Anda di halaman 1dari 43

OBAT-OBAT

SALURAN CERNA

1. GOLONGAN ANTASIDA DAN ULKUS,


ANTIBUSA
Indikasi : meredakan gejala yang berhubungan
dengan hipersekresi asam lambung, gastritis,
tukak lambung, tukak usus 12 jari misalnya mual,
muntah, nyeri epigastrium, kembung yang tidak
dapat dikendalikan hanya dengan antasida saja
Kontraindikasi : hipersensitif dengan antagonis
reseptor H2 lain
Efek Samping : konstipasi, diare , mual, muntah,
sakit kepala, pusing, aritmia, ruam kulit.

Contoh obat

Ranitidin ( Ranitidine, Ranit, Ranitab )


Kekuatan sediaan : 150 mg, 300 mg
Omeprazol ( Redusec, Regasec, Rocer )
Kekuatan sediaan : 20 mg
Famotidin ( Tismafam, Ulfam, Regastin )
Kekuatan sediaan : 20 mg, 40 mg
Simetidin ( Corsamet, Cimetidine,
Licomet )
Kekuatan sediaan : 200 mg, 400 mg

2. GOLONGAN ANTIEMETIK
Indikasi
: mual, muntah, nyeri ulu hati,
sakit dan rasa penuh pada lambung, kembung
Kontraindikasi : hipersensitifitas, pendarahan
gastrointestinal
Efek samping : pusing, mengantuk, lemah,
muluit kering, gelisah, dan konstipasi diare

Contoh obat

Domperidon ( Dome, Domet, Dometic )


Kekuatan sediaan : 10 mg
Metoklorpamid HCl ( Damaben, Emeran, Enakur )
Kekuatan sediaan : 10 mg
Ondansentron ( Etron, Frazon, Narfoz )
Kekuatan sediaan : 4 mg, 8 mg
Dimenhidrinat ( Contramo, Dramamine, Antimo )
Kekuatan sediaan : 50 mg, 12,5 mg/sachet

3. GOLONGAN ANTISPASMODIK
Indikasi
: Nyeri paroksima pada penyakit
lambung atau usus halus,nyeri spastik pada
saluran empedu,saluran kemih dan organ
genitalis.
Kontraindikasi : Glaukoma,hipertrofi prostat
dengan kecenderungan retensi urine, stenosis
mekanis didaerah saluran cerna, takikardia,
megakolon, hipersensitif, porfiria, penderita
gangguan fungsi hati.

Contoh obat

Hiosin n-Butil Bromida ( Gitas plus, Hyscopan,


Scopma )
Kekuatan sediaan : 10 mg/tab, 20 mg/mL
inj
Papaverine HCl ( Novaverine, Papaverine HCl
Soho, Erlapav )
Kekuatan sediaan : 40 mg/tab, 40 mg/mL
inj

4. OBAT DIARE
Indikasi
: Mengobati mencret dan
memadatkan kembali feces yang cair, mengatasi
rasa mulas (hindari makanan atau minuman yang
asam dan pedas selama belum sembuh ).
Kontaraindikasi : Keadaan dimana konstipasi
harus dihindarkan, anak
<12tahun, wanita hamil dan menyusui
Efek samping : Mual, gangguan kulit, letih

Contoh obat

Psidii folium ( Diapet, Antrexol )


Kekuataan sediaan : 150 mg, 50 mg
Loperamida HCl (Antidia, Bidium, Colidium)
Kekuatan sediaan : 2 mg/tab
Atapulgit ( Kaotate )
Kekuatan sediaan : 600 mg/15 mL susp

5. GOLONGAN LAKSATIFUM
Indikasi
: Sembelit, menghilangkan
rasa nyeri pada buang air besar, seperti
hemoroid, sebelum dan sesudah operasi,
persiapan untuk barium enema,
persiapan usus besar untuk
protoksigmoidoskopi.
Kontraindikasi
: Operasi perut akut.

Contoh obat

Bisakodil ( Dulcolax, Bicolax )


Kekuatan sediaan : 10 mg/supos
Laktulosa ( Lantulos, Lactulax )
Kekuatan sediaan : 3,335 g/5 mL sirup

HORMON

1. GOLONGAN ANTI DIABETIK ORAL


Indikasi : Terapi penderita diabetes tidak tergantung
insulin, kelebihan berat badan dimana kadar gula
tidak bisa dikontrol dengan diet, terapi tambahan
pada penderita diabetes dengan ketergantungan
terhadap insulin yang gejalanya sulit diketahui.
Kontraindikasi : Hipersensitif, diabetes koma, dan
ketoasidosis, gangguan fungsi ginjal, penyakit hati
kronis, kegagalan jantung dan infrak miokard,
alkoholisme, keadaan berkaitan dengan asidosis
laktat dan hipoksemia, kehamilan dan menyusui.
Efek Samping : Gangguan fungsi pencernaan.

