Anda di halaman 1dari 12

ANALISIS STRATEGI PERUSAHAAN APPLE INC.

(Tugas Pengantar Manajemen)

Disusun Oleh :
Aullia Rahmah
8335123522
S1 Akuntansi Reguler B

Fakultas Ekonomi
Universitas Negeri Jakarta

PENDAHULUAN
Perusahaan multinasional atau PMN adalah perusahaan yang berusaha di banyak negara; perusahaan
ini biasanya sangat besar. Perusahaan seperti ini memiliki kantor-kantor, pabrik atau kantor cabang di
banyak negara. Mereka biasanya memiliki sebuah kantor pusat di mana mereka mengkoordinasi
manajemen global.
Perusahaan multinasional yang sangat besar memiliki dana yang melewati dana banyak negara. Mereka
dapat memiliki pengaruh kuat dalam politik global, karena pengaruh ekonomi mereka yang sangat besar
bagai para politisi, dan juga sumber finansial yang sangat berkecukupan untuk relasi masyarakat dan
melobi politik.
Karena jangkauan internasional dan mobilitas PMN, wilayah dalam negara, dan negara sendiri, harus
berkompetisi agar perusahaan ini dapat menempatkan fasilitas mereka (dengan begitu juga pajak
pendapatan, lapangan kerja, dan aktivitas eknomi lainnya) di wilayah tersebut. Untuk dapat
berkompetisi, negara-negara dan distrik politik regional seringkali menawarkan insentif kepada PMN,
seperti potongan pajak, bantuan pemerintah atau infrastruktur yang lebih baik atau standar pekerja dan
lingkungan yang memadai.
Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan
(strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu
proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths,
weaknesses, opportunities, dan threats). Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari
spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan
yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut.
Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang
mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, dimana
aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari
peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah
keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities)yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan
(strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagaimana cara
mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau
menciptakan sebuah ancaman baru.

Manajemen Sumber Daya Manusia Global


Tiga pendekatan utama dalam mengatur dan mengelola tenaga kerja suatu perusahaan (khususnya
perusahaan multinasional);
1. Struktur manajerial etnosentris sangat menggantungkan pada faktor kultural dan sosial negara asal,
yang berpengaruh kuat terhadap kekuatan finansial perusahaan induk. Untuk meminimalisasi
pengeluaran, mayoritas perusahaan internasional menggunakan tenaga kerja dalam negeri, walaupun
belum tentu mereka memiliki skill yang lebih baik dibandingkan tenaga kerja dari luar negerI.
Keuntungan yang dapat diperoleh dari penggunaan pendekatan ini adalah adanya force-fitting dalam
bentuk standardisasi kebijakan penempatan staf, sehingga tercipta alur yang sistematis dalam
perusahaan (Sullivan, 2007).
2. Pendekatan polisentris yang menitikberatkan pada perekrutan tenaga kerja local dari salah satu cabang
perusahaan multinasional. (Sullivan, 2007) Sistem yang berbanding terbalik dengan pendekatan
etnosentris ini beradaptasi pada latar belakang kultural dan sosial di negara cabang perusahaan.
Keuntungan yang diperoleh ialah adanya kemudahan dalam proses pemasaran dan kontrol produksi.
Namun, gaji yang diberikan kepada para manajer lokal akan lebih sedikit secara signifikan dibanding
menggunakan manajer yang langsung dikirim dari home country, karena adanya hambatan lisensi dan
persaingan perusahaan yang tidak sehat. (Sullivan, 2007).
3. Pendekatan geosentris, yang sangat berbeda dari pendekatan sebelumnya. Sebagai pendekatan
transnasional, geosentris menyempurnakan konsep etnosentris dan polisentris melalui faktor struktural
dan holistik dari seorang individu (tidak lagi dipandang secara kultural maupun sosial) (Sullivan,2007).
Pendekatan ini tidak mudah untuk diterapkan karena membutuhkan kapabilitas yang tinggi dalam
menyatukan gap antara teori dan realita yang dihadapkan pada politik dan budaya yang berbeda
antarperusahaan (Sullivan, 2007). Walaupun pendekatan geosentris sangat lemah dalam menyatukan
cara pandang dalam membuat keputusan perusahaan, pendekatan tersebut tetap menunjukkan
kapasitas variatif yang patut diperhitungkan dalam pasar internasional.

