Anda di halaman 1dari 28

1

2
Web Of Caution (WOC)
Mycobacterium tuberculosis masuk ke paru-paru melalui droplet secara inhalasi
infeksi pada paru-paru
TB paru

Faktor predisposisi:
malnutrisi, umur, HIV/AIDS,
kebersihan lingkungan, tidak
melakukan pengobatan

Mycobacterium tuberculosis masuk ke meningen melalui aliran darah


membentuk lesi metastasik kaseosa focisub-ependimal

ukuran lesi bertambah


lesi ruptur ke ruamg subarachnoid
bakteri masuk ke cairan serebrospinal
menyebar ke pleksus koroid, parenkim otak & meningen secara hematogen

3
MENINGOENSEFALITIS
TUBERCULOSIS

Proses inflamasi

Akumulasi
eksudat di otak

Edema
serebri

Mrnimbulkan
trombus

PTIK

Penurunan
aliran darah
serebral

Sakit
kepala

demam
MK :
Hipertermi
Penurunan
kesadaran

MK : Nyeri
hipoperfusi
MK: Gangguan
perfusi jaringan
serebral

MK :
gangguan
perfusi
jaringan
serebral

Reflek
menelan
menurun
MK: Risiko
aspirasi
bronkopneumoni
a

MK : Risiko
aspirasi
bronkopneumonia

Kerusakan
jaringan otak
Meningkatnya
IL1, IL6 &
TNF

Anoreksia,
mual, muntah
asupan nutrisi
tidak adekuat

MK : Nutrisi
kurang dari
kebutuhan
tubuh

Fotofobia,
diplopia
Penurunan
fungsi
penglihatan
MK :
Risiko
cidera

kerusakan
pada daerah
basal ganglia

gangguan
dalam
mengatur
gerakan tubuh

gangguan
kognitif

MK: Defisit
perawatan
diri

MK:
Hambatan
Komunikasi
verbal

4
MENINGOENSEFALITIS
TUBERCULOSIS

terjadi proses
infeksi pada
meningen
perlengketan
meningen

akumulasi
eksudat di otak
peningkatan
volume cairan
di ruang
subarachnoid

Mycobacterium
tuberculosis
menyebar ke
pleksus koroid,
parenkim otak
& otak
penyumbatan
vena di otak

penebalan lapisan
meningen (piameter
& aracknoid)

memblok
cairan
serebrospinal

peningkatan
massa

hidrosefalus

ANALISA DATA

Tanggal
01/10/2014

01/10/2014

01/10/2014

01/10/2014

Data
Ds: Keluarga mengatakan
makan pasien sedikit dan saat
makan pasien masih terbatukbatuk
Do:
- GCS 435, penuruna
tingkat kesadaran
- Reflek menelan pasien
(-)
- Terpasang NGT
Ds: Keluarga mengatakan
pasien mual dan muntah
Do:
- a: IMT: 16
- b: albumin: 2,5 g/dl
- c: pasien kurus dan
lemah
- d: diet sonde berupa
susu (6 x 250cc)

Ds: Keluarga mengatakan


pasien gelisah
Do:
- Pasien gelisah
- Pasien sering
menggerak-gerakkan
bagian ektremitas dan
pernah mencopot infus
- Hasil CT scan chronic
ischemic cerebral
infraction nucleus
lentiformis kanan
Ds: Keluarga mengatakan
belum melakukan dan
mengerti tentang kebutuhan
personal hygiene dengan baik
Do:
- Mobilisasi pasien
kurang baik
a. Kemampuan motorik

Etiologi
Meningoensefalitis
TB

Masalah
Risiko Aspirasi

Kerusakan nervus
vagus (x)
Reflek menelan (-)
Risiko Aspirasi
TB

Nutrisi Kurang dari


Kebutuhan

Meningkatnya IL1,
IL6 & TNF
Anoreksia, mual,
muntah
Asupan nutrisi tidak
adekuat
Nutrisi Kurang dari
Kebutuhan
Meningoensefalitis
TB

Resiko Cidera

Kerusakan pada
daerah basal ganglia
Disorientasi afektif
Resiko cidera

Meningoensefalitis
TB
Kerusakan pada
daerah basal ganglia
Gangguan kognitif

Defisit Perawatan
Diri

pasien 5
5
5
5
Pasien tidak mampu
dalam perawatan diri :
hygiene, pemenuhan
nutrisi, toileting

Defisit Perawatan
Diri

Prioritas Diagnosa Keperawatan


1. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d penurunan nafsu makan, mual dan
muntah
2. Resiko cidera b.d gangguan dalam pengaturan gerakan tubuh
3. Resiko aspirasi b.d reflek menelan (-)
4. Defisit perawatan diri b.d gangguan kognitif

RENCANA INTERVENSI KEPERAWATAN

Hari/Tanggal
Rabu/ 01/10/2014

Diagnosa Keperawatan (Tujuan, KH)


1. Nutrisi Kurang dari Kebutuhan b.d
Proses Penyakit
T: Dalam 7 x 24 jam nutrisi tubuh
terpenuhi
KH: berat badan bertambah 2kg,
hb normal (11-18 g/dl),
albumin 3,4-5 g/dl, tidak ada
mual dan muntah, porsi makan
habis.

Waktu
15.00

1.

