Anda di halaman 1dari 211

Perpustakaan Unika

PROPOSAL TUGAS AKHIR

PERENCANAAN JEMBATAN RANGKA BAJA


KALIGARANG SISEMUT KABUPATEN SEMARANG

Merupakan Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan


Tingkat Sarjana Strata 1 (S-1)
Pada Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik
Universitas Katolik Soegijapranata

Oleh :
ANDREW WICAKSONO

ARIF KURNIAWAN

NIM: 03.12.0005

NIM : 03.12.0006

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA
SEMARANG
2007

Perpustakaan Unika

PENGESAHAN
Proposal Tugas Akhir/Skripsi Sarjana Strata Satu (S-1)

PERENCANAAN JEMBATAN RANGKA BAJA


KALIGARANG SISEMUT KABUPATEN SEMARANG

Disusun oleh :
ANDREW WICAKSONO

ARIF KURNIAWAN

NIM: 03.12.0005

NIM : 03.12.0006

Disetujui oleh :
Semarang,

Pembimbing I

Pembimbing II

( Ir. David Widianto., MT )

( Ir. Widija Suseno.,MT )

Disahkan oleh:
Ketua Jurusan Teknik Sipil

(Hermawan, ST., MT)

Perpustakaan Unika

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL....
LEMBAR PENGESAHAN..
KATA PENGANTAR..
LEMBAR KARTU ASISTENSI..
DAFTAR ISI.
DAFTAR TABEL.
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR NOTASI...
DAFTAR LAMPIRAN.....

i
ii
iii
iv
vii
ix
x
xii
xv

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Tinjauan Umum 1
1.2 Latar Belakang. 1
1.3 Tujuan Penulisan Tugas Akhir..... 2
1.4 Pembatasan Masalah........ 2
1.5 Uraian Singkat.. 3
1.6 Lokasi... 3
1.7 Sistematika Penyusunan....... 4

BAB II

PERENCANAAN
2.1 Tinjauan Umum.. 5
2.2 Perencanaan Awal... 5
2.3 Pra design Konstruksi Jembatan..... 6
2.4 Spesifikasi Jembatan... 9
2.5 Pembebanan Jembatan 10
2.6 Dasar Perencanan........ 17
2.7 Rumus Perhitungan............ 19
2.8 Metodologi Perencanaan Jembatan............................................. 36
2.9 Metode Perhitungan...................................................................... 38

BAB III

PERHITUNGAN STRUKTUR
3.1 Perhitungan Struktur Atas.. 39
3.1.1 Perhitungan Pipa Sandaran.. 40
3.1.2 Perhitungan Pelat Lantai Kendaraan... 40
3.1.3 Perhitungan Gelagar Memanjang 48
3.1.4 Perhitungan Gelagar Melintang....... 60
3.1.5 Perhitungan Balok Komposit... 68
3.1.6 Perhitungan Shear Connector.. 71
3.1.7 Perhitungan Pertambatan Angin77
3.1.8 Pendimensian Ikatan Angin.... 85
3.1.9 Pembebanan pada Rangka.. 97
3.1.10 Perhitungan Sambungan.....102
3.2 Perhitungan Struktur Bawah...125
3.2.1 Perhitungan Abutment.125

Perpustakaan Unika

3.2.2
3.2.3
3.2.4
3.2.5
3.2.6
3.2.7

Perhitungan Tiang Pancang.... 137


Perhitungan Wing Wall... 140
Perhitungan Pelat Injak.. 142
Perhitungan Elastomer 144
Perhitungan Tebal Perkerasan.........................................144
Perhitungan Dinding Penahan Tanah..148

BAB IV

RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT... 158


4.1 Syarat-Syarat Umum.. .158
4.2 Syarat-Syarat Khusus...185
4.3 Syarat-Syarat Administrasi..188
4.4 Syarat Teknis....196
4.4.1 Pekerjaan Tanah dan Pembongkaran-Pembongkaran..196
4.4.2 Galian Tanah Biasa..198
4.4.3 Sub Grade199
4.4.4 Sub Base..203
4.4.5 Base.....209
4.4.6 Lapisan Aspal Beton dan Lapisan Pondasi Atas.211
4.4.7 Struktur Beton.223
4.4.8 Perancah..235
4.4.10 Tiang Pancang...236
4.4.11 Pembesian.239
4.4.12 Baja Bangunan..241
4.4.13 Dudukan/Tempat Tumpuan Balok (Elastomeric)246
4.4.14 Pasangan Batu kosong..246
4.4.15 Pengendalian Waktu dan Biaya248

BAB V

ANALISA HARGA DAN LAIN-LAIN


5.1 Perhitungan Volume Pekerjaan.. 249
5.2 Daftar Harga Satuan Bahan dan Upah... 260
5.3 Daftar Harga Satuan Pekerjaan.. 262
5.4 Daftar Analisa Harga Satuan..... 263
5.5 Rencana Anggaran Biaya... 267
5.6 Rekapitulasi Harga..... 269
5.7 Time Schedule............ 270

Daftar Pustaka... ...271


Lampiran

Perpustakaan Unika

DAFTAR TABEL
Tabel 2.1
Tabel 2.2
Tabel 2.3
Tabel 2.4
Tabel 3.1
Tabel 3.2
Tabel 3.3
Tabel 3.4
Tabel 3.5
Tabel 3.6
Tabel 3.7
Tabel 3.8
Tabel 3.9
Tabel 3.10
Tabel 3.11
Tabel 3.12
Tabel 3.13
Tabel 3.14
Tabel 3.15
Tabel 3.16
Tabel 3.17
Tabel 3.18
Tabel 3.19
Tabel 3.20
Tabel 3.21
Tabel 3.22
Tabel 3.23

Kombinasi Pembebanan dan Gaya. .16


Bentang Untuk Pengekang Lateral... 24
Momen Kritis Untuk tekuk Lateral.. 25
Ukuran Minimum Las Sudut 27
Lokasi Sumbu Netral............................ 69
Momen Inersia Penampang.............. 70
Pembebanan Shear Connector. 74
Perletakan Shear Connector. 75
Gaya Batang Ikatan Angin Atas... 81
Gaya Batang Ikatan Angin Bawah....... 83
Gaya Batang Pada Rangka... 95
Jarak Baut ke Titik Berat 119
Jarak Baut ke Titik Berat 121
Bearat dan Titik Berat Abutment ...126
Beban Akibat Timbunan Tanah..... 127
Kombinasi Pembebanan..... 130
Kombinasi Pembebanan I... 130
Kombinasi Pembebanan II. 130
Kombinasi Pembebanan III.... 131
Kombinasi Pembebanan IV........ 131
Stabilitas Guling Co = 0,4 m.. 153
Stabilitas Guling Co = 0,6 m.. 153
Stabilitas Guling Co = 0,8 m . 154
Stabilitas Guling Co = 1 m ........ 154
Stabilitas Guling Co = 1,2 m ......... 155
Stabilitas Guling Co = 1,68 m ....... 155
Stabilitas Guling Total ...............156

Perpustakaan Unika

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1
Gambar 2.1
Gambar 2.2
Gambar 2.3
Gambar 2.4
Gambar 2.5
Gambar 2.6
Gambar 2.7
Gambar 2.8
Gambar 2.9
Gambar 3.1
Gambar 3.2
Gambar 3.3
Gambar 3.4
Gambar 3.5
Gambar 3.6
Gambar 3.7
Gambar 3.8
Gambar 3.9
Gambar 3.10
Gambar 3.11
Gambar 3.12
Gambar 3.13
Gambar 3.14
Gambar 3.15
Gambar 3.16
Gambar 3.17
Gambar 3.18
Gambar 3.19
Gambar 3.20
Gambar 3.21
Gambar 3.22
Gambar 3.23
Gambar 3.24
Gambar 3.25
Gambar 3.26
Gambar 3.27
Gambar 3.28
Gambar 3.29
Gambar 3.30
Gambar 3.31
Gambar 3.32
Gambar 3.33
Gambar 3.34

Peta Lokasi Proyek......... 3


Tampak Samping Jembatan. .. 6
Tampak Atas Jembatan....... 6
Potongan Melintang Jembatan.... 7
Dimensi Abutment...... 8
Potongan Melintang Pada Peninggian Perkerasan...... 8
Beban T.. 11
Beban D. 12
Gaya dam Momen yang Bekerja Pada Piles Group..32
Diagram Alir Perencanaan Struktur. 37
Posisi Pipa Sandaran................ 39
Contact Area 41
Beban T... 42
Pembebanan Kondisi I..................... 42
Contact Area Kondisi I... 43
Pembebanan Kondisi II.................... 42
Contact Area Kondisi II... 44
Beban Mati Kendaraan ... 45
Beban Hidup Kendaraan.................................. 45
Tampak Melintang Gelagar Memanjang Jembatan...................... 48
Reaksi Tumpuan....................... 49
Beban Merata.................................... 52
Beban Garis.................................................. . 53
Beban Gelagar Memanjang C dan G. 54
Beban Gelagar Memanjang D, E, dan F........ 54
Beban Ultimit Gelagar Memanjang......... 55
Tampak Melintang Gelagar Melintang..... 60
Beban Akibat Gelagar Memanjang.. 61
Beban Hidup......................................62
Beban Ultimit Gelagar Melintang.... 63
Balok Komposit........ 68
Potongan Melintang Balok Komposit.. 69
Lokasi Shear Connector.. 73
Grafik Hubungan dan Jumlah Shear Connector.. 76
Pembebanan Pertambatan Angin..... 77
Ikatan Angin Atas.... 79
Ikatan Angin Bawah.... 80
Dimensi Ikatan Angin Atas...... 85
Dimensi Ikatan Angin Bawah.. 90
Pembebanan Rangka Baja ... 99
Sambungan Gelagar Memanjang dan Melintang.103
Letak Sambungan ... 104
Gaya yang Bekerja Pada Pelat ... 106
Tata Letak Baut... 108

Perpustakaan Unika

Gambar 3.35
Gambar 3.36
Gambar 3.37
Gambar 3.38
Gambar 3.39
Gambar 3.40
Gambar 3.41
Gambar 3.42
Gambar 3.43
Gambar 3.44
Gambar 3.45
Gambar 3.46
Gambar 3.47
Gambar 3.48
Gambar 3.49
Gambar 3.50
Gambar 3.51
Gambar 5.1
Gambar 5.2
Gambar 5.3
Gambar 5.4
Gambar 5.5

Letak Baut Pada Sambungan... 109


Letak Baut Pada Sambungan... 111
Sambungan Memanjang Gelagar Melintang... 116
Sambungan Gelagar Melintang Dengan Rangka..... 117
Jumlah Baut Dalam Sambungan. 118
Jumlah Baut Dalam Sambungan. 120
Tata Letak Baut............ 123
Dimensi Abutment....... 125
Tekanan Tanah Pada Abutment... 128
Tegangan Daya Dukung Abutment.... 133
Poer Abutment............. 135
Letak tiang Pancang .... 138
Perencanaan Wing wall 140
Dimensi Pelat Injak .... 142
Tebal Perkerasan Jalan.. 148
Dinding Penahan Tanah.. 148
Pembebanan Pada Dinding Penahan Tanah 149
Galian Dinding Penahan Tanah.. 249
Galian Abutment .... 250
Urugan Abutment . 250
Urugan Dinding Penahan Tanah... 251
Dinding Penahan Tanah... 251

Perpustakaan Unika

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1
Lampiran 2

L-1

L-2
L-3

Data Penyelidikan Tanah L1


Data Lalu Lintas Harian.. L2

L-1

L-2
L-3

L-2

L-2
L-3

L-2
L-4

L-3
L-4

L-3
L-5

L-5

L-6

L-6

Bab 1. Pendahuluan

Perpustakaan1Unika

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Tinjauan Umum
Jembatan adalah suatu konstruksi yang berguna untuk meneruskan
jalan melalui suatu rintangan yang berada lebih rendah (Soemargono, 1984).
Rintangan ini biasanya jalan lain (jalan air atau jalan lalu lintas biasa).
Jembatan yang berada diatas jalan lalu lintas biasa dinamakan viaduct.
Jalan merupakan alat penghubung atau alat perhubungan antar daerah
yang penting sekali bagi penyelenggaraan pemerintahan, ekonomi,
kebutuhan sosial, perniagaan, kebudayaan, pertahanan. Jembatan adalah
salah satu bagian dari jalan yang sangat berpengaruh terdahap kelancaran
transportasi.
Selain untuk kepentingan ekonomi, pembangunan dan pertahanan,
transportasi sangat penting pula bagi hubungan antar daerah untuk
kepentingan pemerintahan, pertukaran kebudayaan dan lain sebagainya.
Terputusnya suatu daerah dari pemerintah pusat atau daerah lainnya
menghambat kemajuan daerah.

1.2

Latar Belakang
Pertumbuhan penduduk yang tinggi diikuti mobilitas yang besar
menuntut tersedianya

sarana dan prasarana yang baik, termasuk di

dalamnya sarana dan prasarana transportasi yang nyaman, aman dan efisien.
Seperti pada daerah Gunung Pati Ungaran (KM 14 + 140) kabupaten
Semarang, pada daerah ini jembatan yang digunakan masih menggunakan
jembatan dari bahan beton yang sudah rusak pada permukaan jalan dan
sebagian strukturnya, yang salah satunya diakibatkan gerusan air pada saat
sungai penuh terutama saat musim hujan, sehingga menimbulkan
kekawatiran penduduk sekitar dan para pengguna jalan. Salah satu usaha
yang dilakukan pemerintah dengan membangun jembatan baru dengan

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab 1. Pendahuluan

Perpustakaan2Unika

elevasi yang lebih tinggi dari muka air banjir, hal ini bertujuan untuk
menciptakan jalur lalu lintas yang nyaman, aman, dan efisien.
Jembatan Kaligarang Sisemut ini menghubungkan Gunung Pati dan
Ungaran dengan lalu lintas yang besar dan beranekaragam seperti sepeda,
sepeda motor, mobil pribadi, bus dan truk. Pengawasan dan pengelolaan
terhadap jalan dan jembatan ini berada dibawah pengawasan Departemen
Pekerjaan Umum dan Direktorat Jendral Bina Marga propinsi Jawa Tengah
melalui APBN TA 2005 dan APBD TA 2005.
Jembatan Kaligarang Sisemut ini dibangun dengan menggunakan
konstruksi baja. Alasan pemakaian konstruksi baja, karena jika terjadi
kerusakan

atau

perubahan

struktur

pada

konstruksi

dapat

segera

diidentifikasi dan diperbaiki.

1.3 Tujuan Penyusunan Tugas Akhir


Tugas akhir ini disusun sebagai syarat menyelesaikan pendidikan
tingkat sarjana pada jurusan Teknik Sipil. Jembatan Kaligarang Sisemut
yang direncanakan menggunakan konstruksi baja, hasil akhirnya berupa
perhitungan struktur, perhitungan perkerasan, RKS, RAB, time schedule,
network planning, kurva S dan gambar-gambar perencanaan.

1.4

Pembatasan Masalah
Dalam perencanaan jembatan Kaligarang Sisemut ini, ada beberapa data
yang tidak langsung diperoleh dari hasil survey atau penelitian tetapi didapat
dari instansi terkait diantaranya:
1. Survey geoteknik, meliputi penyelidikan tanah dilapangan yang
dilakukan oleh Laboratorium Mekanika Tanah Universitas Diponegoro
tahun 2006 dan penyelidikan tanah di laboratorium yang dilakukan oleh
Dinas Bina Marga tahun 2006.
2. Perhitungan Lalu Lintas Harian Rata-rata di daerah setempat, yang
diperoleh dari Dinas Bina Marga tahun 2006.
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab 1. Pendahuluan

Perpustakaan3Unika

3. Perhitungan curah hujan di daerah setempat, yang diperoleh dari Dinas


PSDA tahun 2006.

1.5

Uraian Singkat
Jembatan Kaligarang Sisemut di Gunung Pati Ungaran menggunakan
konstruksi rangka baja. Pada konstruksi dulu yang diajukan memiliki
bentang 60 meter dengan dua buah abutment. Jembatan yang direncanakan
ini memiliki bentang rencana 70 meter, lebar 10 meter.

1.6

Lokasi
Proyek jembatan Kaligarang Sisemut berada di ruas jalan Gunung
Pati - Ungaran (KM 14 + 140) kabupaten Semarang. Letak lokasi proyek
ditunjukkan dalam gambar 1.1.

Gambar 1.1 Peta Lokasi Proyek

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab 1. Pendahuluan
1.7

Perpustakaan4Unika

Sistematika Penulisan
Pada dasarnya penulisan tugas akhir ini dibagi dalam enam bab, yaitu:

BAB I

: Pendahuluan

Pada bab pendahuluan meliputi penjelasan mengenai : Tinjauan umum, Latar


belakang, Maksud dan Tujuan, Uraian singkat, Lokasi, Studi kelayakan dan
Sistematika penulisan.
BAB II

: Perencanaan

Pada bab perencanaan ini meliputi Tinjauan umum, Pemilihan tipe konstruksi,
Metodologi perencanaan, Dasar perencanaan dan metode perhitungan.
BAB III

: Perhitungan Konstruksi

Pada bab perhitungan konstruksi meliputi:


1.

2.

3.

Perhitungan Struktur Atas


a.

Perhitungan Pelat Lantai Kendaraan,

b.

Perhitungan Gelagar Jembatan,

c.

Perhitungan Ikatan Angin,

d.

Perhitungan Rangka Jembatan,

e.

Perhitungan Landasan Jembatan.

Perhitungan Struktur Bawah


a.

Perhitungan abutment,

b.

Perhitungan Pondasi,

c.

Perhitungan Bangunan Pelengkap Jembatan.

Perhitungan Perkerasan Jalan

BAB IV

: Rencana Kerja dan Syarat-syarat.

Pada bab ini meliputi : Syarat umum, Syarat khusus, Syarata administrasi, Syarat
teknis dan pengendalian mutu.
BAB V

: Analisa

Pada bab analisa ini meliputi : Analisa Bahan dan Biaya Pekerjaan, Rencana
Anggaran Biaya (RAB), Network Planning, Time Schedule.
BAB VI

: Penutup
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

6 Unika
Perpustakaan

Bab II. Studi Pustaka


BAB II
STUDI PUSTAKA

2.1

Tinjauan Umum
Proses pembangunan jembatan melewati beberapa tahapan dimana tiap
tahapan memiliki aspek penting. Tahapan-tahapan suatu pembangunan
jembatan sebagai berikut : Rencana Awal, Pradesain, Desain Akhir
(Analisis, Gambar, Proportioning Element, Spesifikasi dan dokumen
Kontrak), Perjanjian Kontrak dan Administrasi, Pembuatan dan Pekerjaan
Konstruksi dan terakhir adalah Penggunaan, Pemeliharaan, dan Perbaikan.
Dalam tugas akhir ini hanya akan dibahas tahapan rencana awal sampai
desain akhir saja. Perencanaan tersebut harus memenuhi syarat-syarat
keamanan,

kenyamanan,

kekuatan,

ekonomis

dan

keindahan

serta

mempertimbangkan kondisi yang akan datang.


Dengan konstruksi rangka baja pada jembatan Kali Tuntang
diharapkan jembatan tersebut nantinya dapat dikerjakan dengan waktu
konstruksi (schedule) yang lebih singkat, serta pemasangan konstruksi yang
lebih mudah pemeriksaan dan perbaikannya.

2.2

Perencanaan Awal
hasil laporan penyelidikan tanah pada kedalaman 31 meter 40 meter
didapat nilai N-SPT 20 28, sehingga konstruksi bawah jembatan Kali
Tuntang direncanakan menggunakan pondasi tiang pancang beton prestress
dengan kedalaman pemancangan mencapai 40 meter.

Perencanaan Jembatan Kali Tuntang Desa Pilangwetan Kabupaten

Grobogan

7 Unika
Perpustakaan

Bab II. Studi Pustaka


2.3

Pradesain Konstruksi Jembatan


60 m

6,35 m
13 x 5 m
65 m

mab14.00
man9.00

0.00

Gambar 2.1 Tampak Samping Jembatan


Gambar di atas menunjukkan bahwa tinggi muka air normal (m.a.n) 9
meter dan tinggi muka air banjir (m.a.b) 14 meter, hal ini berdasarkan data
data hidrologi yang didperoleh dari Departemen Sumber Daya Air,
Semarang.

9 ,4 6 9 m
5 m

5 m

5 m

5 m

5 m

5 m

5 m

5 m

5 m

5 m

5 m

5 m

Gambar 2.2 Tampak Atas Jembatan

Perencanaan Jembatan Kali Tuntang Desa Pilangwetan Kabupaten

Grobogan

8 Unika
Perpustakaan

Bab II. Studi Pustaka


A. Pradesain Struktur Atas

Rangka Baja
Pipa Sandaran
Gelagar Induk
Trotoir
Lapisan Perkerasan
Pelat Lantai
Gelagar Melintang
Gelagar Memanjang

Gambar 2.3 Potongan Melintang Jembatan

Perencanaan Jembatan Kali Tuntang Desa Pilangwetan Kabupaten

Grobogan

9 Unika
Perpustakaan

Bab II. Studi Pustaka


B. Pradesain Struktur Bawah
Lantai Perkerasan
Batu Pecah
Pelat Injak
Sirtu

0,48 m
0,25 m
1m
0,8 m
0,7 m

5,5 m

0,65 m
1m

2m

1,1 m

2,2 m

5,3 m

Gambar 2.4 Dimensi Abutment

Urugan Biasa

Agregat B 65 cm

AC WC 4 cm
AC BC 5 cm
AC Base 6 cm
Agregat A 20 cm
Agregat B 30 cm
Urugan pilihan 35 cm

Gambar 2.5 Potongan Melintang pada Peninggian Perkerasan


Perencanaan Jembatan Kali Tuntang Desa Pilangwetan Kabupaten

Grobogan

10Unika
Perpustakaan

Bab II. Studi Pustaka

Untuk merencanakan tebal perkerasan beban lalu lintas yang harus


dilewatkan jembatan, data lalu lintas yang digunakan diambil dari survey
yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga.

2.4

Spesifikasi Jembatan
1. jenis jembatan

: rangka baja, RB Spanyol-type A 60


( 178580 ton)

2.

bentang

: 65,00 m

3.

klasifikasi jalan

: jalan kolektor, kelas II A

4.

lebar jembatan

: 9,00 m terdiri dari:

lebar lantai jembatan

: 2 3,5 m

lebar lantai trotoir

: 2 1m

5.

konstruksi atas :
a. pelat lantai kendaraan : beton bertulang, K 300
: tebal = 20 cm
: f y = 240 MPa 12 mm

7.

b. gelagar memanjang

: profil IWF

c. gelagar melintang

: profil IWF

d. rangka baja

: profil IWF

f. ikatan angin atas

: profil siku sama kaki

g. ikatan angin bawah

: profil siku sama kaki

h. shear connector

: profil IWF

konstruksi bawah

a. abuttment

: beton, K 500
: baja, f y = 240 Mpa 12 mm
: baja, f y = 390Mpa D 13 mm

b. pondasi

: tiang pancang beton prestress (40 40) cm


kedalaman tanah keras = 40 meter
K 500

Perencanaan Jembatan Kali Tuntang Desa Pilangwetan Kabupaten

Grobogan

11Unika
Perpustakaan

Bab II. Studi Pustaka


8.

perkerasan jalan :
a. aspal : lapis beton (laston) lapis aus (AC-WC), t = 4 cm
: lapis beton (laston) lapis antara (AC-BC), t = 5 cm
: lapis beton (laston) lapis pondasi (AC-Base), t = 6 cm
b. lapis pondasi bawah

: agregat kelas A, t = 20 cm dengan


nilai CBR rencana 80 %
: agregat kelas B, t = 30 cm dengan
nilai CBR rencana 55 %
urugan pilihan, t = 35 cm

9.

struktur oprit

a. pelat injak

: beton bertulang, K 300

b. dinding penahan tanah : pasangan batu kali


c. oprit jembatan

: tanah urugan dengan tanah = 1,7 t/m3


c = 42 kN/m2 dan geser = 32

2.5.

Pembebanan Jembatan
Muatan- muatan yang mempengaruhi pembebanan jembatan adalah
sebagai berikut:
A

Muatan Primer
Adalah beban yang merupakan beban utama dalam perhitungan
teganagan pada setiap perencanaan jembatan. Menurut PPPJR, 1987,
muatan primer terdiri dari:

1.

Muatan primer / muatan tetap, disebabkan oleh berat sendiri konstruksi


(asumsi dimensi rangka batang jembatan, pelat lantai kendaraan, ikatan
angin, gelagar jembatan).

2.

Muatan bergerak / hidup menurut PPPJJR, 1987 (halaman 5) dibagi


sebagai berikut:
a.

Untuk perhitungan kekuatan lantai kendaraan pada jembatan


harus digunakan beban T. Beban T adalah beban kendaraan

Perencanaan Jembatan Kali Tuntang Desa Pilangwetan Kabupaten

Grobogan

12Unika
Perpustakaan

Bab II. Studi Pustaka

truk yang mempunyai roda ganda sebesar 10 ton dengan ukuran


ukuran yang tertera seperti pada gambar dibawah ini:
dimana:
MS = adalah muatan rencana sumbu ( 20 ton)
275

0,25 Ms

4,00

Ms

5,00

50 175 50

Ms

3,5 m

0,5 Ms

0,5 Ms

0,125 Ms

0,5 Ms

0,5 Ms

0,125 Ms

3,5 m

Gambar 2.6 Beban T


Sumber: PPPJJR (1987)
b. Beban D
Digunakan untuk perhitungan kekuatan gelagar-gelagar harus
digunakan beban D . Beban D atau beban jalur adalah
susunan beban pada setiap jalur lalu lintas yang terdiri dari beban
terbagi rata sebesar q ton/meter panjang per jalur. Besarnya q
adalah:

q = 2,2 t/m
q = 2,2 t/m 1,1

untuk L < 30 m
60

(L 30) t/m

untuk 30 m < L < 60

q = 1,1 (L 30) t/m


L

untuk L > 60 m

: panjang dalam meter

t/m : ton / meter panjang, per jalur


Perencanaan Jembatan Kali Tuntang Desa Pilangwetan Kabupaten

Grobogan

13Unika
Perpustakaan

Bab II. Studi Pustaka

Beban garis P ditentukan menurut PPPJJR, 1987 sebesar 12 ton


yang bekerja sejajar dengan lantai kendaraan. Berdasarkan beban
garis P dan beban terbagi rata q, maka dapat dihitung beban
hidup per meter lebar jembatan sebagai berikut:
q ton / meter
beban terbagi rata =
2,75 meter
P ton
beban garis

=
2,75 meter

angka 2,75 meter diatas selalu tetap dan tidak tergantung pada
lebar jalur lalu lintas.
Ketentuan penggunaan beban D dalam arah melintang jembatan
bila lebih besar dari 5,5 meter, beban D sepenuhnya (100 %)
dibebankan pada lebar jalur 5,5 meter sedang selebihnya dibebani
pada hanya pada separuh beban D (50 %), seperti pada gambar
dibawah ini:

1 /2 q
q

1 /2 q

1 /2 p

Gambar 2.7 Beban D


Sumber: PPPJJR (1987)

Perencanaan Jembatan Kali Tuntang Desa Pilangwetan Kabupaten

Grobogan

1 /2 p

14Unika
Perpustakaan

Bab II. Studi Pustaka

c. Muatan hidup untuk trotoir, kerb dan sandaran adalah 500 kg/m2.
pengaruh muatan trotoir pada gelagar diperhitungkan 0,6 kali
muatan trotoir tersebut (PPPJJR, 1987).
d. Beban Kejut
Untuk memperhitungkan pengaruh-pengaruh getaran dan pengaruh
dinamis lainnya, tegangan tegangan akibat beban garis P
harus dikalikandengan koefisien kejut yang akan memberikan hasil
maksimum, sedangkan beban merata q dan beban T tidak
dikalikan dengan koefisien kejut.
Koefisien kejut menurut PPPJJR, 1987ditentukan dengan rumus:

K =1 +

20
50
L

..........................................(2.1)

Dimana:

B.

: koefisien kejut

: panjang bentang (meter)

Muatan Sekunder
Adalah beban yang merupakan beban sementara yang selalu
diperhitungkan dalam perhitungan tegangan pada setiap perencanaan
jembatan (PPPJJR, 1987). Beban sekunder terdiri dari:

1.

Muatan Angin, disebabkan oleh tekanan angin pada sisi jembatan yang
langsung berhadapan dengan datangnya angin. Pengaruh beban angin
sebesar 150 kg/m2 pada jembatan ditinjau berdasarkan bekerjanya
beban angin horizontal terbagi rata pada bidang vertikal jembatan
dalam arah tegak lurus sumbu memanjang jembatan. Jumlah luas
bidang vertikal bangunan atas jembatan yang dianggap terkena oleh
angin ditetapkan sebesar suatu presentase tertentu terhadap luas
bagian-bagian sisi jembatan dan luas bidang vertikal beban hidup.

Perencanaan Jembatan Kali Tuntang Desa Pilangwetan Kabupaten

Grobogan

15Unika
Perpustakaan

Bab II. Studi Pustaka

Luas bagian-bagian sisi jembatan yang terkena angin dapat


menggunakan ketentuan dalam PPPJJR, 1987 sebagai berikut:
a. Keadaan tanpa beban hidup
1)

Untuk jembatan gelagar penuh diambil 100 % luas bidang


sisi jembatan yang langsung terkena angin, ditambah 50 %
luas bidang sisi lainnya.

2)

Untuk jembatan rangka diambil 30 % luas bagian sisi


jembatan yang langsung terkena angin, ditambah 15 % luas
bidang sisi lainnya.

b. Keadaan dengan beban hidup


1)

Untuk jembatan diambil sebesar 50 % terhadap luas bidang


sisi yang langsung terkena angin.

2)

Untuk beban hidup diambil sebesar 100 % luas bidang sisi


yang langsung terkena angin.

2.

Muatan akibat gaya rem, disebabkan karena beban yang diakibatkan


dari pengereman kendaraan. Pengaruh ini diperhitungkan senilai
dengan pengaruh gaya rem 5 % dari beban D tanpa koefisien kejut
yang memenuhi semua jalur lalu lintas yang ada. Gaya rem tersebut
dianggap bekerja dalam arah sumbu jembatan dengan titik tangkap
setinggi 1,8 meter diatas permukaan lantai kendaraan.

C.

Muatan Khusus
Adalah beban yang merupakan beban-beban khusus untuk perhitungan
tegangan pada perencanaan jembatan (PPPJJR, 1987). Beban khusus
terdiri dari :

1.

Muatan akibat gempa bumi


Disebabkan karena pengaruh gempa di daerah tersebut. Jembatanjembatan yang akan dibangun pada daerah-daerah dimana diperkirakan
terjadi

pengaruh-pengaruh

gempa

bumi,

direncanakan

dengan

menghitung pengaruh-pengaruh gempa bumi tersebut sesuai dengan


Perencanaan Jembatan Kali Tuntang Desa Pilangwetan Kabupaten

Grobogan

16Unika
Perpustakaan

Bab II. Studi Pustaka

buku Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa berdasarkan SNI 031726-2002


2.

Muatan akibat gaya memanjang


Akibat gesekan pada tumpuan yang bergerak terjadi oleh pemuaian
dan penyusutan jembatan atau sebab lain. Jembatan harus pula ditinjau
terhadap gaya yang timbul akibat gesekan pada tumpuan bergerak,
karena adanya pemuaian dan penyusutan dari jembatan akibat
perbedaan suhu dan akibat-akibat lain. Gaya gesek yang timbul hanya
ditinjau akibat beban mati saja, sedang besarnya ditentukan
berdasarkan koefisien gesek pada tumpuan yang bersangkutan.
Menurut PPPJR, 1987 koefisien gesek pada tumpuan memiliki nilai
sebagai berikut:
a. Tumpuan rol baja:
1) Dengan satu atau dua rol

0,01

2) Dengan tiga rol atau lebih

0,05

b. Tumpuan gesekan:
1) Antara baja dengan campuran tembaga keras dan baja 0,15
2) Antara baja dengan baja atau besi tuang

0,25

3) Antara karet dengan baja / beton

0,5-0,18

Tumpuan-tumpuan khusus harus disesuaikan dengan persyaratan


spesifikasi dari pabrik material yang bersangkutan atau didasarkan atas
hasil percobaan dan mendapatkan persetujuan dari pihak berwenang.
3.

Muatan dan gaya selama pelaksanaan


Adalah

gaya-gaya

khusus

yang

timbul

selama

pelaksanaan

pembangunan jembatan yang diatur menurut PPPPJJR, 1987 (berat

crane, alat berat dan sebagainya).


Konstruksi jembatan beserta bagian bagiannya harus ditinjau terhadap
kombinasi pembebanan dan gaya yang mungkin bekerja.

Perencanaan Jembatan Kali Tuntang Desa Pilangwetan Kabupaten

Grobogan

17Unika
Perpustakaan

Bab II. Studi Pustaka


Tabel 2.1 Kombinasi Pembebanan dan Gaya

Tegangan yang digunakan


No

Kombinasi pembebanan dan gaya

Dalam persen terhadap


teganagan izin keadaan
elastis

M + (H + K) + Ta + Tu

100%

II

M + Ta + Ah + Gg + A +SR + Tm

125%

III

Kombinasi I + Rm + Gg + A + SR + Tm + S

140%

IV

M + Gh + Tag + Gg + Ahg + Tu

150%

M + P1

130%

VI

M + (H + K) + Ta + S + Tb

150%

Sumber: PPPJJR (1987)


dimana:
A

= beban angin

Ah

= gaya akibat aliran dan hanyutan

Ahg

= gaya akibat aliran dan hanyutan pada waktu gempa

Gg

= gaya gesek pada tumpuan bergerak

Gh

= gaya horisontal ekivalen akibat gempa bumi

(H + K)

= beban hidup dengan kejut

= beban mati

P1

= gaya-gaya pada waktu pelaksanaan

Rm

= gaya rem

= gaya sentrifugal

SR

= gaya akibat susut dan rangkak

Tm

= gaya akibat perubahan suhu ( selain susut dan rangkak)

Ta

= gaya tekanan tanah

Tag

= gaya tekanan tanah akibat gempa bumi

Tb

= gaya tumbuk

Tu

= gaya angkat

Perencanaan Jembatan Kali Tuntang Desa Pilangwetan Kabupaten

Grobogan

18Unika
Perpustakaan

Bab II. Studi Pustaka


2.6

Dasar Perencanaan
Uraian dalam perencanaan yang dilakukan, antara lain:
1. Perencanaan awal, merupakan studi awal mengenai perencanaan jembatan.
Pada tahap ini termasuk studi kelayakan, penyelidikan dan survey awal.
2. Perencanaan design awal (pradesain gambar dan ukuran)
Perencanaan desain awal merupakan asumsiasumsi (anggapan) yang
mungkin digunakan, namun bila setelah dicheck kestabilan, kekokohan,
keamanan, kelayakan dan kenyamanan konstruksinya tidak memenuhi
maka pradesain ini harus diubah.
3. Data-data yang diperlukan dalam perencanaan jembatan adalah data
topografi dan geometri, elevasi muka air banjir, data lalu lintas dan data
tanah.
4. Muatanmuatan yang mempengaruhi pembebanan jembatan
Untuk merencanakan muatan-muatan pada jembatan menggunakan acuan
Pedoman Perencanaan Pembebanan Jembatan Jalan Raya (1987).
5. Pehitungan

mekanika

(struktur)

dengan

menggunakan Structural

Analysis Program (SAP) dan perhitungan garis pengaruh terhadap


pengaruh muatan yang bergerak. Program yang digunakan untuk analisa
tersebut adalah SAP 2000.
6.

Pengecekan pemenuhan syarat pradesain (desain awal) direncanakan


berdasarkan buku Tata Cara Perencanaan Struktur Baja SNI 03-17292002, terdiri dari:
a. Gelagar memanjang,
Gelagar memanjang merupakan gelagar yang berada dibawah lantai
kendaraan searah dengan sumbu jalan untuk menahan beban diatasnya
yang merupakan beban dari lantai kendaraan dan muatan hidup (beban
lalu lintas) yang berada diatasnya.
b. Gelagar melintang,
Gelagar melintang merupakan gelagar yang berada dibawah lantai
kendaraan melintang dengan sumbu jalan untuk menahan beban
Perencanaan Jembatan Kali Tuntang Desa Pilangwetan Kabupaten

Grobogan

Bab II. Studi Pustaka

19Unika
Perpustakaan

diatasnya yang merupkan beban dari lantai kendaraan, beban gelagar


memanjang dan muatan hidup (beban lalu lintas) yang berada
diatasnya.
c. Ikatan angin,
Berfungsi untuk mengakukan konstruksi, mengurangi getaran dan
menjaga agar terus tetap tegak, mencegah runtuhnya jembatan;
misalnya akibat adanya gaya lateral yang ditimbulkan angin dari tepi.
d. Rangka jembatan.
Rangka jembatan merupakan rangka utama dimana untuk menahan
beban-beban yang terjadi. Rangka jembatan tersebut menahan bebanbeban yang terjadi diatasnya dan termasuk dari berat sendiri rangka
jembatan serta menyalurkan segala muatan ke kepala jembatan atau
pilar-pilar.
7. Penulangan pelat lantai kendaraan
Pelat lantai kendaraan merupakan suatu pelat dimana untuk menahan
beban lalu lintas yang berjalan diatasnya dan dalam merencanakan pelat
lantai kendaraan mengacu pada Tata Cara Perhitungan Struktur Beton SNI
03-2847-2002 dan Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBI) 1971.
8. Perhitungan sambungan sambungan baja
Sambungan pada jembatan baja menggunakan baut mutu tinggi ( high

strength ) dengan tipe baut A-325. Acuan untuk sambungan diambil dari
buku Tata Cara Perencanaan Struktur Baja SNI 03-1729-2002.
9. Perencanaan abuttment dan Perletakkan

Abuttment merupakan kontruksi struktur bawah yang berfungsi sebagai


penopang dari konstruksi struktur atas (rangka jembatan) dengan
menyalurkan gaya gaya dari konstruksi diatasnya ke dalam tanah yang
mendukungnya melalui pondasi pondasi yang berada dibawah

abuttment.

