Anda di halaman 1dari 21

BAGIAN I

Instruksi Umum dan Persiapan


KASUS AUDIT
Ilustrasi kasus audit anda PT SWALOW INDONESIA merupakan prinsip dasar
audit pada perusahaan. Kasus ini dibuat untuk memperkenalkan prinsip audit,
prosedur dan kertas kerja pemeriksaan secara keseluruhan sampai dengan
penyelesaian audit.
Masalah yang dihadapi adalah :
Modul 1
Perencanaan audit (Audit Planing ) dan Kuesioner Pengendalian
Internal (Internal Control Quetioner)
Modul 2
Pemeriksaan atas Siklus Penjualan dan Penagihan Piutang Usaha
Modul 3
Pemeriksaan atas siklus Persediaan, Pergudangan, dan Pembayaran
Utang Usaha
Modul 4
Pemeriksaan atas Kas dan setara kas
Modul 5
Pemeriksaan atas siklus perolehan dan pembayaran aset tetap.
Modul 6
Pemeriksaan atas Pendapatan dan Beban
Modul 7
Penyelesaian Audit
MENETAPKAN RISIKO AUDIT
Risiko audit (audit risk) adalah risiko yang terjadi dalam hal auditor tanpa
disaddari tidak memodifikasikan pendapatnya sebagaimana mestinya atas suatu
laporan keuangan yang mengandung salah saji material. Risiko dalam auditing
berarti bahwa auditor suatu tigkat ketidakpastian tertentu dalam pelaksanaan
audit.
Auditor harus merencanakan auditnya sedemikian rupa sehingga risiko
audit dapat dibatasi pada tingkat yang rendah, yang menurut pertimbangan
profesionalnya, memadai untuk menyatakan pendapat terhaddap laporan
keuangan.
Risiko dibagi dalam 3 komponen yaitu :
1.
Risiko bawaan (inherent risk-IR) yaitu kerentanan suatu saldo
akun/golongan transaksi terhadap suatu salah saji yang material, dengan
asumsi bahwa tidak terdapat kebijakan dan prosedur Sistem Pengendalian
Internal (SPI) yang terkait. Risiko salah saji demikian adalah lebih besar
pada salso akun golongan transaksi tertentu dibandingkan yang lain.
2.
Risiko pengendalian (control risk-CR) yaitu risiko bahwa suatu salah saji
material yang dapat terjadi dalam suatu asersi tidak dapat dicegah/dideteksi
secara tepat waktu oleh struktur pengendalian internal perusahaan. Risiko

3.

ini akan selalu adda karena keterbasan bawaan dalam setiap struktur
pengendalian internal.
Risiko deteksi (detection riski-DR) yaitu risiko karena bahan bukti yang
dikumpulkan dalam segmen gagal menemukan salah saji yang melewati
jumlah yang dapat ditoleransi, kalau salah saji semacam itu timbul. Atau
risiko karena auditor tidak dapat mendeteksi salah saji material yang
terdapat dalam suatu asersi dan berhubungan dengan fungsi efektifitas
prosedur audit serta penerapanya oleh auditor.
Komponen ini dapat dikombinasikan dalam bentuk formula model risiko
audit (audit risk AR)
AR = IR x Cr x DR
DR mempunyai hubungan terbalik dengan IR dan CR. Semakin kecil IR dan
CR yang diyakini oleh auditor, semakin besar adanya IR dan CR yang
diyakini auditor, semakin kecil tingkat DR yang dapat diterima.

PERSIAPAN AWAL SEBELUM PENANDATANGANAN PENUGASAN


AUDIT
PT SWALOW berlokasi di Jl. Ketintang 159 Wonokromo, Surabaya. Perusahaan
tersebut addalah perusahaan manufaktur yang memproduksi kripik rumput laut.
Informasi tambahan tentang sejarah dari perusahaan dan organisasi dapat dilihat
pada berkas permanen (permanen file).
Kantor Akuntan Publik (KAP) First & Young telah memeriksa laporan
tahunan PT SWALOW INDONESIA sejak tahun 2011. Di akhir tahun 2012, Uli
sebagai senior auditor untukPT SWALOW INDONESIA telah mengundurkan
diri dari KAP First & Young. Anda diangkat menjadi senior auditor in charge
menggantikan Uli untuk pemeriksaanPT SWALOW INDONESIA tahun buku 31
Desember 2012.
Uli telah menyelesaikan audit interim untukPT SWALOW INDONESIA.
Dia telah menyelesaikan kuisoner pengendlaian internal (ICQ) dengan manajer
keuangan dan akuntansiPT SWALOW INDONESIA (Bapak Bambang) pada
tanggal 14 Desember 2012 dan selalu meng up-date pengendalian internal.
Anda diminta membantu menyiapkan audit prosedur dengan bantuan junir
auditor. Anda dapat menggunakan informasi ini untuk menyusun persiapan awal
pemeriksaan.
1.
Pada tanggal 14 Desember 2012, Uli telah menyelesaikan ICQ
2.
Pada tanggal 28 Desember 2012, anda memeriksa kembali kertas kerja
pemeriksaan tahun lau dan lporan keuangan PT SWALOW INDONESIA.
3.
Pada tanggal 31 Desember 2012. Anda mendatangi klien dan diperkenalkan
kepadda para pegawai di perusahaan klien. Selanjutnya anda
mempersiapkan kertas kerja pemeriksaan ynag berasal dari laporan
keuangan yang diperoleh dari kepala bagian akuntansi (Saudari Melati)

4.
5.

