Anda di halaman 1dari 4

MACAM PERAWATAN

1. Awal Periode Gigi Geligi Campuran


Periode ini dimulainya dari erupsi molar pertama permanen sampai
erupsi premolar pertama. Adanya beberapa maloklusi lokal pada periode
ini harus dirawat, tetapi rencana perawatan secara menyeluruh masih
belum bisa dilakukan karena terkait masih banyaknya pertumbuhan wajah
yang akan terjadi sedang posisi dan inklinasi beberapa gigi belum dapat
ditentukan.
I.

Perawatan ortodontik
Pada awal gigi campuran ini cakupan kerja perawatan ortodontik
ini hanya pergerakan gigi minor yang dapat terjadi dengan mudah
dan stabil. Kesulitannya dalam perawatan yang lebih rumit pada
tahap awal ini bahwa perawatan tidak dapat selesai dilakukan
sampai gigi permanennya telah erupsi semua. Jadi kemungkinan
perawatan sampai 4 tahun lebih, keadaan ini bisa mempengaruhi
buruknya kesehatan rongga mulut pasien sehingga diperlukan
kerjasama. Kasus rumit yang banyak ditemukan misalnya:
Insisivus atas tidak teratur
Jika terdapat satu atau kedua insisivus pertama atas
permanen berada dalam keadaan oklusi lingual dan overbite
yang cukup dalam sebaiknya perawatan segera dilakukan. Jika
dibiarkan bisa terjadi kerusakan pendukung periodontal
insisivus bawah dalam karena hubungan traumatik. Kemudian
untuk gigi insisivus kedua atas jika berada pada oklusi lingual,
gigi dapat proklinasi secara bersamaan. Keadaan insisivus
kedua atas seringkali tidak teratur karena crowding.
Crossbite Unilateral dengan Pergeseran Lateral Mandibula
Tipe maloklusi ini harus diperbaiki segera mungkin dengan
perluasan bilateral rahang atas sehingga gigi permanen tidak
dalam posisi tergeser.

II.

Pencabutan serial
Pencabutan serial ini merupakan suatu teknik dengan
dilakukannya pencabutan gigi susu dan gigi permanen tertentu
pada waktu tertentu. Fungsinya dapat mengurangi crowded dan
memanfaatkan pergerakan gigi spontan sehingga tidak perlu
menggunakan alat ortodontik. Prosedur pencabutan serial ini secara
keseluruhan harus dibatasi pada maloklusi klas I dengan crowding
dan seluruh gigi ada, sehat serta pada posisi yang menguntungkan
Keempat kaninus susu dicabut ketika insisivus kedua atas
permanen telah erupsi pada umur 8,5 tahun. Sehingga dari
keadaan

pencabutan

serial

tersebut

memungkinkan

insisivus yang crowding memperbaiki diri dengan spontan


dengan memanfaatkan ruang untuk kaninus permanen
tersebut.
Sekitar 1 tahun kemudian ( bila akar premolar pertama
telah terbentuk setengah ) molar pertama susu dicabut
untuk merangsang erupsi premolar pertama dengan
memanfaatkan ruang kaninus tetap. Keadaan ini dilakukan
menurut urutan erupsi normal pada rahang atas, tetapi pada
rahang bawah kaninus seringkali erupsi terlebih dahulu.
Akhirnya, jika kaninus atas akan erupsi, premolar pertama
dicabut sehingga kaninus yang seharusnya crowding, dapat
bererupsi ke garis rahang.
Tetapi

demikian

setiap

tindakan

juga

mempunyai

kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kekurangan dari


pencabutan serial ini anak harus menghadapi pencabutan gigi
beberapa kali , kaninus bawah permanen dapat tumbuh terlebih
dahulu daripada premolar pertama sehingga bisa jadi impaksi
karena kekurangan tempat antara kaninus dan molar kedua susu,
sehingga yang awalnya mau mencabut premolar pertama jadi

mengalami kesulitan.

Sedangkan ada kemungkinan pencabutan

serial ini berhasil , pada prinsipnya pencabutan serial pada waktu


tertentu

memanfaatkan

pergerakan

alami

gigi

permanen.

Contohnya, pada kasus pencabutan kaninus susu agar crowding


insisivus hilang dapat mengurangi kerumitan perawatan ortodontin
nantinya; serta dengan pencabutan premolar pertama sebelum
caninus crowding, berinklinasi ke mesial memungkinkan gigi
tersebut bergerak ke ruang bekas pencabutan perawatan ortodontik.
2. Akhir Periode Gigi Geligi Campuran dan Awal Gigi Geligi Tetap
Perawatan ortodontik biasanya dilakukan pada akhir gigi geligi
campuran dan awal gigi geligi tetap karena:
Sebagian besar gigi permanen telah erupsi dan jumlah
crowding serta posisi gigi-gigi dapat diketahui dengan jelas.
Perawatan dapat diselesaikan dalam waktu tidak terlalu lama.
Anak pada kelompok umur ini lebih mau menggunakan alat
ortodontik daripada pasien yang lebih muda atau tua.
Dalam tindakan perawatan ortodontik sebaiknya perawatan
direncanakan terlebih dahulu pada rahang bawah baru kemudian rahang
atas sehingga dapat sesuai dengan rahang bawah, dan dipertimbangkan
juga keterbatasan dari hubungan skeletal dan pola jaringannya.
Jika pada rahang bawah gigi tersesusun baik tidak perlu dilakukan
perawatan. Tetapi jika crowding parah perlu dilakukan perawatan dan
dipertimbangkan untuk dicabut dengan syarat seluruh gigi ada, jaringan
periodontal sehat dan posisi yang menguntungkan, pilihan pencabutan
tergantung pada daerah dan keparahan crowding. Adanya crowding
insisivus bawah atau kaninus paling baik dirawat dengan mencabut
premolar pertama, jika caninus berinklinasi ke mesial. Periode akhir gigi
geligi campuran dan awal gigi geligi tetap pada perawatan pencabutan
diharapkan terjadi penutupan sisa ruang pencabutan melalui pergeseran ke

depan segmen bukal. Jika caninus bawah tidak berinklinasi ke mesial


maka dibutuhkan alat ortodontik cekat untuk memperoleh susunan yang
memuaskan. Crowding daerah premolar kedua karena erupsinya setelah
premolar pertama, berasal dari hilangnya ruang setelah tanggalnya molar
susu yang cepat. Perawatannya dengan mencabut premolar pertama agar
premolar kedua bererupsi dalam rahang dan akan memberi hasil yang
baik. Tapi

jika premolar kedua bawah tumbuh keluar dari rahang gigi

harus dicabut.
Kunci untuk mendapat hubungan insisivus yang baik adalah oklusi
kaninus atas dalam rahang bawah. Bilamana insisivus bawah teratur dan
kaninus atas beroklusi pada embrasur dengan baik terhadap bawahnya
dengan overjet normal.
Intinya rahang atas dan rahang bawah harus terkoordinasi. Pada
maloklusi klas I dan II, bila direncanakan untuk melakukan pencabutan
pada rahang bawah, gigi pada rahang atas juga harus dicabut sekurangkurangnya sejauh pencabutan rahang bawah. Contohnya, premolar bawah
dicabut maka premolar atas juga harus dicabut asalkan posisi kaninus
menguntungkan. Pada maloklusi klas III pedomannya berlaku terbalik,
yaitu bila dilakukan pencabutan rahang atas, gigi-gigi sekurang-kurangnya
lebih ke depan pada rahang bawah harus dicabut, kecuali bila spacing.

Sumber: Houston, W.J.B. 1990. Diagnosis Ortodonti. Jakarta: EGC.