Anda di halaman 1dari 1

Radang konjungtiva

Radang konjungtiva, dan


hipersekresi lakrimalis,
sebagai irigasi mata akibat
infeksi virus

Reaksi imunitas sel


endotel kapiler seuperfisial
dermal

Bercak makulopapular
pada kulit
Kopliks spot pada mukosa
bucalis, palatum durum, mole
Gangguan mengunyah, nyeri
menelan
Anoreksia

Hidung berisi sekret bening


sbg mekanisme pertahanan

Virus Morbili

(produksi ATP C6H12O6)


Droplet Infection

Jalan napas tidak paten


Bercak makulopapular
pada kulit, leher pipi,

Kerusakan integritas
kulit

Pernapasan cuping hidung


Aktivasi leukosit, migrasi ketempat
Virus

Penyebaran ke seluruh tubuh

Kompleks antigen-antibody
Dan penyebaran melalui
hematogen

Penurunan BB, LLA, penurunan


pertmbhn tulang (TB tidak
sesuai dgn usia anak )

Ketidakseimbangan nutrisi
kurang dari kebutuhan tubuh

Transudai cairan ke
rongga bronchial
Kemunculan manifestasi yg
tidak dipahami keluarga
Ronhi, takipneu,
perkusi pekak,
bronkhovesikuler

Ansietas

Sitokin memicu vasa


vasorum untuk vasokonstriksi
Retensi kalor

IL1 dan IL2 memicu sekresi


prostaglandin E2 di
hipotalamus

Prostaglandin E2
meningkatkan pengukuran set
point

Hipertermia
Peningkatan
kehilangan cairan
melalui penguapan

Mukosa bibir kering, mata


cekung

Kekurangan volume cairan


Bersihan jalan nafas tdk
efektif

Peningkatan produksi kalor

Pola napas tak efektif

Morbili /campak
Penurunan intake nutrisi
dan cairan

Peningkatan produksi kalor

menginvansi epitel hidung

Sekresi IL2,IL1, sitokin TNF


Saluran nafas
Inflamasi saluran nafas
atas; bercak koplik
pada mukosa bukalis
meluas ke jaringan
trakeobronkial,
retraksi kosta simetris,
pernapasan
torakoabdominanl

Peningkatan BMR

Malaise, anoreksia

Penurunan intake nutrisi


dan cairan