Perencanaan Jembatan Kali Tuntang Desa Pilangwetan Kabupaten

Grobogan

20Unika
Perpustakaan

Bab II. Studi Pustaka


10. Perencanaan oprit jembatan

Oprit jembatan merupakan bangunan pendukung yang berisikan tanah


urugan dimana berfungsi untuk kenyamanan kendaraan pada saat
memasuki jembatan sehingga jalan menuju jembatan dapat memiliki
kelandaian yang baik sehingga kendaraan dapat terasa aman dan nyaman.
11. Gambar design jembatan
Merupakan gambargambar hasil perhitungan dimana sebagai acuan dan
pedoman untuk masuk ke tahapan konstruksi agar didapatkan suatu
bangunan fisik yang sesuai dengan perencanaan.
12. Rencana Anggaran biaya dan Nettwork Planning
Merupakan suatu estimasi biaya dan perkiraan waktu yang dibutuhkan
untuk menyelesaikan bangunan jembatan ke bentuk fisik yang sesuai dari
perencanaan.

2.7

Rumus Perhitungan

A. Perhitungan Struktur Atas


1. Pelat Lantai Kendaraan
A. Pembebanan Pelat Lantai Kendaraan
Menurut PPPJJR 1987 pembebanan pelat lantai kendaraan meliputi :
A.1 Beban hidup (beban T),
A.2 Beban mati.
B. Penulangan Pelat Lantai Kendaraan
B.1

Tinggi Efektif
= h s 0,5 (tp)

dengan :
d

= tinggi efektif (mm),

= tebal selimut (mm),

= tinggi penampang (mm),

tp = diameter tulangan pokok (mm).

Perencanaan Jembatan Kali Tuntang Desa Pilangwetan Kabupaten

Grobogan

21Unika
Perpustakaan

Bab II. Studi Pustaka


B.2

Momen Ultimit
Mu = (1,2M deadload )+(1,6M liveload )

B.3

.............................(2.2)

Penulangan Pelat Lantai Kendaraan

Mn =

Mu
0,8

..............................(2.3)

Mn = 0,85 f c a b (d a ) .............................(2.4)
Cc = Ts = As fy

As

............................(2.5)

0,85 f c a b

.............................(2.6)

fy

1000
jarak = As tul
As

.............................(2.7)

dengan :
Mn

= momen nominal (Nmm),

Mu

= momen ultimit (Nmm),

f c

= kuat tekan karakteristik beton (N/mm2),

= tinggi efektif (mm),

= tinggi gaya tekan (mm),

= lebar penampang (mm),

As

= luas penampang tulangan (mm2),

tp = diameter tulangan pokok (mm).

2. Rangka
A. Komponen Struktur Tarik
Syarat desain komponen struktur tarik: Tu Tn

ada 3 macam kondisi keruntuhan yang mungkin terjadi:


1)

Leleh: Tn = 0,90 Ag f

2)

Fraktur: Tn = 0,75 An U f

...(2.8)
u

...............................(2.9)

Perencanaan Jembatan Kali Tuntang Desa Pilangwetan Kabupaten

Grobogan

22Unika
Perpustakaan

Bab II. Studi Pustaka

3)

Geser blok:
a. Geser leleh tarik fraktur ( f

Tn = 0,75 (0,6 f

Ant 0,6 f

Agv + f

b. Geser fraktur tarik leleh ( f

Ant) ..................(2.10)

Ant 0,6 f

Tn = 0,75 (0,6 f u Anv + f

Anv )

Anv )

Agt) ..................(2.11)

dengan:
Tn = tahanan nominal (Newton),
Ag = luas penampang kotor (mm2)
f y = tegangan leleh (MPa)
An = luas netto penampang (mm2)
f u = tegangan putus (Mpa)
Agv = luas kotor akibat geser
Anv = luas bersih akibat geser
Agt = luas kotor akibat tarik
Ant =luas bersih akibat tarik
B. Komponen Struktur Tekan

Syarat desain komponen struktur tekan: N U < C N n (2.12)


dengan c

= 0,85

NU

= beban terfaktor

Nn

= kuat tekan nominal komponen struktur = Ag f cr

Daya dukung nominal Nn:


N n = Ag f cr = Ag

fy

..(2.13)

Dengan besarnya ditentukan oleh c , yaitu:


Untuk c < 0,25

maka = 1

Untuk 0,25 < c < 1,2

maka =

1,43
1,6 0,67c

(2.14)

Perencanaan Jembatan Kali Tuntang Desa Pilangwetan Kabupaten

Grobogan

23Unika
Perpustakaan

Bab II. Studi Pustaka

Untuk c >1,2

...........(2.15)

= kuat tekan nominal komponen struktur = Ag f cr

Nn

c =

maka = 1,25 c

fy

(2.16)

c = parameter kelangsingan batang tekan


3. Gelagar Memanjang dan Melintang
3.1 Gelagar Memanjang

..................................(2.17), dengan = 0,9

Syarat desain: M n > M u

Cek profil (penampang kompak atau tidak kompak)

f =

w =

b
2t f

170

370

d 2(t f + ro )

1680

f y fr

fy

tw

.(2.18)

2550

fy

fy

Penampang kompak jika < p dan r


Z X = b t f (d t f ) +

1
t w (d 2t f ) 2
4

...(2.19)

Untuk penampang kompak Mp = Mn


M p = fy Zx

.(2.20)

Mp = Mn, M n > M u

....................................(2.21)

Untuk penampang tidak kompak


M p = fy Zx
M r = ( f y f r ) S x , dimana Sx =

Mn =

.....(2.22)
Ix
d
2

p
r
Mp +
Mr
r p
r p

..(2.23)

..(2.24)

Perencanaan Jembatan Kali Tuntang Desa Pilangwetan Kabupaten

Grobogan

24Unika
Perpustakaan

Bab II. Studi Pustaka

dengan: Mn = kuat lentur nominal (Nmm)


Mu = momen lentur akibat beban terfaktor (Nmm)
Mr = momen batas tekuk
Mp = momen

lentur

yang

menyebabkan

seluruh

penampang

mengalami tegangan leleh

p = batas perbandingan lebar terhadap tebal untuk penampang


kompak

r = batas perbandingan lebar terhadap tebal untuk penampang tidak


kompak
Selain memikul momen lentur, suatu balok umumnya juga memikul geser. Syarat
desain kuat geser suatu balok adalah Vu 0,9 Vn .(2.25)
Vn = 0,6 f yw Aw
berlaku jika

(2.26)

h 1100

tw
f yw

(2.27)

dengan:
f yw = kuat leleh badan
Aw = luas penampang badan = d t w

3.2 Gelagar Melintang

Syarat desain M n > M u

..................................(2.17), dengan = 0,9

My adalah momen lentur yang menyebabkan penampang mulai mengalami


tegangan leleh, yaitu diambil sama dengan fyS dan S adalah modulus
penampang elastis.
Mp adalah momen lentur yang menyebabkan seluruh penampang mengalami
tegangan leleh, yaitu harus diambil lebih kecil dari fyZ atau 1,5 My dan Z
adalah modulus penampang elastis.
Mr adalah momen batas tekuk diambil sama dengan S(fy-Fr) dan fr adalah
tegangan sisa.
Perencanaan Jembatan Kali Tuntang Desa Pilangwetan Kabupaten

Grobogan

25Unika
Perpustakaan

Bab II. Studi Pustaka


Tabel 2.2 Bentang untuk Pengekang Lateral

Profil

Lp

Profil-I dan kanal ganda

Lr

ry =

X
2
ry 1 1 + 1 + X 2 f L ,
fL

E
, dengan
fy

1,76 ry

Iy
A

, adalah jari-jari

girasi thd sumbu lemah

dengan f L = f y f r
X1 =

EGJA
2
2

S IW
, dengan
X2 = 4

GJ I y
Iw adalah konstanta puntir
lengkung.
J adalah konstanta puntir
torsi.
Profil kotak pejal /
berongga

0,13 Ery

JA
MP

2 Ery

JA
Mr

Sumber: SNI 03-1729-2002, Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk


Bangunan Gedung

a. Bentang Pendek
Syarat L Lp, kuat nominal komponen struktur terhadap momen lentur adalah:
.........................................................(2.28)

Mn = Mp
b. Bentang Menengah

syarat: Lp L Lr, kuat nominal komponen struktur terhadap momen lentur


adalah:

(L L )
Mn = Cb M r + (M P M r ) r
MP
(Lr LP )

....................................(2.29)

c. Bentang Panjang
syarat: Lr L, kuat nominal komponen struktur terhadap momen lentur adalah:
Mn = Mcr Mp

.........................................................(2.30)

Perencanaan Jembatan Kali Tuntang Desa Pilangwetan Kabupaten

Grobogan

26Unika
Perpustakaan

Bab II. Studi Pustaka

Cb = 2,5M max

12.5 M max
2,3
+ 3M a + 4M b + 3M c

Dengan Mmax adalah momen maksimum pada bentang yang ditinjau, serta Ma, Mb,
Mc adalah masing-masing momen pada 1/4 bentang, tengah bentang dan 3/4
bentang komponen struktur pada bentang yang ditinjau.

Tabel 2.3 Momen Kritis untuk Tekuk Lateral

Profil

Mcr

Profil I dan kanal ganda

E
Cb
EI y GJ I y I w
L
L

Profil kotak pejal / berongga

2C b E

JA
L
ry

Sumber: SNI 03-1729-2002, Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk


Bangunan Gedung
4. Perhitungan Sambungan
A. Sambungan Baut

Tahanan baut
Geser: Rn = m r1 f

Ab

Tumpu: Rn = 2,4 db tp f
Tarik: Rn = f

Ab

Pu = 1,2 Pdl + 1,6 Pll


Jumlah total baut:

Pu
Rn

........................................(2.31)
......................................(2.32)
.....................................(2.33)
......................................(2.34)
.......................................(2.35)

dengan:

= faktor reduksi = 0,75,

Rn

= kuat nominal baut (kg),

f ub

= kuat tarik baut,


= 825 MPa (untuk baut mutu tinggi jenis A325),

Perencanaan Jembatan Kali Tuntang Desa Pilangwetan Kabupaten

Grobogan

27Unika
Perpustakaan

Bab II. Studi Pustaka

= jumlah bidang geser,

Ab

= luas bruto penampang baut pada daerah tak berulir (mm2),

= gaya yang bekerja pada profil (N),

= jumlah baut.

r1

= 0,50 untuk baut tanpa ulir pada bidang geser

r1

= 0,40 untuk baut dengan ulir pada bidang geser

db

= diameter baut pada daerah tak berulir

tp

= tebal pelat

B. Sambungan Las

persyaratan sambungan las: Rnw Ru


Macam sambungan las:
1. las tumpul
a. bila sambungan dibebani gaya tarik atau tekan aksial, maka:

Rnw = 0,90 te f

............................................(2.36)

yw

b. bila sambungan dibebani gaya geser, maka:

Rnw = 0,80 te 0,6 f

uw

............................................(2.37)

Dengan f y dan f u adalah kuat leleh dan kuat tarik putus


2. las sudut

Rnw = 0,75 te 0,6 f

uw

............................................(2.38)

3. las baji dan pasak

Rnw = 0,75 f

uw

0,6 Aw

............................................(2.39)

dengan:
Aw

uw

= luas geser efektif las


= kuat tarik putus logam las

Perencanaan Jembatan Kali Tuntang Desa Pilangwetan Kabupaten

Grobogan

28Unika
Perpustakaan

Bab II. Studi Pustaka


Tabel 2.2 Ukuran minimum las sudut

Tebal pelat (mm)

Ukuran minimum las sudut (mm)

t 7

7 t 10

10 t 15

15 t

Sumber: SNI 03-1729-2002, Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk


Bangunan Gedung

Pembatasan ukuran maksimum las sudut:


a. untuk komponen dengan tebal kurang dari 6,4 mm, diambil setebal
komponen,
b. untuk komponen dengan tebal 6,4 mm atau lebih, diambil 1,6 mm
kurang dari tebal komponen
5. Ikatan Angin
A. Pembebanan Ikatan Angin

Menurut PPPJJR 1987, pembebanan ikatan angin meliputi :


A.1 Beban mati (berat sendiri)
A.2 Muatan angin (150 kg/m2)
A.3 Beban hidup.

B. Perhitungan Struktur Bawah


1. Perhitungan Abuttment
A. Dimensi Abuttment

B. Pembebanan Abuttment
a) Gaya Akibat Beban Struktur Atas ( Beban Mati dan Beban Hidup )
b) Gaya Akibat Berat sendiri Abuttment
c) Gaya Akibat Beban Tekanan Tanah Aktif
d) Gaya Akibat Rem dan Traksi
e) Gaya Akibat Gesekan
f) Gaya Akibat Beban Gempa pada Abuttment
Perencanaan Jembatan Kali Tuntang Desa Pilangwetan Kabupaten

Grobogan

29Unika
Perpustakaan

Bab II. Studi Pustaka

g) Gaya Akibat Beban Gempa pada Konstruksi Atas


h) Gaya Akibat Beban Angin
C. Penulangan Abuttment
Pu = 1,2 PDL + 1,6 PLL
Mu = 1,2 MDL + 1,6 MLL

...................................................(2.40)
....................................................(2.41)

Mu
Pu

....................................................(2.42)

xb =

600 d
600 + fy

......................................................(2.43)

ab

= 1 xb

......................................................(2.44)

e =

f s = 2.10 5 0,003

( xb d s )
xb

.....................................................(2.45)

f s > fy Gunakan f s = fy
Pnb = 0,85 fc b ab + As f s As fy

......................................(2.46)

h
h
h a
Mnb=0,85 fc b ab ( b ) + As f s ( d ) +As fy(d- ) ..(2.47)
2 2
2
2
eb =

M nb
e Keruntuhan tarik ................................................(2.48)
Pnb

h 2e
h 2e 2
d
Pn = 0,85 f c b d (
)+ (
) + 2 m (1 ) ....(2.49)
d
2d
2d

Jika eb > e
Pn =

Keruntuhan desak

As f y
f c b h
+
3 h e
e
+ 0,5
+ 1,18
2
d d
d

..........................................(2.50)

.................................................(2.51)

Perencanaan Jembatan Kali Tuntang Desa Pilangwetan Kabupaten

Grobogan

30Unika
Perpustakaan

Bab II. Studi Pustaka

dengan:
Pu

= beban ultimit (ton),

Mu

= momen ultimit (tm),

PDL = beban mati (ton),


PLL = beban hidup (ton),
MDL = momen akibat beban mati (tm),
MLL = momen akibat beban hidup (tm),
e

= eksentrisitas (m),

= lebar penampang (m),

= tinggi penampang (m),

As

= luasan area yang mengalami desak (m2),

As

= luasan area yang mengalami tarik (m2),

Pnb

= kuat beban aksial nominal balance (ton),

f c
xb

= kuat tekan karakteristik beton (MPa),


= jarak dari serat terluar ke garis netral untuk kondisi
tegangan batas (mm),

d'

= jarak titik berat tulangan tekan ke tepi beton yang


mengalami tekan (mm),

= jarak titik berat tulangan tarik ke tepi beton yang


mengalami tekan (mm),

eb

= eksentrisitas balanced (mm),

ab

= tinggi blok tegangan tekan persegi ekivalen beton (mm),

= faktor reduksi tinggi blok tegangan tekan ekivalen beton,

fy

= tegangan leleh baja (MPa).

2. Penulangan Wing Wall dan Pelat Injak

Mn = 0,85 f c a b ( d a )
Cc = Ts = As fy

.(2.4)
......................................(2.5)

Perencanaan Jembatan Kali Tuntang Desa Pilangwetan Kabupaten

Grobogan

31Unika
Perpustakaan

Bab II. Studi Pustaka


As

0,85 f c a b

........................................(2.6)

fy

1000
jarak = As tul
As

........................................(2.7)

dengan :
= momen nominal (Nmm),

Mn
f c

= kuat tekan karakteristik beton (N/mm2),

= tinggi efektif (mm),

= tinggi gaya tekan (mm),

= lebar penampang (mm),

As

= luas penampang tulangan yang dibutuhkan (mm2),

tp = diameter tulangan pokok (mm).

3. Perhitungan Pondasi Abuttment

A. Daya Dukung Tiang Pancang terhadap Kekuatan Tanah


[Sardjono, 1984]
Q

= n Q

pg

...................................................................(2.52)

Daya dukung tiang (single) dicari dengan metode Briaud :


q p = 19 , 7 r ( N 60 )

0 , 36

f s = 0 , 224 r ( N 60 )

0 , 29

....................................................... (2.53)
.................................................... (2.54)

Q p = q p Ap

........................................................................ (2.55)

Qs = f s As

....................................................................... (2.56)

Q=

Qp + Qs
SF

......................................................................(2.57)

dengan :
n

= banyaknya tiang dalam satu kelompok tiang,

= daya dukung satu tiang (single) (ton),

Perencanaan Jembatan Kali Tuntang Desa Pilangwetan Kabupaten

Grobogan

32Unika
Perpustakaan

Bab II. Studi Pustaka

Q pg = daya dukung pile groups (ton),


qp

= end bearing (kN/m2),

Qp

= daya dukung end bearing (ton),

qs

= skin friction (kN/m2),

Qs

= daya dukung skin friction (ton),

SF

= faktor keamanan,

Ap

= luas penampang tiang (m2),

As

= luas selimut tiang (m2),

= 100 kN/m2.

B. Menentukan Jarak Antar Tiang dalam Kelompok


s 2,5 D
s 3D
dengan :
s

= jarak antar tiang pancang dalam kelompok (cm)

= diameter tiang pancang (cm)

C. Efisiensi Tiang Pancang ( )


Rumus Converse-Labarre :

= 1

90

( n 1) m + ( m 1) n

............................(2.58)
m n

dengan :

= efisiensi tiang pancang (%),

= arc tan d/s (dalam derajat),

= diameter tiang pancang (cm),

= jarak antar tiang dari as ke as tiang (cm),

= banyaknya baris,

= banyaknya tiang pancang per baris

Perencanaan Jembatan Kali Tuntang Desa Pilangwetan Kabupaten

Grobogan

33Unika
Perpustakaan

Bab II. Studi Pustaka

D. Check Beban yang Dipikul Tiang Pancang


[Sardjono, 1984]
V=P
My
Mx
V= P

Gambar 2.8 Gaya dan Momen yang Bekerja pada Piles Group

P max

M
V

n
n

max
2

max
2

..............(2.59)

dengan :
Pmax = beban maksimum yang diterima oleh tiang pancang (ton),
V = jumlah total beban normal (ton),

Mx

= momen pada bidang tegak lurus sumbu x (tm),

My

= momen pada bidang tegak lurus sumbu y (tm),

= banyaknya tiang pancang dalam kelompok tiang,

Xmax = absis terjauh tiang pancang terhadap titik berat kelompok


tiang (m),
Ymax = ordinat terjauh tiang pancang terhadap titik berat kelompok
tiang (m),
ny

= banyaknya tiang pancang dalam satu baris dalam arah


sumbu x,

nx

= banyaknya tiang pancang dalam satu baris dalam arah


sumbu y.

Perencanaan Jembatan Kali Tuntang Desa Pilangwetan Kabupaten

Grobogan

34Unika
Perpustakaan

Bab II. Studi Pustaka


4. Penulangan Poer Abuttment

Mn = 0,85 f c a b ( d a )

.(2.4)

Cc = Ts = As fy

.................................................(2.5)

As

0,85 f c a b

................................................(2.6)

fy

1000
jarak = As tul
As

.................................................(2.7)

dengan :
Mn
f c

= momen nominal (Nmm),


= kuat tekan karakteristik beton (N/mm2),

= tinggi efektif (mm),

= tinggi gaya tekan (mm),

= lebar penampang (mm),

As = luas penampang tulangan yang dibutuhkan (mm2),


tp = diameter tulangan pokok (mm).

5. Bangunan Pelengkap
A. Perencanaan Dinding Penahan Tanah
(Mekanika tanah II, Hary Christady Hardiyatmo)
q

Pah1

Pah2

Pp

Perencanaan Jembatan Kali Tuntang Desa Pilangwetan Kabupaten

Grobogan

35Unika
Perpustakaan

Bab II. Studi Pustaka

A. Kontrol Terhadap Guling


Jumlah momen yang melawan guling
1,5 dan 2 untuk tanah

SF =
Jumlah momen guling

kohesif
................................(2.60)

B. Kontrol Terhadap Geser


Jumlah gaya yang menahan
SF =
Jumlah gaya yang mendorong

1,5 dan 2 untuk urugan kohesif


.......................................(2.61)

C. Eksentrisitas
jumlah momen - momen guling
R
e = ( B)-x

..........................(2.62)

x=

B
6

........................(2.63)
..........................(2.64)

D. Kontrol Terhadap Settlement


q ult = c Nc + D Nq + B N

qsafe =

qult
SF

......................(2.65)

...........................(2.66)

dengan :
B = lebar atau dimensi pondasi (m),
H = kedalaman dinding penahan tanah (m),
D = kedalaman pondasi (m),
e = eksentrisitas (m),
Perencanaan Jembatan Kali Tuntang Desa Pilangwetan Kabupaten

Grobogan

36Unika
Perpustakaan

Bab II. Studi Pustaka

c = kohesi,
x = jarak dari pusat guling ke resultante (m),
w = berat sendiri dinding penahan tanah (ton),
Pa = tekanan tanah aktif (ton/m),
Pp = tekanan tanah pasif (ton/m),
k a = koefisien tekanan tanah aktif,
k p = koefisien tekanan tanah pasif,
q = daya dukung tanah (ton/m2),

= berat volume tanah (ton/m3),


N c , N q , N = faktor daya dukung tanah (tabel Terzaghi)

6. Perhitungan Perkerasan

A. Perhitungan Angka Ekivalen ( E )


B. Koefisien Distribusi Kendaraan ( C ), yang disesuaikan dengan petunjuk
Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya ( PTPLJR ) 1987.
C. Lintas Ekivalen Permulaan ( LEP)
n

LEP

LHR

C j E

j= 1

.........................(2.67)

D. Lintas Ekivalen Akhir (LEA)

LEA

LHR

(1 + i)

UR

Cj Ej

j=1

...........................(2.68)

E. Lintas Ekivalen Tengah (LET)


LET

= (LEP + LEA)

............................(2.69)

F. Lintas Ekivalen Rencana (LER)


LER

= LET

Umur

Rencana
10

..............(2.70)

Perencanaan Jembatan Kali Tuntang Desa Pilangwetan Kabupaten

Grobogan

37Unika
Perpustakaan

Bab II. Studi Pustaka

G. Indeks Tebal Perkerasan (ITP)


DDT = 4,3 log (CBR)+1,7

...........................(2.71)

Dari nomogram diperoleh ITP:


ITP = a1D1 + a2D2 + a3D3m3 + a4D4m4 , didapatkan D4 .......(2.72)
dengan :
j

= jenis kendaraan,

= perkembangan lalu lintas,

a1, a 2, a3

= koefisien kekuatan relatif bahan perkerasan,

D1 , D2, D3

= tebal masing-masing lapis perkerasan (cm).

Angka 1,2,dan 3 masing-masing untuk lapis permukaan, lapis


pondasi, dan lapis pondasi bawah.

Perencanaan Jembatan Kali Tuntang Desa Pilangwetan Kabupaten

Grobogan

38Unika
Perpustakaan

Bab II. Studi Pustaka


2.8

Metodologi Perencanaan Jembatan

Metodologi Perencanaan jembatan Kali Tuntang dapat digambarkan pada


bagan alir dibawah ini:
Pelat lantai

DataJembatan:

Gelagar memanjang
Konstruksi
Atas

Gelagar Melintang

Rangka Baja

Abutment
Konstruksi
Bawah
Pondasi

Struktur Oprit

1.
2.
3.
4.

Pelat Injak
Dinding Sayap
Dinding Penahan Tanah
Perkerasan

Gambar
Jembatan

RKS

Rencana Anggaran Biaya

Kurva S dan Time Schedule


Gambar 2.9 Diagram Alir Perencanaan Struktur

Perencanaan Jembatan Kali Tuntang Desa Pilangwetan Kabupaten

Grobogan

Ikatan Angin

Tiang
Sandaran

Bab II. Studi Pustaka


2.9

39Unika
Perpustakaan

Metode Perhitungan

1. Perhitungan analisa struktur, menggunakan SAP 2000 dan garis pengaruh


beban berjalan,
2. Perhitungan struktur jembatan dibagi menjadi tiga bagian:
a. Perhitungan struktur atas jembatan meliputi: pelat lantai kendaraan,
gelagar jembatan, ikatan angin, rangka baja serta landasan jembatan,
b. Perhitungan struktur bawah jembatan meliputi: perhitungan abuttment
dan pondasi tiang pancang,
c. Perhitungan struktur oprit yang meliputi:
1. Dinding penahan tanah,
2. Dinding sayap (wing wall),
3. Perhitungan pelat injak,
4. Perkerasan.
3. Perhitungan Tebal Perkerasan dengan metode analisa komponen (PPPJJR,
1987).

Perencanaan Jembatan Kali Tuntang Desa Pilangwetan Kabupaten

Grobogan

40
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

BAB III
PERHITUNGAN STRUKTUR
3.1 PERHITUNGAN STRUKTUR ATAS
3.1.1 Perhitungan Pipa Sandaran
Sebagai pipa sandaran pada jembatan ini , digunakan pipa baja dengan

f y = 290 MPa, yang dikaitkan pada bentang diagonal dan vertikal dengan tinggi
90 cm di atas lantai trotoir. Beban yang bekerja pada sandaran ini adalah muatan
horisontal sebesar 200 kg/m.

Pipa
Sandaran

Pipa
Sandaran

6,35
m
0,9 m
0,25 m 2,15 m
0,2 m

2,15 m

0,8 m
a

7
9m

Gambar 3.1 Posisi Pipa Sandaran


L = 2,5 m
Panjang pipa sandaran, l = (L - a) m, dari perbandingan segitiga didapat:
a
2,15
=
, a = 0,846 m
2,5 6,35
l = 2,5 0,846
= 1,654 m
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut
Kabupaten Semarang

41
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

Momen maksimum sandaran yang terjadi di tengah pipa sebesar :


M max = 1 q l 2
8
= 1 200 1,654 2 = 68,393 kgm = 6839,3 kgcm
8
M u = 1,6 6839,3 9,8 10 = 1072402,24 Nmm
Dipakai pipa sandaran dengan dimensi :
diameter luar (D) = 48,6 mm

tebal = 3,2 mm

diameter dalam (d) = 48,6 (2 3,2) = 42,2 mm

luas = 4,564 cm2

Zx = t d 2

= 3,2 48,6 2 =7558,272 mm3


Mn = Zx fy
M n = 7558,272 290 = 2191898,88 Nmm
Mu
1072402,24
=
= 0,54 < 1 Ok!
M n 2191898,88

3.1.2 Perhitungan Pelat Lantai Kendaraan


Desain data-data:
1. T-load = 10 ton (PPPJJR hal 5)
2. Area Sentuh = 0,3 m (aa) (PPPJJR hal 6)
0,5 m (bb) (PPPJJR hal 6)
3. Beban hidup, dari PPPJJR q = 500 kg/m2 dan muatan rencana sumbu = 20 ton
4.

f c ' = 30 Mpa

5.

f y = 240 Mpa

a. Beban mati
Berat sendiri pelat = 0,2 2,4 ton/m3 = 0,48 ton/m2
Berat aspal beton

= 0,15 2,4 ton/m3 = 0,36 ton/m2 +


q DL

= 0,84 ton/m2

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

42
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

b. Traffic load (beban lalu lintas)

b2

a1
45 45

0,2

45

45

bb'

aa'

Gambar 3.2 Area Sentuh


Area Sentuh

0,2

aa = a1 + 20,05 +
2

= 0,3 + 0,3 = 0,6 m


0,2

bb = b2 + 20,05 +
2

= 0,5 + 0,3 = 0,8 m


Traffic load =

T load
A

A = aa bb
= 0,6 0,8 = 0,48 m2

Traffic load =

10
T load
= 20,833 ton/m2
=
A
0,48

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

0,05
aspal
0,1
beton
bertulang

43
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

275

5,00

4,00
0,25 Ms

50 175 50

Ms

Ms

3,5 m

0,5 Ms

0,5 Ms

0,125 Ms

0,5 Ms

0,5 Ms

0,125 Ms

Gambar 3.3 Beban T


Sumber: PPPJJR, 1987
Kondisi I ( satu roda pada tengah pelat )

2m

1,75 m

1,75 m

1,75 m

1,75 m

Gambar 3.4 Pembebanan kondisi I

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

3,5 m

44
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

45

45

Gambar 3.5 Area Sentuh Kondisi I

WL =

0,125Ms
0,125 20000
= 5208,333 kg/m2
=
A
0,48
= 5,208 ton/m2 ( per 1meter pias )

Kondisi II ( dua roda dengan jarak 1 meter di tengah pelat )

2m

2m

1m

2m

2m

2m

2m

Gambar 3.6 Pembebanan kondisi II

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

45
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

100 cm

45

40

45

20

40

Gambar 3.7 Area Sentuh Kondisi II

WL =

0,5Ms
0,5 20000
=
= 10416,667 kg/m2
2A
2 0,48
= 10,417 ton/m2 ( per 1meter pias )

Beban hidup
q LL = Berat kendaraan + Berat air = 10,417 ton/m2 + 0,1 ton/m2 = 10,517 ton/m2

Jadi: q DL = 0,84 ton/m2


q LL = 10,517 ton/m2

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

46
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

q dl = 0,84 t/m

2m

2m

2m

2m

Gambar 3.8 Beban mati kendaraan

q ll = 10,57 t/m

2m

2m

2m

2m

Gambar 3.9 Beban hidup kendaraan

Dengan menggunakan metode SAP, maka didapat:


M DL

= 0,42 ton m

M LL

= 5.285 ton m

Mu

= 1,2 M DL + 1,6 M LL
= (1,2 0,42) + (1,6 5,285) 8.456

Mu

lx

= 8,96 ton m
=2m
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut
Kabupaten Semarang

47
Bab III Perhitungan Struktur

ly
ly
lx

Perpustakaan Unika

=5m
=

5
2

= 2,5 > 2,5 (one way slab)

= h selimut ( 1 tulangan )
2
= 200 20 ( 1 16 )
2
= 172 mm

Mn

Mu

8,96 10 7
0,9

= 99555555,5 Nmm
Mn

= 0,85 a b fc ( d - 1 a)
2

99555555,5

= 0,85 a 1000 30 (172 - 1

99555555,5

= 4386000 a 12750 a2

a)

4386000 a 12750 a2 99555555,5 = 0


a1

= 24,434 mm

a2

= 319,566 mm

dipakai a = 24,434 mm
Cc = Ts = As fy
0,85 a b fc

= As fy

0,85 24,434 1000 30 = As 240


As

= 2596,1125 mm2

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

48
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

Cek As min:

As min1=
=

f 'c

0,5

b dx
4 fy

As min1=

30 0,5 1000 95
4 240

= 542,017 mm2

1,4 b d x
fy
1,4 1000 95
240

= 554,167 mm2

Dipakai As = 2596,1125 mm2, dipakai D16


s

1 2 1000
= 4
As

1 16 2 1000
= 4
2596,1125
= 77,44731 mm ~ 80 mm
Jadi dipakai D16-80mm

As Tulangan susut = 20% As


= 20% 2596,1125
= 519,2225 mm2
Dipakai diameter 10mm

1 2 1000
= 4
As

1 10 2 1000
= 4
519,2225

= 151,264 mm ~ 180 mm

Jadi dipakai 10-180 mm

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

49
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

3.1.3 Perhitungan Gelagar Memanjang

Gelagar memanjang direncanakan untuk memenuhi dua jalur (7 meter)


dengan dua trotoir @ 1 meter, gelagar memanjang memiliki bentang 5
meter.
Pembebanan Gelagar Memanjang
1.

Beban Mati:

berat pelat lantai

= 2 m 0.2 m 2,4 ton/m3

= 0,96 ton/m

berat aspal beton

= 2 m 0,15 m 2,4 ton/m3

= 0,72 ton/m

berat sendiri profil IWF 450.200.9.14

= 0,076 ton/m
+
q DL = 1,756 ton/m

catatan : dalam PPPJJR 1987, tebal aspal yang direncanakan 5 cm, namun
dalam pelaksanaan dipakai aspal dengan tebal 15 cm.

RA

5 meter

RB

Gambar 3.10 Reaksi tumpuan

RA = RB = 4,39 ton

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

50
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

Gelagar yang letaknya di tepi:

{[ 2]+ 1} 0,2m 2,4ton / m

a) Berat pelat beton : 2


b) Berat aspal

= 0,96 ton/m

: 0,875m 0,15m 2,4 t/m3

= 0,315 ton/m

c) Berat profil IWF 450.200.9.14 : 76 kg/m

= 0,076 ton/m

: 1 0,25 0,4

d) Berat trotoir

= 0,6

ton/m
+

q DL = 1,951 ton/m

RA = RB = 1/2 1, 951 5 = 4,878 ton


2.

Beban Hidup

Berdasarkan PPPJJR 1987, beban D atau beban jalur adalah susunan


beban setiap jalur lalu lintas yang terdiri dari beban terbagi rata sebesar
q dan beban P per jalur lalu lintas.
PPPJJR hlm 10.2
Koefisien kejut (K) = 1 +
= 1+

20
50 + l
20
= 1,36
50 + 5

Di dalam Jalur
Beban merata (PPPJJR hlm 7.2.4.a)

Q = 1,1( L +
Q = 1,1(1 +

30
)ton / m
L

30
)
70

Q = 1,571 ton/m
koefisien (K)

= 1,36

PPPJJR hlm 8.c

Beban terbagi rata =

q ton
m
2,75

Beban garis

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

P
ton
2,75

51
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

PPPJJR hlm 19.a

Gelagar hidup yang diterima oleh tiap gelagar tengah sbb:


Beban merata : q
Beban garis

: q =

q
S
2,75
p
S
2,75

= jarak gelagar yang berdekatan (dari sumbu ke sumbu)

= 0,75 bila kekuatan gelagar melintang diperhitungkan

= 1,00 bila kekuatan gelagar melintang tidak diperhitungkan

a. Beban merata

q =

Q
l
2,75
=

1,571
2 = 1,143 ton/m
2,75

b. beban garis

P = 12 ton/lajur
p =

P
lk
2,75

p =

12
2 1,36 = 11,87 ton
2,75

Di luar Jalur
a.

Beban Merata:

Q = 1,571 ton/m
q =
=
b.

