Anda di halaman 1dari 1

Enterokolitis Nekrotikan

Enterokolitis nekrotikan (EKN) dapat terjadi pada BBLR, terutama sesudah pemberian
minum enteral dimulai. Hal ini lebih sering terjadi pada BBLR yang diberi susu formula,
tetapi dapat terjadi pada bayi yang diberi ASI.
Tanda umum EKN

Distensi perut atau nyeri-tekan


Toleransi minum buruk
Muntah kehijauan atau cairan kehijauan keluar melalui pipa lambung
Darah pada feses.

Tanda umum gangguan sistemik mencakup

Apnu
Terus mengantuk atau tidak sadar
Demam atau hipotermia

Tatalaksana

Hentikan minum enteral


Pasang pipa lambung untuk drainase
Mulailah infus glukosa atau garam normal (lihat halaman 62 untuk kecepatan infus).
Mulailah antibiotik: Beri ampisilin (atau penisilin) dan gentamisin ditambah
metronidazol (jika tersedia) selama 10 hari.

Jika bayi mengalami apnu atau mempunyai tanda bahaya lainnya, berikan oksigen melalui
pipa nasal. Jika apnu berlanjut, beri aminofilin atau kafein IV.
Jika bayi pucat, cek hemoglobin dan berikan transfusi jika hemoglobin < 10 g/dL.
Lakukan pemeriksaan foto abdomen pada posisi A-P supinasi dan lateral sinar horizontal.
Jika terdapat gas dalam rongga perut di luar usus, mungkin sudah terjadi perforasi usus.
Mintalah dokter bedah untuk segera melihat bayi.
Periksalah bayi dengan seksama setiap hari. Mulai lagi pemberian ASI melalui pipa lambung
jika abdomen lembut dan tidak nyeri-tekan, BAB normal tanpa ada darah dan tidak muntah
kehijauan. Mulailah memberi ASI pelan-pelan dan tingkatkan perlahan-lahan sebanyak 1-2
mL/minum setiap hari.