Anda di halaman 1dari 29

23 Oktober 2014

Farmakoterapi Terapan I
Analisa Kasus
Kelompok 3a
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Andro Fauzi, S.Farm


Fita Pratiwi, S.Farm
Mardiana, S.Farm
Muhammad Rozi, S.Farm
Rezie Agustina, S.Farm
Tahira Saddiqa, S.Farm
Vivi Okta Sipil, S.Farm
Sandra Aprilia, S.Farm

1441012001
1441012013
1441012022
1441012025
1441012037
1441012052
1441012055
1441012071

Kasus
Tn X, berumur 65 th mengalami sesak nafas sejak 7
hari yang lalu dipengaruhi aktifitas, dan semakin
meningkat sesaknya sejak 2 hari belakangan. Sesak
nafas dipengaruhi aktifitas, dan pasien lebih tenang
tidur jika bantal ditinggikan. Sesak tidak
dipengaruhi oleh cuaca.

Riwayat penyakit dahulu:


DM tipe 2 sejak 3 th yang lalu. Control tidak
teratur, obat yang dimakan tdk tahu.
Riwayat hipertensi sejak 2 th yang lalu, control
tidak teratur
Tampak pucat 2 minggu yg lau
Batuk sejak 1 minggu yg lalu
Demam sejak 3 hari yang lalu, tdk menggigil, tdk
banyak berkeringat.

Diagnosa:
CKD stage V ec nefropati DM, CHF, Pneumonia,
DM type 2
Tekanan darah: 200/100

Data Laboratorium
No

Pemeriksaan

Hasil

Nilai Normal

Problem Medic

Hematokrit

24 %

40-50 %

Anemia

SGOT

16 IU/L

5-35 IU/L

SGPT

20 IUL

94 IU/L

Gula darah sewaktu

278 mg/dL

126 mg/dL

DM

Hb

6,3 g/dL

13-18 g/dL

Anemia

Ureum darah

132 mg/dL

Kreatinin darah

6,7 mg/dL

0,6-1,3 mg/dL

Gangguan ginjal

Asam urat

9,4 mg/dL

3,6-8,5 mg/dL

Gangguan ginjal

Leukosit

19.000 mm3

3.20010.000/mm3

Infeksi

10

LED

15 mm/jam

<15 mm/jam

Acidosis

Terapi yang diberikan


1.
2.
3.
4.

5.
6.
7.

Lasix tablet
Ceftriaxone
Ambroksol
Candersatan
Amlodipin
Asam folat
Na. bic

: 1x20 mg
: 1x 2g
: 3x1
: 1x 10 mg
: 1x5 mg
: 1x 5 mg
: 3 x 500 mg

PENYELESAIAN KASUS

Diagnosa
Pneumonia
CKD

CHF
Hipertensi
DM

Diabetes Melitus
Poliuria, polidipsi, dan polifagi

Peningkatan glukosa darah


Glukosa puasa 126 mg/dL
Postprandial 200 mg/dL

HbA1c > 8%

Hipertensi

WHO

Bila tekanan darah diastole > 95


mmhg, antara (90 95) mmhg
adalah hipertensi ringan,
sedangkan tekanan darah systole
> 160 mmhg.

Klasifikasi hipertensi
(JNC VII, 2003)

Klasifikasi

Sistol
(mmHg)

Diastol
(mmHg)

Normal

<120

<80

Prehipertensi

120-139

80-89

140-159
>160

90-99
>100

Hipertensi
Stage 1
Stage 2

Curah jantung tidak cukup


memenuhi kebutuhan tubuh
akan O2

CHF

Kelainan struktural dan


fungsional jantung yg
mengganggu kemampuan
ventrikel utk diisi dg darah/
mengeluarkan darah

Manifestasi klinik :
Sesak nafas, rasa lelah,
retensi cairan

Ketidakmampuan ginjal
mempertahankan fungsi
normalnya untuk
mempertahankan volume
dan komposisi cairan tubuh

CKD

Berisfat progresif,
menahun, dan ireversibel

Manifestasi klinik :
GFR menurun, retensi
cairan, edema, metabolik
asidosis, uremia,
hiperkalemia

DM
Usia

Hipertensi

Risk
factor
Glomerulo
nephritis

Obesitas

Dislipi
demia

Stage of CKD
{National Kidney Foundations (NKF) Kidney Dialysis Outcomes and Quality
(K/DOQI)}

Stage

GFR (mL/min per 1.73 m2)

Prevalensi (%)

90

1,8

60-89

3,2

30-59

7,7

15-29

0,4

<15

0,3

Suatu peradangan paru


yang disebabkan oleh
mikroorganisme (bakteri,
virus, jamur, parasit)

Pneumonia

Mikroorganisme biasanya
masuk secara inhalasi atau
aspirasi

Manifestasi klinik :
demam, menggigil, suhu tubuh
> 40oC, batuk dengan dahak
mukoid kadang disertai darah,
sesak napas dan nyeri dada.

