Anda di halaman 1dari 4

1

Pemikiran M. Quraish Shihab Dalam Timbangan1


Oleh: Fadh Ahmad Arifan

Wajahmya sering menghiasi media televisi baik ketika peringatan hari-hari besar
Islam maupun bulan Romadhon. Pria yang pernah menduduki kursi Menteri Agama ini
amat produktif berkarya. Sejak tahun 2011, telah menerbitkan 3 buah karya terbaru
mengenai Sirah Nabi Muhammad saw, Tafsir al-Lubab (ringkasan dari Tafsir al-Misbah)
dan buku tentang Kaidah tafsir Quran (Lentera Hati, 2013).2 Sosok yang saya maksud
ialah Prof Dr. M. Quraish shihab, MA.
Sepanjang hidup, cuma 2 kali saya bertatap muka langsung dengan beliau. Pertama,
saat beliau diundang menjadi pembicara dalam kuliah tamu di Pascasarjana UIN Malang
tahun 2011. Kedua, saat beliau diundang menjadi pembicara di acara Halal bi Halal
Keluarga besar Perharsia di Graha cakrawala, Universitas Negeri Malang (UM) pada
tahun 2013. Sedari dulu saya amat mengidolakan beliau, oleh karena itu ibunda
membelikan buku-buku karya Quraish shihab. Salah satu karya monumentalnya adalah
Tafsir al-Misbah sebanyak 15 volume.
Sedikit saya ulas mengenai Tafsir al-Misbah. Dalam tafsir al-Misbah disajikan
berbagai penafsiran ulama dan cendekiawan kontemporer, sehingga kesannya tidak ada
monopoli mazhab tertentu.3 Terbukti, Quraish shihab tidak segan mengutip penafsiran
Sayyid Qutb, Allamah ThabatabaI, Thahir Ibn Asyur dan Al-Biqai. Akan tetapi metode
tafsir yang beliau pakai ialah pendekatan bahasa (lughawi), dilengkapi muhasabah antar
ayat, asbabun nuzul dan fakta sains modern. Dari sini bisa kita ketahui bahwa Tafsir alMisbah tidak bercorak konstekstual seperti Tafsir al-Azhar milik Buya Hamka.
A. Nabi Muhammad Belum Tentu Masuk Surga?4
Sebelum mengakhiri acara kajian tafsir Quran, pemandu acara mengajukan pertanyaan
terakhir, Nabi Muhammad kan sudah dijamin sebagai manusia paling mulia dan yang
1

Disampaikan pada mata kuliah Pemikiran Modern dalam Islam di STAI al-Yasini, Kab Pasuruan
Di dalam buku yang berisi 21 bab ini, dicantumkan juga pandangan Quraish Shihab mengenai sejarah
dan posisi dari tafsir Hermenutika.
3
Peringatan 70 tahun Quraish Shihab, Rahmat Untuk Bangsa tgl 28 Februari 2014 pk 22.30 wib
4
Diadopsi dari artikel yang telah dimuat di Website www.suaraislam.com tgl 16 Juli 2014
2

