Anda di halaman 1dari 7

http://domastourtravel.

com/
Tanda Haji Mabrur
Muqaddimah

Segala puji bagi Allah yang telah memilih jamaah haji sekalian sebagai tamutamuNya. Ini merupakan karunia Allah yang sangat besar, dimana jutaan umat
Islam yang ingin datang ke tanah suci menunaikan ibadah haji tapi masih belum
dapat izin dari Allah, ada saja halangan yang datang. Adapun jamaah sekalian telah
mendapatkan kemudahan dari Allah sehingga dapat merampungkan seluruh
manasik haji dari mulai umrah sampai tawaf wada, semoga Allah mencatatnya
sebagai haji yang mabrur diampuni segala dosa kita dan agar jamaah haji diberi
perlindungan dan keselamatan dalam perjalanan pulang ke tanah air, amin!

kaabahTanda Haji Mabrur

Zuhud Terhadap Dunia

Para ulama kita menyebutkan tanda-tanda haji yang mabrur, diantaranya Imam
Hasan Al Bashri rahimahullah berkata: (Haji yang mabrur adalah agar ia pulang dari
ibadah haji menjadi orang yang zuhud dalam kehidupan dunia dan cinta akhirat).
Allah berfirman yang artinya: Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang
telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupa bagianmu di
dunia. (Surat Al-Qashash: 77)

Orang yang zuhud bukan berarti orang yang hanya beribadah di masjid dan tidak
mau bekerja mencari harta untuk nafkah anak dan isteri tapi orang yang zuhud
orang yang tidak diperbudak oleh hartanya, dunia boleh berada di tangannya tidak
di hatinya, aktifitasnya dalam kehidupan dunia tidak melalaikannya dari ingat
kepada Allah, melaksanakan shalat yang lima waktu tepat pada waktunya, tidak
memutuskan silaturahmi, tetap rajin menuntut ilmu islam lalu mengamalkan dan
mendawahkannya, tidak melupakan tanggung jawab mendidik isteri dan anakanak. Orang yang zuhud adalah orang yang penghasilannya dari yang halal, bukan
dari hasil renten, riba, suap, korupsi, mencuri, judi, pungli, memeras, menipu,
memakan hak orang lain. Semoga Allah mengaruniakan kita semua rezeki yang
halal, baik dan berkah serta dijauhkan dari segala pendapatan yang haram, amin!

http://domastourtravel.com/
Lebih Baik Dari Sebelumnya Dalam Segala Hal

Ada lagi yang mengatakan diantara tanda haji yang mabrur adalah setelah pulang
dari menunaikan ibadah haji, ia menjadi lebih baik dari sebelumnya .

1. Dalam Hal Tauhid

Menjadi lebih baik dalam hal tauhid. Jika ada diantara jamaah haji yang sebelum
hajinya masih suka pergi ke dukun untuk minta kekayaan, anak, jodoh, cepat naik
pangkat dan lain-lain maka setelah kita haji hendaklah kita tinggalkan hal tersebut
dan bertaubat kepada Allah karena Rasulullah bersabda yang artinya, Barangsiapa
mendatangi tukang ramal atau dukun lalu membenarkan apa yang dikatakannya,
maka ia telah kafir dengan apa yang telah diturunkan kepada Muhammad. (HR.
Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Al-Irwa` no.
2006)

Barangsiapa yang sebelum ia haji, suka menyembelih sapi atau lainnya untuk
dijadikan sebagai tumbal atau sesajen maka sekarang harus meninggalkannya dan
menyembelih kurban hanya untuk Allah karena Allah berfirman yang artinya: Maka
dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berkorbanlah (Surat Al- Kautsar 2).

Katakanlah sesungguhnya shalatku, sesembelihanku, hidup dan matiku hanya


untuk Allah Rabbul Alamin tidak ada sekutu baginya (Surat Al-Anaam: 162)

Barangsiapa yang sebelum ia haji, masih mempercayai ramalan bintang maka


tinggalkanlah dan bertawakallah kepada Allah semata.

Barangsiapa yang sebelum hajinya masih mengkeramatkan keris dan jimat-jimat,


maka sekarang musnahkanlah segala jimat yang kita miliki.

Barangsiapa yang sebelum hajinya masih suka meruwat bumi untuk


menghindarkan bencana, maka sekarang bertaubatlah dan tinggalkan upacara

http://domastourtravel.com/
syirik itu, bergantunglah kepada Allah karena yang dapat menghindarkan bencana
hanya Allah semata.

Barangsiapa yang sebelum hajinya masih mengkeramatkan sapi yang dikeluarkan


setiap tanggal sepuluh Muharram bahkan berebut untuk memperoleh kotorannya
yang dianggap dapat memberikan berkah, maka ketahuilah itu adalah perbuatan
syirik.

