Anda di halaman 1dari 3

LABORATORIUM FISIKA DAN KALIBRASI

AKADEMI KIMIA ANALISIS BOGOR


Calibration and Physic Laboratories-Academy for Analytical Chemistry

Nomor/Judul Praktikum

: Elektroda Selektif Ion / Identifikasi Air

Tanggal Praktikum

: 24 November 2011

Tempat Praktik

: Laboratorium Fisika/Kalibrasi AKA Bogor

Suhu Ruang

: (27,3-29,5)0C

Kelembaban

: (80-91)%RH

Tekanan Udara

: (756-768)mBarr

Sampel/Bahan Uji

: PAM, RO(Reverse Osmosis), Air Suling Galon (AS-G), dan


AMIU

Alat Ukur Utama

: 1. Konduktometer
2. TDS Meter

Ringkasan cara kerja

: Masing-masing sampel dituang ke dalam 2 gelas piala. Gelas


piala 1 berisi sampel murni dan gelas piala 2 berisi sampel + 5 mL
HCl. Semua sampel diukur menggunakan konduktometer dan TDS
meter kemudian dicatat hasil pembacaannya. Dilakukan 3 kali
pengulangan.

Data Pengamatan
1. Daya Hantar Listrik
Tabel Hasil Ukur DHL (S/cm)
Jenis Air

RO

30,40

31,50

30,30

30,40

PAM

738,00

743,00

744,00

744,00

AS-G

25,30

22,20

22,40

22,40

AMIU

746,00

745,00

745,00

746,00

Jenis Air

18330,00

18320,00

18340,00

18340,00

PAM + HCl

890,00

891,00

890,00

889,00

AS-G + HCl

15880,00

15930,00

15910,00

15910,00

AMIU+ HCl

2830,00

2830,00

2820,00

2820,00

RO + HCl

2. TDS
Tabel hasil ukur TDS (ppm)

Jenis Air

AS-G

PAM

228

233

232

232

RO

10

10

10

10

AMIU

229

231

231

231

AS-G + HCl

784

792

791

792

PAM + HCl

269

270

271

271

RO + HCl

546

543

542

539

AMIU+ HCl

459

462

461

463

Jenis Air

Pembahasan :
Pengukuran nilai Daya Hantar Listrik (DHL) dan TDS (Total Dissolve Solid) dilakukan
menggunakan alat konduktometer dan TDS meter. TDS adalah jumlah total dari ion bermuatan
mobile, termasuk mineral, garam atau logam dilarutkan dalam volume tertentu air, dinyatakan dalam
satuan mg per satuan volume air (mg / L), juga disebut sebagai bagian per juta (ppm). TDS adalah
langsung berhubungan dengan kemurnian air dan kualitas sistem pemurnian air dan mempengaruhi segala
sesuatu yang mengkonsumsi, tinggal di, atau menggunakan air, baik organik atau anorganik, baik untuk
lebih baik atau lebih buruk. "Padatan terlarut" mengacu pada setiap mineral, garam, logam, kation atau
anion yang terlarut dalam air. Ini mencakup apa pun hadir di air selain air murni (H20) molekul dan
padatan tersuspensi. Konduktometer adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengukur konduktivitas

listrik dalam larutan. Umumdigunakan dalam hidroponik, akuakultur dan air tawar sistem untuk
memantau jumlah nutrisi garam atau kotoran dalam air. Sampel yang digunakan yaitu PAM, RO,
AS-G, dan AMIU. Berdasarkan percobaan diperoleh nilai Daya Hantar Listrik (DHL) sebagai
berikut.
1. RO

: 30,65 S/cm

2. AS-G : 23,075 S/cm


3. PAM : 742,25 S/cm
4. AMIU : 745,5 S/cm
Untuk TDS diperoleh nilai sebagai berikut.
1. PAM

: 231,25 ppm

2. Reverse Osmosis

: 10,00 ppm

3. Air Suling Galon

: 7,25 ppm

4. AMIU

: 230,50 ppm

Nilai TDS dari Reverse Osmosis (RO) berdasarkan literatur sebesar 5 ppm sedangkan
pada percobaan terbaca 10,00 ppm. Hal ini kemungkinan dikarenakan alat TDS meter yg
digunakan tidak selekif ion sehingga semua ion yang terdapat dalam sampel ikut terbaca dan
juga kontaminasi dari bahan lain.
Nilai Daya Hantar Listrik menurut literature pada Reverse Osmosis sebesar (<200
S/cm). Setelah penambahan HCl, nilai DHL yang diperoleh semakin tinggi. Hal ini dikarenakan
HCl merupakan elektrolit kuat sehingga nilai daya hantar listriknya besar.

Kesimpulan

Kualitas air dapat diidentifikasi dengan mengukur konduktivitas air tersebut menggunakan
konduktometer dan total disolve solid menggunakan TDS meter. Semakin kecil harga yang
diberikan maka semakin baik kalitas air tersebut karena kandungan ionnya yang