6.

Pada tanggal 31 Desember 2012. Anda melakukan pemeriksaan terhadap


kas besar dan kas kecil serta surat berharga
Pada tanggal 1 Januari 2013. Anda melakukan pemeriksaan terhadap
persediaan barang dengan melakukan pemeriksaan fisik dan membuat berita
acaranya.
Pada tanggal 2 Januari 2013. Anda melakukan konfirmasi untuk piutang
usaha, bank, utang usaha dan sebagainya.

Anda melakukan pemeriksaan dimulai pada tanggal 14 januari 2013 dan akan
berakhir pada tanggal 8 Maret 2013. Anda menerima beberapa balasan surat
konfirmasi dan yang lainya menyusul pada saat dilakukan pemeriksaan. Anda
telah melakukan persiapan untuk kertas kerja pemeriksaan, sementara Saudari
Melati juga menyelesaikan laporan keuangan perusahaanya. Sebagai tambahan,
pembukuan klien ditutup pada khir tahun serta kertas kerja neraca dan kertas kerja
laba rugi sudah dipersiapkan. Dari KAP First & Young anda membawa kertas
kerja pemeriksaan tahun lalu dan berkas permanen PT SWALOW INDONESIA.
Laporan keunagan dan neraca saldo tahun berjalan ynag diberikan oleh PT
SWALOW INDONESIA terdapat pada halaman 13-17.
KERTAS KERJA PEMERIKSAAAN TAHUN LALU
Kertas kerja pemeriksaan tahun lalu merupakan sumber yang penting daalam
menyelesaikan audit tahun berjalan. Kertas kerja pemriksaan tahun lalu
merupakan panduan awal kamu memulai audit. Kertas kerja pemeriksaan tahun
lalu seharusnya digunakan sebagai titik awal untuk mempersiapkan program
audit, kertas kerja pemeriksaan tahun lalu juga digunaan sebagai pedoman dalam
mempersiapkan kertas kerja tahun berjalan.
KERTAS KERJA PEMERIKSAAAN TAHUN BERJALAN
Sewaktu anda memulai pemriksaan, persiapkan kertas kerja pemreiksaan tahun
berjalan pada Buku 2. Secara umum, setiap kertas kerja pemeriksaan harus
didukung dengan standar tickmark yang memperlihatkan hubungan dengan bukti
pemeriksaan.
Program audit merupakan bagian yang paling penting dalam pemeriksaan,
karena itu berhati-hatilah dalam mempersiapkan program audit.
Daftar untuk kertas kerja pemeriksaan padda PT SWALOW INDONESIA :
A1
- Laporan audit
A2
- Kertas kerja Nerca (WBS)
A3
- Kertas Kerja Laba Rugi (WPL)
A4
- Daftar Jurnal koreksi dan reklasifikasi
A5
- Hasil-hasil dari peristiwa setelah tanggal neraca (subsequent
event review)
- Data yang penting untuk catatan atas laporan keuangan

- Informasi penting lainya


A6
- Catatan pemeriksaan dari senior (auditor in-charge)
- Catatan pemeriksaan dari in-charge untuk manajer dan rekan
(berisi ringkasan dan persoalan-persoalan ppenting yang perlu
diketahui manajer dan rekan)
- Catatan review dari manajer dan rekan
A7
- Laporan Keuangan dan Neraca Saldo yang disiapkan oleh klien
Rekonsiliasi antara laporan keuangan dan neraca saldo
B1
- Surat pernyataan klien (client representation letter)
B2
- Surat kepada manajemen (manajemen letter) berisi saran
perbaikan untuk manajen
B3
- Surat penugasan (engagement letter) dari klien
B4
- Rencana pemeriksaaan
- Program Audit
- Perkiraan waktu pemeriksaan
C
- Kas dan setara kas
CC
- Daftar konfirmasi bank
D
- Surat Berharga
E
- Piutang Usaha
EE
- Daftar konfirmasi piutang
F
-Persediaan
FF
-Hasil observasi dari persediaan
G
-beban dibayar dimuka
H
- Investasi
I
- Rekening antar perusahaan
J
- Aset Tetap
JJ
- Hasil inventarisasi aset tetap
K
- Aset tak berwujud
L
- Aset lainya
M
- Kewajiban jangka pendek
MM - Hasil konfirmasi kewajiban jangak pendek
N
- Kewajiban jangka panjang
NN
-Hasil konfirmasi kewajiban jangka panjang
O
- kewajiban jangka panjang lainya
P
-Perpajakan
Q
-Komitmen dan kewajiban bersyarat
R
-Ekuitas
RR
- Hasil konfirmasi ekuitas
PL 1 -Penjualan
PL 2 -Beban pokok penjualan

