Anda di halaman 1dari 8

Kelainan genetik merupakan penyimpangan dari sifat umum atau sifat rata-rata

manusia. Oleh karena terjadi penyimpangan rata-rata fenotip, orang yang mengalami kelainan
genetik biasanya jarang atau tidak umum dijumpai dalam masyarakat. Contoh kelainan
genetik adalah polidaktili (berjari banyak) dan albanisme (tubuh tidak memiliki melanin,
sehingga berwarna pucat).
Penyebab Kelainan Genetik
Kelainan genetik pada manusia disebabkan oleh mutasi gen. Mutasi adalah suatu
perubahan yang terjadi pada bahan genetika sehingga ekspresinya berubah. Mutasi akan
menimbulkan variasi genetika yang merupakan bahan baku evolusi. Muatasi ditemukan oleh
Set Wright pada tahun 1870 sedangkan istilah mutasi pertama kali digunakan oleh Hugo de
Vries pada tahun 1901. Gen, kromosom, sel, protein atau organisme yang mengalami mutasi
dinamakan mutan. Peristiwa terjadinya mutasi disebut mutagenesis. Alel mutan bersifat
resesif, sedangkan alel normalnya dominan. Namun, ada juga mutasi yang bersifat dominan.
Berdasarkan sifat alelnya, kelainan genetik dapat digolongkan sebagai berikut.

Kelainan genetik yang disebabkan faktor alel tunggal autosomal yang dominan.

Kelainan genetik yang disebabkan faktor alel tunggal autosomal yang resesif.

Kelainan genetik yang disebabkan alel tertaut dengan kromosom seks atau kelamin.

Kelainan genetik yang disebabkan oleh pengaruh aberasi kromosom.

Jenis Mutasi
Mutasi berdasarkan tingkatannya atau bagian yang bermutasi.
1. Mutasi Gen (mutasi titik)
Mutasi gen terjadi karena perubahan struktur basa pada DNA. Akibatnya terjadi
perubahan kodon sehingga mengubah urutan asam amino pada polipeptida yang
terbentuk. Dengan demikian akan mengganggu proses metabolisme sel dan sifat
sel. Terdiri atas:
Mutasi tidak bermakna (nonsense mutation), yakni ketika triplet (basa
nitrogen) berubah tetapi tidak mempengaruhi terhadap protein yang
dibentuk.
Mutasi penggantian basa

Transisi:

purin

purin

Transversi:

purin

pirimidin

2. Mutasi Kromosom (aberasi kromosom)


Mutasi kromosom adalah mutasi yang menyebabkan terjadinya perubahan pada
jumlah dan struktur kromosom.
Perubahan jumlah kromosom, ada dua yaitu aneuploid dan euploid.

Aneuploid adalah penambahan atau pengurangan satu atau


beberapa kromosom pada ploid (genom) sehingga kandungan
kromosom di dalam nukleus bukan merupakan kelipatan dari
jumlah kromosom haploidnya. Penambahan satu kromosom
(2n+1), disebut trisomi. Pengurangan satu kromosom (2n-1),
disebut monosomi.

Euploid adalah perubahan jumlah kromosom pada tingkat ploidi


(genom). Jumlah kromosom organisme euploid merupakan
kelipatan dari jumlah kromosom pada satu genom. Pengurangan
kromosom dari diploid akan menghasilkan monoploid dan
peningkatan jumlah kromosom menghasilkan poliploid.

Perubahan struktur kromosom, terdiri atas delesi, duplikasi, inversi, dan


translokasi.

Delesi adalah hilangnya dua atau lebih nukleotida yang


berdampingan.

Duplikasi adalah mutasi yang terjadi akibat penambahan ruas


kromosom atau gen dengan ruas yang telah ada sebelumnya.

Inversi adalah penataan kembali struktur kromosom melalui


pemutaran arah suatu ruas kromosom. Inversi menyebabkan
kromosom mutan memiliki ruas yang urutan basanya merupakan
kebalikan dari urutan basa kromosom.

