Anda di halaman 1dari 19

Asal Usul Kehidupan Mikroorganisme

Arista Juliani Walay


Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Risya_forever05@yahoo.com

Pendahuluan
Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme yang berukuran sangat kecil
sehingga untuk mengamatinya diperlukan alat bantuan. Mikroorganisme hanya dapat diamati
dengan menggunakan mikroskop. Mikroskop memungkinkan suatu objek kecil dapat dilihat
melalui peningkatan resolusi atau daya pisah dan kontras. Mikroorganisme disebut juga
organisme mikroskopik. Mikroorganisme seringkali bersel tunggal (uniseluler) maupun
bersel banyak (multiseluler). Namun, beberapa protista bersel tunggal masih terlihat oleh
mata telanjang dan ada beberapa spesies multisel tidak terlihat mata telanjang. Virus juga
termasuk ke dalam mikroorganisme meskipun tidak bersifat seluler. Sel terdiri atas dua tipe,
yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik. Kedua tipe sel tersebut secara kimiawi serupa, yaitu
sama-sama memiliki asam nukleat, protein, dan menyimpan energi. Yang membedakan sel
prokariotik dan sel eukariotik adalah struktur dinding sel, membran sel, serta tidak adanya
organel, yaitu struktur seluler yang terspesialisasi yang memiliki fungsi-fungsi yang spesifik.
Sel eukariotik jauh lebih kompleks dari pada sel prokariotik, karena dibagi-bagi oleh
membran-membran internal menjadi ruangan-ruangan fungsional, atau organel, yang beredabeda. Pada sel eukariotik, DNA tersusun bersama-sama dengan beberapa jenis protein
tertentu menjadi struktur yang disebut sebagai kromosom yang terdapat di dalam sebuah
nukleus. Sel prokariotik yang jauh lebih sederhana, DNA tidak terpisah dari bagian-bagian
lain sel tersebut yang ada didalam nukleus. Sel prokariotik juga tidak memiliki organel
sitoplasmik seperti yang dimiliki oleh sel eukariotik. Hampir semua sel prokariotik (bakteri)
memiliki dinding eksternal yang kuat.1
Mikroorganisme
Mikroorganisme meliputi semua organisme yang tidak dapat dilihat dengan mata
telanjang. Yang termasuk ke dalam kelompok mikroorganisme adalah bakteri, jamur, ragi,
dan virus, dan juga protozoa yang lebih besar, seperti parasit malaria dan giardia.
1

Mikroorganisme seringkali dianggap jahat tetapi beberapa bakteri justru penting untuk
kesehatan kita. Misalnya dalam usus terdapat bakteri komensal (bakteri yang hidup di dalam
atau di atas tubuh tanpa menyebabkan efek apapun), yang menjaga lingkungan berada dalam
keadaan bebas oksigen (anaerob) sehingga memungkinkan proses pencernaan dan sintesis
vitamin K. Populasi campuran yang baik bakteri-bakteri (flora) usus memungkinkan kita
melawan mikroorganisme jahat yang memasuki tubuh dengan berkompetisi berbuat zat gizi.2
Asal Usul Kehidupan Mikroorganisme
Pada tahun 1675 Anthony Van Leeuwenhoek, seorang pedagang kain dari Delft,
berusaha mengembangkan alat kaca pembesar yang kemudian dikenal sebagai mikroskop.
Waktu itu secara tidak sengaja ia melihat jasad renik dalam air, berbentuk bulat dan bergerakgerak yang disebut: rod-shaped atau spherical organisme. Jasad-jasad renik tersebut seribu
kali lebih kecil dari tungau. Kemudian dia mencoba memeriksa kotoran dari giginya, juga
ditemukan jasad-jasad renik. Dia tidak meragukan lagi bahwa mikroba yang berhasil
dilihatnya dengan menggunakan alat pembesar tersebut adalah bakteri. Kemudian
berkembang, munculnya jasad renik berasal dari dekomposisi jaringan tumbuhan atau hewan
yang telah mati atau dengan kata lain kehidupan muncul begitu saja dan berasal dari bahan
mati, sehingga dikenal dengan teori Generatio Spontanea: Abiogenesis (abio: tidak hidup,
genesis: asal). Teori tersebut diperkuat dengan pembuktian bahwa daging yang dibiarkan
membusuk akan menghasilkan belatung.
Namun, teori tersebut dapat dipatahkan oleh Francesco Redi, dan kawan-kawan.
melalui beberapa percobaan yang dilakukannya, sehingga berkembang teori baru yang
dikenal dengan Generatio Spontanea: Biogenesis yang menyatakan bahwa kehidupan berasal
dari bahan yang hidup. Hal ini dibuktikan bahwa belatung pada daging yang membusuk tidak
terjadi secara mendadak dan berasal dari bahan mati. Tetapi, lalat tertarik dengan daging
yang membusuk, kemudian bertelur di atas kain yang menutupi dagingnya, baru kemudian
tumbuh belatung. Teori itupun akhirnya disanggah lagi oleh beberapa tokoh yang
menyatakan bahwa mikroorganisme terjadi tidak secara tiba-tiba. Tokoh-tokoh tersebut
antara lain: John Needham, Lazzaro Spallanzani. Sedangkan John Tyndall dan Louis Pasteur
adalah tokoh-tokoh yang memberikan sanggahan akhir terhadap teori generation spontanea
dengan dibuktikannya proses fermentasi, dengan menyatakan bahwa mikroorganisme hanya
dapat muncul atau timbul akibat dari aktivitas jasad renik lain.
Kemudian ditemukan kimia peristiwa kimiawi yang berasal dari fermentasi cairan
gula yang dikenal dengan peragian. Pertengahan abad ke-19 diketahui bahwa peristiwa
2

