Anda di halaman 1dari 1

Mikroba penghasil selulosa mungkin saja menggunakan maltosa sebagai sumber energi.

Karena mikroba ini dapat mengeluarkan enzim yang sesuai untuk memecah maltosa
menjadi glukosa.
Pada binatang menyusui (mamalia) dapat mengubah maltosa menjadi glukosa yang
kemudian dapat digunakan sebagai sumber energi oleh organisme itu atau disimpan
dalam bentuk glikogen. Bila organisme itu memerlukan energi, glikogen diubah menjadi
glukosa.
Meski pun binatang menyusui tidak mengeluarkan enzim yang sesuai untuk memecah
selulosa menjadi glukosa, bakteri dan protozoa tertentu mengeluarkan enzim-enzim ini.
Selulosa tidak dapat dicerna oleh mamalia, termasuk manusia, karena tidak adanya enzim
hidrolase yang menyerang ikatan (1-4) pada selulosa. Tetapi di dalam usus pemamah
biak dan hernivora lainnya, terdapat mikroorganisme yang dapat menyerang ikatan (1-4)
pada selulosa sehingga selulosa dapat digunakan sebagai sumber penghasil kalori yang
penting.
Maltosa merupakan unsur antara yang penting dalam pencernaan pati dan glikogen,
dimana pati dan glikogen merupakan bentuk simpanan polimer glukosa masing-masing
dalam tumbuhan dan hewan, dan unsur tersebut merupakan sumber utama energi dalam
makanan. Maltosa berasal dari hidrolisis pati dan dihidrolisis kembali menjadi glukosa
dengan bantuan maltase. Apabila organisme memerlukan energi, maka glikogen di dalam
tubuh mereka diubah menjadi glukosa. Oleh karena itu mikroba penghasil selulosa bisa
saja menggunakan maltosa sebagai sumber energi, karena adanya enzim hidrolase yang
dapat memecah ikatan (1-4) pada maltosa dan diubah menjadi glukosa.