Anda di halaman 1dari 14

Aplikasi Radiasi di

Bidang Pertanian
Oleh :
Dortua Helena Sidabutar (24040110110037)
Tiffany Rahma Novestiana (24040110110024)

Radiasi adalah pancaran energi melalui suatu materi


atau ruang dalam bentuk panas, partikel, atau
gelombang elektromagnetik (foton) dari suatu sumber
energi (BATAN, 2008).
Radiasi energi tinggi adalah bentuk-bentuk energi yang
melepaskan tenaga dalam jumlah yang besar dan
kadang-kadang disebut juga radiasi ionisasi (BATAN,
2008) karena ion-ion dihasilkan dalam bahan yang
dapat ditembus oleh energi tersebut (Crowder, 1986).

Aplikasi Radiasi pada bidang


Pertanian
Pemuliaan tanaman
Pengendalian hama tanaman

Pengawetan makanan

Pemuliaan
Tanaman
Pemuliaan tanaman atau pembentukan
bibit unggul dapat dilakukan dengan
menggunakan radiasi. Misalnya pemuliaan
padi, bibit padi diberi radiasi dengan dosis
yang bervariasi, dari dosis terkecil yang
tidak membawa pengaruh hingga dosis
rendah yang mematikan. Biji yang sudah
diradiasi itu kemudian disemaikan dan
ditanam berkelompok menurut ukuran
dosis radiasinya.

Radiasi bersifat mutagen, artinya dapat


menimbulkan
mutasi,
maka
radiasi
digunakan untuk mendapatkan varietas
unggul melalui teknik pemuliaan dengan
mutasi tanaman.
Faktor yang mempengaruhi terbentuknya
mutan antara lain adalah besarnya dosis
iradiasi. Dosis iradiasi diukur dalam satuan
Gray (Gy), 1 Gy sama dengan 0,10 krad
yakni 1 J energi per kilogram iradiasi yang
dihasilkan (Anonimous 1997).

SINAR
GAMMA

PADI

Umur pendek
Hasil banyak
Tahan thd wereng

Pengendalian
Hama Tanaman
O Teknik Disinfestasi Radiasi

O Teknik Serangga Mandul

Teknik Disinfestasi Radiasi


Penggunaan radiasi untuk mematikan langsung
serangga hama. Teknik umumnya digunakan
untuk memberantas serangga yang merusak
komoditi (hasil pertanian atau makanan) dalam
penyimpanan gudang.

Teknik serangga mandul


Radiasi dapat mengakibatkan efek biologis, misalnya
hama kubis. Di laboratorium dibiakkan hama kubis
dalam bentuk jumlah yang cukup banyak. Hama
tersebut lalu diradiasi sehingga serangga jantan
menjadi mandul. Setelah itu hama dilepas di daerah
yang terserang hama. Diharapkan akan terjadi
perkawinan antara hama setempat dengan jantan
mandul dilepas. Telur hasil perkawinan seperti itu
tidak akan menetas. Dengan demikian reproduksi
hama tersebut terganggu dan akan mengurangi
populasi.

Pengawetan
Makanan
Dilakukan agar bahan makanan yang disimpan
tidak mudah rusak. Pengawetan makanan
secara tradisional seperti pengeringan,
pemanasan, dan pengasapan masih memiliki
kekurangan karena pada jenis makanan
tertentu sifat makanan dapat berubah,
ditumbuhi jamur, dan dapat diserang
serangga. Penemuan cara pengawetan dengan
teknik radiasi dapat meminimalkan kerusakan
yang terjadi pada makanan.

Manfaat sinar radioaktif dalam


pengawetan makanan adalah:
O Menghambat pertunasan pada beberapa bahan

O
O
O

makanan, misalnya bawang, kentang, jahe, kunyit


dan kencur.
Memperpanjang masa simpan beberapa hasil
pertanian segar, misalnya menunda kematangan
buah.
Mengurangi bakteri-bakteri pembusuk daging.
Membebas kumankan atau sterilisasi rempahrempah.
Mengendalikan kuman-kuman penyebab penyakit
dan kuman-kuman parasit yang ada dalam makanan.

Dosis radiasi pada pangan


1. Dosis rendah (<1 kGy)
O Mencegah pertunasan pada rimpang dan
umbi-umbian (0,05 0,15 kGy)
O Menunda proses kematangan buah (0,1
1,15 kGy)
O Membunuh serangga (0,2 1 kGy)
O Membunuh parasit daging (0,1 0,3 kGy)

2. Dosis sedang (1 10 kGy)


O Menurunakan kandungan mikroba dengan proses
pasteurisasi (0,5 10 kGy)
O Membunuh bakteri patogen (3 10 kGy)
3. Dosis tinggi (> 10 kGy)
O Membunuh semua mikroba yang ada dengan proses
sterilisasi (10 50 kGy)

Sekian & Terimakasih