ANALISIS
Sekilas tentang Apple Inc.
Apple, Inc. (sebelumnya bernama Apple Computer, Inc.) adalah sebuah perusahaan yang terletak di
daerah Silicon Valley, Cupertino, California, yang bergerak dalam bidang teknologi komputer. Apple
membantu bermulanya revolusi komputer pribadi pada tahun 1970-an dengan produknya Apple II dan
memajukannya sejak tahun 1980-an hingga sekarang dengan Macintosh.
Apple terkenal akan perangkat keras ciptaannya, seperti iMac, Macbook, perangkat pemutar lagu iPod,
dan telepon genggam iPhone. Beberapa perangkat lunak ciptaanya pun mampu bersaing di bidang
kreatif seperti penyunting video Final Cut Pro, penyunting suara Logic Pro dan pemutar lagu iTunes yang
sekaligus berfungsi sebagai toko lagu online.
Visi
An Apple at every desk.
Misi
Apple ignited the personal computer revolution in the 1970s with the Apple II and reinvented the
personal computer in the 1980s with the Macintosh. Apple is committed to bringing the best personal
computing experience to students, educators, creative professionals and consumers around the world
through its innovative hardware, software and Internet offerings.
Prinsip Kenyamanan Pengguna
Sejak komputer Macintosh diluncurkan pertama kali pada akhir dekade 1970an, Apple dikenal sebagai
perusahaan yang mementingkan aspek user friendly. Setelah Steve Jobs meninggal dan iPad Mini
meluncur, prinsip ini terus ditanamkan manajemen Apple.
Perusahaan berlogo buah apel yang koyak ini memang mementingkan riset perilaku pengguna komputer
dan perkembangan pasar, sama pentingnya dengan pengembangan teknologi komputasi terbaru.
"Apple bukan penemu layar sentuh, tapi mereka mengembangkannya sebagai mesin pencetak uang
lebih banyak dari perusahaan lain," kata Barry Jaruzelski.

Strategi Perusahaan Apple Inc.

iMac, iPod, iTunes, dan iPhone sungguh merupakan deretan karya teknologi yang amat estetik. Deretan
produk elegan dengan sentuhan seni yang mengesankan. Deretan produk yang barangkali ingin
menggapai dengan sepenuh hati apa itu makna keindahan yang sempurna. Dan melalui deretan produk
inilah, Apple kemudian menyeruak menjadi pendekar paling tangguh dalam era konvergensi digital masa
depan.
Dalam lima tahun terakhir, Apple memang terus bergerak menggapai langit prestasi. Setelah produk
iPod-nya melambung dan membuat para petinggi Sony kelabakan, kini Apple hendak menggoyang
kedigdayaan Nokia dengan produknya yang memukau, iPhone. Sementara jutaan orang setiap hari
mengunjungi kios musiknya via iTunes.
Pada 2007 versi majalah Fortune, Apple Computer, Inc. menempati peringkat kelima perusahaan yang
dikagumi dunia, bahkan peringkat nomer satu perusahaan paling inovatif di dunia berdasarkan survei
ekstensif kepada ribuan eksekutif di seluruh dunia yang dilakukan oleh majalah Business Week adalah
Apple.
Terdapat dua-belas pelajaran manajemen yang dikategorikan dalam empat hal: membuat produk
sebagai raja, membuat pelanggan sebagai raja, menerjang pola yang ada dalam pemasaran, dan
memperbaiki pimpinan dan rencana kerja. Salah satu contoh adalah tentang bagaimana Steve Jobs
(salah satu pendiri Apple) memvisualisasikan visi nya ke dalam bentuk yang nyata dan bisa dimengerti
semua karyawan dengan mudah.
Apple selalu menekankan pada bagaimana menciptakan kebutuhan bagi pelanggan melalui inovasi. Hal
ini diawali dengan visualisasi dari visi secara gamblang. Ambil contoh misalnya saat Steve Jobs
memimpin rapat. Ia membuka tas plastik yang dibawanya, menuangkannya ke atas meja dan ternyata
merupakan tiruan (mock-up) yang berbentuk seperti buku agenda yang terbelah dua. Belahan pertama
adalah keyboard sedangkan belahan kedua adalah layar LCD. Dengan jelas Steve mengatakan bahwa
Apple harus bisa membuat komputer dengan bentuk seperti buku agenda. Maka lahirlah PowerBook
yaitu sebuah notebook dengan trackball di keyboard nya. Kepiawaian Steve Jobs dalam membumikan
visi ini perlu mendapatkan acungan jempol.
Strategi pemasaran yang dilakukan Apple juga sangat praktis. Belajar dari Harley Davidson, Apple
memasarkan produknya melalui komunitas. Dengan adanya komunitas seperti MUG (Macintosh Users
Group) maka masalah teknis bisa diselesaikan oleh komunitas pengguna dan sekaligus bertindak sebagai

