Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

Otitis media supuratif kronik (OMSK) adalah radang kronik telinga tengah
dengan perforasi membran timpani dan riwayat keluarnya sekret dari telinga
(otorea) lebih dari 2 bulan, baik terus menerus atau hilang timbul. OMSK juga
merupakan peradangan

akibat infeksi mukoperiosteum kavitas timpani yang

ditandai oleh perforasi membran timpani dengan sekret yang keluar terus menerus
atau hilang timbul selama lebih dari 3 bulan dan dapat menyebabkan perubahan
patologik yang permanen. Ada juga yang memberi batas waktu 6 minggu untuk
terjadinya awal proses kronisitas pada OMSK.Sekret yang keluar mungkin
serosa, mukus atau purulen.1-4
OMSK secara klasik dapat dibagi menjadi 2 golongan, yaitu otitis media
supuratif kronik tipe benigna (OMSKB) atau tipe tubotimpanum atau tipe safe
dan tipe maligna, atau tipe atikoantral atau tipe unsafe. OMSKB dibagi menjadi
tipe aktif, tipe laten dan tipe inaktif. Pada OMSKB tipe laten, saat pemeriksaan
kavum timpani kering setelah mendapat pengobatan, tetapi sebelumnya ada
riwayat otore yang hilang timbul. OMSKB inaktif bila ada riwayat otore di masa
lalu dan saat pemeriksaan kavum timpani kering tanpa kemungkinan kekambuhan
dalam waktu dekat. Pada otitis media supuratif tipe benigna proses infeksi hanya
terbatas pada mukosa telinga tengah saja dan yang terkena adalah mesotimpanun
dan hipotimpanum serta tuba auditoria. Tipe ini jarang menimbulkan komplikasi
yang berbahaya.5

Prevalensi OMSKB di negara berkembang berkisar antara 5 10% ,


sedangkan di negara maju 0,5 2%. Diperkirakan sekitar 10 juta penduduk
Indonesia menderita OMSKB. Survei Nasional Kesehatan Indera Penglihatan dan
Pendengaran tahun 1994 1996 menunjukkan prevalensi OMSKB antara 2,10
5,2%. Frekuensi OMSKB di RS Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta pada tahun
1989 sebesar 15,21%. Di RS Hasan Sadikin Bandung dilaporkan frekuensi
OMSKB selama periode 1988 1990 sebesar 15,7% dan pada tahun 1991
dilaporkan prevelensi OMSKB sebesar 10,96%.6-11
Frekuensi penderita OMSKB di RS Dr Sardjito Yogyakarta pada tahun
1997 sebesar 8,2%. Data catatan medis kunjungan kasus baru penderita OMSKB
di RS Sardjito tahun 2002 adalah 460 orang, sedangkan jumlah seluruh kunjungan
di poliklinik THT pada tahun tersebut adalah 13.524 orang, maka frekuensi
OMSKB adalah 3,4%.12,13
`

Tinjauan pustaka ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada

peserta kepaniteraan klinik RSUD Ulin Banjarmasin agar dapat menegakkan


diagnosis dan memberikan penanganan yang tepat pada kasus otitis media
supuratif kronik (OMSK) tipe benigna.

Anda mungkin juga menyukai