Anda di halaman 1dari 17

Nama kelompok : Doni Damara

Rahmawati
Rahmaniah
Wahyu Cahya Rini

PEMILIHAN HEAD UNTUK VESSEL SILINDER


DENGAN PENUTUP

1.1

Pertimbangan Dasar Dalam Perancangan Head dan Penutup Vessel


1.1.1

Perkembangan pengelasan
Pada awalnya dipakai paku keling unluk penyambungan head dengan

shell pada berbagai macam vessel. Tetapi ternyata sering timbul masalah yaitu
seringnya terjadi kebocoran pada daerah sekitar paku keling, terutama ketika
tekanan operasi jauh lebih besar dari tekanan luar. Selain itu sering pula terjadi
lepasnya paku keling. Untuk mengatasi hal tersebut mak dikembangkan jenis
paku keling yaitu dengan fillet welding dan seal welding. Kemudian ditemukan
bahwa temyata denagn adanya pengelasan kekuatan menjadi lebih besar,
sehingga dewasa mi penggunaan las menjadi cara yang dipakai pada kebanyakan
sambungan head pada shell.

1.1.2

Kegunaan formed head

Vessel silinder dengan head sudah digunakan secara luas.

Secara umum

penggunaan vessel dapat dikelompokkan dalam tiga katagori :

1.

Fungsi

2.

pertimbangan tekanan

3.

batasan ukuran

Pada peralatan proses seperti kolom distilasi, unit desorpsi, menara bahan
isian, evaporator, kristalizer dan HE pengggunaan head sangat penting dengan
berbagai perlengkapan proses lairmya. Jika tekanan proses tidak atmosferis,

penggunaan head menjadi penting untuk menutup vessel.


Pada umumnya semua vessel silinder yang beroperasi pada tekanan
bagian nap sekitar 5 psig atau lebih diproduksi dengan formed head. Vessel
flat-bottomed dengan diameter besar, tangki penyimpanan cone-roofed terbatas
pemakaiannya untuk tekanan pada bagian uap beberapa ons. Vessel silinder
flat-bottomed dengan diameter kecil digunakan untuk tekanan operasi beberapa

psig dengan roof berbentuk payung atau kubah. Alat yang digunakan pada
tekanan di bawah atmosferis juga memerlukan formed head. Tangki penyimpanan

horizontal yang kecil biasanya juga memakai formed head.


1.1.3

Vertikal versus horizontal


Pada umumnya yang menentukan tangki vertikal atau horizontal adalah

fungsi tangki tersebut. Sebagai contoh kolom distilasi dan menara bahan isian

yang memanfaatkan gaya grafitasi untuk memisahkan fasa, memerlukan instalasi


vertikal. Heat exchanger dan tangki penyimpanan bisa berbentuk vertikal maupun
horizontal. Pada heat exchanger penentuan horizontal dan vertikal ditentukan oleh
arah aliran fluida dan pertimbangan perpindahan panas. Pada tangki
penyimpanan penentuan horizontal vertikal lebih ditentukan oleh tempat instalasi.
Jika tangki penyimpanan dipasang di luar ruangan maka angin mempunyai
pengaruh pada kekuatan penyangga, sehingga tangki horizontal lebih ekonomis.
Selain itu pertimbangan penting lainnya seperti ketersediaan, ruang head

pemeliharaan menjadi faktor penentu.


1.2

SPESIFIKASI BAHAN DALAM MERANCANG VESSEL


Vessel (dengan head yang dibentuk = vessel with formed head) umumnya
dibuat dari bahan low carbon steel, yang mana bahan ini akan jadi pilihan yang
lebih murah apabila dikaitkan dengan pertimbangan suhu dan korosi. Selain itu,
bahan ini memiliki kekuatan yang cukup tinggi, mudah dibuat dan baja lunaknya
(sebagai bahan dasar baja) mudah didapat.

Sedangkan low dan high alloy steel

umumnya digunakan untuk keperluan-keperiuan fabrikasi tertentu.


Baja yang umum digunakan terbagi menjadi dua kategori umum:
Lebih sering merujuk pada boilerplate steel. Digunakan untuk vessel
bertekanan.
Struksural grade steel
Sebagian baja ini ada yang sesuai dengan spesifikasi dari ASME yang
khusus digunakan untuk keperluan fabrikasi tertentu dan juga yang

khusus digunakan untuk konstruksi vessel storage (vessel penyimpan)


1.3

PERSAMAAN UNTUK VESSEL DENGAN ELIPTICAL DISHED HEADS


Volume tangki silinder tertutup dengan eliptical dished heads sama dengan
volume silinder ditanbah dua kali volume head. Volume head dapat dihitung
dengan menggunakan persamaan untuk silinder dengan volume yang ekivalen
dan diameter dalam yang sama dengan bagian silindris dari head. Gambar di

bawah ini memperlihatkan irisan melintang dari elipsoidal head dengan rasio

sumbu mayor: sumbu minor = 2:1

Pemilihan tangki dibatasi oleh diameter atau panjang maksimum yang dapat
diangkut dengan railroad flatcar ( kereta dengan gerobak datar), umumnya sekitar

