Anda di halaman 1dari 3

TUGAS MATA KULIAH

REVIEW LITERATUR LOKASI DAN POLA RUANG


Dosen Pengampu : Sariffuddin, ST., MT

REVIEW CHAPTER 5 : The Mystery of Consumer Behaviour (Location

Location Location)
(Pertemuan 6 : Dasar-dasar dan Analisis Lokasi Kegiatan Retail)

Disusun oleh :
Utari Ardiyanti
NIM. 21040111130082

JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2012

The Mystery of Consumer Behaviour

Perilaku konsumen adalah cara untuk mengubah pandangan jarak dari rumah dan
kebutuhan ke toko dan pusat perbelanjaan dari kombinasi perjalanan, informasi, preferensi dan
keputusan belanja. Perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan ada tiga, yaitu :
konsumsi makanan yang berbeda, konsumsi toko yang berbeda dan jarak ke pemukiman dan
berbagai barang yang terbatas.
Keputusan konsumsi sebagian besar dibuat oleh unit rumah tangga. Tiga aspek rumah
tangga sebagai unit konsumsi yang signifikan: siapa, berapa banyak dan dimana. Karakteristik
demografi memberikan petunjuk untuk alokasi kemungkinan konsumsi peran. Perbedaan dalam
konsumsi yang disebabkan oleh variasi dalam komposisi baik rumah tangga dan pendapatan
yang menunjukkan bagaimana kompleks studi tentang perilaku konsumen.
Promosi yang bagus adalah bagaimana caranya untuk menarik perhatian dari
konsumen. Hal tersebut bertujuan untuk membuat branding image atau dengan kata lain,
produk tersebut akan mudah dikenal oleh masyarakat. Sebagai pengecer, masalah yang akan
dihadapi oleh perusahaan retailer adalah bagaimana memperkuat atau dalam kata lain,
mempromosikan barang kebutuhan dari mahasiswa ataupun siswa tersebut, baik melalui
promosi dalam hal modifikasi gambar, dikenal dengan istilah pamflet ataupun mengetahui
secara umum pola belanja dari mereka. Sehingga kondisi yang diharapkan pada akhirnya
adalah kepuasan secara optimal dari suatu konsumen, dikarenakan sebagian ataupun seluruh
apa yang ia butuhkan, ia dapatkan di retail tersebut.
Beberapa toko mempunyai perbedaan dalam menjual barang. Mereka menjual produk
sesuai kurva permintaan yang sama. Sebagai analisis ritel produk-produk yang di jual dari jenis
usaha, mereka akan menaikkan angka keuntungan. Mereka ingin dapat mensimulasikan
kemungkinan biaya dan manfaat dari membuka usaha dan jenis produk yang berbeda, daripada
harus mendirikan pasar.
Salah satu cara bahwa biaya ini bisa diminimalisir adalah berbagi biaya transportasi
antar beberapa produk. Hal ini terjadi bila kondisi toko-toko cukup dekat bersama-sama untuk
memungkinkan pelanggan untuk membeli berbagai barang dalam satu atap, hal ini disebut
aglomerasi. Pengelompokan toko dalam ruang meningkatkan konsumsi secara keseluruhan
dan manfaat semua pengecer. di samping itu, pengecer suscipient banyak tergantung pada
toko generatif.
Penelitian menunjukkan bahwa banyak konsumen telah terdistorsi oleh gagasan
mengenai jarak, waktu, atau biaya. Pilihan yang dibuat oleh konsumen juga dipengaruhi oleh

struktur ruang tertentu yang telah melekat pada diri mereka. Variasi di antara pilihan belanja
memang meningkat, namun daya tariknya kurang dapat terukur. Manager pusat perbelanjaan
dan para pengusaha retail selalu berusaha untuk memproyeksikan gambaran khas yang akan
menyebabkan konsumen untuk mengelilingi peluang belanja lainnya.
Uang, waktu dan pilihan adalah hal yang dapat mengubah pemikiran bahwa perjalanan
belanja adalah hal yang membosankan hingga menjadi suatu sarana pemanjaan diri yang
menyenangkan. Karena itulah, pusat perbelanjaan di pusat kota cenderung melayani
masyarakat kalangan elit. Berbagai produk yang ditawarkan, arsitektur, dan lingkungan belanja
merupakan daya tarik yang kuat bagi para konsumen. Akan tetapi, beberapa tahun terakhir ini
para konsumen tersebut mulai menemukan cara yang baru dalam berbelanja. Kini mereka lebih
cenderung untuk belanja di rumah dengan pejualan langsung maupun belanja melalui katalog
produk. Karena cara tersebut lebih efisien dan mudah.
Teori ekonomi modern mempunyai sudut pandang bahwa tindakan dan pilihan konsumen
menentukan toko dan barang jasa yang mereka terima, dengan alasan bahwa semua transaksi
pasar harus dimulai dengan kurva permintaan, dan bahwa perubahan dalam penjualan produk
cenderung mencerminkan perubahan dalam permintaan. Ada banyak sekali barang bersaing.
ada ratusan toko bersaing untuk menjual barang-barang, dan kelompok toko di seluruh wilayah
perkotaan.
Konsumsi hanya dibentuk oleh sisi penawaran seperti oleh permintaan. Konsumen
dibatasi untuk membeli barang-barang yang tersedia di lokasi. Iklan intensif tentang jasa-jasa
dan produk telah menciptakan budaya konsumsi di mana informasi tentang produk baru dan
harga adalah sama pentingnya. Ukuran dari kegiatan industri periklanan dan media kegiatan
adalah bukti kuat untuk mendukung teori konsumen. Produk baru dikhususkan untuk
meyakinkan konsumen bahwa itu adalah apa yang mereka inginkan. Karena kelebihan pasokan
fasilitas ritel, sebagian besar rumah tangga bisa memilih mereka di antara beberapa merek atau
toko atau plaza. Dalam dunia yang sangat modern, dengan kelebihan fasilitas ritel, konsumen
memiliki pengaruh yang cukup besar dalam menentukan berbagai bentuk dan aktivitas ritel.
sayangnya untuk pengecer dan perencana, pilihan-pilihan ini tidak mudah diprediksi. Konsumen
tidak benar-benar tidak rasional, tetapi mereka beroperasi dalam web kegiatan non ritel.

Daftar pustaka :
Jones, Ken dan Jim Simmons. 1993. Location Location Location : Analyzing the Retail
Environment. Ontario : Nelson Canada