Anda di halaman 1dari 73

TUGAS BAHAN KONSTRUKSI KIMIA

BERBAHAN NON-LOGAM

DISUSUN OLEH :
03101003023 Novia

03111003043 Ferdiawati C

03101003052 Danny Andriawan

03111003046 Pazza P P

03101003064 Mutia Rani

03111003054 Laras D P

03111003002 Zahroini Rahmah

03111003057 Nyimas

03111003003 Yordan Wijaya

03111003063 Naufal Husnan B

03111003008 Wulan Novi

03111003064 Gusti

03111003009 M Ismansyah Putra

03111003071 Limanto

03111003014 Nessa Selvyana

03111003077 Idealisa H D

03111003017 Febrian Mermaliandi

03111003080 Natalia S

03111003020 Nisaul I

03111003085 Amir Mahmud Afandi

03111003026 Sella M

03111003086 M Eko W U

0311100302 7 Bahiyah

03111003093 Yono Purnama

03111003032 Hamdani

03111003098 Dwi Sunu

03111003035 Harry C S

03111003103 Uwu Holifah A F

03111003038 Elsagita S
TEKNIK KIMIA INDRALAYA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SRIWIJAYA

POLIMER
Suatu polimer adalah rantai berulang dari atom yang panjang, terbentuk dari pengikat
yang berupa molekul identik yang disebut monomer. Sekalipun biasanya merupakan organik
(memiliki rantai karbon), ada juga banyak polimer inorganik. Contoh terkenal dari polimer
adalah plastik dan DNA.Polimer didefinisikan sebagai substansi yang terdiri dari molekulmolekul yang menyertakan rangkaian satu atau lebih dari satu unit monomer. Manusia sudah
berabad-abad menggunakan polimer dalam bentuk minyak, aspal, damar, dan permen karet.
Tapi industri polimer modern baru mulai berkembang pada masa revolusi industri. Di akhir
1830-an, Charles Goodyear berhasil memproduksi sebentuk karet alami yang berguna melalui
proses yang dikenal sebagai vulkanisasi. 40 tahun kemudian, Celluloid (sebentuk plastik
keras dari nitrocellulose) berhasil dikomersialisasikan. Adalah diperkenalkannya vinyl,
neoprene, polystyrene, dan nilon pada tahun 1930-an yang memulai ledakan dalam
penelitian polimer yang masih berlangsung sampai sekarang.
1. Sifat Fisika
a) Sifat Thermal
Sifat polimer terhadap panas ada yang menjadi lunak (dapat dibentuk menurut pola
yang diinginkan ) jika dipanaskan dan keras ( kehilangan sifat kekenyalannya ) jika
didinginkan, polimer seperti ini disebut termoplas. Contohnya : plastik yang digunakan untuk
kantong, botol plastic, polietilena, PVC, seluloid, polistirena, polipropilena, asetal, vinil,
nilon dan Perspex. Sedangkan polimer yang menjadi keras jika dipanaskan disebut termoset,
contohnya melamin.

b) Sifat Kelenturan
Polimer akan mempunyai kelenturan yang berbeda dengan polimer sintetis. Umumnya
polimer alam agak sukar untuk dicetak sesuai keinginan,sedangkan polimer sintetis lebih
mudah dibuat cetakan untuk menghasilkan bentuk tertentu. Karet akan lebih mudah
mengembangdan kehilangan kekenyalannya setelah terlalu lama kena bensin atau minyak.

c) Ketahanan terhadap Mikroorganisme


Polimer alam seperti wool, sutra, atau selulosa tidak tahan terhadap mikroorganisme atau ulat
(rayap). Sedangkan polimer sintetis lebih tahan terhadap mikroorganisme atau ulat.
d) Sifat Lainnya
Sifat polimer yang lainnya bergantung pemakainnnya untuk kemasan atau alat-alat industri.
Untuk tujuan pengemasan harus diperhatikan :
Toksisitasnya
Daya tahan terhadap air, minyak atau panas
Daya tembus udara (oksigen)
Kelenturan
Transparan
Beberapa faktor yang mempengaruhi sifat fisik polimer sebagai berikut :

a) Panjang rata-rata rantai polimer


Kekuatan dan titik leleh naik dengan bertambah panjangnya rantai polimer.
b) Gaya antar molekul
Jika gaya antar molekul pada rantai polimer besar maka polimer akan menjadi kuat
dan sukar meleleh.
c) Percabangan
Rantai polimer yang bercabang banyak memiliki daya tegang rendah dan mudah
meleleh.
d) Ikatansilangantarrantaipolimer
Ikatan silang antar rantai polimer menyebabkan terjadinya jaringan yang kaku dan
membentuk bahan yang keras.Jika ikatan silang semakin banyak maka polimer
semakin kaku dan mudah patah.
e) Sifat kristalinitas rantai polimer
Polimer berstruktur tidak teratur memiliki kristanilitas rendah dan bersifat amorf
(tidakkeras).Sedangkan polimer dengan struktur teratur mempunyai kristanilitas tinggi
sehingga lebih kuat dan lebih tahan terhadap bahaan-bahan kimia dan enzim.
2. Sifat Kimia
Kekuatan menarik antara rantai polimer memainkan peranan besar dalam menentukan
sifat polimer ini . Karena rantai polimer yang begitu lama , kekuatan-kekuatan merantaikan
sangat penting . Biasanya kelompok samping pada polimer yang menentukan jenis gaya
antarmolekul akan ada. Semakin besar kekuatan gaya antarmolekul , semakin besar akan
menjadi kekuatan tarik dan titik leleh polimer . Berikut adalah beberapa contoh :
a) Ikatan hidrogen antara rantai yang berdekatan
Polimer yang mengandung amida atau kelompok karbonil dapat membentuk ikatan hidrogen
antara rantai yang berdekatan . Atom hidrogen positif dalam kelompok NH dari satu rantai
sangat tertarik dengan atom oksigen ( lebih tepatnya , satu-satunya - pasang pada oksigen )
dalam C = O kelompok yang lain . Polimer yang mengandung hubungan urea akan jatuh ke
dalam kategori ini . Rumus struktural untuk urea ditunjukkan pada Gambar 1 . Polimer yang
mengandung hubungan urea memiliki kekuatan tarik tinggi dan titik leleh tinggi .
Poliester memiliki ikatan dipol - dipol antara rantai polimer mereka. Ikatan Dipole tidak
sekuat ikatan hidrogen , sehingga titik leleh poliester dan kekuatan yang lebih rendah

dibandingkan dengan polimer di mana terdapat ikatan hidrogen antara rantai . Namun,
obligasi lemah antara rantai berarti bahwa poliester memiliki fleksibilitas yang lebih besar .
Semakin besar fleksibilitas polimer , semakin besar kemungkinan untuk dicetak atau
diregangkan menjadi serat .
b) Kekuatan lemah van der Waal
Molekul lain seperti etena tidak memiliki dipol permanen sehingga gaya tarik menarik antara
rantai polyethene timbul dari lemahnya gaya van der Waals . Oleh karena itu polyethene
memiliki titik leleh lebih rendah dari polimer lainnya .
Plastik
Istilah plastik mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik. Mereka
terbentuk dari kondensasi organik atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain
untuk meningkatkan performa atau ekonomi. Ada beberapa polimer alami yang termasuk
plastik. Plastik dapt dibentuk menjadi film atau fiber sintetik. Nama ini berasal dari fakta
bahwa banyak dari mereka "malleable", memiliki properti keplastikan. Plastik didesain
dengan varias yang sangat banyak dalam properti yang dapat menoleransi panas, keras,
"reliency" dan lain-lain. Digabungkan dengan kemampuan adaptasinya, komposisi yang
umum dan beratnya yang ringan memastikan plastik digunakan hampir di seluruh bidang
industri. Pellet atau bijih plastik yang siap diproses lebih lanjut (injection molding, ekstrusi,
dll).Plastik dapat juga menuju ke setiap barang yang memiliki karakter yang deformasi atau
gagal karena shear stress.
Plastik dapat dikategorisasikan dengan banyak cara tapi paling umum dengan melihat
tulang-belakang polimernya (vinyl{chloride}, polyethylene, acrylic, silicone, urethane, dll.).
Klasifikasi lainnya juga umum.Plastik adalah polimer; rantai-panjang atom mengikat satu
sama lain. Rantai ini membentuk banyak unit molekul berulang, atau "monomer". Plastik
yang umum terdiri dari polimer karbon saja atau dengan oksigen, nitrogen, chlorine atau
belerang di tulang belakang. (beberapa minat komersial juga berdasar silikon). Tulangbelakang adalah bagian dari rantai di jalur utama yang menghubungkan unit monomer
menjadi kesatuan. Untuk mengeset properti plastik grup molekuler berlainan "bergantung"
dari tulang-belakang (biasanya "digantung" sebagai bagian dari monomer sebelum
menyambungkan monomer bersama untuk membentuk rantai polimer). Pengesetan ini oleh

grup "pendant" telah membuat plastik menjadi bagian tak terpisahkan di kehidupan abad 21
dengan memperbaiki properti dari polimer tersebut.
Pengembangan plastik berasal dari penggunaan material alami (seperti: permen karet,
"shellac") sampai ke material alami yang dimodifikasi secara kimia (seperti: karet alami,
"nitrocellulose") dan akhirnya ke molekul buatan-manusia (seperti: epoxy, polyvinyl chloride,
polyethylene).
1. Jenis plastic
Plastik dapat digolongkan berdasarkan:
a. Sifat fisikanya
a.1 Termoplastik. Merupakan jenis plastik yang bisa didaur-ulang/dicetak lagi dengan proses
pemanasan ulang. Contoh: polietilen (PE), polistiren (PS), ABS, polikarbonat (PC)
a.2 Termoset. Merupakan jenis plastik yang tidak bisa didaur-ulang/dicetak lagi. Pemanasan
ulang akan menyebabkan kerusakan molekul-molekulnya. Contoh: resin epoksi, bakelit, resin
melamin, urea-formaldehida.
2. Kinerja dan penggunaanya
a. Plastik komoditas
-

Sifat mekanik tidak terlalu bagus

tidak tahan panas

Contohnya: PE, PS, ABS, PMMA, SAN

Aplikasi: barang-barang elektronik, pembungkus makanan, botol


minuman

b. Plastik teknik
-

Tahan panas, temperatur operasi di atas 100 C

Sifat mekanik bagus

Contohnya: PA, POM, PC, PBT

Aplikasi: komponen otomotif dan elektronik

c. Plastik teknik khusus


-

Temperatur operasi di atas 150 C

Sifat mekanik sangat bagus (kekuatan tarik di atas 500 Kgf/cm)

Contohnya: PSF, PES, PAI, PAR Aplikasi: komponen pesawat

d. Berdasarkan jumlah rantai karbonnya


-

1 ~ 4 Gas (LPG, LNG)

5 ~ 11 Cair (bensin)

9 ~ 16 Cairan dengan viskositas rendah

16 ~ 25 Cairan dengan viskositas tinggi (oli, gemuk)

25 ~ 30 Padat (parafin, lilin)

1000 ~ 3000 Plastik (polistiren, polietilen, dll)


e. Berdasarkan sumbernya

Polimer alami : kayu, kulit binatang, kapas, karet alam, rambut

Polimer sintetis:

Tidak terdapat secara alami: nylon, poliester, polipropilen, polistiren

Terdapat di alam tetapi dibuat oleh proses buatan: karet sintetis

Polimer alami yang dimodifikasi: seluloid, cellophane (bahan dasarnya dari selulosa
tetapi telah mengalami modifikasi secara radikal sehingga kehilangan sifat-sifat kimia dan
fisika asalnya) Proses manufaktur plastic.

Injection molding
Bijih plastik (pellet) yang dilelehkan oleh sekrup di dalam tabung yang berpemanas
diinjeksikan ke dalam cetakan.
a. Ekstrusi
Bijih plastik (pellet) yang dilelehkan oleh sekrup di dalam tabung yang berpemanas
secara kontinyu ditekan melalui sebuah orifice sehingga menghasilkan penampang yang
kontinyu.
b. Thermoforming
Lembaran plastik yang dipanaskan ditekan ke dalam suatu cetakan. Blow molding
Bijih plastik (pellet) yang dilelehkan oleh sekrup di dalam tabung yang berpemanas secara
kontinyu diekstrusi membentuk pipa (parison) kemudian ditiup di dalam cetakan.
Sifat polimer konduktif.
Polimer semikonduktif dan konduktif adalah polimer terkonjugasi yang menunjukkan
perubahan ikatan tunggal dan ganda antara atom-atom karbon pada rantai utama polimer.
Ikatan ganda diperoleh dari karbon yang memiliki empat elektron valensi, namun pada
molekul terkonjugasi hanya memiliki tiga (kadang-kadang dua) atom lain. Elektron yang

tersisa membentuk ikatan , elektron yang terdelokalisasi pada seluruh molekul. Suatu zat
dapat bersifat polimer konduktif jika mempunyai ikatan rangkap yang terkonjugasi. Contoh
dari polimer terkonjugasi adalah plastik tradisonal (polyethylen), sedangkan polimer
konduktif antara lain : polyacetilen, polpyrol, polytiopen, polyaniline dan lain lain. Indonesia
merupakan salah satu penghasil biji plastik untuk jenis Polypropylene atau PP dan High
Density PolyEthylene atau HDPE.
Pembuatan Polyacetilen
Polimer konduktif dapat dibuat dari polyacetilen. Polyacetilen merupakan polimer
terkonjugasi sederhana yang mempunyai dua bentuk: yaitu bentuk cis dan trans polyacetilen.
Sedangkan pembuatan polyacetilen dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu
1. cara pemanasan
2. cara dopping.
Polyacetilen bentuk trans dibuat dengan kondisi temperatur yang berbeda. Katalis Ti(O-nC4H9)4-(C2H5)3Al.

Temperatur yang menunjukan proses isomerisasi irreversibel dengan bentuk cis


terjadi pada temperatur yang lebih tinggi pada 145 oC menghasilkan bentuk trans. Bentuk cis
secara termodinamika kurang stabil dibandingkan dengan bentuk trans. Pada temperatur
tinggi, dan secara spontan isomer cis dapat berubah menjadi trans.
Konduktifitas polyacetilen dapat ditingkatkan dengan proses halogenasi. Struktur
polyacetilen dapat mengalami resonansi sehingga konduktifitasnya menjadi lebih besar.

Adanya resonansi pada poliasetilen menyebabkan material dapat menghantarkan arus listrik.
Bila klorin ditambahkan pada film, ternyata tidak menghasilkan spektrum garis, tetapi reaksi
adisi klorin menghasilkan spektrum polyacetilen yang jelas. Sekarang dikenal dopinginduced pita IR yang disusun dari 3 pita yaitu pada 1397, 1288 dan 888 cm-1, absorbsi kuat
jelas dibanding undoped polymer.
Industri
Sekarang ini utamanya ada enam komoditas polimer yang banyak digunakan, mereka adalah
polyethylene, polypropylene, polyvinyl chloride, polyethylene terephthalate, polystyrene, dan
polycarbonate. Mereka membentuk 98% dari seluruh polimer dan plastik yang ditemukan
dalam kehidupan sehari-hari. Masing-masing dari polimer tersebut memiliki sifat degradasi
dan ketahanan panas, cahaya, dan kimia.
Sekilas
Meskipun istilah polimer lebih populer menunjuk kepada plastik, tetapi polimer sebenarnya
terdiri dari banyak kelas material alami dan sintetik dengan sifat dan kegunaan yang beragam.
Bahan polimer alami seperti shellac dan amber telah digunakan selama beberapa abad. Kertas
diproduksi dari selulosa, sebuah polisakarida yang terjadi secara alami yang ditemukan dalam
tumbuhan. Biopolimer seperti protein dan asam nukleat memainkan peranan penting dalam
proses biologi.
Plastik mempunyai berbagai sifat yang menguntungkan, diantaranya:
a. Umumnya kuat namun ringan.
b. Secara kimia stabil (tidak bereaksi dengan udara, air, asam, alkali dan berbagai zat kimia
lain).
c. Merupakan isolator listrik yang baik.
d. Mudah dibentuk, khusunya dipanaskan.
e. Biasanya transparan dan jernih.
f. Dapat diwarnai.
g. Fleksibel/plastis
h. Dapat dijahit.
i. Harganya relatif murah.

Beberapa contoh plastik yang banyak digunakan antara lain polietilen, poli(vinil klorida),
polipropilen,

polistiren,

poli(metil

pentena),

poli

(tetrafluoroetilen)

atau

teflon.

1. Polietilen
Poli etilen adalah bahan termoplastik yang kuat dan dapat dibuat dari yang lunak sampai yang
kaku. Ada dua jenis polietilen yaitu polietilen densitas rendah (low-density polyethylene /
LDPE) dan polietilen densitas tinggi (high-density polyethylene / HDPE). Polietilen densitas
rendah relatif lemas dan kuat, digunakan antara lain untuk pembuatan kantong kemas, tas,
botol, industri bangunan, dan lain-lain. Polietilen densitas tinggi sifatnya lebih keras, kurang
transparan dan tahan panas sampai suhu 1000C. Campuran polietilen densitas rendah dan
polietilen densitas tinggi dapat digunakan sebagai bahan pengganti karat, mainan anak-anak,
dan

lain-lain.

2. Polipropilen
Polipropilen mempunyai sifat sangat kaku; berat jenis rendah; tahan terhadap bahan kimia,
asam, basa, tahan terhadap panas, dan tidak mudah retak. Plastik polipropilen digunakan
untuk membuat alat-alat rumah sakit, komponen mesin cuci, komponen mobil, pembungkus
tekstil, botol, permadani, tali plastik, serta bahan pembuat karung.
3. Polistirena
Polistiren adalah jenis plastik termoplast yang termurah dan paling berguna serta bersifat
jernih, keras, halus, mengkilap, dapat diperoleh dalam berbagai warna, dan secara kimia tidak
reaktif. Busa polistirena digunakan untuk membuat gelas dan kotak tempat makanan,
polistirena juga digunakan untuk peralatan medis, mainan, alat olah raga, sikat gigi, dan
lainnya.
4. Polivinil klorida (PVC)
Plastik jenis ini mempunyai sifat keras, kuat, tahan terhadap bahan kimia, dan dapat diperoleh
dalam berbagai warna. Jenis plastik ini dapat dibuat dari yang keras sampai yang kaku keras.
Banyak barang yang dahulu dapat dibuat dari karet sekarang dibuat dari PVC. Penggunaan
PVC terutama untuk membuat jas hujan, kantong kemas, isolator kabel listrik, ubin lantai,
piringan hitam, fiber, kulit imitasi untuk dompet, dan pembalut kabel.

5. Potetrafluoroetilena (teflon)

Teflon memiliki daya tahan kimia dan daya tahan panas yang tinggi (sampai 2600C)
Keistimewaan teflon adalah sifatnya yang licin dan bahan lain tidak melekat padanya.
Penggorengan yang dilapisi teflon dapat dipakai untuk menggoreng telur tanpa minyak.
6. Polimetil pentena (PMP)
Plastik poli metil pentena adalah plastik yang ringan dan melebur pada suhu 2400C. Barang
yang dibuat dari PMP bentuknya tidak berubah bila dipanaskan sampai 2000C dan daya
tahannya terhadap benturan lebih tinggi dari barang yang dibuat dari polistiren.Bahan ini
tahan terhadap zat-zat kimia yang korosif dan tahan terhadap pelarut organik, kecuali pelarut
organik yang mengandung klor, misalnya kloroform dan karbon tetraklorida. PMP cocok
untuk membuat alatalat laboratorium dan kedokteran yang tahan panas dan tekanan, tanpa
mengalami perubahan, Barang-barang dari bahan ini tahan lama.