3. Mutasi Letal
Mutasi letal yaitu mutasi pada alel yang telah dikenal dan hasilnya menyebabkan
kematian mutan. Misalnya, kematian mutan yang memiliki alel-alel letal yang
berhubungan dengan kelainan darah (anemia sel darah merah bulan sabit).
4. Mutasi Kondisonal
Mutasi kondisional yaitu mutasi yang menyebabkan alel berekspresi pada kondisi
tertentu. Pada kondisi normal, kondisi mutan terlihat sama dengan jenis liar
(normal) yang lain. Misalnya, mutasi kondisional terhadap suhu yang dialami oleh

Drosophila. Drosophila mutan peka terhadap suhu panas dan akan mati pada suhu
lingkungan 30C.
5. Mutasi Biokimia
Mutasi biokimia yaitu mutasi yang menyebabkan mutan tidak mampu melakukan
metabolisme tertentu.
6. Mutasi Resitan
Mutasi resitan yaitu mutasi yang menyebabkan mutan kebal (resistan) terhadap
bahan penghambat yang biasanya dirasakan oleh organisme normal. Misalnya,
gulma mutan yang tahan terhadap herbisida.
Mutasi dibedakan atas beberapa faktor, yaitu:
a. Berdasar tipenya
1) Mutasi somatis, terjadi pada sel soma atau sel tubuh dan kurang
mempunyai arti genetik.
2) Mutasi germinal, terjadi pada sel germ (kelamin) di dalam gonad dan dapat
diwariskan.
b. Berdasar jumlah faktor keturunan
1) Mutasi bertahap (mikro), terjadi pada sekelompok kecil faktor keturunan.
2) Mutasi lompatan (makro), terjadi pada sejumlah besar atau mungkin
seluruh faktor keturunan.
c. Berdasar manfaat
1) Merugikan, munculnya ciri yang tidak adaptif pada individu atau populasi.
2) Menguntungkan, munculnya ciri yang semakin adaptif terhadap individu
dan lingkungan.
Hukum Mendel I
Hukum Mendel I berbunyi, dalam pembentukan sel gamet pasangan alel akan
memisah secara bebas. Pada perkainan F1 (Mm) macam gamet ada M (besar) dan m (kecil)
yang jumlahnya sama.
MM
(putih)

mm
(merah)

MmMm

Trjadinya pemisahan pada alel-alel suatu gen secara bebas dari gen yang diploid akan
menjadi haploid. Contohnya, pada bunga mawar merah dan putih.
Hukum Mendal II
Bastar polihibrida akan membagi pasangan gen pada setiap gametnya secara bebas
dan tidak tergantung antara satu dan yang lain serta tiap macam gamet berjumlah sama.
Disebut genotip homozigot jika hasil peleburan suatu gamet yang gennya sama, sedangkan
yang disebut genotip heterozigot jika hasil peleburan gamet yang gennya berbeda.
Setelah lahir hukum Mendel, mulai banyak percobaan yang dilakukan ilmuwan
biologi. Dari beberapa percobaan, banyak ditemukan penyimpangan semu dari hukum
Mendel. Hal tersebut karena adanya beberapa gen yang berinteraksi dan memengaruhi bagian
tubuh yang sama. Akibatnya, muncul satu sifat sehingga perbandingan fenotip dari turunan
yang hibrid akan tampak seperti penyimpangan dari penemuan Mendel.
Ada beberapa peristiwa penyimpangan semu Mendel, seperti epistasi, hipostasi,
polimeri, kriptomeri, dan komplementer.
Epistasi dan hipostasi merupakan suatu penyimpangan semu Mendel dengan
mengaggap suatu gen mendominasi gen lain yang bukan pasangannya. Jika pada hukum
Mendel hasil perkawinan suatu gen berbanding 9 : 3 : 3 : 1, yang tampak pada epistasi dan
hipostasi adalah 12 : 3 : 1.
Polimeri merupakan penyimpangan semu Mendel yang bekerja sama secara kumulatif
untuk ukuran suatu sifat, atau dengan bahasa lain polimeri adalah suatu sifat yang dikodekan
banyak gen. Pada polimeri perbandingan yang tampak adalah 15 :1.
Kryptomeri merupakan penyimpangan semu Mendel yang gennya tersembunyi dan
fenotifnya akan diketahui jika bertemu dengan gen tertentu. Perbandingan yang akan terlihat
pada kryptomeri adalah 9 : 3 :4.
Komplementer merupakan penyimpangan semu Mendel. Suatu sifat akan muncul jika
gen-gen yang terlibat ada semua. Perbandingan yang akan tampak adalah 9 : 7.
Pautan gen terjadi karena ada beberapa gen yang terdapat dalam satu kromosom yang
sama. Pindah silang atau crossing over, yaitu peristiwa ketika gen-gen yang berpautan
berpisah dan bertukar pasangan dengan gen yang merupakan alelnya. Gagal berpisah terjadi
karena gen yang berpautan pada saat pindah silang tidak dapat berpisah.
Tautan dapat terjadi pada kromosom, baik kromosom tubuh maupun kelamin. Pada
kromosom tubuh tautan disebut tautan autosomal, sedangkan pada kromosom kelamin

