Anda di halaman 1dari 18

BAB II

ISI
2.1 Definisi PET
Positron emission tomography (PET) scan merupakan salah satu modalitas
kedokteran nuklir, yang untuk pertama kali dikenalkan oleh brownell dan sweet pada
tahun 1953. Prototipenya telah dibuat pada sekitar tahun 1952, sedangkan alatnya
pertama kali dikembangkan di massachusetts general hospital, boston pada tahun 1970.
Positron yang merupakan inti kinerja pet pertama kali diperkenalkan oleh pam dirac pada
akhir tahun 1920-an. PET adalah metode visualisasi metabolisme tubuh menggunakan
radioisotop pemancar positron. Oleh karena itu, citra (image) yang diperoleh adalah citra
yang menggambarkan fungsi organ tubuh.
2.2 Prinsip Kerja PET
Sel-sel kanker memiliki tingkat metabolisme yang lebih tinggi dari sel-sel lain.
Salah satu karakteristik adalah bahwa sel-sel kanker memerlukan tingkat yang lebih
tinggi glukosa untuk energi. Ini adalah langkah-langkah proses biologis pet. Positron
emisi tomografi (PET) membangun sistem pencitraan medis gambar 3d dengan
mendeteksi gamma sinar radioaktif yang dikeluarkan saat glukosa (bahan radioaktif)
tertentu disuntikkan ke pasien. Setelah dicerna, gula tersebut diolah diserap oleh jaringan
dengan tingkat aktivitas yang lebih tinggi/metabolisme (misalnya, tumor aktif) daripada
bagian tubuh.
Pet-scan dimulai dengan memberikan suntikan FDG (suatu radionuklida glukosabased) dari jarum suntik ke pasien. Sebagai FDG perjalanan melalui tubuh pasien itu
memancarkan radiasi gamma yang terdeteksi oleh kamera gamma, dari mana aktivitas
kimia dalam sel dan organ dapat dilihat. Setiap aktivitas kimia abnormal mungkin
merupakan tanda bahwa tumor yang hadir.
Sinar gamma yang dihasilkan ketika sebuah positron dipancarkan dari bahan
radioaktif bertabrakan dengan elektron dalam jaringan. Tubrukan yang dihasilkan
menghasilkan sepasang foton sinar gamma yang berasal dari situs tabrakan di arah yang
berlawanan dan terdeteksi oleh detektor sinar gamma diatur di sekitar pasien.

Detektor PET terdiri dari sebuah array dari ribuan kilau kristal dan ratusan tabung
photomultiplier (PMTS) diatur dalam pola melingkar di sekitar pasien. Kilau kristal
mengkonversi radiasi gamma ke dalam cahaya yang dideteksi dan diperkuat oleh PMTS.
Sinyal dari setiap output PMT dikonversi menjadi tegangan dan amplitudo oleh low noise
amplitudo (LNA). Sinyal yang dihasilkan oleh PMT berupa sinyal pulsa yang lambat.
Kekuatan sinyal dari setiap PMT ditentukan dengan mengintegrasikan sinyalnya menjadi
pulsa. Setelah LNA, sistem ini menggunakan variabel-gain amplifier (VGA) untuk
mengkompensasi variabilitas sensitivitas dari PMTS.
Output dari VGA dilewatkan melalui lowpass filter, offset kompensasi, dan
kemudian dikonversi menjadi sinyal digital dengan bit 10 sampai 12-bit analog-ke-digital
(converter ADC sampling) dengan 50Msps untuk menilai 100Msps.
Sinyal-sinyal dari beberapa PMTS harus dijumlahkan, oleh karena itu gabungan
sinyal masukan berupa ultra-high-speed. Sebuah DAC menghasilkan tegangan referensi
komparator untuk mengkompensasi offset DC. Akurasi yang sangat tinggi diperlukan untuk
menghasilkan sinyal output komparator dengan waktu yang berkecepatan tinggi. Sinyal
output dari DAC kemudian masuk ke bagian processing unit untuk dikirim ke image
processing.
Dari hasil pendeteksian, dilakukan image reconstruction untuk mendapatkan
gambaran sebaran glukosa di dalam tubuh. Perangkat kamera PET biasanya telah dilengkapi
dengan program untuk keperluan ini, sehingga hasil image reconstruction dapat diperoleh
dengan mudah.