GRAFIT
Secara alamiah, grafit ditemukan di Sri Lanka, Kanada dan Amerika Serikat. Grafit
juga disebut sebagai timbal hitam. Grafit ini dinamai oleh Abraham Gottlob Werner pada
tahun 1789 dengan mengambil kata dari bahasa Yunani. Alotropi lain dari unsur karbon
adalah grafit yang ditemukan di alam dalam batuan kalsium silikat serta hasil metamorfosis
batu bara dan minyak bumi. Ada tiga jenis grafit :
1. Flake (berada dalam batuan mika, skist dan gamping)
2. Kristalin (berasal dari metamorfosis deposit minyak bumi). Kadar grafitnya besar dari
90%
3. Amorf (berasal dari metamorfosis batu bara akibat intrusi grafit yang menghasilkan
panas bumi. Kadar grafitnya sekitar 70 persen.
Dalam struktur grafit, setiap atom C menggunakan 3 elektron valensi untuk
membentuk 3 ikatan kovalen dengan 3 atom C lainnya, membentuk lapisan dengan cincin
heksagonal. Selanjutnya setiap atom C menyumbangkan satu elektron valensi lainnya yang
digunakan bersama dengan atom C lainnya membentuk awan muatan yang dapat bergerak
bebas (mengalami delokalisasi). Muatan yang berfluktuasi dari satu lapisan akan
menyebabkan muatan yang berlawanan pada lapisan lainnya, sehingga timbul gaya
elektrostatis yang sangat lemah antara lapisan-lapisan tersebut. Hal ini menyebabkan grafit
bersifat rapuh. Ikatan yang kuat antar atom C dalam stuktur heksagonal menyebabkan titik
sublimasi grafit sangat tinggi (3000 derajat celcius). Sedangkan delokalisasi elektron
(muatan) menyebabkan grafi dapat menghantarkan listrik.
1. Sifat Grafit
a. Memiliki titik leleh yang tinggi, sama seperti intan. Untuk melelehkan grafit, tidak
hanya cukup memisahkan salah satu lembaran atom dari lembaran atom yang lainnya.
Hal ini disebabkan karena ikatan kovalen yang terbentuk sangat kuat sehingga
diperlukan energi yang tinggi untuk memutuskannya.
b. Memiliki sifat lunak, terasa licin dan digunakan pada pensil dan sebagai pelumas
kering seperti pada kunci.
c. Tidak larut dalam air dan pelarut organik, karena tidak mampu mensolvasi molekul
grafit yang sangat besar.

d. Dibandingkan dengan intan, grafit memiliki massa jenis yang lebih kecil, karena pada
strukturnya terdapat ruang-ruang kosong antar lipatannya.
e. Berupa konduktor listrik dan panas yang baik, karena sifat ini grafit digunakan
sebagai anoda pada baterai (sel Leclanche) dan sebagai elektroda pada sel elektrolisis.
f. Memiliki kerapatan yang lebih rendah dibandingkan intan. Hal ini disebabkan karena
terdapat ruangan dalam jumlah yang relatif banyak yang mana ruangan tersebut
merupakan "sampah" di antara lembaran-lembaran atom.
Grafit juga bisa dibuat menjadi isi pensil. Grafit merupakan bentuk alotrop karbon
yang dapat menghantarkan arus listrik dan panas dengan baik sehingga karena sifat inilah
grafit biasanya digunakan sebagai elektroda pada sel elektrolisis. Umumnya, grafit terdiri atas
lapisan atom karbon yang dapat menggelincir dengan mudah. Artinya, grafit bersifat sangat
lembut dan dapat digunakan sebagai minyak pelumas untuk membuat peralatan mekanis agar
dapat bekerja lebih lancar. Grafit sekarang umum digunakan sebagai timbal pada pensil.
Grafit umumnya berwarna hitam hingga abu-abu tembaga akibat delokalisasi elektron
antar permukaannya sehingga grafit dapat berfungsi sebagai konduktor listrik, mempunyai
berat jenis 2.1 sampai 2.3, tidak berbau dan tidak beracun, serta tidak mudah larut, kecuali
bila grafit berada dalam asam hidroflorik ataupun aqua regia yang mendidih. Selain itu, grafit
juga dapat dikatakan sebagai mineral yang dapat berasal dari batuan beku, sedimen, dan
metamorf. Secara kimia, grafit sama dengan intan karena keduanya berkomposisi karbon,
yang membedakannya adalah sifat fisik. Intan dikenal sangat keras, langka, dan transparan,
sedangkan grafit agak lunak yang bersifat sangat mudah ditemukan. Grafit terbentuk pada
lingkungan batuan metamorf, baik pada metamorf fisme regional, atau kontak. Dapat
dijumpai pada batu gamping kristalin, genes, sekis, kuarsit, dan lapisan batubara termetamorf.
Menurut Kuzvart (1984), grafit dapat terjadi secara proses magnetik awal, kontak magmatik,
hidrotermal, metamorfogenik, dan residual. Grafit terjadi pada batuan metamorf sebagai
akibat dari pengurangan dari sedimen senyawa karbon selama metamorfisme.
Grafit adalah zat yang bukan logam berwarna hitam yang mampu menghantarkan
panas dengan baik, buram, licin, tahan panas, dan dapat dihancurkan menjadi serbuk yang
lebih kecil. Sifat fisika grafit dapat ditentukan oleh sifat dan luas permukaannya. Grafit yang
halus berarti mempunyai permukaan yang relatif lebih luas. Grafit dapat dibuat dengan
mensintesis berbagai bahan yang mengandung karbon. Grafit mempunyai struktur yang
berbentuk lapisan. Jarak antarlapisan hampir 2.5 kali lebih besar dari jarak antaratom dalam

satu lapisan. Hal ini menyebabkan grafit bersifat licin karena satu lapisan dapat meluncur di
atas lapisan lainnya.
Hubungan antarlapisan dalam grafit dapat diibaratkan dengan tumpukan lembaran
kaca yang basah. Elektron yang digunakan untuk membentuk ikatan antarlapisan terikat
relatif lemah, sehingga dapat mengalir dari satu atom ke atom lain, sehingga grafit dapat
menghantarkan listrik.

Rapat massa

2.267 gram cm-3

Panas fusi

100 kj/mol

Kapasitas panas (25 C)

8.517 j/mol K

Konduktivitas termal (300 K)

119-165 W/M K

Tingkat kekerasan (mohs)

1-2

Dalam struktur grafit setiap atom karbon membentuk ikatan kovalen dengan tiga atom
karbon lainnya membentuk susunan heksagonal dengan struktur berlapis seperti tumpukan
kartu. Karena atom karbon memiliki 4 elektron valensi maka pada setiap atom karbon masih
terdapat satu elektron yang belum berikatan (elektron bebas). Sifat daya hantar listrik yang
dimiliki oleh grafit dipengaruhi oleh elektron-elektron yang tidak digunakan untuk
membentuk ikatan kovalen. Elektron-elektron ini tersebar secara merata pada setiap atom C
karena terjadi tumpang tindih orbital seperti pada ikatan logam yang membentuk awan atau
lautan elektron. Oleh karena itu, pada saat diberi beda potensial, elektron-elektron yang
terdelokaslisasi sebagian besar akan mengalir menuju anoda (kutub positif), aliran elektron
inilah yang menyebabkan arus listrik dapat mengalir. Sedangkan ketika salah satu ujung
dipanaskan maka elektron-elektron ini akan segera berpindah menuju bagian yang memiliki
suhu lebih rendah. Akibatnya panas tersebut akan menyebar ke bagian grafit yang memiliki
suhu lebih rendah.
Struktur grafit seperti yang tertera pada gambar :

Struktur grafit
Ikatan kovalen antar lapisan pada grafit relatif lebih lemah bila dibanding ikatan
kovalen antar antar atom dalam satu lapisan. Dengan adanya hal ini menyebabkan grafit
bersifat licin, karena lapisan yang berada dibagian atas mudah tergelincir atau mudah
tergeser.
Grafit tidak terdapat dalam jumlah banyak di alam. Oleh karena itu,untuk keperluan
peralatan teknik serta pembuatan elektroda, grafit harus dibuat secara sintetik. Pembuatan :
Grafit alam atau grafit yang dibuat dari kokas diperkecil ukurannya, yang dicampur dengan
resin sintetik, kemudian dipanaskan sehingga membentuk padatan (sintering) dalam 105
cetakan. Pada proses tersebut, bahan-bahan aditif terbakar menjadi arang. Pemanasan yang
dilakukan sekali lagi sampai temperatur 3000C akan menghasilkan lebih banyak grafit
(grafit elektro). Untuk alat-alat seperti penukar panas, setelah pemanasan, grafit perlu diberi
bahan aditif impregnasi (misalnya dempul dan serbuk grafit). Setelah proses impregnasi,
ketahanan temperaturnya turun menjadi 165C. Sifat-sifat dari grafit adalah penghantar listrik
dan panas yang cukup baik akan tetapi bersifat rapuh. Pada temperature yang lebih tinggi,
grafit teroksidasi oleh asam nitrat berasap, khlor atau oksigen. Grafit hanya dapat dilarutkan
dalam besi leleh. Ditinjau dari segi ketahanan terhadap korosi, grafit merupakan bahan yang
bidang penggunaannya sangat luas.Bahan tersebut tahan terhadap semua asam dan sebagian
besar basa hingga di atas 100C.
Dalam udara, grafit dapat digunakan sampai kira-kira 165

C.Apabila tidak

diimpregnasi, grafit dapat digunakan sampai 500 0C. Pengolahan dan penggunaan dari grafit
adalah gumpalan-gumpalan grafit dipotong menjadi pelat atau dibuat langsung menjadi

barang. Pelat-pelat tersebut ditempel pada bagian luar bejana dengan menggunakan bahan
perekat, membentuk satu atau beberapa lapisan pada bejana. Celah-celahnya ditutup dempul.
Grafit digunakan sebagai elektroda, bantalan luncur, ring penyekat, dan aditif untuk
bahan pelumas. Grafit juga mempertinggi kemampuan lumas teflon. Barang yang seluruhnya
dibuat dari grafit adalah alat penukar panas, cawan lebur, batu filter, pompa, dan pelat pecah.
Grafit juga digunakan sebagai bahan pengisi. Pada alat penyekat dan penghitung volume,
sebagian peralatannya dibuat dari grafit (misalnya torak). Serat grafit dimanfaatkan untuk
pelepasan muatan elektrostatik pada selubung ventilasi.
Grafit berstruktur lapisan yang terdiri atas cincin atom karbon beranggotakan 6 yang
mirip cincin benzen yang terkondensasi tanpa atom hydrogen. Jarak karbon-karbon dalam
lapisan adalah 142 pm dan ikatannya memiliki karakter ikatan rangkap analog dengan
senyawa aromatik. Karena jarak antar lapisan adalah 335 pm dan lapis-lapis tersebut diikat
oleh ikatan yang relatif lemah yakni gaya van der Waals, lapisan-lapisan ini dengan mudah
akan saling menggelincir bila dikenai gaya. Hal inilah yang merupakan asal mula sifat
lubrikasi grafit. Berbagai molekul, seperti logam alkali, halogen, halida logam, dan senyawa
organik dapat menginterkalasi lapisan grafit dan membentuk senyawa interkalasi. Grafit
memiliki sifat semi-logam, konduktivitasnya (10-30 cm paralel dengan lapisan dan
hantarannya sekitar 100 kali lebih kecil dalam arah tegak lurus lapisan).
Karbon sebagai unsur penyusun grafit, memiliki ikatan kovalen dengan keadaan halik
anti paralel. Selain itu, karbon juga memiliki ikatan campuran (tunggal dan ganda) dalam
keadaan dinamis. Karena sifat tersebut di atas grafit memiliki kestabilan bahan yang tinggi.
Bahan grafit yang telah diproses menjadi impermeable graphite atau pyrolitic carbon telah
digunakan sebagai bahan moderator dan reflektor pada Reaktor Temperatur Tinggi (RTT).
Sifat intrinsik bahan ini sangat mendukung untuk persyaratan sebagai komponen moderator
dan reflektor reaktor termal pada temperatur tinggi. Sifat-sifat tersebut antara lain: tampang
lintang absorbsi neutron relatif rendah (sa = 0,0853 barns), tampang lintang hamburan
neutron tinggi (ss = 4.800 barns), kekuatan mekanik yang baik pada temperatur tinggi (su =
140 kg/cm3) dan sifat termal yang baik pada temperatur tinggi.
Grafit dapat dianggap sebagai kelas tertinggi dari batubara, tepat di atas antrasit dan
alternatif yang disebut meta-antrasit, meskipun tidak biasa digunakan sebagai bahan bakar

karena sulit untuk terbakar. Ada tiga jenis utama dari grafit alam, masing-masing terjadi
dalam berbagai jenis bijih deposito:
g. Serpihan grafit Kristal (atau mengelupas grafit untuk pendek) terjadi sebagai
terisolasi, datar, seperti piring partikel dengan heksagonal tepi jika terputus dan ketika
melanggar tepi dapat tidak teratur atau sudut;
h. Grafit amorf terjadi sebagai partikel halus dan merupakan hasil dari metamorfosis
termal batubara, tahap terakhir dari coalification, dan kadang-kadang disebut metaantrasit. Serpihan grafit sangat halus kadang-kadang disebut amorf dalam
perdagangan;
i. Benjolan grafit (juga disebut grafit vena) terjadi di retakan pembuluh darah atau patah
tulang dan muncul sebagai intergrowths platy besar kristal berserat atau acicular
agregat , dan mungkin hidrotermal berasal.
Grafit memiliki struktur, berlapis planar. Dalam setiap lapisan, atom karbon disusun
dalam kisi heksagonal dengan pemisahan 0,142 nm, dan jarak antara pesawat adalah 0,335
nm. Dua bentuk grafit dikenal, alpha (heksagonal) dan beta (rombohedral), sudah sangat sifat
fisik yang sama (kecuali bahwa graphene lapisan tumpukan sedikit berbeda). Grafit
heksagonal bisa datar atau melengkung. Bentuk alfa dapat dikonversi ke bentuk beta melalui
perlakuan mekanik dan bentuk beta beralih ke alpha terbentuk ketika itu dipanaskan di atas
1300 C. Layering ini memberikan kontribusi untuk kerapatan yang lebih rendah.Para akustik
dan termal sifat dari grafit sangat anisotropik , karena fonon merambat sangat cepat
sepanjang pesawat erat-terikat, tetapi lambat untuk perjalanan dari satu pesawat yang lain.

2. Manfaat Atau Kegunaan Dari Grafit


a. Penggunaan Grafit Alam
Grafit alam sebagian besar dikonsumsi untuk refraktori, pembuatan baja, grafit
diperluas, pelapis rem, facings pengecoran dan pelumas. Grafena yang terjadi secara alami
dalam grafit, memiliki sifat fisik yang unik dan mungkin salah satu zat terkuat yang dikenal,
namun, proses pemisahan dari grafit akan membutuhkan beberapa perkembangan teknologi
sebelum ekonomis layak untuk menggunakannya dalam proses industri.
b. Refraktori

Penggunaan akhir ini dimulai sebelum 1900 dengan grafit wadah yang digunakan
untuk menyimpan logam cair, ini sekarang menjadi bagian kecil dari refraktori . Pada
pertengahan 1980-an, karbon-magnesit bata menjadi penting, dan sedikit kemudian bentuk
alumina-grafit. Saat ini urutan pentingnya adalah alumina-bentuk grafit, karbon-magnesit
bata, monolitik (memacu dan campuran serudukan), dan kemudian cawan lebur. Cawan
lebur mulai menggunakan serpihan grafit yang sangat besar, dan karbon-magnesit bata
memerlukan serpihan grafit tidak begitu besar; untuk ini dan lain-lain sekarang ada lebih
banyak fleksibilitas dalam ukuran serpihan diperlukan, dan grafit amorf tidak lagi terbatas
pada low-end refraktori. Alumina-bentuk grafit digunakan sebagai gudang pengecoran
kontinyu, seperti nozel dan palung, untuk menyampaikan baja cair dari ladle ke cetakan, dan
karbon magnesit bata garis baja konverter dan tanur busur listrik untuk menahan suhu
ekstrim. Blok Grafit juga digunakan di bagian tanur tinggi lapisan dimana konduktivitas
termal grafit tinggi sangat penting. Kemurnian tinggi monolitik sering digunakan sebagai
lapisan tungku terus menerus bukan karbon-magnesit bata.
c. Pembuatan Baja
Grafit alam dalam penggunaan akhir sebagian besar masuk ke dalam baja karbon
meningkatkan cair, meskipun dapat digunakan untuk melumasi baja mati digunakan untuk
mengusir panas. Menyediakan pengibar karbon sangat kompetitif, karena itu tunduk untuk
memotong-tenggorokan harga dari alternatif lain seperti bubuk grafit sintetik, kokas minyak
bumi, dan bentuk lain dari karbon. Sebuah peternak karbon ditambahkan untuk meningkatkan
kandungan karbon baja ke tingkat yang ditentukan. Sebuah perkiraan berdasarkan USGS
grafit statistik konsumsi AS menunjukkan bahwa 10.500 ton yang digunakan dalam mode ini
pada tahun 2005.
d. Grafit Diperluas
Grafit diperluas dibuat dengan cara merendam serpihan grafit alam di dalam bak asam
kromat, kemudian terkonsentrasi asam sulfat, yang memaksa pesawat kisi kristal terpisah,
sehingga memperluas grafit. Grafit diperluas dapat digunakan untuk membuat foil grafit atau
digunakan secara langsung sebagai senyawa "panas atas" untuk mengisolasi logam cair dalam
sendok atau merah-panas ingot baja dan menurunkan kehilangan panas, atau sebagai firestops
dipasang di sekitar pintu darurat atau di kerah lembaran logam sekitar pipa plastik (selama
kebakaran, grafit mengembang dan karakter untuk melawan penetrasi api dan menyebar),
atau untuk membuat kinerja tinggi bahan paking untuk suhu tinggi digunakan. Setelah dibuat
menjadi foil grafit, foil adalah mesin dan dirakit menjadi pelat bipolar pada sel bahan bakar .

Foil dibuat menjadi sink panas untuk komputer laptop yang membuat mereka dingin sambil
menyimpan berat badan, dan dibuat menjadi laminasi foil yang dapat digunakan dalam
kemasan katup atau dibuat menjadi gasket. Gaya lama kemasan sekarang adalah anggota
kecil dari pengelompokan ini: serpihan grafit halus dalam minyak atau gemuk untuk
penggunaan yang memerlukan ketahanan panas. Perkiraan konsumsi arus gan grafit alam AS
di ini menggunakan 7.500 ton end.
e. Grafit Interkalat
Grafit bentuk senyawa interkalasi dengan beberapa logam dan molekul kecil. Dalam
senyawa ini, molekul atau atom tuan mendapat "terjepit" antara lapisan grafit, menghasilkan
senyawa dengan stoikiometri variabel. Sebuah contoh yang menonjol dari senyawa
interkalasi grafit adalah kalium, dilambangkan oleh KC rumus

8.