PL 3
PL 4
PL 5

-Beban Operasional
-Penghasilan dan beban lainya
-Pajak Penghasilan

PETUNJUK PEMBUATAN KERTAS KERJA PEMERIKSAAN


Proses Pemeriksaan
Proses audit merupakan urutan dari pekerjaan awal penerimaan penugasan sampai
dengan penyerahan laporan audit kepada klien yang mencakup beberapa hal
sebagai berikut :
1.
Perencanaan dan Perancangan Pendekatan Audit (Plan and Design on
Approach) :

Mengidentifikasi alasan klien untuk diperiksa, dengan mengetahui


maksud penggunaan laporan audit dan pihak-pihak pengguna laporan
keuangan.

Melakukan kunjungan ke tempat kien untuk :

Mengetahui latar belakang bidna usaha klien

Memahami struktur pengendalian internal klien

Memahami sistem administrasi pembukuan

Mengukur volume bukti transaksi/dokumen untuk menentukan


biaya, waktu, dan luas pemeriksaan.

Mengajukan proposal audit kepada klien

Mendapatkan informasi tentang kewajiban hukum klien

Menentukan materialitas dan risiko audit yang dapat diterima dan


risiko bawaan

Mengembangkan rencana dan prigram audit menyeluruh yang


mencakup:

Menyiapkan staf yang bergabung dalam tim audit;

Membuat program audit termasuk tujuan audit (audit objective)


dan prosedur audit (audit prosedure) dan

Menentukan rencana dan jadwal kerja


2.
Pengujian atas Pengendalian dan Pengujian Transaksi (Test of Controls and
Transaction)

Pengujian subtantif atas transaksi (subtantive test) adalah prosedur


yang dirancang untuk menguji kekliruan atau ketidakberesan dalam
bentuk uang/rupiah yang memengaruhi penyajian saldo-saldo laporan
keuangan wajar.

Pengujian pengendalian (test of control) adalah prosedur yang


dirancang untuk memverifikasi apakah sistem pengendalian
dilaksanakan sebagaimana yang telah ditetapkan.
3.
Pelaksanaan Prosedur Analitis dan Pengujian Terinci atas saldo (Perform
Analytical Procedure and Test Detalis of Balaces)

4.

Prosedur analitis mencakup perhitungan rasio oleh auditor untuk


dibandingkan dengan rasio periode sebelumnya dan data lain yang
berhubungan. Sebagai contoh, membandingkan penjualan penagihan, dan
piutang usaha dalam tahun berjalan dengan jumlah tahun lalu serta
menghitung persentase laba kotor untuk dibandingkan dengan tahun lalu.
Penyelesaian Audit (Complete the Audit)

Menelaah kewajiban bersyarat

Menelaah peristiwa kemudian

Mendapatkan bahan bukti akhir, misalnya surat pernyataan klien

Mengisi daftar periksa audit

Menyiapkan surat manajemen

Menerbitkan laporan audit

Mengkomunikasikan hasil audit dengan komite audit dan manajemen

Kertas Kerja Pemeriksaan


1.
Kertas kerja Pemriksaan

Dokumentasi audit yang relevan untuk periode berjalan dan beberapa


periode

Catatan yang dibuat auditor dan dokumen yang disiapkan oleh klien

Pelaksanaan prosedur yang tertera pada program audit

Informasi yang relevan untuk menarik kesimpulan yang tepat


2.
Dokumentasi yang disiapkan oleh klien (baik secara manual atau
menggunakan komputer)

Harus diuji akurasi dan kelengkapanya

Harus diberi tanda Prepared by Client (PBC) atau Disiapkan Oleh


Klien (DOK)

Diparaf inisial dan dituliskan tanggal terima dokumen


3.
Tujuan / fungsi kertas kerja pemeriksaan

Sebagai dasar untuk perencanaan audit

Sebagai catatan atas bukti yang dikumpulkan dan hasil pengujian

Sebagai catatan atas pemeriksaan/pekerjaan ynag telah dilakukan,


apakah sesuai dengan program pemeriksaan

Sebagai penjelasan mengenai masalah/situasi ynag dihadapi atas


pelaksanaanya kebijakan kebijkan , prosedur-prosedur, ketepatan,
efisiensi dan bagaimana evaluasinya

Sebagai data untuk menentukan jenis opini dari laporan auditor

Sebagai dasar pemeriksaan oleh supervisor dan patner

Sebagai sumber informasi di kemudian hari untuk menjawab


pertanyaan ynag diajukan oleh manajemen dan pihak lainya, seperti
daalam pertemuan dengan pihak manajemen.

Sebagai penilaian prestasi staf auditor dan pengembanganya.

4.

5.

