Anda di halaman 1dari 32

Trauma tumpul orbita

Reagan nurhadi
pembimbing
Dr. muhamad ilham zain, SpM

Definisi
Trauma tumpul okuli adalah trauma pada
mata yang diakibatkan benda yang keras atau
benda tidak keras dengan ujung tumpul,
dimana benda tersebut dapat mengenai mata
dengan kencang atau lambat sehingga terjadi
kerusakan pada jaringan bola mata atau
daerah sekitarnya.

ETIOLOGI
Penyebab dari trauma ini adalah :
1. Benda tumpul
2. Benturan atau ledakan di mana terjadi
pemadatan udara

PATOFISIOLOGI

Trauma tumpul

menyebabkan robekan pada


pembuluh darah iris, akar iris
dan badan silier

Tenaga yang timbul dari


suatu trauma diperkirakan
akan terus ke dalam isi bola
mata melalui sumbu anterior
posterior

mengakibatkan perdarahan
dalam bilik mata depan

menyebabkan kompresi ke
posterior serta
menegangkan bola mata ke
lateral sesuai dengan garis
ekuator

kekuatan hidralis yang dapat


menyebabkan hifema dan
iridodialisis, serta merobek
lapisan otot spingter sehingga
pupil menjadi ovoid dan non
reaktif.

Hifema yang terjadi dalam


beberapa hari akan berhenti,
oleh karena adanya proses
homeostatis. Darah dalam
bilik mata depan akan
diserap sehingga akan
menjadi jernih kembali.

KLASIFIKASI

Kontusio

Konkusio

yaitu kerusakan disebabkan oleh


kontak langsung dengan benda
dari luar terhadap bola mata,
tanpa menyebabkab robekan
pada dinding bola mata

yaitu bila kerusakan terjadi


secara tidak langsung. Trauma
terjadi pada jaringan di sekitar
mata, kemudian getarannya
sampai ke bola mata.

GAMBARAN KLINIS
Tanda dan Gejala
Mata merah
Rasa sakit
Mual dan muntah karena kenaikan
Tekanan Intra Okuler (TIO).
Penglihatan kabur
Penurunan visus
Infeksi konjunctiva

Berbagai kerusakan jaringan mata


akibat trauma tumpul

Orbita
Palpebra
Konjungtiva
Sklera
Koroid dan korpus vitreus
Kornea
Iris dan Korpus Siliaris
Lensa
Retina
Nervus Optikus

Orbita
Trauma tumpul orbita yang kuat dapat menyebabkan bola mata terdorong
dan menimbulkan fraktur orbita.Fraktur orbita sering merupakan perluasan
fraktur dari maksila diklasifikasikan menurut Le Fort

Palpebra
Meskipun bergantung kekuatan trauma , trauma tumpul yang
mengenai mata dapat berdampak pada palpebra, berupa edema
palpebra, perdarahan subkutis, dan erosi palpebra.

Gambaran klinis
Bila perdarahan
terletak lebih dalam dan
mengenai kedua kelopak dan
berbentuk seperti kacamata
hitam yang sedang dipakai,
maka keadaan ini disebut
hematoma kacamata.

Konjungtiva
Dampak trauma pada konjungtiva adalah perdarahan
sub-konjungtiva atau khemosis dan edema.

Gambaran klinis
Edema konjungtiva yang
berat dapat mengakibatkan
palpebra tidak menutup sehingga
bertambah rangsangan terhadap
konjungtivanya.

Sklera
Ruptur sklera ditandai oleh adanya khemosis konjungtiva, hifema
total, bilik depan yang dalam, tekanan bola mata yang sangat
rendah, dan pergerakan bola mata terhambat terutama ke
arah tempat ruptur. Ruptur sklera dapat terjad karena trauma
langsung mngenai sklera sampai perforasi, namun dapat pula
terjadi pada trauma tak langsung.

