Anda di halaman 1dari 39

AUDIT PLANNING

Denissa Intan Chairy (120110120053)


Ida Ayu Widya Laksmi Putri (1201101200)
Annisa Yuniar Zulkarnaen (120110120069)

Learning Objective 1

Discuss why adequate audit


planning is essential

PLANNING
Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika
digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya.

3 Alasan utama auditor harus merencanakan


penugasannya dengan tepat:
1.
Untuk memungkinkan auditor memperoleh
bahan bukti kompeten yang cukup untuk
kondisi yang ada.
2.
Membantu menjaga biaya audit tetap wajar.
3.
Menghindari kesalahpahaman dengan
kliennya.

Menerima klien
dan Perencanan
Audit

Memahami
Bisnis Klien

Pelaksanaan
Prosedur analitis
Pendahuluan

Menetapakan
Resiko Bisnis
Klien

Tentukan
materialitas, resiko
audit yang dapat
diterima & resiko
bawaan

Memahami
pengendalian
intern dan
penetapan resiko
pengendalian

Mengembangkan
Rencana audit &
program Audit
menyeluruh

Mengumpulkan
informasi untuk
menilai risiko
kecurangan

Perencanaan
Audit dan
Merancang
Pendekatan
Audit

Dua Istilah Risiko :


1.

Risiko Akseptabilitas Audit (Risiko Audit yang Dapat


Diterima), yaitu suatu ukuran kesediaan auditor untuk
menerima bahwa laporan keuangan (LK) mungkin saja
salah saji material setelah audit selesai dan pendapat wajar

tanpa pengecualian dikeluarkan.


2.

Risiko Inheren (Risiko Bawaan), yaitu suatu ukuran


penilaian auditor atas kemungkinan terdapat salah saji

material dalam saldo akun, sebelum mempertimbangkan


efektifitas pengendalian intern.

Learning Objective 2

Make client acceptance decisions and


perform initial audit planning

Menerima Klien dan Melakukan


Perencanaan Awal Audit
Empat hal yang yang dilibatkan dalam perencanaan
awal audit :
1.
Auditor menentukan terlebih dahulu apakah akan
menerima klien baru atau melanjutkan
memberikan jasa pada klien lama.
2.
Auditor mengidentifikaskan mengapa klien
memerlukan atau menginginkan pengauditan.
3.
Adanya kesepahaman dengan klien mengenai
kondisi kontrak kerja.
4.
Auditor mengembangkan keseluruhan strategi
pengauditan ,termasuk penugasan audit dan
spesialis-spesialis audit yang di perlukan.

Investigasi klien baru

KAP menyelidiki perusahaan


KAP menentukan bahwa ia
memiliki kompetensi
Menentukan apakah kerangka
laporan keuangan tepat
Untuk calon klien yang
sebelumnya telah diaudit oleh
KAP lain, auditor pengganti
perlu berkomunikasi dengan
auditor pendahulu

Melanjutkan klien lama

KAP mengevaluasi klien lama


setiap tahun untuk
menentukan apakah ada alasan
untuk tidak terus melakukan
audit.
Faktor : Konflik sebelumnya
atas lingkup yang sesuai audit,
jenis pendapat yang
diterbitkan, biaya yang belum
dibayar, klien tidak memiliki
integritas

1. Menerima Klien Baru dan Melanjutkan

Dua faktor utama yang mempengaruhi risiko


audit yang dapat diterima adalah pengguna
laporan dan maksud mereka menggunakan
laporan.
Auditor akan mengumpulkan lebih banyak
evidence ketika laporan ini harus digunakan
secara luas
Sepanjang perjanjian, auditor dapat
memperoleh informasi tambahan tentang
mengapa klien mengalami audit dan
kemungkinan penggunaan laporan keuangan.

2. Identifikasi Alasan Klien Melakukan


Audit

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Standar auditing mengharuskan auditor


mendokumentasikan pemahaman mereka dengan klien
dalam surat perikatan, yang mencakup :
Tujuan keterlibatan
Tanggung jawab auditor dan manajemen
Keterbatasan keterlibatan
Kesepakatan untuk menyediakan layanan lain
Tenggat waktu
Bantuan yang akan diberikan oleh personel klien
Jadwal yang harus disiapkan untuk auditor
Kesepakatan biaya
Auditor tidak dapat menjamin bahwa semua tindak
penipuan akan ditemukan.