13ft 6in. Tangki yang lebih besar daripada itu bisa didapatkan dengan cara:
a. Diangkut dengan kapal (jika antara lokasi dan pembuat terdapat sarana

transportasi laut)
b. Pengelasan sambungan dan pembentukan dilakukan di lokasi
c. Plat dipotong dan dibentuk di penjual dan dirakit di lokasi
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jumlah sambungan karena berpengaruh

terhadap proporsi tangki. Usahakan jumlah sambungan seminimal mungkin.

Pemilihan dimensi plate yang optimum


Lebar Plate, tangki silinder dapat dibuat dengan meng-roll dan mengelas 1
atau beberapa plate. Pilihan pengelasan tergantung pada ukuran plate yang

digunakan.
Pengelasan keliling dan mendatar dapat dihilangkan dengan menggunakan plate
yang ukurannya lebih besar, Plate dengan lebar lebih dari 90 inch akan lebih
mahal setiap inch kelebihannya. Tetapi penghematan yang didapatkan dengan

mnggunakan plat yang lebih lebar sehingga mengurangi jumlah sambungan dan

pengelasan melebihi biaya tambahan dari plate yang lebih lebar.

GAMBAR : Hubungan beaya fabrikasi dengan ketebalan plat yg dipakai

GAMBAR : Hubungan lebar plat yang optimum untuk dinding shell

Sebagai contoh penghematan yang dapat dilakukan, diberikan oleh W.G.


Theisinger. Penggunaan dua buah plate menghabiskan total USD 17,440
sedangkan penggunaan satu buah plate hanya menghabiskan total USD 9,853.

Penghematan yang dapat dilakukan adalah USD 7,587 dan 5800 jam kerja.
Biaya ekstra yang dibutuhkan untuk plain-carbon-steel adalah :
C=
e

. (w-90)1,23

Dengan :
C = dollar per 100 lb
e

W = lebar plate, inch

Biaya fabrikasi per circumferential weld adalah xc.D.C . Sehingga biaya


w

total untuk pengelasan plate sejumlah N (tanpa head) adalah :

Persamaan di atas akan memberikan lebar plate optimum dengan biaya fabrikasi
minimum.
Tebal Plate, Plate dengan tebal 0,5 - 1 inch tidak membutuhkan biaya
tambahan. Penggunaan tebal lebih dari 1 inch akan memerlukan biaya

tambahan sehingga serittgkali digunakan plate yang lebih kuat.


-50 feet tidak memerlukan
biaya tambahan. Persediaan yang ada biasanya mempunyai panjang tidak
lebih 40 ft dengan tebal % inch dan lebar plate maksimal 72 inch. Tetapi
persediaan juga tergantung pada fcemampuan untuk rnenangani ukuran

plate yang tersedia.

1.4 Tipe Head yang Umum Dipakai dan Pemilihannya


Hampir semua head dibuat dari plate melingkar yang di spin atau dengan
metode press. Meskipun membutuhkan biaya tambahan untuk membentuk head
dari plate datar, tetapi penggunaan head yang telah dibentuk akan lebih ekonomis
daripada penggunaan head yang datar, kecuali untuk diameter tangki yang kecil.
Penghematan dapat diperoleh dengan berkurangnya tebal head yang digunakan.

Gambar di atas menunjukkan macam-maeam head yang umum


digunakan, dengan:
t = tebal head, inch
icr = inside comer radius, inch

sf = straight flange, inch


r = radius of dish, inch

OD = diameter luar, inch


b =depth of dish, inch
a = ID/2 = inside radius, inch

s = slope of cone, deg

OA = overall dimension, inch


H = diameter of flat spot, inch
1.4.a Flanged-only Heads
Head jenis ini adalah yang paling ekonomis dalam pembuatannya, karena
hanya membentuk flange dengan radius pada plate datar. Penggunaannya yang
paling banyak adalah pada tangki bertekanan atmosferis. Head ini juga dapat

digunakan sebagai dasar dari tangki silinder vertikal dengan diameter maksimal
20 ft. Head jenis ini diukur dengan basis diameter luar dan tersedia untuk ukuran
12-42 in dengan selisih 2 in, 42 -144 in dengan selisih 6 in, 144 - 240 in dengan

selisih 12 in, juga tersedia untuk ukuran lebih dari 246 in.
1.4.b Flanged standard dished and Flanged shallow dished Head
Untuk meningkatkan kemampuan menahan tekanan maka bagian datar
dari flanged only head harus dirubah menjadi lengkungan. Pada head semacam
ini, terdapat dua radius yaitu radius lengkungan dan inside comer radius. Jika