Kertas kerja pemeriksaan yang baik

Tiap kerja pemeriksaan harus diisi dengan lengkap, meliputi :

Nama perusahaan ynag diperiksa

Nama akun/perkiraan yang diperiksa

Tahun buku yang diperiksa

Tanggal pembuatan kertas kerja pemeriksaan

Nama atau paraf yang membuat kertas kerja pemeriksaan

Nama atau paraf yang memeriksa kertas kerja pemeriksaan

Kode indeks

Komentar yang perlu dibuat atas temuan audit yang


melemahkan pengendalian internal

Tersusun dengan baik

Bersih dan rapi

Jelas dan dapat dimengerti tanpa penjelasan lebih lanjut

Lengkap dan dapat mendukung kesimpulan dan merekomendasi atas


temuan audit.
Isi dan pengoperasian kertas kerja pemeriksaan

Berkas permanen (permanen file) adalah bukti atau dokumen yang


dikumpulkan pada saat pertama kali penugasan audit dimulai serta kan
ditelaah dan disimpan untuk dipakai tahun-tahun berikutnya. Berkas
permanen meliputi :
Informasi penting mengenai klien, meliputi sejarah perusahaan,
lokasi pabrik, dan daftar cabang beserta nama pimpinan perusahaan.
Akta pendirian beserta perubahan perubahanya.
Manual accounting system, meliputi strujtur oeganisasi, uarai tugas
dan tanggung jawab, kebijakan dan prosedur akuntansi, serta sistem
produksi.
Hasil pelaksanaan kuesioner pengendalian internal (ICQ)
Surat keputusan mengani fasilitas perpajakan
Contoh tanda-tangan pejabat berwenang yang memberi persetujuan
Kode akun
Kontrak-kontrak perjanjian, meliputi guna usaha (leasing), kontrak
dengan pihak ketiga lainya dan kontrak penjualan dan pembelian.

Berkas tahun berjalan (current file) adalah berkas kertas kerja yang
berisi data yang diperoleh auditor hanya berkaitan untuk tahun
berjalan yang terdiri atas:
Program audit
Informasi umum
Kertas kerja neraca saldo yang mencakup kertas kerja neraca dan
kertas kerja laba rugi

6.

Jurnal penyesuaian dan reklasifikasi


Skedul utama
Skedul pendukung
Skedul yang disiapkan oleh klien
Catatan pemeriksaan

Berkas korespodensi (corespondence file) adalah berkas kertas kerja


yang berisi data surat-menyurat dengan pihak ketiga selama
pemeriksaan audit.
Kepemilikan kertas kerja pemeriksaan
Kertas pemeriksaan merupakan milik auditor tidak seorangpun termasuk
klien mempunyai hak untuk memriksa kertas kerja oemeriksaan, kecuali
digunkan oleh pengadilan sebagai bahan bukti yuridis formal.

Istilah Audit
1.
Menganalisis (analize), yaitu memeriksa dengan cara memecah-mecah /
membagi menjadi bagian yang lebih kecil untuk menentukan hubungan
antara bagian-bagian tersebut. Sebagai contoh: beban lain-lain dianalisis
sesuai dengan sifat beban masing-masing.
2.
Mengecek (check) yaitu memeriksa suatu perkalian/ penjumlahan untuk
menjamin ketepatan dengan memberi tanda (tickmark), misalnya:
Total Penghasilan
Nama Pegawai
Gaji
Tunjangan
Budi

Rp. 1.000.000

Rp. 100.000

Rp. 1.100.000

<

Roger

Rp. 2.000.000

Rp. 200.000

Rp. 2.200.000

<

Herman

Rp. 2.000.000

Rp. 200.000

Rp. 2.200.000

<

Rp. 5.000.000

Rp. 500.000

Rp. 5.500.000

<

^
3.
4.
5.

6.

< = footing verified ( memeriksa kebenaran penjumlahan ke bawah)


^ =cross footing verified ( memeriksa kebenaran penjumlahan ke samping)
Membandingkan (compare) yaitu membandingkan dua data atau lebih dari
suatu informasi dengan memperhatikan persamaan dan perbedaan.
Menginspeksi (scan) yaitu menelaah secara kritis tanpa melakukan
verifikasi lengkap untuk melihat apakah ada hal-hal yang tidak biasa.
Merekonsiliasi (reconsile) yaitu mencocokan dua sumber yang terpisah
mengenai suatu hal yang sama , jika ada perbedaan harus dijelaskan.
Sebagai contoh, rekonsiliasi bank
Mengkonfirmasi (confirm) yaitu usaha pencarian bukti dimana pihak ketitga
eneguhkan kebenaran atau kesalahan informas yang diperiksa. Sebagai

7.
8.

9.

