Anda di halaman 1dari 17

Kelompok 5

Chintya Monica 131524009


Atikah Fattah Nasution 131524099
Hijjatul Ahyar 131524101
Muhza Lubis131524103
Balilibra Betlehemia 131524117
Yohanna NP Cibro 131524119
Fauzan Ikhva 131524121
Putri Mariana Manurung 131524123

Lipid adalah sekelompok ikatan organik yang terdiri


atas unsur-unsur Carbon (C), Hidrogen (H) dan
Oksigen (O) yang sifat dapat larut dalam zat pelarut
lipid seperti benzene, ether. Lipid merupakan
komponen penting dari selaput sel, selubung saraf
yang membungkus sel-sel saraf serta empedu. Dua
lipid utama dalam darah adalah kolesterol dan
trigliserida.
Lipid yang mempunyai titik lebur tinggi bersifat padat
pada suhu kamar, sedangkan yang mempunyai titik
lebur rendah bersifat cair. lipid yang padat pada
suhu kamar disebut lipid atau gaji, sedangkan yang
cair pada suhu kamar disebut minyak .

Lipoprotein adalah partikel bulat yang terdiri dari


bagian lemak non-polar terdiri dari trigliserida dan
ester kolesterol terletak di dalam inti dan bagian
yang lebih polar seperti fosfolipid dan kolesterol
bebas terletak pada permukaan dari molekul.
Selain itu, partikel lipoprotein juga mengandung
satu atau lebih protein spesifik yang terletak pada
permukaan partikel lipoprotein yang disebut
apolipoprotein. Tugas penting lipoprotein adalah
mengangkut lipid.

1.

Trigliserida
Trigliserida merupakan jenis lemak yang dapat ditemukan dalam darah dan

merupakan hasil uraian tubuh pada makanan yang mengandung lemak dan
kolesterol yang telah dikonsumsi dan masuk ke tubuh serta juga dibentuk di hati.
Trigliserida ini akan diserap usus dan masuk ke dalam plasma darah yang kemudian

akan disalurkan ke seluruh jaringan tubuh dalam bentuk klomikron dan VLDL (very
low density lipoprotein). Trigliserida dalam bentuk klomikron berasal dari
penyerapan usus setelah konsumsi makanan berlemak. Sebagai VLDL, trigliserida
dibentuk oleh hati dengan bantuan insulin dari dalam tubuh. Sementara itu,
trigliserida yang berada di luar hati dan berada dalam jaringan misalnya jaringan
pembuluh darah, otot, jaringan lemak akan dihidrolisis oleh enzim lipoprotein
lipase. Sisa hidrolisis kemudian akan dimetabolisme oleh hati menjadi kolesterol

LD.

2. Kolesterol
Jenis lemak yang paling dikenal
Komponen membran struktural sel dan sel otak maupun

saraf
Dalam hati kolesterol disintesa dan disimpan
Pembentukan asam empedu, asam folat, hormon adrenal
korteks, estrogen, androgen dan progesteron perlu
kolesterol
Kolesterol tinggi dalam darah membentuk endapan pada
dinding pembuluh darah penyempitan (aterosklerosis)
Sumber daging sapi, unggas, ikan dan produk susu.
Kadar kolesterol
terbagi menjadi dua bagian yaitu :
- Kolesterol HDL singkatan dari High-Density Lipoprotein, HDL
adalah kolesterol baik karena mempunyai kemampuan
untuk membersihkan pembuluh darah arteri.
- Kolesterol LDL singkatan dari Low-Density Lipoprotein, LDL
adalah kolesterol jahat yang membuat endapan dan
menyumbat pembuluh darah arteri.

3. Lipid Plasma
Agar larut dalam peredaran darah,
lemak harus diikat dalam protein yang
larut dalam air. Ikatan lemak (kolesterol,
trigliserida dan fosfolipid dengan protein
lipoprotein.
Jenis Lipoprotein :
* Kilomikron
* Very Low Density Lipoprotein (VLDL)
* Intermediate Density Lipoprotein (IDL)
* Low Density Lipoprotein (LDL)
* High Density Liptoprotein (HDL).

Kilomikron membawa trigliserida (lemak) dari


usus ke hati, ke otot rangka, dan ke jaringan
adiposa.
Lipoprotein densitas sangat rendah (VLDL)
membawa trigliserida (baru disintesis) dari hati
ke jaringan adiposa.
Intermediate-density Lipoprotein (IDL) are
intermediate between VLDL and LDL. They are
not usually detectable in the blood.
Lipoprotein densitas rendah (LDL) membawa
kolesterol dari hati ke sel-sel tubuh. LDL
kadang-kadang disebut sebagai "kolesterol
jahat".
Lipoprotein
densitas
tinggi
(HDL)
mengumpulkan kolesterol dari jaringan tubuh,
dan membawanya kembali ke hati. HDL sering
disebut sebagai "kolesterol baik.

Metabolisme lipoprotein dapat dibagi


atas tiga jalur yaitu jalur metabolisme
eksogen, jalur metabolisme endogen,
dan jalur reverse cholesterol transport.
Kedua jalur pertama berhubungan
dengan metabolisme kolesterol-LDL dan
trigliserid,
sedang
jalur
reverse
cholesterol transport khusus mengenai
metabolisme kolesterol-HDL.

Untuk melakukan uji diagnostik cepat menentukan


kadar lipid dan lipoprotein dilakukan dengan
beberapa pengujian,antara lain :

1. Uji Trigliserida
Uji trigliserida memungkinkan untuk identifikasi
awal tahap adanya hiperlipidemia dan resiko
penyakit arteri koronaria [CAD (Coronary Artery
Disease)]. Cara pengujiannya dengan menghitung
kadar kolestrol lipoprotein dengan densititas yang
rendah menggunakan persamaan Friedewald.

2. Uji Kolestrol total


Uji kolestrol total digunakan untuk mengukur
kadar kolestrol bebas dan ester kolestrol dalam
sirkulasi darah. Uji ini memberikan kadar dari dua
bentuk kolestrol yang kombinasinya tampak dalam
tubuh. Kadar kolestrol yang tinggi mungkin disertai
dengan resiko penyakit arteri koronaria (CAD).

3. Uji Fraksinasi Lipoprotein Kolestrol


Uji fraksi kolestrol digunakan untuk mengisolasi
dan mengukur tipe kolestrol serum, lipoprotein
densitas rendah (LDL) dan lipoprotein densitas tinggi
(HDL). Kadar HDL berbanding terbalik dengan
resiko penyakit arteri koronaria (CAD). Semakin
tinggi kadar HDL semakin rendah insidens CAD,
sebaliknya semakin tinggi kadar LDL semakin tinggi
pula insidens CAD.

Anda mungkin juga menyukai