disebut tautan seks. Ada dua jenis gen yang tertaut kelamin, yaitu tautan gen yang tidak
sempurna, seperti tautan gen pada kromosom X, dan gen yang tertaut kelamin sempurna
seperti tautan gen pada kromosom Y.
Pewarisan Gen Autosomal Dominan
1. Polidaktili (Jari Lebih)
Polidaktili adalah suatu kelainan yagn diwariskan oleh gen autosomal P, sehingga
orang mempunyai tambahan jari pada satu atau dua tangan dan atau pada kakinya. Yang
umum dijumpai ialah terdapatnya jari tambahan pada satu atau kedua tangan. Tempatanya
jari tambahan itu berbeda-beda, ada yang terdapat pada di dekat ibu jari dan ada pula yang
terdapat di dekat jari kelingking.
2. Kemampuan mengecap phenilthiocarbomida (PTC)
Bagi sementara orang zat ini terasa pahit, sehing mereka disebut pengecap (taster).
Orang lain tidak merasakan apa-apa sehingga mereka dikatakan non taster.
3. Thalasemia
Thalasemia adalah penyakit darah bawaan (keturunan) yang menyebabkan sel darah
merah (eritrosit) pecah (hemolisa). Thalassemia merupakan kelainan genetik yang ditandai
dengan berkurangnya atau tidak ada sama sekali sintesa rantai hemoglobin, sehingga hanya
mempunyai kemampuan sedikit untuk mengikat oksigen. Thalassemia dibedakan atas
thalassemia , thalassemia , dan thalassemia .
1. Thalassemia , sering dijumpai pada penduduk Asia, terutama disebabkan adanya
delesi (tidak adanya) gen . Pada individu normal terdapat 4 gen pada sepasang
kromosom, yaitu 2 gen pada kromosom paternal (berasal dari ayah). Delesi dapat
terjadi pada 1 gen, 2 gen, 3, gen, atau 4 gen. banyaknya delesi gen menentukan
keparahan keadaan pasien, yaitu :
Pada delesi 1 gen (disebut thalasseima 2) hanya berpengaruh sedikit
fungsi darah.
Pada delesi 2 gen (disebut thalassemia 1) berakibat anemia ringan.
Pada delesi 3 gen (disebut HbH disease) berakibat anemia berat.
Pada delesi 4 gen berakibat fatal pada bayi.
2. Thalassemia , yang biasanya dibedakan lagi dalam o dan + . Pada thalansemia o
rantai tidak ditmukan sama kembali, sedang pada thalassemia + rantai disintesa
dalm jumalh kecil. Pada thalassemia + kelainan yang terjadi pada pemroresan
prekusor ARNd, sedang pada thlassemia + kelainan yang terjadi lebih kompleks.
Pada thalassemia tidak ditemukan adanya delesi gen sehingga dapat diperkirakan
bahwa jumlah ARNd berkurang pada waktu dikeluarkan dari nucleus menuju
sitoplasma, disebabkan adanya kerusakan selama pemrosesan ARNd atau ARNd tidak
stabil.

