Anda di halaman 1dari 2

Mangkubumi, Tasikmalaya

Ade Udin (37) mengamuk. Dia memukuli empat orang tetangga bapaknya, di Kampung
Babakan Sampe, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, kemarin siang. Warga kemudian
mengontak polisi. Ade kabur. Tapi di lokasi kejadian, empat korban masih beradu mulut
dengan Nono (60), bapaknya Ade. Polisi mencoba meredam emosi mereka. Tetap saja
ketegangan terjadi. Akhirnya, polisi menyarankan untuk membicarakan masalahnya di
Polsek Mangkubumi.

Kecuali Ade, semua yang terlibat cek cok dinaikan ke mobil polisi. Naas, Nono pingsan
ketika mobil polisi menuju Mapolsek. Akhirnya Nono di bawa ke RSUD Tasikmalaya.
Ugh, di ruang IGD nyawanya tidak bisa tertolong. Hasil pemeriksaan medis
menyebutkan Nono meninggal akibat serangan jantung. Mengetahui Nono meninggal
dunia, keluarganya sempat emosi. Dan nyaris terjadi baku hantam antara tiga orang
korban pemukulan Ade dengan keluarga Nono.

Ceritanya berawal kala tetangga Nono mengeluhkan baunya air comberan. Itu berasal
dari rumah Nono. Ya, dia membuat parit yang menembus ke kolam. Tapi parit itu
melewati beberapa rumah tetangga. Kemudian Yana (34), salah seorang tetangganya,
menutup parit. Nono pun akhirnya membuat septik teng sendiri.

Meski demikian, Nono enggan bertegur sapa dengan Yana. Rupanya dia merasa mangkel
karena Yana telah mengubur paritnya. Diam-diam Nono menceritakan kekesalannya
kepada Ade Udin, anaknya.

Karuan Ade yang tinggal di Kampung Parung Anten, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya
ini emosi. Jam menunjuk pukul 09.00 WIB, Minggu (28/6) siang. Yana dicari Ade.
Ketika bertemu dengan Yana, Ade langsung memukuli. Bukan hanya Yana yang jadi
korban. Aen Hermaen (53) pun jadi sasaran. Malah Jeje (50), ketua RT setempat, yang
akan melerai, terkena bogem mentah. Golok hasil rampasan dari Jeje diayun-ayun Ade.
Warga tak berani mendekat. Ade kalap. Terakhir dia menganiaya Sodik (55), kakaknya
Jeje.

Melihat demikian salah seorang warga menelepon Polsek Mangkubumi. Polisi datang.
Ade menghilang. Polisi mendapati Nono dan empat korban pemukulan Ade, masih adu
mulut. Untuk menyelesaikannya polisi kemudian menaikan yang bertikai ke mobil
Patroli. Tapi belum juga sampai Mapolsek, Nono yang diduga mempunyai penyakit
jantung dan duduk di kursi depan, pingsan.

Polisi sigap. Nono dibawa ke RSUD Tasikmalaya. Meski tim medis sudah berusaha
maksimal, nyawa Nono tidak tertolong.

Selang dua jam, pihak keluarga Nono datang. Nyaris saja terjadi baku hantam, ketika
seorang ustad akan mengurus jenazah almarhum. Keluarga Nono menyangka, ustad
tersebut beking Yana Cs.

“Oh, pak ustad mau jadi beking mereka. Ayo kita adu kekuatan melalui pesantren,” kata
Adang, salah seorang keluarga Nono. Polisi cepat membawa Adang menjauh dari
kerumunan. (SM)

Ket foto: yg tewas


Yg dipukuli dan keluarga yg tewas marah