2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Intervensi
Berikan edukasi pada pasien
dan keluarga tentang
pentingnya nutrisi yang
adekuat
Berikan makanan dalam porsi
kecil dan sering
Lakukan oral hygiene secara
rutin
Evaluasi mual dan muntah
pasien
Kolaborasi dengan ahli gizi
mengenai diet pasien (diet cair
susu 6 x 250cc)
Kolaborasi dalam pemasangan
NGT
Kolaborasi dalam pemberian
kalbamin (2 x 500cc) pada
pasien
Kolaborasi pemberian obat
OAT pada pasien dan
mengingatkan keluarga untuk
adanya PMO

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Rasional
Meningkatkan pemahaman
pasien sehigga mau makan untuk
pemenuhan nutrisi
Porsi kecil dan sering dapat
membuat intake makanan lebih
banyak
Kebersihan mulut dapat
menguangi mual
Untuk mengetahui seberapa
banyak intake makanan yang
masuk
Mengetahui diat yang tepat bagi
pasien
Pemasakan NGT bertujuan
menghindari resiko aspirasi
Kalbamin merupakan senyawa
protein yang diperlukan oleh
tubuh
OAT dapat menurunkan
keganasan TB

2. Resiko Cedera b.d Gangguan


dalam Pengaturan Gerakan Tubuh
T: Dalam 1x24 jam tidak terjadi
cedera pada pasien atau
keluarga
KH: pencopotan infus (-),
kerusakan (-), luka (-), pasien
dalam posisi yang aman

15.00

3. Resiko aspirasi b.d Reflek menelan


(-)
T: Dalam 7x24 jam pasien tidak
mengalami aspirasi atau
pencegahan aspirasi, kepatenan
jalan nafas pasien bebas
KH: - pasien tidak mengalami
aspirasi (kepatenan jalan nafas
pasien bebas)
- Pasien dapat memposisikan
diri secara benar saat makan
atau minum
- Pasien menunjukkan
peningkatan dalam

15.00

1. Jauhkan benda-benda yang 1. Menghindari terjadinya hal yang


membahayakan pasien
dapat membahayakan pasien dan
2. Berikan lingkungan yang
keluarga
tenang bagi pasien
2. Lingkungan yang tenang dapat
3. Pasang bed plang yang ada
membuat pasien istirahat
pada tempat tidur pasien
3. Mencegah pasien jatuh
4. Batasi
pengunjung
yang 4. Agar kondisi ruang dapat
datang
untuk
menjenguk
kondusif dan tidak terlalu ramai
pasien
5. Keluarga dapat memantau selalu
5. Anjurkan pada keluarga pasien
keadaan pasien
untuk menunggu dan berada 6. Restrain diperlukan jika tangan
didekat pasien
pasien membuat kerusakan aau
6. Berikan restrain di tangan dan
melakukan hal yang berbahaya
kaki jika sangat diperlukan
1. Berikan posisi nyaman saat 1. Mencegah adanya tanda-tanda
pasien makan atau minum
aspirasi
secara enteral maupun dengan 2. Pasien dapat makan atau minum
NGT
dengan nyaman
2. Berikan waktu pada pasien 3. Keluarga dapat memantau pasien
menelan saat makan atau
saat makan, dan sebagai bekal
minum
untuk perawatan di rumah
3. Libatkan dan ajari pasien 4. Agar pasien mendapatkan makan
maupun keluarga saat makan
atau minum sesuai dengan
atau minum untuk mencegah
kemampuan menelan pasien
aspirasi
5. Mengetahui keberhasilan
4. Kolaborasi ahli gizi untuk diet
intervensi
pasien yang mencegah aspirasi
5. Evaluasi resiko aspirasi dan

kemampuan menelan
4. Defisit Perawatan Diri b.d
Gangguan Kognitif
T: Dalam 1x24 jam perawatan diri
menjadi optimal
KH: Higiene terjaga, ADL
terpenuhi, asupan nutrisi
terpenuhi

kepatenan jalan nafas pasien


15.00

1. Bantu ADL pasien yaitu


meliputi hygiene, intake nutrisi
dan cairan, serta ROM pasien
2. Latih pasien untuk mandiri
jika memungkinkan.
3. Beritahu keluarga tentang
pentingnya pemenuhan ADL
bagi pasien
4. Ajarkan dan latih keluarga
untuk membantu memenuhi
kebutuhan pasien sehari-hari
5. Berikan reinforcement positif
atas
usaha
yang
telah
dilakukan pasien

1. Pemenuhan ADL merupakan


kebutuhan dasar dari pasien
2. Kemandirian pada pasien
merupakan tujuan utama dari
asuhan keperawatan
3. Keluarga harus megerti
mengenai pentingnya kebutuhan
dasar dari pasien
4. Untuk bekal ilmu untuk keluarga
jika pasien sudah pulang ke
rumah
5. Reward merupakan suatu hal
yang dapat memotivasi suatu
tindakan

10

IMPLEMENTASI & EVALUASI KEPERAWATAN


Hari/Tgl/Sift
Rabu/
01/10/2014/
Sore

No.DK
1

Rabu/
01/10/2014/
Sore

Rabu/
01/10/2014/
Sore

Jam
15.00

1.

15.15
16.00
16.10
18.00

2.
3.
4.
5.

