Anda di halaman 1dari 3

Asam Humat

Deskripsi:
Dengan gencarnya percepatan penambahan luas areal kebun sawit, maka lahan
yang tersedia untuk pengembangan sawit di Indonesia saat ini sebagian besar memiliki sifat
fisik dan kimia rendah yaitu berupa tanah-tanah rawa, lahan gambut serta lahan dengan
tingkat kesuburan tanah rendah, miskin bahan organik seperti lahan reklamasi bekas
tambang dan tanah-tanah berpasir. Defisiensi unsur hara dan toksisitas sering terjadi pada
lahan seperti tersebut diatas.
Pada tanah berpasir atau tanah yang miskin humus, unsur hara tidak atau sedikit
terikat pada permukaan partikel tanah yang tidak bermuatan, sehingga mudah tercuci.
Aplikasi humat di perkebunan sawit atau karet akan menyebabkan partikel tanah diselimuti
humat selanjutnya dapat mengikat unsur-unsur hara makro (N, P dan K) serta unsur hara
mikro (Mg2+, NH4+, Ca2+, Zn2+, Fe2+, Bo2+, H+ dll) sehingga tersedia dan mudah diserap oleh
akar tanaman. Selain itu dengan penambahan asam humat, menjadikan partikel tanah
berpasir bermuatan negatif sehingga akan terjadi ikatan dengan unsur hara (pupuk) yang
bermuatan positif, demikian juga sebaliknya, sehingga unsur hara tersedia untuk diserap
oleh akar tanaman.

Manfaat asam humat: pada tanaman perkebunan (kelapa sawit, karet, kopi, kakao, teh,
tebu dan kina)
(1) Mengurangi penggunaan pupuk anorganik, Meningkatkan pertumbhan tanaman &
hasil panen
(2) Meningkatkan ketersediaan fosfat, jumlah nitrogen, serta unsur hara mikro (Mg2+,
NH4+, Ca2+, Zn2+, Fe2+, Bo2+) sehingga mudah diserap akar
(3) Mempercepat perkecambahan, perakaran, dan daun berwarna lebih hijau tua
(4) Mengurangi pengaruh stress kekeringan, keracuan Al (aluminium)
(5) Meningkatkan transport nutrisi melaui membran sel dan absorbsi oksigen sehingga
meningkatkan metabolisme sel
(6) Mengkatalisa reaksi enzimatik, meningkatkan pembelahan dan pembesaran sel serta
permeabilitas membran sel, metabolisme protein
(7) Memiliki sifat sebagai Antioksidan dan antimikrobial
(8) Asam humat yang dicampurkan dalam larutan pestisida dapat meningkatkan
efektifitasnya sehingga mengurangi banyaknya pestisida yang digunakan dll.
Komposisi:
Warna hitam pekat, kandungan humat 25-30%, pH H2O (1:5) 9.5, C-organik 4.73%, abu
1.88%, padatan 16.29%, berat jenis 1.054 g/cm3, Nitrogen 1.27%, K2O 2.05%, CaO 0.04%,
MgO 0.05%, sulfur 0.01%, Mn 0.44 ppm, Cu <0.01 ppm, Zn 0.72 ppm, Pb tidak terdeteksi.

As tidak terdeteksi, Hg tidak terdeteksi, mikroba patogen E.Coli & Salmonella Sp. tidak
terdeteksi, bahan ikutan lainnya (tanah, plastik, kerikil dll) tidak ada.

CARA PEMAKAIAN & DOSIS Asam Humat Padat:

Pencampuran NPK-Humat: Pupuk NPK 100 kg ditambah 3 kg Asam Humat, aduk


merata.
Aplikasikan ditanah seperti aplikasi pupuk NPK biasa sebanyak 75% dari dosis
standard NPK sesuai umur tanaman
Sebagai contoh jika dosis anjuran NPK 5 kg/ pohon/ tahun, maka diganti dengan
NPK-Humat sebanyak 3,75 kg