radius dari lengkungan lebih besar dari diameter luar shell maka disebut flanged
and shallow dished head. Jika radius tersebut sama atau lebih kecil maka disebut
flanged and standard dished head. Head yang tersedia ukurannya sama dengan
flanged only head. Head ini tidak boleh digunakan untuk tangki bertekanan tinggi,
Penggunaan umumnya adalah untuk tangki vertikal dengan tekanan rendah,
tangki horisontal untuk fluida yang volatile, dan tangki berdiatneter besar yang

tekanan uap dan tekanan hidrostatisnya terlalu besar untuk flaged only head.
1.4.c Torispherical Head
Dengan mengurangi stress lokal pada inside corner head, batas tekanan
dari flanged and dished head dapat ditingkatkan. Hal ini dapat dilakukan dengan
membentuk head sehingga inside comer radius paling tidak sama dengan tiga kali
ketebalan plate, atau radiusnya tidak kurang dari 6% diameter dalam, dan radius
lengkungan harus sama atau kurang dengan diameter head. Head ini umumnya
digunakan untuk tangki bertekanan antara 15-200 psig bahkan dapat lebih dari
200 psig. Tetapi untuk penggunaan lebih dari 200 psig lebih ekonomis untuk

menggunakan elliptical flanged and dished head. Head ini dapat digunakan untuk

tangki vertikal maupun horisontal pada berbagai alat proses

Torisperical ini termasuk jenis selanjutnya, jenis torispherical adalah yang paling umum. Memang
agak sedikit membingungkan antara type torispherical dengan 2:1 elipsnoidal. Lain waktu, kalau
memang saya mengetahui apa perbedaan mendasar, saya akan bagikan kembali di web ini. Yang
sebatas saya tau, torispherical adalah type head yang di rekomendasikan oleh ASME.

Untuk type torispherical ini ia memiliki cown radius R dan juga kita mengenal jenis knuckle
disini, yaitu bagian samping dari sisi sisi head. Dibagian knucle inilah biasanya kita tidak boleh
ada nozzel seperti hal yang diungkapkan oleh asme. Salah satu yang saya tangkap, karena bagian
ini adalah yang paling tipis, bagian yang mengalami penyusutan ketebalan paling besar ketika
head dibentuk melalui proses forging.

1.4.d Elliptical Dished Head


Head ini digunakan untuk tangki bertekanan antara 100 psig hingga lebih
dari 200 psig. Jika rasio sumbu mayor : sumbu minor = 2:1 maka kekuatan head
akan sama dengan kekuatan shell silinder dengan diameter dalam dan luar yang
sama. Kedalaman bagian dalam dari lengkungan sama dengan setengah dari

sumbu minor atau sama dengan \4 diameter dalam dari head.

Elipsnoidal head adalah type yang paling umum, head ini seperti namanya yaitu di bentuk oleh
ruang elips. Biasanya paling umum adalah type 2:1 elipsnoidal. Pertanyaan sederhana, kenapa
2:1? ya karena ini elips, jadi antara diameter vertikal dan horizontal perbandingannya sekitar 2
banding 1. Berbeda dengan bentuk lingkaran normal yang baik horizontal maupun vertikal
memiliki nilai radius yang sama.
1.4.e Hemispherical Head
Untuk ketebalan yang sama, Head ini merupakan yang paling kuat. Head
ini dapat menahan tekanan hingga 2 kali lipat dari elliptical head ataupun shell

silinder dengan tebal dan diameter yang sama. Tetapi harga pembuatan dan biaya
lain-lain dari head ini paling besar dibandmgkan dengan yang lain. Ketersedian
head ini juga terbatas dalam ukurannya, karena pembuatan dari plate tunggal

lebih sulit.

Hemi sperical, dikenal juga dengan sebutan shapre, yaitu head yang di buat dengan diameter
sempurna R. Kalau kita kenal dengan bola, jenis head ini adalah setengah dari bola.

1.5 Perancangan Tebal Plat Untuk Tutup ( Vessel Head)


Mengacu pada ASME Code
(under internal working pressure)
Perancangan tebal plat untuk dinding vessel mengacu pada ASME VIII div
1, paragraph : Part UG- 32 (d) dan Appendix 1 ( Supplementary Design Formulas )

l-4(c)
Part UG:
General requirement ( persyaratan yang harus dipenuhi secara umum)

untuk semua cara / method untuk kontruksi dan berlaku untuk seaiua material
Part UG - 32 :