Implementasi
Memberikan edukasi kepada pasien dan
keluarga tentang pentingnya nutrisi
yang adekuat
Mengevaluasi mual dan muntah pasien
Kolaborasi pemasangan NGT
Memberikan nutrisi (susu 500cc)
Kolaborasi pemberian kalbamin 500cc

17.00 1. Menjauhkan
benda-benda
yang
membahayakan pasien
17.00 2. Memasang bed plang yang ada pada
tempat tidur pasien
17.05 3. Memberikan restrain di kedua tangan
pasien
17.15 4. Menganjurkan
keluarga
untuk
membatasi jumlah pengunjung
17.15 5. Menganjurkan pada keluarga pasien
untuk menjaga dan selalu berada
didekat pasien
16.10 1. Memberikan posisi semi fowler saat
pasien diet susu sonde (500 cc) melalui
NGT

Paraf

Jam
20.00

20.00

20.00

Evaluasi (SOAP)
S = Keluarga mengatakan tidak
muntah setelah dipasang selang
hidung, mual (-)
O=
a IMT : 16
b albumin 2,5 g/dl
c pasien kurus dan lemah,
muntah (-)
d diet cair susu melalu NGT
A = Masalah belum teratasi
P = Intervensi no. 3-8 dilanjutkan
S = keluarga mengatakan pasien
masih gelisah
O = tangan terpasang restrain,
gelisah (+)
A = Masalah belum teratasi
P = Intervensi no. 1-5 dilanjutkan

S = Keluarga mengatakan pasien


masih makan sedikit dan terbatukbatuk saat makan

Paraf

11

16.15
16.30
18.10
18.15
Rabu/
01/10/2014/
Sore

16.15
16.15
16.15

Rabu/01-102014/Malam

21.00
22.00
03.05
06.00

2. Memberikan waktu menelan pasien saat


makan dan minum melalui NGT
3. Melibatkan dan mengajari pasien
maupun keluarga saat makan atau
minum untuk mencegah aspirasi
4. Mengkolaborasikan ahli gizi untuk diet
pasien yang mencegah aspirasi yaitu
diet susu sonde dan bubur lunak
5. Mengevaluasi resiko aspirasi dan
kepatenan jalan nafas pasien
1. Memberitahu
keluarga
tentang
pentingnya pemenuhan kebutuhan
sehari-hari bagi pasien
2. Mengajarkan dan melatih keluarga
untuk membantu pemenuhan kebutuhan
pasien sehari-hari
3. Memberikan pujian atas usaha yang
telah dilakukan keluarga pasien dalam
pemenuhan hygiene pasien
1. Memberikan injeksi ranitidine 1 amp
2. Memberikan cairan tutofusin 500 cc
3. Memberikan cairan Nacl 500 cc
4. Mengevaluasi mual dan muntah

O = GCS 435, pasien masih


terpasang NGT
A = Masalah belum teratasi
P = Intervensi no 1-5 dilanjutkan

20.00

06.00

S = Keluarga mengatakan
keluarga telah mengerti cara
perawatan diri pada pasien
O = ADL terpenuhi dibantu
keluarga, hygiene terjaga
A = Masalah teratasi sebagian
dalam hal pemenuhan hygiene
pasien
P = Intervensi no.1-5 dilanjutkan
S: keluarga mengatakan bahwa
pasien masih mual
O:
A: IMT: 16
B: albumin: 2,5 g/dl
C: pasien kurus dan lemah
D: diet cair berupa susu via
sonde
A: masalah belum teratasi

12

P: intervensi 3-8 dilanjutkan


2

22.00
22.00
22.00
22.00

Kamis/
02/10/2014/
Pagi

1. Mepertahankan benda-benda yang


membahayakan berada jauh dari pasien
2. Mempertahankan bed plang yang ada
pada tempat tidur pasien
3. Menganjurkan pada keluarga pasien
untuk tetap menunggu dan selalu
berada di dekat pasien
4. Mempertahankan restrain pada kedua
tangan pasien

20.10

08.00 1. Memberikan nutrisi (susu 500cc)


08.15 2. Memberikan kalbamin 500cc
09.15 3. Memberikan obat anti emetic :
ranitidine 1 amp
09.15 4. Memberikan obat OAT pada pasien :
rifampisin, streptomisin, dan INH
09.15 5. Memberikan vitamin B6

1.

Mengevaluasi resiko aspirasi


kepatenan jalan nafas pasien

dan

06.00

S: keluarga mengatakan bahwa


pasien sering mencoba mencabut
selang infuse dan selang ngt
O:
Pasien gelisah
GCS: 435
Sering menggumam dan
menggerakkan tangan dan kaki ke
segala arah
A: masalah belum teratasi
P: intervensi 1-5 dilanjutkan

06.00

S = Keluarga mengatakan pasien


saat makan masih sedikit dan
terbatuk-batuk
O = GCS 435, pasien masih
terpasang NGT
A = Masalah belum teratasi
P = Intervensi no 1-5 dilanjutkan
S = keluarga mengatakan bahwa
terkadang pasien merasakan mual
O=
a. IMT : 16
b. albumin 3,2 g/dl, Hgb 12 g/dl
c. pasien kurus dan lemah, muntah
(-)

12.15

13

Kamis/
02/10/2014/
Pagi

Kamis/
02/10/2014/
Pagi

Kamis/
02/10/2014/
Pagi

12.00 6. Memberikan nutrisi (susu 500cc)


