Anda di halaman 1dari 3

hukum kafir sekuler dan diatur oleh perpanjangan

boneka kafir.

Tahapan Al-Qaida Menuju


Penegakkan Khilafah di tahun 2020

Kekayaan negara-negara Islam telah dirampas oleh


musuh Islam dan para munafiqin.

Tidak (belum) ada yang berusaha menyelesaikan


masalah umat.

Adanya rekayasa untuk membuat umat Islam lemah dan


terbelakang dari segi pendidikan, teknologi, budaya,
kekayaan, dan seluruh segi kehidupan.

Berbagai partai, ormas, dan jamaah Islam yang ada


telah gagal membuat perubahan.

Arogansi musuh bertambah parah dan ketamakan


mereka semakin menjadi-jadi.

Setelah mereka (para pioner Al-Qaida) merumuskan masalah


tersebut maka mereka menyimpulkan siapa yang menjadi dalang
atau penyebab utama terjadinya kekacauan bahkan hingga
menyebabkan kehancuran umat ini. Tidak lain adalah kaum
Yahudi dan Nasrani Protestan Anglo Saxon (WASP-White Anglo
Saxon Protestan). Hal ini mereka kaji dari penelusuran sejarah dan
ayat-ayatAl-Quran.

Oleh : Fahmi Suwaidi

Para pioner-pioner Al-Qaida telah mengidentifikasi beberapa


masalah yang melanda umat Islam saat ini sehingga keadaan umat
Islam kritis dan hampir tak berdaya, diantaranya yaitu:

Keadaan umat Islam sekarang tidak sesuai Al-Quran


dan As-Sunnah. Kehidupannya sangat jauh dan bahkan
bertentangan dengan syariat Islam.

Pemerintahan negara- negara yang berpendudukan


Islam tidak diatur dengan hukum Allah tapi dengan

Untuk melawan hegemoni dari persekutuan antara Yahudi dan


WASP dengan menggunakan kekuatan militer. Kekuatan ini
menurut mereka harus memiliki lembaga sendiri.
Lalu dibentuklah organisasi baru dengan nama Al-Jabhah AlIslamiyyah li Muharobati Al-Yahudi wal Amirikan (Front
Perlawanan Islam Internasional Untuk Memerangi Yahudi dan
Amerika).
Fokus pertama utama organisasi ini adalah mengumpulkan

Strategi Al Qoidah | Hal : 1 / 6

Strategi Al Qoidah | Hal : 2 / 6

informasi tokoh-tokoh dan organisasi-organisasi yang sejalan


dengan visi misi mereka.
Lalu mereka menjalin hubungan hingga membuat kamp-kamp
pelatihan militer atau tadrib. Para pemuda dari berbagai penjuru
dunia mulai berdatangan ke Afghanistan.

1." Masing-masing gerakan memiliki persepsi berbeda dalam


mengidentifikasi masalah.Menyebabkan semua kemampuan
yang dikerahkan tidak optimal untuk dapat mencapai
tujuan.
2." Berbagai gerakan tidak memiliki perencanaan yang rinci
dengan tujuan, sarana, dan metode yang jelas.

Tujuan tadrib waktu itu tidak hanya untuk menetap dan berjihad
di Afghan tetapi setelah berlatih para mujahidin tersebut disebar
ke penjuru dunia untuk menjalankan misi oganisasi tersebut.

3." Berbagai gerakan belum berani maju memimpin umat


menggantikan pemerintahan kafir (sekuler-imperialiskomunis-sosialis-DEMOCRACY).

Dari markas inilah muncul sebuah nama Qoidatul Jihad AlMubarak.

4." Berbagai gerakan belum mampu mengoptimalkan sumber


daya manusia dan alam yang ada.

Tujuan strategi Al-Qaida jelas yaitu mengembalikan Islam melalui


penegakan Daulah Islam dan Khilafah Islamiyyah dengan Jihad.
Untuk itu para pemikir senior Al-Qaida mempelajai berbagai
gerakan sejak dua abad silam. Mulai dari Syeikh Muhammad bin
Abdul Wahhab di Nejd dan Hijaz, Sanusiyah di Libya, Mahdiyyah
di Sudan hingga jihad Islam modern memerangi imperialis Barat.
Tidak hanya itu harokah-harokah seperti Ikhwanul Muslimin,
Hizbut Tahrir, Jamaah Islamiyyah di India dan Pakistan,
Jamaluddin Afghani beserta muridnya Muhammad Abduh pun
mereka pelajari. Kajian ini tidak hanya secara teori saja tetapi
langsung diaplikasikan lalu membandingkan kegagalan dan
kesuksesannya, kurang dan lebihnya. Hal ini terkait dengan latar
belakang Al-Qaida yang terdiri dari berbagai suku, kabilah, negara,
harokah, dan jamaah. Dan inilah yang memberikan kontribusi
besar bagi Al-Qaida.