General requirement untuk : FORMED HEAD, PRESSURE

ON CONCAVE SIDE

(a) Ketebalan yang diperlukan pada titik ketebalan paling tipis setelah

pembentukan head jenis ellipsoidal dimana tekanan yang bekerja pada


bagian sisi cekungan (internal pressure), harus dihitung berdasarkan

formula pada paragraph ini

(b) Simbol yang dipakai


t = ketebalan minimum yang diperluaka setelah pembentukan head,

tidak termasuk corrosion allowance, inci


P = design pressure, psi ataupun working pressure maksuimum yang
diizinkan untuk vessel yang terancang ( existing vessel)
D = inside diameter dari " head skirt" atau inside length dari major axis

dari ellipsoidal head, inci


S = tegangan maksimum yang diizinkan dari bahan konstrufcsi, psi
E = efisiensi sambungan terendah pada sembarang bagian di head. Ini

mencakup sambungan antara shell dan head ( head to shell joint)


Untuk welded vessel, efisiensi dipergunakan mengacu pada UW 12 , yaitu pada label UW - 12 ( Max. allowable joint efficiencies for
arc and gas welded joints)
Part UG - 32 (d): Ellipsoidal head
Ketebalan yang diperlukan untuk dished head yang berbentuk
semi-ellipsoid , dimana separuh dari minor axis (inside depth dari
head dikurangi fketinggian skirt) sama dengan

dari inside

diameter dari" head skirt", harus dihitung dengan persamaan :

PD
T=

2SE 0.2P

Atau
P=

2Set
D + 0.2t

1.6 Perhitungan Tebal Head Mengacu Appendix 1 - 4c


(Supplementary design formulas)
RUMUSAN UNTUK PERANCANGAN " FORMED HEAD "
UNDER INTERNAL WORKING PRESSURE
(a) Rumusan dari paragraph ini berlakuk untuk perancangan tutup vessel
dengan bentuk tertentu ( formed head ) dengan proporsi ukuran lain
daripada seperti tertulis ada UG - 32 (ASME Div. VTII, section 2 ) dalam
besaran diameter dalam (inside diameter) dan diameter luar (outside

diameter)
(b) Simbol yang dipakai dibawah ini digunakan dalam rumusan perancangan
dari paragraph ini.
t = tebal dari head minimum yang diperlukan setelah pembentukan

head inci
P = tekanan perancangan ( internal design pressure ) , psi ( lihat UG

-21) untuk tekanan kerja maksimum (maximum allowable

working pressure untk vessel yang sudah ada, lihat UG - 98)


D = diameter dalam dari " head skirt", atau inside length dari major

axis dari ellipsoidal head, inci


Do= diameter luar dari" head skirt" atau panjang luar dari major axis

dari ellipsoidal head, inci


S = tegangan kerja dari bahan konstruksi maksimum yang

diperkenankan, psi
E = efisiensi sambungan yang terendah dari katagori sambungan
jenis A ( Category A joint ) untuk hemispherical mencakup
sambungan head to shell joint. Untuk vessel dengan sambungan
cara las (welded vessels, efisiensi dipakai seperti tertulis pada
UW - 12
r = inside knuckle radius , inci
h = one - half of length dari minor axis dari ellipsoidal head atau
inside depth dari ellipsoidal head yang diukur dari tangent line

(head bend line), inci


K= factor dari rumus untuk ellipsoidal head, yang harganya
tergantung dari(D/2h)

(D/2h) = rasio dari major axis dengan minor axis pada ellipsoidal
head, harganya sama dengan inside diameter dari "skirt" dari

head dibagi dengan dua kali inside height dari ellipsoidal head,

dapat dilihat dari table


TABLE 1-4.1 VALUE OF FACTOR K
( use nearest value of D/2h, interpolation unnecessary)
D/2h

1.83

2.9

1.73

2.8

1.64

2.7

1.55

2.6

1.46

2.5

1.37

2.4

1.29

2.3

1.21

2.2

1.14

2.1

1.07

2.0

1.00

1.9

0.93

1.8

0.87

1.7

0.81

1.6

0.76

1.5

0.71

1.4

0.66

1.3

0.61

1.2

0.57

FORMULA
t=

PDoK
2SE=2P(K-0.1)

Atau
P=
2Set
KD0-2t (K-0.1)

Dimana

SUMBER ARTIKEL

Tipe Head pada vessel yang sering digunakan


http://www.pressurevesselpedia.com/2013/06/type-head-pada-vessel.html

Pemilihan Head untuk vessel silinder dengan penutup


http://elisa.ugm.ac.id/user/archive/download/32800/78fa9e8540d9be4bea6ef6e3f1a0e139

Makalah Perancangan Alat: Tipe-tipe Bejana/ Tangki.


http://www.scribd.com/document_downloads/direct/50245652?extension=pdf&ft=1331696181&lt=1331699791&uahk
=yZ1+Vu7QNzfyFZeIGXZsqOZ+Z8k.

Process Equipment Design - Brownel