Anda di halaman 1dari 5

Para pihak dalam perjanjian modal ventura terdiri dari :

Perusahaan Modal Ventura (PMV), yaitu badan usaha yang melakukan


usaha pembiayaan/penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan yang
menerima bantuan pembiayaan (Investee Company) untuk jangka waktu
tertentu dalam bentuk penyertaan saham, penyertaan melalui pembelian
obligasi konversi, dan/atau pembiayaan berdasarkan pembagian atas
hasil usaha.
Perusahaan Pasangan Usaha (PPU) (Investee Company), yaitu perusahaan
atau usaha mikro, kecil, dan menengah yang menerima bantuan
pembiayaan dan/atau penyertaan dari PMV.

Kegiatan usaha PMV meliputi :


Penyertaan saham (equity participation)
Penyertaan saham wajib dilakukan PMV dalam bentuk penyertaan modal
langsung kepada PPU yang berbentuk badan hokum perseroan terbatas
untuk jangka waktu tertentu.
Penyertaan

melalui

pembelian

obligasi

konversi

(quasi

equity

participation)

Penyertaan melalui pembelian obligasi konversi wajib dilakukan oleh


PMV dalam bentuk pembelian obligasi konversi yang diterbitkan oleh
PPU yang berbentuk badan hukum perseroan terbatas.

Obligasi konversi dapat dikonversi menjadi penyertaan saham (equity


participation) pada saat jatuh tempo untuk suatu jangka waktu
tertentu.

Pengkonversian menjadi penyertaan saham (equity participation)


dilakukan berdasarkan perjanjian yang telah disepakati bersama oleh
PMV dan PPU.

Pembiayaan berdasarkan pembagian atas hasil usaha (profit/revenue


sharing)

Pembiayaan berdasarkan pembagian atas hasil usaha dilaksanakan


oleh PMV kepada PPU dilakukan dengan pola :

o Pembagian atas hasil usaha berdasarkan laba (profit sharing) yang


dihasilkan dari selisih lebih total pendapatan dengan biaya-biaya
yang dikeluarkan; atau
o Pembagian atas hasil usaha berdasarkan pendapatan (revenue
sharing).

Pembagian atas hasil usaha dilakukan berdasarkan persentase


tertentu yang telah disepakati di awal dan harus dituangkan dalam
perjanjian tertulis antara PMV dan PPU.

Kegiatan usaha PMV merupakan kegiatan usaha dalam bentuk Penyertaan


modal aktif, baik secara langsung mauoun tidak langsung yang juga dapat
disertai dengan pemberian pelatihan dan pendampingan kepada PPU di
bidang administrasi, akuntansi, manajemen, dan pemasaran, serta bidang
lainnya yang mendukung kegiatan usaha PMV.

Penyertaan modal oleh PMV bersifat sementara dan berjangka waktu, yaitu
dengan jangka waktu paling lama 10 tahun.

Setelah jangka waktu 10 tahun berakhir, PMV wajib melakukan Divestasi.

Divestasi adalah penjualan saham PMV yang berada pada PPU yang
bersangkutan.

Divestasi dapat dilakukan dengan cara :


Penawaran umum melalui pasar modal (initial public offering);
Menjual kembali kepada PPU (buy back); atau
Menjual kepada perusahaan lain/investor baru.

Kewajiban melakukan Divestasi dikecualikan bagi PMV yang melakukan


restrukturisasi hanya pada PPU yang mengalami kesulitan keuangan. Dalam
hal PMV melakukan restrukturisasi, maka jangka waktu Divestasi dapat
diperpanjang paling lama 5 tahun.

Kasus Posisi:
Dalam kasus ini, telah terjadi wanprestasi serta perbuatan melawan
hukum yang dilakukan oleh PPU, yaitu CV. Surya Kencana terhadap PMV,

yaitu PT. Sarana Sulteng Ventura. Hal ini diawali dengan adanya perjanjian
pembiayaan

dengan

pola

pembagian

atas

hasil

usaha

No.

06/PBH/SSTV/1998, tertanggal 28 Agustus 1998, antara PT. Sarana Sulteng


Ventura, sebagai suatu Perseroan Terbatas yang bergerak dalam bidang
usaha Modal Ventura, dengan tujuan dan misi untuk menyertakan modalnya,
baik secara langsung maupun tidak langsung pada perusahaan/pengusaha
menengah dan kecil, dengan CV. Surya Kencana, sebagai Perusahaan
Pasangan Usaha di bidang perdagangan sapi. Perjanjian pembiayaan dengan
pola bagi hasil tersebut dibuat secara sah maka olehnya mengikat sebagai
hokum bagi para pihak.
Berdasarkan kesepakatan para pihak dalam perjanjian, bahwa
pembiayaan yang diberikan oleh PMV kepada PPU ialah sebesar
Rp.21.000.000,- (dua puluh satu juta rupiah) yang harus digunakan oleh PPU
sebagai modal kerja dalam perjanjian pembiayaan dengan jangka waktu
pembiayaan selama 24 (dua puluh empat) bulan, terhitung dari tanggal
pertama kali pencairan jumlah pembiayaan. Kemudian pembiayaan tersebut
telah disetorkan oleh PMV kepada PPU pada tanggal 31 Agustus 1998 melalui
rekening bersama (joint account) atas nama Erni Yunus sebagai Direksi CV.
Surya Kencana setelah dipotong provisi sebesar 1 % dan biaya administrasi
fee sebesar 1 % dari pembiayaan atau sebesar Rp.21.000.000,- dikurangi
Rp.420.000,- = Rp.20.580.000,- (dua puluh juta lima ratus delapan puluh ribu
rupiah).
Bahwa atas pembiayaan tersebut antara PMV dengan PPU telah
sepakat, imbalan bagi hasil sebesar 30 % dari keuntungan/laba operasional
usaha sebelum pajak yang akan dibayarkan oleh PPU kepada PMV dan
pengembalian jumlah pembiayaan dilakukan setiap bulan berdasarkan
proyeksi yang disepakati dengan grace periode 5 (lima) bulan, sehingga
dimulai pada bulan ke 6 (enam) sebesar Rp.1.105.265,- sampai dengan bulan
ke-24 kepada PMV, setiap bulan paling lambat tanggal 10 dan apabila PPU
lalai melaksanakan pembayaran bagi hasil dan pengembalian fasilitas
pembiayaan, maka akan dikenakan denda keterlambatan sebesar 3 % per
bulan.