peragian ini, secara mikrokopis adalah termasuk peristiwa yang disebabkan oleh tumbuhtumbuhan atau jamur.
Namun penemuan ini secara umum tidak dapat diterima karena tidak ada
pembuktiannya. Kemudian Louis Pasteur, seorang ahli kimia bangsa Perancis membuktikan
pada tahun 1854 bahwa fermentasi gula dan zat-zat lain yang menghasilkan alkohol, CO2, gas
dan asam organik adalah sebagai hasil suatu proses peragian dari bakteri. Pasteur kemudian
mengatakan bahwa kerusakan pada anggur dan bir adalah akibat adanya kontaminasi dengan
semacam jamur-jamur yang dapat merusak angggur dan bir tersebut.3
Orang-orang yang Berjasa dalam Bidang Mikrobiologi
Antonie Van Leeuwenhoek
Merupakan orang pertama yang mula mengetahui tentang dunia mikroba, dia melihat
mikroba dengan mikroskop buatannya sendiri yang dapat membesarkan hewan tungau
sampai 300 kali. Antara 1674-1683, ia mengadakan hubungan dengan Royal Society di
inggris yang melaporkan hal-hal yang diamatinya dari mikroskopnya kepada lembaga
tersebut. Leeuwenhoek dapat dipandang sebagai orang pertama peletak dasar mikrobiologi.
Aristoteles (300 SM)
Berpendapat bahwa makhluk-makhluk kecil itu terjadi dari benda yang mati.
Needham (1745-1750)
Pendeta bangsa Irlandia, menganut pendapat yang sama dengan Aristoteles. Dia mengadakan
percobaan-percobaan dengan berbagai rebusan padi-padian, daging dan sebagainya.
Meskipun air rebusan itu ditutup rapat dalam botol misalnya, dapat menumbuhkan
mikroorganisme. Pendapat ini menimbulkan teori baru: abiogenesis (a= tidak, bios= hidup,
genesis= kejadian) atau disebut juga dengan kata lain teori: generatio spotanea (makhlukmakhluk baru terjadi begitu saja). Kesimpulan: kehidupan baru dapat timbul dari barang yang
mati.
Spallanzani (1729-179)
Tahun 1768 membantah pendapat Aristoteles dan Needham. Rebusan daging yang
dimasukkan ke dalam botol yang ditutup rapat, dimana tidak memungkinkan masuknya
uadara tidak akan terjadi kehidupan mikroorganisme. Teori ini kemudian disempurnakan oleh
Schultze (1836) dan Schwann (1837).

Louis Pasteur
Dia sebetulnya layak disebut: pelopor mikrobiologi, karena banyak jasa-jasanya terhadap
perkembangan mikrobiologi, meskipun sebetulnya dia adalah sarjana kimia. Pasteur
membantah dan meyakinkan orang bahwa tidak ada kehidupan yang baru yang timbul dari
barang yang mati. Dia membuktikan ketidak benaran teori abiogenesis dengan menyimpan
botol berisi kaldu yang ditutup dengan suatu pipa berbentuk leher angsa. Dengan hal seperti
ini maka tidak terjadi mikroorganisme yang baru. Pendapatnya disimpulkan dalam omne
vivum ex ovo,omne ovum ex vivo artinya semua kehidupan itu berasal dari telur, dan semua
telur itu beasal dari sesuatu yang hidup.
Robert Koch (1843-1910)
Berjasa dalam lapangan teknik mikrobiologi, dengan menemukan cara pewarnaan sehingga
jasad-jasad renik dapat dilihat dengan jelas di bawah mikroskop. Menganjurkan memakai
pembenihan padat, menemukan kuman penyebab penyakit TBC pada tahun 1882 dan
menemukan kuman penyebab penyakit kolera pada tahun 1884, di Mesir.
Paul Ehrlich (1854-1915)
Menemukan kekebalan dan menganjurkan pengobatan terhadap jasad-jasad renik dengan
memakai zat kimia, misalnya dengan salvarsan, terhadap kuman Spirochaeta.
Loeffler
Menemukan kuman penyebab penyakit difteria (1884).
Neisser
Menemukan kuman penyebab kencing nanah.
Kitasato
Menemukan kuman penyebab penyakit tetanus, dan kuman penyebab penyakit pest (sampar).
Shiga
Menemukan kuman yang menyebabkan penyakit disentri.3
Sel Prokariotik dan Eukariotik
Setiap organisme tersusun dari salah satu diantara dua jenis sel yang secara struktural
berbeda, sel prokariotik dan sel eukariotik. Hanya bakteri dan arkhea; alga hijau biru yang
memiliki sel prokariotik. Sedangkan protista, tumbuhan, dan hewan semuanya mempunyai
sel eukariotik.
4

