Anda di halaman 1dari 13

UNIVERSITAS ANDALAS

FAKULTAS FARMASI
KERTAS KERJA FARMASI
I. DATA UMUM
Data Umum
No MR

: 255403

Ruangan

Nama Pasien

: Ny.N

Dokter yang merawat : dr. H. Arsil Hamzah, Sp.B

Alamat

: Pakan kamis

Agama

: Islam

Farmasis

Jenis Kelamin : perempuan

Umur

: Kelas Bedah
: Yeli Pandu Gustia S,farm
: 75 tahun

Anamnesa
a. Keluhan Utama:
Nyeri pada bagian perut
b. Riwayat Penyakit Sekarang:
Pasien masuk ke Rumah Sakit Achmad Moechtar Bukittinggi pada tanggal 29
Januari 2013 dengan keluhan :
-

Ada massa konsistensi padat di perut bawah daerah pelvis sejak 3 bulan yang
lalu, yang awalnya kecil membesar sejak 2 bulan lalu. Ukuran 8 x 5 x 5 cm.

Pasien mengeluhkan nyeri pada bekas luka operasi laparaktomi 2 tahun lalu,
nyeri di rasakan sejak 2 hari yang lalu

Mual (-) muntah (-)

Nafsu makan biasa

Kentut (+)

Tidur (-)

BAB dan BAK (+)

Badan terasa letih

Keadaan umum sedang

b. Riwayat Penyakit Dahulu:


-

Pernah mengalami operasi Laparaktomi tumor 2 tahun yang lalu.

c. Riwayat Penyakit Keluarga :


d. Riwayat Pekerjaan dan Sosial :
Ibu rumah tangga

Hasil laboratorium
30/01

Data

03/02

25/02

28/02

Normal

Ket

Hemoglobin

12,1

12-14 g/dl

Leukosit

13,06

5 -10. 103/L

Eritrosit

4,31

4-5/ L

Hematokrit

35,6

(37% - 43%)

8,84

3-6,6

Uric acid
Urea

47,4

25,8

56,1

15,0-43,2 mg/dl

Creatinin

0,9

0,9

0,90

0,8-1,3 mg/dl

Alb

3,3

ALT

AST

10

11

2.02

3,2

3,8-5,4 g/dl
0- 41U/L

11,9

0-37 U/L

Bili-D

0,15

0,68

..,..- 0,20 mg/dl

Bili-T

0,42

0,74

..,..-1,23 mg/dl

Kolesterol total

188

172

..,..-201 mg/dl

LDL

114

HDL

31

28,2

35-80

PLT

Glukosa
23/01

30/1

225

225

04/02 12/02 15/02


257

343

18/02 23/2

156

178

2.7 Data Elektrolit


25/02

28/02

Normal

K+

4,50

3,94

3,5-5,5

Na+

129,0

134,6

135-145

99,7

101,0

98-108

Data

Ca++
Cl-

111

06/03

Normal

113

74-106 mg/dl

Tanda-tanda Vital

Pemeriksaan vital sign


Tanggal

Tekanan
darah

Nadi (x/menit)

(mmHg)

Laju pernafasan
(x/menit)

Suhu (0C)

26-02-2013

130/80

73

20

36,5

27-02-2013

120/70

73

20

36,5

28-02-2013

120/90

78

22

36,2

01-03-2013

140/90

80

23

36,5

02-03-2013

120/90

80

22

36

03-03-2013

140/90

82

22

36,8

04-03-2013

150/90

84

24

36

05-03-2013

150/90

80

20

34,4

06-03-2013

160/80

80

22

36,6

07-03-2013

166/84

79

16

36,5

08-03-2013

130/80

81

19

36,5

09-03-2013

140/90

80

20

37,1

10-03-2013

100/70

85

20

36

TABEL PENGGUNAAN OBAT


23/2

24/2

25/2

26/2

26/2

27/2

28/2

1/3

2/3

3/3

Ceftriaxon 1x2g

Stop

Ranitidin 2x25 mg/ml

Stop

Ketorolac 3x30mg

Stop

Primperan 3x10 mg/2ml

Stop

RL

Stop

Nama Obat

4/3

5/3

6/3

7/3

8/3

Cefixim 2x100 mg

Meloxicam 2x15 mg

Primperan oral 2x 10

Ranitidin oral 3 x10 mg

Alergi / intoleran
Tidak tahu

Permasalahan sosial yang


berhubungan dengan obat
-

Biaya pengobatan
Jamkesmas

Catatan :
Pasien pernah mengalami laparaktomi, pasien direncanakan akan dioperasi namun batal
karena abses pada perutnya mulai mengecil

