Anda di halaman 1dari 29

DERMATITIS ATOPIK

(EKZEMA ATOPIK)
Pembimbing :
dr. Dame Maria Pangaribuan, Sp. KK

KOKO WARDOYO P.
209 210 194
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
MEDAN
2014

DERMATITIS ATOPIK

Definisi

keadaan peradangan kulit


kronis dan residif , disertai
gatal, yang umumnya sering
terjadi selama masa bayi dan
anak-anak, sering berhubungan
dengan peningkatan kadar IgE
dalam serum dan riwayat atopi
pada keluarga atau penderita

Sinonim

-ekzema atopik,
-ekzema
konstitusional,
-ekzema fleksural,
-neurodermatitis
disminata,
- prurigo esnier

epidemiologi

1. Negara berkembang
2. Pada anak mencapai 10-20 %
pada dewasa 1-3 %
3. Perbandingan wanita:laki = 1,3: 1
4. D.A cenderung diturunkan

Etiopatogenesis

Sampai saat ini


etiologi maupun
mekanisme yang
pasti DA belum
semuanya
diketahui,
demikian pula
pruritus pada DA.
Tanpa pruritus
diagnosis DA
tidak dapat
ditegakkan

Faktor yang berinteraksi


dalam patogenesis D.A :
-faktor genetik,lingkungan,
sawar kulit, farmakologik,
dan imunologik.
-Kadar IgE dalam serum
penderita D.A dan jumlah
eosinofil dalam darah
perifer meningkat

Predileksi pada bayi yang paling sering


ditemukan

Terdapat 3 bentuk klinis dermatitis atopik,


1. Bentuk infantil :
Secara klinis berbentuk dermatitis akut eksudatif dengan
predileksi daerah muka terutama pipi dan daerah ekstensor
ekstremitas. Bentuk ini berlangsung sampai usia 2 tahun. Predileksi
pada muka lebih sering pada bayi yang masih muda, sedangkan
kelainan pada ekstensor timbul pada bayi sel sudah merangkak. Lesi
yang paling menonjol pada tipe ini adalah vesikel dan papula, serta
garukan yang menyebabkan krusta dan terkadang infeksi sekunder.
Gatal merupakan gejala yang mencolok sel bayi gelisah dan rewel
dengan tidur yang terganggu. Pada sebagian penderita dapat disertai
infeksi bakteri maupun jamur.
2. Bentuk anak :
merupakan lanjutan dari bentuk infantil, walaupun diantaranya
terdapat suatu periode remisi. Gejala klinis ditandai oleh kulit kering
(xerosis) yang lebih bersifat kronik dengan predileksi daerah fleksura
antekubiti, poplitea, tangan, kaki dan periorbita.
3. Bentuk dewasa:
terjadi pada usia sekitar 20 tahun. Umumnya berlokasi di daerah
lipatan, muka, leher, badan bagian atas dan ekstremitas. Lesi berbentuk
dermatitis kronik dengan gejala utama likenifikasi dan skuamasi.

gambaran klinis
Kulit kering , pucat/redup
Kadar lipid di epidermis berkurang &
Kehilangan air lewat epidermis meningkat

pruritus
Ruam : papul, likenifikasi, eritema, erosi, ekskoriasi,
eksudat dan krusta

PREDILEKSI
Paling banyak di temukan :

Kriteria Mayor

-Pruritus
-Dermatitis dimuka
atau ekstensor pada
bayi dan anak
-Dermatitis di
pleksura pada
dewasa
-Dermatitis kronis
atau residif
-Riwayat atopi pada
penderita atau
keluarga

Kriteria minor

xerosis, Infeksi kilit , Dermatitis


nonspesifik pada tangan atau kaki,
iktiosis/hiperliniar palmaris, Pitriasis
alba , Dermatitis di papila mamae,
White dermographism dan delayed
blanch response, Kelilitis, Lipatan
intra orbital, Konjungtivitis berulang,
Keratokonus, Katarak subkapsular
anterior, Orbita menjadi gelap, Muka
pucat atau eritem , Gatal bila
berkeringat, Hipersensisitif terhadap
makanan, Perjalanan penyakit
dipengaruhi oleh lingkungan dan
emosi, Kadar IgE dalam serum
meningkat, Awitan pada usia dini