Thalassemia yang heterozigot mengakibatkan anemia ringan dan biasanya tidak


memerlukan pengobatan. Dalam keadaan homozigot terjadi anemia berat dan memerlukan
transfuse darah. Pada thalassemia o yang homozigot sama sekali tidak terdapat tidak
ditemkaun adanya HbA, sedang pada thalassemia + yang homozigot ditemukan HbA dalam
jumlah sedikit.
4. Dentinogenesis imperfekt
Dentinogenesis imperfect adalah suatu kelainan pada gigi manusia. Dentin berwarna
putih seperti pada air susu (opaselen). Penyebabnya gen dominan D, sedangkan alelnya
resesip d bila homozigot menyebabkan gigi normal. Gigi pasien Dentinogenesis imperfecta
opalesen (putih seprti air susu), email normal, tetapi ruang-ruang pulpa dan saluran-saluran
akar pada kebanyakan gigi terhapus dengan dentin abnormal. Terdapat penambahan
perbatasan pada hubungan antara mahkota dan akar-akar gigi.
5. Anonychia
Suatu kelainan bahwa kuku dari beberapa jari tangan dan/atau kaki tidak ada atau
tidak baik tumbuhnya. Kuku biasanya sama sekali absen pada jari telunjuk dan jari tengah,
juga kadang-kadang dari ibu jari. Penyebabnya adalh gen dominan An pada autosomal. Gen
ini diwariskan seprti pada kejadian lainnya.
6. Retinal Aplasia
Suatu kelainan pada mata yang mengakibatkan orang lahir dalam keadaan buta.
Penyebabnya gen dominan Ra.
7. Katarak
Suatu penyakit mata yang menyebabkan orang menjadi buta penyebabnya gen
dominan K
8. Lekuk pipit, lekuk di dagu
Tumbuhnya rambut yang tebal ditangan, lengan dan dada, serta kemampuan untuk
membengkokan ibu jari dengan sudut yang tajam merupakan sifat-sifat keturunan oleh gen
dominan.
9. Daun telinga yang bebas (artinya tidak tumbuh melekat) dan bentuk meruncing dari
pangkal tumbuhnya rambut di dahi jagu ditentukan oleh gen dominan pada autosom.
10. Warna rambut
Seperti halnya dengan warna mata, warna rambut disesbabkan oleh adanya pigmen
melanin. Jika pigmen melanin dalam jumlah banyak sekali, maka rambut berwarna hitam
sampai coklaat tua. Melanin yang sedikit mengakibatkan rambut berwarna putih. Orang
albino (bulai) tidak mampu membuat pigmen melanin karena terjadi suatu blok (halangan)
metabolism, sehingga zat tirosin tidak dapat diubah melanin. Karena itu oranhg Albino tidak
mengandung melanin.