Barangsiapa yang sebelum hajinya masih meyakini bahwa nasib sial akan
menimpanya jika bepergian hari Selasa atau Sabtu juga untuk menentukan waktu
pernikahan harus dihitung secara cermat karena kalau tidak pas harinya akan
menimbulkan kesialan, maka itu semua adalah syirik. Allah tidak mengampuni dosa
syirik kecuali jika pelakunya bertaubat, sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat.
Allah mengharamkan surga bagi orang yang berbuat syirik. Adapun orang-orang
yang beriman dan tidak mencampur adukkan keimanan mereka dengan kesyirikan
maka mereka mendapatkan keamanan dan hidayah dari Allah Taala.

2. Dalam Hal Ibadah

Hendaklah jamaah haji memperbaiki ibadahnya kepada Allah, shalat yang lima
waktu jangan sampai ditinggalkan, zakat maal harus dikeluarkan dan shaum di
bulan Ramadhan harus dijalankan. Segala ibadah kita laksanakan dengan penuh
rasa cinta kepada Allah yang telah memberikan kepada kita nikmat yang tidak
terhingga. Kita siap korbankan harta, tenaga dan waktu kita demi menggapai ridha
Allah.

3. Dalam Hal Muamalah

Hendaklah kita perbaiki muamalah kita dengan orang tua yang telah melahirkan
dan mendidik kita sejak kecil. Jangan sampai kita menyakiti hati mereka dan
hendaklah selalu berbakti dan memperlakukan mereka dengan sebaik-baiknya. Jika
orang tua kita telah meninggal dunia hendaklah kita selalu mendoakan untuk
mereka.

http://domastourtravel.com/
Muamalah Suami Isteri

Bagi para suami hendaklah perbaiki muamalah dengan isterinya jangan mudah
marah dan membentak isterinya jika berbuat kesalahan. Lakukanlah hal-hal yang
menyenangkan isteri selama tidak bertentangan dengan syariat. Didiklah isteri
dengan nasehat, membawanya ke majelis talim, membelikannya buku dan kaset
ceramah yang bermanfaat. Juga didiklah isteri dengan memberi keteladanan.
Rasulullah bersabda: Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik terhadap keluarganya
dan saya adalah orang yang paling baik diantara kalian terhadap keluargaku.

Bagi para isteri perbaikilah muamalah dengan suami jadilah isteri yang taat.
Rasulullah bersabda: Apabila wanita shalat yang lima waktu, berpuasa di bulan
Ramadhan, taat kepada suaminya dan memelihara kemaluannya, maka ia masuk
surga dari pintu-pintu mana saja yang ia mau.

Ketaatan kepada suami dalam hal yang makruf saja adapun dalam hal maksiat tidak
ada ketaatan kepada makhluk dalam hal maksiat kepada Allah Al-Khaliq. Ketika
suami baru datang dari pekerjaan janganlah disambut dengan berbagai macam
problem dan hal-hal yang tidak menyenangkan tetapi sambutlah dengan senyum,
sediakanlah makan dan minum serta biarkanlah suami untuk istirahat dulu setelah
itu barulah sampaikan segala problem yang ada niscaya suami sudah lebih siap
untuk mendengarkannya.

Muamalah Orang Tua dan Anak

Bagi para orang tua perbaikilah dalam pendidikan terhadap anak-anak, mereka
merupakan amanat yang kelak kita akan diminta pertanggungjawabannya di hari
akhir. Didiklah mereka dengan memberikan contoh yang baik, sekolahkanlah
mereka di tempat yang baik, awasilah pergaulan mereka. Selalulah berdoa kepada
Allah agar melindungi dan menjaga mereka dari segala kejahatan dan keburukan
karena doa orang tua untuk anaknya insya Allah mustajab.

Muamalah Kaum Muslimah

http://domastourtravel.com/
Bagi kaum muslimah perbaikilah dalam hal berbusana, tutuplah aurat anda dan
jangan diperlihatkan kepada laki-laki yang bukan mahramnya. Allah berfirman: Hai
Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri
orang mukmin, (Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh
mereka). Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu
mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Surat Al-Ahzab: 59)

Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan


pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka
menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan
hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah
menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka,
atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami
mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki
mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam
atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak
mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti
tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui
perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada
Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (Surat An-Nuur: 31)

Rasulullah bersabda: Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah
saya lihat keduanya (sebelum ini), (pertama) suatu kaum yang memiliki cambuk
bagaikan ekor sapi yang digunakannya untuk memukul manusia dan (kedua) wanita
yang berpakaian tapi telanjang berjalan berlenggak lenggok, kepala mereka seperti
punuk unta, mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau surga padahal bau
surga itu tercium dari jarak yang sekian dan sekian jauhnya. (Hadits Shahih,
Riwayat Muslim)