1 Q

l
2 2,75
1 1,571

2 = 0,571 ton/m
2 2,75

Beban Garis:

p = 12 ton/jalur

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

52
Bab III Perhitungan Struktur

p =
=

Perpustakaan Unika

P
1

lk
2 2,75
1 12

2 1,36 = 5,935 ton


2 2,75

Beban Hidup pada Trotoir

Q = 500 kg/m2 = 0,5 ton/m2, menurut peraturan dalam perhitungan kekuatan


gelagar-gelagar pengaruh muatan hidup pada trotoar diperhitungkan 60% lebar
trotoar. Lebar trotoar 1m, jadi:
q = 60% Q 1
= 60% 0,5 ton 1
= 0,3 ton/m
Tinjauan gelagar memanjang C dan G:
P = 5,935
Qq1 = 0,571 t/m
Qq2 = 0,3 t/m

5m

RA

RB

Gambar 3.11 Beban Gelagar memanjang C dan G

RA

= RB

= ( 1 5,935) + { 1 (0,571 +0,3) 5}


2
2
= 5,145 ton

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

53
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

Tinjauan Gelagar Memanjang D, E dan F


RA = RB

= (1/2 11,87) + (1/2 1,143 5)


= 8,79 ton
P = 11,87
Qq1 = 1,143 t/m

5m

RA

RB

Gambar 3.12 Beban Gelagar memanjang D,E dan F


Pendimensian Gelagar Memanjang

Untuk pendimensian gelagar memanjang, beban yang diperhitungkan pada


gelagar D, E dan F.
q LL

= 1,143ton/m

PLL

= 11,87 ton/m

q DL

= 1,6 ton/m

qU

= (1,2 q DL ) + (1,6 q LL )

= 1,6 PLL

PU

= (1,2 1,6 ) + (1,6 1,143 )

= 1,6 11,87

= 3,7488 ton/m

= 18,992 ton
P = 18,992
Qq1 = 3,7488 t/m

RA

5m

RB

Gambar 3.13 Beban Ultimit Gelagar Memanjang

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

54
Bab III Perhitungan Struktur

Mu

Perpustakaan Unika

= (1/8 3,7488 52) + (1/4 18,992 5)


= 35,455 ton m

Vu

= (1/2 18,992) + (1/2 3,7488 5)


= 18,868 ton

Dicoba Profil IWF 450.200.9.14

Data Profil:

d = 450 mm

h = d 2 ( t f + ro )

bf = 200 mm

= 450 2 (14 + 18) = 386 mm

tf = 14 mm
tw = 9 mm
ro = 18 mm
1. Cek tekuk lokal

Menghitung kelangsingan penampang

p
f =

b
200
=
2t f
2 14

f = 7,143

w =
w =

d 2(t f + ro )
tw
386
= 42,889
9

170
fy

r
170
240

p = 10,973

1680
fy

1680
240

p = 108,444

370
f y fr

370
240 170

r = 25,578

2550
fy

2550
fy

r = 164,602

Penampang kompak! Karena f p dan r

w p dan r

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

55
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

Mn = M p = f y Z x

Z X = b t f (d t f ) +

1
t w (d 2t f ) 2
4

= 200 14(450 14) +

1
2
9{450 [2 14]}
4

= 1621489 mm3
Mn = M p = f y Z x
= 1621489 240 = 389167240 Nmm = 38,916 ton m

M n = 0,9 38,916 = 35,0244tonm


Mu = 31,683 ton m M n = 35,0244 ton m Ok!
2. Cek Tekuk Torsi Lateral

ry = 4,4 cm = 44 mm
Lp = 1,76 ry

E
fy

= 1,76 44

2 10 5
= 2235,538 mm = 2,256 m
240

h = d 2(t f + ro )

= 450 -2(14+18) = 386 mm


fL = fy fr
= 240 70 = 170 MPa

{(

J = 1 200 14 3 2 + 1 386 9 3
3
3

)}

= 365866,667 + 93,798 = 459664,667


X1 =

SX

EGJA
2

1490 10 3

2 10 5 8 10 4 365866,667 96,76 10 2
2

= 1,122 104

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

56
Bab III Perhitungan Struktur
Iw =

Perpustakaan Unika

I Y (d t f ) 2
4

1870 10 4 (450 14) 2


4

= 8,887 1011
2

S IW
X2 = 4

GJ I y
2

8,887 1011
1490 10 3

= 4
4
4
8

10

365866
,
667

1870 10

= 4(2,529 109 47524,064)


= 4,926 10-4 mm
3. Cek Lendutan

5 q L4
P L3
+
384 E I 48 E I

5 37,488 500 4
18,992 500 3
=
+
384 2,110 6 78000 48 2,1 10 6 78000
= 0,1863 + 0,0003
= 0,1866
3.1.4

500
= 2,083 cm OK
240

Perhitungan Gelagar Melintang

Gelagar melintang direncanakan memiliki bentang 9 m.

9m

Gambar 3.15 Tampak Melintang Gelagar Melintang

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

57
Bab III Perhitungan Struktur
A.

Perpustakaan Unika

Pembebanan Gelagar melintang

1.

Beban Mati:

a.

Berat sendiri

= 241 Kg/m

= 0,241 t/m

( IWF 800.300.16.30 )
RA = RB = 1/2 0,166 9
b.

= 1,085 ton

Akibat beban dari gelagar memanjang (P)


Semua beban pelat beton dan beban lalu lintas setelah ditumpu oleh
gelagar memanjang kemudian dialirkan melalui gelagar melintang ini,
sehingga gelagar melintang menahan beban akibat reaksi dari gelagar
memanjang.
P1

= 4,878 ton

P2

= 4,39 ton

1m

1,75 m

1,75m

1,75 m

1,75m

1m

Gambar 3.16 Beban Akibat Gelagar Memanjang

RA

= RB

= (2 1 4,878 ) + (3 1 4,39 )
2
2
= 11,463 ton

c.

Beban Hidup
P1 = 5,145 ton
P2 =8,79ton

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

58
Bab III Perhitungan Struktur

1m

1,75 m

Perpustakaan Unika

1,75 m

1,75 m

1,75 m 1 m

Gambar 3.17 Beban Hidup

RA

= RB

= (2 1 5,145 ) + (3 1 8,79 )
2
2
= 18,33 ton

B.

Pendimensian Gelagar Melintang

PU1 = (1,2 PDL 1) + (1,6 PLL 1)


= (1,2 4,878) + (1,6 5,145)
= 14,0856 ton
PU2 = (1,2 PDL 2) + (1,6 PLL 2)
= (1,2 4,39) + (1,6 8,79)
= 19,332 ton
14,0856

1m

19,332

1,75m

19,332

1,75 m

19,332

1,75 m

14,0856

1,75m

1m

Gambar 3.18 Beban Ultimit Gelagar Melintang

RA = RB

= (1/2 14,0856 2) + (1/2 19,332 3)


= 43,0836 ton

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

59
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

= (43,0836 5) {(14,0856 4) + (19,332 2)}

MU

= 120,4116 tm

Dicoba Profil IWF 800.300.16.30

Data Profil:
d = 800 mm
b f = 300 mm
t f = 30 mm
t w = 16 mm
ro = 28 mm
h = d 2 ( t f + ro )
= 800 2 (30 + 28) = 684 mm

1. Cek tekuk lokal

Menghitung kelangsingan penampang

p
f =

300
b
=
2t f
2 30

f = 5

w =
w =

170
fy

r
170
240

p = 10,973

d 2(t f + ro )
tw
684
= 42,75
16

1680
fy

1680
240

p = 108,444

370
f y fr

r = 25,578

2550
fy

2550
fy

r = 164,602

Penampang kompak! Karena f p dan r

w p dan r

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

370
240 170

60
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

Mn = M p = fy Zx
Z X = b t f (d t f ) +

1
t w (d 2t f ) 2
4

= 300 30(800 30) +

1
16(800 (2 30)) 2
4

= 9120400 mm3
Mn = M p = fy Zx
= 9120400 240 = 2188896000 Nmm = 218,889 ton m

M n = 0,9 218,889 = 197tonm


M u = 160,267 ton m M n = 197 ton m Ok!

2. Cek Tekuk Torsi Lateral

ry = 6,7 cm = 67mm
Lp = 1,76 ry

E
fy

= 1,76 67

2 10 5
= 3404,057 mm = 3,404 m
240

h = d 2(t f + ro )
= 700 -2(30+28) = 684 mm
fL = f y fr

= 240 70 = 170 Mpa

{(

J = 1 300 20 3 2 + 1 684 16 3
3
3

)}

= 5324288 mm4
X1 =

SX

EGJA
2

8400 10 3

2 10 5 8 10 4 5324288 307,6 10 2
2

= 1,354 104

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

61
Bab III Perhitungan Struktur
Iw =

I y (d t f ) 2
4

12800 10 4 (800 30) 2


4

= 2,046 1013
2

S IW
X2 = 4

GJ I y
2

2,046 1013
8400 10 3

= 4
4
4
8

10

5324288

13800 10

= 2,306 10-4
X
2
Lr = ry 1 1 + 1 + X 2 f L
fL
1,354 10 4
= 67
170

1 + 1 + (2,306 10 4 170 2 )

= 10359,514 mm = 10,36 m
Lp = 3,404 m
L = 10 m
Lr = 10,36 m
Lp L Lr ( bentang menengah )

( L L)
M n = Cb M r + (M p M r ) r

(l r L p )

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

Perpustakaan Unika

62
Bab III Perhitungan Struktur

14,0856

19,332

Perpustakaan Unika

19,332

19,332

14,0856

43,0836

43,0836
B

E
D

1m

1,75 m

+ 120,4116 ton m

1,75 m

1,75 m

1,75 m

1m

Gambar 3.19 Momen Gelagar Melintang

M C = (43,0836 3) (14,0856 1) = 115,1652 ton m


M D = (43,0836 5) (14,0856 4) (19,332 2) = 120,4116 ton m
M E = MC = 115,1152 ton m

M max = M D = 120,4116 ton m

Cb = 2,5M max

12.5 M max
2,3
+ 3M a + 4M b + 3M c

12.5 120,4116
2,3
(2,5 120,4116) + (3 115,1152) + (4 120,4116) + (3 115,1152)

= 1,022 2,3
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut
Kabupaten Semarang

63
Bab III Perhitungan Struktur

M r = S x ( f yf f y )

= 8400 103 (240-70) = 1,428 109 = 142,8 ton m


M p = fy Zx
Z X = b t f (d t f ) +

1
t w (d 2t f ) 2
4

= 300 30(800 30) +

1
16(800 (2 30)) 2 = 9120400 mm3
4

Mn = M p = fy Zx

= 9120400 240 = 2188896000 Nmm = 218,889 ton m

( L L)
MP
M n = Cb M r + (M p M r ) r

(l r L p )

(10,36 9)
MP
= 1,167142,8 + (218,889 142,8)
(9 3,404)

= 188,228 ton m M P = 218,889 ton m Ok!

3.1.5 Perhitungan Balok Komposit


1.

Lebar efektif pelat beton diambil nilai terkecil dari:

bE

= L

= 500

4
di pakai bE = 125 cm

= 125 cm
bE

= b0 = 500 cm

2.

Menentukan nilai n:

E beton

= 4700

f 'c

= 4700 30 = 25742,96 Mpa


Ebaja

200000
25742,96

= 7,769 ~ 8

3.

Ebeton

Pelat beton di transformasikan ke penampang baja, sehingga:


bE 125
= 15,625 cm
=
n
8
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut
Kabupaten Semarang

Perpustakaan Unika

64
Bab III Perhitungan Struktur

4.

Perpustakaan Unika

Menentukan lokasi sumbu netral


Tabel 3.1 Lokasi sumbu netral

Luas transformasi

Lengan momen

A y

A(cm2)

y (cm)

(cm3)

Pelat beton

312,5

10

3125

Profil IWF

96,76

42,5

4112,3

= 409,26

y=

= 7237,3

A y = 7237,3
A 409,26

y = 17,684 cm (diukur dari bagian atas pelat)

15,625 cm

20 cm

ya
45 cm

yb

fy

Gambar 3.19 Potongan melintang balok komposit


ya = y t

= 17,684 - 20
= -2,352 cm
yb = t d y
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut
Kabupaten Semarang

65
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

= 20 + 45 17,684
= 47,316 cm
5.

Momen inersia penampang, dihitung dengan menggunakan teori


sumbu sejajar:
Tabel 3.2 Momen inersia penampang

I0

I0 + (A.d2)

(cm2)

(cm)

(cm4)

(cm)

(cm4)

Pelat beton

312,5

10

10416,667

7,864

28867,872

Profil IWF

96,76

42,5

33500

24,852

93261,095
Itr = 122128,967

Tegangan pada Serat Baja Atas

Momen lentur yang bekerja = 31,683 ton m

f sa

M ya
31,683 10 7 23,52
=
=
I tr
122128,967 10 4

= 6,102 MPa (tekan)

Tegangan pada Serat Baja Bawah

f sb =

M y b 31,683 10 7 473,16
=
I tr
122128,967 10 4
= 122,748 MPa (tekan)

f sc =

M y 31,683 10 7 176,84
=
n I tr 8 122128,967 10 4

= 5,735 MPa (tarik)


IWF 450.200.9.14

As = 96,76 cm2 = 9676 mm2


As fy

= 9676 240
= 2322240 N

0,85 fc Ac

= 0,85 30 200 1250

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

66
Bab III Perhitungan Struktur

= 6375000 N
pakai C =2322240 N
Gaya tekan resultan

c
2322240
=
0,85 f ' c b 0,85 30 1250

= 72,855 mm2
y = d + t a = 450 + 20 72,855
2
2
2
2

y = 208,573 mm

Mn

=C y
= 2322240 208,573

Mn

= 484356563,5 Nmm = 48,436 ton m

Mn = 0,85 48,436

= 41,171 ton m

3.1.6 Perhitungan Shear Connector

Gaya geser horisontal yang Vh akibat aksi komposit pnuh adalah:


Vh

= C = 2322240 N

Gunakan stud connector 1 "5cm .Diameter stud yang diijinkan:


2
2,5 tf

= 2,5 14
= 35 mm > 1 " (12,7 mm)
2

Luas penampang melintang 1 buah stud connector:


Asc

12,7 2
4

= 126,73mm 2

Modulus elastis beton:


Ec

= 0,041 w1.5

f 'c

= 0,041 24001,5 30
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut
Kabupaten Semarang

Perpustakaan Unika

67
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

= 26403,491 MPa
Kuat geser 1 buah stud connector:
Qn

= 0,5 Asc

f 'c Ec

= 0,5 126,73
Qn

30 26403,491

= 56395,018 N

Asc f u

= 126,73 370
= 46890,1 N < Qn (56395,018 N)

pakai Qn

= 46890,1 N

Syarat jarak antar penghubung geser:


1.

jarak minimum longitudinal = 6 d = 6 12,7


= 76,2 mm

2.

jarak maksimum longitudinal = 8 t = 8 200


= 1600 mm

3.

jarak transversal

= 4 d = 4 12,7
= 50,8 mm

Jumlah stud yang dibutuhkan:

Vh 2322240
=
Qn
46890,1

= 49,525 buah ~ 50 buah


Gunakan minimum 50 buah untuk 1 bentang, atau 100 buah untuk 1 bentang.
2
Jarak antar stud:

5000
= 100mm
100 2

= 10 cm

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

68
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

2(1/2" . 5cm)

49 @ 10 cm
2 cm

2 cm

Gambar 3.20 Lokasi shear connector

Luas diagram lintang (-)

= 1 2 L (diagram 1)
2

5m
1

= 1 (1 ) 2 L (diagram 2)
2

a
1-a

Luas diagram lintang (+)

Akibat beban hidup


qll = 1023 kg/m
D maksimum, jika q berada di daerah (+), untuk (0 0,5)
Dx

= qll

1
(1 )2 L
2

= 1023

1
(1 )2 5
2

= 2557,5 (1 )
Beban hidup =

D
Ix

Sx

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

69
Bab III Perhitungan Struktur
_

y=

Perpustakaan Unika

(15,625 20 10) + {96,76 (20 + 22,5)}


= 17,684 cm
(15,625 20) + 96,76

I x = 33500 + 96,76(22,5 + 20 17,684) 2 + 1 15,625 20 3 + 15,625 20(17,684 20) 2


12
= 93088,084 + 10416,667 + 1676,205
= 105180,956 mm4
S x = 15,625 20(17,684 20)

= 2401,25 cm3
Ix
105180,956
=
= 43,803
Sx
2401,25

Beban hidup =

D
43,803
Tabel 3.3 pembebanan shear connector

Titik

=0
1 = 1/5
2 = 2/5
3 = 2,5/5
0

D,
akibat
beban
hidup
q = 1023
kg/m
(kg)
2258
1637
813
639

D, akibat
beban mati
q = 1546
kg/m
(kg)
3865
2474
1391
966

L, akibat
beban hidup

L, akibat
beban mati

L total

D/43,803

D/43,803

(kg/cm)

(kg/cm)
58
37
21
15

kg/cm
88
56
32
22

147
94
53
37

Ukuran shear connector:


Tipe stud
D = 1/2 = 1,27 cm
H = 5 cm
h/d = 3,94 cm

q = 108 d 2 'bk
q = 108 (1,27) 2 225
q = 2612,898 kg

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

70
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

Daya pikul satu shear connector, q = 2612,898 kg


Gaya yang dapat dipikul shear connector untuk satu cm ( searah balok )

=
=

nq
s
2 2612,898
s
Tabel 3.4 Perletakan dan Kekuatan Shear Connector

Jarak shear connestor


dalam satu baris = s
10 cm
15 cm
20 cm
25 cm
30 cm
35 cm
40 cm
45 cm
50 cm
55 cm
60 cm

T
(kg/cm)
522,578
349,29
261,29
209,032
174,194
149,308
130,646
116,128
104,516
95,014
87,097

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

71
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

(kg/cm)

200

150

105 cm
90 cm

50 cm

100
50
shear connector

1'

2'

3'

potongan
ke

Gambar 3.21 Grafik hubungan dan jumlah shear connector

Untuk potongan :
0 - 1 , dipasang 100/35 = 3@35 cm
1- 2 , dipasang 100/45 = 2@45 cm
2- 3 , dipasang 50/50 = 1@50 cm

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

72
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

3.1.7 Perhitungan Pertambatan Angin

Beban angin = 150 Kg/m2 (PPPJJR, 1987 hal 13)


Untuk jembatan rangka, luas bidang sisi jembatan yang terkena angin diambil
30% dari luas sisi jembatan.

RHA A

HW2

2meter

HW1

6,35meter
0,2meter

RHB B

0,9meter

Gambar 3.22 Pembebanan Pertambatan angin

A. Gaya angin pada sisi rangka jembatan

HW1

= 30% qW A
= 30% 150 1 (65 + 70) 6,35
2
= 19288,125 kg

Gaya angin pada muatan hidup setinggi 2 m

HW2

= qW A
= 150 2 70
= 21000 kg

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

73
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

B. Gaya pada pertambatan angin atas

MB = 0
(HW1 1 6,35) ( RH A 6,35)
2

=0

(19288,125 1

=0

6,35) (RHA 6,35)

61239,79688 (RHA 6,35)

=0

(RHA 6,35) = 61239,79688


RHA

= 9644,0625 kg

Reaksi tumpuan ikatan angin Atas:


R = 1 9644,0625 = 4822,03125 kg
2
Pada 1 buhul = P = 1 9644,0625 = 741,85kg
13
Pada buhul tepi

= 1 P = 370,925 kg
2

C. Gaya pada pertambatan angin bawah

KH = 0

HW1 + HW2 RHA RHB = 0


19288,1255 + 21000 9644,0625 RHB = 0
RHB = 30644,0625 kg
Reaksi tumpuan ikatan angin bawah:
R = 1 30644,0625 = 15322,03125 kg
2
Pada 1 buhul = P = 1 15322,03125 = 1094,43kg
14
Pada buhul tepi

= 1 P = 547,215 kg
2

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

74
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

D. Ikatan Angin Atas

P/2

P/2

9m

5 meter
65 meter
RA

RB

Gambar 3.26 Ikatan angin atas

RA = RB = 4822,03125 Kg
P

= 741,85 Kg
2

= 370,925 Kg

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

75
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

B. Ikatan Angin Bawah

P/2 P

P/2

9m
5m

RB

RA
70 m

Gambar 3.27 Ikatan angin bawah

RA = RB = 30644,0625 Kg
P

= 1094,43 Kg
2

= 547,215 Kg

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

76
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

Tabel 3.5 Gaya Batang Ikatan Angin Atas

Total
No

Tarik

Tekan

(kg)

(kg)

-2629,15

-1106,11

257,16

1891,47

-4055,98

2353,32

-4233,1

-289,1

4249,05

10

-2693,37

11

2664,5

12

-6407,05

13

-2319,23

14

6569,05

15

-196,27

16

1964,01

17

-8167,42

18

-214,55

19

8302,79

20

-1754,01

21

1458,97

22

-9413,04

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

77
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

23

-211,31

24

9553,17

25

-1223,88

26

918,01

27

10301,53

28

-211,86

29

-10162,25

30

383,51

31

-687,45

32

-10411,75

33

-211,86

34

10551,21

35

-152,17

36

-152,17

37

10301,53

38

-211,31

39

-10162,25

40

-687,45

41

383,51

42

-9413,03

43

-214,55

44

9553,17

45

918,01

46

-1223,88

47

-8167,42

48

1458,97

49

8302,79

50

-196,27

51

-1754,01

52

-6407,05

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

78
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

53

-298,10

54

6569,05

55

1964,01

56

-2319,23

57

4249,05

58

257,16

59

-4233,10

60

-2693,37

61

2664,5

62

-1106,11

63

-2629,15

64

1891,47

65

2353,32

67

-4055,98

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

79
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

Tabel 3.6 Gaya batang ikatan angin bawah

Total
No

Tarik

Tekan

(kg)

(kg)

2662,12

6847,53

10548,61

13492,92

15702,36

17175,24

17911,68

17911,68

17175,24

10

15702,36

11

13492,92

12

10548,61

13

6847,53

14

2662,12

15

-2129,54

16

-6774,21

17

-10438,04

18

-13385,23

19

-15594,45

20

-17067,34

21

-17803,79

22

-17803,79

23

-17067,34

24

-15594,45

25

-13385,23

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

80
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

26

-10438,04

27

-6774,21

28

-2129,54

30

-4805,10

31

-144,38

32

-530,11

33

-499,99

34

-502,26

35

-502,1

36

-502,11

37

-502,11

38

-502,11

39

-502,10

40

-502,26

41

-499,99

42

-420,11

43

-144,38

44

-4805,1

45

-5629,21

46

4468,93

47

-4363,17

48

4205,21

49

-3625,24

50

2608,26

51

-2064,7

52

1050,45

53

-507,12

54

-507,12

55

1050,45

56

-2064,7

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

81
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

57

2608,26

58

-3625,24

59

4205,21

60

-5629,21

61

4459,93

62

-4363,17

63

3383,7

64

-2843,24

65

1829,22

66

-1285,9

67

271,67

68

271,67

69

-1285,90

70

1829,22

71

-2843,24

72

3383,70

3.1.8 Pendimensian Ikatan Angin


1. Ikatan angin atas (tekan)
p

Gambar 3.28 Dimensi ikatan angin atas

N u = 10411,75kg
pakai profil 2 L 200.200.16

Ag = 6180 mm2

rx = 61,5 mm

Lk = 5000 mm

t p = 10 mm

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

82
Bab III Perhitungan Struktur

e = 55,2 mm

= 200

16

Perpustakaan Unika

I = 2340 104 mm4


200

= 12,5

fy

t = 16 mm

200

240

imin = 39,1 mm

= 12,91 ( penampang tidak kompak )

Dicoba menggunakan 14 buah pelat kopel


L1 =

5000
= 384,615 mm
14 1

1 =

L1
384,615
=
= 9,837 < 50 Ok
imin
39,1

Arah sumbu bahan ( sumbu x )

x =

Lk
5000
=
= 81,3 > 1,2 1 = 1,2 9,837 = 11,804 Ok
rx
61,5

x = 81,3 < 200, ok


Arah sumbu bebas bahan ( sumbu y )
2

t p
= n I + Ag e +
2

I yp

10

4
= 22340 10 + 12360 55,2 +
2

= 136386268,8 mm4
Aprofil = 2 6180 = 12360 mm2

ry =

I yp

A
=
profil

y =

Lk
5000
=
= 47,596
105,05
ry

1,364 10 4
= 105,05 mm

12360

Kelangsingan ideal

iy =
=

y 2 + n 2 1 2
47,596 2 + 2 9,837 2 = 48,602 > 1,2 1 = 11,804 Ok
2

Karena x > iy tekuk terjadi pada sumbu bahan

cx =

ff
E

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

83
Bab III Perhitungan Struktur

81,3

240
= 0,896
2 10 5

Perpustakaan Unika

=
=

N n = Ag

fy

= 12360

1,43
1,6 0,67c
1,43
= 1,43
1,6 (0,67 0,896)

240
= 207440,559 kg
1,43

N n = 0,85 207440,559 = 176324,476 kg > N u = 10411,75 kg, Ok


Perhitungan dimensi pelat kopel
IP
I
10 1
a
L1

I = 2340 104 mm4

a = 2e + t p = (2 55,2 ) + 10 = 120,4 mm

L1 = 384,615 mm
Tebal pelat kopel = 8 mm
I
I P 10 a
L1
4
1 b h 3 10 2340 10
384,615
12

120,4

1 8 h 3 73251433,25
12
h 478,964 mm, digunakan h = 500 mm

Du

= 0,02 N u
= 0,02 9466,29 = 189,326 kg

2. Ikatan angin atas (tarik)

Tu = 10301,53 kg
a. kondisi leleh ( Tu < f y Ag )

Ag >

Tu
10301,53
=
= 4,91 cm2
0,9 2400
f y

Ag = 61,8 cm2 > 4,91 cm2, Ok


b. kondisi fraktur/retak ( Tu < f y Ae )
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut
Kabupaten Semarang

84
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

Tu < f y Ae
Tu < f y AnU
An >

Tu
10301,53
=
= 4,12474 cm2
0,75 3700 0,9
f yU

Ag = 61,8 cm2 > 4,12474 cm2, Ok


Pakai profil siku ganda 200.200.16

Ag = 61,8 cm2

rx = 61,5 mm

e = 55,2 mm

I = 2340 104 mm4

3. Ikatan angin atas vertikal (tekan)

N u = 6407,05kg
pakai profil 2 L 200.200.16

Ag = 6180 mm2

rx = 61,5 mm

Lk = 10300 mm t p = 10 mm

e = 55,2 mm

I = 2340 104 mm4

t = 16 mm

= 200

16

200

= 12,5

fy

200
240

imin = 39,1 mm

= 12,91 ( penampang tidak kompak )

Dicoba menggunakan 14 buah pelat kopel


L1 =

10300
= 792,3076 mm
14 1

1 =

L1
792,3076
=
= 20,2636< 50, Ok
imin
39,1

Arah sumbu bahan ( sumbu x )

x =

Lk
10300
=
= 167,479 > 1,2 1 = 1,2 20,2636 = 24,316,Ok
rx
61,5

x = 167,479 < 200, ok


Arah sumbu bebas bahan ( sumbu y )

I yp

tp

= n I + Ag e +
2

10

4
= 22340 10 + 12360 55,2 +
2

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

85
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

= 136386268,8 mm4
Aprofil = 2 6180 = 12360 mm2

ry =

I yp

=
A
profil

y =

Lk
10300
=
= 98,048
105,05
ry

1,364 10 4
= 105,05 mm

12360

Kelangsingan ideal

iy =
=

y 2 + n 2 1 2
98,048 2 + 2 17,706 2 = 99,633 > 1,2 1 = 24,316 Ok
2

Karena x > iy tekuk terjadi pada sumbu bahan

cx =
=

ff

167,479

240
= 1,846
2 10 5

= 1,25 c 2
= 1,25 1,846 2 = 4,259

N n = Ag

fy

= 12360

240
= 91105,651 kg
3,256

N n = 0,85 91105,651 = 77439,803 kg > N u = 6407,05 kg, Ok


Perhitungan dimensi pelat kopel
IP
I
10 1
a
L1

I = 2340 104 mm4

a = 2e + t p = (2 55,2 ) + 10 = 120,4 mm

L1 = 692,308 mm
Tebal pelat kopel = 8 mm
I
I P 10 a
L1

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

86
Bab III Perhitungan Struktur
4
1 b h 3 10 2340 10
692,308
12

Perpustakaan Unika

120,4

1 8 h 3 40695181,91
12
h 393,742 mm, digunakan h = 400 mm
= 0,02 N u

Du

= 0,02 6287,99 = 125,759 kg

4. Ikatan angin bawah (tekan)


p

Gambar 3.29 Dimensi ikatan angin bawah

N u = 17803,79 kg
pakai profil 2 L 200.200.16

Ag = 6180 mm2

rx = 61,5 mm

Lk = 5000 mm

t p = 10 mm

e = 55,2 mm

I = 2340 104 mm4

t = 16 mm

imin = 39,1 mm

= 200

16

= 12,5

200
fy

200
240

= 12,91 ( penampang tidak kompak )

Dicoba menggunakan 6 buah pelat kopel


L1 =

5000
= 1000 mm
6 1

1 =

L1
1000
=
= 25,575 < 50, Ok
imin
39,1

Arah sumbu bahan ( sumbu x )

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

87
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

Lk
5000
=
= 81,3 > 1,2 1 = 1,2 25,575 = 30,69, Ok
rx
61,5

x =

x = 81,3 < 200, ok


Arah sumbu bebas bahan ( sumbu y )

tp

= n I + Ag e +
2

I yp

10

4
= 22340 10 + 12360 55,2 +
2

= 136386268,8 mm4
Aprofil = 2 6180 = 12360 mm2

ry =

I yp

=
A
profil

y =

Lk
5000
=
= 47,596
105,05
ry

1,364 10 4
= 105,05 mm

12360

Kelangsingan ideal

iy =
=

y 2 + n 2 1 2
47,596 2 + 2 25,575 2 = 54,032 > 1,2 1 = 30,69 Ok
2

Karena x > iy tekuk terjadi pada sumbu bahan

cx =
=

81,3

ff
E
240
= 0,896
2 10 5

=
=

N n = Ag

fy

= 12360

1,43
1,6 0,67c
1,43
= 1,43
1,6 (0,67 0,896)

240
= 207440,559 kg
1,43

N n = 0,85 207440,559 = 176324,476 kg > N u = 17803,79 kg, Ok


Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut
Kabupaten Semarang

88
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

Perhitungan dimensi pelat kopel


IP
I
10 1
a
L1

I = 2340 104 mm4

a = 2e + t p = (2 55,2 ) + 10 = 120,4 mm

L1 = 1000 mm
Tebal pelat kopel = 8 mm
I
I P 10 a
L1
4
1 b h 3 10 2340 10
1000
12

120,4

1 8 h 3 28173600
12
h 348,319 mm, digunakan h = 350 mm

Du

= 0,02 N u
= 0,02 33167,86 = 663,357 kg

5. Ikatan angin bawah (tarik)

Tu = 17911,68 kg
a. kondisi leleh ( Tu < f y Ag )

Ag >

Tu
17911,68
=
= 8,2924 cm2
0,9 2400
f y

Ag = 61,8 cm2 > 8,2924 cm2, Ok


b. kondisi fraktur/retak ( Tu < f y Ae )
Tu < f y Ae

Tu < f y AnU

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

89
Bab III Perhitungan Struktur

An >

Perpustakaan Unika

Tu
17911,68
=
= 7,172 cm2
0,75 3700 0,9
f yU

Ag = 61,8 cm2 > 7,172 cm2, Ok


Pakai profil siku ganda 200.200.16

Ag = 61,8 cm2

rx = 61,5 mm

e = 55,2 mm

I = 2340 104 mm4

6. Ikatan angin bawah vertikal (tekan)

N u = 4805,1 kg
pakai profil 2 L 200.200.16

Ag = 6180 mm2

rx = 61,5 mm

Lk = 10300 mm t p = 10 mm

e = 55,2 mm

I = 2340 104 mm4

t = 16 mm

= 200

16

200

= 12,5

fy

200

240

imin = 39,1 mm

= 12,91 ( penampang tidak kompak )

Dicoba menggunakan 14 buah pelat kopel


L1 =

9000
= 692,308 mm
14 1

1 =

L1
692,308
=
= 17,706 < 50, Ok
imin
39,1

Arah sumbu bahan ( sumbu x )

x =

Lk
9000
=
= 146,341 > 1,2 1 = 1,2 17,706 = 21,247,Ok
rx
61,5

x = 146,341 < 200, ok


Arah sumbu bebas bahan ( sumbu y )

I yp

tp

= n I + Ag e +
2

10

4
= 22340 10 + 12360 55,2 +
2

= 136386268,8 mm4
Aprofil = 2 6180 = 12360 mm2

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

90
Bab III Perhitungan Struktur

ry =

I yp

A profil

y =

Lk
9000
=
= 85,673
105,05
ry

Perpustakaan Unika

1,364 10 4
= 105,05 mm

12360

Kelangsingan ideal

iy =
=

y 2 + n 2 1 2
85,673 2 + 2 17,706 2 = 87,483 > 1,2 1 = 21,247 Ok
2

Karena x > iy tekuk terjadi pada sumbu bahan

cx =
=

ff

146,341

240
= 1,641
2 10 5

= 1,25 c 2
= 1,25 1,6412 = 3,256

N n = Ag

fy

= 12360

240
= 91105,651 kg
3,256

N n = 0,85 91105,651 = 77439,803 kg > N u = 4805,1 kg, Ok


Perhitungan dimensi pelat kopel
IP
I
10 1
a
L1

I = 2340 104 mm4

a = 2e + t p = (2 55,2 ) + 10 = 120,4 mm

L1 = 692,308 mm
Tebal pelat kopel = 8 mm
I
I P 10 a
L1
4
1 b h 3 10 2340 10
692,308
12

120,4

1 8 h 3 40695181,91
12
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut
Kabupaten Semarang

91
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

h 393,742 mm, digunakan h = 400 mm


= 0,02 N u

Du

= 0,02 4805,1 = 96,102 kg

3.1.9

Pembebanan Rangka Baja

1. Ikatan Angin Atas

{( 5

Dua profil siku 200.200.16 = 2 12

) }

+ 9 2 2 48,5 = 23968,227 kg

P1 = 23,968 ton
Setiap rangka baja menerima beban sebesar =

23,968
= 11,984 ton
2

Pada 1 buhul = P1

11,984
= 0,922 ton
13

Pada ujung buhul

P1 0,922
=
= 0,461 ton
2
2

Reaksi tumpuan

= R1 = (14 1) 2 = 7 ton

2. a. Ikatan Angin Bawah

{( 5

Dua profil siku 200.200.16 = 2 13

) }

+ 9 2 2 48,5 = 25965,579 kg
P1

b. Berat Pipa Sandaran = 2 70 3,58 = 501,2 kg


W1

= 25,966ton
= 0,501 ton
= 26,4672 ton

2. Berat Rangka Baja


Ditafsir q = (20 + 3L ) b = {20 + (3 70 )} 10 = 2300 kg/m
W2 = 2 q l = 2 2300 70 = 322000 kg = 322 ton
Wtotal = W1 + W2 = 26,4672 + 322= 348,4672 ton
Setiap rangka baja menerima beban sebesar =
Pada 1 buhul = P2 =

348,4672
= 174,2336 ton
2

174,2336
= 12,445 ton
14

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

92
Bab III Perhitungan Struktur

Pada ujung buhul =

P2 12,445
=
= 6,223 ton
2
2

Reaksi tumpuan = R2

= (14 12,445) 2 = 87,115 ton

3. Akibat Beban Dari Gelagar Melintang


a. Beban mati
Reaksi dari gelagar melintang = R = 11,463 ton
Pada 1 buhul = P3 = 11,463 ton
Pada ujung buhul =

P3 11,463
=
2
2

= 5,732 ton
Reaksi tumpuan = R3

= (14 11,463) 2 = 80,241 ton

b. Beban hidup
Reaksi dari gelagar melintang = R = 18,33 ton
Pada 1 buhul = P4 = 18,33 ton
Pada ujung buhul =

P4 18,33
=
2
2

= 9,165 ton
Reaksi tumpuan = R4

= (14 18,33) 2 = 128,31 ton

Total beban yang bekerja:

Reaksi tumpuan yang bekerja akibat beban mati:


R total = R1 +R2 + R3
R4

= 7 + 87,115 +80,241 = 174,356 ton

Reaksi tumpuan yang bekerja akibat beban hidup:


R total = R4 = 128,31 ton
Total beban mati pada satu buhul

P5 = P2 + P3 = 12,445+ 11,463 = 23,908 ton


Total beban mati pada ujung buhul

P5

= P2

P3

= 6,223 + 5,732 = 11,955 ton

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

Perpustakaan Unika

93
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

Tabel 3.6 Gaya batang ikatan angin bawah

Total
No

Tarik

Tekan

(ton)

(ton)

187,1811

530,446

817,1074

1046,3073

1218,235

1332,8478

1390,1552

1390,1552

1332,8478

10

1218,235

11

1046,3073

12

817,1074

13

530,446

14

187,1811

15

-371,7627

16

-686,7696

17

-944,6893

18

-1145,2564

19

-1288,5257

20

-1374,486

21

-1403,1397

22

-1374,486

23

-1288,5257

24

-1145,2564

25

-944,6893

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

94
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

26

-686,7696

27

-371,7627

28

-512,528

29

-434,736

30

-357,3594

31

-278,9611

32

-200,7826

33

-122,5569

34

-44,3413

35

37,0127

36

115,2307

37

193,445

38

271,6757

39

349,8364

40

428,2943

41

505,4319

42

505,4319

43

428,2943

44

349,8364

45

271,6757

46

193,445

47

115,2307

48

37,0127

49

-44,3413

50

-122,5569

51

-200,7826

52

-278,9611

53

-357,3594

54

-434,736

55

-512,528

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

95
Bab III Perhitungan Struktur

P1/2 P1

P1

P1

Perpustakaan Unika

P1

P1

P1

P1

P1

P4/2

P4

P4

P4

P4

P4

P4

P4

P4

P5/2

P5

P5

P5

P5

P5

P5

P5

P5

P1

P4

P5

P1

P4

P4

P4/2

P5

P5

P5

P5/2

Pendimensian Rangka Batang


Rangka Batang (Tekan)

N u = 1403,13897 ton = 1403138,97 kg


Lk
50
imin
imin =

c =
c =

Lk 5000
= 100 mm
=
50
50

fy

Lk

imin

5000
240

= 0,551
100
200000

P1/2

P4

Gambar 3.30 Pembebanan rangka baja

1.

P1

1,43
1,43
=
1,6 0,67c
1,6 (0,67 0,551)
= 1,162

N u Au
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut
Kabupaten Semarang

96
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

N u Ag f cr
N u Ag

fy

Nu
1403138,97
=
= 732,239 cm2
2400
fy
0,85

1,162

Ag

pakai profil IWF 400.400.70.45


I x = 298000cm 4
A = 770,1 cm2
g

I y = 94400 cm4
2.

i x = 19,7cm

i y = 11,1cm

Rangka Batang (Tarik)

Tu = 1390155,2 kg
A.

Kondisi leleh (Tu f y Ag )

Ag

Tu 1390155,2
=
= 643,5904 cm 2
f y 0,9 2400

Ag = 770,1 cm2 > 643,5904 cm2, ok

B.