Pada orang yang berusia warna rambut biasanya berubah menjadi abu-abu atau abu-abu
keputihan yang lazim disebut uban. Ini disebabkan karena melanin di dalam rambut ini
berkurang disertai dengan penambahan sedikt pigmen kuning.
B. Pewarisan gen autosom Resesif
Suatu sifat keturuan yang ditentukan oleh sebuah gen resesif pada autosom baru akan tampak
apabila suatu individu menerima gen itu dari kedua orang tuanya.
1. Mata biru
Warna mata timbul sebagai hasil pantulan cahaya dari granula melanin yang terdapat dalam
iris. Seprti diketahui, banyaknya melanin yang bentuk yang ditentukan oleh gen melanin
yang dibentuk oleh gen. Orang yang memiliki genotip bb hanya mampu membentuk sedikit
melanin, sehingga matanya berwarna biru. Orang yang homozigot dominan gen BB
membentuk sedikit melanin, sehingga matanya mampu membentuk banyak melanin dalam
jumlah besar, sehingga matanya berwarna coklat berwarna coklat tua sampai hitam. Pada
orang albino sama sekali tidak dapat membentuk enzim yang diperlukan untuk mengubah
enzim tirosin menjadi melanin, sehingga ia tidak memiliki sama sekalidan genotipnya
homozigot aa.
2. Cystic fibrosis (disingkat CF)
Penyakit ini ditandai dengan adanya kelainan dalam metabolism protein, sehingga
mengakibatkan kerusakan/kemunduran pada beberapa organ seperti pangkreas, infeksi
pernapasan yang kronis dari paru-paru. Sintom dari penyakit ini kerap kali tidak jelas,
sehingga menyesatkan dokter dalam menentukan diagnose, sebab tanda-tandanya mirip
dengan penyakit yang biasanya dijumpai, yaitu peneumonia, asma, diare karena ada
kesalahan makanan. Penyakit ini ditentukan oleh gen resesif cf, sehingga penderita memiliki
fenotif ccff. Simtom dari penyakit ini berbeda-beda menurut umur dan berat ringannya
penyakit.
3. Penyakit Tay-Sachs
Orang yang menderita penyakit ini homozigotik resesif. Urat sarafnya mengalami
kemunduran akibatnya kelihatan pada umur 6 bulan. Kehilangan kemampuan intelektualnya
dan otot-otot menjadi lemah. Bila gangguan sistim urat saraf mengenai indra penglihatan
dapat mengakibatkan penderita menjadi buta.
C. Kesalahan Metabolisme Bawaan.
Sejak lama telah dikenal beberapa penyakit/kelainan metabolism dalam tubuh manusia, yang
disebabkan oleh tidak adanya gen yang mewngawasi pembentukan enzim uang sangta
dibutuhkan dalam berbagai proses fisologi tertentu.
Phenylketonuria (PKU)
Penyakit disebabkan karena orang tidak mampu membentuk enzim phenylalanin hidroksilase,
sehingga phenylalanin tidak dapt diubah menjadi tirosin. Penderita memliki genotif hozigotik

resesif pp dan mempunyai timbunan asam amino. Phenylalanine dalam hati kelebihannya
akan masuk dalam peredaran darah serta di edarkan keseluruh tubuh.
Albinisme
Kelainan ini disebabkan oleh tubuh seseorang tidak mampu membentuk enzim yang
diperlukan untuk mengubah asam amino tirosin manjadi -3, 4-dihidrosiphenylalanin untuk
selanjutnya diubah menjadi pigmen melanin. Jadi albinsme bukanya disebabkan adanya
penimbunan tirosin dalam tubuh melaiakan karena tidak dapatnya tirosin diubah menjadi
melanin.
Tirosinosis
Kira-kira 5% dari phenylalanine segera diguankan untuk mensintesa protein baru bagi tubuh.
Bagian besarnya akan diubah menjadi tirosin oleh enzim phenylalanine hydroksilase menjadi
tirosin.
1. Alkaptonuria
Adanya penyakit ini sebagai akibat gangguan methabolisme. Penderita tidak mememiliki gen
dominan H, sehingga dia Homozigotik resesif hh dan tidak mampu membentuk enzim asam
homogentisin oksidase yang seharusnya mengubah asam homogentisin (disebut juga
alkpaton) menjadi asam maleiplasetoasetat sampai menjadi H2O dan CO2.
Kretinisme
Tirosin juga berguna untuk pembentukan hormone tiroksin dan triiodotironin. Orang yang
homozigotik cc tidak memiliki enzim yang diperlukan untuk mengadakan perubahan itu
sehingga ia kekukaran hormone-hormon tersebut mengakibatkan kerdil (kurcaci).