Anda di halaman 1dari 24

KIMIA ANALITIK

POTENSIOMETRI
1.
2.
3.
4.
5.

Kelompok 8 :
Aulia Rahmi (1206246731/2012)
Ghilandy Ramadhan (1206242012/2012)
Haqqyana (1206282090/2012)
Ibnu Maulana Hidayatullah (1206248514/2012)
Sri Dwi Aryani (1206212395/2012)

Program Studi Teknologi Bioproses


Departemen Teknik Kimia
Fakultas Teknik
Universitas Indonesia

PENDAHULUAN
Potensiometri adalah metode analisa kimia untuk menentukan potensial
listrik dengan menggunakan elektroda dan alat yang digunakan dalam
potensiometri ini adalah potensiometer.

ALASAN MEMILIH METODE


POTENSIOMETRI
Metode potensiometri ini banyak dipilih karena
metode potensiometri bisa diterapkan untuk semua jenis titrasi.
Menggunakan biaya yang lebih sedikit dan alat yang lebih sederhana
dibandingkan dengan metode analisis yang lainnya.
Pada saat potensial sel dibaca tidak ada arus yang mengalir dalam larutan
(arus residual tatanan sel dan efek polarisasi dapat diabaikan).
Potensiometri juga dapat digunakan untuk menetapkan tetapan
kesetimbangan dan bermanfaat untuk pemantauan yang kontinyu dan tidak
diawasi.

PERTANYAAN 1
Menurut anda, mengapa penggunaan perhiasan murah diatas memiliki
potensi berbahaya jika ditinjau dari segi jenis bahan yang digunakan?

JAWABAN PERTANYAAN 1
Jenis-jenis zat karbon metal (lead, cadmium, chromium, mercury, arsenic)
membawa dampak buruk bagi tubuh.
Namun, zat karbon metal ini digunakan sebagai bahan campuran
perhiasan yang dijual bebas di masyarakat.

Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya berbagai macam dampak


buruk tersebut perlu dilakukannya pengujian kandungan zat karbon metal
yang terdapat pada perhiasan tersebut. Salah satu metode pengujian yang
dapat dilakukan adalah metode potensiometri.

JAWABAN PERTANYAAN 1 (2)


1. Lead (pb)

Kadar normal dalam darah adalah 25 g / 100 ml.


Sangat mempengaruhi sistem syaraf.
Efek dari keracunan bisa menyebabkan kerusakkan pada otak besar, epilepsi, halusinasi.
Efek pemaparan pada sistem pernafasan dapat mempengaruhi sistem hemapoistik, karena dapat
memendekkan umur sel darah merah.

2. Chromium (Cr)
Zat berbentuk kristal
Batas paparan yang diperbolehkan adalah 0,5 mg/m larut dalam garam dan 1 mg/m tidak larut
dalam garam.
Apabila terpapar secara langsung, dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit, alergi dan
dermatitis.
Apabila tertelan, dapat menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan, sistem peredaran
darah dan bahkan kanker

JAWABAN PERTANYAAN 1 (3)


3.

Cadmium (Cd)
Merupakan logam asing bagi tubuh manusia.
Batas yang ditolerir bagi tubuh seseorang adalah 400 500 g / orang.
Apabila di luar batas, dapat menyebabkan kerusakan pada sistem eskresi (paruparu dan ginjal), sistem pencernaan, dan bahkan terjadinya kanker.

4.

Mercury (Hg)
Logam berbentuk cairan bewarna keabu-abuan, pada keadaan normal.
Toksisitasnya tergantung bentuk kimia ( organic mercury dan anorganic mercury).
Kadar normal dalam darah dan urine adalah < 4g/ dL dan < 10g/ L.
Dapat menyebabkan kerusakkan pada sistem syaraf pusat, sistem gastrointestinal,
ginjal, paru-paru, kulit, mata, dan sitem reproduksi.

JAWABAN PERTANYAAN 1 (4)


5.

Arsenic (As)
Biasanya berbentuk senyawa Arsenik trioksida.
Batas aman paparan dari arsenik trioksida adalah 0,1 mg/ m
Bersifat korosif dan memberikan rasa pedih apabila terpapar pada mata dan
kulit.
Apabila dicerna, dapat menyebabkan kerusakan pada perut, hati, sistem syaraf
pusat, dan bahkan kematian.

PERTANYAAN 2
Laboratorium di tempat Anda memiliki sebuah pH meter, voltmeter, titrator
dan sebuah elektroda standar kalomel jeniuh serta elektroda indicator untuk
analisis zat besi. Dapatkah Anda menjelaskan usulan tentang metoda
analisis elektrokimiawi untuk menentukan kandungan ion logam Cr (sebagai
salah satu logam yang sering digunakan untuk bahan baku perhiasan)
pada sampel perhiasan yang diuji. Bagaimana Anda menjelaskan kepada
anggota tim yang lain, bahwa zat krom dapat dianalisis dengan teknik
analisis tersebut. Apa alasan Anda memilih teknik analisis ini dibandingkan
teknik untuk menganaisis darah atau serum?

JAWABAN PERTANYAAN 2 (1)


Alasan Menggunakan Standard Addition Method:
Sample perhiasan yang akan diteliti bisa didapat dengan mudah. Sehingga
memungkinkan untuk menelitinya dengan menggunakan standard addition
method.

Tidak adanya TISAB, sehingga tidak memungkinkan untuk menggunakan


metode potensiometri langsung

JAWABAN PERTANYAAN 2 (2)


Uji Cr pada perhiasaan menggunakan Standard Addition Method
Menyiapkan sample, larutan standar dan peralatan yang akan digunakan.
Mengukur volume dan potensial sel dari larutan sampel
1 = + log
Menambahkan larutan standard dalam jumlah yang lebih sedikit kedalam
larutan sampel lalu mengukur potensial selnya.