KERTAS KERJA FARMASI


MASALAH YANG TERKAIT DENGAN OBAT

NO

JENIS
PERMASAALAHAN
Korelasi antara terapi
obat-dengan penyakit

PERMASALAHAN YANG
TERKAIT DENGAN OBAT

ANALISA MASALAH
1. Adakah obat tanpa indikasi medis?
2. Adakah pengobatan yang tidak dikenal?
3. Adakah kondisi klinis yang tidak
diterapi?
dan apakah kondisi tersebut
membutuhkan terapi obat ?

ada permasaalahan. :1, 3

KOMENTAR
/REKOMENDASI
1.

ada, penggunaan
primperan. Pasien
tidak mengeluhkan
mual dan muntah
namun mendapat
obat muntah.
Primperan juga dapat
digunakan
postoperasi, namun
pasien belum
mengalami operasi
ceftriaxon
(merupakan
antibiotik golongan
sefalosporin generasi
ke 3) sebagai
antibiotik untuk
mengobati abses
abdomen.
Ranitidine juga

diberikan efek
samping dari
analgetik yang dapat
mengganggu GI.
- Primperan digunakan
sebagai obat anti
muntah.
- Ketorolac sebagai
analgetik
2. Tidak
3. ada, tekanan darah
pasien tinggi. Namun
karena pasien
merupakan pasien
lansia yang memang
tekanan darahnya
tidak stabil, belum
diperlukan obat
hipertensi.
Kadar asam urat
pasien tinggi namun
tidak mendapatkan
obat untuk
hiperurisemianya
trsebut
2

Pemilihan obat yang


sesuai

1. Bagaimana pemilihan obat? Apakah


sudah efektif dan merupakan obat
terpilih pada kasus ini?
2. Apakah pemilihan obat tersebut relative
6

ada permasaalahan: 1

1. Ketorolac merupakan
obat untuk terapi
nyeri berat jangka
pendek dan

aman?
3. Apakah terapi obat dapat ditoleransi
oleh pasien?
3

Regimen dosis

Duplikasi terapi

1. Apakah dosis, frekwensi dan cara


pemberian sudah mempertimbangkan
efektifitas keamanan dan kenyamanan
serta sesuai dengan kondisi pasien?
2. Apakah jadwal pemberian dosis bias
memasikmalkan efek terapi, kepatuhan ,
meminimaIkan efek samping,interaksi
obat, dan regimen yang komplek?
3. Apakah lama terapi sesuai dengan
indikasi ?

1. Ada permasaalahan :,1, 2

1. Apakah ada duplikasi terapi

digunakan untuk
postoperasi,
2. Aman
3. Dapat di toleransi
1. Dosis ketorolac
yang diberikan
perhari melebihi dosis
maksimal, untuk
pasien lansia dosis
ketorolac perhari
maksimal 60 mg,
namun pasien
mendapat dosis 90
mg per hari
2. Ketorolac di gunakan
selama 10 hari,
ketorolac dianjurkan
digunakan hanya
untuk 5 hari untuk
menghindari resiko
efek samping
ketolorac seperti
pendarahan
gastrointestinal
1. Tidak ada

1. Tidak ada
permasaalahan.
5

Alergi obat atau


intoleran

1. Apakah pasien alergi atau intoleran


terhadap salah satu obat (atau bahan
kimia yang berhubungan dengan

1. Tidak
1. Tidak ada
permasaalahan.

Efek merugikan obat

Interaksi dan
Kontraindikasi

pengobatanya)?
2. Apakah pasien telah tahu yang harus
dilakukan jika terjadi alergi serius?
1. Apakaah ada gejala / permasaalahan
medis yang diinduksi obat?

1. Apakah ada interaksi obat dengan obat?


Apakah signifikan secara kilnik?
2. Apakah ada interaksi obat dengan
makanan? Apakah bermakna secara
klinis?
3. Apakah ada interaksi obat dengan data
laboratorium?Apakah ber-makna secara
klinis?
4. Apakah ada pemberian obat yang kontra
indikasi dengan keaadaan pasien?

1. Tidak ada
permasaalahan.

1. Tidak ada
permasaalahan.

1. Tidak ada

1.
2.
3.

1. tidak
2. Tidak
3. Tidak
4. Tidak

DAFTAR PERMASALAHAN TERKAIT OBAT DAN REKOMENDASI

Nama Pasien

: Ny N

SMF/Ruangan

: Kelas BEdah

Tgl

Permasalahan
Pemberian primperan
sebagai antimuntah
namun pasien tidak
pernah mengalami
mual ataupun muntah

Farmasis : Yeli Pandu Gustia, S. Farm

Rekomendasi/S
aran
Sebaiknya
dihentikan, dan
diberikan bila
pasien merasa
mual dan
muntah

Penggunaan ketorolac
Sebaiknya
sudah mencapai 10
dihentikan dan
hari
diganti dengan
anti nyeri lain,
dengan resiko
pendarahan
lambung lebih
kecil, seperti
parasetamol
Dosis ketorolac
berlebih