corong Apple dalam menyebarkan hal-hal positif mengenai Apple. Strategi ini jitu dan efektif bila disertai
dengan produk yang handal.
Dalam hal kepemimpinan., Apple telah berkali-kali mengalami perubahan CEO. Bahkan Steve Jobs,
meskipun pada awalnya adalah pendiri, pernah juga dikeluarkan dari Apple. Setiap CEO memiliki visi dan
gaya yang berbeda. Cara melihat gaya masing-masing adalah, salah satunya, dalam pengalokasian
anggaran untuk penelitian dan pengembangan (litbang). Karena ini adalah bisnis berbasis teknologi,
peran

litbang

sangat

vital

dalam

mendukung

pelaksanaan

inovasi

yang

dikembangkan.

Dua belas pelajaran manajemen yang ada pada perusahaan Apple Computer Inc. adalah sebagai berikut:
1. Toko Khusus Apple
Sebelum ada Apple Store, seringkali distributor produk-produk Apple tidak memiliki staf yang
menguasai pengetahuan produk secara lengkap, sehingga kelebihan-kelebihan Apple tidak tersampaikan
kepada calon konsumen. Untuk itu, keberadaan Apple Store sangat diperlukan untuk mengatasi masalah
tersebut. Apple Store telah menjadi sebuah pusat pelayanan Apple yang sangat ramah dan
menyenangkan, di mana konsumen bisa mendalami teknologi-teknologi yang ditawarkan oleh Apple dan
bertemu dengan sesama penggemar Apple lainnya.
2. Solusi Penuh
Produk dan aksesoris Apple saling melengkapi satu sama lain. Pengguna iPod bisa mendownload dan
memasukkan musik melalui program iTunes. Selain itu, Apple juga melengkapi Mac dengan hardware
dan software buatan sendiri yang lengkap, sehingga para pengguna tidak perlu pusing mencari program
yang cocok.
3. Apakah Anda Seorang Mac?
Akui saja kalau merek Apple adalah sebuah merek yang hip, artinya bisa memberikan para
penggunanya sebuah citra muda, modern, dan cerdas.
4. Produk yang Variatif
Banyak konsumen mungkin belum siap untuk menggunakan Mac. Namun, melalui produk-produk yang
lebih murah seperti iPod, Apple berusaha mengenalkan dan mengakrabkan kecanggihan produk-

produknya kepada para konsumen. Dengan demikian, Apple berusaha menciptakan keinginan dari para
konsumen untuk kemudian menggunakan Mac.
5. Format yang Unik
Pengguna iPod tentu saja mengetahui kalau musiknya menggunakan format yang tidak umum, yaitu
.aac. Hal ini bisa membuat para pengguna iPod malas untuk mengganti dengan pemutar MP3 lain dan
justru ingin menggantinya dengan produk Apple yang lebih baru lagi. Terciptalah kesetiaan konsumen.
6. Sumber Makan untuk Media
Apple seringkali memberikan bocoran-bocoran gosip melalui internet, di mana hal tersebut biasanya
dimanfaatkan oleh para blogger untuk memberikan informasi baru. Hal ini biasanya menimbulkan rasa
penasaran dari para konsumen.
7. Penjualan Pendidikan
Dengan menjual produk-produknya kepada sekolah-sekolah dan universitas, Apple mengubah konsep
kelas menjadi ruang pameran. Hal ini membuat para murid yang menggunakan produk Apple menjadi
sangat akrab dengan interface Apple dan bisa merasakan kinerja superiornya. Dengan cara seperti ini,
Apple menciptakan pelanggan bahkan sebelum mereka tahu kalau mereka adalah pelanggan.
8. Produk yang Menjawab
Apple sangat memperhatikan keinginan konsumen, jadi produk-produknya merupakan hasil dari
penelitian yang matang dan desain yang kuat. Hal inilah yang menjadi kunci kepuasan pelanggan.
9. Meng-outsourcing Hal yang Tidak Menyenangkan
Dalam kasus iPhone, siapa yang diprotes oleh konsumen karena iPhone tidak bebas untuk digunakan
oleh segala operator? Apakah Apple? Jawabnya adalah AT&T. Apple tetap tenang di belakang layar
sebagai penghasil produk bermutu dan AT&T adalah pihak pemberi jasa yang menyebalkan.