Prokariotik
Kata prokariota (prokaryote) berasal dari bahasa Yunani, pro yang berarti sebelum
dan karyon yang artinya kernel atau juga disebut nukleus. Sel prokariotik tidak memiliki
nukleus. Materi genetiknya (DNA) terkonsentrasi pada suatu daerah yang disebut nukleoid,
tetapi tidak ada membran yang memisahkan daerah nukleoid ini dengan bagian sel lainnya.
Sel prokariotik secara struktural lebih sederhana, dan ditemukan hanya pada organisme bersel
satu atau berkoloni, yaitu bakteri dan archaea. Secara sederhana prokariot dapat dikatakan
sebagai suatu molekul yang dikelilingi oleh membran dan dinding sel. Sel prokariotik tidak
mempunyai karakteristik yang dimiliki oleh sel eukariotik yaitu organel, tetapi mempunyai
sistem membran di dalam dinding selnya.
Suatu sel prokariotik terdiri dari DNA, ditoplasma, dan suatu struktur permukaan
termasuk membran plasma dan komponen dinding sel, kapsul, flagela, pili, dan lapisan lendir
(slime layer). Ada sebagian sel prokariotik yang mempunyai pigmen fotosintesis seperti yang
ditemukan pada cyanobacteria.
Ciri-ciri sel prokariotik adalah:

Sitoplasma sel prokariotik bersifat diffuse dan granular (berbutir-butir) karena danya
ribosom yang melayang disitoplasma sel.

Membran plasma yang berbentuk dua lapis fosfolipid, memisahkan bagian interior
sel dari lingkungan sekelilingnya dan berperan sebagai filter (penyaring) dan lalu
lintas komunikasi sel.

Tidak memiliki organel yang dikelilingi membran.

Dinding sel, dimiliki oleh sebagian besar prokariot kecuali mycoplasma (dari
kelompok bakteri) dan thermoplsma (dari kelompok archaea). Dinding sel bakteri
terdiri atas peptidoglikan yang berperan sebagai pelindung (barrier) tambahan dari
pengaruh eksternal. Dinding sel juga berfungsi untuk mencegah pecahnya sel akibat
tekanan osmotik pada lingkungan yang bersifat hipotonik.

Kromosom umumnya sirkular (kecuali pada bakteri borrelia burgdorferi). Sel


prokariotik tidak memiliki inti sejati karena DNA tidak terselubung oleh membran,
sehingga DNA terkondensasi dalam nukleoid (daerah inti) DNA prokariot juga tidak
terikat pada protein histon yang merupakan protein kromosomal khusus.

Dapat membawa elemen DNA ekstrakromosom yang disebut plasmid, yang


umumnya sirkular (bulat). Plasmid umumnya membawa fungsi tambahan, misalnya
resistensi antibiotik.

Beberapa prokariot memiliki flagela yang berfungsi sebagai alat gerak.

Umumnya memperbanyak diri dengan cara pembelahan biner.


Sel prokariotik merupakan suatu jenis sel dengan inti yang tidak jelas. Dalam

sitoplasma hanya tampak adanya bagian yang berwarna agak terang dan mengandung materi
genetik. Bagian tersebut dinamakan nukleoid. Sel yang termasuk prokariotik di antaranya
bakteri dan virus.
Organisme Prokariotik
Bakteri
Semua bakteri bersel tunggal, walaupun dalam beberapa keadaan dapat dijumpai
gumpulan yang kelihatannya bersel banyak. Bakteri lebih kecil ukurannya daripada protozoa
atau fungi sejati mungkin hal ini merupakan kesempatan yang baik untuk sedikit
menyimpang mengenai ukuran relatif organisme. Bakteri mendapat perhatian yang terbesar
karena sejumlah alasan. Pertama sekali, bakteri menjadi penyebab utama penyakit manusia.
Organisme ini relatif mudah dipelihara dan dipelajari dilaboratorium. Proses kehidupan sel
bakteri itu sama benar dengan proses kehidupan sel lainnya, termasuk sel tubuh manusia.
Virus
Virus adalah perantara (agen) yang dikenal terkecil yang dapat mengarahkan
penggandaannya sendiri. Virus bersifat ultramikroskopik, terlampau kecil untuk dapat dilihat
dengan mikroskop cahaya yang konvensional, walaupun dapat divisualisasi dengan
menggunakan mikroskop elektron.1, 4, 6
Eukariotik
Sel-sel yang mengandung inti sel disebut eukariotik. Sel eukariotik mengandung
organel seperti nukleus,mitokondria, kloroplas, retikulum endoplsma (RE), badan golgi,
lisosom, vakuola, peroksisom, dan lain-lain. Organel dan komponen lain berada pada sitosol,
yang bersama-sama dengan nukleus disebut protoplasma. Permukaan sel hewan hanya terdiri
dari membran plasma, sedangkan pada sel tanaman selain terdapat membran plasma juga
terdapat dinding sel yang tersusun atas selulosa dan polimer lain.
6

Ciri-ciri sel eukariotik adalah:

Sitoplasma sel eukariotik tidak tampak berbutir-butir (bergranular) seperti pada


sitoplasma sel prokariotik, karena ribosom terikat pada retikulum endoplasma.

Memiliki sejumlah organel yang dikelilingi oleh membran, termasuk mitokondria,


retikulum endoplasma, badan golgi, lisosom, dan kadang terdapat pula kloroplas.