3. Adanya Kesepahaman dengan Klien

Memilih staf untuk


perjanjian
Memilih staf yang tepat untuk
memenuhi standar auditing
dan untuk meningkatkan
efisiensi audit.
Auditor memiliki kompetensi
dan kemampuan yang tepat
untuk melaksanakan audit.
Staf yang ditugaskan memiliki
pengetahuan industri klien.
Pertimbangan utama staffing :
kebutuhan untuk kontinuitas
dari tahun ke tahun

Evaluasi kebutuhan
spesialis dari luar
Auditor memiliki pemahaman
bisnis klien untuk mengenali
apakah spesialis dibutuhkan.
Auditor mengevaluasi kualifikasi
profesional spesialis dan
memahami tujuan dan ruang
lingkup pekerjaan spesialis.
Auditor mempertimbangkan
hubungan spesialis dengan klien
Laporan audit tidak harus
merujuk ke spesialis kecuali
laporan spesialis menghasilkan
modifikasi dari opini audit.

4. Mengembangkan Keseluruhan
Strategi Pengauditan

Learning Objective 3

Gain an understanding of the


clients business and industry

Understand The Clients Business and


Industry
Faktor-faktor yang meningkatkan pentingnya seorang auditor mengerti

tentang bisnis dan industry klien, yaitu :

Kemunduran kondisi ekonomi di seluruh dunia menigkatkan resiko


bisnis. auditor harus mengerti sifat dari bisnis klien

untuk mengerti

dampak dari kemunduran ekonomi pada laporan keuangan klien dan


kemampuan untuk going concern.

Teknologi informasi menghubungkan perusahaan klien dengan pelanggan


utama dan pemasok. Hasilnya, auditor membutuhkan pengetahuan yg
lebih tentang pelanggan utama dan pemasok dan resiko terkait.

Klien telah memperluas opersai perusahaan


melalui joint venture atau strategi perserikatan.

secara global, biasanya

Teknologi

informasi

mempengaruhi

proses

internal

klien,

memperbaiki kualitas dan ketepatan waktu dari informasi


akuntansi.

Peningkatan pentingnya SDM dan intangible asset lainnya telah


meningkatkan kompleksitas akuntansi dan pentingnya pendapat
manajemen dan estimasi.

Banyak klien akan memiliki investasi di instrument keuangan yg

rumit, seperti utang obligasi yang dijaminkan (collateralized debt


obligation), mortgage backed securities, yang mungkin menurunkan
nilai, dll.

Auditor

mempertimbangkan
factor-faktor

tersebut

menggunakan
pendekatan

system

statejik (strategic system


approach)

untuk

memahami bisnis klien.

Industri dan Lingkungan Eksternal


Tiga alasan primer untuk memperoleh pengertian yang baik mengenai
industry klien lingkungan eksternal adalah :

Resiko

yang

berhubungan

dengan

industri

spesifik

dapat

mempengaruhi penaksiran auditor terhadap resiko bisnis klien dan


resiko audit yang diperbolehkan.

Banyak risiko yang melekat yang umum untuk semua klien di industri
tertentu.

Banyak industri memiliki persyaratan akuntansi yang unik bahwa


auditor harus memahami untuk mengevaluasi apakah laporan
keuangan klien sesuai dengan standar akuntansi.

Business Operations and Processes

Tour Client Facilities and Operations


Identify Related Parties

Management and Governance

Code of Ethics
Minutes of Meetings

Client Objectives and Strategies


Strategi pendekatan yang diikuti oleh entitas untuk mencapai
tujuan organisasi.
Auditor harus memahami tujuan klien terkait dengan:
1.
Keandalan pelaporan keuangan
2.
Efektivitas dan efisiensi operasi
3.
Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan

Measurement and Performance

Learning Objective 4

Assess Client Business Risk

Assess Client Business Risk

Learning Objective 5

Perform Preliminary Analitycal


Procedure

Perform Preliminary Analytical


Procedures

Auditor melakukan prosedur analitis awal untuk lebih memahami


bisnis klien dan menilai risiko bisnis klien.

Salah satu prosedur tersebut membandingkan rasio klien untuk


industri atau pesaing tolok ukur untuk memberikan indikasi
kinerja perusahaan.

Tes awal tersebut dapat mengungkapkan perubahan yang tidak


biasa dalam rasio dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,
atau

dengan

rata-rata

industri,

dan

membantu

auditor

mengidentifikasi daerah dengan peningkatan risiko salah saji yang


memerlukan perhatian lebih lanjut selama audit.