masuk surga. Untuk kita-kita manusia yang hidup di zaman sekarang ataupun di masa
yang akan datang, apakah ada kemungkinan untuk mengejar status seperti itu, paling
tidak ya hampir seperdelapannya lah?.
Tidak benar saya ulangi, tidak benar bahwa Nabi Muhammad sudah dapat
jaminan surga. kata pengarang Tafsir al-Misbah itu. Heeem.. gumam si pemandu
acara. Masih kata pakar tafsir itu, Surga itu hak prerogatif Allah. ya toh.... Kemudian
Quraish menyodorkan sebuah hadits yang berbicara bahwa tidak seorangpun masuk
surga karena amalnya.5
Sejauh ini saya belum mengetahui hadits itu diriwayatkan oleh siapa dan apakah
statusnya dhoif ataukah palsu. Dunia facebook mendadak ramai karena pernyataan pakar
tafsir ini. Pemilik fanpage Facebook Jonru sempat menulis status, tidak semua
"ustadz" atau "ulama" yang kita kenal selama ini, patut dijadikan panutan. Tak hanya
itu, isu ke Syiah-annya kembali mencuat. Pernyataan polos pakar tafsir ini amat
berbahaya bagi orang awam karena sudah melabrak urusan aqidah.
Melalui mesin pencari google, saya coba ketik Nabi belum tentu masuk surga.
Muncul beberapa situs terutama yang berisi tulisan orang kafir yang meragukan
Rasulullah saw masuk surga sehingga perlu didoakan dan disholawati setiap hari.6 Kita
abaikan saja mereka, karena posisinya belum mendapat hidayah dari Allah swt. Namun
pada situs alifmagz.com yang berisi tanya jawab masalah keislaman. Si penanya
mengajukan pertanyaan kepada pakar tafsir tersebut, Apakah menikah dengan Ustadz
dijamin masuk surga?7
Saya lihat dalil yang dijadikan hujjah ternyata sama persis dengan yang dipakai dalam
acara sahur di Metro TV. Begini penggalan haditsnya, Tidak ada seorang pun di
antaramu yang masuk surga karena amalnya. Para sahabat Nabi bertanya, Sekalipun
engkau, Ya Rasulullah? Beliau menjawab, Sekalipun aku, kecuali bila Allah
melimpahkan rahmat-Nya kepadaku. Dengan memakai hadits ini, Quraish memberi
penjelasan kepada si penanya. Jelaslah bahwa tidak ada seorang pun yang terjamin
masuk surga, karena surga dan neraka adalah hak mutlak Allah. Seandainya istri
5

Acara Tafsir al-Misbah di Metro TV 12 Juli 2014 pk 03.49 wib


Misalnya di situs www.chtistianwarrior.blogspot.com
7
Lihat di situs www.alifmagz.com tgl 26 Mei 2010
6

seseorang dapat masuk surga karena suaminya, maka tentu istri Nabi Nh dan Nabi
Lth akan masuk surga pula.8
Persoalan masuk surga antara orang biasa dan Rasulullah saw jelas berbeda. Orang
biasa meskipun pakar tafsir lulusan al-Azhar dan bertitel profesor jelas diberlakukan
nash, Masuklah kamu ke dalam Surga disebabkan apa yang telah kamu kerjakan (QS.
An-Nahl ayat 32). Apa yang kamu kerjakan disini adalah amal perbuatan. Syarat
diterimanya amal ibadah seseorang oleh Allah swt itu ada tiga: Dia seorang mukmin (Qs.
An-nahl: 97), ittiba kepada Rasulullah saw (QS. Al-Hasyr: 7 dan QS. Ali Imran: 31),
dan harus ikhlas (QS. Al-Bayyinah: 5). Adapun sosok semulia Rasulullah saw jelas
dijamin masuk surga. Masak 10 sahabat beliau dijamin masuk surga sedangkan
Rasulullah dibilang belum tentu masuk surga?. Bukankah di QS. Al-Mukmin ayat 51,
Allah swt menjamin Rasul-Rasulnya dan orang beriman selamat di dunia dan akherat.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Aisyah: Sungguh Nabi Muhammad saw
shalat malam hingga merekah kedua telapak kakinya. Aisyah berkata kepada
beliau:Mengapa engkau melakukan hal ini, wahai Rasulullah, padahal Allah telah
mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang?, Beliau menjawab,
Apa aku tidak ingin menjadi hamba yang bersyukur? (HR Bukhari dan Muslim). Jika
berpedoman pada hadits ini, Rasulullah saw pasti masuk surga karena Allah swt
mengampuni kekhilafan beliau sampai kapanpun. Hadist Aisyah ini juga menerangkan
bahwa Allah menetapkan sifat maksum kepada Rasulullah saw dan tidak akan diberikan
kepada manusia biasa termasuk imam-imamnya kalangan Syiah rafidhah.
B. Beberapa Pemikiran Kontroversial M. Quraish Shihab
Harap diketahui pembaca, tercatat sudah empat kali pakar tafsir ini mengeluarkan
buah pemikiran yang cukup kontroversial, diantaranya:
1. Persoalan hijab tidak wajib bagi Muslimah (lihat buku Jilbab, terbitan tahun
2004). Perlu diketahui, Buku Quraish ini mendapat tanggapan dari Ahmad Zain
an-Najah (Ketua Majelis Tarjih Muhammadiyah, Cabang Istimewa Mesir). Ahmad
zain menulis begini, Ternyata beliau menghidangkan pendapat orang-orang
yang notabenenya hanya pemikir yang kurang otoritatif dan sama sekali bukan
8

