Anda di halaman 1dari 44

Dr.

Ade Sigit Mayangkoro,


Sp.B

Referat Trauma Thorax


FATHTIARA INAYATI (11.2013.050)
MARVELIUS LIANDRY
(11.2013.214)

Pendahuluan
Kebanyakan trauma thoraks disebabkan oleh
kecelakaan lalu lintas :

Amerika : 12 orang bagi setiap 1000 orang


penduduk per hari
Mortalitas ec Trauma

trauma lain
trauma thoraks

16,000 kematian /tahun di Amerika.

Pendahuluan
obstruksi jalan napas
hemotoraks massif
tamponade jantung
Pneumothoraks
flail chest
pneumothoraks terbuka
kebocoran udara trakea-bronkus

1. aspirasi rongga
pleura & pericardium
2. menutup luka
3. Jalan nafas
4. analgetik

DEFINISI
Trauma thorax

luka atau cedera mengenai rongga thorax


kerusakan dinding thorax & isi cavum thorax
benda tajam atau benda tumpul

ACUTE THORAX

EPIDEMIOLOGI
>10 % dari trauma tumpul thorax dan 15 30 %
dari trauma tembus thorax yang membutuhkan
tindakan torakotomi.
Mayoritas kasus trauma thorax dapat diatasi
dengan tindakan teknik prosedur yang akan
diperoleh oleh dokter yang mengikuti suatu
kursus penyelamatan kasus trauma thorax.

ANATOMI

ETIOLOGI
Trauma tembus (tajam)
diskontinuitas dinding toraks (laserasi)
tusukan
Trauma tumpul kontusio paru

tidak ada diskontinuitas dinding toraks.

MEKANISME TRAUMA
THORAX
Trauma Tumpul
Tiga jenis trauma tumpul yang menyebabkan
trauma toraks :
kompresi
robekan
ledakan

tekanan yang menumpu dada > kekuatan rongga


toraks Trauma kompresi toraks fraktur iga.

fraktur iga cenderung di dua tempat


60 dari sternum
bagian posterior.

Kompresi antero-posterior gangguan costochondral


sterna flail.
kekuatan regang keseluruhan jaringan terlampaui
robekan cedera jaringan dan vascular

Trauma Tembus
Mekanisme cedera dapat dikategorikan
berdasarkan kecepatan :
rendah
Sedang
Tinggi

Tusuk
pistol genggam
Rifle

PATOFISIOLOGI
Pada dasarnya trauma thorax disebabkan oleh :
kegagalan ventilasi
kegagalan pertukaran gas pada tingkat alveolar
kegagalan sirkulasi karena perubahan
hemodinamik.
Trauma Thorax Hipoksia, hiperkarbia & asidosis

hipovolemia

Hipoksia
pulmonary ventilation /
perfusion mismatch

perubahan dalam
tekanan intrathorax

pneumothorax
terbuka

tension
pneumothorax

kolaps
alveolus

hematoma

kontusio

perubahan tekanan
intrathorax atau
penurunan tingkat
kesadaran

Ventilasi tidak
adekuat

Kelainan akibat Trauma Thorax


Fraktur Iga

nyeri pada pergerakan gangguan ventilasi


Batuk yang tidak efektif untuk mengeluarkan
secret atelektasis dan pneumonia &
penyakit paru.
Fraktur sternum dan scapula disebabkan oleh
benturan langsung trauma tumpul jantung
Yang paling sering iga tengah (4 - 9)

Kelainan akibat Trauma Thorax


Kontusio Paru

golongan potentially lethal chest injury


Kegagalan bernafas dapat timbul perlahan dan
berkembang sesuai waktu
Monitoring ketat dan hati-hati & evaluasi penderita yang
intensif
Penderita dengan hipoksia bermakna intubasi dan
diberikan bantuan ventilasi pada jam-jam pertama
penyakit paru kronis dan gagal ginjal intubasi lebih awal
dan ventilasi mekanik
Penderita dengan kondisi stabil ditangani secara selektif
Monitoring dengan pulse oximeter, AGD , EKG dan
ventilator untuk penanganan yang optimal.

