Anda di halaman 1dari 4

Nama : Luthfi Al Fikri

Prodi : Sistem dan Teknologi Informasi


NIM
: 18211032

Tugas 3 Resume Video Kuliah


ME3036 Perubahan Iklim
An Inconvenient Truth Al Gore (2006)

Film dokumenter ini diperankan oleh Al Gore seorang mantan wakli presiden Amerika Serikat yang
melakukan kampanye untuk memberikan masyarakat sebuah pemahaman mengenai pemanasan
global menggunakan tayangan slide show yang komprehensif.
Bumi kita sangatlah indah. Berbagai interaksi antara sungai, daun, angin, burung-burung, katak,
bahkan sapi, rerumputan, lumpur damai di bantaran sungai. Namun sesuatu terjadi belakangan ini.
Namun tersimpan sebuah keadaan yang kemudian Al Gore melakukan sebuah presentasi yang
membahas kenyataan yang tidak nyaman ini.
Presentasi dimulai dari bagaimana foto planet bumi yang diambil dari luar angkasa tentang begitu
indahnya bumi kita dan memperagakan beberapa pergerakan benua. Pernyataan menarik dari Mark
Twain " Apa yang membuat kita menjadi masalah adalah bukan apa yang kita tidak tahu itu adalah
apa yang kita tahu pasti bahwa hanya tidak begitu". Dengan logika yang sama diterapkan pada
pemanasan global bahwa kita tidak akan memberikan kerusakan yang signifikan pada bumi.
Lingkungan bumi yang paling rentan dan tipis. Manusia mampu mengubah komposisi atmosfir
menjadi berbahaya.
Radiasi matahari terutama inframerah ke dalam bumi yang tidak semuanya dipantulkan dan
sebagian diserap atmosfir pada dasarnya baik untuk menjadikan bumi hangat dan dapat dihuni.
Namun masalahnya adalah atmosfir menjadi semakin tebal oleh polusi sehingga panas berlebih
terjadi di bumi.
Berikutnya di sesi presentasi, Al Gore menunjukkan kartun Simpson mengenai pemanasan global.
Kemudian sindiran diberikan kepada para politisi yang mengambil langkah sederhana dengan
memasukkan bongkahan es raksasa ke dalam laut untuk mendinginkan bumi. Namun bumi tetap
memanas karena efek gas rumah kaca.
Prof. Roger Revelle brsama Charles Davud Keeling pada tahun 1957 meneliti kandungan karbon
dioksida di atmosfir dengan cara menerbangkan balon cuaca ke samudera pasifik. Hasil
penelitiannya karbon dioksida sejalan dengan petumbuhan masyarakat. Atmosfir penuh karbon
dioksida di bagian selatan ketika musim semi dan panas dan penuh karbon dioksida di bagian utara
ketika musim gugur dan dingin. Bumi bernafas. 1958 seterusnya kadar karbon dioksida terus
meningkat bahkan sampai membuat pajak karbon pada 1992. Siklus seharusnya berjalan dengan
normal. Namun dampak dari CO2 yang terus meningkat adalah semakin panasnya bumi dan nampak
dari es di puncak gunung Kilimanjaro yang saat ini sudah tidak bersalju lagi. 40% masyarakat bumi
akan sulit air karena kekeringan di Himalaya, Italia, Amerika Selatan, dan tempat lainnya. Ini menjadi
fenomena global.