Gambar . Proses kerja pet-scan


Kelompok orang yang dianjurkan melakukan pemeriksaan PET

Memiliki

penanda tumor yang tidak normal

Ada sejarah keluarga yang terkena kanker


Orang yang sering kontak dengan zat karsinogen atau zat penyebab kanker
Orang yang mempunyai riwayat penyakit yang mudah berubah menjadi kanker
Penderita kanker yang ingin mengetahui lebih lanjut sesuatu yang berkaitan dengan penyakitnya
atau keadaan kankernya
Check up kesehatan untuk memeriksa tumor bagi orang berusia 30 tahun ke atas

Indikasi dilakukan pemeriksaan menggunakan pet


Tabel 2. Indikasi pet scan

Pada bidang onkologi

2.3 Beberapa Jenis Pemeriksaan Dengan Pet


a. Pet scan untuk otak
Pet scan untuk otak adalah suatu tes pencitraan yang menggunakan bahan
radioaktif untuk melihat penyakit atau kerusakan pada otak. Tidak seperti MRI ataupun
Ct Scan yang melihat struktur otak, pet scan dapat melihat bagaimana otak dan
jaringannya bekerja.

Kerja pet scan otak


Pet Scan menggunakan sejumlah kecil bahan radioaktif (pemicu). Pemicu tersebut
dimasukkan ke dalam intravena, atau dengan dihirup sebagai gas. Pemicu tersebut masuk
ke dalam darah dan berkumpul dalam organ dan jaringan. Pemicu tersebut akan
menolong seorang radiologist untuk melihat area ataupun penyakit lebih jelas. Kemudian,
pasien tersebut harus menunggu pemicu tersebut diserap oleh tubuh. Kira kira
memakan waktu 1 jam. Hasil yang ditunjukkan di komputer akan berbentuk gambaran
3d. Pasien harus terus berbaring selama pemeriksaan sehingga mesin dapat memberikan

gambaran otak yang jelas. Pasien akan diminta untuk membaca ataupun menuliskan
nama jika fungsi memori ikut diperiksa juga. Pemeriksaan dilakukan berkisar antara 30
menit sampai 2 jam.

Hasil dari pemeriksaan


Pet scan dapat memperlihatkan ukuran, bentuk, dan fungsi dari otak, sehingga dokter
bisa memastikan otak tersebut masih dapat bekerja dengan baik. Ini paling sering
dilakukan ketika pemeriksaan lain, seperti MRI dan Ct Scan tidak dapat memberikan
informasi yang cukup. Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk,
a. Mendiagnosis kanker
b. Mempersiapkan operasi untuk epilepsy
c. Membantu untuk mendiagnosis demensia jika pemeriksaan lain belum cukup untuk
memberikan informasi
d. Membedakan penyakit parkinson dengan penyakit kelainan gerak lainnya.

Gambar 3. Hasil pemeriksaan dengan fdg pet scan pada pasien aids demensia.
Pembacaan dari kiri: (a) belum dikoreksi dengan pet scan, (b) gambaran dengan mri atas
pasien yang sama, (c) gambaran segmen gray matter, (d) gambaran segmen white matter,
(e) gambaran white matter yang buram, (f) gambaran grey matter yang buram, (g)
gambaran yang telah terkoreksi oleh pet dengan fdg

b. Pet scan jantung

Pet scan jantung adalah suatu tes pencitraan yang menggunakan bahan radioaktif
untuk melihat penyakit atau gangguan aliran darah pada jantung. Tidak seperti MRI
ataupun Ct Scan yang melihat struktur dan aliran darah ke dan dari organ, pet scan dapat
melihat bagaimana organ dan jaringannya bekerja. Pet scan jantung dapat memberikan
informasi ke dokter tentang area otot jantung yang menerima suplai darah, jika terjadi
gangguan jantung atau jaringan parut pada jantung.