Keempat faktor itu menghasilkan poin-poin gerakan seperti


berikut :
* Mujahiddin pembela negara, tempat-tempat suci, dan umat
Islam adalah pemimpin yang sah secara syari.
* Pemimpin-pemimpin negara yang ada (yang tidak mau
berhukum dengan syariat) adalah perampas kekuasaan yang
bersekutu dengan pasukan kafir.
* Dunia Islam saat ini telah bertentangan dengan syariat
Islam. Hal ini terjadi karena umumnya mereka besandar
pada hukum buatan manusia dan bepaling dari syariat Alloh
dan juga meninggalkan jihad. Penyebab Allah menurunkan
adzab.

Dari penelusuran berbagai gerakan yang telah ada Al-Qaida


mencatat berbagai faktor kegagalan yang pernah terjadi.

* Harus ada perencanaan yang rinci dan gamblang, tujuan,


sarana, metode yang jelas serta tetap memperhatikan kondisi
umat secara lokal maupun global.

Ada empat faktor penyebab kegagalan :

* Perubahan manusia yang beradab harus dimulai dari


perubahan pemikiran dan keyakinan.

Strategi Al Qoidah | Hal : 3 / 6

Strategi Al Qoidah | Hal : 4 / 6

* Dan jihad adalah jalan satu-satunya.


* Jihad akan selalu tumbuh berkembang dan subur dengan
gerakan yang berdasar kajian yang teratur.
Dari
keseluruhan poin-poin
tersebut maka
Al-Qaida
merencanakan strategi besar yang disusun secara bertahap dalam
beberapa fase.
Dan inilah 7 fase menuju kemenangan dan kejayaan umat Islam
dan penegakkan Daulah Islam hingga [insya Alloh] kekhilafahan
[minimal sebagai pengusung Khilafah Islamiyyah atau Ashabu
Raayati Suud-Pasukan Panji Hitam] :

7 fase menuju kemenangan


1.Fase Penyadaran : Fase ini dimulai awal 2000
dan berakhir tahun 2003. Tujuannya adalah memaksa
Amerika dan sekutunya lanatullah alaihim keluar dari
kandangnya agar mudah untuk dijangkau alias
dihancurkan.
2.Fase Membuka Mata : Fase ini diencanakan
berlangsung pada tahun 2003 hingga 2006. Tujuannya
adalah membuat umat sadar akan kondisinya dan
menguak kedok kejahatan kaum kafirin yang dikawal
oleh Amerika dan semua sekutunya.
3.Fase Kebangkitan dan Berdiri : Fase ini
dilaksanakan sekitar tahun 2007-2010. Tujuannya
untuk menambah personil yang sipa terjun ke bebagai
medan di seluruh dunia.
Strategi Al Qoidah | Hal : 5 / 6

4.Fase Pemulihan Keadaan : Fase ini betujuan


untuk menjatuhkan kekuasaan rezim-rezim tiran yang
mencengkeram
negara-negara
Islam
dengan
melakukan kontak kuat secara langsung. Fase ini
direncakan sekitar tahun 2010-2013.
5.Fase Memproklamasikan Negara : Pada fase ini
memfokuskan untuk mendirikan Daulah Islam dengan
menggabungkan berbagai organisasi jihad dunia dan
Al-Qoida yang direncakan pada tahun 2013-2016.
6.Fase Konfrontasi Total : Perang besar-besaran
antara dua kubu. Kubu Mukminin dan Kubu Kafirin
wa Bathilin. Perang anatar yang Haq dan yang Bathil.
Perang dari sleuruh segi dan meluas ke seluruh
penjuru negeri. Dengan perencanaan yang akan tejadi
pada tahun 2016.
7.Fase Kemenangan Mutlaq [insya Alloh] :
Dimulai dari Fase Konfrontasi Total yang diyakini oleh
paa konseptor Al-Qoida akan berjalan singkat 3 atau 9
tahun. Yaitu dari tahun 2016 hingga 2019 atau 2025.
Semoga Allah melindungi dan merahmati para mujahidin dan
para ulama muwahiddin yang terus menyuarakan jihad dan
berupaya menegakkan khilafah Islam, membongkar kebathilan
system syaithon dari komunis hingga demokrasi.
Sumber: buku Masterplan Al Qaeda 2020 terbitan Jazeera.
(http://muslimdaily.net)

Strategi Al Qoidah | Hal : 6 / 6