Dinding sel, andaikan ada, umumnya secara kimiawi sangat sederhana.

DNA eukariot terikat oleh protein kromosomal (histon dan nonhiston). Struktur DNA
bersama protein kromosomal desebut kromosom. Seluruh DNA kromosom tersimpan
dalam inti sel.

Sel eukariotik bergerak dengan menggunakan silia atau flagela yang secara struktural lebih
kompleks dibandingkan silia atau flagela pada sel prokariotik.
Secara umum ada dua macam sel eukariotik yang memiliki materi penyusun yang relatif
berbeda, yaitu sel tumbuhan dan sel hewan. Perbedaan materi penyusun pada sel tumbuhan
dan sel hewan dapat dilihat pada tabel 1.1, 5
Tabel 1. Perbedaan Sel Tumbuhan dan Sel Hewan
Organel

Sel Tumbuhan

Sel Hewan

Dinding sel

Ada

Tidak ada

Plastida

Ada

Tidak ada

Lisosom

Tidak ada

Ada

Sentriol

Tidak ada

Ada

Badan golgi

Dikitiosom

Badan golgi

Vakuola

Pada sel muda kecil dan banyak pada Berukuran kecil, baik pada

Flagela atau sillia

sel dewasa tunggal dan besar

sel muda maupun sel dewasa

Tidak ada

Ada

Sejarah Mikroskop
Tidak ada catatan bilakah lensa itu dibuat, tetapi pembesaran gambar yang dibentuk
oleh glas telah diketahui oleh bngsa Yunani dan Roma. Pada abad XIII Roger Bacon (12141297) telah mengetahui prinsip pengetahuan optik, ia bekerja dengan memakai lensa
sederhana sebagai kaca mata. Pada tahun 1600 Hans dan Zaccharias Jansen (putra Jerman

dari pekerja kaca mata) menemukan mikroskop ganda. Penemu ini di sebut mikroskop oleh
Giovanni Faber. Alat ini sangat berbeda dengan mikroskop sederhana yang memakai lensa
tunggal.
Mikroskop digunakan pertama kali untuk analisis struktur biologi oleh Marcello
Malpighi.
Galileo (1564-1642) mengembangkan teleskop dengan prinsip dasar lensa disusun
secara seri. Pada tahun 1965 Robert Hooke mula-mula menulis tentang sel tumbuh-tumbuhan
dan jaringan hewan yang diamati di bawah mikroskop ganda.
Pada abad XIX ahli optika menawarkan mikroskop untuk dijual di segala penjuru
kota-kota Eropah.
Antonie Van Leeuwenhoek mula-mula menggunakan mikroskop sederhana pada
bidang mikrobiologi yaitu memakai lensa sederhana berukuran diameter 270 mm.
Selanjutnya dalam pemakaian mikroskop untuk memperoleh ketajaman dan pembesaran dari
objek yang diamati diperlukan pengetahuan tentang metode lensa dan kombinasi lensa.
Catat bayangan yang mula-mula diketahui adalah aberasi sferis dan kromatis yang
disebabkan perbedaan refraksi dari cahaya dari spektrum sinar tampak, lensa oil immersi
menambah pembesaran.
Pada tahun 1880 telah dibuat mikroskop kompound, tahun 1903 diperkenalkan
mikroskop medan gelap (dark-field microscope), ultraviolet illumination (1925), electron
microscopr (1940) dan phase contrast microscope (1944).6
Pembagian Mikroskop
Berdasarkan perkembangan fisika dan elektronika maka mikroskop dibedakan dalam
dua kelompok besar:
a. Mikroskop cahaya
b. Mikroskop elektron,
Khusus untuk mikroskop cahaya para sarjanah telah berusaha mengklasifikasikan
secara sistematis namun menemui suatu kesulitan.
Berdasarkan kualitas dan kesempurnaan dapat dibagikan menjadi tiga kelompok besar:
a. Student microscope atau mikroskop mahasiswa.
b. Clinical microscope atau mikroskop klinik.
c. Research microscope atau mikroskop peneliti.
Berdasarkan konstruksi dan kegunaan maka mikroskop cahaya atau light microscope
dibagi menjadi:
8

a. Biological microscope atau medical microscope (mikroskop biologis).


b. Stereo microscope atau dissecting microscope (mikroskop stereo).
c. Metalurgical microscope (mikroskop metalurgi).
d. Photography microscope (mikroskop fotografi).
Berdasarkan cahaya yang melewati mikroskop maka mikroskop cahaya dibagi dalam:
a. Stereo microscope (mikroskop stereo).
b. Dark field microscope (mikroskop medan gelap).
c. Fluoresence microscope (mikroskop fluoresensi).
d. Phase contrast microscope (mikroskop fase kontras).
e. Interference microscope (mikroskop interferensi).
f. Polarising microscope (mikroskop polarisasi).
g. Ultraviolet microscope (mikroskop ultraviolet).
Mikroskop elektron dibagi dalam dua tipe:
a.