Kerja pet scan jantung


Pet Scan menggunakan sejumlah kecil bahan radioaktif (pemicu). Pemicu
tersebut dimasukkan ke dalam intravena. Pemicu tersebut masuk ke dalam darah dan
berkumpul dalam organ dan jaringan, termasuk jantung. Pemicu tersebut akan menolong
seorang radiologist untuk melihat area ataupun penyakit lebih jelas. Kemudian, pasien
tersebut harus menunggu pemicu tersebut diserap oleh tubuh. Kira kira memakan
waktu 1 jam. Elektroda dari elektrokardiografi (ekg) terpasang di dada. Pet scanner
mendeteksi sinyal dari pemicu. Hasil yang ditunjukkan di komputer akan berbentuk
gambaran 3d. Pasien harus terus berbaring selama pemeriksaan sehingga mesin dapat
memberikan gambaran jantung yang jelas.. Pemeriksaan dilakukan kurang lebih 90
menit.

Hasil dari pemeriksaan


Pet scan dapat memperlihatkan ukuran, bentuk, dan fungsi dari jantung, sehingga
dokter bisa memastikan jantung tersebut masih dapat bekerja dengan baik. Ini paling
sering dilakukan ketika pemeriksaan lain, seperti ekg dan cardiac arrest stress tidak
dapat memberikan informasi yang cukup. Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk
gangguan jantung dan menunjukkan area yang menerima sedikit aliran darah terhadap
jantung.

c. Pet scan paru


Pet scan paru adalah suatu tes pencitraan yang menggunakan bahan radioaktif
untuk melihat penyakit pada paru, biasanya kanker paru. Tidak seperti MRI ataupun Ct

Scan yang melihat struktur paru, pet scan dapat melihat bagaimana kondisi paru dan
jaringannya bekerja.

Kerja pet scan paru


Pet scan menggunakan sejumlah kecil bahan radioaktif (pemicu). Pemicu tersebut
dimasukkan ke dalam intravena. Pemicu tersebut masuk ke dalam darah dan berkumpul
dalam organ dan jaringan. Pemicu tersebut akan menolong seorang radiologist untuk
melihat area ataupun penyakit lebih jelas. Kemudian, pasien tersebut harus menunggu
pemicu tersebut diserap oleh tubuh. Kira kira memakan waktu 1 jam. Hasil yang
ditunjukkan di komputer akan berbentuk gambaran 3d. Pasien harus terus berbaring
selama pemeriksaan. Jika pasien banyak bergerak, akan menimbulkan gambaran yang
tidak jelas dan mengakibatkan kesalahan. Pemeriksaan dilakukan kurang lebih 90 menit.

Hasil dari pemeriksaan


Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk,:
a. Membantu dalam mendiagnosis kanker paru
b. Memperlihatkan jika kanker paru telah bermetastasis ke organ lain
c. Membantu untuk meyakinkan jika ada sesuatu yang ada di paru (seperti yang
terlihat pada ct scan) merupakan sebuah kanker atau bukan
d. Memperlihatkan sejauh mana keberhasilan dari pengobatan kanker paru

Gambar 3. Gambaran pet scan pada kanker paru yang bermetastasis. (a) kuadran kiri atas,
(b) glandula suprarenal, (c) hepar
Pesiapan Pemeriksaan PET
TAHAP PERSIAPAN: Pasien diminta untuk mengganti pakaian dengan gaun pasien yang
sudah disediakan dan akan dilakukan pemerikssan berat badan dan level gula darah
Pasien :