Penelitian dilakukan untuk mengambil bongkahan es yang mengandung gelembung udara yang
terperangkap dari atmosfer pada waktu turun salju dan mempelajari berapa tingkatan karbon
dioksida di dalamnya. Hingga temperatur cuaca pada masa lalu dapat ditentukan dengan baik.
Tersusun temperatur bumi hingga pada tahun 1000 masehi. Hasilnya tetap sama yaitu grafik
temperatur menaik sesuai dengan konsentrasi karbon dioksida di atmosfir. Peningkatan karbon
dioksida yang tinggi ini bukan hal alami.Ini bukan masalah politik, namun ini adalah masalah moral
dan jika hal tersebut terjadi maka ini sungguh tidak etis.
Penelitian di Antartika bisa ditelusuri hingga 650.000 tahun lalu yang melibatkan 7 jaman es.
Konsentrasu karbon dioksida tidak pernah turun dari skala 300 part per million. Saat ini kita memiliki
karbon dioksida tertinggi sepanjang sejarah. 10 suhu terpanas bumi juga tercatat pada 14 tahun
terakhir dan puncaknya tahun 2005 terbukti oleh gelombang panas yang membunuh ribuan orang.
Bukan hanya udara, lautan juga mengalami peningkatan suhu dan menyebabkan badai. Bahkan
terjadi badai pertama di Amerika Selatan dan kemudian terjadilah Katrina di Amerika Serikat.
Meskipun hanya termasuk kategori satu, Katrina menyebabkan dampak yang sangat parah di New
Orleans karena memanfaatkan energi angin, temperatur udara dan air yang tinggi. Salah satu
bencana terburuk sepanjang sejarah Amerika Serikat. Peringatan sudah dikeluarkan namun kita
perlu mengatur bagaimana masyarakat menanggapi peringatan tersebut. Kita menghadapi generasi
penunda dan dampaknya akan buruk di masa depan.
Semakin tinggi suhu bumi, semakin tinggi suhu udara, suhu air, maka penguapan semakin meninggi
dan begitu juga dengan air yang turun dari udara. Turunnya air tersebut juga disertai badai dan
bencana lainnya. Hal tersebut bisa terjadi karena pemanasan global ini menyebabkan turunnya air di
sebagian wilayah bumi dengan sangat tinggi dengan cara memindahkan air yang seharusnya turun di
wilayah bumi lainnya. Sehingga sebagian wilayah yang airnya terpindahka tadi menjadi kering. Paling
jelas efek tersebut adalah di benua Afrika bagian gurun Sahara. Dampak paling ekstrim adalah Danau
Chad Afrika mengering dan siklus musim semi Alaska dari 225 hari sekarang menjadi hanya 75 hari.
Mengapa es di kutub utara begitu cepat meleleh? Sebenarnya ketika sinar matahari menghantam es,
sekitar 90% radiasi yang diterima akan dipantulkan ke luar angkasa seperti cermin sehingga bumi
tetap sejuk. Namun ketika cahaya mahatari menghantam lautan, sebaliknya lautan akan menyerap
sekitar 90% radiasi matahari yang menyebabkan air menghangat dan es pun pada akhirnya meleleh.
Bayangkan ketika es di kutub mencair semua menjadi air di lautan maka lebih dari 90% radiasi
diserap bumi dan bumi akan semakin panas. Tentu tidak baik bagi makhluk hidup baik di kutub
seperti beruang kutub yang pertama kali ditemukan mati tenggelam karena tidak menemukan es.
Dampak global akan nampak pada sirkulasi panas udara dan air di bumi dari ekuator ke kutub.
Sebuah pola teratir dari jaman es sebelumnya akan berubah. Terlihat dari sirkulasi air panas dan
dingin di lautan. Air dingin yang bersirkulasi dari utara atlantik memiliki sifat yang lebih berat karena
suhu dan kandungan garam yang dimilikinya sehingga akan berada pada lautan dalam. Namun
seiring dengan pemanasan global, cadangan es yang ada di utara Amerika tepatnya Greenland yang
berupa air dingin yang tawar atau segar akan masuk ke lautan atlantik dan mencampuri siklus air
lautan ini. Yang terjadi berikutnya adalah sirkulasi ini akan terhenti karena air dingin yang
seharusnya berat dan pekat tadi tercampur dengan air dingin tawar dan menyebabkan air tidak
bergerak dan siklus berhenti menyebabkan ketidakseimbangan alam. Dampak berikutnya Eropa