Senyawa interkalasi grafit

superkonduktor . Suhu transisi tertinggi (Juni 2009) T c = 11,5 K dicapai dalam CAC

dan

selanjutnya meningkatkan tekanan diterapkan (15,1 K pada 8 GPa).


f. Lapisan Rem
Serpihan grafit amorf alami dan halus yang digunakan dalam lapisan rem atau sepatu
rem untuk lebih berat (nonautomotive) kendaraan, dan menjadi penting dengan kebutuhan
untuk pengganti asbes . Penggunaan ini telah penting untuk beberapa waktu, tapi nonasbestos
organik (NAO) komposisi mulai biaya pangsa pasar grafit. Sebuah industri lapisan remgoyang-out dengan beberapa penutupan pabrik tidak membantu baik, juga memiliki pasar
otomotif acuh tak acuh. Menurut USGS , Amerika Serikat konsumsi grafit alam di kampas
rem adalah 6.510 ton pada tahun 2005.
g. Facings Foundry Dan Pelumas
Sapuan cetakan pengecoran dihadapi adalah cat berbasis air dari grafit serpihan amorf
atau denda. Lukisan bagian dalam cetakan dengan itu dan membiarkannya kering daun
mantel grafit halus yang akan memudahkan pemisahan pemain objek setelah logam panas
telah didinginkan. Grafit pelumas yang khusus item untuk digunakan pada suhu yang sangat
tinggi atau sangat rendah, sebagai pelumas penempaan mati, seorang agen antiseize, pelumas
gear untuk mesin pertambangan, dan untuk melumasi kunci. Setelah rendah grit grafit, atau
bahkan lebih baik tidak-grit grafit (kemurnian sangat tinggi), sangat diinginkan. Hal ini dapat
digunakan sebagai bubuk kering, dalam air atau minyak, atau sebagai koloid grafit (suspensi
permanen dalam cairan). Sebuah perkiraan berdasarkan USGS statistik menunjukkan bahwa
konsumsi grafit 2.200 ton digunakan dalam mode ini pada tahun 2005.

Kegunaan lain :
Grafit alam telah menemukan menggunakan sebagai bahan menandai yang sama
pensil , di seng-karbon baterai, di motor listrik sikat, dan berbagai aplikasi khusus.

h. Grafit Sintetik
Grafit sintetik ditemukan oleh Edward Goodrich Acheson (1856-1931). Pada 1890-an
pertengahan, Acheson menemukan bahwa overheating Carborundum (juga disebut silikon
karbida atau SiC, yang juga ditemukan) diproduksi grafit hampir murni. Sementara belajar
efek dari suhu tinggi pada Carborundum, ia menemukan bahwa silikon menguap pada sekitar
4150 C (7.500 F), meninggalkan karbon graphitic. Grafit ini adalah penemuan besar lain
baginya, dan itu menjadi sangat berharga dan bermanfaat sebagai pelumas. Para Acheson
Grafit Co dibentuk pada 1899. Pada tahun 1928 perusahaan ini digabung dengan National
Karbon Co (sekarang Union Carbide). Acheson juga mengembangkan berbagai produk
koloid grafit termasuk Oildag dan Aquadag. Ini yang kemudian diproduksi oleh Acheson
Koloid Co (sekarang Acheson Industri).
i. Elektroda
Elektroda ini membawa listrik yang meleleh skrap besi dan baja (dan kadang-kadang
langsung berkurang besi: DRI) dalam tungku busur listrik, sebagian besar tungku baja yang
terbuat dari kokas minyak bumi setelah dicampur dengan pitch coal tar, diekstrusi dan
dibentuk, kemudian dipanggang untuk mengkarbonisasi pengikat (pitch), dan kemudian grafit
dengan memanaskan ke suhu mendekati 3000 C, yang mengubah karbon grafit. Elektrode
tersebut dapat bervariasi dalam ukuran sampai dengan 11 ft panjang dan 30 masuk dalam
diameter. Meningkatkan proporsi baja global yang dibuat dengan menggunakan tungku busur
listrik, dan tanur busur listrik itu sendiri adalah mendapatkan lebih efisien dan membuat baja
lebih per ton dari elektroda.
j. Bubuk Dan Skrap
Serbuk ini dibuat dengan memanaskan bubuk kokas minyak bumi di atas suhu
grafitisasi, kadang-kadang dengan sedikit modifikasi. Potongan grafit berasal dari potonganpotongan bahan elektroda tidak dapat digunakan (pada tahap manufaktur atau setelah
digunakan) biasanya setelah menghancurkan dan ukuran.
k. Moderator Neutron

Nilai khusus dari grafit sintetik juga menemukan digunakan sebagai matriks dan
moderator

neutron

dalam

reaktor

nuklir.

Rendah

neutron

cross-section

juga

merekomendasikan untuk digunakan dalam diusulkan reaktor fusi . Perawatan harus diambil
bahwa reaktor grafit kelas bebas dari bahan menyerap neutron seperti boron , banyak
digunakan sebagai elektroda benih dalam komersial deposisi grafit. Grafit yang digunakan
untuk reaktor nuklir sering disebut sebagai grafit nuklir .
Kegunaan lain :
Grafit (karbon) serat dan karbon nanotube juga digunakan dalam plastik serat karbon
diperkuat , dan di tahan panas komposit seperti karbon-karbon yang diperkuat (RCC).
Struktur komersial terbuat dari komposit serat karbon grafit termasuk pancing , klub golf
shaft, sepeda frame, panel mobil sport tubuh, pesawat dari Boeing 787 Dreamliner dan kolam
renang tongkat isyarat dan telah berhasil digunakan dalam beton bertulang , Sifat mekanik
dari serat karbon grafit komposit yang diperkuat plastik dan abu-abu besi cor sangat
dipengaruhi oleh peran grafit dalam bahan-bahan. Dalam konteks ini, istilah "(100%) grafit"
sering longgar digunakan untuk merujuk kepada campuran murni penguatan karbon dan resin
, sementara istilah "komposit" yang digunakan untuk material komposit dengan bahan-bahan
tambahan.
3. Struktur Grafit
a. Struktur kovalen raksasa dari grafit :
Grafit memiliki struktur lapisan (layer structure) yang sedikit sulit untuk digambarkan
secara meyakinkan pada bentuk tiga dimensi. Diagram dibawah ini menunjukkan susunan
atom pada tiap lapisan, dan cara lapisan menempati ruang.

Ikatan pada grafit


Tiap atom karbon menggunakan tiga elektron yang dimilikinya untuk membentuk

ikatan yang sederhana pada tiga atom karbon tetangga terdekatnya. Keadaan seperti ini
membiarkan elektron keempat berada pada tingkat ikatan. Cadangan elektron pada tiap atom
karbon tersebut menjadi terdelokalisasi pada seluruh bagian lembaran atom pada satu lapisan.
Cadangan elektron tersebut tidak berhubungan secara langsung dengan pasangan atom
tertentu, tetapi elektron tersebut bebas mengembara melintasi seluruh bagian lembaran atom.
Sesuatu hal yang penting bahwa elektron yang terdelokalisasi tersebut bebas bergerak ke
bagian mana saja pada lembaran atom iap elektron tidak terpaku pada atom karbon tertentu.
Keadaan ini, bagaimanapun, tidak terjadi kontak secara langsung antara elektron yang
terdelokalisasi pada suatu lembaran atom tertentu dengan elektron yang lain pada lembaran
atom tetangganya.
Grafit merupakan bahan yang mempunyai peran yang sangat strategis dalam industri
nuklir. Grafit memiliki sifat penghantar listrik dan panas yang baik karena hanya memiliki
tiga orbital yang digunakan dan membentuk orbital hybrid sp 2 yang menghasilkan tiga ikatan
coplanar. Sedang satu orbital p yang tidak digunakan akan membentuk ikatan dengan
orbital p atom C pada bidang basal. Aplikasi dalam industri nuklir antara lain sebagai matriks
moderator, yaitu bahan yang mempunyai kemampuan menyerap energi atau memperlambat.
Selain itu grafit juga dapat digunakan sebagai bahan reflector neutron yang terlepas pada
waktu fisi, sehingga peluang fisi U235 menjadi lebih besar. Persyaratan yang harus dipenuhi
agar grafit dapat berkiprah dalam industri nuklir antara lain mempunyai kemurnian yang
tinggi, porositas antara 17.61 hingga 30.46 persen, faktor padat sekitar 69.54 hingga 82.39
persen, densitas antara 1,67 g/cm3 hingga 1,75 g/cm3 dan tahan jenis sebesar 1 x 10-3 - m.
Grafit mempunyai kisi-kisi ideal :

Struktur Grafit ideal


Bidang basal grafit terdiri dari heksagonal terbuka (open hexagon) dengan jarak antar
atom C sebesar 1,415 . Bidang-bidang basal ini ditumpuk dalam suatu pola urutan
tumpukan yang berseling dengan spasi antar lapisan sebesar 3,3539 0,0001 . Struktur
turbostratik atau lubrikostratik merupakan pola urutan tumpukan bidang basal struktur grafit
yang tersusun secara acak sempurna.

Struktur Grafit Turbostratik


Pada gambar di atas, spasi antar lapisan sebesar 3,44 atau sekitar 2,60 persen. Pola
tumpukan kristal grafit ada dua macam, yaitu pola tumpukan -ABCABCABC- yang dikenal
dengan pola rombohedral dan pola tumpukan ABABAB- yang disebut pola heksagonal.
Pada pola rombohedral, setiap atom C pada lapisan ke empat akan tepat di atas atom C pada
lapisan pertama. Sedangkan pola tumpukan heksagonal, setiap atom C pada lapisan ketiga
akat tepat di atas atom C pada lapisan pertama.

Struktur Grafit Heksagonal

Kemurnian atau kualitas hasil proses pembuatan grafit sangat ditentukan oleh
beberapa faktor yaitu kondisi material, ukuran butir, pembentukan (forming) dan pemanasan.
Pencampuran yang baik akan mengakibatkan sifat fisis grafit menjadi bagus. Persyaratan agar
dapat diperoleh campuran yang baik, maka bahan harus mudah dicetak, bahan harus tidak
berpori (jikalau berpori akan mengakibatkan penurunan bulk density bahan. Bahan pengikat
biasanya terbuat dari hasil pyrolisis batubara yang bersifat padat pada suhu kamar, namun
pada suhu sekitar 80 oC. Proses pembuatan adonan dilakukan pada suasana panas agar bahan
pengikat yang berupa serbuk (padat) berangsur-angsur meleleh sehingga campuran menjadi
semacam pasta (lembek).
Metode Eksplorasi dan Penambangan Bahan Galian Grafit
Grafit ditambang di seluruh dunia oleh kedua metode tambang terbuka dan bawah tanah :
A. Metode Tambang Terbuka :
1. Open pit, open cut, open cast dan open mine adalah metode penambangan yang
diterapkan untuk bahan galian logam.
2. Quarry adalah metode penambangan yang diterapkan untuk bahan galian non logam.
3. Strip mine adalah metode penambangan yang diterapkan untuk endapan bahan galian
yangposisinya horisontal atau agak miring.
4. Alluvial mine adalah metode penambangan yang diterapkan untuk endapan alluvial.
B. Metode Tambang Bawah Tanah :

1. Open stope methods :


a. Gophering adalah sistem yang arah penggaliannya selalu mengikuti arah endapan
bijih.
b. Underground glory hole adalah sistem penggaliannya dimulai dari atas raise dan
diperbesar kesegala arah.
c. Shrikage stoping adalah sistem penggaliannya dilakukan secara over hand. sublevel
stoping adalah sistem dimana dibuat sublevel-sublevel dengan jarak tertentu.

2. Supported methods :
a. Cut and fill stoping adalah sistem penggaliannya dimana broken orenya dikeluarkan
seluruhnyadan diganti dengan fiiling material.

b. Shrinkage stoping adalah sisitem yang menerapkan perpaduan antara shrinkage dan
cut and fillstoping.
c. Square set stoping adalah sistem penambangannya digunakan timber untuk
menyangga seluruhruangan bekas tambang.
d. Stull stoping adalah sistem penambangannya menggunakan stull untuk menyangga
antarahanging wall dan foot wall.

3. Caving methods :
a. Top slicing adalah sistem penggaliannya diawali dari puncak yang dilakukan slice
demi slice.
b. Sublevel caving adalah sistem penggaliannya dengan membuat sublevel-sublevel.
c. Block caving adalah penambangannya dengan memanfaatkan runtuhnya broken ore
dalam tiapblock level.
Perusaan Yang Melakukan Atau Yang Mengolah Bahan Galian Grafit.
Pemilik

pertambangan

di Kab.

Sijunjung yaitu

di

kelola

oleh

pemerintah

setempat. Secara regional Kab. Sijunjung terletak pada bagian tengah cekungan Ombilin
yang merupakan bagian dari Cekungan Sumatera Tengah. Menurut Koesoemadinata (Vide,
Sukendar Asikin, 1987), Cekungan Ombilin ini mempunyai panjang 60 km dan lebar 25 km.
Pada cekungan ini terdapat dua formasi batuan yaitu: Anggota Bawah Formasi Ombilin dan
Anggota Atas Formasi Ombilin. Stratigrafinya terdiri dari batuan sedimen yang berumur
tersier, batuan metamorf yang berumur Pra-Tersier & batuan intrusi yang berumur Trias.
Dengan kondisinya yang seperti itu maka daerah ini menyimpan sumber daya mineral dan
energi yang cukup potensial, seperti; batu kapur, marmer, granit, andesit, Grafit, kalsit,
kaolin, pasir kuarsa, fosfat, silika, lempeng kuarsit, emas, hingga batubara.
Analisa Keuangan Harga Jual Nasional/Internasional Per Ton/Per Kg Dari Bahan
Galian Grafit
Sampai saat ini belum ada informasi di media massa maupun di media komunikasi
yang menyatakan tentang Analisa Keuangan Harga Jual Nasional/Internasional Per Ton/Per
Kg DariBahan Galian Grafit.

Produksi Per Hari Dan Jumlah Cadangan Serta Perkiraan Umur Tambang Bahan Galian
Grafit :
Jenis

Lokasi

Grafit

Kec. Kamang Baru

Cadangan

Bukit Sungai Cengar Desa Kamang

Penyebaran

Ratusan Ton 30 Ha

Km 10 Jalan Kiliran Jao

Kec. Tanjung Gadang


Bukit Pendakian
TanahHitam Batang Karing

Terbatas

Terbatas

Hitam Batang Karing

Data produksi di atas didapatkan dari dinas pertambangan pemerintah kab. Sijunjung sebagai
pengelola dari pertambangan di daerah kab. Sijunjung.

Foto Proses Penambangan (Alat Berat


Dan Transportasi Tambang)
Tujuan utama penggunaan alat berat di
dunia

pertambangan

adalah

untuk

memindahkan material dari satu tempat


ke tempat yang lain dalam hal ini dari
loading point menuju dumping area.
Secara garis besar penggunaan Alat Berat
di dunia pertambangan memiliki 5 type fungsi :
1. Trucks
Truck atau yang biasa disebut Dump Truck, Haul Dump atau OHT (On High Truck) adalah
suatu kendaraan yang berfungsi untuk mengangkut material dari Loading Area menuju

Dumping Area ataupun Stock Pile. Kendaraan ini memiliki kapasitas muat yang cukup
banyak dengan berbagai macam type, bergantung dari kondisi tambang yang digunakan.
2. Loading Tools
Loading tools yang biasa digunakan di
tambang bermacam-macam seperti cable
shovel, Hydraulic front shovel, Hydraulic
Backhoes
loaders.

(Excavator)
Loading

ataupun

tools

ini

Wheel
berfungsi

memindahkan material dari Loading Area ke


dalam Dump Truck untuk diangkut menuju
tempat yang diinginkan.
3. Motor Grader
Motor

Grader

memiliki

fungsi

untuk

meratakan dan merawat jalan (Haul Road)


yang digunakan untuk mengangkut material
dari loading area ke Dumping area ataupun
stock pile.
4. Track type Tracktor
Mesin yang termasuk dalam keluarga track
type tracktor adalah Dozer, sesuai dengan
namanya Dozer menggunakan track
untuk

berjalan

gampangnya

mirip

atau

lebih

tank

yang

berjalan

menggunakan

track.

Kegunaan

Dozer

untuk

mendorong

tanah

adalah
dan

bertujuan

merapikan area loading maupun


Dumping dan Stock Pile.
5. Drills

Sesuai dengan namanya Drill yang berarti bor, alat ini


digunakan untuk mengebor tanah atau membuat lubang
di tanah dengan diameter dan kedalaman tertentu untuk
memasukkan bahan peledak (blasting) dengan tujuan
untuk mempermudah memindahkan material.
Peta Kesampaian Lokasi
Kabupaten

Sijunjung,

disebut Sawahlunto
kabupaten yang

Sijunjung,
terletak

di

sebelumnya

adalah

salah

satu

provinsi Sumatera

Barat, Indonesia, dengan Ibu kotanya berada di Muaro


Sijunjung.

Kabupaten

ini

sebelum

tahun 2004 merupakan kabupaten terluas ketiga di


Sumatera Barat, namun sejak dimekarkan (yang menghasilkan Kabupaten Dharmasraya),
Kabupaten Sijunjung menjadi kabupaten tersempit kedua di provinsi Sumatera Barat.
Peta Lokasi Kabupaten Sijunjung :
Koordinat: 0 18 43" LS 1 41 46" LS
dan 101 30 52" BT 100 37 40" BT
Kabupaten sijunjung hanya berjarak 110 kilometer dari kota Padang dan dapat di
tempuh dengan menggunakan trasportasi roda dua maupun roda emapat dengan jarak waktu
ira-kira hanya 3-4 jam. Peluang lain yang dapat dimanfaatkan adalah kandungan deposit
bahan tambang di perut bumi Sawahlunto/Sijunjung, termasuk di bagian utara yang
morfologinya lebih bergelombang. Terdapat cukup banyak simpanan batu kapur, grafit,
andesit, granit, kalsit, kaolin, pasir kuarsa, fosfat, silika, lempung kuarsit, dan emas.
Komponen utama dari grafit adalah Carbo ( C ). Berikut merupakan keterangan dari carbon.