12.15 7. Mengevaluasi mual dan muntah pada
pasien
13.00 8. Memberikan tutofusin 500cc
09.35 1. Mepertahankan benda-benda yang
membahayakan berada jauh dari pasien
09.40 2. Mempertahankan bed plang yang ada
pada tempat tidur pasien
09.45 3. Menganjurkan pada keluarga pasien
untuk tetap menunggu dan selalu
berada di dekat pasien
09.50 4. Mempertahankan restrain pada kedua
tangan pasien
12.00 1. Memberikan posisi semi fowler saat
pasien diet susu sonde (500 cc) melalui
NGT
12.05 2. Memberikan waktu menelan pasien saat
makan dan minum melalui NGT
3. Melibatkan dan mengajari pasien
12.10
maupun keluarga saat makan atau
minum untuk mencegah aspirasi
12.15 4. Mengevaluasi resiko aspirasi dan
kepatenan jalan nafas pasien
08.00 1. Membantu oral hygiene dan penis
hygiene
08.20 2. Mengajarkan dan melatih keluarga
untuk membantu pemenuhan kebutuhan
pasien sehari-hari

d. diet cair via sonde


A = Masalah teratasi sebagian
P = Intervensi no. 3-8 dilanjutkan
12.15

S = keluarga mengatakan pasien


masih gelisah
O = Tangan terpasang restrain,
gelisah (+)
A = Masalah belum teratasi
P = Intervensi no. 1-5 dilanjutkan

12.15

S = Keluarga mengatakan pasien


saat makan masih sedikit dan
terbatuk-batuk saat makan
O = GCS 435, pasien masih
terpasang NGT
A = Masalah belum teratasi
P = Intervensi no 1-4 dilanjutkan

12.15

S = keluarga mengatakan bahwa


pasien telah diseka tadi pagi
O = ADL terpenuhi dengan
dibantu keluarga, hygiene terjaga
A = Masalah teratasi sebagian

14

Kamis/
02/10/2014/
Sore

08.25 3. Memberikan motivasi kepada pasien


dan
keluarga
untuk
memenuhi
kebutuhan sehari-hari
15.00 1. Mengevaluasi adanya mual dan muntah
pada pasien
16.10 2. Memberikan nutrisi (susu 500cc)
18.00 3. Memberikan kalbamin 500cc

Kamis/
02/10/2014/
Sore

17.00

1. Mempertahankan benda-benda yang


membahayakan berada jauh dari pasien
17.00 2. Mempertahankan pemasangan bed
plang yang ada pada tempat tidur
pasien
17.05 3. Mempertahankan restrain pada kedua
tangan pasien
17.15 4. Mendorong atau memotivasi keluarga
untuk tetap menjaga dan selalu berada
didekat pasien

20.00

Kamis/
02/10/2014/
Sore

16.10

20.00

1. Memberikan posisi semi fowler saat


pasien diet susu sonde (500 cc) melalui
NGT

P = pertahankan intervensi
personal hygiene pasien
20.00

S = keluarga mengatakan bahwa


terkadang
pasien
masih
merasakan mual
O=
a IMT : 16
b albumin 2,5 g/dl
c pasien kurus dan lemah,
muntah (-)
d diet cair via sonde
A = Masalah teratasi sebagian
P = Intervensi no. 3-8 dilanjutkan
S = keluarga mengatakan pasien
masih gelisah
O = Tangan terpasang restrain,
gelisah (+)
A = Masalah tidak terjadi
P = Intervensi no. 1-5 dilanjutkan

S = Keluarga mengatakan pasien


saat makan masih sedikit dan
terbatuk-batuk saat makan

15

16.15
16.30
18.10
Kamis/
02/10/2014/
Sore

16.15
16.15

2. Memberikan waktu menelan pasien saat


makan dan minum melalui NGT
3. Mengevaluasi kemampuan pasien dan
keluarga dalam memberikan makan dan
minum melalui NGT secara mandiri
4. Mengevaluasi resiko aspirasi dan
kepatenan jalan nafas pasien
1. Mendorong dan memotivasi keluarga
untuk tetap memperhatikan kebersihan
diri pasien
2. Mengevaluasi kebersihan diri pasien

O = GCS 435, pasien masih


terpasang NGT
A = Masalah belum teratasi
P = Intervensi no 1-4 dilanjutkan

20.00

Kamis/
02/10/2014/
Malam

21.00
22.00
03.05
06.00

1.
2.
3.
4.

Memberikan injeksi ranitidine 1 amp


Memberikan cairan tutofusin 500 cc
Memberikan cairan Nacl 500 cc
Mengevaluasi mual dan muntah

06.00

Kamis/
02/10/2014/
Malam

22.00

1. Mepertahankan benda-benda yang


membahayakan berada jauh dari pasien
2. Mempertahankan bed plang yang ada

06.00

22.00

S = Keluarga mengatakan bahwa


keluarga
telah
melakukan
perawatan diri pada pasien
O = ADL terpenuhi dibantu
keluarga, hygiene terjaga
A = Masalah teratasi
P = Pertahankan intervensi
personal hygiene pada pasien
S = keluarga mengatakan bahwa
terkadang pasien merasakan mual
O=
a. IMT : 16
b. albumin 3,2 g/dl, Hgb 12 g/dl
c. pasien kurus dan lemah, muntah
(-)
d. diet cair via sonde
A = Masalah teratasi sebagian
P = Intervensi no. 3-8 dilanjutkan
S = keluarga mengatakan pasien
masih gelisah
O = tangan terpasang restrain,

16

22.00
22.00

pada tempat tidur pasien


3. Menganjurkan pada keluarga pasien
untuk tetap menunggu dan selalu
berada di dekat pasien
4. Mempertahankan restrain pada kedua
tangan pasien
1. Mengevaluasi resiko aspirasi dan
kepatenan jalan nafas pasien

gelisah (+)
A = Masalah tidak terjadi
P = Intervensi no. 1-5 dilanjutkan

Kamis/
02/10/2014/
Malam

21.00

06.00

Jumat/
03/10/2014/
Pagi

08.00 1. Memberikan nutrisi (susu 500cc)