Contoh Obat :
Metformin HCl (Forbetes, Adecco)
Kekuatan
: 500 mg, 850 mg.
Glimepirid (Diaglimid, Glamaron)
Kekuatan
: 1 mg, 2 mg, 3 mg, 4
mg.

2. GOLONGAN ANTIDIABETIK
PARENTERAL
Indikasi : Diabetes yang tergantung
insulin.
KI : Hipersensitif
ES : Hipoglikemia, kerusakan
penglihatan sementara

Contoh Obat :
Insulin glargin (Lantus)
Kekuatan
: 100 UI/mL.
Insulin aspart (Novorapid, novomix
30)
Kekuatan
: 100 iu/ml

HORMON KELAMIN DAN


OBAT YANG
MEMPENGARUHI
FERTILITAS

1. FSH
Indikasi
: defekuatanensi
androgen dan infertilitas pada lakilaki
Kontra indikasi : hipersensitifitas,
kanker prostat, tumor hati.
Efek samping : ereksi terusmenerus

Contoh Obat :
Mesterolon (Androlon, Infelon)
Kekuatan
: 25 mg
Gonadotropin (Humegon)
Kekuatan
: 75 UI, 150 UI/Vial

2. ESTROGEN
Indikasi : terapi terhadap tidak terjadinya
haid, terapi simtomatik kekurangan
estrogen saat menopause.
Kontra indikasi: hamil, pasien dengan
herpes gestatonis.
Efek samping
: edema, sakit kepala,
pre-menstruasi, mual.

Contoh Obat

Etinilestradiol (Lynoral)
Kekuatan
: 0,05 mg
Estradiol (Angeliq, Kliogest)
Kekuatan
: 1 mg

3. PROGESTERON
Indikasi
: ancaman abortus dan
persalinan prematur
Kontra indikasi: hipersensitifitas
Efek samping : mual muntah

Contoh Obat

Alilestrenol (Progeston, Premaston)


Kekuatan : 5 mg
Noretisteron (Anore, Regumen)
Kekuatan : 5 mg

4. KONTRASEPTIK
Indikasi : kontrasepsi oral
Kontra indikasi: trombosis, emboli paru, infrag
miokard, gangguan kardiovaskuler, diabetes
melitus, tumor hati, migrain, hamil, hipersensitif
terhadap komponen obat.
Efek samping : perdarahan sedikit-sedikit,
sensitifitas pada payudara, nyeri atau seksresi
pada payudara, sakit kepala, depresi, intoleransi
lensa kontak, mual, muntah, perubahan sekresi
vagina, penyakit kulit, perubahan BB, dan reaksi
hipersensitif.

Contoh Obat :
Etinilestradiol (Cyclogynon)
Kekuatan : 0,03 mg
Levonorgestrel (microlut, Mirena)
Kekuatan : 0,15 mg

5. INDUKTOR
Indikasi
: wanita infertilitas anovulasi, pria
oligospermia.
Kontra indikasi : hamil, penyakit hati, perdarahan
abnormal uterus yang tidak terdiagnosa, disfungsi
ovarium dan pituitari, kista ovarium dan
karsinoma endometrium.
Efek samping : wajah terasa panas, urtikaria,
ruam kulit, tidak nyaman di perut, penglihatan
kabur, pembesaran ovarium, gangguan SSP, fungsi
hati yang abnormal, dan kehamilan ganda.

Contoh Obat :
1. Klomifen Sitrat (Clovertil, Clomivene,
Fertin)
Kekuatan : 50 mg
2. Setrorelik (Cetrotide)
Kekuatan : 0,25 mg

6. ANTIHIPERTIROIDISME
Indikasi : Hipertiroidisme
Kontraindikasi: Laktasi
Efek Samping : alergi kulit, pembengkakan
kelanjar ludah.