Koroid dan korpus vitreus


Kontusio dan konkusio bola mata menyebabkan vitreus menekan
koroid ke belakang dan dikembalikan lagi ke depan dengan cepat
(contra- coup) sehingga dapat menyebabkan edema,

perdarahan, dan robekan stroma koroid

Kornea
trauma dapat menyebabkan mekanisme yang mengganggu
epitel kornea yang dapat meniggalkan defe residu

Gambaranklinis
Edema kornea dapat
meberikan keluhan berupa
penglihatan kabur dan
terlihatnya pelangi sekitar bola
lampu atau sumber cahaya yang
dilihat. Kornea akan terlihat
keruh dengan uji plasedo yang
positif.

Iris dan korpus siliaris


Trauma tumpul dapat merobek pembuluh darah iris atau badan
siliar. Gaya-gaya kontusif akan merobek pembuluh darah iris dan
merusak sudut kamar okuli anterior dan menyebabkan hifema

Nervus Optikus
Kontusio dan konkusio dapat menyebabkan edem dan inflamasi
di sekitar diskus optik berupa papilitis, dengan sekuele
berupapapil atrofi. Kontusio dan konkusio yang hebat juga
mengakibatkan nervus optikus terlepas dari pangkalnya di dalam
bola mata

Retina
Edema Retina adalah terjadinya sembab pada daerah retina yang
bias diakibatkan oleh trauma tumpul.

Ablasi retina
Yaitu terlepasnya retina dari koroid yang bisa disebabkan karena
trauma.

Lensa
Kerusakan yang terjadi pada lensa paska-trauma adalah
kekeruhan, subluksasi dan dislokasi lensa.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan paska-cedera bertujuan menilai ketajaman
visus dan sebagai prosedur diagnostik, antara lain:
Kartu snellen (tes ketajaman pengelihatan)
Lapang penglihatan
Pengukuran tonografi
Tes provokatif
Pemerikasaan oftalmoskopi dan teknik imaging lainnya
(USG, CT-scan, x-ray):
Darah lengkap, laju sedimentasi LED
Tes toleransi glokosa

Penatalaksanaan

mata

tumpul
trauma

PALPEBRA
Penanganan pertama dapat diberikan kompres dingin
untuk menghentikan perdarahan. Selanjutnya untuk
memudahkan absorpsi darah dapat dilakukan
kompres hangat

konjungtiva
Pada edem konjung tiva dapat diberikan dekongestan
untuk mencegah pembendungan cairan di dalam
selapt lendir konjungtiva.

Kornea
Pengobatan yang diberikan adalah larutan hiertonik seperti
NaCL 5% atau larutan garam hipertonik 2 8%, glukosa 40%
dan larutan albumin. Bila terjadi peninggian tekanan bola
mata maka dapat diberikan asetozolamida.

Hifema
Penanganan awal pada pasien hifema yaiu dengan merawat
pasien dengan tidur di tempat tidur yang ditinggikan 30
derajat pada kepala, diberi koagulansia dan mata ditutup.
Pada pasien yang gelisah dapat diberikan obat penenang.
Bila terjadi glaukoma dapat diberikan Asetazolamida.

RETINA
Penanganan yaitu dengan menyuruh pasien
istirahat. Penglihatan akan normal kembali
setelah beberapa waktu, akan tetapi dapat juga
penglihatan berkurang akibat tertimbunya
daerah makula oleh sel pigmen epitel.

Nervus Optikus
Penderita perlu dirujuk untuk menilai kelainan
fungsi retina dan saraf optiknya akibatkan
ruptur atau avulsi nervus optikus yang biasanya
disertai kerusakan mata berat.

prognosis
Pada dasarnya bai kecuali terjadi perlepasan
retina
Prognosis pelepasan retina akibat trauma
adalah buruk, karena adanya cedera makula,
robekan besar di retina, dan pembentukan
membran fibrovaskular intravitreus.