Anda di halaman 1dari 2

15 Sebab Doa Mustajab

Oleh : Adi Nurcahyo


adin.nurcahyo@gmail.com
Shahih Muslim No 1686 : Dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda: "Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu baik. Dia tidak akan menerima sesuatu
melainkan yang baik pula. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang
mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: 'Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik
(halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.' Dan Allah juga berfirman:
'Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang Telah menceritakan kepada kami telah kami rezekikan
kepadamu.'" Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menceritakan tentang seroang laki-laki yang telah lama berjalan karena
jauhnya jarak yang ditempuhnya. Sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit
seraya berdo'a: "Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku." Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram,
pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dengan makanan yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan
do'anya?."
Pertama, Menghinakan Diri Kepada Allah
Shahih Muslim No 4754 : Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Berapa banyak orang
yang rambutnya kusut, tampak dihinakan dan di usir oleh orang-orang, namun apabila dia berdo'a kepada Allah, pasti Allah akan
mengabulkannya."
Kedua, Tidak Tergesa-gesa
Musnad Ahmad No 9921 : Dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Setiap dari
kalian akan dikabulkan selama tidak tergesa gesa dengan mengucapkan; 'Aku telah berdoa tetapi tidak dikabulkan.' (Para
perawinya tsiqah)
Ketiga, Merengek / mengulang-ulang
Seperti doa orang pada hadits diatas, yang mengatakan : "Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku."
Keempat, Mengangkat Tangan
Seperti kondisi doa orang pada hadits diatas, yaitu mengangkat kedua tangan
Kelima, Tidak Mengkonsumsi Sesuatu Yang Haram
Seperti kondisi doa orang pada hadits diatas, Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang
haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dengan makanan yang haram, maka bagaimanakah Allah akan
memperkenankan do'anya?."
Keenam, Dizhalimi / Teraniaya
Sunan Tirmidzi No 567 : Dari Ibnu 'Abbas bahwasannya Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam mengutus Mu'adz ke
Yaman, lantas beliau bersabda kepadanya: " Sungguh kamu akan mendatangi kaum dari ahlul kitab, maka serulah mereka kepada
syahadat Laa ilaaha illallaah dan Saya adalah Rasulullah. Jika mereka menta'atimu, ajarkanlah kepada mereka bahwa Allah
mewajibkan atas mereka shalat lima waktu sehari semalam, jika mereka menta'atimu, beritahukan kepada mereka sesungguhnya
Allah mewajibkan atas mereka mengeluarkan zakat harta yang diambil dari orang-orang kaya untuk dibagikan kepada fakir miskin
diantara mereka, jika mereka menta'atimu maka janganlah kamu menagambil zakat dari harta mereka yang paling bagus dan
berhati-hatilah atas do'a orang yang terdlalimi karena tidak ada penghalang antara do'anya dengan Allah (do'anya mustajab)"
(Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani)
Sunan Ibnu Majah No 3878 : Dari Abdullah bin Sarjis dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda Abdurrahim bin Sulaiman mengatakan; berta'awudz- jika hendak bepergian: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan
dalam kesusahan dan kesedihan, kekurangan setelah penambahan, do'a orang yang terdzalimi serta keburukan akan penilaian
terhadap harta benda dan keluarga." Abu Mu'awiyah menambahkan; "Dan jika beliau hendak kembali, beliau juga membaca
seperti itu." (Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani)
Ketujuh, Bertaubat



Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha
Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan
Mengadakan untukmu kebun-kebun dan Mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. (QS. Nuh : 10 12)
Kedelapan, Bersungguh-sungguh / Tegas Dalam Meminta
Shahih Bukhari No 5863 : Dari Anas radliallahu 'anhu dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila
salah seorang tengah berdo'a, hendaknya ia bersungguh-sungguh dalam berdo'a, dan janganlah mengatakan; 'Ya Allah, jika
Engkau kehendaki berilah aku' sebab Allah sama sekali tidak ada yang bisa memaksa."

