akibat
kehamilan, setelah umur kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan
Penatalaksanaan pada pre-eklampsia terdiri dari tindakan konservatif untuk
mempertahankan kehamilan dan tindakan aktif sesuai dengan usia kehamilan
ataupun adanya komplikasi yang timbul pada pengobatan konservetif.
Seperti pada kasus diatas, bahwa ibu yang mengalami PEB dan disertai KPD
pun masih bisa dilakukan tindakan aktif dengan melahirkan pervaginam.
Tingginya kematian ibu dan bayi di negara-negara berkembang disebabkan
oleh kurang sempurnanya pengawasan antenatal dan natal; penderita
eklampsia sering datang terlambat, maka terlambat memperoleh pengobatan
yang tepat dan cepat. Oleh karena itu ANC harus dilakukan sedini mungkin
dan dengan jadwal yang rutin agar bisa mendeteksi dan mempersiapkan
persalinan yang tepat demi kesejahteraan ibu dan janin