Anda di halaman 1dari 21

OLEH

MELADYA MARYON
1111012060
KELAS A

MAHASISWA

BEROMSET
1,7 MILYAR

Elang Gumilang adalah Mahasiswa yang

Membangun Perumahan untuk Orang Miskin

Demi Keseimbangan Kehidupan.

Elang merupakan anak pertama dari tiga bersaudara

pasangan H. Enceh (55) dan Hj. Prianti (45). Elang


terlahir dari keluarga yang lumayan berada, yaitu ayahnya
berprofesi sebagai kontraktor, sedangkan ibunya hanya

ibu rumah tangga biasa.

Sejak kecil orang tuanya sudah mengajarkan bahwa

segala sesuatu diperoleh tidak dengan gratis. Orang


tuanya juga meyakinkan bahwa rezeki itu bukan berasal

dari mereka tapi dari Allah SWT..

PERJALANAN KISAH SUKSES ELANG (1)


Sebagai pelajar sekolah, ia termasuk siswa yang gemilang. Jiwa wirausaha

Elang mulai terasah saat duduk di bangku kelas tiga SMA.

Ketika itu ia menentukan target, saat lulus harus dapat menghasilkan uang 10

juta sendiri untuk biaya kuliah. Padahal jika ia minta ke ortunya tentulah
dikasih, namun itulah Elang. Ia ingin menempa dirinya agar bisa mandiri.
Akhirnya,

tanpa
sepengetahuan
orang
tuanya,
Elang
mulai
berbisnis kecil-kecilan dengan cara berjualan donat keliling. Setiap hari ia
mengambil 10 boks donat masing-masing berisi 12 buah dari pabrik donat
untuk kemudian dijajakan ke Sekolah Dasar di Bogor. Ternyata lumayan juga.

Dari hasil jualannya ini, setiap hari Elang bisa meraup keuntungan Rp 50 ribu.

Setelah berjalan beberapa bulan, rupanya kegiatan sembunyi-sembunyiny a ini


tercium juga oleh orang tuanya dan dia disuruh berhenti karena UAN akan
menjelang.

PERJALANAN KISAH SUKSES ELANG


Dilarang berjualan donat, Elang justru tertantang untuk

mencari uang dengan cara lain yang tidak mengganggu


sekolahnya. Ia kemudian mengikuti perlombaan Java
Economic Competition se-Jawa dan Kompetisi Ekonomi
oleh UI dan ia keluar sebagai pemenangnya.
Uang hadiahnya ia kumpilkan untuk biaya kuliah.

PERJALANAN KISAH SUKSES ELANG (2)


Saat awal-awal masuk kuliah, Elang mendapat musibah yang

menyebabkan uang Rp 10 jutanya tinggal Rp 1 juta. Namun Elang


tidak ingin memberitahu apa musibah yang dialaminya tersebut.
Padahal uang itu rencananya akan digunakan sebagai modal

usaha. Meski hanya bermodal Rp 1 juta, Elang tidak patah


semangat untuk memulai usaha. Uang Rp 1 juta itu ia belanjakan
sepatu lalu ia jual di Asrama Mahasiswa IPB.
Lewat usaha ini, dalam satu bulan Elang bisa mengantongi uang

Rp 3 jutaan. Tapi setelah berjalan beberapa tahun, orang yang


menyuplai sepatunya entah kenapa mulai menguranginya dengan
cara
menurunkan
kualitas sepatunya. Satu
per satu
pelanggannya pun tidak mau lagi membeli sepatu Elang. Sejak itu,
Elang memutuskan untuk tidak lagi berjualan sepatu.