Kesembilan, Tidak Melampaui Batas


Shahih Muslim No 4853 : Dari Anas bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah menjenguk seorang laki-laki
muslim yang sedang sakit parah sampai kurus dan lemah seperti seekor burung kecil. Kemudian Rasulullah bertanya kepadanya:
"Apakah kamu pernah berdoa ataupun memohon sesuatu kepada Allah?" Sahabat tersebut menjawab; 'Ya, saya pernah berdoa;
'Ya Allah ya Tuhanku, apa yang akan Engkau siksakan kepadaku di akhirat kelak, maka segerakanlah siksa tersebut di dunia ini! '
Mendengar pengakuannya itu, Rasulullah pun berkata: 'Subhanallah, mengapa kamu berdoa seperti itu. Tentu kamu tidak akan
tahan. Mengapa kamu tidak berdoa: 'Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta peliharalah kami dari
siksa neraka.' Anas berkata; 'Lalu Rasulullah berdoa kepada Allah untuk sahabat tersebut dan akhirnya Allah pun
menyembuhkannya.'
Kesepuluh, Tidak Ada Unsur Dosa / Memutus Silaturahmi
Shahih Muslim No 4918 : Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Doa seseorang
senantiasa akan dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk perbuatan dosa ataupun untuk memutuskan tali silaturahim dan tidak
tergesa-gesa." Seorang sahabat bertanya; 'Ya Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan tergesa-gesa? ' Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam menjawab: 'Yang dimaksud dengan tergesa-gesa adalah apabila orang yang berdoa itu mengatakan; 'Aku telah
berdoa dan terus berdoa tetapi belum juga dikabulkan'. Setelah itu, ia merasa putus asa dan tidak pernah berdoa lagi.'
Kesebelas, Hati Dalam Kondisi Terjaga / Tidak Lalai & Yakin Dikabulkan
Sunan Tirmidzi No 3401 : Dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah shallallahu wa'alaihi wa sallam bersabda: "Berdoalah
kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai."
(Dihasankan oleh Syaikh Al Albani)
Keduabelas, memulai Dengan Memuji Allah Taala dan Shalawat Kepada Nabi Shalallahu Alaihu Wassalam
Musnad Ahmad No 22811 : Dari Fadlalah Al Anshari, sahabat Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam berkata: Rasulullah
Shallalahu 'alaihi wa sallam mendengar seseorang berdoa sementara itu ia tidak menyebut Allah 'azza wajalla dan tidak membaca
shalawat untuk Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasalam, lalu Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ia terburu-buru." Beliau
lalu mendoakannya, setelah itu beliau bersabda kepadanya dan yang lain: "Bila salah seorang dari kalian berdoa, hendaklah
dimulai dengan memuja dan memuji Allah kemudian hendaklah membaca shalawat untuk Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasalam, setelah
itu silahkan berdoa sekehendaknya." (Para perawinya tsiqah)
Ketigabelas, Dalam Kondisi Shafar
Sunan Abu Daud no 1313 dan Sunan At Tirmidzi No 3370 : Dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda: "Tiga doa yang akan dikabulkan, dan tidak diragukan padanya, yaitu: doa orang tua, doa orang yang bersafar, dan doa
orang yang dizhalimi." (Dihasankan oleh Syaikh Al Albani)
Keempatbelas, Mencari Waktu-waktu Mabul

1 Shahih Bukhari No 1077 : Dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Rabb Tabaaraka wa Ta'ala kita turun di setiap malam ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan berfirman: "Siapa yang
berdo'a kepadaKu pasti Aku kabulkan dan siapa yang meminta kepadaKu pasti Aku penuhi dan siapa yang memohon ampun
kepadaKu pasti Aku ampuni".
2 Shahih Bukhari No 5921 : Dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dia berkata; Abu Qasim shallallahu 'alaihi wasallam pernah
bersabda: "Pada hari Jum'at terdapat waktu, yang tidaklah seorang hamba muslim shalat dan meminta kebaikan kepada Allah,
kecuali Allah akan mengabulkannya." Beliau memberi isyarat dengan tangannya. Kami berkata; 'Yaitu beliau menyempitkannya.'
Kelimabelas, Menggunakan Asmaul Husna




180. hanya milik Allah asmaa-ul husna[585], Maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul
husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya[586].
nanti mereka akan mendapat Balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
Kesimpulan

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah
dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka
itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam
kebenaran. (QS. Al Baqarah : 186)
Sunan Tirmidzi No 3497 : Dari 'Ubadah bin Ash Shamit bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Tidaklah
seorang muslim di atas muka bumi berdoa kepada Allah dengan sebuah doa melainkan Allah akan memberikan kepadanya, atau
memalingkan keburukan darinya seperti doanya, selama ia tidak berdoa untuk melakukan perbuatan dosa atau memutuskan
hubungan kekerabatan." Kemudian terdapat seorang laki-laki dari orang-orang berkata; jika demikian kita perbanyak doa. Beliau
berkata: "Allah lebih banyak pemberiannya." Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib dari jalur ini.
Wallahu alam bishawab