tidak akan mendapatkan uap hangat lagi dari sirkulasi tadi dan akan kembali membeku seperti
jaman es ribuan tahun yang lalu.
Contoh berikutnya datang dari Belanda. 20 tahun lalu migrasi burung terjadi pada akhir April dan
generasi burung berikutnya menetas pada bulan Juni bersamaan dengan lahirnya ulat di musim
semi. Namun iklim berubah dan ulat menetas lebih cepat dua minggu sehingga burung dalam
masalah besar karena tidak ada makanan untuk anak-anaknya. Terdapat jutaan organisme yang
mengalami masalah serupa. Banyak serangga dan penyakit baru dalam seperempat abad terakhir
akibat semua ini. Termasuk juga terumbu karang yang mulai luntur.
Penelitian di Antartika menunjukkan es yang semakin meleleh sangat cepat melebihi prediksi
ilmuwan. Masalah yang ditimbulkan es yang meleleh menjadi air dan masuk ke dalam lautan adalah
terjadi penambahan tinggi muka air laut. Ilustrasi yang dilakukan adalah perbedaan antara es yang
mengambang di atas air dibandingkan dengan tumpukkan es yang dari dasar hingga menonjol ke
permukaan. Permukaan air laut akan meningkat 20 kaki ketika es barat antartika meleleh. 20 kaki
juga akan disumbangkan oleh Greenland jika meleleh. Jika keduanya meleleh maka perlu
penggambaran ulang peta dunia karena hampir semua pesisir di dunia akan tenggelam. Banyak
manusia yang akan tersingkir karena daratan yang mereka pijak tenggelam oleh lautan yang
meninggi. Monumen WTC di Manhattan pun akan tenggelam. Masalah ini tentu lebih penting dari
pada sekedar teroris. Semua hanya memikirkan keuntungan semata dan teknologi kotor masih
digunakan sampai sekarang.
Hal yang bisa kita lakukan adalah memisahkan antara kenyataan dengan khayalan dan hubungan
penting untuk memahaminya telah kita pelajari di sini. Kita sebagai manusia tidak penting negara
kita apa harus memastikan bahwa peringatan ini didengar dan direspon. Kita semua menghadapi
konsekuensi yang tidak diharapkan.
Kita menyaksikan benturan antara peradaban kita dengan bumi. Hal ini disebabkan oleh tiga faktor.
1. Populasi
Terdapat generasi baby boom setelah perang dunia 2 hingga lebih dari 2 miliar orang bahkan
akan mencapai 9 miliar ketika tahun 2050.Lihatlah pada kebutuhan makanan, air, dan sumber
daya lainnya untuk menghidupi mereka semua.
2. Teknologi
Terdapat konsekuensi yang harus dihadapi. Kebiasaan lama + Teknologi lama = Konsekuensi yang
terprediksi. Namun ketika teknologi lama tadi diganti dengan teknologi baru maka akan terjadi
perubahan peradaban yang dramatis. Contoh jelas adalah berkaitan dengan peperangan.
Sehingga kita juga mengekploitasi alam secara berlebihan.
3. Respon
Katak yang langsung masuk ke dalam air mendidih akan segera menyelamatkan diri karena
merasakan bahaya. Berbeda dengan katak yang masuk ke dalam air yang hangat yang
dipanaskan. Katak tersebut akan tetap berada di dalam air hingga ia menyadari air tersebut
mendidih, semuanya sudah terlambat. Hal yang sama juga berlaku bagi manusia.
Perhatian dunia cukup tinggi terbukti dengan adanya 928 jurnal membahas pemanasan global ini
dan tidak ada satu pun yang membantahnya. Namun ada sekelompok kecil orang yang memprotes
hal ini. Catatan internal mereka mengatakan bahwa pemanasan global ini lebih ke arah teori
dibandingkan fakta. Hal ini pernah terjadi saat pembelokan isu tentang rokok. Mereka juga