10. Konsisten
Semua produk Apple memiliki rancangan dasar yang sama. Jadi, semua pengguna produk Apple akan
memiliki bayangan awal terhadap produk baru Apple yang akan luncur, sehingga memudahkan mereka
untuk beradaptasi dan melakukan pembelian ulang.
11. Inovasi Baru
Walaupun rancangan dasarnya sama, tetapi tidak dengan portfolionya. Apple selalu menghadirkan
inovasi baru bagi para konsumennya, dimulai dari saku, meja kerja, kantor, dan ruang keluarga.
12. Daya Tarik
Dari segi kemasan sampai kepada fitur produk, semuanya menimbulkan rasa kagum bagi para
pemakainya.
ANALISIS SWOT
Kekuatan (Strengths)

Apple adalah perusahaan yang sangat sukses. Penjualan dari pemutar musik iPod telah
meningkatkan laba kuartal kedua hingga $ 320 (Juni 2005). Persepsi merek yang
menguntungkan juga meningkat penjualan komputer Macintosh. Jadi iPod perusahaan
memberikan akses ke seluruh seri baru segmen yang membeli ke bagian lain dari merek
Apple. Penjualan dari produk-produk notebook juga sangat kuat, dan merupakan kontribusi
besar untuk pendapatan untuk Apple.

Merek adalah yang paling penting. Apple adalah salah satu yang paling mapan dan sehat merek
IT di Dunia, dan memiliki seperangkat sangat setia antusias pelanggan yang mendukung
merek. Kesetiaan yang begitu kuat berarti bahwa tidak cukup hanya merekrut pelanggan baru,
hal itu tetap mereka yaitu mereka datang kembali untuk lebih banyak produk dan jasa dari
Apple, dan perusahaan ini juga memiliki kesempatan untuk memperluas produk-produk baru
kepada mereka, misalnya iPod.

Kelemahan (Weaknesses)

Hal ini melaporkan bahwa iPod Nano Apple mungkin memiliki layar rusak. Perusahaan telah
berkomentar bahwa batch dari produk layar yang patah di bawah pengaruh, dan perusahaan
menggantikan semua item rusak. Hal ini merupakan tambahan masalah dengan iPod awal
baterai yang rusak, di mana perusahaan menawarkan pelanggan bebas kasus baterai.

Ada tekanan pada Apple untuk meningkatkan harga dari musik download file, dari industri musik
itu sendiri. Banyak dari perusahaan-perusahaan ini membuat lebih banyak uang dari iTunes
(yaitu musik download file) dari dari penjualan CD asli mereka. Apple telah menjual sekitar 22
juta iPod pemutar musik digital dan lebih dari 500 juta lagu meskipun toko musik
iTunes. Bertanggung jawab atas 82% dari semua musik download secara legal di AS. Perusahaan
ini tegas, tetapi jika menyerah pada produser musik, hal itu dapat dianggap sebagai kelemahan
komersial.

Awal tahun 2005 Apple mengumumkan bahwa itu adalah untuk mengakhiri hubungan lama
dengan IBM sebagai pemasok chip, dan bahwa itu akan beralih ke Intel. Beberapa ahli industri
berkomentar bahwa swap bisa membingungkan konsumen Apple.