Diagnosa

Indicator

Terapi

DRP

Penyelesaian

Hipertensi
stage 2
(200/100
mmHg) &
CHF

TD normal
: 120/80
mmHg

Furosemid
(diuretik Loop
Henle),
Candesartan, dan
Amlodipin

- Amlodipin kontra
indikasi dengan CHF
karena memiliki efek
inotropik negatif
- Dosis yang
diberikan tidak tepat
- Meningkatkan
resiko nefrotoksik
jika dikombinasi dg
Cefriaxone

- Hilangkan terapi
menggunakan
Amlodipin
- Sesuaikan dosis
- Monitoring efek &
atur jarak pemakaian

DM tipe II
(278 mg/dL)

DGS
normal :
126
mg/dL)

Tidak ada

Tidak ada

Diberikan Glikuidon
untuk terapi DM nya

Anemia
kondisi
uremia pada
gagal ginjal

Hb normal
: 13-18
g/dL
HCT : 4050%

Asam folat

Tidak ada

Tidak ada

Diagnosa

Indicator

Terapi

DRP

Penyelesaian

Gangguan
ginjal
(Ureum: 132
mg/dL & Scr:
6,7 mg/dL;
asam urat:
9,4 mg/dL)

Kreatinin :
0,6-1,3
mg/dL
Ureum:
19-44
mg/dL
Asam urat
3,6-8,5
mg/dL

Na bicarbonat
sebagai buffer
pada kondisi
acidosis

Dosis dan rute


pemberian tidak tepat

Sesuaikan dosis dan


rute pemberian

Pneumonia
(leukosit:
19000 mm3;
LED: 15
mm/jam)

Leukosit
normal :
320010000
/mm3
LED: <15
mm/jam

Ceftriaxone
(antibiotik
cephalosporin) &
Ambroxol

Dosis tidak sesuai


dengan kondisi
pasien

Sesuaikan dosis

Terapi Rekomendasi

Furosemid
Candesartan
HTN & CHF

Glikuidon
DM

Ceftriaxone
Ambroxol
Pneumonia

Na
bicarbonat
Acidosis

Asam Folat

Anemia

Lanjutan
Jenis Obat

Bentuk
Sediaan

Lasix

Injeksi

1 x 9 mg

iv

Pagi hari

Candesartan

Tablet

1 x 4 mg

p.o

Sebelum/sesudah makan

Glikuidon

Tablet

p.o

1 jam sebelum makan


pagi

Ceftriaxone

Injeksi

1 x 0,6 g

iv

Ambroxol

Tablet

1 x 2,7 mg

p.o

2 jam setelah makan pagi

Asam Folat

Tablet

1 x 5 mg

p.o

Setelah makan

Na bicarbonat

Tablet

3 x 500 mg

p.o

Dosis sehari

1 x 15 mg

Rute

Waktu pemakaian

Perhitungan dosis menurut Cockcroft


& Gault

BW = 75 kg
Ht = 167 cm = 65,75 inch
Ketentuan : BW pasien tidak boleh >30%
dari IBW

Dosis Furosemid

Dosis Ceftriaxone

Terapi Non Farmakologi


Diet rendah protein (0.58/kg/day)

Diet rendah garam

Bed rest

Konsumsi sayuran hijau seperti : brokoli, kubis hijau,


kacang-kacangan dan buah-buahan
Konsumsi makanan yang mengandung potasium seperti
pisang, alvokat, jus oren, semangka

Hindari alkohol, rokok, dan aktivitas berat

Tepat Indikasi
Obat yang diberikan telah tepat indikasi yaitu Lasix
inj, candesartan, glikuidon, ceftriaxone, ambroxol,
asam folat, dan Na bicarbonat

Tepat Obat

Pasien menderita Hipertensi stage 2. pada stage


ini dibutuhkan kombinasi 2 obat yaitu diuretik
dan ACEi, ARB, BB, atau CCB)
Pada pasien hipertensi dengan komplikasi CHF,
DM tipe II dan CKD, maka terapi yang paling
tepat adalah diuretik + ACEi atau ARB.
Karena pasien batuk dan pneumonia, maka
hindari penggunaan ACEi

Monitoring
Periksa secara rutin TD pasien. Jika TD sudah <160 mmHg, turunkan dosis
candesartan secara perlahan

Monitor semua data-data labor pasien.

Periksa kadar ureum darah. Jika kadar sudah normal, hentikan penggunaan Na
bicarbonat

Jika batuk pasien sudah hilang, hentikan penggunan ambroxol

Periksa Hb pasien, jika setelah terapi Hb tidak kembali normal, cek kembali
penyebab anemia. Mungkin anemia pasien bukan disebabkan defisiensi as folat

Hemodialisis
CKD

Stage V

GFR

11,6

mL/menit

Terapi tanpa
hemodialisa
dengan pengaturan
dosis

Terapi dengan
hemodialisa
dengan dosis
normal

Terima Kasih