Anda di halaman 1dari 2

Memahami Lingkungan Bisnis Klien

Auditor harus mendapatkan pemahaman yang memadai atas entitas dan lingkungannya,
termasuk pengendalian internalnya, untuk menilai resiko salah saji material dalam laporan
keuangan, baik disebabkan karena kesalahan atau kecurangan, dan untuk merancang sifat waktu
dan keluasan prosedur audit yang lebih lanjut. Pengetahuan tentang bisnis merupakan suatu
kerangka acuan (frame of reference) yang digunakan oleh auditor untuk melaksanakan
pertimbangan profesional. Banyak kasus kasus tuntutan hukum terhadap auditor yang berasal
dari kegagalan auditor dalam memahami sepenuhnya sifat transaksi dalam industry klien.
Auditor biasanya mempertimbangkan hukum dan peraturan yang dipahaminya sebagai
hal yang dimiliki pengaruh langsung dan material dalam penentuan jumlah-jumlah yang
disajikan dalam laporan keuangan. Sebagai contoh: peraturan perpajakan memengaruhi accrual
dan besarnya jumlah yang diperlukan sebagai beban dalam suatu periode akuntansi. Semua
entitas mungkin dipengaruhi oleh banyak hukum atau peraturan, termasuk di dalamnya peraturan
perdagangan sekuritas, ketenagakerjaan dan keselamatan kerja, kesehatan, lingkungan hidup, dan
peraturan lainnya. Umumnya hukum dan peraturan tersebut lebih berkaitan dengan aspek operasi
daripada aspek keuangan bersifat tidak langsung.
Teknologi informasi menghubungkan klien perusahaan dengan pelanggan dan pemasok
utamanya. Akibatnya, auditor harus memiliki pengetahuan yang lebih mengenai pelanggan dan
pemasok utama dan risiko - risiko terkait. Serta teknologi mempengaruhi proses pengendalian
internal klien, meningkatkan kualitas dan ketepatan waktu informasi keuangan.
Faktor ekonomi umum: Tingkat aktivitas ekonomi umum (seperti resesi, pertumbuhan),
tarif bunga dan ketersediaan pembiayaan, inflasi, devaluasi mata uang, kebijakan pemerintah:
moneter, fiskal, perpajakan, insentif keuangan, tarif pembatasan perdagangan, tarif tukar dan
pengendalian mata uang asing.
Strategi merupakan pendekatan yang dilakukan oleh suatu entitas untuk mencapai tujuan
organisasi. Auditor harus memahami tujuan klien terkait dengan: keandalan laporan keuangan,
efektivitas dan efisiensi operasional perusahaan, kepatuhan dengan hukum dan peraturan.
Bebeapa industry memiliki ketentuan akuntansi yang khusus di mana auditor harus
memiliki pemahaman dalam hal tersebut untuk mengevaluasi apakah laporan keuangan klien

sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Contohnya, misalnya jika auditor sedang
melakukan audit atas suatu di pemerintahan kota, maka auditor tersebut harus memahami
akuntansi pemerintahan dan ketentuan ketentuan pengauditannya.