Kesempatan (Oportunities)

Apple memiliki kesempatan untuk mengembangkan pemutar musik iTunes dan teknologi ke
dalam ponsel format. Download yang tersedia melalui kabel USB, dan perangkat lunak musik
otomatis jeda jika telepon panggilan masuk.

Podcast di-download acara radio yang dapat di-download dari Internet, dan kemudian diputar
ulang pada iPod dan perangkat MP3 lainnya pada kenyamanan pendengar. Para pendengar
dapat berlangganan Podcast gratis, dan pada akhirnya pendapatan dapat dihasilkan dari dibayar
untuk berlangganan atau melalui pendapatan yang dihasilkan dari penjualan download lainnya.

Ancaman (Threats)

Ancaman terbesar bagi perusahaan-perusahaan IT seperti Apple adalah sangat tinggi tingkat
kompetisi di pasar teknologi. Popularitas iPod dan Apple Mac tunduk pada permintaan, dan
akan terpengaruh jika ekonomi mulai goyah dan permintaan jatuh untuk produk mereka.

Ada juga produk tinggi efek substitusi dalam inovatif dan bergerak cepat habis pakai TI
pasar. Jadi iPod dan MP3 aturan hari ini, tapi baru kemarin itu CD, DAT, dan Vinyl. Teknologi

Besok mungkin akan sama sekali berbeda. Teknologi nirkabel dapat menggantikan kebutuhan
fisik pemutar musik.

Apple rentan terhadap kebocoran informasi yang dapat merugikan keuntungan mereka.

Pendekatan yang Digunakan


Apple Inc. mempekerjakan karyawan lokal, mengandalkan faktor kultural dan sosial negara asal, yang
berpengaruh kuat terhadap kekuatan finansial perusahaan induk. Untuk meminimalisasi pengeluaran,
mayoritas, perusahaan internasional menggunakan tenaga kerja dalam negeri, walaupun belum tentu
mereka memiliki skill yang lebih baik dibandingkan tenaga kerja dari luar negerI. Keuntungan yang dapat
diperoleh dari penggunaan pendekatan ini adalah adanya force-fitting dalam bentuk standardisasi
kebijakan penempatan staf, sehingga tercipta alur yang sistematis dalam perusahaan. Apple Corporation
mencoba untuk memaksimalkan penjualan sesuai dengan selera konsumen.
Keuntungan : Struktur sederhana dan dikendalikan dengan lebih ketat karena berhubungan dengan
tenaga kerja lokal.
Kekurangan : Manajemen lebih tidak efektif dan tidak fleksibel.
KESIMPULAN
Apple Inc. adalah perusahaan multinasional yang cabangnya tersebar hampir diseluruh penjuru dunia.
Apple kini memiliki produk yang sangat hits di pasaran. Mengandalkan iOS, dan berbagai gadgetnya
seperti iPod, iPad, iPod dan Mac. Tampilan yang lux dan simple serta fitur yang lengkap telah menjadi
pilihan bagi para penggunanya.
Strategi pemasaran yang digunakan Apple juga telah mengedepankan pengguna. Apple telah
mengangkat penggunanya sebagai raja. Apple juga mengikat pengguna dengan cara bekerja sama
dengan operator yang terpercaya di setiap negara, dalam kasus Indonesia contohnya; pada awal
pemunculan iPhone, iPhone telah di bundling dengan telkomsel, dan tentu saja, paket broadbandnya
pun hanya dapat dijangkau oleh kalangan menengah atas.
Apple diharapkan dapat terus menerapkan analisis SWOT-nya, yaitu bagaimana kekuatan mampu
mengambil keuntungan dari peluang yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan yang mencegah
keuntungan dari peluang yang ada, lalu bagaimana kekuatan mampu menghadapi ancaman yang ada,

dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan yang mampu membuat ancaman menjadi
nyata ataukah menciptakan sebuah ancaman baru.
Di antara tiga pendekatan ini, kesimpulannya adalah, Apple Inc. menggunakan pendekatan etnosentris
dalam penggunaan tenaga kerja. Walau kualitas tenaga kerja lokal tidak sebagus dibanding tenaga kerja
luar negeri. Tentunya, hal ini sangat berpengaruh terhadap peran dan tanggung jawab manajemen
sumber daya manusia Apple Inc..