6 jam sebelum pemeriksaan, dilarang makan dan minum, infus


glukosa serta menghindari olahraga berat

Perawat :

memperkenalkan proses pemeriksaan, mengukur tinggi dan


berat badan, mengisi data pemeriksaan

Dokter :

menanyakan sejarah penyakit, memastikan gula darah,


menyetujuinya setelah mengetahui segala kondisi pasien

TAHAP PENYERAPAN: Pasien akan diberikan suntikan radiotracer (FDG) dan dipersilahkan
berbaring selama 1 - 1.5 jam agar cairan FDG menyerap dalam tubuh. Harus dalam keadaan
tenang, tidak banyak gerak dan bicara, menguras urin sebelum pemeriksaa. Kemudian pasien
akan dipindahkan ke ruang pemeriksaan.

TAHAP SCANNING: Dalam tahap ini, pasien akan dibaringkan di atas meja otomatis. Scanning
akan berlangsung selama 30 60 menit, tergantung dari area tubuh yang diperiksa. Oleh karena
itu sebaiknya pasien mempersiapkan waktu sekitar 2-3 jam di klinik untuk menyelesaikan
prosedur ini.

2.4 Keunggulan Yang Dimiliki PET


1. Aman dan tidak luka :
Masa waktu radio nuklida yang digunakan pada saat pemeriksaan PET lebih singkat, sehingga
tidak terjadi kerusakan ataupun efek samping untuk tubuh.
2. Secara akurat mengidentifikasi tumor ganas dan tumor jinak :
Dapat secara jelas memperlihatkan tingkat keganasan tumor, juga dapat memastikan
apakah tumor ada menyebar ke kelenjar getah bening maupun organ tubuh lainnya.
3. Meringankan biaya pengobatan :
Diagnosa yang tepat melalui pemeriksaan PET/CT sehingga dapat segera dilakukan
pengobatan, deteksi dini dan pengobatan dini, dapat meringankan biaya pengobatan
keseluruhan.
4. Lebih detail dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi, karena kedua scan dilakukan
pada satu waktu tanpa pasien harus mengubah posisi, ada sedikit ruang untuk kesalahan.
5. Lebih besar kenyamanan bagi pasien yang menjalani dua ujian (CT & PET) pada satu
duduk, bukan di dua waktu yang berbeda.
6. CT-Scan memeriksa fisiknya, sedangkan PET lebih ke metabolismenya
7. PET CT scan ini lebih efisien karena hasilnya dapat dideteksi dari ujung kaki hingga
ujung kepala, sedangkan kalau CT scan saja skriningnya tidak bisa langsung seluruh
badan
8. Tingkat radiasinya jauh lebih kecil daripada CT Scan
9.

Alat ini mampu membantu para dokter lebih akurat menentukan lokasi, besar, dan

penyebaran sel kanker, juga bisa menentukan keberhasilan sebuah terapi.

10. Prosedur pemeriksaannya juga mudah, pasien hanya perlu disuntik dengan isotop di
lengan satu jam sebelum diperiksa di alat PET-CT

2.5 Kelemahan yang dimiliki PET


Jumlah radiasi yang digunakan ialah rendah. Wanita yang sedang hamil ataupun
yang sedang menyusui harus mengatakannya ke dokter sebelum dilakukan pemeriksaan.
Janin dan bayi sangat sensitif dengan efek radiasi karena organ organ mereka masih
dalam tahap perkembangan. Beberapa orang dapat mengalami nyeri, kemerahan ataupun
bengkak pada daerah sekitar tempat injeksi. Pet scan bisa saja memberikan informasi
palsu. Gula darah atau kadar insulin dapat mempengaruhi hasil dari pemeriksaan pada
pasien diabetes.
Fungsi dari PET
a. Diagnosa dan Mengetahui Stadium Kanker
PET Scan sangat sensitif dalam mendeteksi sel kanker dan penyebarannya, serta
memberikan informasi stadium dari kanker tersebut. Pemeriksaan PET dapat
dilakukan untuk mendeteksi kanker paru-paru, kanker otak dan leher, kanker usus
besar, kanker kulit, kanker payudara, lymphoma dan jenis kanker lainnya. Scanning
dapat dilakukan untuk seluruh tubuh guna mengetahui lokasi utama dari sel kanker
serta lokasi penyebaran dari sel tersebut.