Transmission electron microscope (mikroskop elektron transmisi)

b. Scanning electron microscope (mikroskop elektron skanning).6


Bagian Mikroskop dan Fungsinya

Gambar 1. Bagian-bagian Mikroskop


1. Lensa Okuler
untuk memperbesar benda yang dibentuk oleh lensa objektif.
2. Tabung Mikroskop
Untuk mengatur fokus, dapat dinaikkan dan diturunkan.
9

3. Tombol Pengatur Fokus Kasar


Untuk mencari fokus bayangan objek secara cepat sehingga tabung mikroskop turun
atau naik dengan cepat.
4. Tombol Pengatur Fokus Halus
Untuk memfokuskan bayangan objek secara lambat, sehingga tabung mikroskop turun
atau naik dengan lambat.
5. Revolver
Untuk memilih lensa obyektif yang akan digunakan.
6. Lensa Objektif
Untuk menentukan bayangan objektif serta memperbesar benda yang diamati.
Umumnya ada 3 lensa objektif dengan pembesaran 4x, 10x, dan 40x.
7. Lengan Mikroskop
Untuk pegangan saat membawa mikroskop.
8. Meja Preparat
Untuk meletakkan objek (benda) yang akan diamati.
9. Penjepit Objek Glass
Untuk menjepit preparat di atas meja preparat agar preparat tidak bergeser.
10. Kondensor
Merupakan lensa tambahan yang berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk
dalam mikroskop.
11. Diafragma
Berupa lubang-lubang yang ukurannya dari kecil sampai selebar lubang pada meja
objek. Berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang akan masuk
mikroskop.
12. Reflektor atau Cermin
Untuk memantulkan dan mengarahkan cahaya ke dalam mikroskop. Ada 2 jenis
cermin, yaitu datar dan cekung. Bila sumber cahaya lemah, misalkan sinar lampu,
digunakan cermin cekung tetapi bila sumber cahaya kuat, misalnya sinar matahari
yang menembus ruangan, gunakan cermin datar.
13. Kaki Mikroskop
Untuk menjaga mikroskop agar dapat berdiri dengan mantap di atas meja.
Mengetahui akan bagian mikroskop dan fungsi dari masing-masing bagian adalah
penting untuk dapat memilih mikroskop yang sesuai dengan tujuan penggunaannya.
10

Adapun bagian mikroskop yang memegang peranan dalam penggunannya adalah:


a. Bagian mikroskop yang mengatur pembesaran.
b. Bagian mikroskop yang mengatur cahaya.

a.

Bagian Mikroskop yang Mengatur Pembesaran.


Nilai mikroskop ditentukan oleh daya pembesaran bayangan dari objek. Makin tinggi

daya pembesaran makin tinggi pula nilai mikroskop. Pembesaran suatu mikroskop bervariasi,
tergantung kekuatan objektif dan okuler.
1. Objektif
Objektif memegang peranan sangat penting dalam sistem lensa mikroskop.
Kebanyakan mikroskop mempunyai tiga sampai empat buah objektif yang terpasang
pada bagian bawah body-tube mikroskop, yang sewaktu-waktu dapat diganti sesuai
dengan kebutuhan.
Pada objektif terdapat angka x5, x10, x20, x40 dan x100. Angka-angka ini
menunjukkan pembesaran 5, 10, 20, 40 dan 100 kali. Khusus untuk x100 dalam
pemakaian dipergunakan minyak immersi yang diteteskan pada objek gelas.
x5, x10, x20 dikenal sebagai low dry.
x40, x45 dikenal sebagai high dry.
x97, x100 dikenal dalam pemakaian menggunakan oil immersion atau minyak
immersi.
2. Okuler
Okuler mikroskop atau eyepiece microscope terletak diatas tabung mikroskop yang
dipakai pengamat untuk melihat bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif. Lensa
pada okuler mempunyai fungsi memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh objektif.
Di atas atap okuler tertera x5, x10, x15.
Okuler dengan pembesaran x10 ke atas sangat baik bila dikombinasikan dengan
objektif yang berkualitas tinggi; apa bila dengan objektif yang berkualitas rendah,
pembesaran yang dihasilkan oleh okuler akan jelek.
Total pembesaran bayangan dari pengamatan benda adalah hasil perkalian antara
pembesaran objektif dengan pembesaran okuler. Misalnya objektif mempunyai
pembesaran x40, okuler memounyai pembesaran x5 maka total pembesaran yang
dihasilkan adalah 200 kali.

11

3. Tabung badan mikroskop (body tube of microscope)


Tabung badan mikroskop disebut pula draw tube atau tabung gambar yang
memisahkan objektif dengan okuler. Tiap mikroskop akan berfungsi baik apabila
mempunyai panjang tertentu. Apabila panjang tabung badan mikroskop dibuat lebih
panjang dari ketentuan maka bayangan akan tampak buram.
Tabung badan mikroskop dibagi dalam dua macam yaitu tabung mekanis (mechanical
tube) mempunyai panjang 160 mm dan tabung optik (optical tube) mempunyai
panjang kurang dari 160 mm.
b.

