Anda di halaman 1dari 15

Metode pemisahan

(Fraksinasi)

Maria veronika (I 21111016)

FRAKSINASI
Fraksinasi
adalah
suatu
proses
pemisahan
senyawa-senyawa
berdasarkan tingkat kepolarannya.
Jumlah dari senyawa yang akan
dipisahkan berbeda-beda tergantung pada
jenis tumbuhannya.

Pemisahan dan pemurnian kandungan


tumbuhan
dilakukan
dengan
menggunakan salah satu dari empat
teknik kromatografi atau gabungan teknik
tersebut.
Keempat teknik kromatografi itu adalah :
1. Kromatografi kertas
2. Kromatografi lapis tipis
3. Kromatografi gas cair
4. Kromatografi cair kinerja tinggi

Kromatografi Kertas
Merupakan metode pilihan untuk
pemisahan semua kandungan yang larut
dalam lipid,yaitu steroid,karotenoid,kuinon
sederhana,dan klorofil.
Keuntungan :
1. Mudah
2. Sederhana pada proses pemisahannya
3. Keterulangan nilai Rf yang besar pada
kertas

Nilai Rf
Pengukuran Rf merupakan parameter
yang berharga dalam memaparkan
senyawa tumbuhan baru.
Misalnya untuk senyawa antosianin yang
tidak mempunyai ciri fisika lain yang jelas
nilai
Rf
dapat
memaparkan
dan
membedakan pigmen warna yang satu
dengan pigmen yang lain pada antosianin.

Kromatografi pada kertas melibatkan


kromatografi pembagian atau penjerapan.
Pada kromatografi pembagian,senyawa
terbagi dalam pelarut alkohol yang
sebagian besar tidak bercampur dengan
air (misalnya n-butanol) dan dalam air.
Campuran pelarut antara n-butanol-asam
asetat-air (4:1;5)

KLT
Kelebihan KLT dibanding K.Kertas adalah
kepekaannya lebih tinggi
Deteksi senyawa pada plat KLT biasanya
dilakukan dengan penyemprotan.
Misalnya disemprot dengan asam sulfat
pekat untuk mendeteksi steroid dan lipid.
Prinsip KLT : berdasarkan prinsip adsorpsi

KLT
Sampel ditotolkan diatas fase diam,senyawasenyawa dalam sampel akan terelusi dengan
kecepatan yang sangat bergantung pada sifat
senyawa tersebut (kemampuan terikat pada
fase diam dan kemampuan larut dalam fase
gerak)
Sifat fase diam : kekuatan elektrostatis yang
menarik senyawa di atas fase diam
Sifat fase gerak : kemampuan melarutkan
senyawa

KLT
Pada KLT secara umum senyawa yang
memiliki kepolaran rendah akan terelusi
lebih cepat daripada senyawa-senyawa
polar karena senyawa polar terikat lebih
kuat pada bahan silika yang mengandung
silinol yang pada dasarnya memilki afinitas
yang kuat terhadap senyawa polar.
Karena prosesnya yang mudah dan cepat
KLT banyak digunakan untuk melihat
kemurnian senyawa organik

Kromatografi gas cair


Radas yang diperlukan untuk KGC sangat
canggih dan mahal dibanding dengan
radas pada KLT atau K.kertas.
Tetapi pada prinsipnya KGC tidak lebih
rumit dari prosedur kromatografi yang lain
Radas KGC mempunyai 4 bagian utama :
1. Kolom
3. Aliran gas
2. Pemanas
4. Detektor

Kromatografi gas cair


Hasil KGC dinyatakan dengan volume
retensi.
Volume retensi : voluime gas pembawa
yang diperlukan untuk mengelusi suatu
komponen dari kolom atau dinyatakan
dengan waktu retensi Rt
Rt : waktu yang diperlukan untuk
mengelusi komponen dari kolom

Kromatografi gas cair


KGC memberikan data kuantitatif dan
kualitatif senyawa tumbuhan karena luas
daerah dibawah puncak yang ditunjukan
pada kromatogram berbanding lurus
dengan konsentrasi masing-masing
komponen yang berbeda yang terdapat
dalam campuran asal

KCKT
KCKT dapat disamakn dengan KGC
dalam hal kepekaan dan kemampuannya
menghasilkan data kualitatif dan kuantitatif
dengan sekali kerja saja.
Perbedaannya ialah fase diam yang terikat
pada polimer berpori terdapat dalam
kolom baja tahan karat yang bergaris
tengah kecil,dan fase gerak cair mengalir
akibat tekanan yang besar.

KCKT
Fase geraknya adalah campuran pelarut yang
dapat bercampur.
Campuran ini susunannya dapat tetap
(pemisahan isokratik) atau dapat diubah
perbandingannya.
Senyawa dipantau ketika keluar dari kolom
dengan menggunakan pendeteksi,biasanya
dengan mengukur spektrum serapan UV.
KCKT berhasil paling baik untuk senyawa yang
dapat dideteksi didaerah spektrum UV atau
spektrum sinar tampak.

KCKT
Perbedaan utama antara KCKT dan KGC :
cara pertama biasanya dilakukan pada
suhu kamar sehingga senyawa tidak
mendapat perlakuan yang memungkinkan
terjadinya tatasusun ulang termal selama
pemisahan.
KCKT digunakan untuk golongan senyawa
minyak atsiri, terpenoid, senyawa fenol,
alkaloid, lipid dan gula.