Penampilan
bening

(intan)

&

hitam

(grafit)

Garis spektrum karbon


Ciri-ciri umum
Nama, lambang,Nomor karbon, C, 6
atom
Dibaca

/krbn/

Jenis unsur

nonlogam

Golongan,periode, blo 14, 2, p


k
Massa atom standar

12.0107(8)

Konfigurasi elektron

1s2 2s2 2p2 atau

[He]

2s2 2p2

2,4
Sifat fisika
Fase

Solid

Massa

amorphous: 1.82.1 gcm3

jenis(mendekati suhu
kamar)
Massa

intan: 3.515 gcm3

jenis(mendekati suhu
kamar)
Massa

graphite: 2.267 gcm3

jenis(mendekati suhu
kamar)
Titik sublimasi

6588 F3642 C,3915 K,

Titik tripel

4600 K (4327C), 10800[2][3] kPa

Kalor peleburan

117 (graphite) kJmol1

Kapasitas kalor

6.155

(intan)

8.517 (grafit) Jmol1K1


Sifat atom
Bilangan oksidasi

4, 3, 2, 1, 0, -1, -2, -3, -4

Elektronegativitas

2.55 (skala Pauling)

Energi

ionisasi pertama: 1086.5 kJmol1

(lebih lanjut)

ke-2: 2352.6 kJmol1


ke-3: 4620.5 kJmol1

Jari-jari kovalen

77(sp), 73(sp), 69(sp) pm

Jari-jari van der Waals 170 pm


Lain-lain
Struktur kristal

Diamond

Catatan struktur kristal (intan, bening)


Pembenahan magnetik diamagnetic
Konduktivitas termal

900-2300

(intan)

119-165 (grafit) Wm1K1


Ekspansi termal

(25 C) 0.8 (intan) mm1K1

Kecepatan

(20 C) 18350 (intan) ms1

suara(batang ringan)
Modulus Young

1050 (intan) Gpa

Modulus Shear

478 (intan) Gpa

Bulk modulus

442 (intan) Gpa

Rasio Poisson

0.1 (intan)

Kekerasan Mohs

10

(intan)

1-2 (grafit)
Nomor CAS

7440-44-0

Karbon atau zat arang merupakan unsur kimia yang mempunyai simbol C dan nomor
atom 6 pada tabel periodik. Sebagai unsur golongan 14 pada tabel periodik, karbon
merupakan unsur non-logam dan bervalensi 4 (tetravalen), yang berarti bahwa terdapat empat
elektron

yang

dapat

macam isotop karbon

digunakan
yang

untuk

ditemukan

membentuk ikatan kovalen.

secara

alami,

Terdapat

yakni 12C dan 13C yang

tiga
stabil,

dan 14C yang bersifat radioaktif dengan waktu paruh peluruhannya sekitar 5730 tahun.
Karbon merupakan salah satu dari di antara beberapa unsur yang diketahui keberadaannya
sejak zaman kuno. Istilah "karbon" berasal dari bahasa Latincarbo, yang berarti batu bara.
Karbon memiliki beberapa jenis alotrop, yang paling terkenal adalah grafit, intan,
dankarbon amorf. Sifat-sifat fisika karbon bervariasi bergantung pada jenis alotropnya.
Sebagai contohnya, intan berwarna transparan, manakala grafit berwarna hitam dan kusam.
Intan merupakan salah satu materi terkeras di dunia, manakala grafit cukup lunak untuk
meninggalkan bekasnya pada kertas. Intan memiliki konduktivitas listik yang sangat rendah,
sedangkan grafit adalah konduktor listrik yang sangat baik. Di bawah kondisi normal, intan
memiliki konduktivitas termal yang tertinggi di antara materi-materi lain yang diketahui.
Semua alotrop karbon berbentuk padat dalam kondisi normal, tetapi grafit merupakan alotrop
yang paling stabil secara termodinamikdi antara alotrop-alotrop lainnya.
Semua alotrop karbon sangat stabil dan memerlukan suhu yang sangat tinggi untuk
bereaksi, bahkan dengan oksigen. Keadaan oksidasi karbon yang paling umumnya ditemukan
adalah +4, manakala +2 dijumpai pada karbon monoksida dan senyawa kompleks logam
transisi lainnya. Sumber karbon anorganik terbesar terdapat padabatu kapur, dolomit,

dan karbon

dioksida,

tanah gambut, minyak

sedangkan
bumi,

sumber

dan klatrat

organik

metana.

Karbon

terdapat
dapat

padabatu

bara,

membentuk

lebih

banyak senyawa daripada unsur-unsur lainnya, dengan hampir 10 juta senyawa organik murni
yang telah dideskripsikan sampai sekarang.
Karbon adalah unsur paling berlimpah ke-15 di kerak Bumi dan ke-4 di alam semesta.
Karbon terdapat pada semua jenis makhluk hidup, dan pada manusia, karbon merupakan
unsur paling berlimpah kedua (sekitar 18,5%) setelah oksigen. Keberlimpahan karbon ini,
bersamaan dengan keanekaragaman senyawa organik dan kemampuannya membentuk
polimer membuat karbon sebagai unsur dasar kimiawi kehidupan. Unsur ini adalah unsur
yang paling stabil di antara unsur-unsur yang lain, sehingga dijadikan patokan dalam
mengukur satuan massa atom.
Karbon memiliki berbagai bentuk alotrop yang berbeda-beda, meliputi intan yang
merupakan bahan terkeras di dunia sampai dengan grafit yang merupakan salah satu bahan
terlunak. Karbon juga memiliki afinitas untuk berikatan dengan atom kecil lainnya, sehingga
dapat membentuk berbagai senyawa dengan atom tersebut. Oleh karenanya, karbon dapat
berikatan dengan atom lain (termasuk dengan karbon sendiri) membentuk hampir 10 juta
jenis senyawa yang berbeda. Karbon juga memiliki titik lebur dan titik sublimasi yang
tertinggi di antara semua unsur kimia. Pada tekanan atmosfer, karbon tidak memiliki titik
lebur karena titik tripelnya ada pada 10,8 0,2 MPa dan 4600300 K, sehingga ia akan
menyublim sekitar 3900 K.
Karbon dapat menyublim dalam busur karbon yang memiliki temperatur sekitar 5800
K, sehingga tak peduli dalam bentuk alotrop apapun, karbon akan tetap berbentuk padat pada
suhu yang lebih tinggi daripada titik lebur logam tungsten ataupun renium. Walaupun karbon
secara termodinamika mudah teroksidasi, karbon lebih sulit teroksidasi daripada senyawa
lainnya (seperti besi dan tembaga).
Karbon merupakan unsur dasar segala kehidupan di Bumi. Walaupun terdapat
berbagai jenis senyawa yang terbentuk dari karbon, kebanyakan karbon jarang bereaksi di
bawah kondisi yang normal. Di bawah temperatur dan tekanan standar, karbon tahan terhadap
segala oksidator terkecuali oksidator yang terkuat. Karbon tidak bereaksi dengan asam
sulfat, asam klorida, klorin, maupun basa lainnya. Pada temperatur yang tinggi, karbon dapat
bereaksi dengan oksigen, menghasilkan oksida karbon oksida dalam suatu reaksi yang
mereduksi oksida logam menjadi logam. Reaksi ini bersifat eksotermik dan digunakan dalam
industri besi dan baja untuk mengontrol kandungan karbon dalam baja:
Fe3O4 + 4 C(s) 3 Fe(s) + 4 CO(g)

Pada temperatur tinggi, karbon yang dicampur dengan logam tertentu akan
menghasilkan karbida logam, seperti besi karbida sementit dalam baja, dan tungsten
karbida yang digunakan secara luas sebagai abrasif.
Pada tahun 2009, grafena diketahui sebagai material terkuat di dunia yang pernah
diujicobakan. Walaupun demikian, proses pemisahan grafena dari grafit masih belum cukup
ekonomis untuk digunakan dalam proses industri.
Berbagai alotrop karbon memiliki ciri-ciri yang sangat berlawanan satu sama lainnya:
Intan

nanokristal

sintetik

merupakan Grafit adalah salah satu material terlunak yang

material terkeras yang diketahui.

diketahui.

Intan merupakan bahan abrasif.

Grafit adalah pelumas yang sangat baik.

Intan tidak menghantarkan listrik (insulator). Grafit menghantarkan listrik (konduktor).


Intan merupakan konduktor panas yang baik.
Intan berwarna transparan.
Intan mengkristal dalam sistem kristal kubik.
Karbon amorf bersifat isotropik.

Beberapa

jenis

grafit

digunakan

sebagai

dalam sistem

kristal

insulator panas.
Grafit berwarna kelam.
Grafit

mengkristal

heksagonal.
Karbon nanotabung merupakan bahan yang
paling anisotropik yang pernah dibuat.

A. Compounds
1. Carbon-Oxygen
Ada banyak oksida karbon (oxocarbons), yang paling umum adalah karbon
dioksida (CO2) dan karbon monoksida (CO). Lainnya oksida kurang dikenal termasuk
suboksida karbon (C3O2) dan anhidrida mellitic (C12O9). Ada juga banyak oksida stabil
atau sulit dipahami, seperti Dikarbon monoksida (C 2O), anhidrida oksalat (C2O4), dan
trioksida karbon (CO3).
Ada beberapa anion oxocarbon, ion negatif yang hanya terdiri dari oksigen dan
karbon. Yang paling umum adalah karbonat (CO 32-), dan oksalat (C2O42-). Dengan asam
yang sesuai adalah asam sangat tidak stabil karbonat (H 2CO3) dan asam oksalat cukup
stabil (H2C2O4), masing-masing. Ini anion sebagian dapat terdeprotonasi untuk
memberikan bikarbonat (HCO3-) dan hydrogenoxalate (HC2O4-). Lebih eksotis anion
karbon-oksigen lainnya ada, seperti acetylenedicarboxylate (O 2C-C C-CO22-),
mellitate (C12O96-), squarate (C4O42-), dan rhodizonate (C6O62-). Para anhidrida dari
beberapa asam ini oksida karbon, karbon dioksida, misalnya, dapat dilihat sebagai
anhidrida asam karbonat.
Beberapa karbonat penting adalah: Ag2CO3, BaCO3, CaCO3, CdCO3, Ce2(CO3)3, CoCO3,
Cs2CO3, CuCO3, FeCO3, K2CO3, La2(CO3)3, Li2CO3, MgCO3, MnCO3, (NH4)2CO3,
Na2CO3, NiCO3, PbCO3, SrCO3, and ZnCO3.
2. Karbon-Sulfur
Senyawa karbon-sulfur penting anorganik adalah karbon sulfida karbon disulfida (CS 2) dan
karbonil sulfida (OCS). Karbon monosulfide (CS) seperti karbon monoksida sangat
tidak stabil. Kelas senyawa yang penting adalah Tiokarbonat, thiocarbamates,
dithiocarbamates dan trithiocarbonates.
3. Karbon-Nitrogen
Molar

cyanogen
hydrogen
cyanide

composition

mass

(CN)2

(g/mole)
52.03

HCN

27.03

Boiling

Melting

point C

point C

-21

-28

25-26

-12 - -14

260

cyanamide

CN2H2

42.04

isocyanic acid

HNCO

43.03

23.5

-86

CNCl

61.47

13

-6

CNClO3S

141.53

107

-44

(NCCl)3

184.41

192

154

cyanogen
chloride
chlorosulfonyl
isocyanate
cyanuric
chloride

(decomp.)

44

B. Isotop
Isotop karbon adalah inti atom yang memiliki enam

proton ditambah

beberapa neutron (bervariasi mulai dari 2 sampai 16). Karbon memiliki dua isotop stabil,
secara alami terjadi. Isotop karbon-12 (C-12) membentuk 98,93% karbon yang ada di bumi,
sementara isotop Karbon-13 (C-13) membentuk sisanya yakni 1,07%. Konsentrasi isotop C12 lebih meningkat pada material biologi karena reaksi biokimia menyingkirkan isotop C-13.
Pada tahun 1961, IUPAC mengadopsi isotop C-12 sebagai dasar dari masa atom. Identifikasi
karbon pada percobaan resonansi magnetik nuklir diselesaikan dengan isotop C-13.
Karbon-14 (C-14) adalah radioisotop yang terjadi secara alami yang terjadi dalam
jumlah jejak di bumi hingga 1 bagian per triliun (10-10%), kebanyakan terbatas di atmosfer
dan endapan dangkal, terutama pada gambut dan material organik lainya. Isotop ini,
meluruhkan 0,158 MeV emisi sinar -. Karena waktu paruh relatifnya 5730 tahun, 14C hampir
tidak ada dalam batuan tua, tetapi tercipta di atmosfer (stratosfer bagian bawah dan troposfer
bagian atas) oleh interaksi interaksi nitrogen dengan sinar kosmis. Kelimpahan 14C di
atmosfer dan organisme hidup hampir konstan, tetapi diduga berkurang pada saat organisme
itu mati. Prinsip inilah yang digunakan dalam penanggalan radiokarbon, ditemukan pada
tahun 1949, yang telah digunakan secara luas untuk menghitung usia material yang
mengandung karbon sampai dengan 40.000 tahun usianya.
Ada 15 isotop karbon yang terkenal dan isotop dengan hidup terpendek adalah 8C
yang meluruhkan proton dan peluruhan alfa dan memiliki waktu paruh 1,98739x10-21 sekon.

19

C yang luarbiasa menunjukan halo nuklir, yang berarti radiusnya cukup besar daripada yang

diharapkan jika inti dalam keadaan kepadatan konstan.


C. Manfaat Karbon dan Senyawa Karbon
Senyawa karbon (C) merupakan senyawa yang banyak dikenal. Keistimewaan unsur
karbon dibandingkan dengan unsur golongan IVA yang lain adalah unsur ini secara alamiah
mengikat dirinya sendiri dalam rantai, baik dalam ikatan tunggal C C, ikatan rangkap dua
C = C, maupun ikatan rangkap tiga C C (Sri Lestari, 2004: 42). Unsur karbon memiliki
beberapa bentuk yang berbeda, yaitu intan, grafit, dan arang. Bentuk-bentuk yang berbeda
dari unsur yang sama disebut alotrop.
1.

Manfaat Intan
Intan adalah zat padat yang bening dan zat yang paling keras, mempunyai indeks bias

tinggi, bukan konduktor listrik tetapi tahan asam dan alkali. Intan terbentuk secara alamiah.
Susunan molekul intan lebih rapat dibandingkan grafit, dengan kerapatan intan 3,51 g/cm3,
sedangkan grafit 2,22 g/cm3. Untuk membuat intan dari grafit diperlukan tekanan dan suhu
yang tinggi, yaitu 3.000 C dan 125 bar dengan katalis logam transisi, seperti Cr, Fe, atau Pt,
yang akan menghasilkan intan 0,1 karat. Kegunaan intan alam sebagian besar untuk
perhiasan. Intan alam yang tidak cukup baik digunakan untuk pemotong kaca, gerinda, dan
mata bor serta digunakan untuk membuat ampelas untuk memoles benda yang sangat keras,
seperti baja tahan karat.
2. Manfaat Grafit
Grafit adalah zat bukan logam berwarna hitam yang mampu menghantarkan panas
dengan baik, buram, licin, tahan panas, dan dapat dihancurkan menjadi serbuk yang lebih
kecil. Sifat fisika grafit ditentukan oleh sifat dan luas permukaannya. Grafit yang halus
berarti mempunyai permukaan yang relatif lebih luas (Sri Lestari, 2004: 43). Grafit dapat
dibuat dengan mensintesis berbagai bahan yang mengandung karbon. Grafit mempunyai
struktur yang berbentuk lapisan. Jarak antarlapisan hampir 2,5 kali lebih besar dari jarak
antaratom dalam satu lapisan. Hal ini menyebabkan grafit bersifat licin karena satu lapisan
dapat meluncur di atas lapisan lainnya.

Hubungan antarlapisan dalam grafit dapat diibaratkan dengan tumpukan lembaran


kaca yang basah. Grafit juga mempunyai titik leleh yang tinggi. Elektron yang digunakan
untuk membentuk ikatan antarlapisan terikat relatif lemah, sehingga dapat mengalir dari satu
atom ke atom lain, sehingga grafit dapat menghantarkan listrik.
Kegunaan grafit, antara lain adalah sebagai elektrode pada baterai, proses elektrolisis,
atau untuk pensil. Selain itu, jika karbon aktif dipanaskan pada suhu 1.500 C dengan
paladium, platina sebagai katalis, akan menghasilkan serat polimer, seperti poliakrilonitril
atau selulosa, yang bila digabungkan dengan plastik akan membentuk foam dan foil.
3. Manfaat Arang
Bahan lain yang mengandung karbon adalah arang. Arang dibuat dari kayu atau
serbuk gergaji dengan pemanasan pada suhu tinggi tanpa udara. Arang merupakan kristal
halus dengan struktur seperti grafit. Ruang antarlapisan atom dalam arang yang dibubuk
halus dapat menjerap atom, sehingga zat itu mempunyai daya absorpsi yang besar. Oleh
karena itu zat ini digunakan dalam topeng gas. Arang dapat digunakan untuk mengadsorpsi
zat warna dan bahan polutan dalam pengolahan air serta dalam air tebu pada pengolahan
gula, selain sebagai obat sakit perut.
4. Manfaat Karbon Monoksida
Karbon monoksida merupakan gas tidak berwarna, tidak berbau, beracun, dan
mempunyai titik didih 190 C. Karbon monoksida ini akan terbentuk jika karbon dibakar
dengan jumlah oksigen yang sedikit, secara stoikiometri kekurangan oksigen. Karbon
monoksida antara lain dapat dihasilkan melalui reduksi batuan fosfat menjadi fosfor dan hasil
pembakaran bahan bakar, seperti knalpot pada kendaraan bermotor. Karbon monoksida
berbahaya bagi tubuh karena mampu mengikat atom Fe dalam hemoglobin darah.
Karbon monoksida dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar dengan cara
mencampurkannya dengan gas lain, sebagai reduktor pada pengolahan berbagai jenis logam.
Selain itu campuran karbon monoksida dan H2 penting untuk sintesis metanol (Sri Lestari,
2004: 45).
5. Manfaat Karbon Dioksida

Karbon dioksida dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar yang mengandung
karbon. Secara alami, karbon dioksida berwujud gas dan diperoleh dari hasil metabolisme
hewan dan hanya sedikit sekali di atmosfer, sekitar 0,03% volume (Kirk Othmer, vol. 5).
Meskipun tidak berbahaya, akan tetapi jika kadarnya terlalu besar dapat menyebabkan orang
pingsan dan merusak sistem pernapasan. Karbon dioksida secara komersial diperoleh dari
pembakaran residu penyulingan minyak bumi. Dalam jumlah besar juga diperoleh sebagai
hasil samping produksi urea dan pembuatan alkohol dari proses fermentasi.
Reaksi: C6H12O6 2 C2H5OH + 2 CO2
Beberapa kegunaan karbon dioksida adalah:
a. Es kering (dry ice), digunakan sebagai pendingin, seperti pada pembuatan es krim, produk
daging, dan makanan beku.
b. Sebagai pemadam api, CO2 akan mencegah api menyebar karena sifatnya yang lebih
ringan dibandingkan dengan udara, sehingga akan melingkari api.
c. Untuk membuat minuman berkarbonasi (soft drink), seperti air soda, limun, dan lainnya.
d. Sebagai reagen kimia pada proses pembuatan sodium salisilat, potasium, amonium
karbonat dan bikarbonat.
e. Sebagai bahan baku untuk fotosintesis dan menentukan suhu global iklim.
f. Sebagai bahan baku untuk fotosintesis tumbuhan air dan digunakan siput dan sejenisnya
untuk membuat cangkang.

KAYU
A. Pengertian Kayu

Kayu adalah bagian batang atau cabang serta ranting tumbuhan yang mengeras
karena mengalamilignifikasi (pengayuan).Kayu digunakan untuk berbagai keperluan, mulai
dari memasak, membuat perabot (meja, kursi),bahan bangunan (pintu, jendela, rangka atap),
bahan kertas, dan banyak lagi. Kayu juga dapat dimanfaatkan sebagai hiasan-hiasan rumah
tangga

dan

sebagainya.

Penyebab

terbentuknya

kayu

adalah

akibat

akumulasi selulosa dan lignin pada dinding sel berbagaijaringan di batang. Ilmu perkayuan
(dendrologi) mempelajari berbagai aspek mengenai klasifikasi kayu serta sifat kimia, fisika,
dan mekanika kayu dalam berbagai kondisi penanganan.
Kayu merupakan hasil hutan yang mudah diproses untuk dijadikan barang sesuai
dengan kemajuan teknologi. Kayu memiliki beberapa sifat yang tidak dapat ditiru oleh
bahan-bahan lain. Pemilihan dan penggunaan kayu untuk suatu tujuan pemakaian,
memerlukan pengetahuan tentang sifat-sifat kayu. Sifat-sifat ini penting sekali dalam industri
pengolahan kayu sebab dari pengetahuan sifat tersebut tidak saja dapat dipilih jenis kayu
yang tepat serta macam penggunaan yang memungkinkan, akan tetapi juga dapat dipilih
kemungkinan penggantian oleh jenis kayu lainnya apabila jenis yang bersangkutan sulit
didapat secara kontinyu atau terlalu mahal.
B. Bagian-Bagian Kayu

Dari gambar diatas, dapat dijelaskan bahwa kayu terdiri dari beberapa bagian.