menyatakan bahwa keraguan adalah produk kami karena itu adalah cara terbaik untuk menciptakan
kontroversi di benak masyarakat. Apakah mereka berhasil? Separuh dari responden di dunia menjadi
meragukan jurnal-jurnal tadi. Masyarakat menjadi bingung apakah ini masalah atau bukan.
Ilmuwan memiliki aturan untuk tidak menyembunyikan apalagi untuk membuat sebuah kebohongan
mengenai apa yang mereka teliti. Namun pada kenyataannya ilmuwan-ilmuwan di Amerika Serikat
cenderung diam atau dibuat sedekimian rupa sehingga diam karena hal yang mereka dapatkan
adalah sebuah kenyataan yang tidak mengenakan.
Isu berikutnya adalah hubungan lingkungan dan ekonomi. Bayangkan berapa banyak diantara kita
yang dapat memutuskan memilih antara batangan emas yang banyak dibandingkan dengan
keseluruhan bumi ini. Hal yang bisa dia lakukan adalah melakukan presentasi ini seribu kali
menyebar dari kota ke kota, orang ke orang, keluarga ke keluarga.
Banyak polusi yang bisa ditekan jika kita menggunakan teknologi ramah lingkungan dan mengurangi
penggunaan teknologi yang yang menghasilkan polusi tersebut. Kita sudah memiliki semua yang kita
perlukan untuk mewujudkan keseimbangan dunia seperti tahun 1970an. Sekarang yang kita
butuhkan adalah sebuah keingin politik dan hal itu adalah sumber yang tidak akan habis. Kita
mampu melakukan itu semua.
Masing-masing individu bertanggung jawab atas terjadinya pemanasan global dan masing-masing
dari kita juga memiliki pilihan untuk memilih dan mengubah apa yang kita beli dan gunakan, bahkan
membawa emisi karbon individu kita ke tingkat paling rendah. Solusi ada di tangan kita. Apakah
nanti hanya kita saja yang tertinggal sementara orang lain sudah melakukan resolusi ini? Amerika
Serikat dan Australia belum berkomitmen untuk mengatasi hal ini.
Apakah kita memiliki kemampuan atau kapasitas untuk melakukan tindakan luar biasa tersebut?
Tentu kita memiliki kekuatant tersebut. Kita membuat negara, sebuah bangsa, dan menjadi sesuatu
yang baru kepada dunia sebuah negara yang menjamin kebebasan hak individu. Perbudakan adalah
hal yang salah dan kita juga tidak bisa menjadi setengah bebas dan setengah budak. Termasuk
kesetaraan wanita. Kita juga mengalahkan sistem otoriter dan memenangkan peperangan. Kita
menyembuhkan penyakit rumit seperti polio. Kita juga bisa mendarat di bulan. Kita bisa melakukan
apapun pada kemampuan terbaik kita. Kita pernah mengatasi krisis lingkungan hidup global
sebelumnya seperti lubang ozon di kutub.
Jadi sekarang kita harus menggunakan proses politik kita dalam sistem demokrasi ini dan kemudian
mementukan langkah bersama untuk menyelesaikan masalah-masalah tadi. Tapi kita memerlukan
perspektif yang berbeda pada masalah ini karena berbeda dengan masalah yang pernah kia hadapi
sebelumnya karena yang kita selamatkan adalah satu-satunya rumah bagi semua manusia.
Kemampuan kita untuk mempertahankan hidup dan melanjutkan peradaban ditentukan dan ini
adalah sebuah isu moral. Ini adalah kesempatan kita untuk bangkit kembali dan mengamankan masa
depan kita. Masa depan itu cerah dan kita bisa hidup di masa depan yang kita inginkan. Krisis iklim
dapat kita tangani bersama dengan mengurangi emisi karbon ke tingkat nol dan hemat energi.

Anda mungkin juga menyukai