Kondisi fraktur (Tu f y Ae )

Tu f y Ae
Tu f y AnU
Tu
1390155,2
=
= 556,619 cm 2
f yU 0,75 0,9 3700

An

Ag = 770,1 cm2 > 556,619 cm2, ok


3.

Rangka Batang Diagonal (tekan)

N u = 512528 kg
Lk
50
imin
imin =

Lk 8082,234
=
= 161,645 mm
50
50
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut
Kabupaten Semarang

97
Bab III Perhitungan Struktur

c =

c =
=

fy

Lk

imin

8082,234
240
= 0,551

161,645
200000

1,43
1,6 0,67c

Perpustakaan Unika

1,43
1,6 (0,67 0,551)

= 1,162

N u Au
N u Ag f cr
N u Ag

fy

Nu
235403,16
=
= 134,087 cm2
fy
2400
0,85

1,162

Ag

pakai profil IWF 400.400.70.45


I x = 298000cm 4
A = 770,1 cm2
g

I y = 94400 cm4
4.

i x = 19,7cm

i y = 11,1cm

Rangka Batang Diagonal (tarik)

Tu = 505431,9kg
A.

Kondisi leleh (Tu f y Ag )

Ag

Tu
505431,9
=
= 233,996 cm 2
f y 0,9 2400

Ag = 770,1 cm2 > 233,996 cm2, ok


B.

Kondisi fraktur (Tu f y Ae )

Tu f y Ae
Tu f y AnU
An

Tu
505431,9
=
= 202,375 cm 2
f yU 0,75 0,9 3700
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut
Kabupaten Semarang

98
Bab III Perhitungan Struktur

Ag = 770,1 cm2 > 202,375 cm2, ok

3.1.10

Perhitungan Sambungan

1. Sambungan Gelagar Memanjang dengan Gelagar Melintang


PDL = 11,463 ton
PLL = 12,445 ton

Pu = 1,2 PDL + 1,6 PLL


= (1,2 11,463) + (1,6 12,445)
= 33,668 ton
Tahanan tumpu pada bagian web dari balok:

Rn = 0,75(2,4 f u P )d b t p
= 0,75 (2,4 370) 19 9
= 11,389 ton/baut (IWF 450.200.9.14)
Tahanan geser baut dengan dua bidang geser

Rn = 0,75(0,5 f u b )mAb
= 0,75 (0,5 825) 2 ( 1 19 2 )
4
= 17,55 ton/baut
Perhitungan jumlah baut
n=

38,63
= 3,39 4 buah baut
11,389

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

Perpustakaan Unika

99
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

30
100

Gelagar Memanjang
IWF450.200.9.14

100
100
30
40

Gelagar Melintang
IWF 800.300.16.30

Gambar 3.31 Sambungan gelagar memanjang dan gelagar melintang

Periksa geser blok pada IWF 450.200.9.14

Agv = 330 9 = 2971 mm2


Anv = {330 1,5(19 + 2) 9} = 2686,5 mm2
Agt = 40 9 = 360 mm2
Ant = {40 0,5(19 + 2) 9} = 265,5 mm2
f u Ant = 370 265,5 = 98235 N
0,6 f u Anv = 0,6 370 2686,5 = 596403 N
karena f u Ant < 0,6 f u Anv maka

Tn = 0,6 f u Anv + f y Agt


= 596403 + (240 360) = 682803 N = 68,28 ton

Tn = 0,75 68,28 = 51,21 > Pu = 38,63 ton Ok

2. Sambungan Ikatan Angin dengan Rangka


A. Sambungan baut

Pada sambungan ini batang ikatan angin mengalami tarik sebesar:


Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut
Kabupaten Semarang

100
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

Tu = 17911,68 kg
Tebal pelat buhul = 10 mm
Diameter baut (db) = 16 mm
Diameter lubang (dl) = 16 +3 = 18 mm

IWF 400.400.30.50

2 L 200.200.16

IWF 800.300.16.30
Tu

Tu

Gambar 3.32 Letak sambungan

Perencanaan baut:
Tipe baut : A 325, diameter = 16 mm, fub = 825 Mpa
Data profil :

fy = 240 Mpa
fup = 370 Mpa
a. Cek tahanan baut:
1. Tahanan geser: Rn = 0,75 m r1 f u Ab
b

= 0,75 2 0,5 825 0,25 19 2


= 124407,069 N
2. Tahanan tumpu: Rn = 0,75 2,4 db t p f u
= 0,75 2,4 16 10 370

= 106560 N
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut
Kabupaten Semarang

101
Bab III Perhitungan Struktur

Tahanan tumpu menentukan, Rn = 106560 N


baut =

Tu
17911,68
=
= 1,68 4baut
10656
Rn

b. cek tahanan pelat


1. leleh: Tn = 0,9 f y Ag
= 0,9 240 12360 = 2669760 N
2. Fraktur: Tn = 0,75 An U f u
U = 1
= 1

X
0,9
L
55,2
0,9
3 75

U = 0,755 0,9
Pakai U = 0,8

An1 = Ag (2 dl t p )
= 12360 (2 18 10 ) = 12000mm 2

An1 = 0,85 Ag
= 0,85 12360 = 10506mm 2
pakai An = 10506 mm2

Tn = 0,75 10506 0,8 370 = 2332332 N


= 233233,2 kg Tu = 32378,15kg

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

Perpustakaan Unika

102
Bab III Perhitungan Struktur

Tegangan Geser
1dl
1dl

Perpustakaan Unika

1dl

1/2dl

Tegangan Tarik

Gambar 3.33 Gaya yang bekerja pada pelat

3. Geser blok
Daerah tarik:
Ag t = 275 16 = 4400mm 2
Ant = {275 (3,5 18)} 16 = 3392mm 2
Daerah geser:
Agv = 100 16 = 1600mm 2

Anv = {100 (1,5 18)} 16 = 1168mm 2


BJ 37, fy = 240 Mpa, fu = 370 Mpa
f u Ant = 370 3392 = 1255040 N
0,6 f u Anv = 0,6 370 1168 = 259296 N
f u Ant 0,6 f u Anv , ok

Tn = 0,75{0,6. f y . Agv + f u . Ant }


= 0,75{(0,6 240 1600 ) + (370 3392 )}
= 11408 kg Tu = 17911,68 kg

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

103
Bab III Perhitungan Struktur
B.

Sambungan las

Tu = 17911,68 kg
fuw = 490 Mpa
Tebal pelat = 10 mm
Ukuran las (a) = 6 mm
Cek kekuatan las:
1.

las: Rnw = 0,75 t e (0,6. f uw )


= 0,75 0,707 4 (0,6 490 )
= 935,361 N/mm

2.

Bahan dasar: Rnw = 0,75 t p (0,6. f u )


= 0,75 10(0,6 370 )
= 1665 N/mm

dipakai Rnw = 935,361 N


Lw =

mm

Tu
17911,68
=
= 191,495 mm
93,536
Rnw

dipakai Lw = 200mm ukuran 6 mm

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

Perpustakaan Unika

104
Bab III Perhitungan Struktur
3.

Perpustakaan Unika

Sambungan Baut pada Rangka

IWF 400.400.30.50

IWF 400.400.30.50

Tu

Tu

Gambar 3.34 Tata letak baut

A.

Sambungan batang horisontal

Data baut:
Tipe baut: A 325
Diameter baut (db) = 25 mm
fub = 825 Mpa
Data profil:
fy = 240 Mpa
fuP = 370 Mpa
Perencanaan baut:
Batang pada rangka mengalami gaya tarik sebesar:
Tu = 1403138,97 kg
Tahanan geser: Rn = .0,5. f u .m. Ab
b

= 0,75 0,5 825 1 1 25 2


4
= 151864,098 N
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut
Kabupaten Semarang

105
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

Tahanan tumpu: Rn = .2,4.d b .t p . f u


= 0,75 2,4 25 20 370
= 333000 N
Tu

= 1403138,97

= 701569,485 kg

Tu

baut =

2 = 701569,485 = 21,068
33300
Rn

= 24 baut
229
50
50
75
167

417

75
50
50

75

75

75

75 50

20

Gambar 3.35 Letak baut pada sambungan

X =

(43,2 5 2,5) + (17,9 3 14) = 4,789 cm


(43,2 5) + (17,9 3)

U = 1

4,789
X
= 1
(4 7,5)
L

= 0,84 0,9
Ag profil 400.400.70.45 = 77010 mm2
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut
Kabupaten Semarang

106
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

Ag = 0,5 77010 = 38505 mm 2


An = Ag (2.dl.t )
= 38505 (2 28 20 )
= 37385 mm2
Ae = U . An
= 0,9 37385 = 33646,5 mm 2
Tahanan pada penampang bruto:

Tn = . An . f y
= 0,75 37385 240 = 672930 N
Tahanan pada penampang netto:

Tn = . Ae . f u
= 0,75 33646,5 370 = 9336903,75 N
Tahanan geser blok:

A nv = {362 (3,5 18 )} 45 = 13455 mm

Ant = {350 (5,5 18)} 45 = 11295 mm 2


f u . Ant = 370 11295 = 4179150 N
0,6. f u . Anv = 0,6 370 13455 = 2987010 N
f u . . Ant > 0,6. f u . Anv

Tn = 0,75{(0,6. f y . Agv ) + ( f u . Ant )}


Agv = 362 45 = 16290 mm 2
Agt = 350 45 = 15750 mm 2

Tn = 0,75{(0,6 240 16290 ) + (370 11295)}


= 4893682,5 N = 489,368 ton

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

107
Bab III Perhitungan Struktur
B.

Perpustakaan Unika

Sambungan batang diagonal

Batang diagonal pada rangka mengalami gaya tarik sebesar:


Tu = 505413,9 kg

Rn = 33300 kg

Tu
baut =

2 = 252706,95 = 7,588 10 baut


Rn
33300
229
50

100

217

417

100
50

75

75

75

75 75 50

20

Gambar 3.36 Letak baut pada sambungan

X =

(43,2 5 2,5) + (17,9 3 14) = 4,789cm


(43,2 5) + (17,9 3)

U = 1

4,789
X
= 1
(5 7,5)
L

= 0,873 0,9
Ag profil 400.400.70.45 = 77010 mm2
Ag = 0,5 77010 = 38505 mm 2
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut
Kabupaten Semarang

108
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

An = Ag (2.dl.t )
= 38505 (2 18 20 )
= 37785 mm2
Ae = U . An
= 0,9 37785 = 34006,5 mm 2
Tahanan pada penampang bruto:

Tn = . An . f y
= 0,75 37785 240 = 6801300 N
Tahanan pada penampang netto:

Tn = . Ae . f u
= 0,75 34006,5 370 = 9436803,75 N
Tahanan geser blok:
Anv = {332 (1,5 18)} 45 = 13725 mm 2
Ant = {350 (4,5 18)} 45 = 12105 mm 2
Agv = 332 45 = 14940 mm 2
Agt = 350 45 = 15750 mm 2
f u . Ant = 370 12105 = 4478850 N
0,6. f u . Anv = 0,6 370 13725 = 3046950 N
f u . . Ant > 0,6. f u . Anv

Tn = 0,75{(0,6. f y . Agv ) + ( f u . Ant )}


Tn = 0,75{(0,6 240 14940 ) + (370 12105)}
= 4972657,5 N = 497265,75 kg

4. Sambungan Memanjang Gelagar Melintang

Tahanan momen rencana dan tahanan geser rencana dari balok IWF
800.300.16.30, dihitung sbb:

b .M n = b .M P = 0,9 240 9120400 = 1970006400 Nmm

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

109
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

V .Vn = V .(0,6. f y )AW = 0,9 240 0,6 800 16 = 1658880 N

Perhitungan pelat web:

Pelat web harus memikul semua gaya geser. Tahanan rencana Rn untuk baut
dengan dua bidang geser adalah:

Rn = . 0,5. f u b m. Ab = 0,75 0,5 825 2 1 4 19 2


= 175433,406 N
baut =

1658880
= 9,456 10baut
175433,406

karena 10 baut tersebut digunakan untuk memikul geser, sedangkan pelat web
juga harus memikul sebagian momen lentur dari balok, maka dicoba
menggunakan 3 baris baut D 19 mm (@ 10 baut). Ketebalan pelat web untuk
mencegah keruntuhan geser sepanjang penampang netto dapat ditentukan sbb:

(0,6. f u )Anv = Vu
Anv =

Vu
1658880
=
= 9963,243mm 2
.0,6. f u 0,75 0,6 370

dengan menggunakan 10 baut, tebal yang diperlukan untuk tiap pelat web
berdasarkan kondisi batas keruntuhan geser adalah:
t perlu =

9963,243
= 6,15mm = 7mm
2{1020 10(19 + 2)}

gunakan 2 buah pelat ukuran 7 1020 mm sebagai pelat web

Perhitungan pelat flens:

Pelat sambung flens didesain sebagai batang tarik, lebar pelat diambil sebesar
flens balok Iwf yaitu 300 mm. Untuk didesain, pelat flens harus ditinjau
terhadap kondisi batas fraktur dan kondisi batas leleh.
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut
Kabupaten Semarang

110
Bab III Perhitungan Struktur

Gaya pada flens =

Perpustakaan Unika

Mu
1970006400
M
=
=
= 2426116,256 N
800 + 12
lengan d + t kira kira

Pelat flens diperiksa terhadap syarat-syarat:

Tn = . Ag . f y (kondisi leleh, = 0,9)


Tn = . An . f u (kondisi fraktur, = 0,75)
An 0,85. Ag
Ag

perlu

Tu
2426116,256
=
= 11232,019mm 2
0,9 240
. f y

An

perlu

Tu
2426116,256
=
= 7285,634mm 2
0,9 370
. f y

Ag

min imum

t perlu =

An
7285,634
=
= 8571,334mm 2
0,85
0,85

7285,634
= 13,492mm 15mm
300 + (6 75) 10(19 + 2 )

Ag = 750 15 = 11250mm 2 > Ag

perlu

= 11232,019mm 2 , ok!

Perhitungan baut pada flens

Baut pada flens merupakan baut dengan 2 bidang geser. Tahanan baut
diperhitungkan sbb:
Tahanan geser (2 bidang geser):

Rn = .0,5. f u b .m. Ab
= 0,75 0,5 825 2 1 19 2
4
= 175504 N
Tahanan tumpu:

Tn = .2,4. f u .t p .db
= 0,75 2,4 370 14 19
= 177156 N
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut
Kabupaten Semarang

111
Bab III Perhitungan Struktur
baut =

Perpustakaan Unika

Tu
2426116,256
=
= 13,69 14baut (2 baris @ 7 baut)
177156
Rn

Perhitungan baut pada web

Hitung momen yang dipikul oleh pelat web, ketika f y tercapai pada bagian
tengah flens tarik:
T .d 2
6

b M n = b

210
f y

256

2 8,5 820 2
= 0,9
6

210
240
= 337565812,5 Nmm
256

gaya baut terluar, dihitung dengan cara elastis sbb:

) (

) (

x 2 = 20 75 2 + 20 150 2 + 20 225 2

=20812500

) (

) (

) (

) (

y 2 = 6 60 2 + 6 160 2 + 6 260 2 + 6 360 2 + 6 460 2

= 2628000
x 2 + y 2 = 20812500 + 2628000 = 23440500mm 2
M .y
337565812,5 460
=
= 6624,443 N
23440500
x 2 + y 2
M .x
337565812,5 225
Ruy =
=
= 3240,217 N
2
2
23440500
x + y
P 1743560
Ruv =
=
= 41513,33 N
n
42

Rux =

Ru =
=

(R

uy

+ Ruv ) + (Rux + Ruh )


2

(3240,217 + 41513,33)2 + (6624,443 + 0)2

= 45241,17 N

untuk web dari profil IWF 800.300.16.30, maka:

Rn = 0,75 2,4 19 370 16


= 202464 N > Ru = 45241,17 N , ok!

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

112
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

40 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 40
60
100

Pelat Flens 14 x 300

100
100

Pelat Web 7 x 1020

100

IWF
800.300.16.30

100
100
60

Gambar 3.37 Sambungan memanjang gelagar melintang

5. Sambungan gelagar melintang dengan rangka

Sambungan direncanakan sekuat profil IWF 800.300.16.30


Z = b.t f (d t f ) + 1 .t w (d 2.t f
4

2
= 300 30 (800 30 ) + 1 16 {800 (2 30 )}
4

Z = 9120400mm 3
M u = M n = Z . f y .
= 9120400 240 0,9
M u = 1970006400 Nmm
Vu = vVn = (0,6. f y ). v . Aw
= 0,9 (0,6 240 ) 800 16
Vu = 1658880 N
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut
Kabupaten Semarang

113
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

Cek tahanan baut:


Tahanan geser: Rn = 0,75.m.ri . f u . Ab
b

= 0,75 2 0,5 825 1 25 2


4
= 303728,196 N
Tahanan tumpu: Rn = 0,75.2,4. f u .t p .db
= 0,75 2,4 25 20 370
= 333000 N

5. Sambungan Gelagar Melintang dengan Rangka

Profil Siku 200.100.16


40

IWF 800.300.16.30
40 75757575757575757575757575

22 @ 75

Tebal pelat 10 mm

75

Baut A325 X
25 mm

IWF 400.400.30.50

Gambar 3.38 Sambungan gelagar melintang dengan rangka induk

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

114
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

1. Perhitungan Sambungan 1
75
75
75
75
75
75
75
75
75
75
75
75
75
75
75
75
75
75
75
75
75
75
75

Gambar 3.39 Jumlah baut dalam sambungan

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

115
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

Tabel 3.8 Jarak baut ke titik berat

x2

y2

mm

mm

mm2

mm2

862,5

743906,25

787,5

620156,25

712,5

507656,25

637,5

406406,25

562,5

316406,25

487,5

237656,25

412,5

170156,25

337,5

113906,25

262,5

68906,25

10

187,5

35156,25

11

112,5

12656,25

12

37,5

1406,25

13

-37,5

1406,25

14

-112,5

12656,25

15

-187,5

35156,25

16

-262,5

68906,25

17

-337,5

113906,25

18

-412,5

170156,25

19

-487,5

237656,25

20

-562,5

316406,25

21

-637,5

406406,25

22

-712,5

507656,25

23

-787,5

620156,25

24

-862,5

743906,25

No

x2 = 0

y 2 = 6468750

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

116
Bab III Perhitungan Struktur

Akibat Vu; timbul Rv =

Perpustakaan Unika

1743560
= 72648,333 N
24

Akibat Mu:
Timbul: R y =
Rx =
Ru =

(R

M u .x
1970006400 0
=
=0
2
2
6468750
x +y
M u .y
1970006400 862,5
=
= 262667,52 N
2
2
6468750
x +y

+ R y ) + (Rh + Rx )
2

(169120 + 0)2 + (262667,52 + 0)2

Ru = 271609,647 N < Rn = 303728,196 N , ok!


Jadi pakai 24 baut D 19 mm

2. Perhitungan Sambungan 2

Misal dipakai 24 baut D 19 mm

40
75
75
75
75
75
75
75
75
75
75
75
40
Gambar 3.40 Jumlah baut dalam sambungan
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut
Kabupaten Semarang

117
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

Tabel 3.9 Jarak baut ke titik berat

y2

mm

mm2

412,5

170156,25

337,5

113906,25

262,5

68906,25

187,5

35156,25

112,5

12656,25

37,5

1406,25

-37,5

1406,25

-112,5

12656,25

-187,5

35156,25

10

-262,5

68906,25

11

-337,5

113906,25

12

-412,5

170156,25

13

412,5

170156,25

14

337,5

113906,25

15

262,5

68906,25

16

187,5

35156,25

17

112,5

12656,25

18

37,5

1406,25

19

-37,5

1406,25

20

-112,5

12656,25

21

-187,5

35156,25

22

-262,5

68906,25

23

-337,5

113906,25

24

-412,5

170156,25

No

y 2 = 1608750

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

118
Bab III Perhitungan Struktur

M u .d 1970006400 412,5
=
1608750
y2
Tu = 505129,846 N
Tu =

Tu
f . f t . Ab
n
505129,846
0,75 f t 1 19 2
4
24
21047,77 212,647. f t ......................................(1)
tegangan geser yang terjadi:

Vu
1658880
=
= 243,785 N
n. Ab 24 1 19 2
4

243,785 ri f u .m. f
b

243,785 0,5 825 1 0,75


243,785 309,375
f t f 1 . f uv f 2

f t 807 (1,5 243,785) 621


f t 441,323 621
f t = 441,323

substitusikan ke persamaan 1:
21047,77 (212,647 441,323)
21047,77 N 93846,012 N

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

Perpustakaan Unika

119
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

40
75
75
75
75
75
75
75
75
75
75
75
75
40

N1
310
R
975
705

N14
400

Gambar 3.41 Tata letak baut

3. Perhitungan Sambungan 3

y 2 = 6468750mm 2
akibat Vu:
timbul, Rv =

350623,362
= 14609,307 N
24

akibat Mu:
M u .x
(247189470,2 0) = 0
=
2
2
6468750
x +y
timbul,
M u .y
(247189470,2 862,5) = 32958,596 N
Rx =
=
2
2
6468750
x +y
Ry =

Ru =

(R

+ R y ) + (R x + Rh ) =
2

(14609,307 + 0)2 + (32958,596 + 0)2

Ru = 36051,365 N
Cek tahanan baut
Cek tahanan baut:
Tahanan geser: Rn = 0,75.m.ri . f u . Ab
b

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

400

120
Bab III Perhitungan Struktur

= 0,75 2 0,5 825 1 19 2


4
= 175433,406 N
Tahanan tumpu: Rn = 0,75.2,4. f u .t p .db
= 0,75 2,4 19 20 370
= 253080 N

Rn = 175433,406 N
Ru = 36051,365 N < Rn = 175433,406 N , ok

4. Perhitungan Sambungan 4

y 2 = 1608750mm 2
Tu =

M u .d (247189470,2 412,5)
=
= 63381,915 N
1608750
y2

Tu
f . f t . Ab
n
63381,915
0,75 f t 0,25 19 2
24
2640,913 212,647. f t
Tegangan geser yang terjadi:
Vu
350623,362
=
= 51,527 N
n. Ab 24 0,25 19 2

51,527 ri f u .m. f
b

51,527 0,5 825 1 0,75


51,527 309,375
f t f 1 . f uv f 2

f t 807 (1,5 51,527 ) 621


f t 729,709
f t = 621
2640,913 (212,647 621)
2640,913 132,053N, ok

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

Perpustakaan Unika

121
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

3.2

PERHITUNGAN STRUKTUR BAWAH

3.2.1

Perhitungan Abutment

A. Dimensi Abutment

0,5 m 1 m

3m

1m

I
1,5 m

II

2,5 m

1m

A
D
E
III

VI

0,5 m

1,5 m

IV
V

1m

0,5 m

2m

1m

1,5 m

2m

Gambar 3.42 Dimensi abutment

Berat jenis abutment ( beton) = 2400 kg/m3


Lebar Pondasi = 9 meter

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

7m

122
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

a. Berat dan titik berat abutment


Tabel 3.10 Berat dan titik berat abutment

No

Luas

Xa

Ya

Luas . Xa

Luas . Ya

Volume

Berat

(m2)
(m)
(m)
(m3)
(kg)
A
5,5
0
4,25
0
23,375
49,5
118800
B
1,25
-0,75
5,25
-0,9375
6,5625
11,25
27000
C
1
1
5
1
5
9
21600
D
0,5
0,833
4,167
0,416
2,0835
4,5
10800
E
0,125
-0,667
3,833
-0,083
0,479
1,125
2700
F
0,5
-1,667
2,15
-0,8335
1,075
4,5
10800
G
0,5
1,667
0,83
0,8335
0,415
4,5
10800
H
7,5
0
0,75
0
5,625
67,5
162000
16,875
0,3955
364500
Jarak titik berat eksentrisitas berat sendiri abutment terhadap pusat luasan pile
group.
X0 =

( Luas. X
Luas

0,3955
= 0,0234 m
16,875

Berat sendiri abutment Qbs = 364500 kg


Momen akibat berat sendiri abutment terhadap eksentrisitas pancang
M bs = Qbs X 0
= 364500 0,0234 = 8529,3 kgm = 8,53 ton m
b. Beban mati akibat konstruksi atas
PDL = 174,356 ton

c. Beban hidup akibat konstruksi atas


PLL = 128,31 ton

d. Akibat beban timbunan tanah


Lebar abutment = 9 m
Berat jenis tanah = 1700 kg/m3

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

123
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

Tabel 3.11 Beban akibat timbunan tanah

No

Luas

Xa

Ya

Luas . Xa

Luas . Ya

Volume

Berat

I
II
III
IV
V
VI

(m2)
1
4,5
0,125
3
0,5
21
30,125

(m3)
-1,5
-1,75
-0,833
-1,5
-1,833
-4

(m3)
5,25
5
3,83
2,75
1,67
3,5

(m3)
-1,5
-7,875
-0,104
-8,25
-0,835
-84
-102,564

(m3)
5,25
22,5
0,47875
8,25
0,835
73,5

(m3)
9
40,5
1,125
27
4,5
189

(kg)
15300
68850
1912,5
45900
7650
321300
460912,5

Jarak titik berat eksentrisitas berat timbunan tanah terhadap pusat luasan pile
group
X0 =

( Luas. X
Luas

102,564
= 3,4 m
30,125

Momen akibat berat timbunan tanah


M tan ah = Wtan ah X 0
= 460912,5 3,4 = 1567102,5 kgm = 1567,103 ton m
e. Gaya Rem dan traksi
Gaya rem dan traksi bekerja sebesar 5% dari muatan D tanpa koefisien kejut
yang memenuhi semua jalur lalu lintas yang ada dan dalam satu jurusan.
Beban Hidup = 128,31 ton
H rt = 5% 128,31 = 6,4155 ton
Lengan gaya terhadap titik eksentrisitas = 1,2 + h = 1,2 + 7 = 8,2 m
Momen gaya rem dan traksi terhadap titik eksentrisitas
M rt = H rt lengan gaya = 6,4155 8,2 = 52,6 ton m
f. Gaya akibat gesekan
H = 0,01 Beban mati = 0,01 174,356 = 1,74356 ton
Momen = H h = 1, 74356 7 = 12,2 ton m

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

124
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

g. Gaya akibat tekanan tanah

q = 0,6 x 1,7 t/m3 = 1,02 t/m2

5m
Pa1

Pa2
Pp

Gambar 3.43 Tekanan tanah pada abutment

tanah = 1,7 t/m3

25 o
= 0,406
K a = tan 2 45 o
2

25 o
= 2,464
K p = tan 2 45 o +
2

pa1 = q K a = 1,02 0,406 = 0,414 t/m2


pa 2 = h K a = 7 1,7 0,406 = 4,83 t/m2
Pa1 = pa1 h = 0,414 7 = 2,898 t/m

Pa 2 = 1 pa 2 h = 4,83 7 = 16,905 t/m


2
H 1 = Pa1 9 = 2,898 9

= 26,082 ton

H 2 = Pa 2 9 = 16,905 9 = 152,145 ton

+
Pa

= 178,227 ton

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

2m

125
Bab III Perhitungan Struktur
M 1 = 26,082 3,5

Perpustakaan Unika

= 91,287 ton m

M 2 = 152,145 2,333 = 354,942 ton m

+
Ma

= 446,229 ton m

Pp = 1 (h K p ) h 9
2
= 1 (2 1,7 2,464) 2 9 =75,398 ton
2
M P = 75,698 0,667 = -50,29 ton m

M = M P M a = 446,229 50,29 = 395,94 ton m


h. Gaya akibat gempa
Gh = Kh M
Kh = 0,15
1. Upper Structure
Gh = Kh M

M = Gh ya

= 0,15 174,356

= 26,1534 5,27

= 26,1534 ton

= 137,83 ton m

2. Sub Structure
Gh = Kh M

B.

M = Gh ya

= 0,15 364,5

= 54,675 2,93

= 54,675 ton

= 160,197 ton m

Kombinasi Pembebanan

Konstruksi jembatan ditinjau terhadap pembebanan dan gaya yang


mungkin

bekerja,

sesuai

dengan

sifat-sifat

serta

kemungkinan setiap beban.

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

kemungkinan-

126
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

Tabel 3.12 Kombinasi pembebanan

Tegangan yang digunakan


No

Kombinasi pembebanan

dalam dan pada tegangan ijin


keadaan elastis

Abutment + struktur atas + tekanan tanah

100%

II

Abutment + tekanan tanah + tanah urugan

125%

III
IV

Abutment + struktur atas + tekanan tanah

140%

+ tanah urugan + rem dan traksi


Abutment + beban mati + tanah urugan +

150%

gempa

Tabel 3.13 Kombinasi pembebanan I

Mv

Mh

(kg)

(kg)

(kgm)

(kgm)

No

Beban

Abutment

364500

Beban mati

174356

Beban hidup

128310

Tekanan tanah

8529,3

178227
667166

178227

395940
8529,3

395940

Tabel 3.14 Kombinasi pembebanan II

No

Beban

Abutment

Tekanan tanah

Tanah urugan

Mv

Mh

(kg)

(kg)

(kgm)

(kgm)

364500

8529,3
178227

460912,5

395940
1567103

825412,5

178227

1575632,3

395940

125%

1031765,625

222783,75

1969540,375

494925

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

127
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

Tabel 3.15 Kombinasi pembebanan III

Mv

Mh

(kg)

(kg)

(kgm)

(kgm)

No

Beban

Abutment

364500

Beban mati

174356

Beban hidup

128310

Tekanan tanah

Tanah urugan

Rem dan traksi

8529,3

178227
460912,5

395940
1567103

6415,5

52600

1128078,5

184642,2

1575632,3

448540

140%

1579309,9

258499,5

1969540,375

627956

Tabel 3.16 Kombinasi pembebanan IV

Mv

Mh

(kg)

(kg)

(kgm)

(kgm)

No

Beban

Abutment

364500

Beban mati

174356

Tanah urugan

460912,5

gempa

8529,3
1567103
80828,4

172395

999768,5

80828,4

1575632,3

172395

150%

1499652,75

121242,6

1969540,375

258592,5

I. Pembebanan

1. vertikal

= 1499652,75 kg

2. horisontal

= 258499,5 kg

3. momen vertikal

= 1969540,375 kgm

4. momen horisontal = 627956 kgm

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

128
Bab III Perhitungan Struktur
II. Kontrol terhadap Guling

Guling =
=

Mv
> Mh
n

n = 2 (angka keamanan)

1969540,375
> 627956
2

= 984770,1875 > 627956 (aman)

III. Cek terhadap Geser

Gaya dorong Pa = 178,227 ton


Gaya lawan F = v. f
v : beban vertikal = 1499,653 ton
f : tan = tan 19 = 0,344
F = 1499,653 0,344 = 515,88ton
SF =

F
515,88
=
= 2,894 > 2 (aman)
Pa 178,227

IV. Cek terhadap Daya Dukung

x=

M total 2597496,375
=
= 1,732
1499652,75
v

e = x b = 1,732 5 = 0,768
2
2

min =
=

max =
=

v 6.e
1 +

b.1
b
1499,653 6 0,768
1 +
= 23,514 t 2
m
5
5

v 6.e
1

b.1
b
1499,653 6 0,768
1
= 576,346 t 2
m
5
5

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

Perpustakaan Unika

129
Bab III Perhitungan Struktur
C.

Perpustakaan Unika

Penulangan Badan Abutment

Keterangan,

t = 4,5 m

Pu = 1579309,9 kg

h = 4,5 m

Mu = 627956 kg

b=1m

d = 5 cm = 50 mm

d = 1000 50 - 0,5.tulangan = 934mm


e=

Mu
627956
=
= 0,397 m = 397 mm
Pu
1579309,9

dicoba 27 D 32 (As = 21714,688 mm2)


As As = 21714,688 mm2
Xb =

600.d
600 934
=
= 667,143mm
600 + f y 600 + 240

ab = . X b = 0,85 667,143 = 567,071mm

f ' s = Ebeton .0,003.