Learning Objective 6

State the Purposes of Analytical


Procedures and the Timing of Each
Purposes

Prosedur analitis adalah evaluasi informasi keuangan yang


dibuat oleh sebuah studi hubungan masuk akal antara data
keuangan dan non keuangan.
Prosedur analitis menggunakan perbandingan dan hubungan
untuk menilai apakah saldo akun atau data lainnya tampak
relatif wajar terhadap harapan auditor.

Analytical Procedures

Prosedur analitis dapat dilakukan pada salah satu dari tiga


kali selama perjanjian:
1.
Prosedur analitis dalam tahap perencanaan untuk
membantu dalam menentukan sifat, lingkup, dan saat
prosedur audit.
2.
Prosedur analitis selama fase pengujian audit sebagai
tes substantif untuk mendukung saldo rekening.
3.
Prosedur analitis selama fase penyelesaian audit.

Prosedur analitis dilakukan pada tahap perencanaan untuk


semua tujuan, sedangkan prosedur dua tahap lain digunakan
terutama untuk menentukan bukti audit yang tepat dan untuk
mencapai kesimpulan tentang penyajian laporan keuangan.

Learning Objective 7

Select the most appropiate


analytical procedure from among
the five major types

5 Tipe Prosedur Analisis


Dalam tiap kasus, auditor membandingkan data dari
klien dengan:

Data Industri

Data Serupa di
Periode
Sebelumnya

Hasil yang
Diperkirakan Klien

Hasil yang
Diperkirakan
Auditor

Hasil yang
Diharapkan
Menggunakan Data
Nonfinansial

Membandikan Data Klien dengan Data


Industri

Keuntungan menggunakan perbandingan industri:


Membantu dalam memahami bisnis klien
Sebagai indikasi dari kemungkinan kegagalan finansial
Kelemahan utama menggunakan perbandingan industri:
Perbedaan antara sifat informasi keuangan klien dengan perusahaan yang
membentuk total industri

Membandingkan Data Klien dengan


Data Serupa Periode Sebelumnya

Membandingkan saldo tahun berjalan dengan tahun sebelumnya


Menyertai
hasil saldo neraca tahun lalu yang telah
disesuaikan dalam kolom terpisah dari lembar kerja saldo
neraca tahun ini
Membandingkan detail dari total saldo dengan detail serupa dari
tahun sebelumnya
Digunakan bila tidak ada perubahan signifikan dalam
operasional klien di tahun ini
Menghitung rasio dan persentase hubungan untuk perbandingan
dengan tahun sebelumnya

Membandingkan Data Klien dengan


Hasil yang Diperkirakan Klien

Data klien dibandingkan dengan anggaran


Auditor harus mengevaluasi apakah anggaran itu adalah
rencana yang realistis
Kemungkinan bahwa informasi keuangan saat ini telah
diubah oleh karyawan klien untuk menyesuaikan dengan
anggaran

Membandingkan Data Klien dengan


Hasil yang Diperkirakan Auditor

Auditor menghitung saldo dugaan untuk dibandingkan


dengan saldo sebenarnya
Auditor membuat sebuah perhitungan apakah saldo akun
itu seharusnya dengan menghubungkan dengan neraca
jalur lainnya atau akun laporan pemasukan atau rekening
dengan membuat sebuah proyeksi berdasarkan pada suatu
tren historis

Membandingkan Data Klien dengan


Data Nonfinansial

Digunakan untuk penekanan pada akurasi data

Learning Objective 8

Compute common financial


ratios

Kemampuan Membayar Utang Jangka


Pendek

Rasio Kas = Kas + Sekuritas yang diperdagangkan


Liabilitas Lancar
Rasio Lancar = Kas + Sekuritas yang diperdagangkan + piutang bersih
Liabilitas Lancar
Rasio Paling Lancar = Aset Lancar
Liabilitas Lancar

A/R Turnover

Days To Collect Receivables

365


365

Inventory Turnover
Days To Sell Inventory

Rasio Aktivitas Likuiditas

Kemampuan Untuk Memenuhi


Kewajiban Jangka Panjang

Debt to Equity =

Times Interest Earned =

Earnings per share


Gross Profit Percent
Profit Margin
Return On Assets
Return on Common Equity

Rasio Profitabilitas