Anda di halaman 1dari 8

AL-QURAN DAN LINGKUNGAN HIDUP

Alam diciptakan Allah untuk manusia dalam rangka memenuhi hajat hidupnya.
Namun tanpa disadari, manusia menjadi makhluk antroposentris yang menjadikan alam
sebagai mesin yang sempurna untuk diekploitasi sebesar-besarnya demi kesejahteraan hidup.
Tak ada etika di sana, tak ada kasih sayang terhadap sesama maupun alam.
Akhirnya unsur-unsur alam yang sangat erat dengan kehidupan mansuia, yakni air,
udara dan tanah mengalami polusi sedemikian rupa. Sehingga organisme yang menempati,
termasuk manusia, bermigrasi, atau bahkan terancam kepunahan.
Kerusakan lingkungan alam tidak bisa dilepaskan dari perilaku manusia. Terbukti,
bahwa sebagian besar bencana-bencana yang terjadi bukanlah karena faktor alam semata,
tetapi karena ulah dan perilaku manusia sendiri, seperti banjir dan pencemaran lingkungan.
Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya tanpa hikmah. Yang
demikian adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan
masuk neraka. (QS Sad : 27 )


27. dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. yang demikian
itu adalah anggapan orang-orang kafir, Maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.

Alam semesta merupakan anugerah Allah untuk manusia


Tidakkah kamu perhatikan Sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa
yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan
batin. (QS. Luqman [31]: 20)




LUQMAN (31) : 20. tidakkah kamu perhatikan Sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa
yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. dan di antara
manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa kitab
yang memberi penerangan.

Kerusakan alam pada umumnya disebabkan oleh dua hal.


Pertama, karena sebuah fenomena alam itu sendiri dimana hal itu terjadi sebagai sebuah proses
dinamika dan regenerasi alam itu sendiri.

Misalkan bencana alam seperti gunung api meletus, tsunami, tanah longsor, dan gempa. Tetapi,
bencana-bencana tersebut tidak semuanya disebabkan faktor alam dan bukan merupakan penyebab
utama rusaknya alam ini.
Banjir air, lumpur dan tanah longsor misalnya, merupakan bencana yang tidak dapat dipisahkan dari
faktor manusia yang tidak ramah dengan alam dan lingkungannya sendiri sehingga keseimbangan alam
dan lingkungan menjadi hilang. Hal ini didasarkan pada Al-Quran: Dan Langit telah ditinggikan-Nya dan
Dia ciptakan keseimbangan. Agar kamu jangan merusak keseimbangan itu (QS.Ar-Rahman:7-8) serta di
ayat lain, Dan kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami
tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.(QS. Hijr: 9).
Penyebab kedua, yaitu kerusakan alam dan lingkungan ini merupakan akibat dari perbuatan manusia
itu sendiri. Hal ini berdasarkan Firman Allah SWT yaitu Telah tampak kerusakan di darat dan di laut
disebabkan karena perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebahagian
dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) (QS.Ar-Rum: 41).



205. dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk Mengadakan kerusakan padanya, dan merusak
tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan[130].

[130] Ungkapan ini adalah ibarat dari orang-orang yang berusaha menggoncangkan iman orang-orang mukmin dan
selalu Mengadakan pengacauan.


79. apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, Maka dari
(kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. dan cukuplah Allah menjadi
saksi.




Asy-syura (42) : 30. dan apa saja musibah yang menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu
sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).

INDONESIA RANGKING KE EMPAT PERUSAK ALAM. BNPB di metro TV 80 % kerusakan alam akibat manusia

LARANGAN BERBUAT KERUSAKAN





77. dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah
kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana
Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah
tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
AL-QASAS : 77



Al-araf (7) : 56. dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan
Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya
rahmat Allah Amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.


Al-Araf 58. dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak
subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami)
bagi orang-orang yang bersyukur.

Ayat diatas sangat jelas maksudnya, yakni melarang manusia pada umumnya dan umat islam pada
khususnya melakukan pengrusakan di muka bumi sebab Allah SWT melaknat orang-orang yang
hidupnya menimbulkan kerusakan di bumi. Menurut kajian Ushul fiqh, ketika kita dilarang melakukan
sesuatu berarti kita diperintahkan untuk melakukan kebalikannya. Misalnya, kita dilarang merusak
alam berarti kita diperintah untuk melestarikan alam. Adapun status perintah tersebut tergantung
status larangannya.

TELADAN RASUL

Ketika menaklukkan Makkah (fathu al-Makkah), Nabi Muhammad SAW memberikan perintah kepada
para sahabatnya : Pertama, jangan menyakiti wanita dan anak-anak. Kedua, jangan melukai dan
membunuh orang-orang Quraisy yang sudah menyerah serta tak berdaya. Ketiga, jangan menebang
pohon dan membunuh binatang di daerah penaklukan.