10.

contoh, konfirmasi saldo utang, piutang, moda, dan persediaan yang


dititipkan oleh bank.
Menelusuri ( trace) , yaitu memeriksa dengan cara mengurut kembali ke
bukti asal
Memeriksa dokumen dasar ( vouching), yaitu membuktikan sah tidaknya
suatu transaksi, maksudnya apakah didukung oleh bukti yang lengkap dan
disetujui pejabat yang berwenang.
Menguji ( testing) , yaitu mengadakan pemeriksaaan sebagaian dari suatu
populasi yang hasilnya digunakan untuk menarik mengenai populasi
tersebut.
Melakukan pisah batas (cut off) , yaitu menguji transaksi apakah dicatat
dengan tepat waktu pada akhir periode.

Pemberian Indeks Kertas Kerja Pemeriksaan


1. Indeks ditempatkan di sudut kanan atas atau kanan bawah dari kertas kerja
pemeriksaan.
2. Penulisan kode indeks dan tanda tickmark sebaiknya menggunakan tinta
berwarna, misalnya warna merah untuk indeks dan centang ().
3. Ditandai nomor halaman 1 of n halaman untuk setiap kerja sejenis.
4. Perhatikan prosedur indeks silang (cross indexing) atau referensi silang (
cross referencing)
5. Kertas kerja pendukung diberi indeks sesuai dengan kertas kerja induk (
lead schedule) dengan nomor setelah indeks induk.
CONTOH
POS NERACA
C
- Kas dan setara kas (kertas kerja induk)
C1
- Kas Besar
C2
- Kas Kecil
C4
- Bank Mandiri
C5
- Bank BCA
POS LABA RUGI
PLI
- Penjualan (kertas kerja induk)
PLI.1 - Penjualan Barang X
PLI.2 - Penjualan Barang Y
LAPORAN KEUANGAN
A1
- Laporan Audit (audit report)
A2
- Kertas Kerja neraca ( WBS)
A3
- Kertas Kerja laba rugi (WPL)

A4
A5

A6

A7

- Jurnal Penyesuaian (adjusting journal entries) dan reklasifikasi


(reclassification entries)
- Hasil-hasil dari peristiwa setelah tanggal neraca (subsequent event
review)
- Data yang penting untuk catatan atas laporan keuangan
- Informasi penting lainya
- catatan review darisenior (auditor in-charge)
- Catatan pemeriksaan dari in-charge untuk manajer dan rekan ( beri
ringkasan dari persoalan-persoalan penting yang perlu diketahui
manajer dan rekan)
- Catatan review dari manajer dan rekan
- laporan keuangan dan neraca saldo yang disiapkan oleh klien
- Rekonsiliasi antara laporan keuangan dan neraca saldo

PENYELESAIAN
B1
- Surat Pernyataan klien (cleints representation letter)
B2
- Surat kepada manajemen (management letter) berisi saran perbaikan
untuk manajemen
B3
- Surat Penugasan dari klien (engagemen letter)
B4
- Perencanaan Audit ( audit planing )
- Program audit ( audit program)
- Jangka waktu yang direncanakan dan yang sebenarnya ( jangka waktu
yang direncanakan dan yang sebenarnya ( time budget dan actual)
C
- Kas dan setara kas (cash and cash equivalent)
CC
- Daftar konfirmasi bank (list of bank confirmation)
D
- Investasi jangka pendek (short-erm investment)
E
- piutang Usaha( trade receivabel)
EE
- Daftar konfirmasi piutang
F
- Persediaan
FF
- Hasil observasi
G
- Beban dibayar dimuka
H
- Investasi
I
- Rekening antar perusahaan
J
- Aset tetap
JJ
- Hasil inventarisasi aset tetap
K
- Aset tak berwujud
L
- Aset lainya
M
- Kewajiban lancar atau jangka pendek
MM - Hasil konfirmasi kewajiban jangka pendek
N
- Kewajiban jangka panjang
NN
- Hasil konfirmasi kewajiban jangka panjang
O
- Kewajiban jangka panjang

P
Q
R
RR
PL1
PL2
PL3
PL4
PL5

- Perpajakan
- Komitmen dan kewajiban bersyarat
- Ekuitas
- Hasil konfirmasi ekuitas
- Penjualan
- Beban pokok penjualan
- Beban operasional
- Penghasilan dan beban lainya
- Pajak Penghasilan

TICKMARK STANDAR
< = footing verified ( penambahan/ pengurangan secara vertikal yang diletakkan
di bawah angka dari total angka)
^ =cross footing verified ( penambahan/ pengurangan secara horizontal yang
diletakkan di samping kanan dari total angka)
Co Calculation verified ( perhitungan/ perkalian/ pembagian yang diletakkan
disamping kanan hasil perhitungan)
L Check against general ledger and sudledger ( dicocokan dengan buku besar dan
buku besar pembantu diletakkan disamping kanan angka)
Vo Vouching ( pemeriksaan ke bukyi transaksi diletakkan disamping kanan
angka)
HASIL JAWABAN KONFIRMASI
CB
confriming balances( jawaban konfirmasi yang cocok)
RD
reporting difference ( jawaban konfirmasi ynag tidak cocok)
RPO returned by post office ( jawaban konfirmasi yang dikembalikan oleh
kantor pos)
NR
no replies ( tidak ada jawaban)
PBC prepared by client ( laporan dibuat oleh klien, diletakkan di sudut kanan
dan diberi tanggal terimanya.
INISIAL/ PARAF AUDITOR
Nama :
Paraf :
1.
Eka
1..........................
2.
Uli
2..........................
3.
Novel
3..........................
4.
Mulya
4. ........................
Catatan :
Untuk tujuan lainya, apabila tickmark berbeda dengan yang diatas, maka harus
dijelaskan selengkapnya dan ditulis dibagian bawah kertas kerja pemeriksaan.