Contoh Obat

1. Karbimazole (Neo-mercazole)
Kekuatan : 5 mg
2. Tiamazol (Thyrozol)
Kekuatan : 5 mg, 10 mg, 20 mg

7. ANTIHIPOTIROIDISME
Indikasi : Ekspektoran, hipotirodisme.
Kontraindikasi : wanita hamil dan menyusui
Efek samping : muntah, anoreksia, iritasi
saluran pencernaan

Contoh Obat :

1. Kalium Iodida (Joodkali)


Kekuatan : 200 mg
2. Levotiroksin (Thyrax Duotab)
Kekuatan : 100 mcg

8. KORTIKOSTEROID DAN
KORTIKOTROPIN
Indikasi : alergi yang membutuhkan terapi
kortikosteroid
Kontra indikasi
: hipersensitif, leonatus
dan prematur, infeksi fungsi sistemik, dan
penderita yang mempunyai tukak lambung
aktif.
Efek samping : moon face, ostoeporosis,
dermatologi

Contoh obat :
Deksametasone (Alerdex, Dexa-N, Ermethasone)
Kekuatan : 0,5 mg, 0,75 mg
Betametasone (Betason, Celestone, )
Kekuatan : 0,5 mg
Metilprednisolon (Flameson, Hexsilon, Intidrol)
Kekuatan : 4 mg, 8 mg, 16 mg
Prednison (Ifisol, Inflason)
Kekuatan : 5 mg
Triamsinolon Asetonit (Ketricin, Tremacort)
Kekuatan : 1 mg/g krim

9. HORMON LAIN
Indikasi : mengurangi simptom menopause
terutama berkeringat dan flushing, terapi
disfungsi ereksi
Kontra indikasi
: hipersensitif, anemia,
hamil(Alprostadin tidak boleh digunakan pada
wanita dan anak-anak)
Efek samping : diare, jerawat, nyeri payudara,
sakit kepala, gangguan pernapasan, pusing,
keringat berlebihan

Contoh obat :
Alprostadil (Kaferject)
Kekuatan : 10 mcg, 20 mcg/mL
Tibolon (Livial)
Kekuatan : 2,5 mg

VITAMIN DAN
MINERAL

1. Vitamin A
Indikasi : defisiensi vitamin A
Kontra indikasi : hipersensitif
Efek samping : mual, muntah, malaise, diare,
demam, sakit kepala, hiperkarotenemia.
Contoh obat
:
Vitamin A
Kekuatan : 6000 IU
Vitamin-A asetat sintetik (Vitamin A Kimia Farma)
Kekuatan : 6000 IU, 20000 IU, 50000 IU

2. Vitamin B
Indikasi : neuropati perifer, kekurangan vitamin B,
pengobatan beri-beri, tinitus vertigo.
Kontra indikasi : hipersensitif
Efek samping : mual, diare, kehilangan nafsu
makan, gangguan saluran cerna.
Contoh obat :
Mecobalamin (etigobal, lanabal, kalmeco)
Kekuatan : 500 mcg, 250 mcg.
Vit. B1 (licobevit, nervin)
Kekuatan : 100 mg

3. Vitamin C
Indikasi : defisiensi vitamin C dengan gejala sariawan,
pendarahan, dan peradangan pada gusi.
Kontra indikasi : hipersensitif
Efek samping
: sakit kepala, lelah, insomnia, keram
perut, mual dan muntah.
Contoh obat :
Vitamin C (Bekamin C forte, Vit C, Redoxon)
Kekuatan : 250 mg, 1000 mg
Asam aksorbat (Samcemin, Sweta C)
Kekuatan : 100 mg, 500 mg

4. Vitamin D
Indikasi
: defisiensi vitamin D untuk
kesehatan tulang dan gigi.
Kontraindikasi : hipersensitif
Contoh obat
:
Vitamin D3 (Adikalt, Calcifar plus, Hical)
Kekuatan sediaan : 200 UI, 70 UI, 5 mg
Vitamin D (Calporosis D, Efferost, Samcalvit)
Kekuatan sediaan : 100 UI, 200 UI, 160 UI
Vitamin D2 (Calciiplex D)
Kekuatan sediaan
: 5000 UI/ mL inj

5. Vitamin E
Indikasi
: Defisiensi vitamin E untuk
mempertahankan elastisitas kulit, memperlambat
proses penuaan, mengurangi resiko penyakit
jantung koroner, dan sebagai antioksidan.
Kontraindikasi : tidak boleh diberikan bersama
vitamin K, hipersensitif.
Efek samping
: mual, kelelahan otot, lelah, sakit
kepala, pandangan kabur, gangguan
gastrointestinal dan penurunan fungsi
gonadotropin (pemakaian jangka panjang dengan
dosis tinggi).

Contoh obat
Vitamin E (Bio-E, Evirol-F, Evitan)
Kekuatan sediaan : 200 UI, 200 mg, 100
mg
DL-Alfatokoferol (Evion 100, Lanturo
200/400, Naturol)
Kekuatan sediaan : 200 UI, 400 UI

MINERAL
Kalsium laktat (Bufaca, Lactas
Calcicus)
Kekuatan sediaan : 500 mg
Asam Folat (Folas, Folaxin)
Kekuatan sediaan : 400 mcg/tab