X b ds
(667,143 50)
= 200000 0,003
Xb
667,143

555,032Mpa > f y = 240 Mpa


gunakan f ' s = f y = 240Mpa

h
h a
h

Pnb = 0,85. f ' c .b.ab . b + As . f ' s . d s + As . f y .d


2
2

2 2

1000 567,071
1000

= 0,85 25 1000 567,071

50
+ 21714,688 240
2
2
2

1000

+ 21714,688 240 934

= 2608453235 + 2345186304

Pnb = 7215841441Nmm
eb =

M nb 7215841441
=
= 598,812mm
Pnb
12050258,75

eb = 598,812mm > e = 299mm


Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut
Kabupaten Semarang

130
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

Keruntuhan desak:

Pn =

As . f y
b.h. f ' c
+
3.h.e
e
+ 0,5
+ 1,18
d d'
d2
21714,688 240 1000 1000 25
+
299
3 1000 299
+ 0,5
934 50
934 2 + 1,18

= 6217258,038 + 11321182,27

Pn = 17538440,3
Pr = 0,7.Pn = 0,7 17538440,3
Pr = 12276908,21N
Pr = 1227690,821kg > Pu = 1203773,2kg , ok!
Dipakai 27 D 32 ( As = 21714,688mm 2 )
Tulangan bagi = 20%. As
= 20% 21714,688 = 4342,938mm 2
dicoba D 25
S=

0,25 25 2
= 113,028 110mm , Dipakai tulangan bagi: D 25 110 mm
4342,938

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

131
Bab III Perhitungan Struktur
D.

Perpustakaan Unika

Penulangan Poer Abutment

0,5 m
W1

1m

A'

W2

2,3 m
2m

Gambar 3.45 Poer abutment

Jarak antar pondasi sumuran = 2,3 m

A. Perhitungan momen

W1 = 0,5 2 0,25 9 2,4 = 5,4ton


W2 = 2 0,75 9 2,4 = 32,4ton
Pmax = 1054,285ton
momen terhadap A-A

{ ((

)}

= 5,4 1 2 + 0,5 + {32,4 (1 + 0,5)}


3
= 6,3 + 48,6
= 54,9 ton m = 549000000 Nmm

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

132
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

B. Penulangan

h = 1000mm
b = 1000mm
d s = 50mm

d = 1000 50 1 25 = 937,5
2
f ' c = 25MPa
f y = 400 MPa
Mn =

M u 549000000
=
= 686250000 Nmm
0,8
0,8

M n = 0,85. f ' c .a.b. d a

686250000 = 0,85 25 a 1000 937,5 a

686250000 = 19921875.a 10625.a 2

a = 35,104mm
As =

0,85. f ' c .a.b 0,85 25 35,104 1000


=
fy
410

As = 1819,415mm 2

f ' c .b.d x

As

min 1

As

min 1

= 2858,232mm 2

As

min 2

As

min 2

= 3201,219mm 2

4. f y

25 1000 937,5
4 410

1,4.b.d x 1,4 1000 937,5


=
fy
410

dipakai As

min

= 3201,219mm 2

dicoba D 25 ( As = 490,874mm 2 )

S=

490,874 1000
= 153,333 150mm
3201,219

D 25 150 mm
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut
Kabupaten Semarang

133
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

Tulangan bagi = 20%. As


= 20% 3201,219 = 640,244mm 2
coba D 19 ( As = 283,529mm 2 )

S=

283,529 1000
= 442,845 200mm
640,244

dipakai D 19 200 mm
Pondasi Abutment
1. Perhitungan daya dukung pondasi sumuran
Daya dukung pondasi
QD = QG + QS
Keterangan : QG : Daya dukung ujung
QS : Gaya gesek kulit
Daya dukung tanah untuk pondasi telapak bulat :
= 41
= 1,7 gr 3
cm
Nc = 80
DF = 0,65 (Relatif Density)
SF = 2
Nq = 75
N = 100
qu = 1,2 C N C + DF ( N q 1) + 0,3 B N

= 1,2 0 80 + 1,7 0,65 (75 1) + 0,3 1,7 1,5 100


= 44,59 t 2
m
2
qu A p 44,59 1 4 1,5
qa =
=
= 39,3985 ton
SF
2
Penulangan Pondasi Sumuran
Direncanakan menggunakan beton prategang, c = 20 Mpa dan y = 240 Mpa
Tulangan pokok :
ASmin = 0,25% As

= 0,25% 1 d 2
4
1
= 0,25% 1500 2
4
= 4417,8647 mm
Pakai tulangan : 17 D 19 sengkang D16
2. Penulangan Poer
Tegangan ijin tanah
= 154,2 t 2
m
= 8,5 t 2
Berat tanah
= 5 m 1,7 t 3
m
m
t
t
= 4,8
Berat beton
= 2 m 2,4
m3
m2
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut
Kabupaten Semarang

134
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

P netto 1 = Tegangan ijin tanah ( berat tanah + berat beton )


= 154,2 13,3
= 140,9 t 2
m
Luas = 11,4 m 6,25 m = 71,25 m
Kuat geser = Pu = 1054284,875 kg
Desakan tanah dibawah kondisi tegangan (terfaktor) :
Pu 1054,285
Pnetto 2 =
=
= 14,796981 t 2
m
A
71,25
Geser (satu arah)
d = 1800 50 25 = 1725 mm
fc'
25
Vc1 =
bd =
6250 1725 = 8984375 N
6
6
0,6 VC1 = 0,6 8984375 = 5390625 N
VU1 = Pnetto 1 Luas efektif
= 1409 kN 2 6,25 m (6,25 1 1,725) m
m
= 31042,0313 kN = 31042031,3 N < Vc1
Geser Pons (dua arah)
fc'
25
Vc2 =
bd =
6250 1725 = 17968750 N
3
3
0,6 VC1 = 0,6 17968750 = 10781250 N
VU2 = Pnetto 1 Luas efektif
= 147,969 kN 2 6,25 m (6,25 1 1,725) m
m
= 3259743,75 kN = 3259743750 N < Vc1
Pemindahan beban dasar kolom pada pondasi
Pn = (0,85 c) Ag
= 0,6 (0,85 25) 1000 11400
= 145350000 N > Pu (10542848,75 N)
Momen lentur
ARAH PANJANG
Mu = Ptnetto2 b l
2

1,2

2 6,25 m
m
2
= 33,291 tm
tulangan
25
= 1737,5 mm
= 1725 +
d1 = d +
2
2
a

Mn = 0,85 c a b d1
2

= 14,796 t

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

135
Bab III Perhitungan Struktur
33,291 10 7
0,8

41,62 10 7
41,62 10 7
a = 1,81 mm

Perpustakaan Unika

= 0,85 25 a 6250 1737,5


2

= 132812,5 a 1737,5
2

= 230761718,8 a 66406,25 a 2

41,62 10 7
Mn
=
= 998,601 mm 2
1,81
a

fy d1 240 1737,5

2
2

Pakai Tulangan 6 D 16
As =

ARAH PENDEK
b
= 11,4 m
tulangan
25
= d
= 1725
= 1712,5 mm
dz
2
2
Mu = Pt netto 2 b l2
2

2,625
= 290,57 tm
2 11,4
m
2
a

Mn = 0,85 c a b d z
2

7
290,57 10
a

= 0,85 25 a 11400 1712,5


0,8
2

36,33 10 7 = 24225a 1712,5


2

363,3 10 7 = 41485312,5a 12112,5a 2


a = 8,78 mm
363,3 10 7
Mn
=
= 5188,26 mm 2
As =
8
,
78
a

fy dz 240 1712,5

2
2

Pakai Tulangan 26 D 16
= 14,796 t

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

136
Bab III Perhitungan Struktur
3.2.3

Perhitungan Wing Wall

Data tanah urug:

= 1,7t / m 2
K a = 0,406
q = 1,02t / m 2

H = 4,75 m
P1 = q.H .K a
= 1,02 4,75 0,406 = 1,967t / m
P1 = ( 1 . .H .K a ).H
2

= 1 1,7 4,75 0,406 4,75 = 7,786t / m


2
M 1 = 1 1,967 4,75 2 = 22,190tonm
2
M 2 = 1 7,786 4,75 2 1 = 29,279tonm
2
3
M total = 22,190 + 29,279 = 51,469tonm
M u = 1,2.M total
M u = 1,2 51,469 = 61,763tonm
Pakai jenis beton K 300,BJ 37:
f ' c = 25Mpa
b = 1000mm
f y = 240Mpa
h = 500mm
Diameter tulangan = 25 mm

( )

d = h t se lim ut 1 .Dtulangan
2

d = 500 40 1 25
2

d = 447,5 448mm
Mn =

Mu

0,8
M n = 61,763
= 772037500 Nmm
0,8
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut
Kabupaten Semarang

Perpustakaan Unika

137
Bab III Perhitungan Struktur

M n = 0,85. f ' c .a.b.(d 1 .a)


2

= 0,85 25 a 1000 448 1 a


2

Perpustakaan Unika

)}

772037500 Nmm = 9520000a 10625a 2


a1 = 805,829mm
a 2 = 90,171mm
dipakai a = 118,498 mm

As =

0,85. f ' c .a.b


fy

As =

0,85 25 90,171 1000


= 7983,891mm 2
240

f ' c .b.d x

As

min 1

As

min 1

= 2333,333mm 2

As

min 2

As

min 2

= 2613,333mm 2

4. f y

25 1000 448
4 240

1,4.b.d x 1,4 1000 448


=
fy
240

pakai As = 7983,891 mm2


1 25 2 1000
S= 4
= 61,483mm 60mm
7983,891
pakai D 25 60 mm
As

tulangansusut

= 20%. As

As

tulangansusut

= 20% 7983,891 = 1586,778mm 2

1 16 2 1000
S= 4
= 125,317mm 120mm
1586,778
pakai D 16 120 mm

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

138
Bab III Perhitungan Struktur
3.2.5

Perpustakaan Unika

Perhitungan Elastomer

Beban dari struktur atas (mati + hidup) = 174,356 + 128,31 = 302,666 ton
Dipakai Elastomer dengan ukuran = 350 500 mm
Beban vertikal maksimum = 1499,6 ton > 302,666 ton, Ok!
3.2.6

Perhitungan Tebal Perkerasan


Data:

a. Jalan dua jalur/arah,


b. Umur rencana sepuluh tahun, jembatan direncanakan dibangun tahun
2007,
c. Perkembangan lalu lintas:
1. car

: sedan, jeep dan station wagon

2. util 1 : opelet, pick-up opelet, suburban dan mini bus


3. util 2 : pick-up, mikro truk dan mobil hantaran
d. Pertumbuhan kendaraan:
1. car

: 4%

2. util 1

: 4%

3. util 2

: 4%

4. bus (besar)

: 2%

5. truk sedang dua as

: 2%

6. truk tiga as/lebih

: 2%

e. Bahan Perkerasan
1. AC-WC (MS = 744 Kg)

: 5 cm

2. AC-Base ( MS = 590 Kg)

: 7 cm

3. Batu Pecah Kelas A

: 30 cm

4. Sirtu Kelas A

: 60 cm

1. LHR awal tahun rencana 2006 (nama ruas: Semarang-Gunungpati)


Car

: 2573,97

Util 1

: 2474,01

Util 2

: 1176,57

Bus (besar)

: 995,78

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

139
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

Truk sedang dua as

: 4208,78

Truk tiga as/lebih

: 818,55

2. LHR akhir tahun rencana (tahun ke-10)


Car

: 2573,97 (1 + 0,04)10

= 3810,104

Util 1

: 2474,01 (1 + 0,04)10

= 3662,139

Util 2

: 1176,57 (1 + 0,04)10

= 1741,611

Bus (besar)

: 995,78 (1 + 0,02)10

= 1213,850

Truk (sedang) dua as

: 4208,78 (1 + 0,02)10

= 5130,479

Truk tiga as/lebih

: 818,515 (1 + 0,02)10

= 997,765

Car

: 0,0002 + 0,0002

= 0,0004

Util 1

: 0,0002 + 0,0002

= 0,0004

Util 2

: 0,0036 + 0,0183

= 0,0219

Bus (besar)

: 0,0183 + 0,1410

= 0,1593

Truk (sedang) dua as

: 0,0577 + 0,2923

= 0,35

Truk tiga as/lebih

: 0,293 + ( 2 0,0466)

= 0,3855

3. Angka ekivalen

4. LEP (lintas ekivalen permulaan)


Car

: 0,5 2573,97 0,0004

= 0,515

Util 1

: 0,5 2474,01 0,0004

= 0,495

Util 2

: 0,5 1176,57 0,0219

= 12,883

Bus (besar)

: 0,5 995,78 0,1593

= 79,314

Truk (sedang) dua as

: 0,5 4208,78 0,35

= 736,537

Truk tiga as/lebih

: 0,5 818,55 0,3855

= 157,776
+
= 987,52

5. LEA (lintas ekivalen akhir =10 tahun)


Car

: 0,5 3810,104 0,0004

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

= 0,762

140
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

Util 1

: 0,5 3662,139 0,0004

= 0,732

Util 2

: 0,5 1741,611 0,0219

= 19,071

Bus (besar)

: 0,5 1213,850 0,1593

= 96,683

Truk (sedang) dua as

: 0,5 5130,479 0,35

= 897,834

Truk tiga as/lebih

: 0,5 997,765 0,3855

= 192,319
+
= 1207,401

6. LET10

= 0,5 (LEP + LEA10)


= 0,5 ( 987,52 + 1207,401 )
= 1097,461

7. LER10

= LET10

UR
10

= 1097,461

10
10

= 1097,461
8. Menentukan ITP
CBR tanah dasar = 5%
DDT

= (4,3 log CBR) + 4,7


= (4,3 log 5) + 4,7
= 4,706

Berdasarkan pedoman Perencanaan Tebal Perkersan Lentur Jalan Raya


dengan Metode Analisa Komponen), maka didapat:
IPt

= 2 ( LER = 100-1000, jalan kolektor),hal 15

IPo

= 3,9-3,5 (hal 16)

FR

= 1 (iklim I < 900 mm/tahun; kelandaian II: 6-10%; kendaraan


berat 30%), hal 14

Dengan nomogram nomor 4, maka didapat, ITP = 10


Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut
Kabupaten Semarang

141
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

9. Menetapkan Tebal Perkerasan :


ITP = (a1 D1) + (a2 D2) + (a3 D3 m3) + (a4 D4 m4)
10

= (0,35 5) + (0,28 7) + (0,14 30 0,4) + (0,13 D4 0,6)

D4

= 59,10 cm 60 cm

cm
cm

AC-WC (MS = 744 kg)


AC-Base (MS = 590 kg)

30 cm

Batu Pecah kelas A

60 cm

Sirtu kelas A
Tanah dasar, CBR = 5%

Gambar 3.49 Tebal perkerasan jalan

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

142
Bab III Perhitungan Struktur
3.2.7

Perpustakaan Unika

Perhitungan Dinding Penahan Tanah

q = 1,02 t/m2

h1=5,5m

h2=1,5m
1m

1m
2m
4m
Gambar 3.50 Dinding penahan tanah

= 1,7t / m 3
= 18,4 19
C = 0,18

pasanganbatu = 2t / m 3
w = 2 3 19 = 12,667
= tan 1 1,5 4 = 20,556

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

143
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

xd

xt
q = 1,02 t/m2

Wt1

h1=5,5m

Wd1

Wt2

Pav

Wd2
h2=1,5m

Pah
y=2m

PP
1m

2m
4m

1m

Gambar 3.51 Pembebanan pada dinding penahan tanah

Ka =

cos 2 ( )

sin ( w + )sin ( )
cos . cos( w + )1 +

cos( w + ) cos( )

Ka =

cos 2 (19 20,556 )

sin (12,667 + 20,556 )sin (19 0 )


cos 20,556. cos(12,667 + 20,556 )1 +

cos(12,667 + 20,556 ) cos(20,556 0 )

Ka =

Kp =

0,999

0,291
0,877 0,837 1 +

0,783

= 0,525

cos 2 ( + )

sin ( w + )sin ( + )
cos . cos( w + )1

cos( w ) cos( )

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

144
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

cos 2 (19 + 20,556 )

Kp =

sin (12,667 + 20,556 ) sin (19 + 0 )


cos 20,556. cos(12,667 + 20,556)1

cos(12,667 20,556 ) cos(20,556 0 )

0,594

Ka =

0,178
0,877 0,837 1

0,927

= 2,561

Pa1 = q.H .K a
Pa1 = 1,02 5,5 0,525 = 2,945t / m
Pa 2 = ( 1 . .H 2 .K a )
2
Pa 2 = ( 1 1,7 5,5 0,525) = 13,499t / m
2
Pa = Pa1 + Pa 2 = 2,945 + 13,499
Pa = 16,444t / m
Pah = Pa . cos w = 16,444 cos12,667
Pah = 16,044t / m
Pav = Pa . sin w = 16,444 sin 12,667
Pav = 3,606t / m

.H 2 2 .K p

. cos
2
1,7 12 2,561
Pp =
cos 0 = 2,177t / m
2
Pp =

Stabilitas Geser

Dinding = {(0,5 + 2 ) 0,5} 4,5 2 = 11,25t / m


Pondasi = 1 5,5 2 = 11t / m
Tanah

= {(1 + 2,5) 0,5} 4,5 1,7 = 13,388t / m

Beban merata = 1,02 1 = 1,02t / m


Jadi total beban, Pf = 36,658t / m
V f = Pf . tan f
V f = 36,658 tan 20 = 13,342t / m
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut
Kabupaten Semarang

145
Bab III Perhitungan Struktur

SF

V f + Pf
Pah

Perpustakaan Unika

(13,342 + 2,1777 )
16,044

= 0,967 < 1,5, ok!


Stabilitas Guling

)}

wd .x d = wd 1 0,5 + wd 2 2 1,5
3
2

11,25 x d = {2 (4,5 0,5) (0,5 2)} + {(0,5 1,5 4,5) 1 2}


xd =

(1,125 + 6,75) = 0,7m


11,25

{ ( 3 ) 1,5}+ {w (0,5 1,5)}


13,388 x = {1,7 (1,5 4,5 0,5) (2 1,5)}+ {(1 4,5) 1,7 2}
3
wt .xt = wt1 2

t2

xt =

(5,738 + 15,3) = 1,571m


13,388

berdasar tabel, maka didapat:


N c = 14,04
N q = 5,9
N = 4,46

' = = 1,7t / m 3
dianggap; ' d = .h2 = 1,7 1
' d = 1,7t / m 2
qu ' = C.N c + ' d .( N q 1) + 0,5. '.B.N

qu ' = (0,8 14,04) + {1,7 (5,9 1)} + (0,5 1,7 C o 4,46)


qu ' = 10,857 + (3,791.C o )

C o = 0,1B = 0,1 4 = 0,4m

qu ' = 12,373t / m 2

C o = 0,15B = 0,15 4 = 0,6m

qu ' = 13,132t / m 2

C o = 0,2 B = 0,2 4 = 0,8m

qu ' = 13,889t / m 2

C o = 0,25B = 0,25 4 = 1m

qu ' = 14,648t / m 2

C o = 0,3B = 0,3 4 = 1,2m

qu ' = 15,406t / m 2

C o = 0,42 B = 0,42 4 = 1,68m

qu ' = 17,226t / m 2

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

146
Bab III Perhitungan Struktur

Pf

ultimit

Perpustakaan Unika

= qu '.0,5.C o

C o = 0,1B = 0,1 4 = 0,4m

Pf = 2.475t / m

C o = 0,15B = 0,15 4 = 0,6m

Pf = 3,939t / m

C o = 0,2 B = 0,2 4 = 0,8m

Pf = 5,556t / m

C o = 0,25B = 0,25 4 = 1m

Pf = 7,324t / m

C o = 0,3B = 0,3 4 = 1,2m

Pf = 9,244t / m

C o = 0,42 B = 0,42 4 = 1,68m

Pf = 14,469t / m

Tabel 3.17 Stabilitas Guling C o = 0,4m

gaya

lengan

M guling

Pah

16,044

32,088

Pav

3,606

4,5 0,4 = 4,1

14,785

dinding

11,25

1 + 0,7 0,4 = 1,3

14,625

Pondasi kiri

0,4 1 2 = 0,8

0,4 0,5 = 0,2

3,6 1 2 = 7,2

(4,5 0,4) 0,5 = 2,05

Pondasi kanan
tanah
Pf

ultimit

0,16
14,76

1 + 0,5 + 1,57 0,4 = 2,67

16,363

43,689

0,4 0,5 = 0,2

2,475

M tahan

0,495
32,248

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

88,354

147
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

Tabel 3.18 Stabilitas Guling C o = 0,6m

gaya

lengan

M guling

Pah

16,044

32,088

Pav

3,606

4,5 0,6 = 3,9

14,063

dinding

11,25

1 + 0,7 0,6 = 1,1

12,375

Pondasi kiri

0,6 1 2 = 1,2

0,6 0,5 = 0,3

Pondasi kanan

3,4 1 2 = 6,8

(4,5 0,6) 0,5 = 1,95

tanah

16,363

Pf

ultimit

0,36
13,26

1 + 0,5 + 1,57 0,6 = 2,47

40,417

0,6 0,5 = 0,3

3,939

M tahan

1,182
32,448

81,297

M tahan

Tabel 3.19 Stabilitas Guling C o = 0,8m

gaya

lengan

M guling

Pah

16,044

32,088

Pav

3,606

4,5 0,8 = 3,7

13,342

dinding

11,25

1 + 0,7 0,8 = 0,9

10,125

Pondasi kiri

0,8 1 2 = 1,6

0,8 0,5 = 0,4

3,2 1 2 = 6,4

(4,5 0,8) 0,5 = 1,85

Pondasi kanan
tanah
Pf

11,84

1 + 0,5 + 1,57 0,8 = 2,27

16,363

ultimit

0,64

37,144

0,8 0,5 = 0,4

5,556

2,222
32,728

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

74,673

148
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

Tabel 3.20 Stabilitas Guling C o = 1m

gaya

lengan

M guling

Pah

16,044

32,088

Pav

3,606

4,5 1 = 3,5

12,621

dinding

11,25

1 + 0,7 1 = 0,7

7,875

Pondasi kiri

11 2 = 2

1 0,5 = 0,5

Pondasi kanan

3 1 2 = 6

(4,5 1) 0,5 = 1,75

10,5

tanah

16,363

1 + 0,5 + 1,57 1 = 2,07

33,871

7,324

1 0,5 = 0,5

3,662

Pf

ultimit

M tahan

33,088

68,529

M tahan

Tabel 3.21 Stabilitas Guling C o = 1,2m

gaya

lengan

M guling

Pah

16,044

32,088

Pav

3,606

4,5 1,2 = 3,3

11,899

dinding

11,25

1 + 0,7 1,2 = 0,5

5,625

Pondasi kiri

1,2 1 2 = 2,4

1,2 0,5 = 0,6

Pondasi kanan

2,8 1 2 = 5,6

(4,5 1,2) 0,5 = 1,65

9,24

tanah

16,363

1 + 0,5 + 1,57 1,2 = 1,87

30,599

9,244

1,2 0,5 = 0,6

5,546

Pf

ultimit

1,44

33,528

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

62,909

149
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

Tabel 3.22 Stabilitas Guling C o = 1,68m

gaya

lengan

M guling

Pah

16,044

32,088

Pav

3,606

4,5 1,68 = 2,82

10,169

dinding

11,25

1 + 0,7 1,68 = 0,02

0,225

Pondasi kiri
Pondasi kanan
tanah
Pf

1,68 1 2 = 3,36
2,32 1 2 = 4,6

2,822

(4,5 1,68) 0,5 = 1,41

6,542

1 + 0,5 + 1,57 1,68 = 1,39

16,363

ultimit

1,68 0,5 = 0,84

M tahan

22,745

1,68 0,5 = 0,84

14,469

12,154
34,91

51,835

Tabel 3.23 Stabilitas guling Total

F = MD

Letak Co

M D = M guling

M R = M tahan

0,4

32,248

88,354

2,739

0,6

32,448

81,297

2,505

0,8

32,728

74,673

2,282

33,088

68,529

2,071

1,2

33,528

62,909

1,876

1,68

34,91

51,835

1,485

Pakai C o = 0,42 B = 0,42 4


= 1,68 m

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

MR

150
Bab III Perhitungan Struktur

Perpustakaan Unika

M = 0
M D + Pf

ultimit

.x ( M R M f

ultimit

)=0

34,91 + (14,469 x ) (51,385 12,154) = 0


4,771
x=
= 0,329
14,469
e = 4 1,68 0,329
2
e = 0,009 0
eb

syarat 0 4

6
0 0,667, ok

Cek daya dukung tanah:


B ' = B (2.e )

= 4 (2 0) = 4m
qu ' = C.N c + ' d .( N q 1) + 0,5. '.B.N

qu ' = (0,8 14,04 ) + {1,7 (5,9 1)} + (0,5 1,7 4 4,46)


qu ' = 26,021t / m 2

qu '
SF
26,021
qa ' =
= 8,674t / m 2
3
qa ' =

ekivalen

Pf
B'

14,469
4

= 3,167 t / m 2

ekivalen

qa '

3,617 8,674, ok

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut


Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

152Unika
Perpustakaan

BAB IV

RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS)


4.1 Syarat Syarat Khusus
1.

JAMINAN PELAKSANAAN
Penawar yang ditunjuk sebagai pemenang untuk Pelelangan pekerjaan ini
harus menyerahkan Jaminan Pelaksanaan dalam waktu 15 (lima belas) hari
setelah diterbitkannya Surat Keputusan Pemenang Pelelangan. Jaminan
Pelaksanaan berupa Surat Jaminan dari Bank Pemerintah atau BankBank
lain yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan RI (seperti tercantum dalam
lampiran 6) sebesar 10 % dari Nilai Kontrak.
Jaminan Pelaksanaan mempunyai masa berlaku sampai dengan Penyerahan
Kedua (selesai masa pemeliharaan).

2.

ASURANSI TENAGA KONTRAKTOR


a.
PIHAK KEDUA berkewajiban mengadakan usahausaha untuk
menjamin keamanan dan keselamatan kerja para pekerja dalam
pelaksanaan pekerjaan.
b.
PIHAK KEDUA berkewajiban membayar iuran ASTEK kepada
Perum Astek ke Bank Pemerintah. Besarnya pembayaran sebanding
dengan angsuran pembayaran harga kontrak yang telah diterima
Kontraktor.

3.

SURAT KETERANGAN DAN PEMBAYARAN


a.
Uang Muka
Pemborong diberi hak mengambil Uang Muka sebesar maximum 20%
dari Nilai Kontrak dengan menyerahkan Jaminan Uang Muka dari
Bank Pemerintah atau Bankbank dan lembaga keuangan lainnya
yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan.
Permintaan uang muka perlu dilengkapi dengan surat pernyataan
perincian penggunaan uang, disertai copy kontrak pembelian material
(antara lain semen, besi beton, pasir, dll) dan mobilisasi alat yang
besarnya minimum 20 % dari besar uang muka. Uang muka tersebut
hanya digunakan untuk pekerjaan dalam proyek yang bersangkutan.
b.
Jumlah minimum asuransi pihak ketiga
Kontraktor diwajibkan mengasuransikan Tenaga Personil Direksi
sebanyakbanyaknya 6 (enam) orang pada asuransi tenaga kerja
(Astek) sesuai dengan peraturan yang berlaku.

4.

KEWENANGAN / ORGANISASI KONTRAKTOR


Setiap paket pekerjaan harus dibawahi oleh seorang Site Manager /
Engineer yang diberi wewenang dalam hal teknik dan administrasi (tidak
merangkap). Dan Direktur / Kepala Cabang atau Kuasa Direktur / Kepala
Cabang harus berkedudukan di Semarang.
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

153Unika
Perpustakaan

5.

PEMAKAIAN PRODUKSI DALAM NEGERI


Untuk melaksanakan pekerjaan ini, para Kontraktor sejauh mungkin
menggunakan bahanbahan produksi dalam negeri dengan persetujuan
Direksi dan tidak menyimpang terhadap ketentuanketentuan tentang
penggunaan produksi dalam negeri seperti yang tercantum dalam Lampiran
2 Keppres No.29/1984.

6.

KERJA SAMA DENGAN GOLONGAN EKONOMI LEMAH (GEL)


a.
Kontraktor diwajibkan untuk mengadakan / melakukan kerja sama
dengan pemborong Perusahaan Golongan Ekonomi Lemah (GEL)
sebagai Sub Kontraktor atau Leveransir dalam pelaksanaan pekerjaan
tersebut.
b.
Pekerjaan yang di sub kontrakkan adalah bukan merupakan pekerjaan
pokok / utama.
c.
Tanggung jawab untuk pekerjaanpekerjaan yang disubkan kepada
Sub Kontraktor, tetap ada Kontraktor.

7.

PEMAKAIAN JALAN YANG ADA


a.
Dalam hal samasama melaksanakan pekerjaan, setiap Kontraktor
harus memberi kesempatan kepada Kontraktor lain melaksanakan
pekerjaannya (kerja sama) yang dikoordinir oleh Pemimpin Proyek.
b.
Bila mempergunakan jalan desa atau jalan inspeksi sebagai jalan
masuk ke lokasi kerja dan untuk transportasi material maka (tekanan
gandar) muatan maximum kendaraan (truk) tidak boleh lebih dari 4
ton.
Dan perbaikan kembali jalan tersebut seperti semula menjadi
tanggungan Kontraktor. Kontraktor harus memperhatikan halhal
sebagai berikut :
1. Kecuali bilamana ditentukan lain dalam 7 (tujuh) hari sesudah
dikeluarkannya pemberitahuan bahwa pekerjaan dapat dimulai,
Kontraktor harus mengambil alih dan memelihara jalan masuk,
jalan logistik dan jalan inspeksi sesuai usulan dalam penawaran
yang akan dipakai untuk pelaksanaan pekerjaan.
2. Kontraktor harus membuat persiapanpersiapan yang diperlukan,
antara lain perkuatan jalan dan jembatan dalam waktu 10
(sepuluh) hari setelah penyerahan pekerjaan dan memperoleh ijin
dari yang berwenang atau pemilik untuk menggunakan jalan yang
dimaksud tersebut dan mematuhi setiap peraturan dari pihak yang
berwenang atau pemilik.
3. Selama dalam pelaksanaan Kontraktor harus memperhatikan
keadaan jalan beserta bangunan yang terkait untuk selalu dalam
keadaan layak dipakai oleh masyarakat dan pada penyerahan
pekerjaan akhir keadaan jalan beserta bangunan yang terkait
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

4.

154Unika
Perpustakaan

minimal kembali seperti pada keadaan sebelum pekerjaan


dimulai.
Semua jenis pengeluaran akibat ketentuan pada ayat ini sudah
termasuk didalam harga penawaran Kontraktor.

4.2 Syarat-Syarat Administrasi


PASAL 1
JAMINAN LELANG
1. Jaminan lelang berbentuk Surat Jaminan BPD Jawa Tengah atau Bank
Pemerintah yang ditunjuk senilai Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah).
2. Bagi pemborong yang ditunjuk, jaminan lelang dapat diambil setelah 6 (enam)
hari sejak Pengumuman Pemenang Lelang.
3. Bagi pemborong yang mendapatkan pekerjaan, tender garansi diberikan
kembali setelah/pada saat Jaminan Pelaksanaan diterima oleh Pimpinan
Proyek.
PASAL 2
JAMINAN PELAKSANAAN
1. Jaminan pelaksanaan adalah 10% dari nilai kontrak (Rp 17.700.000.000,-)
yaitu sebesar Rp 1.770.000.000,-.
2. Jaminan pelaksanaan diterima oleh pemimpin proyek pada saat pemborong
menerima SPK.
3. Jaminan pelaksanaan dapat dikembalikan jika pekerjaan sudah diserahkan
yang pertama kalinya dan diterima baik oleh pemimpin proyek (disertai Berita
Acara Penyerahan Pertama).
PASAL 3
RENCANA KERJA (TIME SCHEDULE)
1. Pemborong harus membuat rencana kerja pelaksanaan pekerjaan yang
disetujui oleh pemimpin proyek selambat-lambatya 1 (satu) minggu setelah
SPK diterbitkan serta daftar nama pelaksana yang diserahkan untuk
menyelesaikan pekerjaan yang bersangkutan.
2. Pemborong diwajibkan melaksanakan pekerjaan menurut rencana kerja
tersebut.
PASAL 4
LAPORAN HARIAN DAN LAPORAN MINGGUAN
1. Badan Pengawas (DPU) tiap minggu supaya mengirimkan kepada Pemberi
Kerja (DPU Bina Marga Semarang) dan tindasan kepada yang bersangkutan
mengenai maju mundurnya pekerjaan disertai laporan banyaknya orang-orang
yang bekerja setiap harinya, yang tindasannya ditujukan kepada Kepala
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

155Unika
Perpustakaan

Direktorat Jendral Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum Jawa Tengah.


Laporan harian, mingguan dan bulanan oleh Badan Pengawas dan dilegalisir
oleh pemimpin proyek dan pemborong wajib membantunya.
2. Penilaian prestasi kerja atas dasar pekerjaan yang sudah diselesaikan tidak
termasuk adanya bahan-bahan di tempat pekerjaan dan tidak atas dasar
besarnya pengeluaran uang.
PASAL 5
PEMBAYARAN
(Diatur dengan Pemborong yang melaksanakan)
A. Pembayaran akan dilaksanakan sebagai berikut :
1. Angsuran I (Pertama)
Dibayar 30% (tiga puluh persen), jika pekerjaan telah mencapai 35% (tiga
puluh lima persen).
2. Angsuran II (Kedua)
Dibayar 30% (tiga puluh persen), jika pekerjaan telah mencapai 65%
(enam puluh lima persen).
3. Angsuran III (Ketiga)
Dibayar 35% (tiga puluh lima persen), jika pekerjaan telah mencapai 100%
(seratus persen) dan seluruh pekerjaan sudah diserahkan untuk yang
pertama kalinya dan dapat diterima baik oleh Direksi, serta jaminan
pelaksanaan dapat diambil.
4. Angsuran IV (keempat)
Dibayar 5% (lima persen), jika batas waktu pemeliharaan telah berakhir
dan sudah diserahkan untuk kedua kalinya (penyerahan terakhir) dan dapat
diterima dengan baik oleh pihak Direksi.
B. Tiap pengajuan pembayaran angsuran harus disertai Berita Acara Pemeriksaan
Pekerjaan dilampiri daftar hasil Opname Pekerjaan dan foto-foto dokumenter
dalam album.
PASAL 6
SURAT PERJANJIAN PEMBORONG (KONTRAK)
1. Biaya Surat Perjanjian Pemborong/Kontrak sebesar 1% (satu persen) dari
harga borongan dan biaya materai dipikul oleh pemborong. Dua kontrak asli
diberi materai Rp 6000,00 , sedang yang lain cukup dengan tanda tangan dan
cap.
2. Surat perjanjian Pemborong (Kontrak), dibuat rangkap 22 (dua puluh dua) atas
biaya dari Pemborong, dengan catatan 12 (dua belas) buku lengkap dengan
gambar detail sedang yang 10 (sepuluh) buku dengan gambar pokok.
3. Konsep dibuat oleh pemimpin proyek sedangkan lampiran-lampirannya dan
seluruh kontrak disiapkan oleh Pemborong berisi antara lain :
a. Surat undangan lelang
b. Bestek dan RKS
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)


c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.
m.
n.
o.
p.
q.
r.
s.
t.
u.
v.

156Unika
Perpustakaan

Berita Acara Aanwijzing


Berita Acara Pembukuan Surat Penawaran
Berita Acara Evaluasi
SPK
Surat Penawaran Bermeterai
Daftar RAB
Daftar Analisa
Daftar harga satuan bahan dan upah kerja
Daftar harga satuan pekerjaan
Fotokopi referensi bank yang masih berlaku
Fotokopi Fiskal dan NPWP yang masih berlaku
Fotokopi Ijin Usaha dari Kanwil Depperdag Jawa Tengah
Fotokopi jaminan lelang
Surat pengakuan kualifikasi dari klasifikasi yang masih berlaku (fotokopi)
Time Schedule
Gambar pelaksanaan terdiri dari 12 (dua belas) ganda gambar komplit dan
10 (sepuluh) ganda gambar diperlukan
Fotokopi jaminan pelaksanaan
Fotokopi surat kesanggupan bekerja sama dengan pengusaha golongan
ekonomi lemah
Gambar pelaksanaan terdiri dari 12 (dua belas) ganda lengkap dan 10
(sepuluh) ganda gambar-gambar pokok
Surat keterangan mendaftarkan pekerjaan pada PERUM ASTEK
PASAL 7
PENYERAHAN PEKERJAAN

1. Jangka waktu penyerahan pakerjaan selama hari kalender, termasuk hari


besar/raya dan hari minggu.
2. Pekerjaan dapat diserahkan untuk pertama kalinya jika pekerjaan telah selesai
100% dan dapat diterima baik oleh pemimpin proyek, dengan disertai Berita
Acara dan dilampiri daftar kemajuan pekerjaan pada penyerahan untuk
pekerjaan ini, keadaan halaman serta bangunan pekerjaan bersih seluruhnya
secara visual.
3. Sewaktu diadakan penelitian dan pemeriksaan secara teknis dalam rangka
penyerahan pertama kali maka surat Permohonan Pemeriksaan Teknis yang
diajukan kepada pemimpin proyek supaya dilampiri :
a. Daftar kemajuan pekerjaan 100% yang ditanda tangani oleh DPU.
b. 1 (satu) album berisi foto-foto berwarna ukuran pos, yang menyatakan
prestasi pekerjaan 100%.
c. Surat permohonan teknis yang dikirim kepada pemimpin proyek ataupun
tembusannya yang diajukan kepada pengelola harus sudah dikirim
selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari sebelum batas waktu penyerahan
pertama kalinya.
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

157Unika
Perpustakaan

PASAL 8
MASA PEMELIHARAAN
1. Jangka waktu pemeliharaan adalah 60 hari kalender sejak penyerahan
pertama.
2. Jika dalam masa waktu pemeliharaan terjadi kerusakan-kerusakan akibat
kurang sempurnanya di dalam mutu bahan yang digunakan, maka pemborong
harus segera memperbaiki dan menyempurnakan kembali setelah pihak
pemborong diperingatkan atau diberitahukan yang pertama kali secara terulis
oleh pemimpin proyek.
PASAL 9
PERPANJANGAN WAKTU PENYERAHAN
1. Surat permohonan perpanjangan waktu penyerahan pertama yang dilakukan
kepada pemimpin proyek harus sudah diterima baik, selambat-lambatnya 15
(lima belas) hari sebelum batas waktu penyerahan pertama kali berakhir dan
surat tersebut dilampiri dengan :
a. Data yang lengkap
b. Time Schedule baru
2. Surat permohonan perpanjangan waktu penyerahan tanpa data yang lengkap
tidak dipertimbangkan.
3. Permohonan perpanjangan waktu penyerahan pekerjaan yang pertama kali
dapat diterima oleh pemimpin proyek, jika :
a. Adanya pekerjaan tambahan atau pengurangan yang tidak dapat dielakkan
lagi setelah atau sebelum kontrak ditanda tangani oleh kedua belah pihak.
b. Adanya surat perintah tertulis dari pemimpin proyek tentang pekerjaan
tambahan.
c. Adanya surat perintah dari pemimpin proyek tentang pekerjaan untuk
sementara waktu dihentikan.
d. Adanya force majeur (bencana alam, gangguan keamanan,pemogokan)
kejadian dimana harus diteguhkan oleh Kepala Daerah setempat dengan
surat pernyataan.
e. Adanya gangguan curah hujan yang terus menerus di tempat pekerjaan
yang secara langsung mengganggu pekerjaan yang diperkuat oleh Direksi
Lapangan.
f. Pekerjaan tidak dapat dimulai tepat pada waktunya yang telah ditentukan
karena tanah yang akan dipakai untuk bangunan belum dibebaskan secara
sah.
PASAL 10
SANKSI/DENDA
1. Jika batas waktu penyerahan pekerjaan yang pertama kalinya dilampauinya,
maka pemborong dikenakan sanksi/denda pembayaran denda sebesar 0/00
(satu permil) sampai sebanyak-banyaknya 5% (lima persen) dari harga
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

158Unika
Perpustakaan

borongan per hari keterlambatan. Uang denda tersebut harus dilunasi pada
waktu pembayaran penyerahan angsuran pertama.
2. Jika ada perintah untuk mengerjakan tambahan dan tidak disebutkan waktu
pelaksanaannya, maka jangka waktu pelaksanaan tidak dapat diperpanjang.
PASAL 11
PEKERJAAN TAMBAHAN DAN PENGURANGAN
1. Harga untuk pekerjaan yang diperintahkan secara terulis oleh pemimpin
proyek, pemborong supaya mengajukan kepada pembayaran tambahan.
2. Setelah pekerjaan tambahan dikerjakan, pemborong supaya mengajukan
kepada pemimpin proyek dapat diperhitungkan apakah pekerjaan tersebut
dapat terbayar atau tidak.
3. Didalam mengajukan daftar RAB pekerjaan tambahan ditambahkan 10%
keuntungan pemborong dari Bouwshoom dan pajak jasa 2,5% dari jumlah
(Bouwshoom+keuntungan pemborong).
4. Untuk perhitungan pekerjaan tambahan dan pengurangan menggunakan harga
satuan yang telah dimasukkan dalam penawaran/kontrak.
PASAL 12
DOKUMENTASI
Badan Pengawas (DPU Semarang) membantu pemimpin proyek menyelesaikan
pendaftaran bangunan Pemerintah pada Badan Arsip di Jakarta yang terdiri dari :
1. Gambar situasi sesuai dengan pelaksanaan berskala 1:500 sebanyak 8 lembar.
2. Gambar denah sesuai dengan pelaksanaan skala 1:200 sebanyak 8 lembar.
3. Daftar perhitungan luas bangunan.
4. Akte/keterangan tanah sebanyak 8 lembar.
5. As bulit drawing.
6. Fotokopi dan berita acara penyerahan pertama dan kedua.
PASAL 13
PENCABUTAN PEKERJAAN
1. Pada pencabutan pekerjaan, pemborong hanya dapat dibayar dari
pekerjaan yang telah diperiksa serta disetujui oleh pemimpin proyek
sedangkan harga-harga bahan bangunan yang berada di tempat pekerjaan
menjadi resiko pemborong sendiri.
2.
Penyerahan bagian-bagian pekerjaan atau seluruh pekerjaan kepada
pemborong lain tanpa ijin tertulis dari pemimpin proyek, tidak diijinkan.