Bagian Mikroskop yang Mengatur Cahaya


Penyinaran benda yang akan diamati memegang peranan sangat penting. Penyinaran
yang ideal bervariasi, tergantung faktor pembesaran dan kepadatan objek yang diamati.
Para pemakai mikroskop selalu memulai dengan penyinaran maksimum kemudian
dikurangi perlahan-lahan agar bayangan yang dibentuk tampak kontras dan jelas.
Bagian mikroskop yang mengatur cahaya adalahcermin datar, cermin cekung, kondensor
dan diafragma iris, coarse atau alat pengatur fokus secar kaar dan fine adjustment atau
alat pengatur fokus secara halus.
1. Cermin
Cermin dipakai untuk menangkap cahaya dan merefreksi cahaya ke tinggkat
berikutnya yaitu ke kondensor. Tiap mikroskop mempunyai dua buah cermin yaitu
cermin datar dan cermin cekung. Dengan menggunakan objektif dengan pembesaran
lemah sebaiknya menggunakan cermin cekung, tetapi para peneliti biasanya
menggunakan cermin datar.
2. Kondensor
Biasanya pengamat berusaha agar sumber cahaya misalnya lampu yang oleh cermin
direfleksi pada kondensor dan untuk selanjutnya difokuskan olek kondensor tepat
pada benda yang diamati. Dengan demikian seolah-olah benda yang diamati menjadi
bercahaya. Cara penyinran ini disebut critical illumination (penyinaran kritis).
Dengan menggunakan kondensor abbe yang terdiri dari dua atau lebih lensa
dengan suatu objektif apokromatik, apeture numerik kondensor harus tinggi agar
penyinaran dapat terisi penuh. Dengan bantuan apertur diafragma (diafragma iris)
dapat mengatur sinat tepat di tengah-tengah pada objek atau benda yang di amati.
Kohler membuat sistem penyinaran yang lebih baik yaitu sumber cahaya difokuskan
pada apertur diafragma sedangkan diafragma medan dari lensa kolektor difokuskan
pada benda yang diamati.
12

Mikroskop yang didisain untuk penyinaran Kohler dilengkapi dengan:


a. Lampu illuminasi, biasanya lampu bervoltase rendah.
b. Diafragma medan atau field stop.
c. Apertur diafragma.
d. Alat untuk mensentriskan penyinaran.
3. Coarse dan Fine Adjustment
Alat untuk mengatur naik turunnya tabung tubuh mikroskop agar bayangan
terfokuskan, alat itu disebut coarse adjustment dan fine adjustment.
Coarse adjustment sebaiknya jangan diputar ke bawah untuk mencari fokus,
melainkan mula-mula dalam posisi di bawah dekat dengan objek gelas, kemudian
diputar ke atas untuk mencari fokus.
Fine adjustment prinsipnya sama dengan coarse, hanya saja fine adjustment didisain
untuk menaikkan atau menurunkan tabung tubuh mikroskop secara perlahan-lahan.6
Jenis-jenis Mikroskop
Bentuk dan jenis mikroskop berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Mikroskop yang paling sederhana adalah mikroskop cahaya,
mikroskop stereo sampai yang modern seperti mikroskop elektron. Semakin modern,
perbesaran yang dihasilkan semakin besar dan rinci. Berdasarkan pada kenampakan objek
yang diamati, mikroskop dibagi dua jenis, yaitu mikroskop dua dimensi (mikroskop cahaya)
dan mikroskop tiga dimensi (mikroskop stereo). Berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop
dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop elektron
a. Mikroskop Cahaya
Mikroskop cahaya mempunyai perbesaran maksimum 1000 kali. Mikroskop
mempunyai kaki yang berat dan kokoh dengan tujuan agar dapat berdiri dengan stabil.
Mikroskop cahaya memiliki tiga sistem lensa, yaitu lensa obyektif, lensa okuler, dan
kondensor. Lensa obyektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung
mikroskop. Lensa okuler pada mikroskop bisa berbentuk lensa tunggal (monokuler)
atau ganda (binokuler). Pada ujung bawah mikroskop terdapat tempat dudukan lensa
obyektif yang bisa dipasangi tiga lensa atau lebih. Di bawah tabung mikroskop
terdapat meja mikroskop yang merupakan tempat preparat. Sistem lensa yang ketiga
adalah kondensor. Kondensor berperan untuk menerangi obyek dan lensa-lensa
mikroskop yang lain. Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya masih berasal
13

