Anda di halaman 1dari 2

Nama : Amanah Firdausa Nofitasari

Kelas : Kimia A 2011


NIM

: 11030234016

MK

: Bioanorganik (Tugas 2)

Tugas : Logam dalam Pengobatan


Aluminium Hidroksida dalam Antasida
Secara alami lambung kita memproduksi asam klorida, yang biasa kita sebut sebagai
asam lambung. Cairan lambung ini mengandung asam klorida dengan konsentrasi sekitar
0,003 M. Asam klorida inilah yang menyebabkan lambung bersifat asam dengan pH sekitar
1,5. Asam lambung sangat berperan dalam proses pencernaan, namun apabila produksinya
terlalu berlebihan, maka akan menyebabkan rasa sakit pada tukak lambung, yang pada
umunya disebut dengan maag. Asam klorida tersebut dapat mengikis dinding lambung,
sehingga menyebabkan rasa perih dan sakit. Asam lambung yang berlebihan tersebut dapat
dinetralisir dengan suatu antasida (obat maag).
Antasida (antacid, antiacid) berasal dari anti = lawan acidus = asam adalah senyawa
yang merupakan basa-basa lemah yang mempunyai kemampuan menetralkan asam lambung
atau mengikatnya dan menginaktifkan pepsin, sehingga rasa nyeri ulu hati akibat iritasi oleh
asam lambung dan pepsin berkurang.. Antasida bekerja hanya mengikat secara kimiawi dan
menetralkan asam lambung tanpa mengurangi atau menghambat produksi asam lambung.
Selain menetralkan asam lambung, antasida juga meningkatkan pertahanan mukosa lambung
dengan memicu produksi prostaglandin pada mukosa lambung. Antasida yang umumnya
dijumpai mengandung kombinasi antara aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida.
Aluminium hidroksida menghasilkan aluminium klorida dan air. Setiap mililiternya
menetralisir 0,4 1,8 mEq dari asam lambung dalam jangka waktu 30 menit. Namun jika pH
lebih dari 5, maka reaksi netralisasinya tidak berlangsung sempurna. Aluminium hidroksida
memiliki waktu simpan yang lama, namun menyebabkan konstipasi. Oleh karena itu perlu
ditambahkan antasida magnesium.
Aluminium hidroksida menghasilkan aluminium klorida dan air. Ion alumunium dapat
bereaksi dengan protein sehingga bersifat astringen (menciutkan selaput lendir). Antasida ini
mengadsorpsi pepsin dan menginaktivasinya. Cara kerja antasid adalah senyawa alumunium,
yang merupakan suatu zat koloid, melapisi selaput lendir, menetralkan asama klorida dan
mengikat asam klorida secara adsorptif. Reaksi yang terjadi di dalam lambung, antara
alumunium hidroksida dengan asam lambung :
Al(OH)3 (aq) + 3HCl (aq) AlCl3 + 3H2O
Efek samping dari antasida jarang dan hampir tidak pernah ditemui karena dampak
negatif dari kedua senyawa tersebut saling menghilangkan. Meskipun aluminium hidroksida
mempunyai efek konstipasi, namun efek ini bisa dikurangi dengan adanya efek laksatif dari
magnesium hidroksida. Di samping itu, efek laksatif dari magnesium hidroksida akan
mengurangi gelembung-gelembung gas, yakni efek konstipasi dari aluminium hidroksida,
dalam saluran cerna yang menyebabkan rasa kembung berkurang.

Antasida yang terdiri dari kombinasi alumunium hidroksida dan magnesium


hidroksida dipilih karena menghasilkan efek non sistemik dengan masa kerja panjang.
Antasida non sistemik hampir tidak diabsorbsi di dalam usus sehingga tidak menimbulkan
alkalosis metabolik (suatu keadaan dimana darah dalam keadaan basa).

Daftar Pustaka :
Anonim. 2009. Antasida. http://keluargasehat.wordpress.com/2009/07/01/antasida/
Khasanah,
Khuswatun.
2012.
Makalah
http://uus07khasanah.wordpress.com/kimia-farmasi/

Kimia

Farmasi.

Rolavina. 2013. Antasida dan Antiulcer. http://rolavina.wordpress.com/2013/10/10/antasidadan-antiulcer/


Sidauruk,
Polobye.
2011.
Penggolongan
dan
Mekanisme
Kerja
Obat.
http://polobye.blogspot.com/2011/09/penggolongan-dan-mekanisme-kerja-obat.html