A. KULIT

Adalah bagian yang terdapat pada bagian terluar, disini saya bedakanmenjadi dua
bagian yaitu Kulit luar yang mati, mempunyai ketebalan yang bervariasi menurut jenis
pohon. Kulit bagian dalam yang bersifat hidup dan tipis. Kulit berfungsi sebagai pelindung
bagian-bagian yang terdalam, terhadap kemungkinan pengaruh dari luar yang bersifat
merusak, misalnya iklim, serangan serangga, hama, kebakaran serta perusak kayu lainnya.
Selain itu berfungsi sebagai jalan bahan makanan dari daun ke bagian-bagian tanaman.
B. KAMBIUM
Merupakan jaringan yang lapisannya tipis dan bening, melingkari kayu, ke arah luar
membentuk kayu yang baru. Dengan adanya kambium maka pohon lambat laun bertambah
besar. Pertumbuhan meninggi ditentukan oleh jaringan meristem. Kambium terletak antara
kulit dalam dan kayu gubal.
C. KAYU GUBAL
Bagian kayu yang masih muda terdiri dari sel-sel yang masih hidup, terletak di
sebelah dalam kambium dan berfungsi sebagai penyalur cairan dan tempat penimbunan zatzat makanan. Tebal lapisan kayu gubal bervariasi menurut jenis pohon. Umumnya jenis yang
tumbuh cepat mempunyai lapisan kayu gubal lebih tebal dibandingkan dengan kayu terasnya.
Kayu gubal biasanya mempunyai warna terang.
D. KAYU TERAS
Terdiri dari sel-sel yang dibentuk melalui perubahan-perubahan sel hidup pada
lingkaran kayu gubal bagian dalam, disebabkan terhentinya fungsi sebagai penyalur cairan
dan lain-lain proses kehidupan. Ruang dalam kayu teras dapat mengandung berbagai macam
zat yang memberi warna lebih gelap. Tidak mutlak semua kayu teras demikian. Hanya pada
jenis-jenis yang kayu terasnya berisi tiloses. Pada beberapa jenis tertentu kayu teras banyak
mengandung bahan-bahan ekstraktif, yang member keawetan pada kayu tersebut, membuat
lebih berat dan lebih awet. Akan tetapi tidak semua jenis kayu yang memilikizat ekstraktif
sudah dapat dipastikan keawetannya. (Misalnya yang mempunyai kandungan zat gula, zat
tepung dan lain sebagainya).
E. HATI

Merupakan bagian kayu yang terletak pada pusat lingkaran tahun (tidak mutlak pada
pusat bontos). Hati berasal dari kayu awal, yaitu bagian kayu yang pertama kali dibentuk oleh
kambium. Oleh karena itu umumnya mempunyai sifat rapuh atau sifat lunak.
F. LINGKARAN TAHUN
Batas antara kayu yang terbentuk pada permulaan dan pada akhir suatu musim.
Melalui lingkaran-lingkaran tahun ini dapat diketahui umur pohon. Apabila pertumbuhan
diameter (membesar) terganggu oleh musim kering karena pengguguran daun, ataupun
serangga/hama, maka lingkaran tahun dapat terdiri lebih dari satu lingkaran tahun (lingkaran
tumbuh) dalam satu musim yang sama. Hal ini disebut lingkaran palsu. Lingkaran tahun
dapat mudah dilihat pada beberapa jenis kayu daun lebar. Pada jenis- jenis lain, lingkaran
tahun ada kalanya sulit dibedakan terutama di daerah tropic, karena pertumbuhan praktis
berlangsung sepanjang tahun.
G. JARI-JARI
Dari luar ke dalam berpusat pada sumbu batang, berfungsi sebagai tempat saluran
bahan makanan yang mudah diproses di daun guna pertumbuhan pohon.
C. Sifat-Sifat Kayu
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kayu merupakan bahan yang sangat sering
dipergunakan untuk tujuan penggunaan tertentu. Terkadang sebagai barang tertentu, kayu
tidak dapat digantikan dengan bahan lain karena sifat khasnya. Kita sebagai pengguna dari
kayu yang setiap jenisnya mempunyai sifat-sifat yang berbeda, perlu mengenal sifat-sifat
kayu tersebut sehingga dalam pemilihan atau penentuan jenis untuk tujuan penggunaan
tertentu harus betul-betul sesuai dengan yang kita inginkan. Berikut ini diuraikan sifat-sifat
kayu (fisik dan mekanik) serta macam penggunaannya.
Kayu berasal dari berbagai jenis pohon yang memiliki sifat-sifat yang berbedabeda. Bahkan dalam satu pohon, kayu mempunyai sifat yang berbeda-beda. Dari sekian
banyak sifat-sifat kayu yang berbeda satu sama lain, ada beberapa sifat yang umum terdapat
pada semua jenis kayu yaitu :

1. Kayu tersusun dari sel-sel yang memiliki tipe bermacam-macam dan susunan dinding
selnya terdiri dari senyawa kimia berupa selulosa dan hemi selulosa (karbohidrat)
serta lignin (non karbohidrat).
2.

Semua kayu bersifat anisotropik, yaitu memperlihatkan sifat-sifat yang berlainan jika
diuji menurut tiga arah utamanya (longitudinal, radial dan tangensial).

3. Kayu merupakan bahan yang bersifat higroskopis, yaitu dapat menyerap atau
melepaskan kadar air (kelembaban) sebagai akibat perubahan kelembaban dan suhu
udara disekelilingnya.
4. Kayu dapat diserang oleh hama dan penyakit dan dapat terbakar terutama dalam
keadaan kering.
d. Sifat Fisik Kayu
1. Berat dan Berat Jenis
Berat suatu kayu tergantung dari jumlah zat kayu, rongga sel, kadar air dan zat
ekstraktif didalamnya. Berat suatu jenis kayu berbanding lurus dengan BJ-nya. Kayu
mempunyai berat jenis yang berbeda-beda, berkisar antara BJ minimum 0,2 (kayu
balsa) sampai BJ 1,28 (kayu nani). Umumnya makin tinggi BJ kayu, kayu semakin
berat dan semakin kuat pula.
Berdasarkan berat jenisnya, jenis-jenis kayu digolongkan ke dalam kelas-kelas
sebagai berikut:
-

Sangat berat = lebih besar dari 0,90

Berat = 0,75 - 0,90

Agak berat = 0,60 - 0,75

Ringan = lebih kecil dari 0,60


Sebagai contoh jenis kayu yang termasuk dalam kelas sangat berat adalah giam,

balau, dan lain-lain. Masuk kelas berat misalnya kulim,sedangkan agak berat misalnya
bintangur dan yang termasuk ringan misalnya pinus dan balsa.

2. Keawetan

Keawetan adalah ketahanan kayu terhadap serangan dari unsur-unsur perusak kayu
dari luar seperti jamur, rayap, bubuk dll. Keawetan kayu tersebut disebabkan adanya
zat ekstraktif didalam kayu yang merupakan unsur racun bagi perusak kayu. Zat
ekstraktif tersebut terbentuk pada saat kayu gubal berubah menjadi kayu teras
sehingga pada umumnya kayu teras lebih awet dari kayu gubal.
3. Warna
Kayu yang beraneka warna macamnya disebabkan oleh zat pengisi warna dalam kayu
yang berbeda-beda.
4. Tekstur
Tekstur adalah ukuran relatif sel-sel kayu. Berdasarkan teksturnya, kayu digolongkan
kedalam kayu bertekstur halus (contoh: giam, kulim dll), kayu bertekstur sedang
(contoh: jati, sonokeling dll) dan kayu bertekstur kasar (contoh: kempas, meranti dll).
5. Arah Serat
Arah serat adalah arah umum sel-sel kayu terhadap sumbu batang pohon. Arah serat
dapat dibedakan menjadi serat lurus, serat berpadu, serat berombak, serta terpilin dan
serat diagonal (serat miring).
6. Kesan Raba
Kesan raba adalah kesan yang diperoleh pada saat meraba permukaan kayu (kasar,
halus, licin, dingin, berminyak dll). Kesan raba tiap jenis kayu berbeda-beda
tergantung dari tekstur kayu, kadar air, kadar zat ekstraktif dalam kayu.
7. Bau dan Rasa
Bau dan rasa kayu mudah hilang bila kayu lama tersimpan di udara
terbuka. Beberapa jenis kayu mempunyai bau yang merangsang dan untuk
menyatakan bau kayu tersebut, sering digunakan bau sesuatu benda yang umum
dikenal misalnya bau bawang (kulim), bau zat penyamak (jati), bau kamper (kapur)
dsb.
8. Nilai Dekoratif
Gambar kayu tergantung dari pola penyebaran warna, arah serat, tekstur, dan
pemunculan riap-riap tumbuh dalam pola-pola tertentu. Pola gambar ini yang
membuat sesuatu jenis kayu mempunyai nilai dekoratif.

9. Higroskopis
Kayu mempunyai sifat dapat menyerap atau melepaskan air. Makin lembab udara
disekitarnya makin tinggi pula kelembaban kayu sampai tercapai keseimbangan
dengan lingkungannya. Dalam kondisi kelembaban kayu sama dengan kelembaban
udara disekelilingnya disebut kandungan air keseimbangan (EMC = Equilibrium
Moisture Content).
10. Sifat Kayu terhadap Suara, yang terdiri dari :
a. Sifat akustik, yaitu kemampuan untuk meneruskan suara berkaitan erat dengan
elastisitas kayu.
b. Sifat resonansi, yaitu turut bergetarnya kayu akibat adanya gelombang
suara. Kualitas nada yang dikeluarkan kayu sangat baik, sehingga kayu
banyak dipakai untuk bahan pembuatan alat musik (kulintang, gitar, biola dll).
11. Daya Hantar Panas
Sifat daya hantar kayu sangat jelek sehingga kayu banyak digunakan untuk membuat
barang-barang yang berhubungan langsung dengan sumber panas.
12. Daya Hantar Listrik
13. Pada umumnya kayu merupakan bahan hantar yang jelek untuk aliran listrik. Daya
hantar listrik ini dipengaruhi oleh kadar air kayu. Pada kadar air 0 %, kayu akan
menjadi bahan sekat listrik yang baik sekali, sebaliknya apabila kayu mengandung air
maksimum (kayu basah), maka daya hantarnya boleh dikatakan sama dengan daya
hantar air.
Sifat Mekanik Kayu
1. Keteguhan Tarik
Keteguhan tarik adalah kekuatan kayu untuk menahan gaya-gaya yang berusaha
menarik kayu. Terdapat 2 (dua) macam keteguhan tarik yaitu :
a. Keteguhan tarik sejajar arah serat dan
b. Keteguhan tarik tegak lurus arah serat.

Kekuatan tarik terbesar pada kayu ialah keteguhan tarik sejajar arah
serat. Kekuatan tarik tegak lurus arah serat lebih kecil daripada kekuatan tarik
sejajar arah serat.
2. Keteguhan tekan / Kompresi
Keteguhan tekan/kompresi adalah kekuatan kayu untuk menahan muatan/beban.
Terdapat 2 (dua) macam keteguhan tekan yaitu :
a. Keteguhan tekan sejajar arah serat dan
b. Keteguhan tekan tegak lurus arah serat.
Pada semua kayu, keteguhan tegak lurus serat lebih kecil daripada keteguhan
kompresi sejajar arah serat.
3. Keteguhan Geser
Keteguhan geser adalah kemampuan kayu untuk menahan gaya-gaya yang membuat
suatu bagian kayu tersebut turut bergeser dari bagian lain di dekatnya. Terdapat 3
(tiga) macam keteguhan yaitu :
a. Keteguhan geser sejajar arah serat
b. Keteguhan geser tegak lurus arah serat dan
c. Keteguhan geser miring
Keteguhan geser tegak lurus serat jauh lebih besar dari pada keteguhan geser
sejajar arah serat.
4. Keteguhan lengkung (lentur)
Keteguhan lengkung/lentur adalah kekuatan untuk menahan gaya-gaya yang berusaha
melengkungkan kayu atau untuk menahan beban mati maupun hidup selain beban
pukulan. Terdapat 2 (dua) macam keteguhan yaitu :
a. Keteguhan lengkung statik, yaitu kekuatan kayu menahan gaya yang
mengenainya secara perlahan-lahan.
b. Keteguhan lengkung pukul, yaitu kekuatan kayu menahan gaya yang
mengenainya secara mendadak.
5. Kekakuan

Kekakuan adalah kemampuan kayu untuk menahan perubahan bentuk atau


lengkungan. Kekakuan tersebut dinyatakan dalam modulus elastisitas.
6. Keuletan
Keuletan adalah kemampuan kayu untuk menyerap sejumlah tenaga yang relatif besar
atau tahan terhadap kejutan-kejutan atau tegangan-tegangan yang berulang-ulang
yang melampaui batas proporsional serta mengakibatkan perubahan bentuk yang
permanen dan kerusakan sebagian.
7. Kekerasan
Kekerasan adalah kemampuan kayu untuk menahan gaya yang membuat takik atau
lekukan atau kikisan (abrasi). Bersama-sama dengan keuletan, kekerasan merupakan
suatu

ukuran

tentang

ketahanan

terhadap

pengausan

kayu.

Pada umumnya terdapat hubungan langsung antara kekerasan kayu dan berat kayu.
Kayu-kayu yang keras juga temasuk kayu-kayu yang berat. Sebaliknya kayu ringan
adalah juga kayu yang lunak. Berdasarkan kekerasannya, jenis-jenis kayu
digolongkan sebagai berikut:
-

Kayu sangat keras, contoh: balau,giam, dan lain-lain.

Kayu keras, contoh: kulim, pilang dan lain-lain.

Kayu sedang kekerasannya, contoh: mahoni, meranti, dan lain-lain.

Kayu lunak, contoh: pinus, balsa, dan lain-lain


Cara menetapkan kekerasan kayu ialah dengan memotong kayu tersebut arah

melintang dan mencatat atau menilai kesan perlawanan oleh kayu itu pada saat
pemotongan dan kilapnya bidang potongan yang dihasilkan. Kayu yang sangat keras akan
sulit dipotong melintang dengan pisau. Pisau tersebut akan meleset dan hasil
potongannyaakan member tanda kilauan pada kayu. Kayu yang lunak akan mudah rusak,
dan hasil potongan melintangnya akan memberikan hasil yang kasar dan suram.

8. Keteguhan Belah
Keteguhan belah adalah kemampuan kayu untuk menahan gaya-gaya yang berusaha
membelah kayu. Sifat keteguhan belah yang rendah sangat baik dalam pembuatan sirap dan

kayu bakar. Sebaliknya keteguhan belah yang tinggi sangat baik untuk pembuatan ukir-ukiran
(patung). Pada umumnya kayu mudah dibelah sepanjang jari-jari (arah radial) dari pada arah
tangensial.
Ukuran yang dipakai untuk menjabarkan sifat-sifat keku-atan kayu atau sifat
mekaniknya dinyatakan dalam kg/cm2. Faktor-faktor yang mempengaruhi sifat mekanik
kayu secara garis besar digolongkan menjadi dua kelompok :
a. Faktor

luar

(eksternal):

pengawetan

kayu,

kelembaban

lingkungan,

pembebanan dan cacat yang disebabkan oleh jamur atau serangga perusak
kayu.
b. Faktor dalam kayu (internal): BJ, cacat mata kayu, serat miring dsb.
e. Sifat kayu tehadap suara :
1. Sifat akustik : sifat akustik kayu sangat penting dalam hubungan dengan alat-alat
music dan konstruksi bangunan. Dasar akustik menunjukkan, bahwa kemampuan
untuk meneruskan atau tidak meneruskan suara erat hubungannya dengan elastisitas
kayu. Jadi sepotong kayu dapat bergetar bebas, jika dipukul akan mengeluarkan suara
tingginya tergantung pada frekuensi alami getaran kayu tersebut. Frekuensi ini
ditentukan oleh kerapatan/elastisitas dan ukuran kayu tersebut. Kayu yang telah
kehilangan elastisitas misalnya akibat serangan jamur, jika dipukul akan memberikan
suara yang keruh, sedang kayu yang sehat suaranya akan nyaring.
2. Sifat resonansi : yaitu turut bergetarnya dengan gelombang sxuara, karena kayu
memiliki sifat elastisitas. Kualitas nada yang dikeluarkan oleh kayu sangat baik. Oleh
sebab itu banyak kayu dipakai untuk alat-alat music: kulintang, piano, biola, guitar,
dan lain-lain. Kemampuan benda untuk mengabsorpsi suara tergantung pada masa dan
pada sifat-sifat akustik permukaan benda, yaitu mampu tidaknya permukaan benda
mengabsorpsi suara atau memantulkan suara. Struktur kayu mempunyai sifat
demikian, sehingga kalau kayu tidak dapat bergetar dengan mudah, permukaannya
mempunyai sifat meredam gelombang suara. Karena itu kayu serupa ini baik kalau
dipakai sebagai lantai atau parket.
f. Sifat Kimia Kayu

Komponen kimia kayu di dalam kayu mempunyai arti yang penting, karena
menentukan kegunaan sesuatu jenis kayu. Juga dengan mengetahuinya, kita dapat
membedakan jenis-jenis kayu. Susunan kimia kayu digunakan sebagai pengenal ketahanan
kayu terhadap serangan makhluk perusak kayu. Selain itu dapat pula menentukan pengerjaan
dan pengolahan kayu, sehingga didapat hasil yang maksimal. Pada umumnya komponen
kimia kayu daun lebar dan kayu daun jarum terdiri dari 3 unsur:
-

Unsur karbohidrat terdiri dari selulosa dan hemiselulosa

Unsur non- karbohidrat terdiri dari lignin

Unsur yang diendapkan dalam kayu selama proses pertumbuhan dinamakan zat
ekstraktif
Distribusi komponen kimia tersebut dalam dinding sel kayu tidak merata. Kadar

selulosa dan hemiselulosa banyak tedapat dalam dinding sekunder. Sedangkan lignin banyak
terdapat dalam dinding primer dan lamella tengah. Zat ekstraktif terdapat di luar dinding sel
kayu. Komposisi unsur-unsur kimia dalam kayu adalah:
-

Karbon 50%

Hidrogen 6%

Nitrogen 0,04 0,10%

Abu 0,20 0,50%

Sisanya adalah oksigen.

Bidang orientasi kayu:


1. Bidang tangensial : bidang yang diperoleh dengan memotong kayu tegaklurus salah
satu jari-jari kayu, searah serat, tidak melalui sumbu kayu.
2. Bidang radial : bidang yang diperoleh dengan memotong kayu searah serat melalui
sumbu kayu.
3. Bidang aksial/ kepala kayu : bidang yang diperoleh dengan memotong kayu
tegaklurus dengan sumbu kayu.