dari sinar matahari yang dipantulkan dengan suatu cermin datar ataupun cekung yang
terdapat dibawah kondensor. Cermin ini akan mengarahkan cahaya dari luar kedalam
kondensor. Pada mikroskop modern sudah dilengkapi lampu sebagai pengganti
sumber cahaya matahari. Lensa obyektif bekerja dalam pembentukan bayangan
pertama. Lensa ini menentukan struktur dan bagian renik yang akan terlihat pada
bayangan akhir. Ciri penting lensa obyektif adalah memperbesar bayangan obyek dan
mempunyai nilai apertura (NA). Nilai apertura adalah ukuran daya pisah suatu lensa
obyektif yang akan menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan
struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah. Lensa okuler,
merupakan lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung, berdekatan
dengan mata pengamat. Lensa ini berfungsi untuk memperbesar bayangan yang
dihasilkan oleh lensa obyektif. Perbesaran bayangan yang terbentuk berkisar antara 4
- 25 kali. Lensa kondensor, berfungsi untuk mendukung terciptanya pencahayaan
pada obyek yang akan difokus, sehingga bila pengaturannya tepat akan diperoleh daya
pisah maksimal. Jika daya pisah kurang maksimal, dua benda akan tampak menjadi
satu. Perbesaran akan kurang bermanfaat jika daya pisah mikroskop kurang baik.
b. Mikroskop Stereo
Mikroskop stereo merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk
benda yang berukuran relatif besar. Mikroskop stereo mempunyai perbesaran 7
hingga 30 kali. Benda yang diamati dengan mikroskop ini dapat terlihat secara tiga
dimensi. Komponen utama mikroskop stereo hampir sama dengan mikroskop cahaya.
Lensa terdiri atas lensa okuler dan lensa obyektif. Beberapa perbedaan dengan
mikroskop cahaya adalah: (1) ruang ketajaman lensa mikroskop stereo jauh lebih
tinggi dibandingkan dengan mikroskop cahaya sehingga kita dapat melihat bentuk
tiga dimensi benda yang diamati, (2) sumber cahaya berasal dari atas sehingga obyek
yang tebal dapat diamati. Perbesaran lensa okuler biasanya 10 kali, sedangkan lensa
obyektif menggunakan sistem zoom dengan perbesaran antara 0,7 hingga 3 kali,
sehingga perbesaran total obyek maksimal 30 kali. Pada bagian bawah mikroskop
terdapat meja preparat. Pada daerah dekat lensa obyektif terdapat lampu yang
dihubungkan dengan transformator. Pengatur fokus obyek terletak disamping tangkai
mikroskop, sedangkan pengatur perbesaran terletak diatas pengatur fokus.
c. Mikroskop Elektron
Sebagai gambaran mengenai mikroskop elektron kita uraikan sedikit dalam buku ini.
Mikroskop elektron mempunyai perbesaran sampai 100 ribu kali, elektron digunakan
14

sebagai pengganti cahaya. Mikroskop elektron mempunyai dua tipe, yaitu mikroskop
elektron scanning (SEM) dan mikroskop elektron transmisi (TEM). SEM digunakan
untuk studi detil arsitektur permukaan sel (atau struktur renik lainnya), dan obyek
diamati secara tiga dimensi. Sedangkan TEM digunakan untuk mengamati struktur
detil internal sel.
d. Mikroskop Ultraviolet
Suatu variasi dari mikroskop cahaya biasa adalah mikroskop ultraviolet. Karena
cahaya ultraviolet memiliki panjang gelombang yang lebih pendek dari pada cahaya
yang dapat dilihat, penggunaan cahaya ultraviolet untuk pecahayaan dapat
meningkatkan daya pisah menjadi 2 kali lipat daripada mikroskop biasa. Batas daya
pisah lalu menjadium. Karena cahaya ultraviolet tidak dapat dilihat oleh mata
manusia, bayangan benda harus direkam pada piringan peka cahaya . mikroskop ini
menggunakan lensa kuasa, dan mikroskop ini terlalu rumit serta mahal untuk dalam
pekerjaan sehari-hari.
e. Mikroskop Pender (flourenscence Microscope)
Mikroskop pender ini dapat digunakan untuk mendeteksi benda asing atau antigen
(seperti bakteri, ricketsia, atau virus) dalam jaringan. Dalam teknik ini protein
antibody yang khas mula-mula dipisahkan dari serum tempat terjadinya rangkaian
atau dikonjungsi dengan pewarna pendar. Karena reaksi antibodi-antigen itu bersifat
khas, maka peristiwa pendar akan terjadi apabila antigen yang dimaksut ada dan
dilihat oleh antibody yang ditandai dengan pewarna pendar.
f. Mikroskop Medan-gelap
Mikroskop medan gelap digunakan untuk mengamati bakteri hidup khususnya bakteri
yang begitu tipis yang hampir mendekai batas daya mikroskop majemuk. Mikroskop
medan gelap berbeda dengan mikroskop cahaya majemuk biasa hanya dalam hal
adanya kondensor khusus yang dapat membentuk kerucut hampa berkas cahaya yang
dapat dilihat. Berkas cahaya dari kerucut hampa ini dipantulkan dengan sudut yang
lebih kecil dari bagian atas gelap preparat.
g. Mikroskop Fase Kontras
Banyak spesimen biologis yang mati dan dicat, baru dapat dilihat di bawah
mikroskop, sehingga Fritz Zernike membuat mikroskop fase kontras agar dapat
mengamati biologis yang masih hidup di bawah mikroskop ini.
h. Mikroskop Interferensi (interference microscope)

15

Mikroskop interferensi adalah perkembangan lanjutan dari mikroskop fase kontras.


Pada mikroskop interferensi, dua sinar yang dipakai, yang satu melewati spesimen
(material) yang satu tidak. Yang melewati spesimen akan dideviasi seperti pada
mikroskop fase kontras. Sedangkan yang tidak melewati spesimen, berkas cahaya ini
disebut reference beam atau berkas pembanding.
i. Mikroskop Polarisasi
Mikroskop jenis ini menggunakan cahaya polrisasi untuk penyinaran objek.
j. Mikroskop Metalurgi
Mikroskop untuk mengamati logam atau kristal, benda-benda yang trnsparan,
terutama pengamatan permukaan. Penyinran biasanya dari atas.
k. Mikroskop Fotografi (photography microscope)
Dapat berupa biological microscope yang dikhususkan untuk fotografi dan dilengkapi
dengan kamera.
Kamera dipasang pada okuler khusus yang disebut projection atau photographic
eyepiece.6, 7
Cara Menggunakan Mikroskop