Kelainan akibat Trauma Thorax


Pneumo Thorax

Diakibatkan masuknya udara pada ruang


potensial antara pleura visceral dan parietal.
Dislokasi fraktur veterbra juga dapat ditemukan
bersama dengan pneumotoraks
Laserasi paru akibat trauma tumpul
pneumotoraks
Udara dalam rongga pleura kolapsnya
jaringan paru

suara nafas pada sisi yang terkena dan pada


perkusi hipersonor

darah
menuju paru
yang kolaps

tidak
mengalami
ventilasi

tidak ada
oksigenasi

Kelainan akibat Trauma Thorax


Pneumothorax

Terapi terbaik chest tube pada sela iga ke 4


atau ke 5, anterior dari garis mid-aksilaris.

Sebuah selang dada dipasang dan dihubungan


dengan WSD
foto toraks konfirmasi pengembangan paru

Anestesi umum atau VTP tidak boleh diberikan


pada penderita pneumotoraks life
thereatening tension pneumotorax
Toraks penderita harus dikompresi sebelum
penderita ditransportasi / rujuk.

Kelainan akibat Trauma Thorax


Pneumothorax terbuka (Sucking chest wound)

luka yang besar pada dinding dada yang terbuka

Tekanan di dalam rongga pleura = tekanan atmosfir


Defek dinding dada mendekati 2/3 diameter trakea maka udara
akan cenderung mengalir melalui defek karena mempunyai
tahanan < trakea.

ventilasi terganggu hipoksia dan hiperkapnia


menutup luka dengan kasa steril yang diplester hanya pada 3
sisinya saja efek flutter type valve
inspirasi kasa penutup akan menutup luka
Ekspirasi kasa penutup terbuka
dipasang selang dada yang harus berjauhan dari luka primer.
Kasa penutup sementara Plastic wrap atau Petrolatum Gauze

Kelainan akibat Trauma Thorax


Tension pneumothorax

one-way-valve kebocoran udara melalui dinding dada


ke dalam pleura

Tekanan intrapleural paru kolaps, mediastinum


terdorong ke kontra lateral dan menghambat venous return
kematian
komplikasi penggunaan ventilator dengan VTP pada
penderita dengan defek pleura visceral.
komplikasi dari pneumotorax sederhana akibat trauma
toraks tembus atau tajam dengan perlukaan parenkim
paru
Defek dinding dada tension pneumothorax
terjadi pada fraktur tulang belakang toraks yang bergeser

Kelainan akibat Trauma Thorax


Tension pneumothorax

D/ berdasarkan gejala klinis


pungsi darurat rongga thorax berupa tusukan sederhana
dengan jarum di ruang ICS II
gejala berupa nyeri dada, sesak, distress pernafasan,
takikardi, hipotensi, deviasi trakea, hilangnya suara nafas
pada satu sisi dan distensi vena leher Sianosis

tension pneumothorax dan tamponade jantung dibedakan


dengan perkusi yang hipersonor dan hilangnya suara
nafas pada hemitoraks yang terjadi tension pneumothorax.
dekompresi insersi jarum besar pada ICS II
midclavicular
Terapi definitive Chest tube ICS 5 diantara garis anterior
dan midaxilaris.

Kelainan akibat Trauma Thorax


Tension pneumothorax

Kelainan akibat Trauma Thorax


Hemothorax
Penyebab utama laserasi paru atau laserasi dari pembuluh darah
interkostal atau arteri mamaria interna oleh trauma tajam/trauma
tumpul

Biasanya perdarahan berhenti spontan tidak perlu operasi


Hemothoraks akut yang banyak, diterapi dengan selang dada
berukuran besar dapat dipakai dalam memonitor kehilangan darah

bila darah yang keluar lebih dari 200 ml/jam untuk 2-4 jam
eksplorasi
Hemotoraks masif ( >750 cc) dalam waktu < 1 jam

Hemotorak
s
Kecil
Sedang
Besar

Bayangan Roengent

Terapi

<15%

observasi

15-35%

Pungsi & transfusi

>35%

WSD & transfusi

Kelainan akibat Trauma Thorax


Hemothorax

Monitoring perdarahan dalam rongga toraks lewat


WSD :
0-3 cc/KgBB/ jam

observasi

>3-<5 cc/KgBB/jam
operasi

observasi &

3-5 cc/KgBB/jam

operasi

Kelainan akibat Trauma Thorax


Hemothorax

Kelainan akibat Trauma Thorax


Hemotoraks Masif

terkumpulnya darah dengan cepat >1.500 cc di dalam


rongga pleura
Disebabkan luka tembus yang merusak vaskularisasi
sistemik atau pembuluh darah pada hilus paru
Kehilangan darah hipoksia
ditemukan distensi vena leher tension pneumothorax

