Anda di halaman 1dari 13

Akuntansi dan Pelaporan

Program Manfaat Purnakarya


Kelompok 7:
Denissa Intan Chairy 120110120053
Batari Chaga Tsania 120110120068
Annisa Yuniar Z 120110120069
Rr Anindhyta KS 120110120074

Ruang Lingkup
Program Manfaat
Purnakarya
Dana Pensiun

Program non dana


pensiun

PSAK 18 (revisi 2010) tidak hanya mengatur entitas dana


pensiun, tetapi semua program manfaat purnakarya yang

memenuhi definisi (par 8)


Pembentukkan program manfaat purnakarya dalam bentuk dana
pensiun harus sesuai regulasi di Indonesia

JENIS PROGRAM MANFAAT PURNAKARYA

Program campuran (hybrid plan) jika ada,


maka diperlakukan sebagai program
manfaat pasti

PROGRAM IURAN PASTI


Jumlah manfaat masa depan yang diterima peserta
berdasarkan:
a) jumlah iuran
b) efisiensi kegiatan operasional
c) pendapatan investasi
Tujuan pelaporan program iuran pasti >> memberikan
informasi secara periodik penyelenggaraan program
purnakarya dan kinerja investasi
Laporan keuangan program iuran pasti, mencakup:
a) Laporan aset neto tersedia untuk manfaat purnakarya
b) Penjelasan mengenai kebijakan pendanaan
7

PROGRAM MANFAAT PASTI


Laporan keuangan program manfaat pasti mencakup:
a) laporan yang menyajikan:
i. aset neto tersedia untuk manfaat purnakarya
ii. nilai kini aktuaria atas manfaat purnakarya terjanji dan
iii. surplus/defisit atau

b) Laporan aset neto tersedia untuk manfaat purnakarya.


Nilai kini aktuaria atas manfaat purnakarya terjanji
didasarkan pada manfaat purnakarya terjanji
menggunakan tingkat gaji kini atau tingkat gaji proyeksi
Tujuan pelaporan program manfaat purnakarya >>
memberikan informasi secara periodik sumber daya
keuangan dan setiap perubahan manfaat yang akan
diterima peserta dalam program manfaat pasti
8

NILAI KINI AKTUARIA ATAS MANFAAT TERJANJI


Penghitungan dan pelaporan nilai kini pembayaran yang
diharapkan oleh Program Manfaat Purnakarya, dapat
menggunakan:
A. Tingkat gaji kini atau
B. Tingkat gaji proyeksi

ALASAN PENERAPAN TINGKAT GAJI KINI


Alasan menerapkan tingkat gaji kini:
a) Lebih obyektif, karena sedikit menggunakan asumsi
b) Kenaikan gaji akan berpengaruh pada kenaikan
kewajiban program manfaat purnakarya
c) Jumlah nilai kini aktuaria atas manfaat purnakarya
terjanji yang menggunakan tingkat gaji kini secara
umum terkait dengan jumlah terutang jika terjadi
penghentian atau pemutusan program purnakarya

Penggunaan tingkat gaji kini diungkapkan >>


menunjukkan kewajiban manfaat yang diterima
pada tanggal pelaporan keuangan
10

ALASAN PENERAPAN TINGKAT GAJI PROYEKSI


Alasan menerapkan tingkat gaji proyeksi:
a) Dasar kelangsungan usaha
b) Proyeksi atas gaji, tingkat iuran, dan tingkat pengembalian
dibuat sebagai acuan pembayaran akhir program purnakarya
untuk peserta
c) Kesalahan untuk tidak memasukkan proyeksi gaji, jika sebagian
besar pendanaan menggunakan proyeksi gaji, akibatnya tidak
mencerminkan posisi pendanaan program purnakarya
sesungguhnya

Penggunaan tingkat gaji proyeksi diungkapkan >>


menunjukkan besarnya proyeksi gaji atas dasar kelangsungan
usaha sebagai dasar untuk pendanaan

11

PENILAIAN ASET
Investasi pada surat berharga yang diperdagangkan >> nilai
wajar. Nilai wajar = nilai pasar.
Investasi pada non-surat berharga yang diperdagangkan >>
nilai wajar mengacu SAK terkait. Misalnya:
Instrumen keuangan >> PSAK 50 (revisi 2006) Instrumen
Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan, dan PSAK 55
(revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan
Pengukuran
Properti Investasi >> PSAK 13 (revisi 2007): Properti
Investasi

12

13

Penilaian Investasi Dana Pensiun


Penilaian investasi dana pensiun menggunakan nilai wajar >>> hirarki
nilai wajar setiap jenis investasi dana pensiun.
Nilai Wajar Investasi
Dana Pensiun

Instrumen keuangan
PSAK 55
(revisi 2006)

Properti Investasi
PSAK 13
(rev 2007)

10

14

Hirarki Nilai Wajar Instrumen


Keuangan
1. Harga kuotasi di pasar aktif
2. Teknik penilaian
a) Transaksi-transaksi pasar wajar yang terkini
b) Referensi atas nilai wajar terkini dari instrumen
lain yang secara substansial sama
c) Analisis arus kas yang didiskonto
d) Model penetapan harga opsi

11

15

Hirarki nilai wajar Properti Investasi


1. Harga kini dalam pasar aktif untuk properti serupa dalam lokasi
dan kondisi yang sama
2. Jika nilai wajar tidak tersedia, maka harus mempertimbangkan:
a) Harga kini pasar aktif utk properti dg sifat, kondisi, & lokasi
berbeda
b) Harga terakhir properti serupa dalam pasar yg kurang aktif
c) Proyeksi arus kas diskontoan berdasarkan estimasi arus kas masa
depan yg dpt diandalkan

12

PENGUNGKAPAN
Laporan keuangan Program Manfaat Purnakarya, baik berupa
manfaat pasti atau iuran pasti, mencakup:
a) Laporan aset neto tersedia untuk manfaat purnakarya
b) Ringkasan dari kebijakan akuntansi yang signifikan dan
c) Penjelasan mengenai program purnakarya dan pengaruh setiap
perubahan program purnakarya selama periode tersebut

16

Anda mungkin juga menyukai