PT. SWALOW INDONESIA


LAPORAN POSISI KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 31 DESEMBER 2011

am Rupiah )
ASET

LANCAR
angan
cil
nk BCA
nk Mandiri
dagang
an Piutang Tak Tertagih
aan :
an Baku
am Proses

i dibayar dimuka
bayar dimuka
kapan
set Lancar

h
2012

2013

1.300.000.000
15.000.000
1.369.623.628
2.175.235.000
1.895.300.000
(94.765.000)

1.810.000.000
15.000.000
2.518.278.528
3.797.481.470
1.977.800.000
(17.490.000)

1.000.000.000
0
3.131.733.650

1.001.250.000
0
2.528.978.750

5.000.000
100.000.000
22.100.000
11.108.757.270

5.000.000
100.000.000
22.600.000
10.977.657.280

TETAP

an
Penyusutan Bangunan
aan
Penyusutan Kendaraan
n
Penyusutan Peralatan
set Tetap

2.500.000.000
2.000.000.000
(300.000.000)
450.000.000
(180.000.000)
119.500.000
(95.600.000)
4.493.900.000

2.500.000.000
2.000.000.000
(400.000.000)
450.000.000
(225.000.000)
119.500.0000
(119.500.0000)
4.325.000.000

KEWAJIBAN DAN EKUITAS


KEWAJIBAN LANCAR
Utang dagang
Utang pajak
Utang gaji
TOTAL KEWAJIBAN LANCAR
KEWAJIBAN JANGKA PANJANG
Utang Bank
TOTAL KEWAJIBAN JANGKA
PANJANG
EKUITAS
Modal saham-nilai nominal Rp. 10.000/
saham
Saldo laba
TOTAL EKUITAS

2012
480.000.000
190.000.000
670.000.000

1.000.000.000
1.000.000.000

5.000.000.000
8.932.657.278
13.932.657.278

L ASET

15.602.657.278

18.118.878.750

TOTAL KEWAJIBAN DAN EKUITAS

15.602.657.278

PT SWALOW INDONESIA
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2013
( dalam rupiah )
2012
2013
Penjualan :
Penjualan
40.330.000.000
41.200.000.000
Retur Penjualan
14.000.000
21.000.000
Diskon penjualan
Penjualan bersih
40.316.000.000
41.179.000.000
Harga Pokok Penjualan
30.287.745.000
30.287.745.000
Laba Kotor
10.028.255.000
10.891.255.000
Beban Operasional :
Beban iklan
100.000.000
100.000.000
Beban Listrik, air dan telepon
20.000.000
15.000.000
Beban penyusutan
168.900.000
168.900.000
Beban pemeliharaan
50.000.000
70.000.000
Beban gaji
500.000.000
595.500.000
Beban Asuransi
5.000.000
7.710.000
Beban perlengkapan
1.250.000
2.100.000
Beban Kerugian Piutang tak tertagih
94.765.000
98.890.000
Total Beban
939.915.000
1.058.100.000
Laba Bersih usaha
9.088.340.000
9.833.155.000
Pendapatan dan beban lain-lain :
Pendapatan bunga
30.000.000
22.700.000
Beban bungan
5.000.000
5.000.000
Beban administrasi bank
350.000
475.000
Total
24.650.000
17.225.000
Laba bersih sebelum pajak
9.063.690.000
9.815.930.000
Beban pajak penghasilan
2.131.032.813
2.310.959.124
Laba setelah pajak
6.932.657.187
7.684.970.876

PT SWALOW
LAPORAN PERURUBAHAN EKUITAS
TAHUN YANG BERKAHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2013
Modal awal, 1 jan
Laba/ Rugi tahun berjalan
Prive pemilik
Penambahan (pengurangan)
Modal Akhir, 31 Des

2012
5.000.000.000
6.932.657.187
(3.000.000.000)
3.932.657.187
8.932.657.278

2013
8.932.657.278
7.684.970.876
(4.500.000.000)
3.184.970.876
12.117.628.750

PT. SWALOW
IHKTISAR PRODUKSI
Untuk Periode 2013
Rasa Original
1.000.000 Unit
Qty
Harga satuan