DIAGNOSA D.A
ADA 2 KRITERIA

Kriteria
mayor

Kriteria
minor

Pada bayi :
3 kriteria mayor ;- riwayat atopi
pada keluarga
-Dermatitis dimuka atau ekstensor,
-Pruritus,
3 kriteria minor: xerosis /iktiosis/
hiperliniaris palmaris, -aksentuasi
perifolikular, -fisura belakang
telinga

Untuk
menegakan
diagnosa D.A
harus
mempunya 3
kriteria dari
mayor dan 3
kriteria minor

Diagnosa Banding

Dermatitis
seboroik

Berminyak, kesi bersisik, tidak adanya


riwayat atopik pada keluarga

Dermatitis
kontak

Riwayat terpapar positif, ruam


daerah paparan, tidak terdapat
riwayat atopik pada keluarga

Dermatitis
numularis

peradangan dengan lesi yang menetap,


dengan keluhan gatal, yang ditandai
dengan lesi berbentuk uang logam

PENATALAKSANAAN

Terapi non- farmakologis ;


1. Menghindari bahan bahan iritan
2. Menghindari suhu yang terlalu
panas dan dingin
3. Menghindari aktivitas yang
mengeluarkan keringat
4. Menghindari makanan pencetus D.A
5. Hindari pakaian yang terlalu tebal,
bahan wol, atau kasar

Terapi farmakologi
Topikal : 1. kortikosteroid potensi rendah ;
hidrokortison 1%-2,5% pada bayi , kortikosteroid
menengah diberi pada anak dan dewasa
2. Hidrasi kulit berbagai jenis kulit dapat dipakai
antara lain cream hidrofilik 10 % untuk
melembabkan kulit diharapkan sawar kulit
menjadi baik
3. Imunomodulator ; sistem imun kulit untuk
penghalang masuknya bakteri / mengahambat
kontak : takrolimus salap 0,03 %
4. Preparat ter mempunyai efek anti pruritus dan
anti inflamasi pada kulit

Sistemik ; 1. kortikosteroid untuk


mengendalikan D.A eksaserbasi akut,
digunakan dalam waktu singkat, dosis
rendah, diberi selang seling,
2. Antihistamin diberi untuk mengurangi rasa
gatal
3. Anti infeksi: pemberian antibiotik,
ditemukanya S.aureus pada kulit penderita
dapat diberi eritomisin, asitromisin dll
4. Terpi sinar (phototherapy)kombinasi ultra
violet A dan ultra violet B
5. Probiotik perinatal akan menurunkan
resiko D.A pada usia 2 tahun pertama

prognosis

-Sulit untuk meramalkan prognosis D.A


pada pasien.
-Prognosis lebih buruk bila kedua orang
tuanya menderita D.A
- Perbaikan spontan pada masa anak dan
sering kambuh pada saat remaja.

Faktor prognosis kurang


baik
-D.A luas pada anak
-- Menderita rhinitis alergi
dan asma bronkial
-Riwayat D.A pada orang tua
/ saudara kandung
-Kadar IgE serum meningkat

LAPORAN KASUS

STATUS PASIEN
. IDENTITAS PASIEN

Nama
: Rut tania Putri
Umur
: 14 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat
: jl. Ahmad yani
Pekerjaan
: Pelajar
Agama
: Kristen
Tanggal kunjungan : 3 Nov 2014
No MR
: 29-92-71

Keluhan Utama :dijumpain luka keropeng,berwarna


kemerahan terasa gatal dan nyeri
Anamnesa Pasien:
dipergelangan samapai punggung kaki
sebelah kanan 3 tahun

Telaah :awalnya os pernah ngalami trauma pada


pergelangan kaki
sebelahos
tangan
lalu
pada proses
Telaah
: awalnya
pernah
mengalami
penyembuhan timbul
berisi air lalu
traumabintil-bintil
pada pergelangan
digaruk os sehingga
pecah menjadi
keropeng.
kaki sebelah
kanan lalu
pada
proses penyembuhan timbul bintilbintil berisi air lalu digaruk os
sehingga pecah menjadi keropeng.

