Anda di halaman 1dari 3

F -X C h a n ge

F -X C h a n ge

c u -tr a c k

N
y
bu
to
k
lic

Penjagaan islam terhadap akal


Sarana untuk menjaga akal ialah ilmu. Kalimat wahyu pertama kali yang sampai kepada RasulullahShallallahu
alaihi wa sallam dan menyentuh telinga beliau Shallallahu alaihi wa sallam ialah kalimatiqra (bacalah!),
setelah itu kalimat:

(Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. [Al-Alaq/96: 5]


Karena membaca merupakan jalan mendapatkan ilmu, meskipun bukan jalan satu-satunya, akan tetapi dia
merupakan jalan terpenting.
Dalam nash Al-Quran yang lain, Allah berfirman,

(dan katakanlah: Ya Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan [Thaha/20 : 114]


Akan tetapi ilmu ini wajib diiringi dengan amal perbuatan. Ilmu bukan sekedar untuk diketahui, namun dengan
ilmu agar bertakwa, beramal shalih, serta menjauhan diri dari perbuatan maksiat dengan landasan takwa
kepada Allah Azza wa Jalla . Karenanya dalam firman Allah surat Al-Maidah ayat 91 disebutkan.

Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan
berjudi itu menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan
pekerjaan itu).
Sebagai bentuk penjagaan terhadap akal, Islam mengharamkan miras (khamer) dan narkoba dengan berbagai
jenisnya, seperti ganja, heroin, kokain, opium,ekstasi dan sebagainya.
Allah subhanahu wataala berfirman, artinya,
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, ( berkorban untuk ) berhala,
mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatanperbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (QS. 5:90)
Khamer adalah segala sesuatu yang memabukkan atau menghilangkan akal baik benda cair maupun kering,
dimakan, diminum maupun dihisap. Khamer merupakan biang berbagai kekejian, pengundang dosa dan pintu
segala keburukan. Ia disebut sebagi biangnya dosa karena seseorang jika telah hilang akalnya karena pengaruh
khamer, maka akan berbuat semaunya tanpa berpikir dan tanpa ada rasa malu.
Allah subhanahu wataala mengharamkan khamer karena di dalamnya terkumpul berbagai kerusakan, dapat
menghancurkan kepribadian, membunuh akal serta memusnahkan harta dengan tanpa guna. Andaikan
khamer itu sekedar merugikan secara materi, mengurangi kepribadian, menjatuhkan nama dan keadilan
seseorang, maka hal itu sudah cukup menjadi alasan bagi orang yang berakal untuk menjauhinya. Maka
bagaimana lagi jika dia itu ternyata sumber kekejian, kerendahan dan merupakan dosa yang mendatangkan
murka Allah?
Nabi Shallallahu alaihi wa sallam telah bersabda:.
Setiap yang memabukkan adalah khamr, dan semua khamr itu haram.
Meskipun banyak pabrik membuat produk, lalu setan membuat istilah-istilah untuk produk tersebut, namun
kita memiliki kaidah yang mencakup semua nama, meskipun nama tersebut baru dan dirubah-rubah, tetapi,

.d o

.c

.d o

lic

to

bu

O
W
!

PD

O
W
!

PD

c u -tr a c k

.c

F -X C h a n ge

F -X C h a n ge

c u -tr a c k

N
y
bu
to
k
lic

setiap yang memabukkan adalah khamr, dan semua khamr itu haram.
Maka untuk menjaga akal, Islam mewajibkan pelaksanaan hukuman dera bagi peminum khamer sebanyak
delapan puluh kali. Tujuannya agar manusia menjauhi dosa tersebut, sehingga akalnya selamat dan bersih,
dapat berpikir dan mengetahui mana perintah Allah dan mana yang dilarang. Akhirnya dia meraih kebahagiaan
di dunia dan akhirat serta selamat dari kebinasaan dan kesengsaraan.
Dan bahwasanya, untuk menjaga kebaikan akal, maka syariat mengharamkan semua yang bisa merusaknya,
baik yang maknawi (abstrak) seperti perjudian, nyanyian, memandang sesuatu yang diharamkan, maupun yang
bersifat fisik seperti khamr, narkoba serta memberikan sanksi kepada yang melakukannya.[MaqshidusySyarah Inda Ibni Taimiyyah, hlm. 467-468.]

Tujuan syariat yang diperintahkan oleh Allah samada arahan atau larangan dalam surah ini adalah untuk
menjaga kemaslahatan dan kepentingan manusia

