Anda di halaman 1dari 2

http://domastourtravel.

com/
TEMPAT NIAT DALAM HATI DAN SUNNAH MENGUCAPKAN KETIKA DALAM HAJI

Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Pertanyaan
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Apakah niat ihram harus diucapkan
dengan lidah ? Dan bagaimana cara niat haji karena mewakili orang lain ?

Jawaban
Tempat niat di dalam hati, bukan di lisan. Caranya adalah agar sesorang niat dalam
hatinya bahwa dia akan haji atas nama fulan bin fulan. Demikian itulah niat. Namun
untuk itu dia disunnahkan melafazkan seperti dengan mengatakan : "Labbaik
Allahumma Hajjan an Fullan " (Ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu untuk haji atas
nama fulan), atau "Labbaik Allahumma 'Umratan 'an Fulan " (Ya Allah, aku penuhi
panggilan-Mu untuk umrah atas nama Fulan) hingga apa yang ada dalam hati
dikuatkan dengan kata-kata. Sebab Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
melafazkan haji dan juga melafazkan umrah. Maka demikian ini sebagai dalil
disyari'atkannya melafalkan niat karena mengikuti Nabi Shallallahu 'alaihi wa
sallam. Sebagaimana para sahabat juga melafazkan demikian itu seperti diajarkan
oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan mereka mengeraskan suara mereka. Ini
adalah sunnah. Tapi jika seseorang tidak melafazkan dan cukup niat dalam hati dan
melaksanakan semua rukun haji seperti apa yang dilakukan untuk dirinya sendiri
dengan talbiyah secara mutlak dan mengulang-ngulang talbiyah secara mutlak
tanpa menyebutkan fulan dan fulan sebagaimana dia talbiyah untuk dirinya sendiri,
maka seakan dia haji untuk dirinya sendiri. Tapi jika menentukan nama orang dalam
talbiyahnya, maka demikian itu talbiyah yang utama, kemudian dia melanjutkan
talbiyah sebagaimana dilakukan orang-orang yang haji dan umrah, yaitu :

"Artinya : Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah. Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah dan
tiada sekutu apapun bagi-Mu. Sesungguhnya puji, nikmat dan kekuasaan hanya
bagi-Mu tanpa sekutu apapun bagi-Mu. Ya Allah aku penuhi panggilan-Mu. Aku
penuhi panggilan-Mu ya Allah, Rabb kebenaran"

http://domastourtravel.com/
Maksudnya, dia membaca talbiyah sebagaimana dia membaca talbiyah untuk
dirinya sendiri dengan tanpa menyebutkan seseorang yang diwakili kecuali dalam
awal ibadah dengan mengatakan : "Labbaik Allahumma Hajjan an Fulan " (Ya Allah,
aku penuhi panggilan-Mu untuk haji atas nama Fulan), atau : "Labbaik Allahumma
'Umratan 'an Fulan " ( Ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu untuk umrah si Fulan),
atau : "Labbaikallahumma hajjan wa 'umratan 'an Fulan " (Ya Allah aku penuhi
panggilan-Mu untuk haji dan umrah atas nama Fulan). Niat-niat seperti ini yang
utama dilakukan pada awal niatnya ketika ihram.