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

4.4

159Unika
Perpustakaan

Syarat Teknis

4.4.1 Pekerjaan Tanah dan Pembongkaranpembongkaran


4.4.1.1 Macam Pekerjaan
Pekerjaan tanah mencangkup pekerjaanpekerjaan yang sehubungan
dengan penggalian dan penimbunan atau pembuangan tanah, batubatu
atau material lain dari atau ke tempat proyek untuk pelaksanaan
pembuatan saluran air, selokan, oprit, pembuangan materialmaterial yang
digunakan, lapisan tanah atas, pembuangan bekasbekas longsor, yang
kesemuanya disesuaikan dengan spesifikasi ini, dan mengikuti gambar
rencana dalam hal kedudukan, kemiringan dan bentuk penampang.
4.4.1.2 Umum
a. Penjelasan tentang sifat tanah
Keterangan tentang sifatsifat macammacam tanah yang diperlihatkan
pada gambar rencana atau yang di dapat oleh kontraktor sebagai hasil
diskusi dengan direksi atau sumber lainnya harus tidak salah taksiran
sebagai hal yang sudah pasti yang dapat di pakai sebagai dasar penyusunan
harga penawaran. Kontraktor harus melihat sendiri ke tempat pekerjaan
pada waktu mempersiapakan harga penawaran tersebut dan menyakinkan
tentang macam tanah, keadaan lapisan, volume, lokasi dan lainlain
kemungkinan untuk dapat memenuhi syaratsyarat spesifikasi.
Peserta lelang kemudian mempersiapkan harga penawaran atas dasar hasil
penilainnya. Setelah penandatanganan kontrak tidak dibenarkan adanya
claim yang diakibatkan karena kesalahan penilaian tersebut.
b. Galian
Semua pekerjaan galian harus dikerjakan sesuai dengan spesifikasi galian
tersebut diatas syaratsyarat kerja yang menyangkut bidang lain,
mengikuti ketentuanketentuan letak, peil, kemungkinan bagian jalan dan
dimensi seperti yang dicantumkan pada gambar rencana atau petunjuk
direksi.
4.4.1.3 Jumlah Pekerjaan
Jumlah pekerjaan dari bermacammacam galian dan timbunan yang akan
diperhitungkan pembiayaannya dalam gambar rencana, gambargambar
standard, gambargambar profil melintang dan memanjang, yang disahkan
oleh direksi. Galian / timbunan yang dikerjakan diluar pembatasan
pembatasan itu tidak akan diberikan pembayaran.
4.4.1.4 Pengukuran Hasil Kerja
Jumlah pekerjaan tanah yang akan dibayar dilihat dari banyaknya kubikasi
material diukur dari tempat asalnya dan diperhitungkan dengan cara luas
ujung ratarata (average end area method), kecuali bila kesalahannya
melebihi atau kurang dari 5 % dibandingkan dengan cara perhitungan
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

160Unika
Perpustakaan

prisma, dalam hal dimana direksi akan menentukan cara perhitungan yang
lebih teliti
a. Pembongkaran rintanganrintangan
Harga satuan yang disebut dalam kontrak untuk semua macam galian
harus sudah sudah termasuk pembongkaran materialmaterial dalam
bentuk apapun yang terdapat pada galian sesuai dengan yang dicantumkan
pada gambar rencana, membongkar dan memindahkan menurut ketentuan
direksi. Material tersebut dapat berupa : tembok lama, pemasangan batu,
beton, batubatuan keras, perkerasan jalan lama dan sebagainya.
Hanya batu besar dengan ukuran lebih dari 0,5 m3 atau bangunan
pemasangan batu bata, beton yang berukuran lebih besar dari 1m3 akan
dibayarkan sesuai dengan mata pembiayaan untuk galian batu dari
pembongkaran yang tercantum dalam harga kontrak.
b. Pemindahan/pembongkaran tanah atau batuan lepas
Tanah lepas atau batuan lepas harus dipindahkan / dibongkar dari lereng
lereng timbunan / galian sesuai dengan petunjuk direksi. Pembayaran
untuk pekerjaan itu termasuk galian tanah biasa.
4.4.2 Galian Tanah Biasa
4.4.2.1 Uraian
Galian tanah biasa mencangkup semua galian yang bukan galian batu,
galian untuk konstruksi atau galian material/bahan baku
4.4.2.2 Pengukuran Hasil Kerja
Cara pengukuran hasil pekerjaan adalah jumlah kubikasi dari material
yang akan digali, yang dihitung dengan cara luas ujung ratarata, atau
perhitungan prisma. Material tersebut harus diukur pada keadaan aslinya
sebelum pelaksanaan galian atau cara lain yang disetujui oleh direksi.
Profil penampang dengan skala yang tepat dan lengkap dengan detailnya
harus dibuat oleh kontraktor di atas kertas kalkir, diperiksa oleh direksi,
dan bila memenuhi syarat dapat disetujui. Kesemuanya ini kemudian akan
menjadi dasar pembiayaan.
4.4.2.3 Dasar Pembayaran
Galian tanah biasa seperti yang dimaksud sebagai galian tanah biasa
dimana saja disebut dalam spesifikasi ini akan dibayarkan tersendiri dalam
halhal seperti dibawah ini :
a. Bila material sebagai hasil galian untuk jalan ini ditentukan secara
tertulis oleh direksi, sebagai material yang diinginkan untuk dipakai
sebagai bahan timbunan.
b. Bila material sebagai hasil galian untuk jalan ini berjumlah lebih besar
dari yang diperlukan untuk konstruksi timbunan akan tetapi dalam hal
dimana material tersebut bukan material yang lebih dikarenakan
adanya galian tambahan (open barrow pit) yang dikerjakan oleh
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

161Unika
Perpustakaan

kontraktor untuk kepentingannya sendiri seperti yang disebutkan


dalam spesifikasi ini.
Tanpa mengartikan lain dari yang dimaksud dalam spesifikasi ini untuk
menghitung jumlah kubikasi keperluan timbunan seperti yang dimaksukan
pada spesifikasi ini, maka kubikasi timbunan tersebut perlu dikoreksi
dengan faktor pemadat 0,85 untuk tiap tanah biasa dan faktor
pengembangan 1,2 untuk batubatuan. Bila direksi menghendaki agar
hasil dari galian tanah biasa akan dipakai untuk bahan baku bagi pekerjaan
lainnya ( misalnya batubatuan atau batu pecah guna pelaksanaan
pekerasan untuk beton ), pekerjaan tersebut tidak akan dibayar tersendiri
tapi termasuk dalam harga penawaran untuk satuan pekerjaan yang
menggunakan bahan baku tersebut. Jumlah pekerjaan galian tanah biasa
akan dicantumkan dalam harga penawaran dan disebutkan dalam nomor
mata pembiayaan seperti dibawah ini. harga tersebut mencangkup
pembiayaan untuk pekerjaan yang disebutkan dalam spesifikasi ini, dan
pembiayaan lain yang perlu menyelesaikan pekerjaan tersebut
Nomor mata pembiayaan dan uraian
Galian tanah biasa

satuan
m. kubik

4.4.3 Subgrade
4.4.3.1 Ketentuan
Subgrade adalah bagian yang akan mendukung subbase atau, bila subbase
tidak ada yang akan mendukung kontruksi pekerasan. Subgrade meliputi
lebar dari pada jalan termasuk bahu jalan dan tempat parkir seperti yang
terlihat pada gambar rencana atau yang disebut disini. Subgrade dibedakan
menurut kedudukannya yang akan menentukan caracara pengerjaan yang
akan diuraikan.
4.4.3.2 Pelaksanaan
1. Mal lengkung dan mal datar
Kontraktor harus menyiapkan mal lengkung dan mal datar untuk
memeriksa ketelitian pekerjaan.
2. Pekerjaan persiapan
Goronggorong, pipapipa peresapan dan konstruksikonstruksi sekunder
lainnya yang terletak dibawah subgrade, termasuk timbunan pengisi
lubanglubang galian, bila perlu 30 cm dibawah subgrade harus sudah
diselesaikan sebelum pekerjaan untuk subgrade dimulai.
Selokanselokan, pipapipa peresapan, pengaliran air dan konstruksi
ujung untuk pipapipa itu harus sudah dapat bekerja secara sempurna agar
pengaliran air lancar dan tidak menyebabkan kerusakan pada subgrade.
Pekerjaan untuk subgrade tidak boleh dimulai sebelum pekerjaan
pekerjaan persiapan ini disetujui oleh direksi.
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

162Unika
Perpustakaan

3. Tingkat pemadatan
Semua material sampai kedalaman 30 cm di bawah subgrade harus
dipadatkan sampai 100% dari maksimum kepadatan ( kering) yang didapat
dari percobaan American Association of State Highway and
Transportation Official (AASHTO) T-99.
4. Subgrade pada tanah galian
Bila subgrade terletak pada tanah galian harus diusahakan agar bentuk
melintang dan memanjangnya sesuai dengan ketentuan spesifikasi. Tapi
pada peil lebih tinggi dari piel akhir nanti agar ada persiapan bila ada
penurunan sebagai akibat dari pemadatan. Tanah tersebut harus dipadatkan
dengan alat pemadat hingga mencapai kepadatan seperti yang disebut pada
spesifikasi ini.
Pengaturan kadar air dilaksanakan dengan sprinkel truck atau pengeringan
sebagai mana kebutuhannya untuk mencapai sesuatu kepadatan yang
maksimal, bila sifat tanah tersebut tidak memungkinkan mencapai CBR
minimum seperti yang disyaratkan di dalam perencanaan, maka material
material yang tidak baik harus dibuang dan diganti dengan yang
memenuhi syarat sampai kedalaman tertentu yang akan ditetapkan dengan
pemeriksaan CBR. Pembongkaran dan pembuangan material yang tidak
sesuai tersebut akan diperhitungkan sebagai galian biasa dan diatur dalam
spesifikasi ini.
5. Subgrade ada galian batu
Bila subgrade terletak pada galian batu, batubatuan tersebut harus digali
sampai pada bentuk yang sesuai, melintang maupun memanjang dan
diperiksa dengan mal datar. Tidak akan diadakan pembayaran pada galian
yang lebih dalam dari yang telah ditentukan dan kontaktor harus
membuang semua batubatuan yang lepas dan menambahkan material
berbutir kasar yang dipadatkan dan dibentuk sedemikian rupa (diperiksa
dengan mal datar). Agar permukaannya sesuai kembali dengan gambar
rencana atau petunjuk direksi.
Pada subgrade tersebut tidak diperbolehkan adanya tonjolan batu yang
lebih besar dari 4 cm.

6. Subgrade pada timbunan


Bila subgrade terletak pada timbunan, material yang akan ditempatkan
terletak pada timbuan, material yang akan ditempatkan pada bagian atas
timbunan tersebut sampai kedalaman 30 cm di bawah permukaan
subgrade harus memenuhi syarat kepadatan seperti tersebut diatas. Alat
pemadat yang berukuran tepat, yang disetujui oleh direksi, dapat
digunakan untuk pemadatan dan kadar air harus diatur agar didapat berat
(kering) pada seperti yang disyaratkan pada spesifikasi ini.
Agar diperhatikan untuk hanya menggunakan materialmaterial yang
memenuhi syarat untuk subgrade. Bila materialmaterial yang ada tidak
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

163Unika
Perpustakaan

cukup baik terlanjur digunakan harus dibongkar lagi dan diganti sabagai
mana seharusnya tanpa tambahan pembayaran.
Kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan subgrade akan diawasi
sepenuhnya oleh direksi untuk setiap tahapan dari pekerjaan dan bila
dipandang perlu membongkar / mengganti atau mengulangi kembali
pekerjaan tersebut agar didapat kepadatan seperti yang disyaratkan.
7. Perlindungan terhadap pekerjaan yang telah selesai
Tiap bagian pekerjaan subgrade yang telah diselesaikan harus dilindungi
agar tidak mengering, pecahpecah dan atau tanpa kerusakan lain yang
disebabkan karena kurang diperhatikan oleh pihak kontraktor, harus
diperbaiki seperti yang akan diperhatikan oleh direksi tanpa adanya
tambahan pembiayaan.
8. Lalu lintas dan perbaikanperbaikan
Kontraktor bertanggung jawab atas semua konsekuensi dari lewatnya lalu
lintas pada subgrade yang telah selesai dikerjakan, dimana dalam arah
tertentu yang dipandang perlu lalu lintas tersebut dapat dicegah untuk
melewatinya asal telah disediakan jalan lain atau dengan cara pelaksanaan
setengah jalan.
Kontraktor harus membatasi volume pekerjaan subgrade sesuai dengan
jumlah alatalat yang ada. Kontraktor harus mengusahakan juga agar
pekerjaan subgrade secepat mungkin disusul dengan pekerjaan subbase
atau base, sebab pekerjaan subgrade yang telah selesai apabila dibiarkan
terlalu lama dan tidak segera ditutup dengan pekerjaanpekerjaan
selanjutnya akan mengalami kerusakankerusakan tersebut sebelum
pekerjaan subbase atau base akan dikerjakan, tanpa tambahan
pembiayaan.
4.4.3.3 Pengukuran Hasil Kerja
Jumlah pekerjaan yang diperhitungkan untuk pembayaran pekerjaan ini
ditentukan menurut jumlah luas (meter persegi) dari subgrade yang telah
selesai dikerjakan menurut ketentuanketentuan yang telah disebutkan tadi
dan telah diterima dengan baik oleh direksi.

4.4.3.4 Dasar Pembayaran


Jumlah pekerjaan seperti yang disebutkan diatas akan dibayar menurut
harga satuan yang tercantum dalam harga penawaran masingmasing
untuk tiap macam sesuai seperti yang akan disebutkan dibawah ini, dimana
pembayaran tersebut meliputi semua pembiayaan yang perlu atau
umumnya diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan sebaikbaiknya,
kecuali untuk halhal dibawah ini :
a. Pekerjaan subgrade pada timbunan sudah termasuk dalam mata
pembiayan dan konstruksi timbunan
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

164Unika
Perpustakaan

b. Pemindahan/pembuangan material yang lebih atau tidak memenuhi


syarat
untuk pekerjaan subgrade akan dibayarkan dalam mata
pembiayaan sesuai dengan itu pada kontruksi timbunan, atau dianggap
galian biasa sebagaimana menurut kenyataan :
Nomor
1.
2.
3.

mata pembiayaan uraian


Pekerjaan subgrade pada galian
Pekerjaan subgrade pada galian batu
Pekerjaan subgrade pada timbunan

satuan
m. kubik
m. kubik
m. kubik

4.4.4 Sub Base


4.4.4.1 Uraian
Subbase adalah bagian dari konstruksi perkerasan jalan yang terletak di
antara subgrade dan base. Lebar dan tebalnya seperti tersebut dalam
gambar rencana.
4.4.4.2 Material
Peserta lelang sebelumnya harus menentukan sendiri akan tempat, jumlah
dan keserasian bahan yang ada untuk digunakan sebagai bahan subbase.
Harus juga diperhitungkan biaya sehubungan dengan pengambilan,
pengangkutan dan penyaringan bila perlu yang kesemuanya itu harus juga
tercangkup dalam satuan harga bahan subbase yang diajukan pada harga
penawaran.
Kontraktor selambatlambatnya 30 hari sebelum dimulainya pekerjaan
subbase harus sudah mengajukan kepada direksi suatu pernyataan yang
menerangkan tempat asal dan komposisi dari material yang digunakan
sebagai subbase, dimana sifatsifat material tersebut harus memenuhi
persyaratan yang akan disebutkan selanjutnya kepada spesifikasi
disesuaikan dengan kebutuhannya menurut spesifikasi ini :
a. Pemeriksaan, Testing dan Persetujuan
Sebagai keharusan, sebelum dimulainya pekerjaan penggalian bahan,
kontraktor harus menyerahkan hasil pemeriksaan laboratorium yang
diakui oleh direksi mengenai sifat sifat bahan.
Pengambilan bahan untuk keperluan pemeriksaan, biaya yang perlu
untuk pemeriksaan tersebut akan ditanggung oleh kontraktor.
Pengambilan contoh bahan untuk pemeriksaan dihadiri oleh direksi
atau wakil yang ditunjuk olehnya dimana sebagian dari bahan itu akan
disimpan oleh direksi ditempat pekerjaan sebagai contoh.
Semua sumber material harus terlebih dahulu mendapat persetujuan
dari direksi, tetapi bagaimanapun tidak boleh diartikan secara sempit
bahwa bahanbahan dari sumber tersebut telah mencakup syarat,
kecuali bila dikerjakan menurut petunjuknya.
Agar mutu campuran/bahan tetap dalam batas yang diberikan,
kontraktor harus mempunyai seorang geolog yang berpengalaman dan
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

165Unika
Perpustakaan

disetujui oleh direksi. Geolog tersebut dibawah pengawasan direksi


seperti laboratorium lapangan yang digunakan keperluan tersebut.
Harus diadakan buku harian yang berisi seharihari tentang
pemeriksaan yang dilaksanakan seharihari tentang pemeriksaan dan
pengamatan dengan ketentuan direksi. Semua material yang digunakan
harus disetujui oleh direksi. Bila gradasi atau sifatsifat material tidak
sesuai dengan yang disyaratkan, direksi berhak menolak dan
kontraktor harus segera menyingkirkan dari tempat pekerjaan
b. Penggudangan/Penyimpangan Material
Penyimpanan dan penggudangan material hendaknya sesuai dengan
spesifikasi.
c. Syarat Material
Material yang digunakan harus menuruti persyaratan kelas A, B dan C
untuk subbase seperti yang diterangkan pada gambar rencana atau
keterangan direksi. Semua material harus bersih dari kotorankotoran,
bahanbahan organik dan bahanbahan yang tidak dikehendaki.
Agregat untuk subbase kelas A terdiri dari batu pecah, kerikil pecah
atau kerikil dengan kualitas seperti yang disebutkan dalam AASHTO
M.147 sesuai ayakan standar American Society for Testing and
Material (ASTM) sebagai berikut :
ASTM Standard Sieves
3
1
1

3
/8
no. 4
no. 8
n. 30
no. 40
no.200

Prosentase Berat yang Lewat


100
60 90
45 78
40 70
24 56
13 45
6 36
2 22
2 18
0 10

Bila menggunakan kerikil pecah, tidak kurang dari 50 % berat partikel


yang tertinggal pada ayakan no. 4 harus mempunyai paling tidak satu
bidang pecahan. Kecuali ditentukan lain, prosentase yang lewat ayakan no
200 harus tidak lebih 2/3 dari prosentase yag lewat ayakan no. 40
Subbase kelas B terdiri dari campuran kerikil, pecahan batu yang
mempunyai berat jenis yang seragam dengan pasir lanau lempung yang
menuruti persyaratan di bawah ini :
ASTM Standard Sieves
2
1
1

3
/8

Prosentase Berat yang Lewat


100
70 100
55 85
50 85
40 80
30 60

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)


no. 4
no. 8
no. 30
no. 40
no.200

166Unika
Perpustakaan
20 60
20 50
10 30
5 15

Prosentase berat yang lewat untuk mesingmasing ayakan dapat dikoreksi


oleh direksi bila digunakan batu pecah dengan macammacam berat jenis.
a. batas cair (AASHTO T 89)
25 max
b. index plastis (AASHTO T 91)
c. kadar lempung ( AASHTO T 176)

6 max
25 max

d. kehilangan berat dari partikel


yang tertinggal pada ayakan ASTM no. 12 (AASHTO T 96)

40 max

e. kepadatan kering maksimum (AASHTO 180)


min. 2,0 g/cu. cm
4.4.4.3 Pelaksanaan
1. Pekerjaan Persiapan untuk subgrade
Subgrade akan dibuat, dipersiapkan dan dikerjakan seperti yang disebut
diatas, sebelum subbase ditempatkan. Tebal dari subbase ditentukan oleh
gambar rencana.
2. Pencampuran dan Pembuatan
Kecuali ditentukan lain, bila kontraktor pengerjaan pencampuran material
subbase harus menuruti salah satu cara di bawah ini, dengan bahanbahan
pembantu bila perlu seperti disyaratkan pada gambar rencana
a. Cara dengan alat pencampuran stasioner :
Agregat dan air dicampur didalam suatu mixer jumlah air diatur
selama pencampuran agar mencapai kadar air yang sesuai untuk
keperluan pemadatan yang memenuhi syarat. Setelah proses
pencampuran, material diangkut ketempat pekerjaan, dijaga agar kadar
air tetap dalam batasbatas yang disyaratkan dan dihampar dilapangan
untuk segera dipadatkan.
b. Cara Dengan Alat Pencampuran Yang Berjalan.
Setelah material untuk masingmasing ditempatkan dengan mesin
penyebar (spreader) atau alat lain, kemudian dilakukan pencampuran
dengan alat pencampuran berjalan. Selama itu air bila perlu ditambah
agar dicapai kadar air optimum.
c. Cara dengan pencampuran setempat (mixed on Place)
Setelah material untuk masingmasing lapisan ditempatkan,
pencampuran dilakukan dengan motor grader atau alat lain pada kadar
air yang dikehendaki.
Subbase material akan dipadatkan memaksimal mungkin dapat dicapai
dengan alatalat yang ada. Tebal lapisan itu umumnya tidak boleh
lebih dari dari 20 cm setelah jadi.
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

167Unika
Perpustakaan

Lebih dari satu lapis, tiap lapisan yang terdahulu harus sudah dipadatkan
secukupnya sebelum penempatan lapisan selanjutnya.
Penempatan material akan dimulai dari tempat yang ditunjukan oleh
direksi. Alatalat yang digunakan hendaknya dari tipe yang dapat
memberikan hasil yang unifrom, rata. Penumpukan-penumpukan material
tersebut hendaknya dengan ukuran dan jarak agar bila dilakukan perataan
dan pemadatan tercapai tebal yang mendekati persyaratan gambar rencana.
Bila dilakukan pembongkaran di suatu tempat pada lapisan yang telah
selesai dipadatkan hendaknya dilakukan pada seluruh lebar dan tebal
lapisan itu agar tidak menimbulkan kepadatan yang sama
3. Penebaran Dan Pemadatan
Segera setelah dilakukan penebaran material dan peralatan, tiap lapis
segera dipadatkan pada seluruh lebar jalan dengan mesin gilas (three stell
rollers), mesin gilas roda karet (pneumatic tired rollers), atau alat pemadat
lain yang disetujui oleh direksi untuk dipakai. Penggilasan dilakukan dari
tepi menggeser ketengah, berjalan paralel terus dengan as jalan dan
diusahakan berlangsung terus tanpa berhenti sampai seluruh permukaan
selesai digilas.
Bila terjadi pelendutan atau halhal yang tidak wajar pada suatu tempat,
harus segera dilakukan perbaikan dengan cara membongkar tempat
tersebut dan mengganti atau menambahkan material lain dan
menggilasnya kembali sehingga rata dengan permukaan yang dikehendaki.
Lapisan yang akan dipadatkan tersebut harus digilas dan dipangkas
sedemikian agar permukaan berbentuk sesuai dengan gambar rencana
Material subbase dipadatkan hingga maksimum yang dipadatkan pada
pemeriksaan AASHTO T.1. method D kepadatan tersebut dicapai pada
kepadatan tebalnya.
4.4.4.4 Cara Mengukur Hasil Kerja
Selain pembiayaan untuk membayar ganti rugi, kontraktor harus juga
membiayai halhal yang perlu atau diminta oleh pihak yang bersangkutan
atas pengambilan material untuk subbase tersebut.
Penguasa bangunan dalam keadaan apapun tidak akan dibebani dengan
pembiayaan lain selain yang disebut pada harga kontrak. Jumlah yang
akan dibayar adalah kubik meter dari lapisan subbase yang telah
dikerjakan dan dipadatkan sesuai dengan syarat pada rencana dan petunjuk
direksi.
4.4.4.5 Dasar Pembayaran
Jumlah pekerjaan yang diukur dengan cara seperti diatas, akan dibayar
berdasarkan harga satuan kontrak untuk tiap mata pembiayaan yang sesuai
dengan spesifikasinya, dimana harga tersebut mencangkup semua
pembiayaan yang perlu, dan halhal lain yang merupakan keharusan untuk
dapat dicapai hasil kerja yang sebaik baiknya.
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

168Unika
Perpustakaan

4.4.5 Base
4.4.5.1 Uraian
Base adalah bagian dari pekerasan jalan yang terletak diantara subase dan
lapisan penutup. Lebarnya akan ditentukan menurut gambar rencana atau
seperti yang ditentukan oleh direksi.
4.4.5.2 Syarat Material
Material yang digunakan harus menuruti persyaratan kelas A, B dan C
untuk subbase seperti yang diterangkan pada gambar rencana atau
keterangan direksi. Semua material harus bersih dari kotorankotoran,
bahanbahan organik dan bahanbahan yang tidak dikehendaki.
Kerikil pecah atau batu pecah untuk lapisan base kelas A, B, hendaknya
terdiri dari hasil pemeriksaan pemecahan kerikil atau batu. Bila ditentukan
demikian oleh direksi, maka untuk bahan kerikil sebelumnya harus diayak
terlebih dahulu sehingga agregat hasil dari pemecahan kerikil tersebut
tidak kurang dari 80 % beratnya sendiri dari partikel yang mempunyai
sekurangkurangnya satu bidang pecahan
Agregat base coarse harus menuruti pesyratan dibawah ini :
a. Kekerasan (toughness ASTM D 3)
min 6 %
b. Kehilangan berat dengan
max 10 %
percoban sodium sulfat ( AASHTO T 104)
c. Kehilangan berat dengan
max 12 %
percobaan magnesium sulfat Soundness (AASHTO T 104)
d. Kehilangan berat akibat Abrasi sesudah 500 putaran
( AASHTO 96)
e. Bagianbagian batu yang lunak (ASTM C 235)
f. Gumpalangumpalan lengkung ( AASHTO T 112)

max 40 %
max 5 %
max 5 %

Agregat base kelas A terdiri dari batu pecah atau kerikil pecah menurut
persyaratan sebagai berikut :
ASTM Standard Sieves
2
2
1
1

Prosentase berat yang lewat


100
90 100
35 70
0 15
0 5

Material campuran untuk bahan kelas A ini harus terdiri dari material alam
yang diayak halus atau pasir yang mempunyai daya ikat cukup dan
gumpalangumpalan lempung atau bahan lain yang tidak dikehendaki dan
harus menuruti persyaratan gradasi dibawah ini :

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

ASTM Standard Sieves


3/8
No. 4
No. 100
Index Plastis (AASHTO T 91)
Kadar Lempung (AASHTO T 176)

169Unika
Perpustakaan

Prosentase berat yang lewat


100
85 100
10 30
max 6
min 3

4.4.5.3 Pelaksanaan
1. Pekerjaan pendahuluan pada permukaan subbase
Bila base harus diletakkan pada lapisan subbase maka permukaan subbase
tersebut harus sudah sempurna dikerjakan, dibentuk sesuai dengan gambar
rencana dan dibersihkan dari segala bentuk kotoran atau bahanbahan
yang dikehendaki
2. Pencampuran dan pengerjaan
Semua cara dan syarat yang telah disebutkan harus diikuti, kecuali tebal
maksimum dimana disyaratkan tidak lebih dari 20 cm setelah selesai
pemadatan.
3. Cara Pengukuran Hasil Kerja
Selain dari pembiayaan untuk ganti rugi, kontraktor harus mengatur dan
bila perlu membiayai halhal yang perlu atau dikehendaki oleh pemilik
tanah sehubungan dengan pengambilan material base itu dan dalam hal
apapun penguasa bangunan tidak boleh dibebani dengan pembiayaan lain
selain harga kontrak.
4.4.5.4 Dasar Pembayaran
Jumlah yang ditentukan secara di atas, akan dibayar menurut harga satuan
yang akan diuraikan di bawah ini yang juga akan tercantum dalam harga
penawaran, dimana harga tersebut harus sudah mencangkup untuk
pembiayaanpembiayaan dan semua pengeluaranpengeluaran yang perlu
seperti yang ditentukan dari spesifikasi ini agar tercapai hasil kerja yang
sebaikbaiknya.
Nomor mata pembiayaan dan uraian
(1) Base Kelas A

satuan
m. kubik

4.4.6 Lapisan Aspal Beton (AC ) Dan Lapisan Pondasi Atas (ATB)
4.4.6.1 Uraian
Pekerjaan ini akan mencangkup pengadaan lapisan pondasi yang terdiri
dari agregat dan material aspal yang dicampur di pusat pencampur serta
menghampar dan memadatkan campuran tersebut di atas pondasi yang
telah disiapkan dan sesuai dengan persyaratan ini yang memenuhi bentuk
sesuai dalam gambar dalam hal ketinggian, penampang memanjang dan
melintangnya atau sesuai dengan perintah direksi
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

170Unika
Perpustakaan

4.4.6.2 JenisJenis Campuran Aspal


Jenis campuran aspal dan ketebalan lapisan harus seperti yang ditentukan
pada gambar rencana atau seperti yang diperintah oleh direksi.
a. Lapisan aspal beton/Laston (AC)
Laston yang direncanakan menurut spesifikasi ini setara dengan laston
(spesifikasi Bina Marga 13/PT/B/1983) dan digunakan untuk jalan
jalan dengan lalu lintas berat, tanjakan pertemuan jalan dan daerah
daerah lainnya dimana permukaan menanggung beban roda yang berat
kadar bitumen campuran ini lebih tinggi dari umumnya yang
digunakan pada daerah yang beriklim dingin, tetapi untuk menjamin
peningkatan keawetan dan ketahanan kelelahan oleh sebab itu
dirancang dengan prosedur khusus yang diberikan dalam spesifikasi
ini.
b. Asphalt Treated Base (ATB)
Asphalt Treated Base (ATB) adalah khusus diformulasi untuk
meningkatkan keawetan dan ketahanan kelelahan penting diketahui
bahwa setiap penyimpangan dari spesifikasi ini, khususnya dalam
kadar rencana perkerasan rendah memungkinkan tidak berlakunya
rencana perkerasan proyek dan memerlukan pelapisan ulang yang
lebih tebal.
4.4.6.3 Syarat Material
1. Agregat Umum

a. Agregat yang akan digunakan dalam pekerjaan harus dari suatu sifat
yang sedemikian rupa bahwa campuran aspal, yang diproposikan
sesuai dengan rumus campuran kerja, akan mempunyai suatu kekuatan
yang tersimpan tidak kurang daripada 75 % bila diuji untuk kehilangan
kohesi yang diakibatkan dari gerak air sesuai dengan diakibatkan dari
gerak air sesuai dengan AASHTO T.165 77 dan T 245 78.
b. Direksi akan menyetujui semua agregat sebelum digunakan dalam
pekerjaan. Bahanbahan harus ditumpuk sesuai dengan persyaratan
persyaratan.
c. Sebelum memulai pekerjaan maka kontraktor harus menempatkan
sekurangkurangnya 40 % dari seluruh persyaratanpersyaratan
agregat pecah untuk campurancampuran bitumen. Sesudah itu
kontraktor harus memeprtahankan tumpukantumpukan agregat pecah
yang cukup untuk sekurangkurangnya 40 % dari pekerjaan yang
tersisa
d. Direksi dapat meyetujui, atau mengarahkan penggunaan agregat
agregat yang tidak memenuhi persyaratanpersyaratan gradasi partikel
dengan ketentuan bahwa campurancampuran aspal yang diproduksi
yang memenuhi sifatsifat campuran
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

171Unika
Perpustakaan

e. Setiap agregat akan dimasukkan kedalam instalasi. Pra pencampuran


agregatagregat yang berlainan jenis atau berlainan sumber tidak
diijinkan.
2. Agregat Kasar

a. Agregat kasar secara umum harus sesuai dengan persyaratan


persyaratan gradasi dibawah dan harus terdiri dari batu pecah atau
kerikil pecah atau suatu campuran yang sesuai dari bahanbahan
macam itu dengan kerikil ilmiah yang bersih :
Ukuran
Mm
20
12,7
9,5
4,75
0,075

Saringan
(ASTM)

3/8
No. 4
No. 200

Saringan
Campuran Normal
100
20 100
0 55
0 10
0-1

Prosen Berat yang Lolos


100
95 100
50 100
0 50
05

b. Agregat kasar harus terdiri dari bahan yang bersih, kuat, awet dan
bebas dari kotoran atau unsur lain yang tidak dikehendaki dan harus
mempunyai suatu prosentase keausan tidak lebih daripada 40 % pada
500 putaran sebagaimana ditentukan oleh AASHTO T 96
c. Jika diperlukan pada lima putaran dari sodium soundness test sesuai
dengan AASHTO T104, maka agregat kasar harus mempunyai suatu
kehilangan berat tidak lebih daripada 12 %
d. Bila diperlukan pada pengujianpengujian pelapisan dan
pengelupasan, sesuai dengan AASHTO T 182, maka agregat tersebut
harus mempunyai suatu areal yang terlapisi tidak kurang daripada 95%
3. Agregat Halus

a. Agregat halus, termasuk setiap bahan pengisi mineral yang dapat


ditambahkan, harus sesuai dengan persyaratanpersyaratan gradasi
dibawah dan harus terdiri dari satu atau lebih pasir alam atau batu
pecah atau kombinasi hasil saringan batu pecah (abu mesin pemecah)
biasanya akan diperlukan untuk menghasilkan suatu campuran yang
ekonomis memenuhi sifatsifat campuran ditetapkan seperti dibawah
ini :
Ukuran
(mm)
9,5
4,75
2,36
600 micron
75 micron

Saringan
(STM)
3/8
No. 4
No. 8
No. 30
No. 200

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Jenis Campuran
AC dan ATB
100
90 100
80 100
25 100
3 11

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

172Unika
Perpustakaan

b. Agregat halus harus terdiri dari partikelaprtikel yang bersih, kuat,


bebas dari gumpalangumpalan atau bolabola tanah liat, atau dari
bahanbahan lainnya yang tidak dikehendaki. Hasil saringan batu
harus diproduksi dari batu yang memenuhi persyaratanpersyaratan
kualitas untuk agregat kasar yang seperti diberikan diatas.
4. Bahan Pengisi (AASHTO M-17)
a. Bahan pengisi harus terdiri dari abu batu kapur, abu dolomite, semua
portland, atau unsur mineral non plastis lainnya dari sumbersumber
yang disetujui oleh Engineer. Bahan pengisi harus bebas dari bahan
asing atau lainnya
b. Bahan pengisi harus kering dan bebas dari gumpalangumpalan dan
bila diuji dengan penyaringan basah dan berisi tidak kurang daripada
75 % berat partikelaprtikel yang lolos dari suatu saringan 75 mikron (
dan lebih disukai tidak kurang dari 85 % )
c. Kapur (kapur tohor, kapur sirih) dapat digunakan sebagai pengisi dan
ini dapat digunakan sebagai suatu bahan pengisi dan ini dapat
memperbaiki daya tahan campuran, menambah pelapisan partikel
aprtikel agregat dan membantu mencegah pengelupasan. Tetapi
disebabkan berbagai variasi kualitas dari banyak sumber kapur dan
suatu kecenderungan kapur untuk membentuk gumpalangumpalan,
maka masalahmasalah ini dapat timbul selama penakaran. Sebagai
tambahan pengembangan kapur karena hidrasi dapat menyebabkan
keretakan dari campuran tersebut bila kadar kapurnya terlalu tinggi.
Oleh karena itu jika kapur digunakan maka proporsi maksimum yang
diperkenankan harus 1,0 % dari berat jumlah campuran aspal total
d. Campuran yang diajukan dengan menggunakan bahan pengisi harus
mempunyai suatu indeks kekuatan minimum yang tersisa 75 % bila
diuji dengan AASHTO 165 77 dan T 245 78.
5. Bahan Bitumen
Bahan bitumen harus sesuai dengan persyaratanpersyaratan dari AASHTO M
226 78 tabel 2, yang mempuyai suatu kehilangan maksimum pada pemanasan
1,0 % dan suatu penetrasi minimum pada residu 50 % dari nilainya sebelum
pemanasan
6. Bahan Tambahan

Suatu unsur perekat dan anti pengelupasan harus ditambahkan pada


bahanbahan bitumen sebagaimana diarahkan atau disetujui oleh direksi.
Prosentase yang diperlukan dari bahan tambahan harus dicampuran secara
menyeluruh dengan bahan bitumen sesuai denmgan instruksi pabrik dan
selama waktu yang diperluaskan untuk menghasilkan suatu campuran
yang homogen.