Penyesuaian
dosis ketorolac
pada pasien
lanjut usia

Tujuan
Farmakotera
pi
Mengatasi
mual

Menghilangka
n nyeri

Mengurangi
nyeri

Monitoring
Frekuensi
muntah

Derajat
nyeri

Efek
samping

Kesimpulan, Komunikasi Dan Follow Up

Kesimpulan
- Adanya obat tanpa indikasi medis
Penggunaan primeran pada tanggal 23 februari sampai 3 maret, karena
dari hasil follow up kepada pasien dan keluarga mengatakan tidak pernah
muntah dan mual
- ketorolac diberikan selama 10 hari, baru dihentikan. Penggunaan ketorolac
disarankan tidak lebih dari lima hari untuk menghindari pendarahan
lambung, bila pasien masih merasakan nyeri sebaiknya di ganti dengan
anti nyeri golongan lain
dosis ketorolac melebihi dosis yang dianjurkan untuk pasien lanjut usia.
Perlu di tinjau ulang dosis ketorolac.

Komunikasi
Penyakit yang diderita pasien dapat disebabkan infeksi pada bekas
laparaktomi yang pernah dijalaninya
Pasien diingatkan untuk meminum cefiksim saetelah makan, dan obat
harus dihabiskan. Obat diminum dengan rentang jarak 12 jam
Meloxicam diminum setelah makan.
jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan
dokter
Ketidakpatuhan pasien dalam menggunakan obat hingga
pengobatan selesai akan mengakibatkan kegagalan terapi dan
meningkatkan risiko memburuknya kesehatan. Jangan menggunakan
obat melebihi jumlah yang telah diresepkan, kecuali atas anjuran dokter.
Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu
dokter yang merawat. Jika pasien lupa minum obat, segera mungkin
minum obat setelah ingat. Namun bila sudah mendekati dosis berikutnya
abaikan saja

Follow up

a. Hari ke-1 (06 Maret 2013)


Pasien merasakan nyeri di bagian perut dan masih terlihat masa
konsistensi padat, tidak demam, BAB dan BAK lancar. Pasien tidak
mengeluhkan mual dan tidak ada muntah.
Tekanan darah : 160/80 (mmHg)

10

Nadi

: 80x/menit

Nafas

: 22 x/menit

Suhu

: 36,6oC

Terapi yang diberikan :


-

Cefixim 2x100 mg

Meloxicam 2x15 mg

Primperan oral 2x 10

Ranitidin oral 3 x10 mg

b. Hari ke-2 (07 Maret 2013)


Keadaan pasien masih sama nyeri di bagian perut dan masih terlihat masa
konsistensi padat, tidak demam, BAB dan BAK lancar. Pasien tidak
mengeluhkan mual dan tidak ada muntah.
Tekanan darah : 166/84 (mmHg)
Nadi

: 79x/menit

Nafas

: 16 x/menit

Suhu

: 36,5oC

Terapi yang diberikan :


-

Cefixim 2x100 mg

Meloxicam 2x15 mg

Primperan oral 2x 10

Ranitidin oral 3 x10 mg

c. Hari ke-3 (08 Maret 2013)


Nyeri di bagian perut sudah mulai berkurang dan masih terlihat masa
konsistensi padat namun mulai berkurang, pasien dijadwalkan menjalani
operasi namun karena sudah terlihat pengurangan ukuran abses operasi
dibatalkan, tidak demam, BAB dan BAK lancar. Pasien tidak
mengeluhkan mual dan tidak ada muntah.

11

Tekanan darah : 130/80 (mmHg)


Nadi

: 81 x/menit

Nafas

: 19 x/menit

Suhu

: 36,5oC

Terapi yang diberikan :


-

Cefixim 2x100 mg

Meloxicam 2x15 mg

Primperan oral 2x 10

Ranitidin oral 3 x10 mg

d. Hari ke-4 (09 Maret 2013)


Nyeri di bagian perut sudah mulai berkurang dan konsistensi padat mulai
berkurang, tidak demam, BAB dan BAK lancar. Pasien tidak
mengeluhkan mual dan tidak ada muntah.
Tekanan darah : 140/90 (mmHg)
Nadi

: 80 x/menit

Nafas

: 20 x/menit

Suhu

: 37,1 oC

Terapi yang diberikan :


-

Cefixim 2x100 mg

Meloxicam 2x15 mg

Primperan oral 2x 10

Ranitidin oral 3 x10 mg

e. Hari ke-5 (10 Maret 2013)


Nyeri di bagian perut sudah mulai berkurang dan konsistensi padat mulai
berkurang, tidak demam, BAB dan BAK lancar. Pasien tidak
mengeluhkan mual dan tidak ada muntah.
Tekanan darah : 100/70 (mmHg)

12

Nadi

: 85 x/menit

Nafas

: 20 x/menit

Suhu

: 36 oC

Terapi yang diberikan :


-

Cefixim 2x100 mg

Meloxicam 2x15 mg

Primperan oral 2x 10

Ranitidin oral 3 x10 mg

13