(Keterangan
Unit yang diproduksi
Biaya Bahan Baku
langsung :
a. Rumput laut
500.000 pack
b. Minyak
24.000 kg
c. Gas
40.000 kg
d. Plastik
1.000.000 biji
e. Bumbu original
10.000 kg
f. Uang kertas @ 1.000
100.000
Total biaya bahan baku
BBB Per unit
Total tenaga kerja langung
Jangka
:
Pekerja penggorengan (20)
12 bulan
Pekerja pengepakan (20)
12 bulan
Total biaya tenaga kerja langsung
BTKL Per Unit
Total Biaya Overhead
BOP Per Unit
Total Biaya produksi
Biaya Per Unit
Harga jual per unit
Keuntungan/ Kerugian per unit

14.000/pack
12.500/kg
15.000/kg
100/biji
30.000/kg
1.000

Gaji/bulan
2.200.000
2.200.000

Total
7.000.000.000
300.000.000
200.000.000
100.000.000
300.000.000
100.000.000
8.000.000.000
8.000
Total
528.000.000
528.000.000
1.056.000.000
1.056
939.915.000
939,915
9.995.915.000
9.995,915
14.000
4.004,085

PT. SWALOW
IHKTISAR PRODUKSI
Untuk Periode 2013
Rasa Balado
1.000.000 Unit
Qty
Harga satuan

(Keterangan
Unit yang diproduksi
Biaya Bahan Baku
langsung :
a. Rumput laut
500.000 pack
b. Minyak
24.000 kg
c. Gas
40.000 kg
d. Plastik
1.000.000 biji
e. Bumbu balado
10.000 kg
f. Uang hadiah
100.000
Total biaya bahan baku
BBB Per unit
Total tenaga kerja langung
Jangka
:
Pekerja penggorengan (20)
12 bulan
Pekerja pengepakan (20)
12 bulan
Total biaya tenaga kerja langsung
BTKL Per Unit
Total Biaya Overhead
BOP Per Unit
Total Biaya produksi
Biaya Per Unit
Harga jual per unit
Keuntungan/ Kerugian per unit

14.000/pack
12.500/kg
15.000/kg
100/biji
40.000/kg
1.000

Gaji/bulan
2.200.000
2.200.000

Total
7.000.000.000
300.000.000
200.000.000
100.000.000
400.000.000
100.000.000
8.100.000.000
8.100
Total
528.000.000
528.000.000
1.056.000.000
1.056
939.915.000
939,915
10.095.915.000
10.095,915
15.000
4.904,085

PT. SWALOW
IHKTISAR PRODUKSI
Untuk Periode 2013
Rasa Barberque
1.000.000 Unit
Qty
Harga satuan

(Keterangan
Unit yang diproduksi
Biaya Bahan Baku
langsung :
a. Rumput laut
500.000 pack
b. Minyak
24.000 kg
c. Gas
40.000 kg
d. Plastik
1.000.000 biji
e. Bumbu barberque
10.000 kg
f. Uang kertas @ 1.000
100.000 unit
Total biaya bahan baku
BBB Per unit
Total tenaga kerja langung
Jangka
:
Pekerja penggorengan (20)
12 bulan
Pekerja pengepakan (20)
12 bulan
Total biaya tenaga kerja langsung
BTKL Per Unit
Total Biaya Overhead
BOP Per Unit
Total Biaya produksi
Biaya Per Unit
Harga jual per unit
Keuntungan/ Kerugian per unit

14.000/pack
12.500/kg
15.000/kg
100/biji
50.000/kg
1000

Gaji/bulan
2.200.000
2.200.000

Total
7.000.000.000
300.000.000
200.000.000
100.000.000
500.000.000
100.000.000
8.200.000.000
8.200
Total
528.000.000
528.000.000
1.056.000.000
1.056
939.915.000
939,915
10.195.915.000
10.195,915
16.000
5.804,085

PT SWALOW INDONESIA
NERACA SALDO
31 DESEMBER 2012
KODE
AKUN
1-1100
1-1200
1-1300
1-1400
1-1500
1-1600
1-1700
1-2100
1-2110
1-2200
1-2300
1-2310
1-2400
1-2410
2-1100
2-2100
3-1100
3-1200
3-1300
3-1400
4-1100
4-1200
5-1100
6-1100
6-1200
6-1300
6-1400
6-1500
6-1600
6-1700

NAMA AKUN
Kas Di Bank
Kas di tangan
Piutang Dagang
Cadangan Kerugian Piutang Dagang
Persediaan Bahan Baku
Perlengkapan
Asuransi Dibayar Dimuka
Peralatan
Akumulasi Penyusutan Peralatan
Tanah
Bangunan
Akumulasi Penyusutan Bangunan
Kendaraan
Akumulasi Penyusutan Kendaraan
Hutang Dagang
Hutang Bank
PPN keluaran
Modal Bp. Anang
Modal Saudara Ketiga
Prive Bp.Anang
Prive Saudara Ketiga
Penjualan
Retur Penjualan
Harga Pokok Penjualan
Beban Iklan
Beban Listrik dan pulsa
Beban Perlengkapan
Beban Gaji
Beban Bunga
Beban Administrasi Bank
Beban Penyusutan
Jumlah