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

173Unika
Perpustakaan

4.4.6.4 Sumber Penyediaan


1. Direksi harus menyetujui sumbersumber penyediaan agregat dan bahan
pengisi mineral sebelum pengiriman bahan tersebut. Contohcontoh dari
masingmasing harus diajukan sebagaimana diarahkan.
2. Dalam
memilih
sumbersumber
agregat,
kontraktor
harus
memperhitungkan bitumen yang dapat hilang oleh absorbsi kedalam
agergat, dan menjamin bahwa agregat paling sedikit dari yang tersebia
secara lokal adalah yang digunakan. Variasivariasi dalam kadar bitumen
yang berasal dari perbedaan derajat absorbsi bitumen oleh agregat, dalam
hal manapun tidak akan dipandang sebagai dasar untuk merundingkan
kembali harga satuan pelapisan aspal permukaan.
3. Kontraktor harus mengajukan untuk persetujuan suatu contoh bahan
bitumen yang ia usulkan untuk digunakan dalam pekerjaan, bersamasama
dengan suatu pernyataan mengenai sumber dan sifatsifatnya. Persetujuan
harus diperoleh secara tertulis sebelum setiap bahan bitumen yang diwakili
oleh contoh yang diajukan akan digunakan oleh kontraktor, kecuali direksi
memberikan persetujuan harus diajukan akan diwakili oleh contoh yang
diajukan akan digunakan oleh kontraktor, kecuali direksi memberikan
persetujuannya secara tertulis untuk menggunakan bahan alternatif. Dalam
hal terakhir bahan yang digunakan harus sesuai dalam semua segi dengan
persyaratan persyaratan di dalam ini. Pencampuran bahanbahan
bitumen dari berbagai kilang minyak (refineries) tidak akan
dieprkenankan.
4.4.6.5 Campuran
1. Komposisi Umum Campuran
Pada dasarnya campuran bitumen akan terdiri dari agregat mineral kasar,
agregat mineral halus dan bahan bitumen. Dalam beberapa hal,
penambahan dari suatu bahan pengisi mineral mungkin diperlukan untuk
menjamin bahwa sifatsifat campuran bitumen memenuhi persyaratan
persyaratan dalam artikel diatas. Pada umumnya jumlah bahan pengisian
mineral yang digunakan dalam campuran harus serendah mungkin dan
praktis
2. Kadar Bitumen
Kadar bitumen campuran harus ditetapkan sedemikian rupa hingga kadar
bitumen efektif (yaitu setelah kehilangan oleh absorbsi agregat) tidak akan
kurang daripada nilai minimum yang ditetapkan. Prosentase bitumen
sebenarnya akan ditambahkan pada campuran tersebut harus ditetapkan
oleh direksi waktu ia menyusun campuran kerja dan akan tergantung pada
daya absorbsi agregat yang digunakan. Nilai yang ditetapkan demikian
tersebut harus didasarkan pada data pengujian yang diberikan kontraktor.
3. Proporsi Komponen Agregat
a. Komponenkomponen campuran agregat harus ditetapkan berkenaan
dengan fraksi fraksi rencana yang diperlukan, yang dirumuskan
sebagai berikut :
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

174Unika
Perpustakaan

Fraksi Agregat Kasar : Prosentase jumlah campuran berdasarkan berat


terdiri dari bahan yang tertahan pada saringan
2,36 mm
Fraksi Agregat Halus : Prosentase jumlah campuran berdasarkan berat
campuran yang terdiri dari bahan yang lolos
dari saringan 2,36 mm tetapi tertahan pada
saringan 75 mikron
Fraksi Bahan pengisi : Prosentase jumlah campuran berdasarkan berat
yang terdiri dari bahan yang lolos dari saringan
75 mikron
b. Harus dicatat bahwa fraksifraksi rencanan ini pada umunya tidak
akan sama sebagaimana proporsiproposi panakaran yang diperlukan
dari agregat kasar, pasir dan bahan pengisi yang ditambahkan. Dalam
penentuan campuran yang ditambahkan. Dalam penentuan campuran
yang tepat dari berbagai agregat dan bahan pengsisi yang tersedia
untuk menghasilkan fraksifraksi rencana yang diisyaratkan maka
gradasi dari setiap agregat dan bahan pengisi yang tersedia harus
ditentukan oleh penyaringan basah untuk menjamin suatu ukuran yang
akurat dari bahan yang lolos dari saringan 2,36 mm dan 75 mikron
c. Fraksifraksi rencana campuran harus terletak di dalam batas
komposisi umum yang diberikan dalam, tabel dibawah ini. tetapi
direksi dapat menyetujui atau mengarahkan penggunaan campuran
diamana batasbatas ini dilewati asal sifatsifat campuran yang
ditetapkan dalam artikel dibawah ini dapat dipenuhi :
KOMPONEN
CAMPURAN
Fraksi agregat kasar (CA)
(> saringan no. 8)
Fraksi agregat halus (FA)
( no. 8 s/d no. 200)
Fraksi filler

PROSENTASE BERAT TOTAL


CAMPURAN ASPAL
AC
ATB
30-50
40 60
39 59

26 49,5

4,5 7,5

4,5 7,5

4.4.6.6 Pembuatan dan Produksi Campuran


1. Kemajuan pekerjaan
Tidak ada penakaran campuran boleh dilaksanakan bila tidak tersedia
peralatan pengangkut, penghampar, finishing, atau tenaga kerja yang
cukup untuk menjamin suatu tingkat kemajuan pekerjaan tidak kurang
daripada 60 % dari kapasitas instalasi pencampur.
2. Persiapan bahan bitumen
Bahan bitumen harus dipanaskan sampai suatu temperatur antara 140 C
160C dalam suatu tangki yang dirancang sedemikian rupa untuk
menghindari pemanasan setempat yang berlebihan dan menyediakan suatu
persediaan bahan bitumen yang terus menerus ke alat pencampuran
dengan temperatur merata sepanjang waktu
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

175Unika
Perpustakaan

3. Persiapan agregat mineral


a. Agregatagregat mineral untuk campuran harus dikeringkan dan
dipanaskan pada instalasi aspal sebelum dimasukkan kedalam alat
pencampuran. Nyala api yang digunakan untuk pengeringan dan
pemanasan harus disesuaikan dengan selayaknya untuk menghindari
kerusakan pada agregat dan untuk menghindari kemungkinan
terbentuknya suatu lapisan jelaga pada agregat.
b. Agregat segera setelah pemanasan harus disaring menjadi dua fraksi
dan diangkut ke dalam penampung yang terpisah siap untuk penakaran
dan pencampuran dengan bahan bitumen.
c. Waktu dicampur dengan bahan bitumen, agregat harus kering dan pada
suatu temperatur yang berada dalam batas antara yang ditetapkan
untuk bahan bitumen, tetapi tidak lebih dari 140 C diatas temperatur
bahan bitumen yang bersangkutan.
d. Bahan pengisi tambahan, bila diperlukan untuk memenuhi persyaratanpersyaratan gradasi, dapat diproporsikan secara terpisah dari sebuah
corong curah kecil yang dipasang langsung diatas pencampur, atau
diproposikan dan dicampur dengan agregat halus lain atau dimasukkan
ke dalam elevator panas atau dingin. Penaburan bahan pengisi diatas
tumpukan agregat atau menumpahkannya kedalam corong curah pada
instalasi pemecah batu tidak diperkenankan
4. Pengangkutan dan pengiriman ke lokasi pekerjaan
a. Campuran harus dikirim ke mesin menghampar pada suatu temperatur
dalam batasbatas mutlak.
b. Setiap kendaraan harus ditimbang setelah setiap pemuatan dari alat
pencampuran dan suatu catatan harus dibauat untuk berat bruto dan
berat netto dari setiap muatan. Muatanmuatan harus dikirim cukup
untuk memungkinkan penghamparan dan pemadatan campuran yang
bersangkutan dapat diselesaikan pada waktu hari masih terang, kecuali
direksi memberikan persetujuannya untuk bekerja malam hari dan
penerangan yang cukup disediakan.
4.4.6.7 Penghamparan Campuran
1. Persiapan permukaan yang akan dilapisi
a. Segera sebelum penempatan campuran bitumen permukaan yang ada
harus dibersihkan sari bahan lepas atau yang mengganggu dengan
sebuah mesin penyapu.
b. Bila pada permukaan yang akan ditutup terdapat ketidakrataan
setempat, pecah, menunjukkan ketidakstabilan, atau mengandung
bahan pelapisan lama yang telah berubah bentuk secara berlebihan atau
tidak terikat secara layak pada perkerasan yang ada dibawahnya, maka
daerah yang rusak tersebut harus dipapas (bladed) atau diiris rapi
kembali (trimmed back).
2. Batang perata tepi (side screed)
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

176Unika
Perpustakaan

Pada jalanjalan tanpa kerb dan jika diperintahkan oleh direksi, kayu atau
acuan lainnya harus dipasang pada garis dan elevasi disyaratkan pada tepi
daerah di atas mana pelapisan aspal permukaan akan ditempatkan.
3. Penghamparan dan penyelesaian
a. Sebelum operasioperasi penghamparan dimulai maka batangbatang
perata mesin penghampar dan dicetak menurut kelandaian, ketinggian,
dan bentuk penamp[ang melintang yang diminta, baik meliputi seluruh
lebar jalur kendaraan atau meliputi sebagian lebar jalur sebagaimana
dapat dikerjakan dengan mesinmesin penghampar yang digunakan
b. Mesin pengahampar harus dioperasikan pada suatu kecepatan yang
tidak menimbulkan retakretak, koyakan atau segala bentuk ketidak
rataan lainnya pada permukaan. Kecepatan penghamparan harus
mengikuti apa yang disetujui oleh direksi
c. Bila terjadi suatu pemisahan/segregasi, koyakan atau alur pada
permukaan, maka mesin penghampar harus dihentikan sampai
penyebabnya telah ditentukan dan diperbaiki. Bagianbagian
permukaan yang memiliki bahan kasar atau yang segregasi dapat
diperbaiki dengan penghamparan bahanbahan halus dan penggarukan
secara halus. Penggarukan harus dihindarkan sejauh mungkin/
Partikelpartikel kasar tidak boleh dihampar diatas permukaaan yang
telah rata
d. Perhatian harus diberikan untuk mencegah campuran menggumpal dan
mendingin pada isiisi corongtuang (hopper) atau ditempat lain dari
mesin penghampar. Bila pada suatu waktu jalan harus dilapisi setengah
lebar, maka jarak pelapisan setengah lebar yang pertama harus
diperpanjang melampaui setengah lebar kedua sebagaimana diarahkan
oleh direksi.
4.4.6.8 Pemadatan
1. Segera setelah campuran dihampar dan dicetak permukaan harus diperiksa
dan setiap ketidakrataan harus disesuaikan. Temperatur campuran yang
dihamparkan dalam keadaan lepas harus dimonitor dan penggilasan harus
dilakukan dalam batasbatas viskositas bitumen
2. Penggilasan campuran harus terdiri dari tiga operasi pelaksanaan yang
terpisah sebagai berikut :
1. Penggilasan awal
2. Penggilasan sekunder/lanjutan
3. Penggilasan akhir

0 - 10 menit
10 - 20 menit
20 - 45 menit

3. Penggilasan awal dan penggilasan akhir atau penyelesaian seluruhnya


harus dilaksanakan dengan mesin gilas beroda baja. Penggilasan sekunder
atau lanjutan harus dikerjakan dengan mesin gilas untuk penggilasan awal
harus beroperasi dengan roda depan (drive roll) sedekat mungkin dengan
mesin penghampar.
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

177Unika
Perpustakaan

4. Penggilasan sekunder atau lanjutan harus dilaksanakan secepat dan


sepraktis mungkin setelah penggilasan awal dan harus dikerjakan
sementara campuran
masih pada suatu temperatur yang akan
menghasilkan suatu pemadatan yang maksimum, penggilasan akhir harus
dikerjakan sementara bahan yang bersangkutan masih berada dalam suatu
kondisi yang cukup dekat dikerjakan sehingga semua bekas jejak roda
mesin gilas dapat dihilangkan.
5. Kecepatan mesin penggilas tidak boleh lebih dari 4 km/jam untuk mesin
gilas beroda baja dan 6 km/jam untuk mesin gilas yang menggunakan ban
bertekanan angin. Setiap saat mesin gilas tersebut harus cukup lambat
untuk menghindari terjadinya perpindahan (displacement) campuran
panas. Jalur penggilasan tidak boleh diubah dengan tibatiba begitu pula
arah penggilasan tidak diputar balik dengan tibatiba.
4.4.6.9 Pengukuran Dan Pembayaran
1. Pengukuran
a. Kuantitas pelapisan aspal permukaan yang diukur untuk pembayaran
merupakan jumlah meter persegi yang telah dihampar dan diterima,
dihitung sebagai perkalian panjang bagian yang bersangkutan dan
lebar yang diterima.
b. Kuantitas yang diterima untuk pengukuran tidak boleh meliputi daerah
-daerah dimana pelapisan aspal permukaan lebih tipis daripada
ketebalan yang disyaratkan atau setiap bagian yang mengelupas,
membelah, sepanjang tepitepi perkerasan.
4.4.7 Struktur Beton
4.4.7.1 Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini mencakup pekerjaan persiapan sampai penyelesaian semua
struktur beton termasuk beton tidak bertulang dan beton bertulang.
Konstruksi harus baik menurut bentuk, dimensi dan volume seperti yang
dicantumkan pada gambar rencana atau menurut petunjuk direksi
lapangan.
4.4.7.2 Kelas dan Komposisi Campuran Beton
Mutu kelas beton yang digunakan pada setiap bagian struktur harus sesuai
dengan apa yang dicantumkan pada gambar rencana. Semua beton harus
termasuk dalam beton kelas K350, K225, dan K125. Tidak diperbolehkan
adanya udara di dalam beton kecuali disyaratkan dalam spesifikasi khusus.
Komposisi beton : menentukan porsi dan berat ukuran. Perbandinganperbandingan dan berat alat pengukur untuk beton ditentukan sebagai
berikut. Ketentuan-ketentuan tersebut dibuat setelah material yang
disediakan oleh kontraktor sudah disetujui oleh direksi.
Percobaan campuran : Direksi akan menentukan perbandingan campuran
beton dengan percobaan campuran terhadap material yang akan digunakan
untuk pelaksanaan di lapangan.
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

178Unika
Perpustakaan

Jika penggunaan agregat dengan ukuran alternatif yang kemudian


menghasilkan beton dengan kadar air lebih daripada yang diijinkan maka
diperlukan suatu tambahan semen tanpa kompensasi dari kontraktor akibat
penambahan semen tersebut.
Ukuran-ukuran agregat yang ditentukan harus dipisahkan menurut
komponen ukuran sebagaimana ditentukan dalam spesifikasi khusus.
Perbandingan dan berat campuran : Pihak direksi akan menentukan
berat dalam kilogram dari agregat kasar dan halus (pada keadaan jenuh air
dengan kondisi kering permukaan) per meter kubik untuk kelas beton yang
tertentu dan perbandingan ini tidak boleh diubah.
Penyesuaian dalam perbandingan : Penyesuaian untuk variasi
kekentalan. Volume dari agregat kasar dan agregat halus yang
diperhitungkan untuk tiap campuran haruslah sesuai dengan yang
ditentukan oleh pihak direksi.
Kekuatan yang diperlukan
Nilai rata-rata dari kekuatan tekan beton hendaknya ditentukan dengan
contoh-contoh (specimen yang didapat atau dipersiapkan sesuai dengan
AASHTO T 141 (ASTM C 172) dan AASHTO T 23 (ASTM C 31).
Silinder percobaan yang dibuat dan dicuring di dalam laboratorium akan
memenuhi ketentuan AASHTO T 126 (ASTM C 192). Percobaan tekan
akan dilakukan terhadap silinder percobaan menurut spesifikasi AASHTO
T 22 (ASTM C 39).
Kekuatan karakteristik dari bermacam-macam kelas beton, sesuai dengan
PBI 1971, ditetapkan sebagai kekuatannya, di mana hanya 5% yang cacat,
untuk minimum 20 kali percobaan, yang diharapkan gagal.
Kekuatan beton yang diperlukan
Kekuatan karakteristik pada 28 hari
(kg/cm2)
Kelas Beton
Kubus (1)
Silinder (2)
K350
350
290
K225
225
186
K125
125
100
(1)Kubus berukuran 15 cm 15 cm 15 cm
(2) Silinder berukuran 15 cm 30 cm
4.4.7.3 Material
Semua material yang dibutuhkan untuk menghasilkan beton dengan mutu
yang ditentukan harus memenuhi syarat-syarat di bawah ini.
1. Pemeriksaan bahan-bahan
Bila dianggap perlu, Direksi dapat memerintah agar diadakan pemeriksaan
pada bahan-bahan atau pada campuran bahan-bahan yang dipakai dalam
pelaksanaan konstruksi beton bertulang.
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

179Unika
Perpustakaan

a. Semen
Untuk konstruksi beton bertulang pada umumnya dapat dipakai jenisjenis semen yang memenuhi ketentuen-ketentuen dan syarat-syarat
ditentukan dalam SNI-8. Untuk beton mutu K-225 dan mutu lebih
tinggi, jumlah semen yang dipakai dalam setiap campuran harus
ditentukan dengan ukuran berat. Untuk mutu beton K125, jumlah
semen yang dipakai dalam setiap campuran dapat ditentukan dengan
ukuran isi. Pengukuran semen tidak boleh mempunyai kesalahan lebih
dari kurang lebih 2,5%.
b. Agregat halus (pasir)
Agregat halus untuk beton dapat berupa pasir alam sebagai hasil
desintegrasi alami dari batu-batuan atau berupa pasir buatan yang
dihasilkan oleh alat-alat pemecah batu. Agregat halus harus bersifat
kekal, artinya tidak pecah atau hancur oleh pengaruh-pengaruh cuaca,
seperti terik matahari dan hujan.
Agregat halus tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5%
(ditentukan terhadap berat kering). Yang diartikan dengan lumpur
adalah bagian-bagian yang dapat melalui ayakan 0,063 mm. Apabila
kadar lumpur melampaui 5%, maka agregat halus harus dicuci.
Agregat halus harus terdiri dari butir-butir yang beraneka ragam besar
dan apabila diayak harus memenuhi syarat-syarat berikut ini:
- sisa di atas ayakan 4 mm, harus minimum 2% berat
- sisa di atas ayakan 1 mm, harus minimum 10% berat
- sisa di atas ayakan 0,35 mm, harus berkisar antara 80% dan 90%
berat.
Pasir laut tidak boleh dipakai sebagai agregat halus untuk semua mutu
beton, kecuali dengan petunjuk-petunjuk dari lembaga pemeriksaan
bahan-bahan yang diakui.
c. Agregat kasar (kerikil dan batu pecah)
Agregat kasar untuk beton dapat berupa kerikil sebagai hasil
desintegrasi alami dari batu-batuan atau berupa batu pecah yang
diperoleh dari pemecahan batu. Pada umumnya yang dimaksud dengan
agregat kasar adalah agregat denagn besar butir lebih dari 5 mm.
Agregat kasar harus terdiri dari butir-butir yang keras dan tidak
berpori. Agregat kasar yang mengandung butir-butir pipih hanya dapat
dipakai apabila jumlah butir-butir pipih tersebut tidak melampaui 20 %
dari berat agregat seluruhnya. Butir-butir agregat kasar harus bersifat
kekal, artinya tidak pecah ataupun hancur oleh pengaruh-pengaruh
cuaca seperti terik matahari dan hujan.
Agregat kasar tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 1%
(ditentukan terhadap berat kering) yang diartikan dengan lumpur
adalah bagian-bagian yang dapat melalui ayakan 0,063 mm. Apabila
kadar lumpur melampaui 1% maka agregat kasar harus dicuci.
Agregat kasar harus terdiri dari butir-butir yang beraneka ragam
besarnya dan apabila diayak, harus memenuhi syarat-syarat berikut :
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

d.

e.

f.

g.

180Unika
Perpustakaan

- sisa diatas ayakan 31,5 mm harus 0% berat


- sisa diatas ayakan 4 mm harus berkisar antar 90%-98% berat
- selisih antara sisa-sisa kumulatif di atas 2 ayakan berurutan adalah
maksimum 60% dan minimum 10%
Besar butir agregat maksimum tidak boleh lebih daripada seperlima
jarak terkecil antara bidang-bidang samping dari cetakan, sepertiga
dari tebal pelat atau tiga per empat dari jarak bersih minimum di antara
batang-batang atau berkas-berkas tulangan. Penyimpangan dari
pembatasan ini dijinkan, apabila menurut penilaian Direksi, cara-cara
pengecoran beton adalah sedemikian rupa hingga menjamin tidak
terjadinya sarang-sarang kerikil.
Agregat campuran (agregat halus dan kasar)
Susunan butir agregat campuran untuk beton denagn mutu K125 dan
mutu lebih tinggi harus diperiksa dengan melakukan analisa ayakan.
Untuk itu ditetapkan susunan ayakan dengan lubang-lubang persegi,
denagn ukuran lubang mm dalam berturut-turut: 31,5-16-6-4-2-1-0,50,25 (ayakan ISO). Apabila tidak tersedia susunan ayakan ini, maka
dengan ijin Direksi susunan ayakan lain juga dapat dipakai, asal
mempunyai ukuran-ukuran di atas.
Air
Air untuk pembuatan dan perawatan beton tidak boleh mengandung
minyak, asam, alkali, garam, bahan-bahan organis atau bahan-bahan
lain yang merusak beton atau baja tulangan. Dalam hal ini sebaiknya
dipakai air bersih yang dapat diminum. Jumlah air yang dipakai untuk
membuat adukan beton dapat ditentukan dengan ukuran isi atau ukuran
berat dan harus dilakukan setepat-tepatnya.
Batu pecah
Batu untuk beton siklop harus terdiri denga batu yang telah disetujui
kualitasnya, keras, awet dan bebas dari retak dan berpori dan tidak
rusak oleh pengaruh cuaca. Batu harus bersudut runcing, bebas dari
kotoran, minyak dan bahan-bahan lain yang mempengaruhi ikatannya
dengan beton.
Bahan pembantu
Untuk memperbaiki mutu beton, sifat-sifat pengerjaan, waktu
pengikatan dan pengerasan ataupun untuk maksud-maksud lain, dapat
dipakai bahan-bahan pembantu. Jenis dan jumlah bahan pembantu
yang dipakai harus disetujui lebih dulu oleh Direksi.

4.4.7.4 Pelaksanaan
1. Penggudangan dan penyimpanan material
Cara pekerjaan dan penyimpanan agregat beton, hendaknya diusahakan
sedemikian agar tidak terjadi pemisahan bahan (segregation) atau
pengotoran bahan lain dari luar. Agregat harus disimpan secara terpisahpisah menurut ukurannya agar tidak saling tercampur.
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

181Unika
Perpustakaan

Semen harus disimpan secara teratur dengan rapi menurut urutan


datangnya sehingga pemakaian dapat diusahakan sedemikian agar tidak
ada semen yang terlalu lama berada dalam penyimpanan.
Semen yang telah menggumpal tidak diperbolehkan untuk dipakai dalam
pekerjaan konstruksi.
Pengiriman semen ke tempat penyimpanan atau pekerjaan harus dijaga
agar semen tidak menjadi lembab.
2. Penakaran bahan-bahan
Material-material bahan beton ditakar menurut beratnya kecuali hal-hal di
bawah ini :
a. air dapat ditakar dengan alat (ember, container atau lainnya) yang
telah disetujui oleh Direksi
b. untuk beton-beton mutu K250 atau lebih rendah, semen dapat
ditakar menurut ukuran sesuai dengan yang dikeluarkan oleh
pabriknya (kantong/zak)
c. bila disetujui oleh Direksi, untuk beton mutu K250 atau lebih
rendah agregat juga ditakar dalam volume dengan menggunakan
alat-alat yang ukurannya telah tertentu.
3. Pengadukan beton
Syarat pelaksanaan pekerjaan beton dari mengaduk sampai perawatannya
hendaknya sesuai denag yang disyaratkan pada PBI 1971 - Bab 6.
4. Pengangkutan beton
Pengangkutan beton adukan dari tempat pengadukan ke tempat-tempat
pengecoran harus dilakukan dengan cara-cara di mana dapat di cegah
segregasi dan kehilangan bahan-bahan (air, semen atau butir halus)
Adukan beton pada umumnya sudah dicor dalm waktu 1 jam setelah
pengadukan air dimulai. Jangka waktu ini diperhatikan, apabila diperlukan
waktu pengangkutan yang panjang.
Jangka waktu tersebut dapat diperpanjang sampai 2 jam, apabila adukan
beton digerakkan kontinyu secara mekanis. Apabila diperlukan jangka
waktu yang lebih panjang lagi, maka harus dipakai bahan-bahn
penghambat pengikatan yang berupa bahan pembantu yang
penggunaannya harus seijin Direksi.
5. Pengecoran
Pengecoran tidak boleh dilakukan sebelum pekerjaan perancah, acuan dan
pekerjaan persiapan yang disebutkan dalm spesifikasi ini telah sempurna
dikerjakan dan disetujui oleh Direksi.
6. Persiapan
Sebelum pengecoran dimulai, semua alat-alat, material dan pekerjapekerja harus sudah berada di tempat di mana seharusnya, dan alat-alat
dalam keadaan bersih serta siap untuk dipakai.
7. Pelaksanaan pengecoran
Pengecoran hanya diperbolehkan pada siang hari, kecuali seijin Direksi, di
mana untuk pengecoran yang akan dilakukan pada malam hari,
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

182Unika
Perpustakaan

perlengkapan-perlengkapan penerangan dan lain-lainyang diperlukan itu


telah dipersiapkan dengan baik sebelumnya.
Cara pengerjaan hendaknya dikerjakan sedemikian sehingga tidak terjadi
pemisahan bahan (segregation) dan pengerjaan kembali beton yang telah
selesai dicor itu.
8. Pemadatan
Selama dan sesudah pengecoran, beton ahrus dipadatkan dengan alat-alat
pemadat (internal atau external vibrator) mekanis, kecuali bila Direksi
mengijinkan cara pemadatan dengan tenaga manusia.
Harus juga diperhatikan agar penggetaran/pemadatan tidak terlalu lama
dikerjakan
yang
dapatmengakibatkan
pemisahan
bahan-bahan
(segregation).
a. External vibrator
External vibrator harus diletakkan sedemikian pada acuan sehingga
akan menghasilkan getaran-getaran mendatar. Bila lebih dari satu alat
yang digunakan jaraknya harus diatur sedemikian sehingga tidak
menyebabkan peredaman getaran alat lainnya.
b. Internal vibrator
Internal vibrator digunakan dengan cara memasukan alt-alat pusator
atau penggetar mekanis ke dalam adukan beton yang baru dicor.
c. Jumlah banyak vibrator
Jumlah minimum banyaknya internal vibrator untuk memadatkan
beton akan diberikan di bawah ini.
Jumlah minimum internal vibrator
Kecepatan mengecor beton
Jumlah alat
4 m3 beton/jam
2
8 m3 beton/jam
3
12 m3 beton/jam
4
16 m3 beton/jam
5
20 m3 beton/jam
6
Dianjurkan untuk menyediakan alat internal vibrator secukupnya agar
apabila terjadi kerusakan alat, pekerjaan tidak tertunda.
9. Permukaan beton jadi
Semua permukaan jadi dari pekerjaan beton harus rata, lurus, tidak
nampak bagian-bagian yang keropos, melendut atau bagian-bagian yang
membekas pada permukaan.
10. Pembongkaran acuan dan perancah
Perancah dan acuan tidak diperbolehkan untuk dibuka kecuali dari Direksi
telah memberikan persetujuannya. Direksi akan memperhitungkan
kekuatan konstruksi unutk menahan berat sendiri dan beban-beban selama
pelaksanaan
sedemikian
sehingga
tegangan
beton
dapat
ditampungseluruhnya berdasarkan kekuatan kubus test pada umur yang
sama dengan masa mulai selesainya pengecoran sampai waktu
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

183Unika
Perpustakaan

pembongkaran acuan dari perancah. Pada umumnya perancah dan acuan


dapat dibongkar setelah beton berumur 3 minggu.
4.4.7.5 Pengendalian Bahan
Untuk memperoleh hasil konstruksi yang dapat dipertanggung jawabkan
maka mutu bahan untuk konstruksi harus sesuai dengan standar kualitas
yang ditetapkan. Pengawasan dan pengendalian mutu dengan jalan
pengujian-pengujian yang teliti dapat digunakan sebagai parameter yang
menunjukkan kualitas suatu pekerjaan.
1. Pengujian Kekentalan Adukan Beton
Pengujian kekentalan adukan beton (slump test) ini digunakan untuk
mengetahui kekentalan beton (viskositas) sebelum dituangkan ke dalam
areal pengecoran. Apabila beton terlalu kental maka pada saat penuangan
ke areal pengecoran sulit dan akan terjadi sarangsarang kerikil.
Sedangkan apabila terlalu encer, beton akan mudah dituangkan ke areal
pengecoran, tetapi kuat tekannya endah karena akan memperbesar
kemungkinan terjadinya bleeding atau keluarnya air semen dari beton
meupun segregasi (pemisah butir).
Nilai slump untuk adukan beton yang baik adalah sebesar 10 2 (8
sampai 12 cm). Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan kerucut
Abrams. Kerucut Abrams merupakan kerucut terpancung dan terbuat dari
baja dengan ukuran tinggi 30 cm, diameter atas 10 cm, dan diameter
bawah 20 cm. Langkah-langkah pengujian slump adalah sebagai berikut :
a. sample diambil langsung dari truck mixer dengan menggunakan ember
yang tidak menyerap air,
b. sebelum diisi dengan sample, permukaan kerucut dibersihkan dan
dibasahi dengan air dan diletakkan di atas plat baja,
c. sample dimasukkan ke dalam kerucut dalam tiga tahap, tiap tahap
setinggi 10 cm dan tiap tahap ditusuktusuk dengan besi tulangan
sebanyak 10 kali,
d. setelah lapisan paling atas selesai dan diratakan, slump didiamkan
selama 30 detik, kemudian kerucut diangkat dengan hatihati,
sehingga sample di dalam kerucut akan mengalami penurunan pada
puncaknya,
e. penurunan puncak sample segera diukur. Penurunan ini disebut niali
slump yang merupakan ukuran kekentalan adukan beton tersebut.
Makin besar nilai slump, berarti makin encer. Demikan juga
sebaliknya, makin kecil nilai slump maka adukan beton semakin
kental.
2. Pengujian Kuat Tekan Beton (Compression Test)
Compression test adalah pengujian terhadap kuat tekan beton dengan cara
pengmbilan contoh adukan. Kemudian dibuat benda uji silinder atau kubus
dengan beberapa adukan yang dibuat sehingga mencerminkan variasi mutu
beton atau kuat tekan beton karakteristik yang disyaratkan selama proses
pembuatan beton berlangsung.
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

184Unika
Perpustakaan

Yang dimaksud dengan kuat tekan beton karakteristik yang disyaratkan


adalah kekuatan tekan dimana dari sejumlah hasil pemeriksaan benda uji,
kemungkinan adanya kekuatan yang kurang dari itu sebatas 5 % saja.
Dengan demikian adukan yang diambil sebagai sample harus dapat
mewakili adukan beton yang digunakan.
Pada proyek jembatan ini pengujian kuat tekan beton menggunakan contoh
benda uji dari kubus beton ukuran 15 x 15 x 15 cm. Benda uji ini diperoleh
dengan mengambil adukan beton tiap truck mixer yang datang pada saat
akan dimulai pengecoran.
Untuk mendapatkan nilai kuat tekan beton karakteristik (bk), maka suatu
mutu beton tertentu dibuat minimal 15 benda uji. Untuk selanjutnya benda
uji tersebut diperiksa dengan compression mechine test.
Tindakantindakan yang diambil apabila hasil pemeriksaan benda uji
menunjukkan mutu beton yang tidak memenuhi syarat adalah :
1. apabila dari hasil pemeriksaan bendabenda uji ternyata kekuatan
tekan beton karakteristik yang disyaratkan tidak tercapai, maka apabila
pengecoran beton belum selesai, pengecoran harus segera dihentikan
dan dalam waktu singkat harus diadakan percobaan nondestruktif
pada bagian konstruksi yang kekuatan betonnya meragukan itu, untuk
pemeriksaan kekuatan beton yang benarbenar terjadi. Untuk itu, dapat
dilakukan pengujian mutu dengan palu beton atau dapat diperiksa
bendabenda uji yang diambil (dibor). Apabila dari percobaan
percobaan ini diperoleh suatu nilai kekuatan tekan beton karakteristik
yang minimal adalah ekivalen 80 % dari nilai kekuatan tekan beton
karakteristik yang disyaratkan untuk bagian konstruksi itu, maka
bagian konstruksi tersebut dapat dianggap memenuhi syarat,
2. apabila dari percobaan suatu nilai kekuatan beton karakteristik yang
minimal 80 % dari nilai kekuatan beton karakteristik yang disyaratkan
maka bagian konstruksi tersebut dapat dianggap memenuhi syarat dan
pengecoran beton yang dihentikan dapat dilanjutkan kembali,
3. apabila dari hasil percobaanpercobaan nondestruktif diperoleh suatu
nilai kekuatan tekan beton karakteristik yang tidak memenuhi syarat
pada ayat 1 dan 2, maka bagian konstruksi yang bersangkutan hanya
dapat dipertahankan dan pengecoran beton yang dihentikan dapat
dilanjutkan kembali. Apabila kekuatan tekan beton yang sesungguhnya
menurut hasil percobaan non-destruktif benarbenar dapat dipenuhi
dengan salah satu atau kedua tindakan berikut dengan memperhatikan :
a. mengadakan perubahanperubahan pada rencana semula sehingga
pengaruh beban pada bagian konstruksi tersebut dapat dikurangi,
b. mengadakan penguatanpenguatan pada konstruksi semula yang
dapat dipertanggungjawabkan, apabila kedua tindakan di atas tidak
dapat dilaksanakan, maka dengan perintah dari Pengawas Ahli,
pelaksana harus segera membongkar beton dari konstruksi tersebut.

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

185Unika
Perpustakaan

4.4.7.6 Perawatan Beton


Maksud dan tujuan perawatan beton adalah sebagai berikut :
a. agar beton mencapai kekuatan yang diharapkan sesuai dengan syarat
syarat yang ditentukan,
b. mencegah terjadinya retakretak pada permukaan beton, karena terlalu
cepat berlangsungnya penguapan air pada saat beton masih muda,
c. agar kekuatan beton bertambah selama dilakukan perawatan dengan
selalu memberikan air pada permukaan beton yang baru.
Sedangkan cara perawatan beton yang biasa dan bisa dilakukan adalah
sebagai berikut :
a. tetap membiarkan beton tersebut dalam tertahan, sampai dengan waktu
yang ditetapkan / tentukan,
b. menggunakan pembahasan dengan air atau membasahi permukaan
beton dengan air,
c. menggunakan penutup yang kedap air seperti kertas waterproof atau
plastik, dengan keuntungan adalah bahan penutup ini adalah ringan
dan mudah penggunaannya, hal ini dimaksudkan untuk menjaga
kelembaban beton,
d. berusaha menahan penguapan, dengan cara menutup permukaan beton
dengan karung goni basah.
4.4.8
Pembesian
4.4.8.1 Uraian
Pekerjaan ini termasuk dari menyiapkan dan memasang besi beton yang
sesuai dengan spesifikasi ini dan mengikuti gambar rencana atau petunjuk
direksi.
4.4.8.2 Material
Mutu besi beton yang dipakai menurut gambar rencana atau petunjuk
direksi. Mutu besi beton dibagi menurut tabel di bawah ini :
Tegangan leleh
Mutu
Jenis Baja
karakteristik (kg/cm2)
U-22
Baja lunak
2200
U-24
Baja lunak
2400
U-32 Baja sedang
3200
U-39
Baja keras
3900
U-48
Baja keras
4800
Kawat pengikat harus terbuat dari baja lunak dengan diameter minimum 1
mm yang telah dipijarkan terlebih dahulu dan tidak bersepuh seng.
4.4.8.3 Pelaksanaan
a. Umum
Besi yang digunakan sebagai tulangan hendaknya menurut
persyaratan. Besi tersebut hendaknya bersih, bebas dari karat, kotoranPerencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

186Unika
Perpustakaan

kotoran, bahan-bahan lepas, gemuk, minyak, cat, lumpur, bahan-bahan


adukan ataupun bahan lain yang menempel. Besi tulangan hendaknya
disimpan pada tempat terlindung, ditumpu agar tidak menyentuh tanah
dan dijaga agar tidak berkarat ataupun rusak karena cuaca.
b. Pembengkokan
Besi-besi tulangan hendaknya dipotong, dibengkokkan atau diluruskan
secara hati-hati. Terutama untuk besi yang bersifat getas tidak
diperbolehkan untuk pembengkokkan kedua kalinya. Pemanasan besi
tulangan tidak diijinkan kecuali direksi menentukan lain.
c. Penempatan
Besi-besi tulangan harus ditempatkandidudukkan pada landasan yang
dibuat dari adukan semen, dipegang teguh pada posisinya, diikat antara
sesamanya ataucara-cara lain yang memenuhi keinginan direksi.
Tulangan tidak boleh didudukan pada bahan metal, atau tulangan
duduk langsung pada acuan yang akan menyebabkan bagian besi
langsung berhubungan dengan udara luar. Sebelum dilakukan
pengecoran direksi harus diberitahukan dan diberikan waktu yang
cukup untuk melakukan pemeriksaan penempatan besi tulangan.
d. Penyambungan
Sambungan tidak dibolehkan pada tempat-tempat dengan tegangan
maksimum dan sedapat mungkin berselang-seling, sehingga tidak
semua/sebagian besar sambungan terjadi di suatu tempat. Bila tidak
ditentukan dalam gambar rencana, maka panjang sambungan
overlaping diambil 40 kali diameter besi yang bersangkutan.
4.4.9 Baja Bangunan
4.4.9.1 Uraian
Pekerjaan ini meliputi konstruksi baja dan bagian konstruksi baja dari
composite structure, termasuk penyelesaian, pengolahan di pabrik,
pemasangan dan pengecatan dari konstruksi baja seperti yang ditentukan
di dalam spesifikasi ini.