- Riwayat penyakit dahulu : tidak ada


- Riwayat pemakaian obat : pasien lupa nama
obt
- Riwayat alergi
: alergi debu
- Riwayat penyakit keluarga
: tidak ada

Status dermatologis :
Ruam
: hipopigmentasi
eritema,
erosi, ekskoriasi dan krusta
Lokasi : dorsum pedis

Gambar pasien dermatitis atopik

Dermatitis Atopi

Dermatitis siboroik

Dermatitis kontak

PENATALAKSANAAN

Umum
1. Menghindari bahan bahan
iritan
2. Menghindari suhu yang
terlalu panas dan dingin
3. Menghindari aktivitas yang
mengeluarkan keringat
4. Menghindari makanan
pencetus D.A
5. Hindari pakaian yang
terlalu tebal, bahan wol,
atau kasar

Khusus
Hexilon 3 x 4 mg
Citirizine 1 x 1
Amoxiciline 3 x 500
mg
Benosom 6 cr

Sol Nacl 0.9 %


dgn kasa streril

. RESUME
Pasein atas nama destriana , 28 tahun datang
ke poli RSUD dr Djasamen saragih dengan keluhan
luka keropeng kemerahan terasa gatal dan nyeri
pada pergelangan kaki sampe punggung kaki
sebeah, lengan bawah kedua tangan dan kana
sudah dialami 3 tahun .
Awalya OS pernah trauma pada pergelangan kaki
pada kaki sebelah kanan dan pada proses
penyembuhan timbul bintil-bintil yang berisi air lalu
digaruk os sahingga pecah kemudian menjadi
keropeng.
Pada pemeriksaan fisik dijumpai ruam
hipopigmentasi, eritema, krsuta, erosi, ekskoriasi.

KESIMPULAN
Dermatitis Atopik (D.A) adalah keadaan peradangan kulit kronis
residif, disertai rasa gatal yang berhubungan dengan riwayat atopi.
Diagnosis DA ditegakkan berdasarkan kriteria diagnostik menurut
Hanifin dan Rajka. Pengobatan DA tidak bersifat menghilangkan
penyakit tapi untuk menghilangkan gejala dan mencegah
kekambuhan. Terapi awal DA adalah hidrasi kulit dan
penggunaan emolien, disertai edukasi pasien dan keluarga untuk
menghindari faktor pencetus..
Untuk terapi pemeliharaan (pada kasus persisten atau sering
kambuh), dapat digunakan penghambat kalsineurin topikal. Terapi
tambahan yang penting adalah pengobatan infeksi sekunder dan
pemberian antihistamin. Pada penyakit yang berat dan refrakter,
diperlukan terapi alternatif, seperti fototerapi, steroid topical yang
poten atau steroid oral, dan imunosupresan.

PEMBAHASAN

TEORI
Tempat predileksi pada usia
infantil: mulai di muka (pipi, dahi)
meluas ke tempat lain yaitu scalp,
leher, pergelangan tangan, lengan
dan tungkai
Efloresensi :
Lesi berupa eritema, papulo,
vesikel yang halus, karena gatal
digosok, pecah, eksudatif, dan
akhirnya terbentuk krusta. Lesi
D.A. infantile eksudatif, banyak
eksudat, erosi, krusta dan dapat
mengalami infeksi. Lesi dapat
meluas generalisata bahkan
walaupun jarang dapat terjadi
eritroderma.

KASUS

Di pergelangan kaki

Eflorensi : eritema,
erosi , eksoriasi,
hipopigmentasi

P
r
o
g
n
o
s
I
s

Kurang baik karena


berulang kembali dan lebih
buruk bila kedua orang tua
mengalami D.A ( turunan)

Sekian
&
Terimakasih