Jarang terjadi darah yang terkumpul di intratoraks


mendorong mesdiastinum sehingga menyebabkan
distensi dari pembuluh vena leher.3
WD berdasarkan syok yang disertai suara nafas
menghilang dan perkusi pekak pada sisi dada yang
mengalami trauma
Terapi awal hemotoraks masif adalah dengan penggantian
volume darah + dekompresi rongga pleura

Kelainan akibat Trauma Thorax


Hemotoraks Masif

Dimulai dengan infus cairan kristaloid & darah


dengan golongan spesifik

Darah dari rongga pleura dapat dikumpulkan


autotransfusi
Bersamaan dengan pemberian infus + chest tube
dipasang
kehilangan darah terus menerus sebanyak 200
cc/jam dalam waktu 2 sampai 4 jam torakotomi
transfusi

Luka tembus toraks di daerah anterior medial dari


garis putting susu dan luka di daerah posterior,
medial dari scapula torakotomi, oleh karena
kemungkinan melukai pembuluh darah besar

Kelainan akibat Trauma Thorax


Flail Chest

segmen dinding dada tidak lagi mempunyai


kontinuitas dengan dinding dada gangguan
pergerakan dada
fraktur iga multiple pada dua /lebih tulang iga dengan
dua atau lebih garis fraktur.
Jika kerusakan parenkin paru hipoksia yang serius
kontusio paru
Penyebab hipoksia nyeri
Toraks bergerak secara asimetris dan tidak
terkoordinasi
gerakan pernafasan abnormal & krepitasi iga atau
fraktur tulang rawan membantu diagnosis

Kelainan akibat Trauma Thorax


Flail Chest

AGD yaitu adanya hipoksia akibat kegagalan


pernafasan

Terapi awal : ventilasi adekuat, oksigen dan


resusitasi cairan
kerusakan parenkim paru pada flail chest
sensitif terhadap kekurangan ataupun kelebihan
resusitasi cairan
Terapi definitive mengembangkan paru-paru
dan oksigenasi yang cukup serta pemberian
cairan dan analgesia untuk memperbaiki
ventilasi
Pencegahan hipoksia intubasi serta ventilasi

Kelainan akibat Trauma Thorax


Cedera trakea dan bronkus

disebabkan oleh trauma tumpul atau trauma


tembus

manifestasi klinisnya :
hemoptisis bermakna
hemopneumothorax,
krepitasi subkuntan dan gawat nafas
Empisema mediastinal dservical dalam
pneumothorax dengan kebocoran udara massif

Penatalaksanaan : pemasangan pipa endotrakea


ventilasi dan mencegah aspirasi darah
torakostomi bila hemothorax atau pneumothorax

Kelainan akibat Trauma Thorax


Tamponade Jantung

disebabkan oleh luka tembus.


trauma tumpul juga pericardium terisi darah baik dari
jantung, pembuluh darah besar maupun dari pembuluh
darah perikard.
Perikard jaringan ikat yang kaku sedikit darah yang
terkumpul menghambat aktivitas jantung
perikardiosintesis memperbaiki hemodinamik
Trias Beck
Pulsus paradoxus dari tekanan darah sistolik selama
inspirasi spontan
>10 mmHg tamponade jantung
Tanda Kussmaul temponande jantung

tekanan
vena

tekanan
arteri

suara
jantung
menjauh

Kelainan akibat Trauma Thorax


Tamponade Jantung

Pemasangan CVP dapat membantu diagnosis, tetapi


tekanan yang tinggi dapat ditemukan pada berbagai
keadaan lain

Pemeriksaan USG membantu penilaian pericardium


Penderita trauma tumpul dengan hemodinamik abnormal
USG abdomen mendeteksi cairan di kantung
perikard

Evakuasi cepat darah dari perikard indikasi penderita


dengan syok hemoragik tidak memberikan respon pada
resusitasi cairan
operasi jendela perikad atau torakotomi dengan
perikardiotomi bedah thoraks
Monitoring elektrokardiografi dapat menunjukkan
tertusuknya miokard (peningkatan voltase dari gelombang
T, ketika jarum perikardiosintesis menyentuh epikardium)

Kelainan akibat Trauma Thorax


Kontusio Miocard

pukulan langsung pada sternum memar jantung


(kontusio miocard)

Manifestasi klinis :
ptekie epikardial superfisialis - kerusakan
transmural

Disritmia merupakan temuan yang sering timbul


Pemeriksaan jantung yaitu dengan Isoenzim CPK
merupakan uji diagnosa yang spesifik (atls)

EKG : perubahan gelombang T ST yang non


spesifik atau disritmia

Kelainan akibat Trauma Thorax


Trauma Tumpul Jantung

Dapat menyebabkan kontusio otot jantung, rupture


atrium atau ventrikel, ataupun kebocoran katup.