08.15 2. Memberikan kalbamin 500cc
08.15 3. Kolaborasi pemberian obat OAT pada
pasien : rifampisin, streptomisin, dan
INH
08.15 4. Kolaborasi dalam pemberian vitamin
B6
09.00 5. Memberikan obat anti emetic :
ranitidine 1 amp
13.00 6. Kolaborasi pemberian tutofusin (500cc)
13.00 7. Mengevaluasi mual dan muntah pada
pasien

13.00

Jumat/
03/10/2014/

09.45 1. Mempertahankan benda-benda yang


membahayakan berada jauh dari pasien

12.00

S = Keluarga mengatakan pasien


saat makan masih sedikit dan
terbatuk-batuk saat makan
O = GCS 435, pasien masih
terpasang NGT
A = Masalah belum teratasi
P = Intervensi no 1-4 dilanjutkan
S = keluarga mengatakan bahwa
terkadang pasien merasakan mual
O=
a. IMT : 16
b. albumin 3,2 g/dl, Hgb 12 g/dl
c. pasien kurus dan lemah, muntah
(-), mual (+)
d. diet cair melalui NGT
A = Masalah teratasi sebagian
P = Intervensi no. 3-8 dilanjutkan,
NGT dilepas, diet cair diganti
dengan diet lunak TKTP 2100
kkal
S = keluarga mengatakan pasien
sudah lebih tenang

17

Pagi

Jumat/
03/10/2014/
Pagi

Jumat/
03/10/2014/
Pagi

Jumat/

09.55 2. Mempertahankan bed plang yang ada


pada tempat tidur pasien
10.00 3. Menganjurkan pada keluarga pasien
untuk tetap menunggu dan selalu
berada di dekat pasien
10.05 4. Mempertahankan restrain pada kedua
tangan pasien
12.00 1. Memberikan posisi semi fowler saat
pasien diet lunak bubur melalui oral
12.05 2. Memberikan waktu menelan pasien saat
makan dan minum melalui oral
3. Melibatkan dan mengajari pasien
12.10
maupun keluarga saat makan atau
minum untuk mencegah aspirasi
12.15 4. Mengkolaborasikan dengan ahli gizi
untuk diet lunak bubur TKTP 2100 kkal
sesuai dengan kemampuan menelan
pasien
12.20 5. Mengevaluasi resiko aspirasi dan
kepatenan jalan nafas pasien
08.00 1. Membantu oral hygiene dan penis
hygiene
08.20 2. Memberikan motivasi kepada pasien
dan keluarga untuk tetap memenuhi
kebutuhan sehari-hari
15.00

1. Mengevaluasi mual dan muntah pasien

O = kegelisah pasien (-), restrain


dilepas, GCS 446
A = masalah teratasi
P = berikan HE kepada keluarga
untuk tetap menjaga pasien agar
pasien merasa lebih aman
12.30

S = Keluarga mengatakan pasien


sudah lebih banyak makan
O = GCS 445, pasien sudah
terlepas NGT dan makan secara
oral
A = Masalah teratasi sebagian
P = Intervensi no 1-5 dilanjutkan

14.00

S = keluarga mengatakan bahwa


pasien telah diseka tadi pagi
O = ADL terpenuhi dibantu
keluarga, hygiene terjaga
A = Masalah teratasi sebagian
P = pertahankan kebersihan diri
pasien
S = keluarga mengatakan bahwa

20.00

18

03/10/2014/
Sore

16.00
18.00

Jumat/
03/10/2014/
Sore

Jumat/
03/10/2014/
Sore

Memberikan diet lunak TKTP pasien


2100 kkal
3. Kolaborasi pemberian kalbamin 500cc
2.

17.00 1. Mempertahankan benda-benda yang


membahayakan berada jauh dari pasien
17.00 2. Mempertahankan pemasangan bed
plang yang ada pada tempat tidur
pasien
17.00 3. Mempertahankan restrain pada kedua
tangan pasien
17.05 4. Mendorong atau memotivasi keluarga
untuk tetap menjaga dan selalu berada
didekat pasien
16.10 1. Memberikan posisi semi fowler saat
pasien diet lunak bubur melalui oral
16.15 2. Memberikan waktu menelan pasien saat
makan dan minum melalui oral
16.30 3. Melibatkan dan mengajari pasien
maupun keluarga saat makan atau
minum untuk mencegah aspirasi
18.10 4. Mengevaluasi resiko aspirasi dan
kepatenan jalan nafas pasien

20.00

20.00

mual berkurang
O=
a : IMT : 16
b : albumin 2,5 g/dl
c : pasien kurus dan lemah,
muntah (-)
d : diet lunak TKTP 2100 kkal
A = Masalah teratasi sebagian
P = Intervensi no. 3-8 dilanjutkan
S = keluarga mengatakan pasien
sudah tenang bahkan bisa duduk
mandiri
O = Gelisah pasien (-), restrain
dilepas, GCS 446
A = Masalah tidak terjadi
P = KIE keluarga untuk selalu
bersama pasien
S = Keluarga mengatakan pasien
sudah lebih banyak makan
O = GCS 445, pasien sudah
terlepas NGT dan makan secara
oral
A = Masalah teratasi sebagian
P = Intervensi no 1-4 dilanjutkan

19

Jumat/
03/10/2014/
Sore

16.15 1. Mendorong dan memotivasi keluarga


untuk tetap memperhatikan kebersihan
diri pasien
16.15 2. Mengevaluasi kebersihan diri pasien

20.00

Jumat/
03/10/2014/
Malam

21.00
22.00
03.05
06.00

1.
2.
3.
4.

