Anda di halaman 1dari 6

SEDIMENTASI

I.

TUJUAN
1. Mengetahui densitas masing-masing variabel.
2. Mengetahui perubahan ketinggian endapan tiap waktu untuk masingmasing variabel konsentrasi.
3. Mengetahui settling velocity dari tiap variabel berdasarkan grafik
perbandingan waktu dan ketinggian endapan.

II.

DASAR TEORI
Sedimen adalah pecahan pecahan material umumnya terdiri atas
uraian batu-batuan secara fisis dan secara kimia. Partikel seperti ini
mempunyai ukuran dari yang besar (boulder) sampai yang sangat halus
(koloid), dan beragam bentuk dari bulat, lonjong sampai persegi. Hasil
sedimen biasanya diperoleh dari pengukuran sedimen terlarut dalam
sungai (suspended sediment), dengan kata lain bahwa sedimen merupakan
pecahan, mineral, atau material organik yang ditransforkan dari berbagai
sumber dan diendapkan oleh media udara, angin, es, atau oleh air dan juga
termasuk didalamnya material yang diendapakan dari material yang
melayang dalam air atau dalam bentuk larutan kimia (Kurnia
Oktavia:2013)
Sedimentasi merupakan proses pemisahan larutan suspensi menjadi
fluida jernih (supernatant) dan slurry yang mengandung padatan lebih
tinggi. Larutan suspensi terdiri dari campuran fase cair dan fase padat yang
bersifat settleable (dapat diendapkan karena perbedaan densitas antara
fasenya). Proses sedimentasi dapat dilakukan dengan beberapa cara.
Proses batch sering digunakan untuk skala laboratorium sedangkan
continue dipergunakan dalam proses komersil dengan mempertimbangkan
kecepatan pengendapan terminal dari partikel-partikelnya. Percobaan skala
laboratorium dilakukan pada suhu uniform untuk menghindari gerakan

fluida atau konveksi karena perbedaan densitas yang dihasilkan dari


perbedaan suhu (Mc. Cabe, 1985).
Ketika slurrry dicairkan diendapkan oleh gravitasi menjadi fluida
yang lebih jernih dan slurry dengan konsentrasi yang lebih tinggi, proses
ini disebut sedimentasi atau terkadang disebut juga thickening. Uji secara
batch dilakukan untuk menggambarkan mekanisme pengendapan dan
metode penentuan kecepatan pengendapan.Pada awal sedimentasi batch,
konsentrasi padatan sepanjang silinder uniform. Segera setelah proses
mulai, seluruh partikel suspensi solid jatuh bebas melalui fluida pada
kecepatan maksimumnya dibawah, kondisi hindered settling yang ada.
Partikel-partikel padat jatuh bebas pada kecepatan yang sama dan
membentuk garis pembatas tajam antara cairan jernih supernatant dan
zona suspensi serta slurry. Didalam slurry yang mengandung partikelpartikel ukuran berbeda, partikel-partikel yang lebih besar akan
mengendap lebih cepat dan mulai menumpuk, dimana zona D dan zona
transisi C yang mengandung padatan yang bervariasi antara konsentrasi
zona B dan zona D mulai nampak. Setelah pengendapan lebih jauh atau
pada kondisi kecepatan pengendapan kompresinya, zona B dan zona C
tidak nampak tetapi hanya terdapat slurry pekat pada zona D (Geankoplis,
C.J., 2003).

Pada sedimentasi semi-batch hanya terdapat cairan keluar atau


masuk saja. Jadi, kemungkinan hanya ada slurry yang masuk atau
beningan yang keluar. Proses sedimentasi semi-batch disajikan pada
gambar berikut:

Keterangan:
A = Cairan bening
B = Zona konsentrasi seragam
C = Zona ukuran butir tidak
seragam
D = Zona partikel padat
terendapkan

Gambar 1.2 Proses sedimentasi semi-batch


Pada proses ini terdapat slurry yang masuk dan cairan bening yang
keluar pada saat yang bersamaan. Saat kondisi steady state, maka
ketinggian cairan akan selalu tetap. Proses sedimentasi disajikan dengan
gambar berikut :
Keterangan:
A = Cairan bening
B = Zona konsentrasi seragam
C = Zona ukuran butir tidak seragam
D = Zona partikel padat terendapkan

Gambar 1.3 Proses sedimentasi Kontinyu


Kecepatan sedimentasi didefinisikan sebagai laju pengurangan atau
penurunan ketinggian daerah batas antara slurry (endapan) dan supernatant
(liquid jernih) pada suhu seragam untuk mencegah pergeseran fluida
karena konveksi. (Setiyadi, 2014)
Kecepatan pengendapan partikel yang terdapat di air tergantung pada
berat jenis, bentuk dan ukuran partikel, viskositas air dan kecepatan aliran

dalam bak pengendap. Pada dasarnya terdapat dua jenis alat sedimentasi
yaitu jenis rectangular dan jenis circular. Proses sedimentasi dapat
dikelompokkan dalam tiga klasifikasi, bergantung dari sifat padatan di
dalam suspensi:
1. Discrete (free settling)
Pengendapan dari partikel-partikel discrete adalah dipegaruhi oleh
gravitasi dan gaya geser.
2. Flocculent
Kecepatan pengadukan dari partikel-partikel meningkat, dengan setelah
adanya penggabungan diantaranya.
3. Hindered/Zone settling
Kecepatan pengendapan dari partikel-partikel di dalam suspensi dengan
konsentrasi padatan melebihi 500 mg/l.

III. PROSEDUR KERJA


1)

Alat
a. Saringan 34 mesh

b. Botol timbang

c. Spatula

d. Picnometer

e. Gelas ukur

f. Gelas arloji

g. Termometer

h. Neraca digital

Gambar III.1 Alat-Alat Praktikum Size Reduction

2) Bahan
a. Batu bata A (>34 mesh)
b. Batu bata B (<34 mesh)

DAFTAR PUSTAKA
Mc.Cabe,W.L.1985.Unit Operation of Chemical Engineering.Tioon
Weel Finishing Co.Ltd.Singapura.

Geankoplis, C.,1993. Transport Process and Unit Operation. PrenticeHall Inc Englewood Clifts: New Jarsey.

Setiyadi, 2014. Menentukan Persamaan Kecepatan Pengendapan Pada


Sedimentasi. Jurnal Ilmiah Widya Teknik. ISSN 1412-7350.
Diakses pada
https://www.academia.edu/5385211/MENENTUKAN_PERSAM
AAN_KECEPATAN_PENGENDAPAN_PADA_SEDIMENTAS
I . Senin, 21 Oktober 2014 Pukul 00:40 WIB.

Oktavia, kurnia.2013. Analisis Sedimentasi Pada Muara Sungai Komering


Kota Palembang. Diakses pada
http://s3.amazonaws.com/academia.edu.documents/33506714/JU
RNAL_TA_nialibre.pdf?AWSAccessKeyId=AKIAJ56TQJRTWSMTNPEA&Ex
pires=1413464856&Signature=XxhJ3ptcP2adPZgj5Oe3ssKQ1Ds
%3D. Rabu, 16 Oktober 2014 pukul 19:07 WIB.

Sivia, Tifany.2013. STUDI PENGARUH KONSENTRASI CaCO3


TERHADAP KECEPATAN SEDIMENTASI PADA
PERCOBAAN SEDIMENTASI SECARA BATCH. Diakses
pada https://www.scribd.com/doc/220846827/Sedimen-JurnalNih. Minggu, 20 oktober 2014 pukul 14:04 WIB