Ruptur ruang jantung ditandai dengan tamponade


jantung
tanda dan gejala dari tamponade lambat terjadi bila
yang ruptur adalah atrium.

WD hanya dapat ditegakkan dengan inspeksi


miokard yang mengalami trauma.
Gejala klinis yang penting pada miokard :
Hipotensi,
gangguan hantaran yang jelas ada EKG
gerakan dinding jantung yang abnormal pada
ekokardiografi dua dimensi.

Kelainan akibat Trauma Thorax


Trauma Tumpul Jantung

Perubahan EKG dapat bervariasi dan kadang


menunjukkan suatu infark miokard yang jelas. :

Kontraksi ventrikel premature yang multiple


sinus takikardi yang tak bisa diterangkan
fibrilasi atrium
R. bundle branch block
perubahan segmen ST
tekanan vena sentral yang atipikal disfungsi

ventrikel kanan sekunder akibat kontusio jantung.


Kecelakaan karena serangan infak miokard akut ???

Kelainan akibat Trauma Thorax


Rupture Diaphragma

disebabkan oleh trauma tumpul daerah thoraks inferior /


abdomen atas
Trauma tumpul di daerah thoraks inferior tekanan intra
abdominal
Ruptur terjadi bila diafragma tidak dapat menahan tekanan
Dapat pula terjadi ruptur diafragma akibat trauma tembus
pada daerah thoraks inferior
Ruptur umumnya terjadi di puncak kubah diafragma,
Curigai pada luka tusuk dada dibawah ICS 4 anterior,
didaerahh ICS 6 lateral, didaerah ICS 8 posterior
Kejadian ruptur diafragma lebih sering terjadi di sebelah
kiri daripada sebelah kanan. Perdarahan shock
kematian

Penanganan
A. Torakosentesis Jarum
Tindakan penyelamatan pada tension
pneumothorax
Jika tindakan ini pada penderita bukan tension
pneumothorax
pneumothorax kerusakan pada parenkim paru.

Penanganan
A. Torakosentesis Jarum
Identifikasi thorax dan status
respirasi
O2 dengan aliran tinggi dan
ventilasi
Identifikasi sela iga, di linea
midklavikula
Asepsis dan antisepsis dada
Anestesi local
posisi tegak & fraktur servikal
sudah disingkirkan

Pertahankan Luer-Lok di ujung


distal kateter, insersi jarum kateter
(panjang 3-6 cm) ke kulit secara
langsung tepat di atas iga ke
dalam sela iga

Tusuk pleura parietal


Pindahkan Luer-Lok dari kateter
dan dengar keluarnya udara
ketika jarum memasuki pleura
parietal, menandakan tension
pneumothorax telah diatasi
Pindahkan jarum dang anti LuerLok di ujung distal kateter.
Tinggalkan kateter plastic di
tempatnya dan ditutup dengan
plester atau kain kecil

Penanganan
B. Chest Tube
Tentukan tempat insersi, (sela
iga V) anterior linea midaksilaris
Siapkan pembedahan dan
tempat insersi ditutup dengan
kain
Anestesi lokal kulit dan
periosteum iga
Insisi transversal (horizontal) 23 cm pada tempat yang telah
ditentukan dan diseksi tumpul
melalui jaringan subkutan, tepat
di atas iga
Tusuk pleura parietal dengan
ujung klem dan masukkan jari
ke dalam tempat insisi

Klem ujung proksimal tube


torakostomi dan dorong tube ke
dalam rongga pleura
Cari adanya fogging pada
chest tube pada saat ekspirasi
atau dengar aliran udara
Sambung ujung tube
torakostomi ke WSD
Jahit tube di tempatnya

Tutup dengan kain/kasa dan


plester.

Penanganan
Chest Tube

Penanganan
Chest Tube