Komponen kimia kayu sangat bervariasi, karena dipengaruhi oleh faktor tempat tumbuh,iklim
dan letaknya di dalam batang atau cabang.
Selulosa
Adalah bahan kristalin untuk membangun dinding-dinding sel. Bahan dasar selulosa
ialah glukosa, gula bermartabat enam, dengan rumus C6H12O6. Molekul-molekul glukosa
disambung menjadi molekul-molekul besar, panjang dan berbentuk rantai dalam susunan
menjadi selulosa. Selulosa merupakan bahan dasar yang penting bagi industri- industry yang
memakai selulosa sebagai bahan baku misalnya: pabrik kertas, pabrik sutera tiruan dan lain
sebagainya.
Lignin :
Merupakan bagian yang bukan karbohidrat, sebagai persenyawaan kimia yang jauh
dari sederhana, tidak berstruktur, bentuknya amorf. Dinding sel tersusun oleh suatu rangka
molekul selulosa, antara lain terdapat pula lignin. Kedua bagian ini merupakan suatu kesatuan
yang erat, yang menyebabkan dinding sel menjadi kuat menyerupai beton bertulang besi.
Selulosa laksana batang-batang besi dan lignin sebagai semen betonnya. Lignin terletak
terutama dalam lamella tengah dan dinding primer. Kadar lignin dalam kayu gubal lebih
tinggi daripada kayu teras. (Kadar selulosa sebaliknya).
Hemiselulosa :
Sealin kedua bahan tersebut di atas, kayu masih mengandung sejumlah zat lain
sampai 15- 25%. Antara lain hemiselulosa, semacam selulosa berupa persenyawaan dengan
molekul-molekul besar yang bersifat karbohidrat. Hemiselulosa dapat tersusun oleh gula
yang bermartabat lima dengan rumus C5H10O5 disebut pentosan atau gula bermanfaat enam
C6H12O6 disebut hexosan. Zat-zat ini terdapat sebagai bahan bangunan dinding-dinding sel
juga sebagai bahan zat cadangan.
Zat ekstraktif :
Umumnya adalah zat yang mudah larut dalam pelarut seperti: eter, alcohol, bensin dan
air. Banyaknya rata-rata 3 8% dari berat kayu kering tanur. Termasuk didalamnya minyakminyakan, resin, lilin, lemak, tannin, gula, pati dan zat wsarna. Zat ekstraktif tidak

merupakan bagian struktur dinding sel, tetapi terdapat dalam rongga sel. Zat ekstrakti
memiliki arti yang penting dalam kayu karena:
-

Dapat mempengaruhi sifat keawetan, warna, bau dan rasa sesuatu jenis kayu

Dapat digunakan untuk mengenal sesuatu jenis kayu

Dapat digunakan sebagai bahan industry

Dapat menyulitkan dalam pengerjaan dan mengakibatkan kerusakan pada alat-alat


pertukangan.

Abu :
Di samping persenyawaa-persenyawaan organik, di dalam kayu masih ada beberapa zat
organik, yang disebut bagian-bagian abu (mineral pembentuk abu yang tertinggal setelah
lignin dan selulosa habis terbakar). Kadar zat ini bervariasi antara 0,2 1% dari berat kayu.

D. Macam Penggunaan Kayu


Penggunaan kayu untuk suatu tujuan pemakaian tertentu tergantung dari sifat-sifat
kayu yang bersangkutan dan persyaratan teknis yang diperlukan. Jenis-jenis kayu yang
mempunyai persyaratan untuk tujuan pemakaian tertentu antara lain dapat dikemukan sebagai
berikut :
1. Bangunan (Konstruksi)
Persyaratan teknis : kuat, keras, berukuran besar dan mempunyai keawetan alam yang
tinggi.
Jenis kayu : balau, bangkirai, belangeran, cengal, giam, jati, kapur, kempas, keruing,
lara, rasamala.
2.

Veneer biasa
Persyaratan teknis : kayu bulat berdiameter besar, bulat, bebas cacat dan beratnya
sedang.
Jenis kayu : meranti merah, meranti putih, nyatoh, ramin, agathis, benuang.

3. Veneer mewah
Persyaratan teknis : disamping syarat di atas, kayu harus bernilai dekoratif.
Jenis kayu : jati, eboni, sonokeling, kuku, bongin, dahu, lasi, rengas, sungkai, weru,
sonokembang.
4. Perkakas (mebel)
Persyaratan teknis : berat sedang, dimensi stabil, dekoratif, mudah dikerjakan, mudah
dipaku, dibubut, disekrup, dilem dan dikerat.
Jenis kayu : jati, eboni, kuku, mahoni, meranti, rengas, sonokeling, sonokembang,
ramin.
5. Lantai (parket)
Persyaratan teknis : keras, daya abrasi tinggi, tahan asam, mudah dipaku dan cukup
kuat.
Jenis kayu : balau, bangkirai, belangeran, bintangur, bongin, bungur, jati, kuku.
6. Bantalan Kereta Api
Persyaratan teknis : kuat, keras, kaku, awet.
Jenis kayu : balau, bangkirai, belangeran, bedaru, belangeran, bintangur, kempas, ulin.
7. Alat Olah Raga
Persyaratan teknis : kuat, tidak mudah patah, ringan, tekstur halus, serat halus, serat
lurus dan panjang, kaku, cukup awet.
Jenis kayu : agathis, bedaru, melur, merawan, nyatoh, salimuli, sonokeling, teraling.
8. Alat Musik
Persyaratan teknis : tekstur halus, berserat lurus, tidak mudah belah, daya resonansi
baik.
Jenis kayu : cempaka, merawan, nyatoh, jati, lasi, eboni.
9. Alat Gambar
Persyaratan teknis : ringan, tekstur halus, warna bersih.
Jenis kayu : jelutung, melur, pulai, pinus.

10. Tong Kayu (Gentong)


Persyaratan teknis : tidak tembus cairan dan tidak mengeluarkan bau.
Jenis kayu : balau, bangkirai, jati, pasang.
11. Tiang Listrik dan Telepon
Persyaratan teknis : kuat menahan angin, ringan, cukup kuat, bentuk lurus.
Jenis kayu : balau, giam jati, kulim, lara, merbau, tembesu, ulin.
12. Patung dan Ukiran Kayu
Persyaratan teknis : serat lurus, keras, tekstur halus, liat, tidak mudah patah dan
berwarna gelap.
Jenis kayu : jati, sonokeling, salimuli, melur, cempaka, eboni.
13. Korek Api
Persyaratan teknis : sama dengan persyaratan veneer, cukup kuat (anak korek api),
elastis dan tidak mudah pecah (kotak).
Jenis kayu : agathis, benuang, jambu, kemiri, sengon, perupuk, pulai, terentang, pinus.
14. Pensil
Persyaratan teknis : BJ sedang, mudah dikerat, tidak mudah bengkok, warna agak
merah, berserat lurus.
Jenis kayu : agathis, jelutung, melur, pinus.
15. Moulding
Persyaratan teknis : ringan, serat lurus, tekstur halus, mudah dikerjakan, mudah
dipaku. Warna terang, tanpa cacat, dekoratif.
Jenis kayu : jelutung, pulai ramin, meranti dll.
16. Perkapalan
Lunas
Persyaratan teknis : tidak mudah pecah, tahan binatang laut.
Jenis kayu : ulin, kapur.
Gading

Persyaratan teknis : kuat, liat, tidak mudah pecah, tahan binatang laut.
Jenis kayu : bangkirai, bungur, kapur.
Senta
Persyaratan teknis : kuat, liat, tidak mudah pecah, tahan binatang laut.
Jenis kayu : bangkirai, bungur, kapur.
Kulit
Persyaratan teknis : tidak mudah pecah, kuat, liat, tahan binatang laut.
Jenis kayu : bangkirai, bungur, meranti merah.
Bangunan dan dudukan mesin
Persyaratan teknis : ringan, kuat dan awet, tidak mudah pecah karena getaran mesin.
Jenis kayu : kapur, meranti merah, medang, ulin, bangkirai.
Pembungkus as baling-baling
Persyaratan teknis : liat, lunak sehingga tidak merusak logam.
Jenis kayu : nangka, bungur, sawo.
Popor Senjata
Persyaratan teknis : ringan, liat, kuat, keras, dimensi stabil.
Jenis kayu : waru, salimuli, jati.
17. Arang (bahan bakar)
Persyaratan teknis : BJ tinggi.
Jenis kayu : bakau, kesambi, walikukun, cemara, gelam, gofasa, johar, kayu malas,
nyirih, rasamala, puspa, simpur.

Pengertian Komposit
Komposit adalah suatu material yang terbentuk dari kombinasi dua atau lebih material
sehingga dihasilkan material komposit yang mempunyai sifat mekanik dan karakteristik yang
berbeda dari material pembentuknya. Komposit memiliki sifat mekanik yang lebih bagus dari
logam, kekakuan jenis (modulus Young/density) dan kekuatan jenisnya lebih tinggi dari
logam. Beberapa lamina komposit dapat ditumpuk dengan arah orientasi serat yang berbeda,
gabungan lamina ini disebut sebagai laminat.
1. Komposit

dibentuk

dari

dua

jenis

material

yang

berbeda,

yaitu:

Penguat (reinforcement), yang mempunyai sifat kurang ductile tetapi lebih rigid serta
lebih kuat, dalam laporan ini penguat komposit yang digunakan yaitu dari serat alam.
2. Matriks, umumnya lebih ductile tetapi mempunyai kekuatan dan rigiditas yang lebih
rendah.
Secara garis besar ada 3 macam jenis komposit berdasarkan penguat yang digunakannya,
yaitu :
1. Fibrous Composites (Komposit Serat). Merupakan jenis komposit yang hanya terdiri
dari satu laminat atau satu lapisan yang menggunakan penguat berupa serat / fiber.
Fiber yang digunakan bisa berupa glass fibers, carbon fibers, aramid fibers (poly
aramide), dan sebagainya. Fiber ini bisa disusun secara acak maupun dengan orientasi
tertentu bahkan bisa juga dalam bentuk yang lebih kompleks seperti anyaman.
2. Laminated Composites (Komposit Laminat). Merupakan jenis komposit yang terdiri
dari dua lapis atau lebih yang digabung menjadi satu dan setiap lapisnya memiliki
karakteristik sifat sendiri.
3. Particulalate Composites

(Komposit

Partikel).

Merupakan

komposit

yang

menggunakan partikel/serbuk sebagai penguatnya dan terdistribusi secara merata


dalam matriksnya.
Sehingga komposit dapat disimpulkan adalah sebagai dua macam atau lebih material
yang digabungkan atau dikombinasikan dalam sekala makroskopis (dapat terlihat langsung
oleh mata) sehingga menjadi material baru yang lebih berguna.
Komposit terdiri dari 2 bagian utama yaitu :

Matriks, berfungsi untuk perekat atau pengikat dan pelindung filler (pengisi) dari
kerusakan eksternal. Matriks yang umum digunakan : carbon, glass, kevlar, dll

Filler (pengisi), berfungsi sebagai Penguat dari matriks. Filler yang umum
digunakan : carbon, glass, aramid, kevl`r.

Struktur dan Unsur Utama Pada Bahan Komposit


Pada umumnya bahan material komposit terdiri dari dua bahan utama, yaitu :
1. Serat ( fiber )
- Sebagai unsur utama pada komposit
- Menentukan karakteristik bahan komposit, seperti kekuatan, kekauan, daan sifat
mekanik lainnya.
- Menahan sebagian besar gaya yang bekerja pada material komposit.
- Bahan yang dipilih harus kuat dan getas, seperti carbon, glass, boron, dll.
2. Matrik ( resin )
- Melindungi dan mengikat serat agar dapat bekerja dengan baik.
- Bahan yang dipilh bahan yang lunak.
Dari pengertian di atas dan unsur-unsur utamanya, maka dapat diamati bahwa
sebagian besar struktur alami yang terdapat di alam adalah dalam bentuk komposit,
contohnya :
Daun padi, Terdiri dari serat daun yang dibungkus oleh matrik yaitu lychin, Batang
bambu. Batangnya terdiri dari bahan serat yang diikat dengan matrik dengan kuat sehingga
kaku dan ringan.
Sifat-sifat mekanikal dan fisikal
Pada umumnya pemilihan bahan matriks dan serat memainkan peranan penting dalam
menentukan sifat-sifat mekanik dan sifat komposit. Gabungan matriks dan serta dapat
menghasilkan komposit yang mempunyai kekuatan dan kekakuan yang lebih tinggi dari
bahan konvensional seperti keluli.
a. Bahan komposit mempunyai density yang jauh lebih rendah berbanding dengan bahan
konvensional. Ini memberikan implikasi yang penting dalam konteks penggunaan
karena komposit akan mempunyai kekuatan dan kekakuan spesifik yang lebih tinggi
dari bahan konvensional. Implikasi kedua ialah produk komposit yang dihasilkan
akan mempunyai kerut yang lebih rendah dari logam. Pengurangan berat adalah satu
aspek yang penting dalam industri pembuatan seperti automobile dan angkasa lepas.
Ini karena berhubungan dengan penghematan bahan bakar.

b. Dalam industri angkasa lepas terdapat kecendrungan untuk menggantikan komponen


yang diperbuat dari logam dengan komposit karena telah terbukti komposit
mempunyai rintangan terhadap fatigue yang baik terutamanya komposit yang
menggunakan serat karbon.
c. Kelemahan logam yang agak terlihat jelas ialah rintangan terhadap kakisa yang lemah
terutama produk yang kebutuhan sehari-hari. Kecendrungan komponen logam untuk
mengalami

kakisan

menyebabkan

biaya

pembuatan

yang

tinggi.

Bahan komposit sebaiknya mempunyai rintangan terhadap kakisan yang baik.


d. Bahan komposit juga mempunyai kelebihan dari segi versatility (berdaya guna) yaitu
produk yang mempunyai gabungan sifat-sifat yang menarik yang dapat dihasilkan
dengan mengubah sesuai jenis matriks dan serat yang digunakan. Contoh dengan
menggabungkan lebih dari satu serat dengan matriks untuk menghasilkan komposit
hibrid.
Klasifikasi Bahan Komposit
Klasifikasi bahan komposit dapat dibentuk dari sifat dan sturkturnya. Bahan komposit
dapat diklasifikasikan kedalam beberapa jenis. Secara umum klasifikasi komposit yang sering
digunakan antara lain seperti :
1. Klasifikasi menurut kombinasi material utama, seperti metal-organic atau
2.

metal anorganic.
Klasifikasi menurut karakteristik bult-from, seperti system matrik atau

laminate.
3. Klasifikasi menurut istribusi unsure pokok, seperti continous dan disontinous.
4. Klasifikasi menurut fungsinya, seperti elektrikal atau structural (Schwartz,
1984)
Sedangkan klasifikasi menurut komposit serat (fiber-matrik composites) dibedakan
menjadi beberapa macam antara lain :
1. Fiber composite (komposit serat) adalah gabungan serat dengan matrik yaitu komposit
yang terdiri dari serat dan bahan dasar yang diproduksi secara fabrikasi, misalnya
serat + resin sebagai bahan perekat, sebagai contoh adalah FRP (Fiber Reinforce
Plastic) plastik diperkuat dengan serat dan banyak digunakan, yang sering disebut
Fiber glass.
2. Filled composite adalah gabungan matrik continous skeletal dengan matrik yang kedua
3. Flake composite adalah gabungan serpih rata dengan metrik
4. Particulate composite adalah gabungan partikel dengan matrik

yaitu komposit yang terdiri dari partikel dan bahan penguat seperti butiran (batu dan
pasir) yang diperkuat dengan semen yang sering kita jumpai sebagai beton.
5.

Laminate composite adalah gabungan lapisan atau unsur pokok lamina (Schwartz,
1984 : 16)
yaitu komposit yang terdiri dari lapisan dan bahan penguat, contohnya
polywood, laminated glass yang sering digunakan sebagai bahan bangunan dan
kelengkapannya.

Secara umum bahan komposit terdiri dari dua macam, yaitu bahan komposit partikel
(particulate composite) dan bahan komposit serat (fiber composite). Bahan komposit partikel
terdiri dari partikelpartikel yang diikat oleh matrik. Bentuk partikel ini dapat bermacam
macam seperti bulat, kubik, tetragonal atau bahkan berbentuk yang tidak beraturan secara
acak. Sedangkan bahan komposit serat terdiri dari serat serat yang diikat oleh matrik.
Bentuknya ada dua macam yaitu serat panjang dan serat pendek.
1. Bahan Komposit Partikel
Dalam struktur komposit, bahan komposit partikel tersusun dari partikelpartikel
disebut bahan komposit partikel (particulate composite) menurut definisinya partikel
ini berbentuk beberapa macam seperti bulat, kubik, tetragonal atau bahkan berbentuk
yang tidak beraturan secara acak, tetapi ratarata berdimensi sama. Bahan komposit
partikel umunya digunakan sebagai pengisi dan penguat bahan komposit keramik
(ceramic matrik composites). Bahan komposit partikel pada umunya lebih lemah
dibanding bahan komposit serat. bahan komposit partikel mempunyai keunggulan,
seperti ketahanan terhadap aus, tidak muda retak dan mempunyai daya pengikat
dengan matrik yang baik.
2. Bahan Komposit Serat
Unsur utama komposit adalah serat yang mempunyai banyak keunggulan, oleh karena
itu bahan komposit serat yang paling banyak dipakai. Bahan komposit serat terdiri
dari seratserta yang terikat oleh matrik yang saling berhubungan. Bahan komposit
serat ini terdiri dari dua macam, yaitu serat panjang (continous fiber) dan serat pendek
(short fiber dan whisker). Dalam laporan ini diambil bahan komposit serat (fiber
composite). Penggunaan bahan komposit serat sangat efesien dalam menerima beban
dan gaya. Karena itu bahan komposit serat sangat kuat dan kaku bila dibebani searah
serat, sebaliknya sangat lemah bila dibebani dalam arah tegak lurus serat. Komposit

serat dalam dunia industry mulai dikembangkan dari pada menggunakan bahan
partikel. Bahan komposit serat mempunyai keunggulan yang utama yaitu strong
(kuat), stiff (tangguh), dan lebi tahan terhadap panas pada saat didalam matrik
(Schwartz, 1984). Dalam penggembangan teknologi pengolahan serat, membuat serat
sekarang semakin diunggulkan dibandingkan materialmaterial yang digunakan. Cara
yang digunakan untuk mengkombinasi serat berkekuatan tarik tinggi dan bermodulus
elastisitas tinggi dengan matrik yang bermassa ringan, berkekuatan tarik renda, serta
bermodulus elastisitas rendah makin banyak dikembangkan guna untuk memperoleh
hasil yang maksimal. Komposit pada umumnya mengunakan bahan plastik yang
merupakan material yang paling sering digunakan sebagai bahan pengikat seratnya
selain itu plastic mudah didapat dan mudah perlakuannya, dari pada bahan dari logam
yang membutuhkan bahan sendiri. Tipe Komposit Serat Untuk memperoleh komposit
yang kuat harus dapat menempatkan serat dengan benar. Berdasarkan penempatanya
terdapat beberapa tipe serat pada komposit yaitu :
a. Continuous Fiber Composite
Continuous atau uni-directional, mempunyai serat panjang dan lurus,
membentuk lamina diatara matriknya. Jenis komposit ini paling sering
digunakan. Tipe ini mempunyai kelemahan pada pemisahan antar lapisan. Hal
ini dikarnakan kekuatan antar lapisan dipengaruhi oleh matriknya.
b. Woven Fiber Composite (bi-dirtectional)
Komposit ini tidak mudah dipengaruhi pemisahan antar lapisan karena
susunan seratnya juga mengikat serat antar lapisan. Akan tetapi susunan serat
memanjangnya yang tidak begitu lurus mengakibatkan kekuatan dan kekakuan
an melemah.
c. Discontinuous Fiber Composite
Discontinuous Fiber Composite adalah tipe komposit dengan serat pendek.
Tipe ini dibedakan lagi menjadi 3 ( Gibson, 1994 : 157 )
1. Aligned discontinuous fiber
2. Off-axis aligned discontinuous fiber
3. Randomly oriented discontinuous fiber
Hybrid Fiber Composite
Hybrid Fiber Composite merupakan komposit gabungan antara serat tipe serat lurus
dengan serat acak. Tipe ini digunakan supaya dapat mengganti kekurangan sifat dari kedua
tipe dan dapat menggabungkan kelebihannya.
Bahan - bahan Pembentuk Koposit

Bahan pembuat fiberglass pada umumnya terdiri dari 11 macam bahan, 6 macam
sebagai bahan utama dan 5 macam sebagai bahan finishing. Sebagai bahan utama yaitu erosil,
pigmen, resin, katalis, talk, mat, sedangkan sebagai bahan finishing antara lain : aseton, PVA,
mirror, cobalt, dan dempul.
1. Aerosil
Bahan ini berbentuk bubuk sangat halus seperti bedak bayi berwarna putih.
Berfungsi sebagai perekat mat agar fiberglass menjadi kuat dan tidak mudah
patah/pecah.
2. Pigment
Pigmen adalah zat pewarna sebagai pencampur saat bahan fiberglass dicampur.
Pemilihan warna disesuaikan dengan selera pembuatnya. Pada umumnya
pemilihan warna untuk mempermudah proses akhir saat pengecatan.
3. Resin
Bahan ini berujud cairan kental seperti lem, berkelir hitam atau bening. Berfungsi
untuk mencairkan/ melarutkan sekaligus juga mengeraskan semua bahan yang
akan dicampur. Biasanya bahan ini dijual dalam literan atau dikemas dalam
kaleng.
4. Katalis
Zat ini berwarna bening dan berfungsi sebagai pengencer. Zat kimia ini biasanya
dijual bersamaan dengan resin, dan dalam bentuk pasta. Perbandingannya adalah
resin 1 liter dan katalisnya 1/40 liter.
5. Talk
Sesual dengan namanya bahan ini berupa bubuk berwarna putih seperti sagu.
Berfungsi sebagal campuran adonan fiberglass agar keras dan agak lentur.
6.