4.4.9.2 Material
1. Baja Konstruksi
Untuk penyerahan pelat baja, batang baja untuk pekerjaan konstruksi baja
harus memenuhi syarat-syarat AASHO-M.60. Baja untuk jembatan harus
memenuhi syarat AASHO-A.36. Sedangkan untuk pekerjaan las harus
memenuhi syarat AASHO-M.165.
2. Baut bertegangan tinggi
Baut, mur dan ring harus memenuhi syarat-syarat AASHO-M.614, dengan
kepala berbentuk segi enam. Ring berbentuk bulat, harus rata dan halus.
3. Perletakan elastomeric
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

187Unika
Perpustakaan

Perletakan harus dibuat dari bahan lempengan elastomer dari logam yang
disusun secara berlapis-lapis. Ikatan antara lempengan elastomer dan
logam harus sedemikian rupa sehingga apabila diadakan pengujian untuk
memisahkan ikatan itu, kerusakan akan terjadi pada lempengan
elastomeric itu sendiri.
4.4.9.3 Pelaksanaan
1. Pemeriksaan
Setiap pekerjaan yang ternyata cacat tidak sesuai dengan gambar rencana
atau spesifikasi ini dapat ditolak, dan apabila terjadi demikian harus segera
diperbaiki.
Bahan-bahan baja struktur harus disimpan pada tempat penyimpanan
dengan menaruh ganjal terlebih dahulu pada bagian bawah baja yang akan
dipakai sebagai baja struktur sehingga terletak sedemikian rupa di atas
permukaan tanah dan akan bebas terhadap kotoran, gemuk oli, atau bendabanda asing lainnya yang akan mengganggu mutu baja struktur itu dan
menjaga agar bebas terhadap karat.
2. Penyelesaian dan Pembentukan
a. Memotong
Pekerjaan baja dapat dipotongdengan menggunting, menggergaji atau
dengan las pemotong. Permukaan yang diperoleh dari hasil
pemotongan semacam itu harus diselesaikan terhadap bidang yang
dipotong, tepat dan rata menurut ukuran yang diperlukan. Penyelesaian
pada permukaan umumnya dilakukan dengan mesin atau gerinda.
Dalam hal memotong dengan las pemotong, maka hanya permukaan
yang kurang rata dapat digerinda seperlunya. Tidak diperkenankan
untuk menggunting pada pelat utama, pelat penguat, pelat kopel utama
kecuali pada arah yang tegak lurus terhadap tegangan utama.
Ujung dari pelat penguat harus dipotong dan diselesaikan agar rapat
dengan flens dari gelagar. Ujung dari batang tekan dan gelagar batangbatang lain yang disambung dengan pelat penyambung yang memakai
baut harus diratakan setelah pabrikasi agar rapat seluruhnya.
b. Pekerjaan Las
Cara persiapan sambungan, pengelasan, jenis dan ukuran elektroda,
tebal bagian-bagiannya, ukuran las serta kekuatan arus listrik untuk las
dan sebagainya harus diajukan kontraktor untuk mendapat persetujuan
direksi lebih dahulu sebelum pekerjaan dengan las listrik dapat
dilakukan.
Pelat-pelat dan potongan-potongan yang hendak dilas harus bebas dari
kotoran-kotoran besi, minyak, gemuk, cat, karet atau lapisan lain yang
mempengaruhi mutu las.
c. Mengebor
Semua lubang harus dibor untuk seluruh tebal dari material. Bila
memungkinkan, maka semua pelat, potonganm-potongan dan
sebagainya harus dijepit bersama-sama untuk membuat lubang dan
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

d.

e.

f.

g.

h.

188Unika
Perpustakaan

dibor menembus seluruh tebal sekaligus. Setelah mengebor, seluruh


kotoran besi harus disingkirkan.
Montase percobaan
Sebelum diangkat, pekerjaan baja termasuk setiap railing yang akan
terpasang langsung pada pekerjaan baja, harus dipasang
sementara(montase percobaan) pada halaman kontraktor pabrikasi
yang terlindung dari cuaca untuk diperiksa oleh direksi mengenai
tepatnya seluruh bagian dan sambungan. Sambungan sementara harus
berhubungan betul menyeluruh dengan menggunakan cara yang
disetujui. Kalau terjadi perbedaan kedudukan, maka bentang yang
berdampingan harus dimontase bersama-sama pada kedudukan yang
dikehendaki. Montase percobaan tidak akan dilepas sebelum mendapat
persetujuan tertulis dari direksi.
Penyerahan untuk pemasangan akhir(montase lapangan)
Penyediaan baut-baut dan sebagainya. Kontraktor pabrikasi akan
menyediakan jumlah sepenuhnya dari baut-baut, cincin baut dan
sebagainya, yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan di
lapangan dengan tambahan 5% untuk setiap ukuran baut mur dan
cincin baut. Semua baut dan mur harus mempunyai kepala yang
ditempa, tepat, konsentris dan siku dengan batangnya, dengan kepala
serta mur yang hexagonal.
Semua sambungan yang terbuka, ujung dan bagian-bagiannya yang
menonjol harus dilindungi dari kerusakan pada saat pengangkutan.
Tanda-tanda pengangkutan perlu diberikan dan di tempat yang mudah
terlihat. Semua baut, mur dan cincin baut, ditempatkan dalam kaleng
trsendiri. Setiap kaleng dilengkapi dengan tabel terbuat dari logam di
mana tertera isinya.
Transport dan handling
Sebelum penyerahan, untuk menjamin terlindungnya dari kerusakan,
maka perhatian khusus diperlukan dalam pengepakan serta cara
perkuatan pada saat transport, handling dan montase percobaan
pekerjaan itu.
Penyerahan, penerimaan dan menjaga pekerjaan besi.
Kontraktor pabrikasi bertanggung jawab untuk menjaga keamanan
pekerjaan besi dan memperbaiki semua kerusakan sampai diserahkan
dan diterima baik oleh kontraktor montase. Kontraktor montase akan
menerimaseluruh pekerjaan besi di tempat pekerjaan, atau di tempat
penyerahan lain seperti disyaratkan, dan akan membongkar,
mentransport ke tempat pekerjaan bila perlu dan menyimpannya
dengan aman bebas dari kerusakan-kerusakan hingga akhirnya
terpasang.
Pemasangan (erection)
Kontraktor montase harus menyediakan seluruh perancah dan alat-alat
yang diperlukan dan mendirikannya di tempat pekerjaan, memasang
dan mengeling dan atau baut dan atau las seluruh pekerjaan besi.
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

189Unika
Perpustakaan

Pekerjaan besi tidak boleh dipasang sebelum cara, alat dan sebagainya
yang akan digunakan telah mendapat petunjuk direksi.
i. Kerangka baja
Satu bentang kerangka baja dipasang atas tumpuan-tumpuan
sedemikian rupa sehingga biaya itu dapat membentuk lawan lendut
seperti tertera pada gambar rencana. Tumpuan-tumpuan itu tidak
disingkirkan sebelum seluruh ambungan telah dibaut dengan
permanen. Pemasangan tersebut tidak boleh dilakukan tanpa
persetujuan direksi, dan pada umumnya persetujuan semacam itu tidak
akan diberikan sebelum bentang tersebut telah terpasang dengan
gelagar melintang, batang penguat, dan baut-baut stel seperti yang
disyaratkan.
j. Pengecatan baja
1. Umum
Semua konstruksi baja yang akan dipasang perlu dicat di pabrik
dengan cat dasar yang telah disetujui kecuali pada bidang-bidang
yang dikerjakan dengan mesin perkakas misalnya pada perletakan.
Cat lapangan terdiri dari pembersihan seluruh sambungan lapangan
dan bidang-bidang yang telah dicat di bengkel, seperti
diperintahkan oleh direksi, yang telah rusak pada saat transport
atau pemasangan serta bidang-bidang lain seperti yang
diperintahkan oleh direksi, di mana cat dasarnya telah rusak.
Seluruh permukaan dari pekerjaan besi bangunan seperti diuraikan
di ats , harus bersih dan dikupas dengan sand blasting atau cara lain
yang disetujui, agar menjadi logam yang bersih dengan
menyingkirkan seluruh oli, gemuk, karatan, lumpur dan lain-lain
yang melengket padanya.
Luas bidang yang dibersihkan harusklah dapat sekaligus ditutup
dengan cat dasar dan dicat segera setelah pembersihan, sebelum
terjadi oksidasi. Bial terjadi oksidasi (karatan), permukaan harus
dibersihkan kembali sebelum pengecatan dasar dilakukan.
2. Penggunaan cat:
Permukaan yang akan dicat harus kering dan tak berdebu.
Diberikan lapisan berikutnya setelah lapisan terdahulu kering betul.
Lapisan penutup diberikan di ats cat dasar dalam tempo kurang
dari 6 bulan tapi tidak boleh lebih cepat dari 48 jam setelah
pengecatan dasar. Setiap lapisan yang telah selesai harus tampak
sama dan rata. Pemakaian cat yang rata ialah 12,5-15 m2 untuk cat
dasar, and 15-20 m2 untuk lapisan berikutnya.
4.4.10 Dudukan / Tumpuan Balok (Elastomeric Bearing)
Kontraktor harus menyiapkan dudukan/bantalan/tumpuan balok pada
kepala abutmen/pilar dengan bahan yang sudah diuji kuat tekannya
terhadap beban rencana. Setiap 20 buah harus diuji kuat tekannya minimal
1 kali.
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

190Unika
Perpustakaan

4.4.11 Pasangan Batu kosong


4.4.11.1 Uraian
Pekerjaan ini terdiri dari pekerjaan susunan batu kosong, dari mulai
menyiapkan bahan pemasangan menurut spesifikasi ini dan spesifikasi
pekerjaan lainnya yang ada hubungannya dengan pekerjaan ini, di mana
bentuk, ukuran dan tempat menurut rencana atau petunjuk direksi.
4.4.11.2 Material
Bahan unutk susunan batu ini dapat dipakai batu yang ada di sekitarnya
atau dari sumber material di mana bentuknya mendekati bulat. Batu harus
segar, keras, awet dan padat serta tahan terhadap pengaruh cuaca dan air.
Material untuk pelindung bahu jalan, timbunan dan sebagainya dibutuhkan
batu dengan beratnya berkisar dari10-70 kg, dan tidak kurang 50% dari
batu itu beratnya lebih dari 30 kg. Batu untuk dasar dan pelindung
pondasi,poer, abutment dan dinding beratnya berkisar dari 20-100 kg dan
tidak kurang dari 60% batu tersebut mempunyai berat lebih dari 40 kg.
4.4.11.3 Pelaksanaan
1. Galian
Dasar untuk susunan batu digali sedalam yang dibutuhkan dan menurut
bentuk yang diminta.
2. Penempatan
Susunan batu yang ditempatkan di bawah permukaan air harus
didistribusikan sedemikian rupa sehingga tebal minimum dan susunan
batu tersebut tidak kurang dari tebal yang diminta atau disyaratkan.
Batu yang ditempatkan di atas permukaan air disusun dengan saling
menutup dan hubungannya dibuat sedemikian rupasehingga cukup
kompak dan saling memegang. Batu-batu pada bagian akhir disusun
tegak lurus dengan slope.
Pasangan batu kosong harus dipadatkan dengan baik sebagaimana
disyaratkan dan permukaan akhir yang rapih dan kuat. Batu-batu yang
berukuran besar harus diletakkan pada lapisan bagian bawah. Celahcelah antara batuan harus diisi sehingga terikat dengan kuat pada
tempatnya.
Tebal pasangan batu kosong minimum 30 cm, diukur secara tegak
lurus pada slope. Permukaan pasangan batu kosong yang terletak di ats
permukaan air tidak kurang dari 8 cm pada setiap titik tertentu.
3. Pasangan dengan grouting
Apabila disyaratkan pemasangan batu kosong dengan grouting maka
semua batu harus diletakkan dengan tangan sampai di atas permukaan
air. Celah antara batuan harus diisi dengan adukan semen. Adukan
harus cukup untuk menutup semua celah/lubang, kecuali permukaan
yang dibuat terbuka. Grout harus dipasang dari dasar sampai atas dan
kemudian permukaannya dikasarkan dengan sapu yang kasar. Setelah
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab IV Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)

191Unika
Perpustakaan

grouting ini selesai, permukaan harus dicuring seperti yang tertulis


untuk beton dengan masa paling sedikit 3 hari.
4.4.12 Pengendalian Waktu dan Biaya
Masalah waktu dapat menjadi tolak ukur keberhasilan suatu proyek.
Penggunaan watu yang kurang efektif dan ekonomis akibat tidak adanya
perencanaan yang baik akan menyebabkan suatu pekerjaan tidak dapat
selesai tepat pada waktunya.
Pedoman pengendalian waktu dalam proyek ini adalah time schedule yang
dilengkapi dengan network planning dan kurva S agar dapat dibaca urutan
pelaksanaan pekerjaan dan penggunaan tenaga kerja yang sesuai dengan
jenis pekerjaan yang sedang dilaksanakan.
Dengan adanya pengendalian waktu, maka pelaksanaan pembangunan
proyek secara menyeluruh dapat terkoordanasi dan terkendali selain
pengendalian waktu, dalam pelaksanaan juga perlu diperhatikan
keseimbangan antara biaya yang dikeluarkan dengan kualitas pekerjaan
yang dihasilkan karena akan mempengaruhi kelancaran pembiayaan
proyek.
Penggunaan anggaran proyek secara efisien merupakan salah satu cara
untuk menghemat pembiayaan proyek. Usaha pengendalian biaya
dilakukan dengan mencatat semua pengeluaran proyek.

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

192Unika
Perpustakaan

Bab V. Rencana Anggaran Biaya

BAB V
ANALISA HARGA DAN LAIN LAIN
5.1 Perhitungan Volume Pekerjaan
5.1.1 Volume Dinding Penahan Tanah
1 m

2 m

5 ,5 m

I
II

III

1 m
1 m

2 m

1 m

Gambar 4.1 Volume DPT


Luas total DPT =(Luas I +Luas II + Luas III )
=(1 5,5)+( 0,5 25,5 )+(41)
=15 m2
Panjang oprit keseluruhan = 125 meter
Volume = (0,5 125 15) 2 = 1875 m3
5.1.2 Volume Galian Dinding Penahan Tanah

5 ,5 m

1 m

0 ,7 5 m

1 m

0 ,5 m

2 m

0 ,7 5 m

1 m

0 ,5 m

Gambar 4.2 Galian DPT


Volume = [(5+6,5)0,51] 62,52 = 718,75 m3
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Bab V. Rencana Anggaran Biaya


5.1.3 Volume Galian Abutment dan Pondasi Sumuran
Volume = {[(5+9) 0,5 2 9 2 ]+[5 1,5 24]}
= 252 + 211,95 = 463,95 m
5.1.4 Volume Urugan Kembali Tanah Abutmen
Volume = 252 [9 (4 1,5) + 2 (2 0,5 0,5)]= 189 m3

5.1.5 Pekerjaan Beton


a. Pondasi Sumuran
Volume =

1
d 2 h n
4
1
1,5 2 5 24
4

= 212,06 m
b. Pelat lantai kendaraan
Volume = 0,2 9 120 = 216 m3
c. Pelat lantai trotoir
Volume = 0,25 1 2 120 = 60 m3
d. Abutment
Volume = (5,5 + 1,25 + 1 + 0,5 + 0,125 + 0,5 + 0,5 + 7,5) 9 2
= 303,75 m3
e. Wing Wall
Volume = (0,3 + 2 + 9 +4,2 +1,2 + 0,7 +0,45) 0,3 4 = 21,42 m3
f. Pelat injak
Volume = 3,6 0,25 8,4 2 = 15,12 m3
g. Pelat lantai kerja
Volume = 7 0,1 9 2 = 12,6 m3

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

193Unika
Perpustakaan

Bab V. Rencana Anggaran Biaya

194Unika
Perpustakaan

5.1.6 Pekerjaan Baja

Total kebutuhan baja struktur = [(300415) + (346241) + (334,27276)+


(108 72,4 ) + (448,845,3)]
= 53554,512 Kg
5.1.7 Pekerjaan jalan

a. Volume urugan oprit jembatan = (0,5854,39) 2 = 3289,5 m3


b. Luas Jalan
L = 7 125 = 875 m2
c. Luas jalan oprit
L = 9 125 = 1125 m2
5.1.8 Pekerjaaan lain lain

a. Pipa sandaran
Panjang kebutuhan pipa sandaran = 4 120 m = 480 m
1 pipa = 6 meter
Jumlah kebutuhan pipa = 480 / 6 = 80 batang pipa.
b. Pipa drainase
Pipa dipasang tiap tiga meteran = 120 m / 3 = 40 m
Tiap tiga meter dipasang pipa 0,5 meteran, jadi panjang kebutuhan pipa
drainase adalah = (0,540) 2 = 40 m
1 pipa = 4 meter
Jumlah kebutuhan pipa = 40 / 4 = 10 batang pipa.

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

195Unika
Perpustakaan

Bab V. Rencana Anggaran Biaya


5.2 Daftar Harga Satuan Bahan dan Upah
Daftar Harga Bahan
NO
1
2
3

JENIS BAHAN
Tanah urug
Pasir urug
Pasir pasang

SATUAN
m

HARGA

Rp

40.000,00

Rp

65.000,00

Rp

90.000,00

Pasir beton

Rp

145.000,00

Batu belah

m3

Rp

129.500,00

Rp

145.000,00

Batu pecah

Split

m3

Rp

129.000,00

Portland Cement (50kg)

zak

Rp

40.000,00

Paku kayu

kg

Rp

11.000,00

10

Kawat bendrat

kg

Rp

10.000,00

11

Besi beton

kg

Rp

8.000,00

12

Besi profil

kg

Rp

6.000,00

13

Kayu cetakan

m2

Rp

600.000,00

14

Pipa galvanis 2,5'' (6 meteran)

btg

Rp

225.000,00

15

Pipa PVC 2'' (6 meteran)

btg

Rp

61.000,00

16

Aspal

kg

Rp

5.400,00

17

Elastomer

buah

Rp

200.000,00

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

196Unika
Perpustakaan

Bab V. Rencana Anggaran Biaya


Daftar Harga Upah
NO

URAIAN

SATUAN

HARGA

Pekerja

/hari

Rp

30.000,00

mandor

/hari

Rp

40.000,00

Tukang batu

/hari

Rp

40.000,00

kepala tukang batu

/hari

Rp

45.000,00

Tukang besi

/hari

Rp

40.000,00

kepala tukang besi

/hari

Rp

45.000,00

Tukang kayu

/hari

Rp

40.000,00

Kepala tukang kayu

/hari

Rp

45.000,00

Masinis

/hari

Rp

40.000,00

10

Pembantu masinis

/hari

Rp

40.000,00

11

Penjaga api

/hari

Rp

35.000,00

12

Tukang masak aspal

/hari

Rp

30.000,00

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

197Unika
Perpustakaan

Bab V. Rencana Anggaran Biaya


5.3 Daftar Harga Satuan Pekerjaan

HARGA SATUAN
NO

JENIS PEKERJAAN

SATUAN

PEKERJAAN

1 Galian tanah

m3

Rp

20.235

2 Urugan tanah

m3

Rp

75.025

3 Pasangan batu belah

m3

Rp

434.550

4 Pasang dan bongkar bekisting

m2

Rp

39.600

5 Pekerjaan tulangan besi

kg

Rp

14.388

6 Beton K350

m3

Rp

694.080

7 Beton K300

m3

Rp

500.380

8 Pekerjaan lantai kendaraan

m3

Rp

2.398.030

9 Pekerjaan abutmen

m3

Rp

1.184.220

10 Pekerjaan wing wall

m3

Rp

1.184.220

11 Pekerjaan pelat injak

m3

Rp

1.184.220

12 Pekerjaan lantai trotoir

m3

Rp

1.184.220

13 Pekerjaan pondasi sumuran

m'

Rp

624.645

14 Pekerjaan shear connector

kg

Rp

19.500

15 Pekerjaan baja

kg

Rp

19.157

/bulan

Rp

24.730.000

17 Pekerjaan sub base course

m2

Rp

38.686

18 Pekerjaan base course

m2

Rp

23.155

19 Pengaspalan

m2

Rp

18.643

16 Pekerjaan menggilas

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

198Unika
Perpustakaan

Bab V. Rencana Anggaran Biaya


5.4 Daftar Analisa Harga Satuan

No

Uraian Pekerjaan

A.

PEKERJAAN TANAH

1 m Galian tanah
0,04

mandor

0,4

B.
1.

Upah

Harga

Satuan

Kerja

Bahan

45.000

Rp

1.800

Jumlah

Rp

1.800

pekerja

Rp

30.000

Rp

12.000

Rp

12.000

0,032

jam

excavator

Rp

154.000

Rp

4.928

Rp

4.928

0,025

jam

dump truck

Rp

61.000

Rp

1.507

Rp

1.507

Rp

20.235

Rp

20.235

Rp

48.000

1 m Urugan tanah
1,2

tanah urug

Rp

40.000

Rp 48.000

1,2

pemadatan

Rp

17.300

Rp

20.760

Rp

20.760

0,05

jam

dump truck

Rp

61.000

Rp

3.233

Rp

3.233

0,012

jam

bulldozer

Rp

176.000

Rp

2.042

Rp

2.042

0,01

jam

vibro compactor

Rp

99.000

Rp

990

Rp

990

Rp

27.025

Rp

75.025

Rp 48.000

PASANGAN BATU BELAH


1,2

batu belah

Rp

129.500

Rp 155.400

Rp

155.400

4,05

zak

PC

Rp

40.000

Rp 162.000

Rp

162.000

0,43

pasir pasang

Rp

90.000

Rp

Rp

38.700

mandor

Rp

45.000

Rp

6.750

0,15
0,06

Rp

38.700

6.750

kep. Tukang batu

Rp

45.000

Rp

2.700

Rp

2.700

0,6

tukang batu

Rp

40.000

Rp

24.000

Rp

24.400

1,5

pekerja

Rp

30.000

Rp

45.000

Rp

45.000

Rp

78.450

Rp 356.100

Rp

434.550

Rp 240.000

Rp

240.000

Rp

Rp

44.000

C.

PEKERJAAN BETON

Pekerjaan 10 m pasang bekisting

Rp

Harga

0,4

kayu cetakan

Rp

600.000

kg

paku

Rp

11.000

0,1

mandor

Rp

45.000

Rp

4.500

Rp

4.500

0,5

kepala tukang kayu

Rp

45.000

Rp

22.500

Rp

22.500

tukang kayu

Rp

40.000

Rp

200.000

Rp

200.000

pekerja

Rp

30.000

Rp

60.000

Rp

287.000

44.000

Rp 284.000

Rp

60.000

Rp

571.000

10 m bongkar bekisting beton


0,2

mandor

Rp

45.000

Rp

9.000

Rp

9.000

0,6

kepala tukang kayu

Rp

45.000

Rp

27.000

Rp

27.000

tukang kayu

Rp

40.000

Rp

240.000

Rp

240.000

pekerja

Rp

30.000

Rp
Rp

120.000
396.000

Rp
Rp

120.000
396.000

10 m pasang dan bongkar bekisting beton


=

Rp

396.000

1 m pasang dan bongkar bekisting beton =

Rp

39.600

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

199Unika
Perpustakaan

Bab V. Rencana Anggaran Biaya


3

Pekerjaan tulangan besi


125

kg

besi

Rp

8.000

kg

kawat bendrat

Rp

10.000

mandor

Rp

45.000

Rp

kepala tukang besi

Rp

45.000

tukang besi

Rp

40.000

pekerja

Rp

30.000

Rp

270.000

Rp

778.500

0,3

125 kg pembesian

Rp

1.798.500

1 kg pembesian =

Rp

14.388

Rp

20.000

13.500

Rp

13.500

Rp

135.000

Rp

135.000

Rp

360.000

Rp

360.000

20.000

Rp1.020.000

1.000.000

Rp

270.000

Rp

1.798.500

6,8

zak

PC

Rp

40.000

Rp 272.000

Rp

272.000

0,82

split

Rp

129.000

Rp 105.780

Rp

105.780

0,54

Rp

pasir beton

Rp

145.000

Rp

78.300

0,3

mandor

Rp

45.000

Rp

13.500

Rp

13.500

0,1

kepala tukang batu

Rp

45.000

Rp

4.500

Rp

4.500

78.300

tukang batu

Rp

40.000

Rp

40.000

Rp

40.000

pekerja

Rp

30.000

Rp

180.000

Rp

180.000

Rp

238.000

Rp 456.080

Rp

694.080

1m beton K300
zak

PC

Rp

40.000

Rp

352.000

Rp

352.000
105.780

0,82

split

Rp

129.000

Rp

105.780

Rp

0,54

pasir beton

Rp

145.000

Rp

78.300

Rp

78.300

mandor

Rp

45.000

Rp

13.500

Rp

13.500

0,3
0,1

7.

Rp

Rp

1m beton K350

8,8

Rp1.000.000

kepala tukang batu

Rp

45.000

Rp

4.500

Rp

4.500

tukang batu

Rp

40.000

Rp

40.000

Rp

40.000

pekerja

Rp

30.000

Rp

180.000

Rp

238.000

Rp 262.380

Rp

180.000

Rp

500.380

1 m beton K350 pelat lantai kendaraan


1

Beton K350

Rp

694.080

Rp 694.080

Rp

694.080

114,3

Kg

pembesian

Rp

14.388

Rp1.644.550

Rp

1.644.550

1,5

bekesting

Rp

39.600

Rp

59.400

Rp

59.400

Rp2.398.030

Rp

2.398.030

1 m beton K300 abutmen


1

Beton K300

Rp

500.380

Rp 500.380

Rp

500.380

43,4

kg

pembesian

Rp

14.388

Rp 624.440

Rp

624.440

1,5

bekesting

Rp

39.600

Rp

59.400

Rp

59.400

Rp1.184.220

Rp

1.184.220

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

200Unika
Perpustakaan

Bab V. Rencana Anggaran Biaya


8.

9.

10.

D.

1 m beton K300 wing wall


1

Beton K300

Rp

500.380

Rp 500.380

Rp

43,4

kg

pembesian

Rp

14.388

Rp 624.440

Rp

500.380
624.440

1,5

bekesting

Rp

39.600

Rp

59.400

Rp

59.400

Rp1.184.220

Rp

1.184.220

500.380

1 m beton K300 pelat injak


1

Beton K300

Rp

500.380

Rp 500.380

Rp

43,4

Kg

pembesian

Rp

14.388

Rp 624.440

Rp

624.440

1,5

bekesting

Rp

39.600

Rp

59.400

Rp

59.400

Rp1.184.220

Rp

1.184.220

500.380

1 m beton K300 lantai trotoir


1

Beton K300

Rp

500.380

Rp 500.380

Rp

43,4

kg

pembesian

Rp

14.388

Rp 624.440

Rp

624.440

1,5

bekesting

Rp

39.600

Rp

59.400

Rp

59.400

Rp1.184.220

Rp

1.184.220

295.000

PEKERJAAN PONDASI SUMURAN


1 m' pasang pondasi sumuran
0,675

Batu belah

Rp

129.500

Rp

87.420

Rp

5,82

Zak

PC

Rp

40.000

Rp

232.800

Rp

80.000

0,468

Pasir beton

Rp

145.000

Rp

67.860

Rp

375.000

0,702

Rp

101.790

Rp

101.790
5.400
2.025

Koral beton

Rp

145.000

Mandor

Rp

45.000

Rp

5.400

Kepala tukang batu

Rp

45.000

Rp

2.025

Rp
Rp

0,45

Tukang batu

Rp

45.000

Rp

20.250

Rp

20.250

3,57

Pekerja

Rp

30.000

Rp

107.100

Rp

107.100

Rp

624.645

0,12
0,045

Rp
E.

134.775

Rp

489.870

PEKERJAAN PERANCAH
Untuk 1m ruang

F.

G.

1,48

kayu glugu

Rp

51.750

Rp

76.590

Rp

76.590

0,8

kg

paku

Rp

11.000

Rp

8.800

Rp

8.800

0,018

mandor

Rp

45.000

Rp

810

Rp.

810

0,086

tukang kayu

Rp

40.000

Rp

3.440

Rp

3.440

0,864

pekerja

Rp

30.000

Rp

25.920

Rp

30.170

Rp
Rp

PEKERJAAN SHEAR CONNECTOR


shear connector +
1 kg
pasang

Rp

19.500

Rp

25.920

Rp

115.560

19.500

Rp

19.500

19.500

Rp

19.500

Rp

85.390

PEKERJAAN BAJA
1 kg Pekerjaan Baja
1

kg

Baja Bangunan

Rp

19.062

Rp

19.062

Rp

19.062

0,5

Baut

Rp

19.062

Rp

95

Rp

95

Rp

19.157

Rp

19.157

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

201Unika
Perpustakaan

Bab V. Rencana Anggaran Biaya


H.
1.

PEKERJAAN JALAN
Biaya menggilas selama 1 bulan (30 hari)
pakai wals
50

ltr

pelumas SAE 40

Rp

16.500

Rp 825.000

Rp

825.000

625

ltr

solar

Rp

4.400

Rp2.750.000

Rp

2.750.000

0,25

kg

vaseline

Rp

20.000

Rp

Rp

5.000

Rp

13.200.000

30

hari

sewa mesin gilas

Rp

440.000

30

masinis

Rp

40.000

Rp

1.200.000

Rp

1.275.000

30

pembantu masinis

Rp

40.000

Rp

1.200.000

Rp

1.200.000

150
30

Rp13.200.000

pekerja

Rp

30.000

Rp

4.500.000

Rp

4.500.000

penjaga api

Rp

35.000

Rp

1.050.000

Rp

1.050.000

Rp16.780.000

Rp

24.730.000

Rp 7.950.000
2.

1 m sub base course


0,1

batu pecah

Rp

129.500

Rp

12.950

Rp

12.950

0,07

pasir urug

Rp

65.000

Rp

4.550

Rp

4.550

0,019

mandor

Rp

45.000

Rp

855

Rp

855

0,375

pekerja

Rp

30.000

Rp

11.250

Rp

11.250

Rp

12.105

Rp

17.500

Rp

29.605

Rp

3.010

Rp

6.071

Rp

9.081

Rp

15.115

Rp

23.571

Rp

38.686

Rp 1.036.000

Biaya menggilas

3.

4.

5.000

100 m lapis base coarse


8

batu pecah

Rp

129.500

Rp

1.036.000

pasir urug

Rp

65.000

Rp

130.000

Rp

130.000

0,375

mandor

Rp

45.000

Rp

16.875

Rp

16.875

7,5

pekerja

Rp

30.000

Rp

225.000

Rp

225.000

Rp

371.375

Rp 1.036.000

Rp

1.407.875

Biaya menggilas

Rp

301.000

Rp

607.100

Rp

908.100

Untuk 100 m lapis base corse

Rp

672.375

Rp 1.643.100

Rp

2.315.475

Untuk 1 m lapis base corse = (1/100)*A

Rp

6.724

Rp

16.431

Rp

23.155

Rp 1.350.000

Rp

1.350.000

Rp

155.400

Rp

155.400

Rp

16.375

Pengaspalan per 100 m


250

kg

aspal

Rp

5.400

1,2

split

Rp

129.500

kayu bakar

Rp

65.500

Rp

16.375

Rp

45.000

Rp

22.500

Rp

22.500

0,5

mandor
Tukang masak
aspal

Rp

40.000

Rp

20.000

Rp

20.000

10

pekerja

Rp

30.000

Rp

300.000

Rp

342.500

Rp

3.425

0,25
0,5

Pengaspalan per 1 m

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Rp

300.000

Rp 1.521.775

Rp

1.864.275

Rp

Rp

18.643

15.218

202Unika
Perpustakaan

Bab V. Rencana Anggaran Biaya


5.5 Rencana Anggaran Biaya
No
A

Uraian pekerjaan

1
2
3
4

PEKERJAAN PERSIAPAN
Pembersihan lapangan
Mobilisasi dan demobilisasi alat
Papan nama proyek
Direksi keet dan gudang

1
2

PEKERJAAN TANAH
Galian tanah
Urugan tanah

Case dam

Volume

Satuan

1
1
2
1

ls
ls
buah
ls

1182,7
378

Harga
Satuan

Jumlah
Harga

Rp 5.450.000
Rp 45.000.000
Rp
500.000
Rp 6.000.000

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

5.450.000
45.000.000
1.000.000
6.000.000
57.450.000

m3
m3

Rp
Rp

20.235
75.025

Rp
Rp

23.931.935
28.359.450

3000

m3

Rp

22.750

Rp 68.250.000
Rp 120.541.385

1
2
3
4
5

PEKERJAAN STRUKTUR
Beton K350 pelat lantai
Beton K300 abutment
Beton K300 wing wall
Beton K300 pelat injak
Beton K300 lantai trotoir

117
207
19
13,5
32,5

m3
m3
m3
m3
m3

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

2.398.030
1.184.220
1.184.220
1.184.220
1.184.220

Rp 391.556.061
Rp 394.023.672
Rp 36.166.424
Rp 25.697.196
Rp 61.863.620

6
7
8
9
10
11

Pekerjaan baja struktur


Pekerjaan shear connector
Elastomer
Pemasangan baja struktur
Pekerjaan perancah
Pekerjaan pondasi sumuran

53555
49
20
27713,6
11123,1
245,76

kg
btg
buah
kg
m3
m'

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

19.157
19.500
200.000
5.000
115.560
624.645

Rp1.025.943.786
Rp
392.000
Rp
4.000.000
Rp 83.140.779
Rp 329.154.775
Rp 72.499.200

12

Pekerjaan erection struktur

315782

kg

Rp

15.162

Rp4.787.886.684
Rp7.212.324.197

1
2
3

PEKERJAAN OPRIT DAN


JALAN
Pasangan batu DPT oprit
Sub base course
Base course

962,5
140
42

m3
m3
m3

Rp
Rp
Rp

371.465
38.686
23.155

Rp 357.535.063
Rp
3.602.993
Rp
695.970

Wearing course

35

m3

Rp

5.000

Rp
175.000
Rp 362.009.026

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

203Unika
Perpustakaan

Bab V. Rencana Anggaran Biaya


E
1
2
3
4

PEKERJAAN LAIN-LAIN
Pipa sandaran
Drainase
Pengadaan air kerja
Administrasi dan dokumentasi

44
9
1
1

btg
btg
ls
ls

Rp
Rp
Rp
Rp

279.300
60.000
3.000.000
6.500.000

Rp
Rp
Rp
Rp

8.360.000
540.000
3.000.000
6.500.000

5
6

Keamanan
Lampu penerangan

1
1

ls
ls

Rp
Rp

2.500.000
1.000.000

Rp
Rp
Rp

2.500.000
1.000.000
21.900.000

PEKERJAAN FINISHING
Finishing

ls

Rp

7.000.000

Rp
Rp

7.000.000
7.000.000

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

204Unika
Perpustakaan

Bab V. Rencana Anggaran Biaya


5.6. Rekapitulasi Harga
REKAPITULASI HARGA
No
1
2
2
4
5
6

Jenis Pekerjaan
PEKERJAAN PERSIAPAN
PEKERJAAN TANAH
PEKERJAAN STRUKTUR
PEKERJAAN OPRIT DAN JALAN
PEKERJAAN LAIN-LAIN
PEKERJAAN FINISHING

JASA PEMBORONG 10 %
Jumlah
PAJAK 10 %
Jumlah =
Dibulatkan =

Biaya
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

57.450.000
187.081.061
7.212.324.197
362.009.026
21.900.000
7.000.000
7.847.764.284
784.776.429
8.632.540.713
863.254.072
9.495.794.785
9.495.795.000

Terbilang: Sembilan Milyar Empat Ratus Sembilan Puluh Lima Juta Seratus
Tujuh Ratus Sembilan Puluh Lima Ribu Rupiah

Semarang, 1 Februari2008

ttd.

(Nama Terang)

Perencanaan Jembatan Rangka Baja Kaligarang Sisemut

Kabupaten Semarang

Perpustakaan Unika

DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 1970, Peraturan Muatan untuk Jembatan Jalan Raya, Yayasan Badan
Penerbit Pekerjaan Umum.
Anonim, 1971, Peraturan Beton Bertulang Indonesia, Departemen Pekerjaan
Umum, Jakarta.
Anonim, 1987, Pedoman Perencanaan Pembebanan Jembatan Jalan Raya,
Badan Penerbit Pekerjaan Umum, Jakarta.
Anonim, 1987, Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya dengan
Metode Analisa Komponen, Badan Penerbit Pekerjaan Umum, Jakarta.
Anonim, 2001, Kursus Singkat Perencanaan Struktur Baja dengan Metode
LRFD, Laboratorium Mekanika Struktur, Pusat Penelitian Antar
Universitas Ilmu Bangunan ITB, Bandung.
Gunawan, Rudi, 1987, Tabel Profil Konstruksi Baja, Kanisius, Jakarta.
Margaret dan Gunawan, 1999, Teori Soal dan Penyelesaian Konstruksi Baja 1
Jilid 1 , Delta Teknik Group, Jakarta.
Margaret dan Gunawan, 1999, Teori Soal dan Penyelesaian Konstruksi Baja 2
Jilid 1, Delta Teknik Group, Jakarta.
Sardjono, HS, 1984, Pondasi Tiang Pancang Jilid 1, Sinar Wijaya, Surabaya.
Soemargono, Veen V.D dan Struyk H.J, 1984, Jembatan, Pradnya Paramitha,
Jakarta.
Subarkah I, 1979, Jembatan Baja, Ideadharma, Bandung.
Sudarmoko, 1994, Perancangan dan Analisis Beton Bertulang, Biro Penerbit,
Yogyakarta.
Universitas Katolik Parahyangan, 1997, Manual Pondasi Tiang, Geotechnical
Engineering Centre Universitas Katolik Parahyangan, Bandung