DEBET

KREDIT

4.033.000.000

PT SWALOW INDONESIA
NERACA SALDO
31 DESEMBER 2013
KODE
AKUN
1-1100
1-1200
1-1300
1-1400
1-1500
1-1600
1-1700
1-2100
1-2110
1-2200
1-2300
1-2310
1-2400
1-2410
2-1100
2-2100
3-1100
3-1200
3-1300
3-1400
4-1100
4-1200
5-1100
6-1100
6-1200
6-1300
6-1400
6-1500
6-1600
6-1700

NAMA AKUN
Kas Di Bank
Kas di tangan
Piutang Dagang
Cadangan Kerugian Piutang Dagang
Persediaan Bahan Baku
Perlengkapan
Asuransi Dibayar Dimuka
Peralatan
Akumulasi Penyusutan Peralatan
Tanah
Bangunan
Akumulasi Penyusutan Bangunan
Kendaraan
Akumulasi Penyusutan Kendaraan
Hutang Dagang
PPN Keluaran
Hutang Bank
Modal Bp. Anang
Modal Saudara Ketiga
Prive Bp.Anang
Prive Saudara Ketiga
Penjualan
Retur Penjualan
Harga Pokok Penjualan
Beban Iklan
Beban Listrik dan pulsa
Beban Perlengkapan
Beban Gaji
Beban Bunga
Beban Administrasi Bank
Beban Penyusutan
Jumlah

DEBET

KREDIT

4.120.000.000

DAFTAR CUSTOMER DAN SUPPLIER


Daftar Pelanggan
No.
1.
2.
3.
4.

Nama
PT ABC
PT XYZ
PT Matahari
PT Bulan

5.

PT Bintang

6.

PT Galaxy

7.
8.

PT Venus
PT Saturnus

9.
10

PT Merkurius
PT Pluto

Alamat
Jl. Merapi No.31 Slawi
Jl.Hasannudin 73., Slawi
Jl. Pelajar no 47 Slawi
Jl. Penghibur No. 82
Slawi
Jl. Darmo Indah No. 12
Surabaya
Jl. Ahmad Yani no 9
Surabaya
Jl. Juanda no 54 Sidoarjo
Jl.
Basuki
Rahmat
Surabaya
Jl. Menganti no 98 Gersik
Jl. Mega Galaxy Jakarta
Pusat

Telephon
0283 623 0120
0283 723 5448
0283 621 0155
0283 622 1240
0291 234 1234
0291 778 8769
0291 564 7890
0291 786 0987
0297 908 0003
0219 999 0909

Daftar Pemasok
No.
Nama
1.
PT MELATI
2.

PT MAWAR

3.

PT TULIP

Alamat
Telephon
Ratu Indah, Blok A Lt 2 No.5, 0283 630 3365
Slawi
Citra Square, Lt Dasar No.10, 0283 380 2981
Tegal
Jl. Soekarno Hatta No. 14, Tegal
0283 630 1560

DAFTAR SALDO PIUTANG DAGANG


Tanggal 30 November 2013
Nama Pelanggan
PT ABC
PT XYZ
PT Matahari
PT Bulan
PT Bintang
PT Galaxy
PT Venus
PT Saturnus
PT Merkurius
PT Pluto
Jumlah

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

Saldo
80.000.000,00
95.000.000,00
100.000.000,00
38.000.000,00
52.000.000,00
105.000.000,00
120.000.000,00
180.000.000,00
60.000.000,00
40.000.000,00
870.000.000,00

DAFTAR SALDO HUTANG DAGANG


Tanggal 30 November 2013
Nama Pemasok
PT MELATI
PT MAWAR
PT TULIP
Jumlah

Saldo
200.000.000,00
220.000.000,00
81.250.000,00
501.250.000,00

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

PEREDIAAN BAHAN BAKU


No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Nama Barang
Lembaran rumput laut
Minyak
Gas
Plastik
Bumbu bubuk original
Bumbu
bubuk
balado
Bumbu
bubuk
barberque
Uang hadiah

Qty
45 pack
10 kg
3 kg
100.000
1 kg
1 kg

Harga satuan
Rp.
14.000
Rp.
12.500
Rp.
15.000
Rp.
100
Rp.
30.000
Rp.
40.000

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

1 kg

Rp.

50.000

Rp.

50.000

Rp.

1.000

Rp.

1.250.000

Rp.

1.001.250.000

1250
lembar
Jumlah

Jumlah
630.000.000
125.000.000
45.000.000
100.000.000
30.000
40.000

PEREDIAAN BARANG JADI


No.
1.
2.
3.

Nama Barang
Kuantitas
Tao ke noi Original
50.000 unit
Tao ke noi Balado
100.000 unit
Tao ke noi Barberque
100.000 unit
Jumlah

HPP
Rp. 9.995,915 Rp.
Rp. 10.095,915 Rp.
Rp. 10.195,915 Rp.
Rp.

Jumlah
499.795.750
1.009.591.500
1.019.591.500
2.528.978.750

Anda mungkin juga menyukai