Anda di halaman 1dari 1

2004#8

2004#8

2004SALAM

2004#8

2004SALAMSALAM

september

september

september

september

september

#8

SALAMSALAM #8

oleh: Iwan Syahwanto Tempat menumbuk padi (lesung & alu).
oleh: Iwan Syahwanto
Tempat menumbuk
padi (lesung & alu).

Pameran yang menghadirkan peserta dari seluruh Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) provinsi/kabupaten/kota yang ada di Indonesia, BUMN, pengusaha kecil dan menengah, petani/kelompok petani ini membuka stand sebanyak 270 buah. Masing-masing peserta menampilkan berbagai teknologi yang sedang atau telah dikembangkan di daerahnya masing-masing baik yang diciptakan oleh lembaga penelitian formal atau yang dibuat oleh para petani yang ada di desanya. Teknologi yang dipamerkan berkaitan dengan kerajinan, perdagangan, industri kecil, perikanan, peternakan, kehutanan dan pertanian. Kebanyakan teknologi yang dipamerkan adalah berkaitan dengan bidang pertanian dan cukup beragam jenisnya. Ada alat pembuat keripik aneka buah-buahan dan keripik jagung (BPMD Yogyakarta), alat pengupas biji mete (Univ. Negeri Semarang), alat perajang singkong (BPMD NTT), alat perajang pisang dan perajang tembakau (Poltek Negeri Semarang), alat penyuling minyak nilam (BPMD Aceh), miniatur penumbuk padi tenaga kincir air (BPMD Jambi), pakan ternak dari kulit kakao (Dinas Peternakan Sulawesi Tenggara), pengolahan lidah buaya (BPMD Pontianak), mesin pembuat bahan bakar briket dari kotoran ternak (BPMD Lombok Timur), alat penetas telur dan pengupas kacang tanah (BPMD Sumbawa Besar), pembuatan sirup keremunting-Clidemia hirta (BPMD Bangka Belitung), pembuatan gula semut (BPMD Sambas) dan lain-lainya. Sedangkan harganya, bervariasi dari harga Rp. 325 ribu hingga Rp. 40 juta!

Miniatur penumbuk padi yang digerakkan oleh tanaga air

Kincir berputar karena arus air,

penumbuk terangkat secara bergantian. Foto: Iwan Syahwanto.

(BPMD Jambi).

D alam upaya pemberdayaan masyarakat melalui pemasyarakatan teknologi tepat guna, pada tanggal 24-28 Agustus 2004 bertempat di

Lapangan Umum Kota Mataram (Taman Sangkareang), Lombok, NTB, diselenggarakan acara “Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional VI”. Pameran yang dilaksanakan setiap tahun dan mengambil tempat secara bergiliran di setiap provinsi di Indonesia ini bertujuan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat luas mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Acara yang tergolong besar dan dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri, Menteri Riset dan Teknologi, Gubernur NTB dan beberapa pimpinan daerah ini dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia. Dalam sambutan yang disampaikan secara langsung tersebut, presiden menjelaskan tentang peran, arti dan pentingnya manfaat teknologi tepat guna dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Sehingga seluruh pihak, terutama para pemimpin daerah diharapkan mendorong gairah penciptaan serta penerapan teknologi dalam masyarakat. Selain itu presiden juga mempersilakan para pemimpin daerah untuk menjalin kerja sama dengan Kementerian Riset dan Teknologi, dan seluruh lembaga penelitian dan pengembangan (litbang), yang ada dalam lingkup koordinasinya. Selain itu, presiden juga berharap agar nantinya, penggunaan teknologi akan menjadi hal yang biasa.

1 2 Ket. foto: 1. Pembuat keripik jagung, 2. Perajang singkong, 3. Pemipil jagung, 4.
1
2
Ket. foto: 1. Pembuat keripik jagung, 2. Perajang singkong, 3. Pemipil jagung,
4. Pengupas mete, 5. Pencetak rangginang, 6. Pakan ternak dari kulit kakao. Foto: Iwan Syahwanto.
3
4
5
6

3636363636