:







Rasulullah saw bersabda: Tidaklah seorang muslim menanam sebuah pohon atau sebuat
tanaman, kemudian dimakan oleh burung, manusia, atau binatang, melainkan ia akan mendapat
pahala sedekah.


:






Rasulullah saw bersabda: Takutilah tigaperkara yang menimbulkan laknat; buang air besar di
saluran air (sumber air), di tengah jalan dan di tempat teduh

PROSES KONSERVASI ALAM MENURUT AL-QURAN


1. Al-Ma
Kami telah jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air (QS:21: 30)




Al-Anbiya : 30. dan Apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu
keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. dan dari air Kami
jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka Mengapakah mereka tiada juga beriman?
70 % tubuh adalah Air, 75 % planet bumi adalah Air.




2:164. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang
berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit
berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu
segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh
(terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.
SELAIN UNSUR PENCIPTAAN, AIR JUGA BERPERAN DALAM IBADAH MAHDHAH. AIR UNTUK THAHARAH



Al-qamar : 28. dan beritakanlah kepada mereka bahwa Sesungguhnya air itu terbagi antara mereka
(dengan unta betina itu); tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran)[1436]
[1436] Unta betina ini sebagai mukjizat Nabi saleh a.s. Lihat surat Hud ayat 64 dan surat Asy Syu'araa' ayat
154-155.
Hemat air, meskipun untuk wudhu. Air bekas wudhu Air mUstamal (re-use) untuk keperluan lain.

Klasifikasi air: suci mensucikan (thohir) , suci tak mensucikan (thohir ghoir muthohir) dan
mutanajjis, mengandung konsep re-use dan penghematan untuk penggunaan lainnya (air
mustamal), masih bisa digunakan untuk memenuhi fungsi air lainnya misalnya untuk
perikanan, irigasi dan lain sebagainya.

2. UDARA (AL-RIH)
Disamping untuk bernafas yang bisa dirasakan langsung oleh manusia, udara juga sangat
diperlukan bagi kehidupan dan peran lingkungan lainnya, akan tetapi tidak secara langsung
dirasakan oleh manusia, seperti misalnya untuk membantu penyerbukan bunga, menimbulkan
angin, membawa uap air dan sebagainya (QS:15: 22; 2: 164 dan 7: 57)



Al-Hijr : 22. dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan
hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang
menyimpannya.


Al-baqarah : 164. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang,
bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari
langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di
bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit

dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.
Dalam hal ini sekali lagi berlaku kaidah usuliyah : segala sesuatu yang sangat diperlukan untuk
memenuhi kewajiban penting menjadi wajib hukumnya.

3. TANAH (AL-ARD)
Menjaga Produktifitas Tanah, Kualitas Air dan Udara bergantung pada tanah yang subur
4. TUMBUHAN DAN HEWAN

Tumbuhan mempunyai peran yang unik dalam memproduksi bahan makanan dan serat dengan
cara memanen energi matahari, yang hasilnya bisa digunakan oleh tanaman itu sendiri untuk
tumbuh dan melakukan reproduksi serta bisa merupakan bahan makanan bagi keberlanjutan
kehidupan hewan dan manusia di muka bumi. Hal ini telah ditegaskan oleh Allah dalam kitab
suciNya (QS,80:24-32). Tumbuhan juga menyediakan dan memperkaya makanan dan nutrisi
bagi tanah serta melindungi tanah dari erosi hujan maupun angin. Tanaman bisa pula berperan
dalam konservasi air dengan menahan air limpasan permukaan sehingga memberi kesempatan
air untuk berinfiltrasi kedalam lapisan tanah. Tanaman juga menghasil O2 yang sangat
dibutuhkan untuk pernafasan manusia dan hewan. Diantara banyak tanaman yang tumbuh di
muka bumi ini terdapat pula tanaman yang bisa digunakan sebagai obat penyembuh penyakit,
menghasilkan minyak nabati, parfume, lilin, serat, kayu dan bahan bakar (QS, 56:71-73).

TUMBUHAN MENYEDIAKAN AIR, MEMBERIKAN OKSIGEN DAN MENYUBURKAN


TANAH
HEWAN SUMBER MAKANAN (DAGING, SUSU, KULIIT, OBAT, MADU, OBAT, KAIN),
KOTORAN MENJADI PUPUK BAGI TANAH, MEMBANTU REGENERASI TANAMAN DAN
PENYEBARAN SERBUK SARI