Islam memerintah kepada setiap kebaikan dan melarang dari setiap keburukan. Setiap perintah agama Islam
pasti mengandung manfaat dan kebaikan, dan sebaliknya setiap larangan agama Islam pasti mengandung
kerugian dan kejelekan. Oleh karena itu setiap perintah dan larangan Islam termasuk di antara keindahannya.
Syariat islam ditetapkan untuk menjaga dan memelihara agama, jiwa, keturunan, akal dan harta yang
merupakanadh-Dharuriyat al-Khamsu (lima perkara mendesak pada kehidupan manusia). Sehingga setiap
orang yang melanggar salah satu masalah ini harus mendapatkan hukuman yang ditetapkan Syariat yang
disesuaikan dengan pelanggaran tersebut.
Salah satu bukti yang menunjukkan ketinggian Islam adalah disyari'atkan nya hudud (hukuman) terhadap
pelanggar pidana dalam kasus-kasus tertentu. Terutama dalam kejahatan yang mengakibatkan kerugian pihak
lain baik materi, moral maupun jiwa. Oleh karena itu Islam sangat ketat dan tegas di dalam melindungi ummat,
baik yang berkaitan dengan jiwa, harta, kehormatan, akal dan lain sebagainya.
Di antara penjagaan Islam terhadap kaum muslimin dan manusia pada umumnya yang dengannya akan
tercapai keamanan, kedamaian dan ketentraman umum adalah sebagai berikut

Penjagaan islam terhadap akal


Sarana untuk menjaga akal ialah ilmu. Kalimat wahyu pertama kali yang sampai kepada Rasulullah Shallallahu
alaihi wa sallam dan menyentuh telinga beliau Shallallahu alaihi wa sallam ialah kalimat iqra (bacalah!),
setelah itu kalimat:

(Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. [Al-Alaq/96: 5]


Karena membaca merupakan jalan mendapatkan ilmu, meskipun bukan jalan satu-satunya, akan tetapi dia
merupakan jalan terpenting.
Dalam nash Al-Quran yang lain, Allah berfirman,

.d o

.c

.d o

lic

to

bu

O
W
!

PD

O
W
!

PD

c u -tr a c k

.c

F -X C h a n ge

F -X C h a n ge

c u -tr a c k

N
y
bu
to
k
lic

(dan katakanlah: Ya Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan [Thaha/20 : 114]


Akan tetapi ilmu ini wajib diiringi dengan amal perbuatan. Ilmu bukan sekedar untuk diketahui, namun dengan
ilmu agar bertakwa, beramal shalih, serta menjauhan diri dari perbuatan maksiat dengan landasan takwa
kepada Allah Azza wa Jalla . Karenanya dalam firman Allah surat Al-Maidah ayat 91 disebutkan.

Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan
berjudi itu menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan
pekerjaan itu).
Sebagai bentuk penjagaan terhadap akal, Islam mengharamkan miras (khamer) dan narkoba dengan berbagai
jenisnya, seperti ganja, heroin, kokain, opium,ekstasi dan sebagainya.
Allah subhanahu wataala berfirman, artinya,
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, ( berkorban untuk ) berhala,
mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatanperbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (QS. 5:90)
Khamer adalah segala sesuatu yang memabukkan atau menghilangkan akal baik benda cair maupun kering,
dimakan, diminum maupun dihisap. Khamer merupakan biang berbagai kekejian, pengundang dosa dan pintu
segala keburukan. Ia disebut sebagi biangnya dosa karena seseorang jika telah hilang akalnya karena pengaruh
khamer, maka akan berbuat semaunya tanpa berpikir dan tanpa ada rasa malu.
Allah subhanahu wataala mengharamkan khamer karena di dalamnya terkumpul berbagai kerusakan, dapat
menghancurkan kepribadian, membunuh akal serta memusnahkan harta dengan tanpa guna. Andaikan
khamer itu sekedar merugikan secara materi, mengurangi kepribadian, menjatuhkan nama dan keadilan
seseorang, maka hal itu sudah cukup menjadi alasan bagi orang yang berakal untuk menjauhinya. Maka
bagaimana lagi jika dia itu ternyata sumber kekejian, kerendahan dan merupakan dosa yang mendatangkan
murka Allah?
Nabi Shallallahu alaihi wa sallam telah bersabda:.
Setiap yang memabukkan adalah khamr, dan semua khamr itu haram.
Meskipun banyak pabrik membuat produk, lalu setan membuat istilah-istilah untuk produk tersebut, namun
kita memiliki kaidah yang mencakup semua nama, meskipun nama tersebut baru dan dirubah-rubah, tetapi,
setiap yang memabukkan adalah khamr, dan semua khamr itu haram.
Maka untuk menjaga akal, Islam mewajibkan pelaksanaan hukuman dera bagi peminum khamer sebanyak
delapan puluh kali. Tujuannya agar manusia menjauhi dosa tersebut, sehingga akalnya selamat dan bersih,
dapat berpikir dan mengetahui mana perintah Allah dan mana yang dilarang. Akhirnya dia meraih kebahagiaan
di dunia dan akhirat serta selamat dari kebinasaan dan kesengsaraan.
Dan bahwasanya, untuk menjaga kebaikan akal, maka syariat mengharamkan semua yang bisa merusaknya,
baik yang maknawi (abstrak) seperti perjudian, nyanyian, memandang sesuatu yang diharamkan, maupun yang
bersifat fisik seperti khamr, narkoba serta memberikan sanksi kepada yang melakukannya.[MaqshidusySyarah Inda Ibni Taimiyyah, hlm. 467-468.]

.d o

.c

.d o

lic

to

bu

O
W
!

PD

O
W
!

PD

c u -tr a c k

.c