Ibid.

ulama yang mutabar, sehingga menyeleweng jauh dari kebenaran dan cenderung
berpendapat nyeleneh.9 Pandangan nyeleneh Quraish berkaitan dengan Najwa
shihab yang tak lain adalah putri kandungnya. Najwa sekarang bekerja di Metro
TV, namun tidak memakai Jilbab. Perlu diketahui pembaca, dari semua putrinya,
yang memakai jilbab hanya Najla. Bagi Quraish yang penting, pakaian itu harus
terhormat.10
2. Penggunaan katub jantung babi untuk pengganti katub jantung manusia yang
sakit.11
3. Bolehnya mengucapkan selamat Natal. Quraish mencampur adukkan Selamat
Natal yang diperingati tiap tanggal 25 Desember dengan ucapan selamat atas
kelahiran Nabi Isa pada Surah Maryam ayat 30 dan 33.12
4. Perbedaan Sunni-Syiah sifatnya tidak prinsipil atau melanyalahi aqidah (lentera
hati, tahun 2010).13 Buku Quraish mendapat bantahan dari PP Sidogiri, Pasuruan.
Quraish enggan menulis bantahan atas buku santri Sidogiri, Jika saya bereaksi
membantahnya lagi, saya merasa terlambat lahir. Bantahan yang dikemukakan itu
masih merujuk kepada pendapat-pendapat lama yang sudah tidak relevan lagi.
Topik-topiknya tidak lagi kontekstual dengan kebutuhan umat saat ini katanya.14
Sebelum menutup tulisan ini, saya menilai posisi pemikiran Quraish Shihab ini masih
abu-abu. Maksudnya di satu sisi beliau menampakkan betapa luasnya cakrawala
berfikirnya bila melihat karya-karya yang ia hasilkan, tapi di sisi lain menampakkan sisi
liberalnya dan keberpihakan kepada Syiah. Hemat saya, buah pemikiran Quraish shihab
yang mengandung kebenaran selama itu tidak bertentangan dengan Syariat, kita ambil
dan amalkan. Sedangkan yang menyimpang, kita kritisi dan luruskan. Wallahuallam
bishowwab.
9

Ahmad Zain an-Najah, Jilbab Menurut Syariat Islam: Meluruskan Pandangan Prof Dr Quraish shihab,
(Cakrawala publishing, 2010), hal 40-41
10
Heru Triyono, Quraish Shihab, Si Pengubah Dunia dalam tempo.co tgl 26 Agustus 2012
11
Quraish Shihab, Tafsir al-Misbah, Vol 3, (Lentera Hati, 2005), hal 16
12
Quraish Shihab, Quraish Shihab Menjawab 1001 soal keislaman Yang Patut Anda Ketahui, (Lentera
Hati, 2008), hal 590-591
13
Quraish Shihab, Sunnah-Syiah Bergandengan Tangan! Mungkinkah?: Kajian Atas Konsep Ajaran dan
Pemikiran, (Lentera hati 2010), hal 93
14
Pengantar Quraish shihab, Kesefahaman, Urat Nadi Persaudaraan Islam, dalam buku Putih Mazhab
Syiah, (Jakarta: DPP Ahlul Bait Indonesia, 2012), hal xiii