PERJALANAN KISAH SUKSES ELANG (3)


Setelah tidak lagi berbisnis sepatu, Elang kebingungan

mencari bisnis apalagi. Pada awalnya, dengan sisa modal


uang bisnis sepatu, rencanaya ia akan gunakan untuk bisnis
ayam potong. Tapi, ketika akan terjun ke bisnis ayam potong,
Elang justru melihat peluang bisnis pengadaan lampu di
kampusnya.
Peluang bisnis lampu ini berawal ketika saya melihat banyak

lampu di IPB yang redup. Saya fikir ini adalah peluang bisnis
yang menggiurkan, paparnya. Karena tidak punya modal
banyak, Elang menggunakan strategi Ario Winarsis, yaitu
bisnis tanpa menggunakan modal.

Ario Winarsis sendiri awalnya adalah seorang pemuda miskin dari


Amerika Latin, Ario Winarsis mengetahui ada seorang pengusaha
tembakau yang kaya raya di Amerika.
Setiap hari, ketika pengusaha itu keluar rumah, Ario Winarsis selalu
melambaikan tangan ke pengusaha itu. Pada awalnya pengusaha
itu tidak memperdulikannya. Tapi karena Ario selalu melambaikan
tangan setiap hari, pengusaha tembakau itu menemuinya dan
mengatakan, Hai pemuda, kenapa kamu selalu melambaikan
tangan setiap saya ke luar rumah? Pemuda miskin itu lalu
menjawab, Saya punya tembakau kualitas bagus. Bapak tidak usah
membayar dulu, yang penting saya dapat PO dulu dari Bapak.
Setelah mendengar jawaban dari pemuda itu, pengusaha kaya itu
lalu membuatkan tanda tangan dan stempel kepada pemuda
tersebut. Dengan modal stempel dan tanda tangan dari pengusaha
Amerika itu, pemuda tersebut pulang dan mengumpulkan hasil
tembakau di kampungnya untuk di jual ke Amerika lewat si
pengusaha kaya raya itu. Maka, jadilah pemuda itu orang kaya raya
tanpa modal.

Begitupula Elang, dengan modal surat dari kampus, ia

melobi ke perusahaan lampu Philips pusat untuk


menyetok lampu di kampusnya. Alhamdulillah proposal
saya gol, dan setiap penjualan saya mendapat
keuntungan Rp 15juta, ucapnya bangga.
Tapi, karena bisnis lampu ini musiman dan perputaran

uangnya lambat, Elang mulai berfikir untuk mencari bisnis


yang lain.

PERJALANAN KISAH SUKSES ELANG (4)


Setelah melihat celah di bisnis minyak goreng, Elang mulai menekuni

jualan minyak goreng ke warung-warung. Setiap pagi sebelum berangkat

kuliah, ia harus membersihkan puluhan jerigen, kemudian diisi minyak


goreng curah, dan dikirim ke warung-warung Pasar Anyar, serta
Cimanggu, Bogor. Setelah selesai mengirim minyak goreng, ia kembali ke

kampus untuk kuliah. Sepulang kuliah, Elang kembali mengambil jerigenjerigen di warung untuk diisi kembali keesokan harinya.

Tapi, karena bisnis minyak ini 80 persen menggunakan otot, sehingga

mengganggu kuliahnya. Elang pun memutuskan untuk berhenti berjualan.


Sayasering ketiduran di kelas karena kecapain, kisahnya.

Elang mengaku selama ini ia berbisnis lebih banyak

menggunakan otot dari pada otak. Elang berkonsultasi ke


beberapa para pengusaha dan dosennya untuk minta
wejangan.

Dari

hasil

konsultasi,

Elang

mendapat

pencerahan bahwa berbisnis tidak harus selalu memakai


otot, dan banyak peluang-peluang bisnis yang tidak

menggunakan otot.

Setelah mendapat berbagai masukan, Elang mulai merintis bisnis

Lembaga Bahasa Inggris di kampusnya. Bisnis bahasa Inggris ini


sangat prospektif apalagi di kampus, karena ke depan dunia

semakin global dan mau tidak mau kita dituntut untuk bisa bahasa
Inggris, jelasnya. Adapun modalnya, ia patungan bersama kawankawannya.