Letakkan mikroskop pada meja sedemikian rupa agar kamu lebih mudah melakukan
pengamatan melalui tabung mikroskop. Pastikan mikroskop terletak pada tempat yang aman,
atur pencahayaan dan peralatan yang telah siap dipakai, kemudian lakukan pengaturan
pencahayaan. Objek pengamatan (preparat) dapat diamati di mikroskop dengan jelas apabila
cahaya yang masuk cukup memadai. Mikroskop ada yang sudah dilengkapi sumber cahaya
berupa lampu sehingga untuk mengatur pencahayaan tinggal menghidupkan lampunya saja.
Mikroskop yang belum dilengkapi dengan sumber cahaya dapat menggunakan cahaya lampu
maupun sinar matahari. Bila menggunakan lampu, arahkan lampu pada jarak kira-kira 20 cm
dari mikroskop. Jika sumber cahaya dari sinar matahari, bagian cermin pada mikroskop
diarahkan pada datangnya sumber cahaya matahari, misalnya dekat pintu atau jendela.
Aturlah diafragma dan kedudukan cermin hingga cahaya terpantul melalui lubang meja
objek. Jangan mengarahkan cermin ke arah sinar matahari secara langsung, karena cahaya
yang memantul ke mata dapat mengganggu penglihatan. Pencahayaan sudah tepat dan
memadai, bila diamati dari lensa okuler akan tampak lingkaran yang terangnya merata. Inilah
yang disebut dengan lapangan pandang. Apabila lapangan pandang sudah tampak namun
belum jelas, cobalah putar atau ganti lensa objektif dengan cara memutar revolver.
16

Setelah pengaturan pencahayaan, maka untuk dapat melihat objek (preparat atau sediaan)
melalui mikroskop gunakan lensa objektif yang memiliki perbesaran lemah dulu, kemudian
lakukan langkah langkah berikut:
1. Letakkan kaca benda (object glass) beserta objek yang akan diamati (preparat atau
sediaan) pada meja objek. Aturlah posisi kaca benda sehingga objek yang akan
diamati berada pada lapangan pandang.
2. Jepitlah kaca benda dengan penjepit yang terletak di atas meja objek.
3. Sambil melihat dari samping, turunkan lensa objektif secara perlahan dengan
menggunakan pemutar kasar hingga jarak lensa objektif dan preparat yang diamati
kira-kira 5 mm. Pada beberapa mikroskop, yang naik turun bukan lensa objektifnya
tetapi meja objek (Hati-hati! Jangan sampai lensa objektif menyentuh atau membentur
gelas benda. Hal ini dapat menyebabkan lensa objektif tergores).
4. Perhatikan bayangan melalui lensa okuler. Gunakan pemutar kasar untuk menaikkan
atau menurunkan lensa objektif sampai preparat terlihat jelas. Apabila bayangan
belum terlihat, ulangi langkah (3).
5. Setelah preparat terlihat, dengan menggunakan pemutar halus, naik turunkan lensa
objektif agar tepat pada fokus lensa (preparat tampak lebih jelas).
6. Untuk memperoleh perbesaran kuat, kita dapat mengganti atau mengubah lensa
objektif dengan cara memutar revolver. Usahakan agar posisi preparat tidak bergeser.
Bila hal ini terjadi maka kamu harus mengulangi dari awal.7
Cara Kerja Mikroskop
1. Sinar keluar dari lampu menuju ke kondensor.
2. Di kondensor sinar difokuskan sehingga lebih kuat menerangi benda atau objek yang
berada di preparat yang diletakkan di meja objek.
3. Sinar kemudian menuju ke lensa objektif.
4. Lensa objektif membentuk gambar riil (g1) yang lebih besar dan terbalik. Ini disebut
perbesaran pertama.
5. Gambar riil terbalik tersebut, lalu diperbesar oleh lensa okuler.
6. Hasilnya adalah gambar virtual (g2) lebih besar tidak terbalik. Ini disebut perbesaran
kedua.7

17

Kesimpulan
Mikroorganisme hanya dapat diamati dengan menggunakan mikroskop. Mikroskop
memungkinkan suatu objek kecil dapat dilihat melalui peningkatan resolusi atau daya pisah
dan kontras.
Daftar Pustaka
1. Pratiwi ST. Mikrobiologi farmasi. Jakarta: Penerbit erlangga, 2008.
2. James J, Baker C, Swain H. Prinsip-prinsip sains untuk keperawatan. Jakarta: Penerbit
erlangga, 2008.
3. Adam S. Dasar-dasar mikrobiologi dan parasitologi untuk perawat. Jakarta: Penerbit
buku kedokteran EGC, 1992.
4. Volk WA, Wheeler MF. Mikrobiologi dasar. Edisi kelima. Jakarta: Penerbit erlangga,
1988.
5. Setiowati T, Furqonita D. Biologi interaktif. Jakarta: Penerbit azka press, 2007.
6. Gabriel JF. Fisika kedokteran. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC, 1996.
7. Brooks GF, Butel JS, Morse SA. Mikrobiologi kedokteran. Jakarta: Penerbit salemba
medika, 2005.

18

19