Anda di halaman 1dari 4

SPONDYLITIS TUBERCULOSIS ( POTTS DISEASE )

Penyakit ini mengenai kolumna vertebralis.


Urutan bagian kolumna vertebralis yang paling sering terkena adalah :
- corpus vertebra bagian depan-dekat diskus ( paling sering ),
- kemudian arcus vertebra,
- selanjutnya prosesus spinosus vertebra.
Yang paling sering adalah pada kolumna vertebralis Thoracalis, dapat juga
Cervicalis, jarang pada Lumbalis.
Penyakit ini tidak pernah primer, selalu sekunder ( via hematogen ) dari tbc paru kelenjar - tulang.
Sering dijumpai pada anak usia 4 tahun, dan dewasa muda pada usia 15-30 tahun.
PATOLOGI
Infeksi dimulai sebagai Single-Focus berupa Caries pada satu korpus
vertebra, berbentuk jaringan granulasi berupa perkijuan & nekrosis
yang berlangsung lambat / slowly progressive, yang kemudian
menyebabkan perlunakkan tulang sehingga dapat mengakibatkan
deformitas tulang belakang, berupa :
. Gibbus / Kifosis akibat terjadi collaps / destruksi vertebra ( jarang
membentuk Scoliosis ). Trauma bisa sebagai faktor pencetus.
. terbentuknya Sequester / serpihan tulang.
Jaringan granulasi kearah belakang akan menekan Lig.longit. posterior, lalu
menjebol masuk ke ruang epidural, menonjol kearah canalis vertebralis
sehingga lumen jadi menyempit,
. penonjolan dapat mengenai radiks, timbul gejala Radikuler.
. penonjolan dapat menekan medulla spinalis, terjadi kompresi
medulla spinalis, terjadi mielopati , timbul Gejala Meduler.
Dari Caries sampai terjadinya kompresi meduler kadangkala bisa
sampai berbulan-bulan / tahun ( artinya tanpa gejala meduler ).
. lapisan duramater ditempat ini ikut mengalami peradangan,
menebal, mengeras, terjadi Pachymeningitis Lokal yang dapat
meluas keatas-kebawah tetapi tidak dapat masuk keruang
subdural med.spinalis.
Kadangkala dari proses perkijuan terjadi pembentukkan Absces,

yang mana Absces Thoracal dapat :


. kedepan kiri-kanan sebagai Paravertebral Absces
. turun kebawah timbul Psoas Absces / cold absces
. kebelakang kearah canalis vertebralis, menimbulkan gejala
Neurologis ( gejala radikuler & meduler )
Absces dapat juga terbentuk :
. Substernocleidomastoideus Absces , Retrofaringeal Absces,
Mediastinal Absces
Kadangkala tuberkel tsb. dapat makin membesar sebagai Tuberculoma
(biasanya kemudian mengalami perkapuran). Mirip tumor med.spinalis.
GAMBARAN KLINIK ( Sign & Symptom ) :
1. Gejala Caries :
- Nyeri Lokal / back pain , menyebabkan pembatasan gerak,
Sehingga timbul Gejala Kekakuan-gerak / rigiditas.
- Progresifitas proses inflamasi pada akhirnya menyebabkan
terjadinya destruksi medulla-spinalis, dengan ditemukannya tanda
/sign dari defomitas Kolumna Vertebralis ( Gibbus / Kifosis ).
2. Gejala Radikuler ( dapat bilateral ) , berupa :
- Oksipital neuralgia
- Brachialgia
- Intercostal neuralgia
- Femoral neuralgia / Ischialgia
3. Gejala Kompresi Meduler ( timbulnya pada fase lanjut )
- Gejala simetris, terjadinya bisa Akut ( faktor trauma sebagai
pencetus ) Subakut atau Progresif.
- Gejala ditentukan oleh luas lesi ( lesi transversal partiel atau total )
dan

tinggi lesi :
. Motorik : Parese flaksid setinggi lesi
Parese spastik dibawah tinngkat lesi
Gangguan Refleks
. Sensorik : Gangguan dibawah tingkat lesi
. Otonom : Gangguan miksi & defekasi pada
awalnya retensio kemudian jadi inkontinensia

- Bila letak lesi pada :


C8 :

. akan didapatkan pula gejala Horner Sympathetic


Syndrome ( bila disertai pula atrofi m.interossei maka
dikenal sebagai lumpke-Dejerine Paralise )

T8-12 : . akan didapatkan pula paralise otot abdominal


- Pada kompresi medule berat didaerah thoracal & cervical bisa
didapatkan pula gejala Priapism
4. Bila terbentuk Absces
- dapat terlihat pada pemeriksaan Radiologi
DIAGNOSTIK
1. Gejala klinik ( berdasarkan urutan khronologis ) :
Nyeri Lokal - kekakuan gerak tubuh / rigit - deformitas Kolumna
vertebralis ( kifosis/gibbus , jarang skoliosis ) - Nyeri Radikuler Gejala Meduler.
2. Tuberculin Test

3. Rontgen Foto kol.-vertebralis , yang karakteristik ditemukan :


- Gibbus
- Kadangkala Costae sekitar gibbus tampak seperti karangan bunga
atau dijumpainya paravertebral absces
4. Lumbal Pungsi
- Warna likwor xanthochrom
- Queckenstedt test, menunjukkan adanya blok partiel/total,
tercermin terdapatnya Froin Syndrome / disosiasi sitoalbumin
( protein naik ).
DIAGNOSIS BANDING
1. Infeksi : osteomielitis vertebra
2. Tumor : Keganasan pada vertebra (primer / metastasis) atau tumor
Medula spinalis
3. Aneurisma Aorta : aneurisma ini menyebabkan erosi vertebra, yang
kemudian bisa timbul gejala kompresi medule.

TATALAKSANA
1. Terapi Konservatif :
- Analgesik
- Tuberculostatika ( kombinasi 3 macam obat )
- Fiksasi & Dekompresi , yaitu immobilisasi kolumna vertebralis
dengan Gibs bed / gibs korset
- Perawatan terhadap blader
2. Terapi Operatif :
- Operasi bila terapi konservatif gagal atau progresivitas gejala
- Spinal fusion / bone graft ( dekompresi )
- Dalam tindakan operatif sekalian dibersihkan Absces ,
pengangkatan sequester ( bila ada )
3. Fisioterapi
PROGNOSIS
- Tergantung kondisi kesehatan pasien
- Kematian umumnya akibat dekubitus / cystitis
- Lebih dari 50% pasien pada akhirnya akan meninggal dunia.