Mat
Bahan ini berupa anyaman mirip kain dan terdiri dari beberapa model, dari model
anyaman halus sampai dengan anyaman yang kasar atau besar dan jarang-jarang.
Berfungsi sebagai pelapis campuran adonan dasar fiberglass, sehingga sewaktu
unsur kimia tersebut bersenyawa dan mengeras, mat berfungsi sebagai

pengikatnya. Akibatnya fiberglass menjadi kuat dan tidak getas.


7. Aseton
Pada umumnya cairan ini berwarna bening, fungsinya seperti katalis yaitu untuk
mencairkan resin. Zat ini digunakan apabila adonan terlalu kental yang akan
mengakibatkan pembentukan fiberglass menjadi sulit dan lama keringnya.
8. PVA
Bahan ini berupa cairan kimia berkelir biru menyerupai spiritus. Berfungsi untuk
melapis antara master mal/cetakan dengan bahan fiberglass. Tujuannya adalah

agar kedua bahan tersebut tidak saling menempel, sehingga fiberglass hasil
cetakan dapat dilepas dengan mudah dari master mal atau cetakannya.
9. Mirror
Sesuai namanya, manfatnya hampir sama dengan PVA, yaitu menimbulkan efek
licin. Bahan ini berwujud pasta dan mempunyai warna bermacam macam.
10. Cobalt
Cairan kimia ini berwarna kebiru-biruan. Berfungsi sebagai bahan aktif
pencampur katalis agar cepat kering, terutama apabila kualitas katalisnya kurang
baik dan terlalu encer. Bahan ini dapat dikategorikan sebagai bahan penyempurna,
sebab tidak semua bengkel menggunakannya. Hal ini tergantung pada kebutuhan
pembuat dan kualitas resin yang digunakannya. Perbandingannya adalah 1 tetes
cobalt dicampur dengan 3 liter katalis. Apabila perbandingan cobalt terlalu
banyak, dapat menimbulkan api.
11. Dempul fiberglass
Setelah hasil cetakan terbentuk dan dilakukan pengamplasan, permukaan yang
tidak rata dan berpori-pori perlu dilakukan pendempulan. Tujuannya agar
permukaan fiberglass hasil cetakan menjadi lebih halus dan rata sehingga siap
dilakukan pengerjaan lebih lanjut.
Kegunaan Material Komposit
Penggunaan material komposit sangat luas, yaitu untuk :
a. Angkasa luar yakni Komponen kapal terbang, Komponen Helikopter,
Komponen satelit.
b. Kesehatan contohnya Kaki palsu, Sambungan sendi pada pinggang
c. Marine/Kelautan Kapal layar, Kayak
d. Industri Pertahanan sebagai Komponen jet tempur, Peluru, Komponen kapal
selam
e. Industri Pembinaan sebagai Jembatan, Terowongan, Rumah, Tanks.
f. Olah raga dan rekreasi sebagai Sepeda, Stick golf, Raket tenis, Sepatu olah
raga
g. Angkasa luar sebagai Komponen kapal terbang, Komponen Helikopter,
Komponen satelit.
Kelebihan material komposit:

Bahan komposit mempunyai sifat fisik dan sifat mekanik yang banyak. Beberapa kelebihan
komposit adalah :
1. Gabungan dua bahan material yang mempunyai sifat mekanik yang lebih baik dari bahan
dasarnya.
2. Bahan komposit tahan terhadap kikisan.
3. Produk yang dihasilkan dari paduan logam mempunyai sifat yang menarik dalam segi
fisik.
Defenisi dan Klasifikasi Material Komposit
Komposit memberikan suatu pengertian yang sangat luas dan berbeda beda mengikuti
situasi dan perkembangan bahan itu sendiri. Gabungan dua atau lebih bahan merupakan suatu
konsep yang diperkenalkan untuk menerangkan definisi komposit. Walaupun demikian
definisi ini terlalu umum karena komposit ini merangkum semua bahan termasuk plastik yang
diperkuat dengan serat, logam alloy, keramik, kopolimer, plastik berpengisi atau apa saja
campuran dua bahan atau lebih untuk mendapatkan suatu bahan yang baru. Kita bisa melihat
definisi komposit ini dari beberapa tahap seperti yang telah digariskan oleh Schwartz:
1. Tahap/peringkat atas (secara umum)
Suatu bahan yang terdiri dari dua atau lebih atom yang berbeda bolehlah dikatakan
sebagai bahan komposit. Ini termasuk alloy polimer dan keramik. Bahan bahan yang terdiri
dari unsur asal saja yang tidak termasuk dalam perangkat ini.
2. Tahap/perangkat mikrostruktur
Suatu bahan yang terdiri dari dua atau lebih struktur molekul atau fasa merupakan
suatu komposisi. Mengikuti defenisi ini banyak bahan yang secara tradisional dikenal sebagai
komposit seperti kebanyakan bahan logam. Contoh besi keluli yang merupakan alloy multi
fungsi yang terdiri dari karbon dan besi.
3. Tahap / peringkat Makrostruktur
Merupakan gabungan bahan yang berbeda komposisi atau bentuk untuk mendapatkan
suatu sifat atau ciri tertentu. Dimana konstituen gabungan masih tetap dalam bentuk asal,
dimana dapat ditandai secara fisik dan melihatkan kesan antara muka antara satu sama yang
lain.

Polimer merupakan bahan yang sangat penting dalam pembuatan komposit, yang
berfungsi sebagai matriks yang mengikat, penguat yang digunakan pada komposit. Beberapa
contoh bahan polimer yaitu resin Fenolfhormaldehyde, urea formaldehyde, polyester, epoksi,
polietilen, dan lainya. Pada umumnya polimer memiliki sifat yang menguntungkan seperti:
massa jenis kecil, mudah dibentuk, tahan karat, dan lain lainnya. Akan tetapi polimer juga
mempunyai kekurangan seperti kelakuan dan kekuatan rendah. Agar diperoleh komposit yang
lebih baik maka polimer tersebut di padukan dengan bahan yang lain yang berfungsi sebagai
bahan penguat seperti: serat (fiber), partikel (particulate), lapisan (laminate), dan serpihan
(flakes). Pada saat ini berbagai industri telah menggunakan komposit yang di perkuat oleh
serat dari industri, perabot rumah tangga (panel, kursi, meja), industri kimia (pipa, tangki,
selang), alat-alat olah raga, bagian-bagian mobil, alat-alat listrik sampai industri pesawat
terbang (badan pesawat, roda pendarat, sayap, dan baling -baling helikopter).
Bahan komposit dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis, bergantung pada
penyusunan dan jenis seratnya. Hal ini dapat di mengerti karena serat merupakan bahan
utama dalam komposit tersebut. Sifat sifat mekanik bahan komposit seperti: kekuatan,
kekakuan, kelihatan, dan ketahanan, tergantung dari penyusunan dan sifat-sifat seratnya.
Serat Sebagai Penguat
Secara umum dapat dikatakan bahwa fungsi serat adalah sebagai penguat bahan untuk
memperkuat komposit sehingga sifat sifat mekaniknya lebih kuat, kaku, tangguh, dan lebih
kokoh bila dibanding dengan komposit tanpa penguat, selain itu serat juga menghemat
penggunaan resin. Kaku adalah kemampuan dari suatu bahan untuk menahan perubahan
bentuk jika dibebani dengan gaya tertentu di dalam daerah elastis (pada pengujian tarik).
tangguh adalah bila pemberian gaya atau beban yang menyebabkan bahan-bahan tersebut
menjadi patah (pada pengujian tiga titik lentur) dan kokoh adalah kondisi yang diperoleh
akibat benturan atau pukulan serta proses kerja yang mengubah struktur komposit sehingga
menjadi keras (pada pengujian impak) (Bukit, 1988)
Ada dua hal yang menyebabkan serat dapat menahan gaya luar, yakni:
1. Perekatan (Bonding) antara serat dengan matriks (Interfation Bonding). Ikatan tersebut
menyebabkan serat tidak mudah lepas dari matriks ( Debonding )
2. Kelangsingan (Aspec Ratio) yaitu perbandingan antara panjang dan diameter serat yang
cukup besar.

Berdasarkan kriteria yang diatas, kekuatan serat terletak pada ukuran yang sangat
kecil (dalam orde mikron). Ukuran yang kecil menghilangakan cacat-cacat dan
ketidaksempurnaan yang biasanya terdapat pada bahan berbentuk padatan besar.
Bahan Sebagai Serat
Unsur utama komposit adalah serat yang mempunyai banyak keunggulan, oleh karena
itu bahan komposit serat yang paling banyak dipakai. Bahan komposit serat terdiri dari seratserat yang diikat oleh matriks yang saling berhubungan. Bahan komposit serat ini terdiri dari
dua macam, yaitu serat panjang ( continous fiber) dan serat pendek (short fiber atau whisker).
Penggunaan bahan komposit serat sangat efisien dalam menerima beban dan gaya. Karena itu
bahan komposit serat sangat kuat dan kaku bila dibebani searah serat, sebaliknya sangat
lemah bila dibebani dalam arah tegak lurus serat.

KERAMIK
Keramik pada awalnya berasal dari bahasa Yunani keramikos yang artinya suatu
bentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses pembakaran.Kamus dan ensiklopedia
tahun 1950-an mendefinisikan keramik sebagai suatu hasil seni dan teknologi untuk
menghasilkan barang dari tanah liat yang dibakar, seperti gerabah, genteng, porselin, dan
sebagainya. Tetapi saat ini tidak semua keramik berasal dari tanah liat. Definisi pengertian
keramik terbaru mencakup semua bahan bukan logam dan anorganik yang berbentuk padat.
(Yusuf, 1998:2).
Umumnya senyawa keramik lebih stabil dalam lingkungan termal dan kimia dibandingkan
elemennya. Bahan baku keramik yang umum dipakai adalah felspard, ball clay, kwarsa,
kaolin, dan air. Sifat keramik sangat ditentukan oleh struktur kristal, komposisi kimia dan
mineral bawaannya. Oleh karena itu sifat keramik juga tergantung pada lingkungan geologi
dimana bahan diperoleh. Secara umum strukturnya sangat rumit dengan sedikit elektronelektron bebas.

Kurangnya beberapa elektron bebas keramik membuat sebagian besar bahan keramik
secara kelistrikan bukan merupakan konduktor dan juga menjadi konduktor panas yang jelek.
Di samping itu keramik mempunyai sifat rapuh, keras, dan kaku. Keramik secara umum
mempunyai kekuatan tekan lebih baik dibanding kekuatan tariknya. Bahan keramik terdiri
dari senyawa unsur logam dan bukan logam. Sebuah contoh sederhana adalah MgO atau
magnesium.
Keramik lainnya termasuk acidbrick, batuan dan porselen, tanah liat struktural, kaca,
silika vitrreous, dan beton. Secara umum, dibandingkan dengan logam, keramik lebih tahan
korosi dan abrasi , termasuk ketahanan erosi-korosi, dan isolator yang lebih baik, tetapi
keramik ini rapuh, lemah dalam ketegangan, dan thermal shock. Keramik adalah bahan yang
paling menunjukkan ketahanan yang baik terhadap bahan kimia, dengan pengecualian utama
asam fluorida dan kaustik.
SIFAT SIFAT
Keramik memiliki sifat kimia, mekanik, fisika, panas, elektrik, dan magnetik yang
membedakan mereka dari material lain seperti logam dan plastik. Industri keramik merubah
sifat keramik dengan cara mengontrol jenis dan jumlah material yang digunakan untuk
pembuatan.
1. Sifat Kimia
Keramik industri sebagian besar adalah oksida (senyawa ikatan oksigen), akan tetapi
ada juga senyawa carbida (senyawa ikatan karbon dan logam berat), nitrida (senyawa ikatan
nitrogen), borida (senyawa ikatan boron) dan silida (senyawa ikatan silikon). Sebagai contoh,
pembuatan keramik alumina menggunakan 85 sampai 99 persen aluminum oksida sebagai
bahan utama dan dikombinasikan dengan berbagai senyawa kompleks secara kimia.
Beberapa contoh senyawa kompleks adalah barium titanate (BaTiO3) dan zinc ferrite
(ZnFe2O4). Material lain yang dapat disebut juga sebagai jenis keramik adalah berlian dan
graphite dari karbon.
Keramik lebih resisten terhadap korosi dibanding plastik dan logam. Keramik biasanya tidak
bereaksi dengan sebagian besar cairan, gas, aklali dan asam. Jenis-jenis keramik memiliki
titik leleh yang tinggi dan beberapa diantaranya masih dapat digunakan pada temperatur
mendekati titik lelehnya. Keramik juga stabil dalam waktu yang lama.
2. Sifat Mekanik
Ikatan keramik dapat dibilang sangat kuat, dapat kita lihat dari kekakuan ikatan dengan
mengukur kemampuan keramik menahan tekanan dan kelengkungan. Bend Strength atau
jumlah tekanan yang diperlukan untuk melengkungkan benda biasanya digunakan untuk

menentukan kekuatan keramik. Salah satu keramik yang keras adalah Zirconium dioxide
yang memiliki bend strength mendekati senyawa besi. Zirconias (ZrO2) mampu
mempertahankan kekuatannya hingga temperatur 900oC (1652oF), dan bahkan silikon
carbida dan silikon nitrida dapat mempertahankan kekuatannya pada temperatur diatas
1400oC (2552oF). Material-material silikon ini biasanya digunakan pada peralatan yang
memerlukan panas tinggi seperti bagian dari Gas-Turbine Engine. Walaupun keramik
memiliki ikatan yang kuat dan tahan pada temperatur tinggi, material ini sangat rapuh dan
mudah pecah bila dijatuhkan atau ketika dipanaskan dan didinginkan seketika.
3. Sifat Fisik
Sebagian besar keramik adalah ikatan dari karbon, oksigen atau nitrogen dengan material lain
seperti logam ringan dan semilogam. Hal ini menyebabkan keramik biasanya memiliki
densitas yang kecil. Sebagian keramik yang ringan mungkin dapat sekeras logam yang berat.
Keramik yang keras juga tahan terhadap gesekan. Senyawa keramik yang paling keras adalah
berlian, diikuti boron nitrida pada urutan kedua dalam bentuk kristal kubusnya. Aluminum
oksida dan silikon karbida biasa digunakan untuk memotong, menggiling, menghaluskan dan
menghaluskan material-material keras lain.
4. Sifat Panas
Sebagian besar keramik memiliki titik leleh yang tinggi, artinya walaupun pada temperatur
yang tinggi material ini dapat bertahan dari deformasi dan dapat bertahan dibawah tekanan
tinggi. Akan tetapi perubahan temperatur yang besar dan tiba-tiba dapat melemahkan
keramik. Kontraksi dan ekspansi pada perubahan temperatur tersebutlah yang dapat membuat
keramik pecah. Silikon karbida dan silikon nitrida lebih dapat bertahan dari kontraksi dan
ekspansi pada perubahan temperatur tinggi daripada keramik-keramik lain. Oleh karena itu
material ini digunakan pada bagian-bagian mesin seperti rotor pada turbin dalam mesin jet
yang memiliki variasi perubahan temperatur yang ekstrim.
5. Sifat Elektrik
Beberapa jenis keramik dapat menghantarkan listrik. Contohnya Chromium dioksida yang
mampu menghantarkan listrik sama baiknya dengan sebagian besar logam. Jenis keramik lain
seperti silikon karbida, kurang dapat menghantarkan listrik tapi masih dapat dikatakan
sebagai semikonduktor. Keramik seperti aluminum oksida bahkan tidak menghantarkan
listrik sama sekali. Beberapa keramik seperti porcelain dapat bertindak sebagai insulator (alat
untuk memisahkan elemen-elemen pada sirkuit listrik agar tetap pada jalurnya masingmasing) pada temperatur rendah tapi dapat menghantarkan listrik pada temperatur tinggi.
6. Sifat Magnetik