JAWABAN PERTANYAAN 2 (3)


2 = + log 2
+
2 =
+
2 =

+
+ log
+

1
21
10

PERTANYAAN 3
Bagaimana anda menjelaskan rancangan analisis ion krom dengan petode
potensiometri langsung? Lengkapi dengan informasi yang cukup jelas baik
dari segi instrumentasi maupun prinsip dasar teoritis dengan metode analisis
ini.

JAWABAN 3
Potensiometri Langsung
perbedaan potensial yang terjadi ketika suatu elektroda indikator
dicelupkan ke dalam larutan analit yang konsentrasinya tidak diketahui dan
ketika elektroda dicelupkan ke dalam larutan standar yang konsentrasinya
diketahui

JAWABAN 3 (2)
Peralatan yang digunakan:
1.

Elektroda Pembanding

2.

Elektroda Indikator

3.

elektroda kalomel jenuh,


elektroda Ag/AgCl
elektroda indikator logam: elektroda jenis 1&2
elektroda indikator non logam: ISE, glass electrode

Alat pengukur potensial

PERTANYAAN 4
Bagaimana anda menjelaskan tentang yang anda baca di beberapa
literatur bahwa bila menggunakan teknik potensiometri langsung perlu
penambahan senyawa penjaga kekuatan ion dalam larutan atau TISAB
(Total Ionic Strength Adjustment Buffer), kapan tidak diperlukan TISAB dan
untuk apa dilakukan teknik penambahan larutan standar atau larutan
sampel yang tidak diketahui?(standard addition dan sample addition
method)?

JAWABAN 4
Definisi TISAB
TISAB memiliki koefisien aktivitas ion yang sama tetapi aktivitas ionnya lebih
tinggi sehingga aktivitas ion sampel akan terabaikan. TISAB adalah senyawa
yang berfungsi untuk mengatasi adanya perbedaan yang signifikan antara
konsentrasi dan aktivitas suatu spesi kimia (Arif : 2011).

JAWABAN 4 (2)
Untuk larutan ionik yang kuat, penambahan TISAB dibutuhkan sebab
aktivitas ion dan konsentrasinya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.
Untuk larutan ion lemah, penambahan TISAB tidak dibutuhkan sebab tidak
terdapat perbedaan yang signifikan antara aktivitas dengan konsentrasi
sehingga dalam perhitungan dapat diasumsikan sebanding. (Arif : 2011).
TISAB tidak perlu digunakan ketika larutan sampel dan standar berada pada
kondisi sangat encer

JAWABAN PERTANYAAN 4 (3)


menyamakan kekuatan ion larutan standar dan sampel, dan mengurangi
kesalahan kelibrasi nilai konstanta K.
Kekuatan ion larutan standar dan larutan yang diberikan sampel relatif
sama.

pH larutan dapat dijaga dengan menjamin bahwa larutan yang pertama


dimasukkan berada dalam pH netral dan larutan yang ditambahkan tidak
terlalu banyak.

ILUSTRASI POTENSIOMETRI

TISAB

GAMBAR POTENSIOMETRI
LANGSUNG

GRAFIK POTENSIAL SEL


PH VS POTENSIAL SEL
Potensial sel

Linear (Potensial sel)

y = 17.875x - 53.916
R = 0.9999

142.9

125.5
107.1
89.3
70.4
52.8
34.9
16.8
0.574
-35.6

0.875
-17.8

0.4
1.176

1.477

1.778

2.079

2.38

2.681

2.982

3.283

3.585

DAFTAR PUSTAKA
http://zimmer.csufresno.edu/~davidz/Chem102/FluorideISE/FluorideISE.html diakses pada 5 Oktober 2013
http://www.umich.edu/~chemstu/assignments/water%20project/ISElab.pdf diakses pada 6 Oktober 2013
http://masykuri.staff.fkip.uns.ac.id/files/2009/11/HandOut2-Potensiometri.pdf diakses pada 6 Oktober 2013
Yari, Abdollah, dan Habibollah Bagheri. 2009. Determination of Cr(VI) with Selective Sensing PVC-Membrane Electrode
Based on Quinaldine Red. Journal of the Chinese Chemical Society, 56,289295.http://proj3.sinica.edu.tw/~chem/servxx6/files/paper_10945_1240205719.pdf diakses pada 6 Oktober 2013

Zamani, Hassan Ali, dkk. 2007. Cr(III) Ion-Selective Membrane Sensor Based on 1,3-Diamino-2-HydroxypropaneN,N,N,N,N-Tetraacetic Acid. Sensor Letters Vol. 5, 1-6. United States of America: American Scientific
Publishers.http://drabedi.iauq.ac.ir/imagesmasterpage/files/drabedi/file/sensor%20letters.pdf diakses pada 6 Oktober
2013
Ghoviland, Mohammad Bagher. 2004. Chromium(III) Ion Selective Electrode Based on Oxalyc Acid Bis(Cyclohexylidene
Hydrazide). Electroanalysis Vol. 16 Issue 16, 1330-1335. WILEY-VCH GmbH & Co. KgaA,
Weinheim.http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/elan.200302956/abstract diakses pada 6 Oktober 2013
Harvey, David. 2000. Modern Analytical Chemistry. NY: Mc Grawhill.
Skoog, West, Holler & Crouch. 2004. Fundamentals of analytical chemistry 8ed 2004. California : Brooks/ Cole Cengange
Learning
Day, R.A & A.L.Underwood. 2002. Analisis kimia Kuantitatif, diterjemahkan oleh iis Sopyan. Erlangga. Jakarta.
Arif, Dkk. 2011. Makalah Potensiometri. Depok : Dokumen pribadi