Memberikan injeksi ranitidine 1 amp


Memberikan cairan tutofusin 500 cc
Memberikan cairan Nacl 500 cc
Mengevaluasi mual dan muntah

06.00

Jumat/
03/10/2014/
Malam

22.00

1. Mepertahankan benda-benda yang


membahayakan berada jauh dari pasien
2. Mempertahankan bed plang yang ada
pada tempat tidur pasien

06.00

22.00

S = Keluarga mengatakan
keluarga telah mengerti cara
perawatan diri pada pasien
O = ADL terpenuhi dibantu
keluarga, hygiene terjaga
A = Masalah teratasi sebagian
P = Intervensi no.1-5 dilanjutkan,
pertahankan
kebersihan
diri
pasien
S = keluarga mengatakan bahwa
terkadang pasien merasakan mual
O=
a. IMT : 16
b. albumin 3,2 g/dl, Hgb 12 g/dl
c. pasien kurus dan lemah, muntah
(-)
d. diet lunak
A = Masalah teratasi sebagian
P = Intervensi no. 3-8 dilanjutkan
S = keluarga mengatakan pasien
sudah tenang bahkan bisa duduk
mandiri
O = Gelisah pasien (-), restrain
dilepas, GCS 446
A = Masalah teratasi
P = KIE keluarga untuk selalu
bersama pasien dan perawatan di
rumah

20

Jumat/
03/10/2014/
Malam

21.00 1. Mengevaluasi resiko aspirasi


kepatenan jalan nafas pasien

dan

06.00

Sabtu /
04/10/2014/
Pagi

08.00 1. Memberikan kalbamin 500cc


08.15 2. Memberikan obat OAT pada pasien :
rifampisin, streptomisin, dan INH
08.15 3. Memberikan vitamin B6
09.00 4. Memberikan obat anti emetic :
ranitidine 1 amp
09.10 5. Memberikan diet lunak TKTP 2100
kkal
12.00 6. Mengevaluasi mual dan muntah pada
pasien
13.00 7. Memberikan tutofusin 500cc
09.50 1. Mepertahankan benda-benda yang
membahayakan berada jauh dari pasien
09.50 2. Mempertahankan bed plang yang ada
pada tempat tidur pasien

12.15

12.00

12.15

1. Memberikan posisi semi fowler saat


pasien diet lunak bubur melalui oral

12.15

S = Keluarga mengatakan pasien


sudah lebih banyak makan
O = GCS 445, pasien sudah
terlepas NGT dan makan secara
oral
A = Masalah teratasi sebagian
P = Intervensi no 1-4 dilanjutkan
S = keluarga mengatakan bahwa
terkadang pasien merasakan mual
O=
a. IMT : 16
b. albumin 3,2 g/dl, Hgb 12 g/dl
c. pasien kurus dan lemah, muntah
(-)
d. diet lunak
A = Masalah teratasi sebagian
P = Intervensi no. 3-8 dilanjutkan
S = keluarga mengatakan pasien
sudah tenang bahkan bisa duduk
mandiri
O = Gelisah pasien (-), restrain
dilepas, GCS 446
A = Masalah teratasi
P = KIE keluarga untuk selalu
bersama dan menjaga pasien
S = Keluarga mengatakan pasien
sudah lebih banyak makan dari

21

12.05
12.10
12.15

Sabtu /
04/10/2014
Sore

2. Memberikan waktu menelan pasien saat


makan dan minum melalui oral
3. Mengevaluasi kemampuan keluarga
dan pasien saat makan secara mandiri
melalui oral
4. Mengevaluasi resiko aspirasi dan
kepatenan jalan nafas pasien

08.00 1. Membantu melakukan penis hygiene


08.20 2. Memberikan motivasi kepada pasien
dan keluarga untuk tetap memenuhi
kebutuhan sehari-hari

12.15

16.00 1. Mengevaluasi mual dan muntah pasien


16.00 2. Memberikan diet lunak TKTP pasien
2100 kkal
18.00 3. Kolaborasi pemberian kalbamin 500cc

20.00

hari sebelumnya
O = GCS 445, pasien sudah
terlepas NGT dan makan secara
oral
A = Masalah teratasi
P = Intervensi no 1-4 dilanjutkan,
berikan KIE tentang perawatan di
rumah
S = Keluarga mengatakan
keluarga telah mengerti cara
perawatan diri pada pasien dan
telah
melakukan
perawatan
kebersihan diri pada pasien
O = ADL terpenuhi dibantu
keluarga, hygiene terjaga
A = Masalah teratasi
P = berikan HE untuk tetap
melakukan dan mempertahankan
kebersihan diri pada pasien
S = keluarga mengatakan bahwa
terkadang pasien merasakan mual
O=
a. IMT : 16
b. albumin 3,2 g/dl, Hgb 12 g/dl
c. pasien kurus dan lemah, muntah
(-)
d. diet lunak TKTP 2100 kkal
A = Masalah teratasi sebagian

22

16.10
16.15
16.30
18.10

Sabtu /
04/10/2014/
Malam

1. Memberikan posisi semi fowler saat


pasien diet lunak bubur melalui oral
2. Memberikan waktu menelan pasien saat
makan dan minum melalui oral
3. Mengevaluasi kemampuan keluarga
dan pasien saat makan secara mandiri
melalui oral
4. Mengevaluasi resiko aspirasi dan
kepatenan jalan nafas pasien

20.00

16.15 1.
16.15 2.