Sebenarnya

ia

bisa

membiayai

usaha

itu

sendiri, tapi karena pegalaman saat jualan minyak, ia memutuskan

untuk mengajak teman-temannya. Karena lembaga kursusnyanya


ditangani secara profesional dengan tenaga pengajar dari lulusan
luar negeri, pihak Fakultas Ekonomi mempercayakan lembaganya
itu menjadi mitra.

Karena dalam bisnis lembaga bahasa Inggris Elang tidak

terlibat

langsung

dan

hanya

mengawasi

saja,

ia

memanfaatkan waktu luangnya untuk bekerja sebagai


marketing perumahan. Saya di marketing tidak mendapat
gaji bulanan, saya hanya mendapatkan komisi setiap
mendapat konsumen, ujarnya.

Di usianya yang relatif muda, pemuda ini sudah menuai berbagai

keberhasilan. Dari hasil usahanya itu Elang sudah mempunyai

rumah dan mobil sendiri. Namun di balik keberhasilannya itu,


Elang merasa ada sesuatu yang kurang.

Sejak saat itu ia mulai merenungi kondisinya. Kenapa kondisi

saya begini, padahal saya di IPB hanya tinggal satu setengah


tahun lagi. Semuanya saya sudah punya, apalagi yang saya cari
di dunia ini? batinnya.

PERJALANAN KISAH SUKSES ELANG (5)


Setelah

lama

merenungi

ketidaktenangannya

itu,

akhirnya

Elang

mendapatkan jawaban. Ternyata selama ini ia kurang bersyukur kepada


Tuhan. Sejak saat itulah Elang mulai mensyukuri segala kenikmatan dan
kemudahan yang diberikan oleh Tuhan.

Karena bingung mau bisnis apalagi, akhirnya Elang shalat istikharah minta

ditunjukkan jalan. Setelah shalat istikharah, dalam tidur saya bermimpi


melihat sebuah bangunan yang sangat megah dan indah di Manhattan City,

lalu saya bertanya kepada orang, siapa sih yang membuat bangunan megah
ini? Lalu orang itu menjawab, Bukannya kamu yang membuat?
Setelah itu Elang terbangun dan merenungi maksud mimpi tersebut. Saya

pun kemudian memberanikan diri untuk masuk ke dunia properti, ujarnya.

Dalam hidupnya, Elang ingin memiliki keseimbangan dalam hidup.


Bagi Elang, kalau mau kenal orang maka kenalilah 10 orang terkaya di
Indonesia dan juga kenal 10 orang termiskin di Indonesia. Dengan
kenal 10 orang termiskin dan terkaya , akan mempunyai keseimbangan
dalam hidup, dan pasti akan melakukan sesuatu untuk mereka.
Melihat

realitas

sosial

seperti

itu,

Elang

terdorong

untuk mendirikan perumahan khusus untuk orang-orang ekonomi ke


bawah.

Bagi Elang, sedekah itu tidak perlu banyak tapi yang

paling penting adalah


kontinuitas dari sedekah tersebut. Meski jumlahnya kecil,
tapi jika
dilakukan secara rutin, itu lebih baik daripada banyak tapi
tidak rutin.

KESIMPULAN
Sebelum Elang sukses menjadi wirausaha muda, ia tidak langsung

mengalami kesuksesan, namun banyak hal yang dilakukannya sampai


menemukan usaha yang dapat memberikan hasil untuk investasi dunia

serta akhiratnya.

Tahapan tersebut antara lain :

1.

Berjualan donat

2.

Berjualan sepatu

3.

Berjualan minyak goreng

4.

Berjualan lampu

5.

Pembangunan perumah untuk masyarakat miskin

Dari tahapan yang dilaluinya itu dapat kita lihat kegigihan

dari tokoh dan semangatnya untuk selalu mencoba


hingga menghasilkan sesuatu yang sangat bermanfaat
dan memberikan keuntungan padanya.

SEMOGA BERMANFAAT
DAN
DAPAT MENGINSPIRASI