Masih banyak diantara jamaah haji wanita yang berpakaian tapi telanjang, belum
sempurna menutup auratnya, masih ada yang terlihat lehernya, terlihat lengannya,
menutup aurat dengan pakaian yang ketat sehingga membentuk lekak lekuk
tubuhnya, berpakaian dengan bahan yang tipis dan transparan sehingga terlihat
kulitnya, pada hakekatnya mereka masih telanjang dan diancam tidak masuk surga.
Hendaklah jamaah haji wanita menjadi sadar setelah menangis dan memohon
ampun kepada Allah pada saat wuquf di Arafah, apakah kita ulangi kembali dosadosa kita?

http://domastourtravel.com/
Hendaklah jamaah haji wanita menjadi teladan bagi kaum muslimah di tanah air
yang sedang dilanda dekadensi akhlak dan moral, didiklah puteri-puteri kita agar
berbusana muslimah, nasehatilah mereka agar tidak keluar rumah dengan
menggunakan celana pendek, celana panjang lebih-lebih celana yang sangat ketat
dan perutnya terlihat, innaalillahi wa innaa ilaihi rajiuun.

Hendaklah jamaah haji wanita berdandan dan bersolek mempercantik diri, tetapi
untuk siapa? Bukan untuk orang-orang diluar rumah tapi untuk suami di rumah,
kenyataan yang ada banyak dari kaum muslimah berdandan ketika keluar rumah
padahal dilarang oleh Allah yang kita cintai, Allah berfirman: Dan hendaklah kamu
(isteri-isteri nabi) tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah
laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu. (Surat Al-Ahzab: 33)

Ayat ini berlaku juga untuk segenap kaum muslimah dan mukminah.

Rasulullah bersabda bahwa seorang wanita yang pergi keluar rumah dengan
menggunakan parfum sehingga tercium oleh laki-laki lain, maka sesungguhnya ia
itu pelacur. Setiap hari kita berdoa memohon hidayah kepada Allah, maka sudah
menjadi kewajiban bagi kita untuk mempelajari jalan-jalan hidayah berupa ilmu
yang bermanfaat karena masih banyak diantara jalan-jalan hidayah yang belum kita
ketahui dibandingkan yang sudah kita ketahui. Jangan kita menganggap ini adalah
hal yang baru kita dengar, kami sudah terbiasa dengan adat kami dan dalih-dalih
lainnya yang tidak bisa diterima oleh syariat. Allah berfirman: Dan apabila
dikatakan kepada mereka: lkutilah apa yang telah diturunkan Allah mereka
menjawab: Tidak, tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari
(perbuatan) nenek moyang kami. (Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun
nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat
petunjuk? (Surat Al-Baqarah: 170)

Dan firmanNya: Dan tidaklah boleh bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula)
bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu
ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan
barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat,
sesat yang nyata. (Surat Al-Ahzab: 36)

Muamalah Secara Umum

http://domastourtravel.com/

Hendaklah kita semua memperbaiki diri dalam hal tanggung jawab kita
memperbaiki masyarakat. Bentengi aqidah umat dengan menyebarkan ilmu yang
bermanfaat, dengan saling nasehat menasehati untuk menepati kebenaran dan
nasehat menasehati untuk menetapi kesabaran, dengan saling bekerjasama dalam
hal kebaikan dan taqwa. Tidak sedikit umat Islam di Indonesia murtad dari
agamanya disebabkan kelengahan dan kelalaian kita. Benar sebab mereka murtad
adalah karena lemah iman ditambah lagi dengan lemah ekonomi, tapi apakah boleh
kita diam dan berpangku tangan? Tidak, kita harus berbuat sesuai dengan
kemampuan kita. Apabila kita tidak bisa mendidik mereka karena keterbatasan ilmu
kita, ajaklah mereka untuk menghadiri majelis-majelis ilmu, bagikan buletin dan
buku-buku Islam, pinjamkan kaset-kaset ceramah yang bermanfaat. Jika mereka
malas bekerja berilah motivasi, jika mereka nganggur carikanlah pekerjaan untuk
mereka, jika puteri-puteri kita sudah dewasa carikanlah untuk mereka suami yang
baik keislamannya jangan kita biarkan mereka menikah dengan laki-laki kafir.

Apabila anda sebagai pejabat janganlah anda menghalangi dan mempersulit orangorang yang ikhlas mengajak manusia untuk mentauhidkan Allah dan tidak berbuat
syirik, untuk mengikuti sunnah Nabi dan tidak berbuat bidah.

Bagi orang tua yang mempunyai anak puteri memakai jilbab atau cadar dukunglah
mereka dan banggalah terhadap anak anda yang taat kepada Allah, semoga Allah
menghiasi puteri anda dengan akhlak yang baik pula.

Bagi jamaah haji yang memiliki kelebihan harta dapat beramal jariyah dengan
membelikan kitab-kitab yang bermanfaat untuk ustadz-ustadz yang ada di tanah
air. Dan masih banyak amal-amal lainnya yang dapat kita lakukan dalam upaya kita
memperbaiki diri dan masyarakat.