Anda di halaman 1dari 1

1.

Ketukan (knocking)
Pada mesin bensin,kadang-kadang timbil bunyi ketukan saat mesin hidup seperti
palu yang di pukulkan ke mesin. Terdapat 2 jenis ketukan (knocking) :
a). DETONASI (Detonations / pembakaran tidak sempurna)
b). Pre-ignition (waktu penyalaan terlalu cepat)
a). Detonasi
Pada Detonasi,campuran bahan bakar dan udara di ruang bakar menyala secara
spontan saat langkah pembakaran,setelah penyalaan,api menyebar dengan kecepatan
melebihi batas (dalam kondisi normal kecepatan penyebaran api adalah beberapa puluh
meter per detik,tetapi pada pembakaran abnormal,dapat mencapai beratus meter per
detik). Tekanan meningkat yang disebabkan oleh kecepatan pembakaran yang tidak
normal,menghantam dinding silinder dan kepala piston,sehingga menimbulkan bunyi
ketukan (knocking/ketukan/ngelitik).
b). Pre-ignition
Pre-ignition terjadi bila, sebelum campuran bahan bakar dan udara yang
terkompresi dinyalakan oleh percikan api dari busi,milao terbakar secara spontan yang
disebabkan oleh beberapa sumber panas lain. Sumber panas lain termasuk panas dari
katub pembuangan,jenis busi dan panas yang berlebihan (overheat) dari endapan
karbon (carbon deposition).
Knocking dapat terjadi karena oleh :
- Mesin menerima beban berlebihan
- Nilai Oktan bensin terlalu rendah untuk perbandingan kompresi
- Panas berlebihan (Overheat)
- Rusaknya perangkat perkayaan bahan bakar (advancing device)
- Waktu penyalaan (ignition timing) terlalu cepat
Knocking dapat mengakibatkan
- Bearing rusak
- Piston dan katup pembuangan rusak
- Dinding silinder cacat
- Mesin terlalu panas
- Tenaga berkurang
- Busi terbakar

Anda mungkin juga menyukai