P. 1
plh baru

plh baru

|Views: 2,292|Likes:
Dipublikasikan oleh ria_net868899

More info:

Published by: ria_net868899 on Jan 01, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/28/2013

pdf

text

original

Agenda 21 is a comprehensive plan of action to be taken globally, nationally
and locally by organizations of the United Nations System, Governments, and
Major Groups in every area in which human impacts on the environment.
Agenda 21 adalah suatu rencana aksi komprehensif yang harus diambil secara
global, nasional dan lokal oleh organisasi-organisasi Sistem PBB, Pemerintah,
dan Mayor Grup di setiap wilayah di mana dampak manusia terhadap
lingkungan.
Agenda 21, the Rio Declaration on Environment and Development, and the
Statement of principles for the Sustainable Management of Forests were
adopted by more than 178 Governments at the United Nations Conference on
Environment and Development (UNCED) held in Rio de Janerio, Brazil, 3 to 14
June 1992. Agenda 21, pada Deklarasi Rio tentang Lingkungan dan
Pembangunan, dan prinsip-prinsip Pernyataan untuk Pengelolaan Hutan yang
Berkelanjutan diadopsi oleh lebih dari 178 Pemerintah pada Konferensi
Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Lingkungan dan Pembangunan (UNCED)
yang diselenggarakan di Rio de Janerio, Brazil, 3 sampai 14 Juni 1992.
The Commission on Sustainable Development (CSD) was created in December
1992 to ensure effective follow-up of UNCED, to monitor and report on
implementation of the agreements at the local, national, regional and
international levels. The Commission on Sustainable Development (CSD) telah
dibuat pada Desember 1992 untuk menjamin efektivitas tindak lanjut
UNCED, untuk memonitor dan melaporkan pelaksanaan kesepakatan di tingkat
lokal, nasional, regional dan internasional. It was agreed that a five year
review of Earth Summit progress would be made in 1997 by the United
Nations General Assembly meeting in special session. Disepakati bahwa
selama lima tahun peninjauan kemajuan KTT Bumi akan dilakukan pada tahun
1997 oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa bertemu di sesi khusus.
The full implementation of Agenda 21, the Programme for Further
Implementation of Agenda 21 and the Commitments to the Rio principles,
were strongly reaffirmed at the World Summit on Sustainable Development
(WSSD) held in Johannesburg, South Africa from 26 August to 4
September 2002. Penuh pelaksanaan Agenda 21, Program untuk Pelaksanaan
lebih lanjut Agenda 21 dan Komitmen pada prinsip-prinsip Rio, yang sangat
menegaskan kembali di World Summit on Sustainable Development (WSSD)
yang diselenggarakan di Johannesburg, Afrika Selatan dari 26 Agustus-4
September 2002.

Pembangunan Agenda 21

The full text of Agenda 21 was revealed at the United Nations Conference
on Environment and Development ( Earth Summit ), held in Rio de Janeiro on
June 14 , 1992 , where 178 governments voted to adopt the programme. Teks

lengkap dari Agenda 21 tersebut terungkap pada Konferensi Perserikatan
Bangsa-Bangsa tentang Lingkungan dan Pembangunan (KTT Bumi), yang
diadakan di Rio de Janeiro pada Juni 14, 1992, di mana 178 pemerintah
memutuskan untuk mengadopsi program ini. The final text was the result of
drafting, consultation and negotiation, beginning in 1989 and culminating at
the two-week conference. Teks akhir adalah hasil dari penyusunan, konsultasi
dan negosiasi, mulai tahun 1989 dan mencapai puncaknya pada konferensi dua
minggu. The number 21 refers to an agenda for the 21st century. Nomor 21
yang merujuk pada agenda untuk abad ke-21. It may also refer to the number
on the UN's agenda at this particular summit. Mungkin juga merujuk pada
nomor pada agenda PBB pada pertemuan puncak khusus ini.

Rio+5 Rio 5

In 1997, the General Assembly of the UN held a special session to appraise
five years of progress on the implementation of Agenda 21 (Rio +5). Pada
tahun 1997, Majelis Umum PBB mengadakan sidang khusus untuk menilai lima
tahun kemajuan pelaksanaan Agenda 21 (Rio +5). The Assembly recognized
progress as 'uneven' and identified key trends including increasing
globalization , widening inequalities in income and a continued deterioration
of the global environment. Majelis kemajuan diakui sebagai 'merata' dan
mengidentifikasi tren kunci termasuk peningkatan globalisasi, pelebaran
kesenjangan pendapatan dan kerusakan yang terus lingkungan global. A new
General Assembly Resolution (S-19/2) promised further action. Majelis
Umum baru Resolusi (S-19 / 2) menjanjikan tindakan lebih lanjut.