b. Membedakan antara Tumor Jinak dan Ganas


Pemeriksaan PET mampu menunjukkan lokasi sel kanker dengan akurat dan
mengidentifikasi pertumbuhan sel jinak atau ganas serta membedakan antara jaringan
sel kanker dan jaringan sehat.

c. Monitor Hasil Pengobatan


PET mampu mendeteksi respon kemoterapi lebih baik dari CT Scan atau MRI.
Hasil tersebut amat membantu dokter dalam menentukan langkah pengobatan lebih

lanjut (seperti radiasi atau pembedahan). Juga memudahkan dokter untuk menentukan
efektifitas dari suatu pengobatan dan mengganti jenis pengobatan jika perlu.

d. Deteksi Dini Pertumbuhan Ulang Sel Kanker


PET merupakan metode pemeriksaan yang paling sensitif dalam mendeteksi
pertumbuhan ulang sel kanker dan penyebarannya. Deteksi dini dari pertumbuhan
tersebut amat membantu dalam memutuskan pencegahan dan pengobatan lebih dini.

e. Membedakan antara Pertumbuhan Ulang dan Perubahan Struktural setelah


Pengobatan
Karena PET mendeteksi perubahan secara metabolis ketimbang struktural,
pemeriksaan ini lebih akurat daripada CT dan MRI dan dapat membedakan antara
pertumbuhan ulang sel kanker dengan perubahan struktural sebagai akibat dari terapi
pengobatan. Hal ini memungkinkan dokter memberikan diagnosa pengobatan
lanjutan jika perlu.

2.6 Tingkat keakuratan PET terhadap diagnosis tumor/kanker yang sering


ditemukan :
JENIS TUMOR/KANKER

TINGKAT KEAKURATAN

kanker paru-paru

94%

kanker kolorektal

90%

Melanoma

100%

tumor kelenjar getah bening

95%

kanker payudara

90%

kanker leher dan kepala

90%

kanker ovarium

90%

2.7

Unsur Yang Diperlukan Dalam Pemeriksaan


1.

Radioisotop
Radionuklida yang digunakan dalam PET scan adalah radiosotop yang
memiliki waktu paruh yang singkat, seperti:
o

carbon-11 (~20 min),

nitrogen-13 (~10 min),

oxygen-15 (~2 min),

fluorine-18 (~110 min).

Radionuklida tersebut memperhatikan komponen yang ada dalam tubuh seperti


glukosa, air, amonia. Komponen senyawa tersebut disebut radiotracer. Ini
penting karena teknologi PET dapat digunakan untuk melacak struktur biologi
dari banyak komponen dalam tubuh manusia.

2.

Radiofarmaka
Radiofarmaka pada PET yang sering digunakan adalah (F-18) Fluoro-DGlocose (FDG) yang merupakan radioaktif yang terbentuk dari glukosa,
dimasukkan kedalam tubuh pasien melalui intravena. Glukosa merupakan
substansi yang sangat diperlukan oleh tubuh. FDG mempunyai waktu paruh
sekitar 110 menit sehingga sangat cepat keluar dari tubuh.

Hal yang Harus Diperhatikan

FDG adalah molekul glukosa bertanda dengan dosis radioaktif yang rendah. Memiliki
waktu paruh sangat pendek, sehingga tidak dapat disimpan sebagai persediaan. Produksi
setiap dosis dilakukan di pagi hari, pada saat akan dilakukan pemeriksaan dengan PET
Dilarang membawa anak-anak atau pendamping yang sedang hamil, karena pemeriksaan
PET menggunakan radiasi

Hindari kontak secara dekat dan lama dengan anak kecil, bayi, dan ibu hamil selama 6
jam setelah pemeriksaan
Minumlah banyak air mineral