Mempertahankan kebersihan diri pasien


Mengevaluasi kebersihan diri pasien

20.00

21.00
22.00
03.05
06.00

Memberikan injeksi ranitidine 1 amp


Memberikan cairan tutofusin 500 cc
Memberikan cairan Nacl 500 cc
Mengevaluasi mual dan muntah

06.00

1.
2.
3.
4.

P = Intervensi no. 3-8 dilanjutkan


S = Keluarga mengatakan pasien
sudah lebih banyak makan dari
hari sebelumnya
O = GCS 445, pasien sudah
terlepas NGT dan makan secara
oral
A = Masalah teratasi
P = Intervensi no 1-4 dilanjutkan,
berikan KIE tentang perawatan di
rumah
S = Keluarga mengatakan
keluarga
telah
melakukan
perawatan kebersihan diri pada
pasien
O = ADL terpenuhi dibantu
keluarga, hygiene terjaga
A = Masalah teratasi
P = berikan HE untuk tetap
melakukan dan mempertahankan
kebersihan diri pada pasien
S = keluarga mengatakan bahwa
mual berkurang
O=
a. IMT : 16
b. albumin 3,2 g/dl, Hgb 12 g/dl
c. pasien kurus dan lemah, muntah
(-)

23

Minggu /
05/10/2014
Pagi

21.00 1. Mengevaluasi resiko aspirasi


kepatenan jalan nafas pasien

dan

06.00

08.00 1. Memberikan kalbamin 500cc


08.15 2. Memberikan obat OAT pada pasien :
rifampisin, streptomisin, dan INH
08.15 3. Memberikan vitamin B6
09.00 4. Memberikan obat anti emetic :
ranitidine 1 amp
09.10 5. Memberikan diet lunak TKTP 2100
kkal
12.00 6. Mengevaluasi mual dan muntah pada
pasien
13.00 7. Memberikan tutofusin 500cc
12.00 1. Mempertahankan posisi semi fowler
saat pasien diet lunak bubur melalui

12.00

12.30

d. diet lunak TKTP 2100 kkal


A = Masalah teratasi sebagian
P = Intervensi no. 3-8 dilanjutkan,
pertahankan kebutuhan nutrisi dan
cairan pasien
S = Keluarga mengatakan pasien
sudah lebih banyak makan dari
hari sebelumnya
O = GCS 445, pasien sudah
terlepas NGT dan makan secara
oral
A = Masalah teratasi
P = Intervensi no 1-4 dilanjutkan,
berikan KIE tentang perawatan di
rumah
S = keluarga mengatakan bahwa
terkadang pasien merasakan mual
O=
a. IMT : 16
b. albumin 3,2 g/dl, Hgb 12 g/dl
c. pasien kurus dan lemah, muntah
(-)
d. diet lunak TKTP 2100 kkal
A = Masalah teratasi sebagian
P = Intervensi no. 3-8 dilanjutkan
S = Keluarga mengatakan pasien
sudah lebih banyak makan dari

24

12.05
12.10
12.15

oral
2. Mempertahankan untuk memberikan
waktu menelan pasien saat makan dan
minum melalui oral
3. Mengevaluasi kemampuan keluarga
dan pasien saat makan secara mandiri
melalui oral
4. Mengevaluasi resiko aspirasi dan
kepatenan jalan nafas pasien

Minggu /
05/10/2014
Sore

16.00 1. Mengevaluasi mual dan muntah pasien


16.00 2. Memberikan diet lunak TKTP pasien
2100 kkal
18.00 3. Kolaborasi pemberian kalbamin 500cc

20.00

Minggu /
05/10/2014
Malam

21.00
22.00
03.05
06.00

06.00

1.
2.
3.
4.

Memberikan injeksi ranitidine 1 amp


Memberikan cairan tutofusin 500 cc
Memberikan cairan Nacl 500 cc
Mengevaluasi mual dan muntah

hari sebelumnya, terbatuk-batuk


saat makan (-)
O = GCS 445, pasien sudah
mampu makan secara mandiri dan
keluarga juga sudah mampu
menemani makan pasien secara
mandiri
A = Masalah teratasi
P = Intervensi no 1-4 dilanjutkan,
berikan KIE tentang perawatan di
rumah
S = keluarga mengatakan bahwa
terkadang pasien merasakan mual
O=
a. IMT : 16
b. albumin 3,2 g/dl, Hgb 12 g/dl
c. pasien kurus dan lemah, muntah
(-)
d. diet lunak TKTP 2100 kkal
A = Masalah teratasi sebagian
P = Intervensi no. 3-8 dilanjutkan
S = keluarga mengatakan bahwa
terkadang pasien merasakan mual
O=
a. IMT : 16
b. albumin 3,2 g/dl, Hgb 12 g/dl
c. pasien kurus dan lemah, muntah
(-)

25

Senin /
06/10/2014
Pagi

Senin /
06/10/2014
Sore

08.00 1. Memberikan nutrisi diet lunak TKTP


2100 kkal
08.15 2. Kolaborasi pemberian kalbamin 500cc
08.15 3. Kolaborasi pemberian obat OAT pada
pasien : rifampisin, streptomisin, dan
INH
08.15 4. Kolaborasi dalam pemberian vitamin
B6
09.15 5. Kolaborasi pemberian obat anti emetic :
ranitidine 1 amp
12.00
Mengevaluasi mual dan muntah pada
pasien
15.00 1. Mengevaluasi mual dan muntah pasien
16.00 2. Memberikan nutrisi diet lunak TKTP
2100 kkal
18.00 3. Kolaborasi pemberian kalbamin 500cc

