Anda di halaman 1dari 18

Undang-undang

Farmasi
Analisa Kasus Peredaran Jamu
Ilegal di Indonesia
Tahira Saddiqa
1441012052
Apoteker Angkatan III 2014

Pendahuluan
KEPMENKES 1076/MENKES/SK/VII/2003
O Obat tradisional/Obat Bahan Alam adalah
bahan atau ramuan bahan yang berupa
bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan
mineral, sediaan sarian (galenik) atau
campuran bahan tersebut yang secara
turun temurun telah digunakan untuk
pengobatan berdasarkan pengalaman.

Obat
Tradisional

Digunakan
sejak jaman
dahulu

Turun
temurun

Kepercayaan

Banyaknya penyakit degeneratif


baru
Obat-obatan konvensional tidak
dapat menanggulangi secara optimal
Meningkatnya perhatian peneliti
terhadap OT

Kurangnya pengetahuan masyarakat

Penyalahgunaan OT oleh oknum


tertentu

Obat
Tradisional
Tidak
dapat
menyembuhkan
penyakit dengan cepat
Lebih mengacu kepada pencegahan
penyakit
Diarahkan pada sumber penyakit
dan perbaikan fungsi organ yang
rusak
Bisa didapatkan tanpa resep dokter
dan digunakan sesuka hati

Apakah semua OBA itu aman?


O OBA dikatakan aman jika telah digunakan

secara turun-temurun melewati tiga


generasi dan terbukti aman, atau telah
diuji toksisitasnya menggunakan hewan
uji meliputi uji toksisitas akut, sub-kronis,
kronis dan uji mutagenitas, dan terbukti
aman untuk digunakan pada manusia
(BPOM, 2008)

Contoh Kasus

O BPOM menemukan gudang gelap tempat

produksi jamu ilegal di kawasan Pluit


Jakarta Utara. Tersangka berinisial TH.
O Barang bukti :
Bahan baku obat sebanyak 8 drum, produk
ruahan sebanyak 109 karton, produk
setengah jadi sebanyak 129 karung, roduk
jadi sebanyak 247 karton, rol kemasan
luminium foil sebanyak 442 rol, cangkang
kapsul, dan bahan pengemas berupa box.

Daftar Jamu Yang diproduksi oleh TH

O Tersangka memproduksi dan mengedarkan

jamu yang dicampuri Bahan Kimia Obat Keras.


O Sebagian besar jamu yang diproduksi adalah
jamu penambah stamina pria yang ternyata
dicampur dengan zat aktif VIAGRA

Pasal
81 (2)
C, D
Pasal
82 (2)
B, D

Pasal
41 (2)

UU no 23
ttg
Kesehatan
Pasal
41 (1)

Pasal
63 (1)
Pasal
40 (2)

Pasal 40 (2)
Sediaan farmasi yang berupa obat
tradisional dan kosmetika serta alat
kesehatan harus memenuhi standar dan
atau persyaratan yang ditentukan.

Pasal 41
1) Sediaan farmasi dan alat kesehatan
hanya
dapat
diedarkan
sctelah
mendapat izin edar.
2) Penandaan dan informasi sediaan
farmasi dan alat kesehatan harus
memenuhi persyaratan objektivitas dan
kelengkapan serta tidak menyesatkan.

Pasal 63

1) Pekerjaan
kefarmasiaan
dalam
pengadaan, produksi, distribusi, dan
pelayanan sediaan farmasi harus
dilakukan olch tenaga kesehatan yang
mempunyai keahlian dan kewenangan
untuk itu.

Pasal 82 (2)
b) Memproduksi dan atau mengedarkan sediaan farmasi
berupa obat tradisional yang tidak memenuhi standar
dan atau persyaratan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 40 ayat (2);
d) Mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat
kesehatan yang tidak memenuhi persyaratan
penandaan dan informasi sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 41 ayat (2)
Dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima)
tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp
100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

Penyelesaian Kasus
O Terhadap kasus ini telah dilakukan proses

pro-justisia dan sesuai putusan Pengadilan


Jakarta Utara No.
1559/Pid.B/2005/PN.JKT.UT. yang telah
memeriksa dan mengadili perkara pidana
telah dijatuhkan putusan dalam perkara
terdakwa sbb :
O Tersangka TH dengan pidana penjara selama
2(dua) bulan dikurangi selama berada dalam
tahanan dan membayar denda sebesar Rp.
2.000.000, -( dua juta rupiah) subsidi dari 2
(dua) bulan kurungan

Memilih OT yang Benar


OT secara umum tidak dapat memberikan efek penyembuhan yang
cepat.
Gunakanlah OT yang sudah jelas terbukti keamanannya atau telah
mempunyai izin edar
Bacalah petunjuk penggunaan dan semua keterangan yang ada

Periksalah kemasan OT apakah tidak rusak; bau, warna dan rasa isinya
apakah normal, tidak berjamur
Apabila anda sedang menggunakan suatu obat kimia dari dokter, berikan
tenggang waktu 3 sampai 4 jam sebelum mengkonsumsi OT.
Segera hentikan penggunaan suatu produk OT apabila terjadi efek yang
tidak diinginkan