Bahwa untuk meyakinkan PMV agar PPU dapat menerima


pembiayaan dari PMV, PPU memberikan jaminan pengembalian pembiayaan
pada tanggal 28 Agustus 1998 berupa tanah dan 2 (dua) buah mobil.
Namun dalam praktik, setelah pembiayaan diberikan, PPU tidak
melaksanakan kewajibannya sebagaimana tercantum dalam perjanjian
terhadap PMV terkait bagi hasil dari laba yang diperoleh PPU. Begitu pula
jaminan yang diberikan PPU kepada PMV yang ditujukan agar PPU dapat
diberi pembiayaan, merupakan jaminan yang tidak benar keberadaan dan
kepemilikannya, serta PPU melakukan pemalsuan laporan/kwitansi fiktif
terkait usahanya. Sehingga dalam kasus ini, PPU telah melakukan wanprestasi
serta perbuatan melawan hukum terhadap PMV.

Analisis Kasus :
Dalam kasus ini yang merupakan Perusahaan Modal Ventura ialah PT.
Sarana Sulteng Ventura Perusahaan Modal Ventura (PMV), yaitu badan usaha
yang melakukan usaha pembiayaan/penyertaan modal ke dalam suatu
perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan (Investee Company), yang
mana dalam hal ini adalah CV. Surya Kencana, untuk jangka waktu tertentu,
yaitu 24 bulan dalam bentuk pembiayaan berdasarkan pembagian atas hasil
usaha. Setelah jangka waktu berakhir, PMV wajib melakukan Divestasi.
Kegiatan usaha PT. Sarana Sulteng Ventura sebagai PMV kepada CV.
Surya Kencana sebagai PPU ialah dalam bentuk pembiayaan berdasarkan atas
hasil usaha yang dilakukan dengan pola Pembagian atas hasil usaha
berdasarkan laba (profit sharing) yang dihasilkan dari selisih lebih total
pendapatan dengan biaya-biaya yang dikeluarkan. Pembagian atas hasil
usaha ini dilakukan berdasarkan persentase tertentu yang telah disepakati di
awal dan dituangkan dalam perjanjian tertulis antara PMV dan PPU. Dalam
kasus ini antara PMV dengan PPU telah sepakat, imbalan bagi hasil sebesar
30 % dari keuntungan/laba operasional usaha sebelum pajak yang akan
dibayarkan oleh PPU kepada PMV dan pengembalian jumlah pembiayaan
dilakukan setiap bulan berdasarkan proyeksi yang disepakati dengan grace

periode 5 (lima) bulan, sehingga dimulai pada bulan ke 6 (enam) sebesar


Rp.1.105.265,- sampai dengan bulan ke-24 kepada PMV, setiap bulan paling
lambat tanggal 10 dan apabila PPU lalai melaksanakan pembayaran bagi hasil
dan pengembalian fasilitas pembiayaan, maka akan dikenakan denda
keterlambatan sebesar 3 % per bulan.
Berdasarkan perjanjian modal ventura yang dibuat dan disepakati
oleh kedua pihak tersebut, disimpulkan bahwa perjanjian modal ventura
tersebut tidak sesuai dengan hakikat atau prinsip dari modal ventura itu
sendiri, yang mana bertujuan membantu perusahaan atau UMKM melalui
penyertaan modal yang juga dapat disertai dengan pemberian bimbingan
dari pihak PMV terhadap PPU terkait usahanya. Namun dalam kasus ini,
dijelaskan dalam salah satu pasal dalam perjanjian terkait pengembalian
seluruh pembiayaan yang diberikan PMV kepada PPU secara berangsur
hingga akhir jangka waktu penyertaan modal PMV pada PPU serta adanya
jaminan yang diberikan PPU kepada PMV, yang mana menunjukkan bahwa
dalam perjanjian ini tercermin adanya unsur pinjam meminjam. Hal ini
bertentangan dengan hakikat modal ventura itu sendiri yang mana pada
dasarnya PMV akan mendapatkan pengembalian modal yang telah diberikan
pada PPU melalui bagi hasil yang telah disepakati yang berasal dari laba
(profit sharing) hasil usaha PPU.