12.00

20.05

d. diet lunak TKTP 2100 kkal


A = Masalah teratasi sebagian
P = Intervensi no. 3-8 dilanjutkan,
pertahankan pemenuhan cairan
dan
nutrisi
sesuai
dengan
kebutuhan pasien
S = keluarga mengatakan bahwa
terkadang pasien merasakan mual
O=
a. IMT : 16
b. albumin 3,2 g/dl, Hgb 12 g/dl
c. pasien kurus dan lemah, muntah
(-)
A = Masalah teratasi sebagian
P = Intervensi no. 3-8 dilanjutkan

S = keluarga mengatakan bahwa


pasien tidak mengalami mual dan
tidak mengalami muntah
O=
a IMT : 16
b albumin 3,2 g/dl
c pasien kurus dan lemah,
muntah (-)
A = Masalah teratasi sebagian
P = Intervensi dilanjutkan

26

Senin /
06/10/2014
Malam

21.00
22.00
03.05
06.00

1.
2.
3.
4.

Selasa /
07/10/2014
Pagi

10.00 1.

10.30 2.

Memberikan injeksi ranitidine 1 amp


Memberikan cairan tutofusin 500 cc
Memberikan cairan Nacl 500 cc
Mengevaluasi mual dan muntah

06.00

Memberikan edukasi pada keluarga


pasien untuk tetap memberikan nutrisi
secara adekuat di rumah : makanan 4
sehat 5 sempurna, makanan dengan
porsi sedikit tetapi sering, makanan
yang tidak merangsang terjadinya mual
Memberikan edukasi pentingnya
pengawasan dalam memberikan obat
OAT pada pasien : rifampisin,
streptomisin, dan INH

12.20

S = keluarga mengatakan bahwa


pasien tidak mengalami mual dan
tidak mengalami muntah
O=
a. IMT : 16
b. albumin 3,2 g/dl, Hgb 12 g/dl
c. pasien kurus dan lemah, muntah
(-)
A = Masalah teratasi sebagian
P = Pasien rencana KRS
S = keluarga pasien mengatakan
memahami
cara
untuk
mempertahankan nutrisi yang
adekuat saat pasien di rumah dan
akan mengawasi pasien saat
konsumsi obat OAT
O=A = Masalah teratasi
P = px KRS

27

DAFTAR PUSTAKA
Anthony, D.C., et al. 2010. Central Nervous System; in: Kumar V, et al. Robbins
and Cotrans Pathologic Basis of Desease 8th ed. Philadelphia: Saunders.
Baughman, DC & JoAnn, CH 2000, Keperawatan Medikal Bedah: Buku Saku
dari Brunner &Suddarth, Jakarta: EGC.
Chandrasoma, P. & Taylor, C.R. 1998. Concise Pathology 3th ed. Stamford:
Appleton and Lange.
Depkes RI. 2003. Pedoman Penyakit Tuberkulosis dan Penanggulangannya.
Jakarta: Ditjen PPM & PLP Depkes RI.
Erathenurse. 2007. Askep pada meningitis. http://erathenurse.blogspot.com/
2007/12/askep-pada-meningitis.html. Diakses tanggal 28 September 2014
pukul 18.40
European Medicines Agency. Anti-tuberculosis medicinal products containing
isoniazid, rifampicin, pyrazinamide, ethambutol, rifabutin: posology in
children. 2012; EMA/227191/2012.
Fakultas Keperawatan Unair 2011, Asuhan Keperawatan (Askep) Meningitis
Ensefalitis, Surabaya:Makalah Perkuliahan Neurobehavior Fkp Unair.
Farinqhustank. 2008. Meningitis .http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-tugasmakalah/kedokteran/meningitis. Diakses tanggal 28 September 2014 pukul
19.13 WIB
Guidelines for Tuberculosis Control in New Zealand 2010 Chapter 3: Treatment
of Tuberculosis Disease. 2010; Wellington: Ministry of Health.
Hull, D & Derek IJ 2008, Dasar-dasar Pediatri edisi 3, Jakarta: EGC.
Moore DP et al. Childhood tuberculosis guidelines of the Southern African Society
for Paediatric Infectious Diseases. South Afr J Epidemiol Infect. 2009

Musana, D. K. 2010. Encephalon dan Nervi Cranialis. Yogyakarta: Presentasi


Kuliah Pengantar 6 April 2010 Fakultas Kedokteran Hewan UGM.
Muttaqin, A. 2008, Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem
Persyarafan, Jakarta:Salemba Medika.
Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis Edisi 2 Cetakan Kedua.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia 2008
Smeltzer, S.C., & Bare, B.G. 2004. Brunner and Suddarths Texbook of Medical
Surgical Nursing 10th ed. Philadelphia: J.B. Lippincott.

28

Suriadi & Rita, Y. 2001. Asuhan Kperawatan pada Anak. Jakarta: CV. Sagung
Seto.
Thwaites GE et. al. A randomized pharmaco-kinetic and pharmacodynamic
comparison of fl uo-roquinolones for tuberculous meningitis. Antimicrob
Agents Chemother 2011; doi:10.1128/AAC.00064-11.
Wilkinson, J.M. 2007. Buku Saku Diagnosis Keperawatan dengan Intervensi NIC
dan Kriteria Hasil NOC. Jakarta: EGC
Williams & Wilkin 2008, Nursing:Memahami Berbagai macam penyakit.
Jakarta:Permata Puri Media.