Keramik yang mengandung besi oksida (Fe2O3) dapat memiliki gaya magnetik mirip dengan
magnet besi, nikel dan cobalt. Keramik berbasis besi oksida ini biasa disebut ferrite. Keramik
magnetis lainnya adalah oksida-oksida nikel, senyawa mangan dan barium. Keramik bermagnet biasanya digunakan pada motor elektrik dan sirkuit listrik dan dapat dibuat dengan
resistensi tinggi terhadap demagnetisasi. Ketika elektron-elektron disejajarkan sedemikian
rupa, keramik dapat menghasilkan medan magnet yang sangat kuat dan sukar demagnetisasi
(menghilangkan medan magnet) dengan memecah barisan elektron tersebut.
JENIS JENIS KERAMIK
1. Beton
Dalam konstruksi, beton adalah sebuah bahan bangunan komposit yang terbuat dari
kombinasi aggregat dan pengikat semen. Bentuk paling umum dari beton adalah beton semen
Portland, yang terdiri dari agregat mineral (biasanya kerikil dan pasir), semen dan air.
Biasanya dipercayai bahwa beton mengering setelah pencampuran dan peletakan.
Sebenarnya, beton tidak menjadi padat karena air menguap, tetapi semen berhidrasi,
mengelem komponen lainnya bersama dan akhirnya membentuk material seperti-batu. Beton
digunakan untuk membuat perkerasan jalan, struktur bangunan, fondasi, jalan, jembatan
penyeberangan, struktur parkiran, dasar untuk pagar/gerbang, dan semen dalam bata atau
tembok blok. Nama lama untuk beton adalah batu cair.
Dalam perkembangannya banyak ditemukan beton baru hasil modifikasi, seperti
beton ringan, beton semprot (eng: shotcrete), beton fiber, beton berkekuatan tinggi, beton
berkekuatan sangat tinggi, beton mampat sendiri (eng: self compacted concrete) dll. Saat ini
beton merupakan bahan bangunan yang paling banyak dipakai di dunia.
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, beton memiliki kuat tekan yang tinggi namun
kuat tarik yang lemah. Untuk kuat tekan, di Indonesia sering digunakan satuan kg/cm dengan
simbol K. Misal, beton mutu K300 berarti memiliki kuat tekan 30 MPa.
Kuat hancur dari beton sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor :
a. Jenis dan kualitas semen
b. Jenis dan lekak lekul bidang permukaan agregat. Kenyataan menunjukkan bahwa
penggunaan agregat akan menghasilkan beton dengan kuat tekan dan kuat tarik lebih
besar daripada penggunaan kerikil halus dari sungai.
c. Perawatan. Kehilangan kekuatan sampai dengan sekitar 40% dapat terjadi bila
pengeringan diadakan sebelum waktunya. Perawatan adalah hal yang sangat penting
pada pekerjaan lapangan dan pada pembuatan benda uji.
d. Suhu. Pada umumnya kecepatan pengerasan beton bertambah dengan bertambahnya
suhu. Pada titik beku kuat tekan akan tetap rendah untuk waktu yang lama.
e. Umur. Pada kekeadaan yang normal kekuatan beton bertambah dengan umurnya.
2. ACIDBRICK

Asam bata atau batako tahan asam adalah bentuk khusus terbuat dari batu bata yang tahan
kimia dan tahan lama termal . Asam bata dibuat dari tinggi silika serpih dan dipecat pada
suhu yang lebih tinggi daripada yang digunakan untuk batu bata konvensional. Beberapa
produsen membuat batu bata dengan memanggangnya selama lebih dari seminggu. Ini
memiliki kuat tekan rata-rata sekitar 23.000 PSI. Spesifikasi ASTM C-279 menciptakan
spesifikasi untuk properti bata asam. Asam bata tidak tahan terhadap asam fluorida atau
kuat alkali.
SIFAT FISIK:

Sesuai dengan ASTM C279 untuk tipe III

Kerenikan

3,5%

Penyerapan Air ASTM C2

01,0%

Kepadatan Massal

2,39 g / cc

Modulus Patah ASTM

C6715 MPa

Dingin Kekuatan Crushing

135 MPa

Asam Kelarutan

kurang dari 5%

3. KACA
Kaca merupakan bahan amorf ( non - kristal ) padat yang menunjukkan transisi kaca, yang
merupakan transisi reversibel dalam bahan amorf ( atau di daerah amorf dalam bahan
semicrystalline ) dari keadaan keras dan relatif rapuh ke dalam keadaan cair atau seperti
karet. Kacamata biasanya rapuh dan bisa optik transparan . Jenis yang paling akrab dari
kaca , digunakan selama berabad-abad di jendela dan kapal minum , adalah kaca soda -lime ,
terdiri dari sekitar 75 % Silikon dioksida ( SiO2 ) ditambah natrium oksida ( Na2O ) dari
soda abu , kapur ( CaO ) , dan beberapa minor aditif . Seringkali , kaca istilah digunakan
dalam arti terbatas untuk merujuk pada penggunaan khusus ini .
Dari abad ke-19 , berbagai jenis kaca mewah mulai menjadi cabang penting dari seni
dekoratif . Benda yang terbuat dari kaca tidak hanya mencakup benda tradisional seperti
kapal ( mangkuk , vas , botol , dan kemasan lainnya ) , pemberat kertas , kelereng , manikmanik , tapi juga berbagai tak berujung patung dan seni instalasi juga. Kaca berwarna sering
digunakan , meskipun kadang-kadang kaca dicat , contoh tak terhitung ada dari penggunaan
kaca patri .
Dalam ilmu, namun, kaca istilah biasanya didefinisikan dalam arti yang lebih luas,
termasuk setiap padat yang memiliki non-kristalin (yaitu amorf) struktur dan yang
menunjukkan transisi kaca ketika dipanaskan terhadap keadaan cair. Dalam arti yang lebih

luas, gelas dapat dibuat dari kelas berbeda bahan: paduan logam, ion mencair, larutan air,
cairan molekul, dan polimer. Untuk banyak aplikasi (botol, kacamata) gelas polimer (akrilik
kaca, polikarbonat, polietilena tereftalat) merupakan alternatif yang lebih ringan untuk gelas
silika tradisional.
Sifat Fisika Kaca
-

Dapat ditembus oleh cahaya tampak dan sinar infra merah tetapi tidak oleh sinar
ultraviolet.
Tidak dapat dilewati sinar Rontgen
Ketumpatan 2560 kg/m3
Kaca bersifat rapuh dan kekuatan tegangan sangat rendah tetapi mempunyai kekuatan
mampatan yang tinggi
Kaca legap/berwarna mengandung benda asing dalam susunan struktur amorfous kaca
Kaca merupakan zat cair yang sangat dingin karena struktur partikel-partikel
penyusunnya yang saling berjauhan seperti dalam zat cair namun kaca berwujud

padat.
Tidak memiliki titiik lebur yang pasti (ada range tertentu)
Mempunyai viskositas yang cukup tinggi (lebig besar dari 1012 Pa.s)
Transparan, tahan terhadap serangan kimia kecuali hydrogen fluoride
Efektif sebagai isolator
Mampu menahan vakum tetapi rapuh terhadap benturan

Sifat Kimia Kaca


-

Mengalami perubahan sifat setelah digunakan bertahun-tahun atau dalam waktu yang
lebih singkat lagi bila dipakai untuk temperature yang lebih dari 1500C
Lembut apabila dipanaskan berangsur-angsur dan kembali keras bila disejukkan.
Ikatan-ikatan antara struktur atom kaca berbeda kekuatan
Sifat hablur amorfos pada kaca menyebabkan terjadi sedikit pembalikan dalaman
sehingga sebagian cahaya diserap
Kaca tidak mudah menguap
Bila pemanasan atau pendinginan berlangsung terlalu cepat atau terkonsentrasi pada
satu titik maka akan terjadi tegangan.
4. CLAY BRICK

Clay brick merupakan bahan bangunan artificial pertama yang dibuat oleh tangan manusia,
dan merupakan salah satu bahan bangunan tertua yang pernah diketahui. Air yang terkandung
dalam clay akan mulai hilang jika dipanaskan sampai 250 c. Perubahan mencolok akan
terlihat ketika panas yang diberikan antara 500 sampai 570 c dimana terjadi dehydroxylation
mineral clay.
Pada clay terdapat kandungan silica sebanyak 67%. Silica yang terkandung pada clay ini
memiliki bentuk yang berbeda ketika berada pada bentuk bebasnya (SiO2) dan dalam bentuk

campuran dengan element lain seperti alumunium oxide (Al2O3) untuk membentuk kaolinite
(Al2(Si2O5)(OH)4) pada feldspar group. Element yang membuat clay bewarna kemerahan
adalah iron oxide (Fe2O3). Warna ini tidak dominan dikarenakan terdapatnya material lain
didalam clay mentah seperti bahan-bahan organik sehingga terdapatnya warna abu-abu,
hitam, maupun coklat gelap tergantung pada jumlah kandungan yang ada. Meskipun
warnanya akan berubah setelah proses pembakaran ketika material-material karbonnya dan
komponen besinya mulai teroksidasi.
5. VITREOUS SILICA
Kemampuan silika untuk membentuk serangkaian tidak kurang dari 22 modifikasi 1
(tidak

semua

hampir
fase

modifikasi

sempurna
amorf

kristal

dibentuk

dalam

arti

kristalografi

kuarsa

dengan

sangat

aksi

neutron

berkecepatan

oleh

teratur

kuat)
amorf

tinggi

dari
silika-M,
dan

ke

gelas silika, bertanggung jawab untuk kepentingan besar dalam kimia sederhana
substansi
kepentingan

SiO2.

Selain

praktis

dan

tiga

alasan

teoritis

besar

utama
dalam

bertanggung
SiO2,

jawab

terutama

untuk
dalam

lain
silika

kaca :
a) sifat fisik ( mekanik , termal dan optik ) baik bersamaan terhubung dengan ketahanan
kimia yang baik ,
b) karakteristik anomali dari kaca silika dibandingkan dengan gelas lain dari jenis campuran ,
antara ini juga adalah kelompok gelas silikat , dan pembentuk kaca lainnya , dan
c) pentingnya SiO2 sebagai komponen utama dari berbagai kelas macam gelas silikat.
1 . Jenis gelas silika
Ada sekitar empat jenis komersial yang tersedia
Tipe I - gelas silika yang dihasilkan dari kuarsa alami oleh fusi listrikvakum atau di bawah
gas inert. Mereka berisi hampir tidak ada OH - kelompok ( sekitar 5 ppm atau kurang ) tapi
kotoran logam yang relatif tinggi urutan 30-100 ppm AI dan 4 ppm Na ( semua dalam fraksi
berat) . Komersial nama adalah Infrasil3 ), IR - Vitreosil4 ), GE 105, 201,2045 ).
Tipe II - gelas silika yang dihasilkan dari bubuk kristal kuarsa oleh api fusi ( Verneuille proses ). Karena penguapan parsial dan tidak adanya bahan wadah kotoran logam kurang dari
dalam tipe I gelas silika, tapi suasana api hidrogen-oksigen menyebabkan OH - isi sekitar 150
- 400ppm . Nama dagang yang Herasil , Homosil , Optosil3 ) , p.g. Vitreosil4 ) , G.E. 1045 ) .
Sebuah perlakuan termal khusus atmosfer oksigen , menyebabkan transparansi optik baik
dalam ultraviolet jangkauan, menyebabkan Ultrasil 3 ) gelas silika .
Tipe III - silika adalah silika vitreous sintetis yang diproduksi oleh hydrolyzation
dari Sici 4 saat penyemprotan ke dalam api oksigen - hidrogen . bahan ini

praktis
OH

bebas

dari

kotoran

di

urutan

1.000

logam
ppm

tapi

mengandung

dan

karena

jumlah

mulai

tinggi

C1

materi

jumlah dari urutan 100 ppm . Nama dagang : SuprasilS ) , Spectrosil4 ) ,


Corning 79.406 ) .
Tipe IV - silika
SiC14

dalam

uap

gelas

juga

silika

air

bebas

plasma

vitreous
api

sintetis
.

yang

Kacamata

diproduksi
ini

silika

dari
mirip

mengetik II1 tapi mengandung hanya sekitar 0,4 ppm OH dan sekitar 200 ppm C1 .
Nama dagang : Suprasil Wa ) , Spectrosil WF4 ) , Corning 79.436 ) . lain
Jenis diproduksi tetapi hanya

dalam satu kasus dan laboratorium

Bahan

silikon

awal

teroksidasi

adalah

dengan

oksigen

murni

semikonduktor
frekuensi

konten , khususnya konten OH - , sangat rendah .


Berbagai jenis gelas silika memiliki

tinggi
sifat

api

selektif

scaler ) .

berkualitas
plasma
yang

yang
pengotor

berbeda

dan

Oleh karena itu perbedaan karakteristik dalam jaringan struktur halus mereka. fakta ini
dan

terutama

berbagai

sifat

anomali

dari

kaca

silika

sama

sekali

akan

dipertimbangkan dalam bagian berikut .


Dari berbagai jenis silika vitreous komersial telah dipelajari sebagai fungsi
pengobatan termal dan konsentrasi pengotor ion . Sifat yang dipelajari meliputi densitas ,
redaman geser gelombang , kecepatan gelombang geser dan dilatational , dan konstanta
elastis. Pengukuran sifat akustik yang dibuat pada sampel berbentuk bola kecil terutama
menggunakan teknik yang menetapkan bola ke mode resonansi getaran dan kemudian
memungkinkan getaran untuk pembusukan bebas . Kedua frekuensi dan menurunnya
pembusukan diukur . Penggunaan teknik ini lingkup resonansi sangat tepat untuk penelitian
ini karena memungkinkan pengukuran tepat pada sampel cukup kecil untuk mudah
mengalami modifikasi laboratorium , dan itu memungkinkan studi tentang variasi kecepatan
dalam satu blok material oleh pengukuran pada banyak sampel lokal . Temuan utama dari
penelitian ini adalah sebagai berikut : ( 1 ) Peningkatan dari satu derajat suhu fiktif
( parameter diasumsikan terkait dengan konfigurasi internal yang keseimbangan kaca )
menyebabkan penurunan dalam kecepatan geser dari 13-16 ppm . ( 2 ) perbedaan hasil Gross
konten OH perbedaan dalam kecepatan geser . Meskipun perbedaan kecepatan geser dapat
disebabkan oleh perubahan suhu fiktif dan isi OH kotor , fluktuasi kecepatan geser (dari
urutan 125 ppm ) diamati dalam potongan besar tunggal silika vitreous komersial tidak
berkorelasi dengan variasi baik temperatur fiktif atau konten OH . Upaya untuk berhubungan
fluktuasi kecepatan geser perbedaan kandungan Na tidak meyakinkan.

6. STRUCTURAL CLAY
Produk tanah liat struktural, produk keramik dimaksudkan untuk digunakan dalam
konstruksi bangunan. Produk tanah liat struktural khas bangunan bata, paving batu bata,
terakota menghadapi genteng, genteng atap , dan pipa drainase. Benda-benda ini terbuat dari
bahan-bahan alami yang biasa terjadi , yang dicampur dengan air , dibentuk menjadi bentuk
yang diinginkan , dan dibakar dalam kiln dalam rangka untuk memberikan campuran tanah
liat ikatan permanen. Produk tanah liat struktural selesai menampilkan sifat penting seperti
kekuatan beban , ketahanan aus , ketahanan terhadap serangan kimia , penampilan menarik ,
dan kemampuan untuk mengambil selesai dekoratif.
Genteng tanah liat Struktural menjelaskan kategori bahan bangunan terbakar tanah liat
yang digunakan untuk membangun dinding bangunan dan fireproofing struktural. Juga
disebut bangunan genteng , struktur terra cotta atau genteng berongga, materi merupakan
bentuk tanah liat diekstrusi dengan kedalaman substansial yang memungkinkan untuk
diletakkan dalam cara yang sama seperti tanah liat lain atau pasangan bata beton . Di Amerika
Utara itu terutama digunakan selama akhir abad 19 dan awal abad ke-20 , dan terus
digunakan di Eropa untuk membangun dinding tahan api dan partisi . Sementara unit tersebut
sebagian besar dimaksudkan untuk ditutupi dengan plester atau bahan finishing yang sama ,
struktur ubin menghadapi mengkilap ( SGFT ) memiliki permukaan mengkilap pada satu atau
lebih sisi dan digunakan sebagai bahan selesai . Di Amerika Utara material sebagian besar
telah digantikan oleh unit batu beton.
Unit genteng tanah liat berongga diperkenalkan di Amerika Utara setelah 1875 untuk
digunakan sebagai ringan , sistem tahan api untuk pembangunan partisi pada bangunan
berbingkai baja . Tile diklasifikasikan menjadi beban dan kategori non - beban . Ubin beban
dijelaskan di bawah standar ASTM C34 , dibagi lagi menjadi kelas LBX , untuk daerah yang
terkena pelapukan , dan LB , untuk aplikasi dilindungi. Ubin Non - beban yang dijelaskan
dalam ASTM C56 dalam satu kelas , NB . Hal ini digunakan untuk partisi interior , dan dapat
diletakkan dengan sel berjalan horizontal atau vertikal . Tile dapat berusuk untuk menerima
finish plester , atau halus . Bentuk khusus yang tersedia untuk menempel dan agar sesuai di
sekitar bentuk baja struktural , menyediakan kandang tahan api bagi anggota baja beban .
Liat ubin struktural diproduksi dalam berbagai ukuran standar , termasuk 4 " , 6 " , 8", 10 "
dan 12 " ketebalan , dan biasanya 12 " x 12 " atau 12 " x 8 " dimensi wajah [ 1 ] Tile itu . juga
diproduksi dalam serangkaian bentuk wedge lulus untuk instalasi antara anggota baja sebagai
datar lengkungan struktur lantai tahan api , harus ditutupi dengan memakai permukaan beton

di atas . dalam kasus lain , genteng tanah liat struktural digunakan sebagai bahan bentuk
permanen untuk mengurangi massal dan berat struktural pelat lantai beton.
Jenis khusus dari genteng tanah liat struktural diproduksi dengan permukaan
melengkung vitrifikasi atau dikilapkan untuk digunakan dalam membangun silo pertanian .
Bentuk lain, yang disebut " ubin telepon " , digunakan sebagai saluran bawah tanah multibersel untuk kabel telepon. Struktural ubin menghadap mengkilap. Struktural ubin
menghadap mengkilap telah banyak digunakan dalam pengaturan kelembagaan sini tahan
lama , mudah dibersihkan permukaan yang diinginkan . Materi yang sering ditemukan di
sekolah-sekolah , lembaga pemasyarakatan , kolam renang dan fasilitas serupa . Berbagai
macam bentuk telah dikembangkan untuk memungkinkan pembangunan sudut , topi , dasar
dinding dan elemen lainnya menggunakan ukuran standar . SGFT tidak dapat dengan mudah
dipotong tanpa merusak permukaan mengkilap , sehingga beberapa lusin bentuk khusus yang
tersedia untuk memungkinkan kebanyakan situasi harus diakomodasi . SGFT fitur permukaan
mengkilap bara yang dapat diproduksi dalam warna yang sama dengan yang tersedia dari
ubin keramik standar SGFT telah digantikan dalam beberapa aplikasi oleh unit batu
mengkilap , gabungan dari batu beton dan lapisan permukaan ubin.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2012. Organic Macromolecules. http://m.everythingscience.co.za/grade12/02-organic-

macromolecules/02-organic-macromolecules-03.cnxmlplus.

( Diakses Februari 2012 )


Anonim. 2012. Polymer Properties. http://www.engineeringtoolbox.com/polymerproperties 1222.html.( Diakses 22 Desember 2012 )
http://id.wikipedia.org/wiki/Grafit
http://faidery26.blogspot.com/2011/10/bahan-galian-grafit.html
http://geonewcarbon.blogspot.com/
http://hidupsehati.com/manfaat-karbon-dan-senyawa-karbon.html
http://narutou-narutou.blogspot.com/2010/05/bab-i-pendahuluan.html
http://www.tekmira.esdm.go.id/data/Grafit/ulasan.asp?
xdir=Grafit&commId=16&comm=Grafit
http://wanibesak.wordpress.com/2011/02/28/alotrop-karbon-intan-grafit-danfullerene/
http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-industri/utilitas-pabrik/bahan-nonmetal-grafit/
http://www.dephut.go.id/Halaman/STANDARDISASI_&_LINGKUNGAN_KEHUT
ANAN/INFO_V02/VII_V02.htm
http://noviantoblog.blogspot.com/2009/06/sifat-sifat-fisik-kayu-3.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Kayu
http://noviantoblog.blogspot.com/2009/06/sifat-kimia-kayu-1.html