The Johannesburg Summit Johannesburg Summit

The Johannesburg Plan of Implementation, agreed at the World Summit on
Sustainable Development ( Earth Summit 2002 ) affirmed UN commitment
to 'full implementation' of Agenda 21, alongside achievement of the
Millennium Development Goals and other international agreements. Rencana
Johannesburg untuk Implementasi, disepakati pada World Summit on
Sustainable Development (Earth Summit 2002) menegaskan komitmen PBB
untuk 'implementasi penuh' dalam Agenda 21, di samping pencapaian Tujuan
Pembangunan Milenium dan perjanjian internasional lainnya.

Implementation Pelaksanaan

The Commission on Sustainable Development acts as a high level forum on
sustainable development and has acted as preparatory committee for
summits and sessions on the implementation of Agenda 21. Para Komisi
Pembangunan Berkelanjutan bertindak sebagai forum tingkat tinggi pada
pembangunan berkelanjutan dan telah bertindak sebagai panitia persiapan
untuk puncak dan sesi mengenai pelaksanaan Agenda 21. The United Nations
Division for Sustainable Development acts as the secretariat to the
Commission and works 'within the context of' Agenda 21. Divisi PBB untuk
Pembangunan Berkelanjutan bertindak sebagai sekretariat untuk Komisi dan
bekerja 'dalam konteks' Agenda 21. Implementation by member states

remains essentially voluntary. Pelaksanaan oleh negara-negara anggota tetap
dasarnya sukarela.

Structure and contents Struktur dan isi

There are 40 chapters in the Agenda 21, divided into four main sections. Ada
40 bab dalam Agenda 21, yang dibagi menjadi empat bagian utama.

Section I: Social and Economic Dimensions Bagian I: Sosial dan Ekonomi
Dimensions

Includes combating poverty, changing consumption patterns, population and
demographic dynamics, promoting health, promoting sustainable settlement
patterns and integrating environment and development into decision-making.
Termasuk memerangi kemiskinan, mengubah pola konsumsi, dinamika populasi
dan demografi, meningkatkan kesehatan, meningkatkan pola pemukiman
berkelanjutan dan lingkungan hidup dan pembangunan integrasi ke dalam
pengambilan keputusan.

Section II: Conservation and Management of Resources for Development
Bagian II: Konservasi dan Pengelolaan Sumberdaya untuk
Pembangunan

Includes atmospheric protection , combating deforestation , protecting
fragile environments, conservation of biological diversity ( biodiversity ), and
control of pollution . Termasuk perlindungan atmosfer, memerangi
deforestasi, melindungi lingkungan yang rapuh, konservasi keanekaragaman
hayati (keanekaragaman hayati), dan pengendalian polusi.

Section III: Strengthening the Role of Major Groups Bagian III:
Penguatan Peran Mayor Grup

Includes the roles of children and youth, women, NGOs, local authorities,
business and workers. Termasuk peran anak-anak dan remaja, perempuan,
LSM, pemerintah daerah, bisnis dan pekerja.

Section IV: Means of Implementation Bagian IV: Sarana Pelaksanaan

Implementation includes science, technology transfer , education ,
international institutions and mechanisms and financial mechanisms.
Pelaksanaan meliputi ilmu pengetahuan, transfer teknologi, pendidikan,
lembaga dan mekanisme internasional dan mekanisme finansial.

Local Agenda 21 Local Agenda 21

The implementation of Agenda 21 was intended to involve action at
international, national, regional and local levels. Pelaksanaan Agenda 21 itu
dimaksudkan untuk melibatkan tindakan di tingkat internasional, nasional,
regional dan lokal. Some national and state governments have legislated or
advised that local authorities take steps to implement the plan locally, as
recommended in Chapter 28 of the document. Beberapa nasional dan
pemerintah negara bagian telah undangkan atau menyarankan agar
pemerintah daerah mengambil langkah-langkah untuk melaksanakan rencana
secara lokal, seperti yang dianjurkan dalam Bab 28 dari dokumen. Such

programmes are often known as 'Local Agenda 21' or 'LA21'. [ 1 ]

Program-

program tersebut sering dikenal sebagai 'Lokal Agenda 21' atau 'LA21'.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->